Maslahah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. || E-ISSN: 2723-5475 Received: June 27, 2024 Artikel Info Revised: Accepted: August 21, 2024 September 28, 2025 Published: Octobet 20, 2025 PKM Olahan Gurita Khas Bengkulu Dan Wisata Bagi Peningkatan Ekonomi Masyarakat Pesisir Dody Ertanto1*. Dolly Apriansyah2 Dwingki Marta Putra3 Universitas Dehasen Bengkulu*1, 2, 3 email: dolly92@unived. email: dodyertanto88@unived. email: dwingki@unived. Abstract: This Student Creativity Program (PKM) aims to develop innovative processed octopus products typical of Bengkulu, characterized by a unique taste, high nutritional value, and longer shelf life. The processed products are packaged with attractive designs and integrated with coastal culinary tourism promotion, thereby increasing the interest of both local and international tourists. The implementation methods include surveys of raw material potential, training in processing and packaging, as well as marketing strategies based on digital platforms and tourism. The expected outcomes are the creation of BengkuluAos signature processed octopus product as a regional culinary icon, increased income for coastal communities through business diversification, and the realization of synergy between the fisheries and tourism sectors. Abstrak: Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) mengembangkan inovasi olahan gurita khas Bengkulu yang memiliki cita rasa unik, bernilai gizi tinggi, dan berdaya simpan lebih lama. Produk olahan dikemas dengan desain yang menarik serta dipadukan dengan promosi wisata meningkatkan minat wisatawan lokal Metode pelaksanaan meliputi survei potensi bahan pengemasan, serta strategi pemasaran berbasis digital dan pariwisata. Hasil yang diharapkan adalah terciptanya produk olahan gurita khas Bengkulu sebagai ikon kuliner daerah, meningkatnya pendapatan masyarakat pesisir melalui diversifikasi usaha, serta terwujudnya sinergi antara sektor perikanan dan pariwisata. Keywords: Octopus Processing. Bengkulu. Kata Kunci: Gurita. Olahan Khas Culinary Tourism. Coastal Community. Bengkulu. Wisata Kuliner. Masyarakat Economic Empowerment Pesisir. Ekonomi Kreatif This is an open acces article under the CC-BY-SA lisence . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Maslahah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. || E-ISSN: 2723-5475 Pendahuluan Kabupaten Kaur adalah salah satu kabupaten yang terletak di Provinsi Bengkulu. Indonesia. Kabupaten Kaur berjarak sekitar 250 km dari Kota Bengkulu. Kabupaten ini sebelumnya merupakan sebuah kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan, dikenal dengan nama kecamatan Kaur seperti nama yang digunakan untuk nama Kabupaten Kaur. Ibu kota Kaur berada di Bintuhan. Kabupaten Kaur dibentuk berdasarkan Undang - Undang Nomor 3 tahun 2003 bersamasama dengan Kabupaten Seluma dan Kabupaten Muko Muko. Pada pertengahan tahun 2024, jumlah penduduk Kaur sebanyak 135. 182 jiwa. Diawal pembentukan menjadi wilayah otonom, dahulu Kabupaten Kaur memiliki 7 kecamatan, diantaranya: kecamatan Kaur Selatan. Kaur Tengah. Kinal. Kecamatan Kaur Utara. Seiring dengan semangat otonomi daerah akhirnya Kabupaten Kaur kemudian dimekarkan menjadi 15 kecamatan, yaitu: Kecamatan Kaur Selatan dimekarkan menjadi 4 kecamatan: Kecamatan Kaur Selatan dan Kecamatan Tetap. Maje dan Nasal. Kecamatan Kaur Tengah dimekarkan menjadi 3 kecamatan : Kecamatan Kaur Tengah. Kecamatan Luas dan Kecamatan Muara Sahung. Kecamatan Kinal dimekarkan menjadi 2 kecamatan : Kecamatan Kinal dan Kecamatan Semidang Gumay. Kecamatan Kaur Utara dimekarkan menjadi 5 kecamatan : Kecamatan Kaur Utara. Kecamatan Padang Guci Hilir. Kecamatan Padang Guci Hulu. Kecamatan Kelam Tengah dan Kecamatan Lungkung Kule. Khusus untuk Kecamatan Kelam Tengah, sebagian wilayahnya berasal dari desa yang ada di Kecamatan Tanjung Kemuning dan sebagian lagi berasal dari Kecamatan Kaur Utara. Penduduknya terdiri dari beragam etnis, yaitu Basemah di bagian utara. Semende di Muara Sahung dan desa Muara Dua. Kaur di bagian tengah dan Lampung di ujung selatan yang berbatas dengan Provinsi Lampung. Secara geografis Kabupaten Kaur terletak pada posisi 103A 03' - 103A 34' LS dan 04A 55' - 04A 59' BT dengan luas wilayah This is an open acces article under the CC-BY-SA lisence . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Maslahah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. || E-ISSN: 2723-5475 362,08 km2 A Posisinya terletak sekitar lebih kurang 250 km dari kota Bengkulu, dan memiliki luas wilayah sekitar 2. 369,05 km2 dengan jumlah penduduk lebih kurang 135. 428 jiwa dengan mata pencaharian utama penduduknya mengandalkan hidup pada sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan. Penduduknya tinggal menyebar secara berkelompok di 119 desa dan tiga kelurahan, baik di lbu Kota Kabupaten maupun di wilaya-wilayah Kecamatan-kecamatan. Penduduk Kabupaten Kaur terdiri dari berbagai sukubangsa. Salah satu desa yang ada di Kabupaten Kaur yaitu Desa Mentiring merupakan sebuah desa yang terletak dalam kecamatan Semidang Gumai. Kabupaten Kaur. Provinsi Bengkulu. Indonesia. Kecamatan ini berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Kaur ke arah barat laut. Pusat pemerintahannya berada di Desa Mentiring II. Desa Mentiring kecamatan Semidang Gumai. Kabupaten Kaur mempunyai tempat wisata yang sangat beragam diantaranya salah satu pantai Samudera Hindia di wilayah Bengkulu adalah Pantai Hili yang terletak di ujung Desa Mentiring. Kecamatan Semidang Gumay. Kabupaten Kaur. Pantai Hili merupakan pantai yang lain, dari pada yang lain. Jika pada umumnya pantai merupakan hamparan pasir hitam, putih maupun krem, di Pantai Hili merupakan pantai dengan garis pantai berupa hamparan batu dengan ukuran oval kecil yang terdapat di sepanjang pantai Hili. Selain keindahan batu di sepanjang pantainya, kita bisa menikmati keindahan pantai dengan memandang hamparan laut yang luas di samudera hindia dengan ombak cuku besar dan menyeapu pasir diantara laut dan batu. Karena letaknya menghadap langsung dengan Samudera Hindia, potensi alam dari pantai Hili juga di optimalkan pemerintah setempat sebagai salah satu destianasi para pecinta Selancar dan snorkling dari domestic maupun mancanegara. Pengunjung yang ingin berselancar maupun melakukan aktivitas snorkling juga bisa menyewa beberapa alat oleh masyarakat Hili. This is an open acces article under the CC-BY-SA lisence . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Maslahah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. || E-ISSN: 2723-5475 Metode Penelitian Pada bagian ini, akan dijelaskan tiga kegiatan utama dalam pengabdian kepada masyarakat di Desa Mentiring Kabupaten Kaur, yang meliputi olahan gurita, pelatihan bahasa inggris dan snorkeling. Setiap kegiatan dilaksanakan melalui lima tahapan yang terstruktur untuk memastikan efektivitas, penerimaan, dan keberlanjutan program. Pelatihan Olahan Sate dan Kripik Gurita Sosialisasi Tahap pertama dalam kegiatan olahan gurita adalah sosialisasi kepada masyarakat di Desa Mentiring Kabupaten Kaur ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai manfaat olahan gurita Sosialisasi menjelaskan tujuan dan langkah-langkah dalam pengolahan gurita. Selain itu media visual seperti video tutorial akan digunakan untuk memudahkan pemahan cara mengolah gurita menjadi sate dan kripik. Pelatihan Pada tahap kedua, di Desa Mentiring Kabupaten Kaur akan mendapatkan pelatihan intensif tentang olahan gurita, baik teori maupun praktik. Pelatihan ini berfokus melalui simulasi lapangan, pelatihan mempraktikan cara mengolah gurita agar dapat menghasilkan kripik dan sate yang nanyinya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Penerapan Setelah pelatihan, selanjutnya akan dimulai cara mengolah gurita dengan cara memotong gurita menjadi bagian kecil, dan mempersiapkan alat-alat yang digunakan seperti kompor, kuali, scapula, dll serta bumbu-bumbu yang akan digunakan. Pendampingan dan Evaluasi Pendampingan dilakukan selama latihan oleh pelatih yang sudah berpengalaman dalam bidang kuliner untuk memberikan umpan balik This is an open acces article under the CC-BY-SA lisence . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Maslahah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. || E-ISSN: 2723-5475 langsung terkait olahan gurita. Evaluasi dilakukan dengan cara melihat hasil olahan yang dihasilkan baik itu sebelum pelatihan maupun setelah pelatihan. Keberlanjutan Program Untuk memastikan keberlanjutan pelatihan yang diberikan kepada masyarakat Desa Mentiring Kabupaten Kaur tentang olahahan gurita, pelatihan berkelanjutan akan diberikan kepada masyarakat Desa Mentiring Kabupaten Kaur agar mereka dapat terus mengola masakan khas gurita yang nantinya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir. Pelatihan Bahasa Inggris Sosialisai Sosialisasi bahasa inggris ini untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan menulis dalam bahasa inggris, membekali peserta dengan skill bahasa inggris yang relevan dengan dunia kerja, serta meningkatkan kepercayaan Dimana sosialisasi ini langsung diisi oleh guru bahasa inggris yang diterangkan secara langsung. Pelatihan Di Desa Mentiring Kabupaten Kaur akan mendapatkan pelatihan berbahasa inggris, yang dimana dalam pelatihan yang dilaksanakan nantinya dapat meningkatkan kemampuan komunikasi sehingga peserta berkomunikasi secara lisan dan tulisan dalam bahasa inggris dengan lebih percaya diri dan efektif, dan juga mampu membantu masyarkat di Desa Mentiring Kabupaten Kaur meningkatkan daya saing baik itu pada sector kuliner maupun pariwisata. Penerapan Setelah pelatihan masyarakat di Desa Mentiring Kabupaten Kaur mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk berwisata di Pantai Hili, sehingga nantinya dengan kemampuan berbahasa inggris yang cukup This is an open acces article under the CC-BY-SA lisence . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Maslahah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. || E-ISSN: 2723-5475 baik yang didapatkan masyarakat ketika mengikuti pelatihan masyakat mampu berkomunikasi oleh tamu mancanegara apalagi disebagian besar turis yang dating itu berasl dari Negara lain, seperti Australia. Japan. Korea. Amerika bahkan Afrika. Pendampingan dan Evaluasi Pendampingan dilakukan selama pelatihan langsung disampaikan oleh guru bahasa inggris yang sudah berpengalaman untuk memberikan umpan balik langsung terkait manfaat pelatihan bahasa inggris. Evaluasi dilakukan dengan cara mengukur peningkatan berbahasa inggris pada saat peserta belum dan sesudah peserta pelatihan dengan cara berdialog menggunakan bahasa inggris. Keberlanjutan Program Untuk memastikan keberlanjutan program, pelatihan akan dilakukan secara berkelanjutan pada masyarakat Desa Mentiring Kabupaten Kaur, agar mereka dapat terus menerapkan ilmu ataupun pembelajaran berbahasa inggris yang telah mereka dapatkan. Pelatihan Snorkeling Sosialisai Sosialisasi dilakukan dengan cara memintak izin pada pejabat sekitar ataupun masyarakat yang ada di Desa Mentiring Kabupaten Kaur, sehingga melaksanakan snorkeling, dan memberitahu masyarakat mengenai peralatan apa saja yang dibutuhkan untuk melaksanakan olahraga snorkeling. Pelatihan Tahap pelatihan ini dilaksanakan agar nantinya masyarakat di sekitar Desa Mentiring Kabupaten Kaur mampu mengetahui cara menggunakannya. This is an open acces article under the CC-BY-SA lisence . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Maslahah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. || E-ISSN: 2723-5475 fungsinya dan dilakukan simulasi dengan cara pelatihan secara singkat didarat maupun dipinggir pantai yang dangkal. Penerapan Dimana pada tahap penerapan masyarakat yang mengikuti pelatihan di Desa Mentiring Kabupaten Kaur langsung terjun ke air menggunakan alat yang sudah dicoba terlebih dahulu pada saat pelatihan. Pendampingan dan Evaluasi Pendampingan dengan cara melakukan umpan balik langsung kepada masyarakat selama sesi uji coba. Evaluasi yang dilakukan yaitu dengan cara mengajak masyarakat berkumpul kembali di darat dan mendiskusikan pengalaman mereka baik itu apa yang dilihat ataupun apa yang dipelajari Keberlanjutan Program Kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkelanjutan agar nantinya dapat berdampak pada sektor pariwisata yang ada di Desa Mentiring Kabupaten Kaur sehingga diambilnya dokumentasi kegiatan dengan video dan foto, dan sebarkan hasil kegiatan melalui media sosial, serta laporan komunikasi. Hasil dan Pembahasan Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan terlihat bahwa semua peserta yang hadir sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul AuOlahan Gurita Khas Bengkulu dan Wisata Pesisir Dongkrak Ekonomi Masyarakat. Ay Yang terdiri dari tiga kegiatan ataupun 3 sesi, pertama yaitu kegiatan pelatihan olahan gurita berupa sate dan kripik gurita, kedua yaitu pelatihan bahasa inggris, dan yang ketiga yaitu pelatihan snorkeling semua kegiatan dilaksanakan di Desa Mentiring Kabupaten Kaur. Dimana kegiatan ini mempunyai tujuan yang sangat jelas This is an open acces article under the CC-BY-SA lisence . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Maslahah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. || E-ISSN: 2723-5475 Meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah gurita menjadi produk bernilai ekonomi Peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengolah gurita merupakan langkah penting dalam mengoptimalkan potensi sumber daya laut yang melimpah di wilayah pesisir Bengkulu. Selama ini, gurita hanya dijual dalam bentuk mentah dengan nilai jual yang relatif rendah. Melalui pelatihan dan pendampingan, masyarakat akan diajarkan berbagai teknik pengolahan, seperti pembuatan abon gurita, keripik gurita, dan sambal gurita kemasan, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah produk. Selain teknik pengolahan, pelatihan juga mencakup aspek higienitas, pengemasan modern, serta standar keamanan pangan yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mampu menghasilkan produk yang menarik dan lezat, tetapi juga memenuhi kriteria layak jual di pasar lokal maupun nasional. Pendekatan ini diharapkan dapat menciptakan wirausaha baru di sektor perikanan olahan, yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Lebih jauh, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa bangga terhadap produk lokal khas Bengkulu. Dengan meningkatkan keterampilan dan kreativitas masyarakat, olahan gurita tidak hanya menjadi sumber pendapatan tambahan, tetapi juga ikon kuliner daerah yang dapat dipromosikan dalam kegiatan pariwisata. Upaya ini akan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir sekaligus melestarikan sumber daya laut secara berkelanjutan. Membekali generasi muda dan pelaku wisata dengan kemampuan bahasa Inggris dasar untuk menyambut wisatawan Kemampuan berbahasa Inggris merupakan salah satu kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan di sektor pariwisata. Melalui pelatihan bahasa Inggris dasar, generasi muda dan pelaku wisata di daerah pesisir Bengkulu diharapkan mampu berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara secara lebih percaya diri. Kegiatan ini meliputi pembelajaran percakapan sehari-hari, kosakata pariwisata, serta etika berkomunikasi dalam konteks pelayanan wisata. This is an open acces article under the CC-BY-SA lisence . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Maslahah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. || E-ISSN: 2723-5475 Program pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keramahan dan profesionalitas dalam melayani wisatawan. Dengan bekal bahasa Inggris dasar, para pelaku wisata seperti pemandu, penjaja kuliner, dan pengelola homestay dapat memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan bagi pengunjung. Hal ini akan berdampak pada citra positif destinasi wisata Bengkulu di mata wisatawan. Selain itu, pelatihan ini dapat menjadi sarana pemberdayaan generasi muda agar memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Mereka tidak hanya menjadi pelaku pasif, tetapi turut serta sebagai duta wisata daerahnya. Dengan kemampuan berbahasa asing, generasi muda akan memiliki peluang lebih luas untuk terlibat dalam industri pariwisata dan ekonomi kreatif, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Menyiapkan pemandu snorkeling lokal yang terampil dan berwawasan Kegiatan wisata bahari seperti snorkeling memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan, namun juga memerlukan pemandu yang terampil dan bertanggung jawab. Melalui pelatihan pemandu snorkeling lokal, masyarakat pesisir Bengkulu akan dibekali dengan kemampuan teknis dasar seperti keselamatan di laut, penggunaan alat snorkeling, serta penanganan darurat bagi wisatawan. Keterampilan ini penting untuk memastikan keamanan dan kenyamanan selama aktivitas berlangsung. Selain aspek teknis, pelatihan ini juga menekankan pada wawasan lingkungan dan konservasi laut. Para pemandu akan diberi pengetahuan tentang pentingnya menjaga ekosistem terumbu karang, tidak merusak biota laut, serta mengedukasi wisatawan agar berwisata secara ramah lingkungan. Dengan demikian, kegiatan wisata bahari dapat berlangsung secara berkelanjutan tanpa mengorbankan kelestarian alam. Program ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat pesisir sekaligus memperkuat daya tarik wisata daerah. Dengan adanya pemandu snorkeling lokal yang profesional dan peduli lingkungan. Bengkulu dapat menjadi This is an open acces article under the CC-BY-SA lisence . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Maslahah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. || E-ISSN: 2723-5475 destinasi wisata bahari unggulan di Indonesia. Sinergi antara keterampilan, kesadaran lingkungan, dan pelayanan prima akan menjadi modal utama dalam mengembangkan potensi wisata pesisir yang berkelanjutan. Rangkaian dan Hasil Kegiatan Pelatihan Olahan Gurita Kegiatan Pelatihan Olahan Gurita dilaksanakan selama satu hari dan diikuti oleh 20 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga serta pelaku UMKM pesisir. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah hasil laut, khususnya gurita, menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Menurut Hidayat dan Nurlaila . , pelatihan berbasis potensi lokal dapat meningkatkan kreativitas dan kemandirian masyarakat dalam menciptakan produk unggulan daerah. Peserta dibimbing mempraktikkan teknik pengolahan seperti pembuatan keripik gurita dan sate gurita, serta diberikan pelatihan pengemasan produk yang menarik dan higienis. Selain itu, pelatihan juga mencakup materi manajemen usaha kecil dan strategi pemasaran yang efektif. Menurut Suryana . , keberhasilan usaha kecil tidak hanya bergantung pada kemampuan produksi, tetapi juga pada strategi pemasaran dan branding yang tepat sasaran. Peserta dilatih menggunakan media sosial untuk memasarkan produk agar dapat menjangkau pasar lebih luas. Dengan pendekatan ini, pelatihan tidak hanya menghasilkan keterampilan teknis, tetapi juga wawasan kewirausahaan modern. Hasil kegiatan menunjukkan dampak positif bagi masyarakat. Tercipta tiga kelompok usaha baru yang fokus pada produksi olahan gurita khas Bengkulu, dengan produk yang mulai dipasarkan di pasar lokal dan platform digital. Kegiatan ini sejalan dengan pandangan Santoso . bahwa pengembangan ekonomi kreatif berbasis kelautan dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah. This is an open acces article under the CC-BY-SA lisence . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Maslahah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. || E-ISSN: 2723-5475 Pelatihan Bahasa Inggris Pelatihan Bahasa Inggris dilaksanakan selama satu hari dengan peserta sebanyak 20 orang yang terdiri dari remaja dan pemandu wisata lokal. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membekali peserta dengan kemampuan bahasa Inggris dasar yang relevan dengan sektor pariwisata. Menurut Wulandari dan Rachmawati . , kemampuan komunikasi dalam bahasa Inggris merupakan aspek penting dalam mendukung daya saing destinasi wisata di tingkat global. Peserta mempelajari percakapan dasar seperti greeting, giving direction, dan describing place or food dalam konteks wisata. Metode pelatihan dikemas secara interaktif melalui simulasi percakapan dengan Kegiatan ini melatih kepercayaan diri dan keterampilan berbicara peserta dalam situasi nyata. Hal ini sesuai dengan pandangan Hapsari . yang menyatakan bahwa pembelajaran bahasa berbasis praktik . xperiential learnin. mampu meningkatkan kemampuan komunikatif peserta didik secara signifikan. Melalui simulasi, peserta juga diajarkan etika berinteraksi dan memberikan pelayanan ramah kepada wisatawan. Hasilnya menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam melakukan percakapan sederhana menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, muncul inisiatif untuk membentuk kelas komunitas bahasa Inggris secara mandiri di desa wisata. Pelatihan ini berkontribusi pada penguatan kapasitas sumber daya manusia lokal dalam menyambut wisatawan dan memperkuat sektor pariwisata berkelanjutan (Wulandari & Rachmawati. Pelatihan Snorkeling Kegiatan Pelatihan Snorkeling dilaksanakan selama satu hari dengan melibatkan 20 pemuda lokal. Tujuan utama kegiatan ini adalah membentuk calon pemandu snorkeling yang terampil dan berwawasan lingkungan. Menurut Lestari dan Dewi . , pengembangan pemandu wisata berbasis masyarakat merupakan salah satu strategi pemberdayaan yang efektif dalam sektor wisata bahari. Peserta dibekali teknik This is an open acces article under the CC-BY-SA lisence . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Maslahah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. || E-ISSN: 2723-5475 dasar snorkeling, prosedur keselamatan di laut, serta pengetahuan tentang ekosistem terumbu karang dan biota laut. Pelatihan dilengkapi dengan praktik langsung di perairan sekitar Desa Mentiring, yang memberikan pengalaman nyata kepada peserta dalam menghadapi kondisi laut. Selama kegiatan, peserta diajarkan cara menggunakan alat snorkeling dengan benar dan menjaga ekosistem laut. Kegiatan ini memperkuat kesadaran lingkungan peserta, sejalan dengan pandangan Nuraini . bahwa pendidikan lingkungan dalam kegiatan wisata dapat meningkatkan perilaku konservatif terhadap alam laut. Hasil pelatihan menunjukkan dua peserta terbaik terpilih sebagai calon pemandu snorkeling lokal. Selain itu, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian laut meningkat secara signifikan. Melalui kegiatan ini, masyarakat mulai menyadari potensi wisata bahari sebagai sumber ekonomi baru yang berkelanjutan. Pelatihan seperti ini menjadi model integrasi antara pemberdayaan ekonomi dan pelestarian lingkungan (Lestari & Dewi, 2. Simpulan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Mentiring. Kabupaten Kaur, telah memberikan dampak positif dan nyata bagi peningkatan kapasitas masyarakat serta pengembangan potensi lokal desa. Pelaksanaan tiga program utama yaitu pelatihan olahan gurita, pelatihan bahasa Inggris untuk pelaku wisata, dan pelatihan snorkeling, berhasil mencapai tujuan secara efektif dan partisipatif. Beberapa kesimpulan utama yang dapat diambil dari hasil kegiatan ini adalah sebagai berikut: Pertama. Peningkatan Keterampilan dan Nilai Ekonomi. Pelatihan olahan gurita berhasil meningkatkan keterampilan ibu rumah tangga dan pelaku UMKM dalam mengolah hasil laut menjadi produk bernilai jual tinggi. Produk olahan seperti abon gurita, sambal gurita, dan keripik gurita mulai dipasarkan secara lokal dan berpotensi untuk dikembangkan ke pasar yang lebih luas. This is an open acces article under the CC-BY-SA lisence . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Maslahah Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. || E-ISSN: 2723-5475 Kedua. Peningkatan Kapasitas SDM di Sektor Pariwisata. Pelatihan bahasa Inggris memberikan bekal komunikasi dasar bagi masyarakat, khususnya remaja dan pelaku wisata, untuk dapat melayani dan berinteraksi dengan wisatawan mancanegara. Hal ini menjadi langkah awal yang strategis dalam membentuk desa yang siap menjadi destinasi wisata berstandar internasional. Ketiga. Pengenalan dan Penguatan Wisata Bahari. Pelatihan snorkeling tidak hanya memberikan keterampilan teknik dan keselamatan laut, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan laut. Sebagian peserta telah menunjukkan potensi menjadi pemandu snorkeling lokal, mendukung upaya menjadikan Desa Mentiring sebagai destinasi wisata bahari berbasis komunitas. Keempat. Pemberdayaan dan Kemandirian Masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan menunjukkan tingkat partisipasi yang tinggi dari masyarakat setempat. Terbentuknya kelompok-kelompok usaha dan calon pemandu wisata lokal menunjukkan bahwa masyarakat mulai bertransformasi menjadi aktor utama dalam pembangunan desa mereka sendiri. Dengan memberdayakan masyarakat Desa Mentiring melalui pendekatan integratif antara potensi perikanan, pendidikan, dan pariwisata, yang secara langsung mendorong peningkatan kesejahteraan dan pembangunan desa berbasis potensi lokal. Daftar Pustaka