Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. UPAYA PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU RUMPUN MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MTS. AL-MANAR Muhammad Hanafi Nasution 1. Muhammad Riduan Harahap2. Nurul Hdiayah3 Universitas Al Washliyah Medan Email, nasutionhanafi527@gmail. com1, wanhargaroga@gmail. nurulaljawy@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana profesionalisme guru rumpun mata pelajaran pendidikan agama Islam, bagaimana pembinaan profesionalisme guru rumpun mata pelajaran pendidikan agama Islam, serta bagaimana pengembangan profesionalisme guru rumpun mata pelajaran pendidikan Agama Islam di MTs. Al-Manar Medan Johor. Adapun metode yang digunakan yaitu metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi wawancara, dan dokumentasi dan teknis analisa data menggunakan reduction, data display, dan conclusion drawing/verification, yang selanjutnya pengecekan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: . Profesionalisme guru PAI di MTs Al-Manar Medan mengacu pada kompetensi pedagogi, sosial, kepribadian, dan kepribadian. Pembinaan profesionalisme guru dengan melakukan supervise klinis mengikuti seminar, simposium, pelatihan. KKG. PPG dan MGMP. Adapun pengembangan profesionalisme guru dengan peningkatan kualifikasi pendidikan guru di MTs Al-Manar Medan Johor 80% telah memiliki kualifikasi yang dipersyaratkan oleh pemerintah, sedangkan pada guru yang belum mengikuti sertifikasi, selanjutnya melalui program pelatihan. Penelitian ini diharapkan memberikan kontibusi bagi pendidikan untuk mengembangkan dan meningkatkan profesionalitasnya, dan bagi kepala sekolah agar berusaha mengikut sertakan guru dalam setiap pembinaan yang diadakan guna keberhasilan pendidikan. Kata Kunci :Pembinaan. Pengembangan. Profesionalisme Guru. Pedidikan Agama Islam PENDAHULUAN Keberhasilan di dalam dunia pendidikan salah satunya ialah peranan guru, sebab guru merupakan ujung tombak (Kunandar 2007, . , dan Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. lambangkan sebagai kebudayaan komunitas atau masyarakat berbangsa (Irwan dan Amiruddian, 2009, p. Karena, guru adalah pendidik profesional yang tugas utamanya: mendidik, mengajar, membi mbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi (Anonim 2003, . Profesional ialah pekerjaan atau kegiatan seseorang yang menjadi sumber penghasilan kehidupan dan memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu pendidikan profesi. (Wahyono. Husamah, and Budi 2020, . Dengan dasar inilah, guru dituntut untuk memiliki profesionalisme. Dalam Islam, guru yang profesional mempunyai misi agama yaitu menyampaikan nilai-nilai ajaran agama, sedangkan misi ilmu pengetahuan yaitu menyampaikan ilmu sesuai dengan perkembangan zaman (Nurdin 2004, . Guru disini ialah guru pada rumpun pendidikan agama Islam. Pendidikan agama Islam di sekolah memiliki fungsi sebagai pengembang, penanaman, penyesuaian mental, perbaikan, penengah, pengajaran, serta penyaluran yang berkaitan degan bidang keagaman. (Nurdin 2004, . Apalagi saat ini, dunia pendidikan di hadapkan dengan penyebaran corana virus disease (COVID-. , sehingga kebijakan pendidikan, menekankan pada: pengalaman belajar, kecakapan hidup, variasi aktifitas dan tugas pembelajaran dari rumah serta memberikan umpan balik. Sehingga menuntut guru mampu menggunakan teknologi melalui flatform . hatsapp, google classroom, dan zoo. agar terlaksananya proses belajar mengajar meskipun dengan jarak yang jauh. Ini adalah tantangan bagi guru untuk menjadi profesional. Guru profesional tidak akan terwujud begitu saja tanpa adanya upaya untuk meningkatkan, khususnya dari kepala sekolah. Sebab, seorang guru tidak akan dapat mengajar dengan baik tanpa pengawasan dan kontrol dari kepala sekolah melalui pengembangan dan pembinaan profesionalitas guru. Pembinaan guru merupakan proses dan kegiatan guna memperoleh hasil yang baik, berupa serangkaian usaha bantuan kepada guru (Departemen dan Kebudayaan 1995, . , untuk terwujudnya tujuan pengembangkan kemampuan dan pembentukan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. (Anonim 2003. Pendidikan dan pembinan tenaga guru ditempuh melalui pendidikan prajabatan, pendidikan dalam jabatan, dan pendidikan akta mengajar (Mulyasa 2012, . Kegiatan ini dilaksanakan dengan berbagai strategi pendidikan dan pelatihan (Dikla. seperti In House Tarining (IHT), program magang, kemitraan sekolah, belajar jarak jauh, pelatihan berjenjang dan pelatihan khusus, kursus singkat di perguruan tinggi atau lembaga pendidikan lainnya, pembinaan internal oleh sekolah, dan pendidikan lanjut (Darmanto 2013, . Sedangkan bentuk selain pendidikan dan pelatihan yaitu diskusi masalah pendidikan, seminar, workshop, penataran, penelitian. Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. penulisan buku/bahan ajar, pembuatan media pembelajaran, dan pembuatan karya teknologi/karya seni (Mulyasa 2012, . , guna mencapai empat kompetensi yang diharapkan agar memiliki kinerja yang baik (Mulyasa 2012. Meliputi: kompetensi paedagogik berkaitan dengan kemampuan mengajar seperti keterapilan menggunakan metode, strategi dan model pembelajaran dan sebagainya (Sudarwan Danim 2010, . , kepribadian berkaitan dengan perilaku atau karakterstik yang harus dimiliki oleh pendidik agama Islam, seperti cerdas, pengetahuan luas, religius, empati da sebagainya (Mulyasa 2012, . , sosial: berkaitan mengenai kemampuan sosial seorang pendidik dalam berinteraksi dengan peserta didik, antar guru, masyarakat sekitar dan sebagaiya (Jamil Suprihatiningrum 2014, . , dan profesional berkaitan dengan pengetahuan luas yang dimilikinya atau materi, dan juga keilmuannya atau sebagainya (Jamil Suprihatiningrum 2014. Dalam konsep Islam sendiri, guru dikatakan sukses atau berhasil dalam mengajar, jika ia berhasil menjadi guru yang kreatif, sebab guru yang kreatif punya banyak cara dalam kegiatan mengajar sehingga peserta didik jauh dari rasa bosann dan kegiatan belajar mengajar tentunya akan menyenangkan bagi mereka. Bukanya hanya kreatf, tetapi juga dituntun unutk memiliki kompetensi mengajar, khususnya yang bersifat religius (Andjarwati 2015. Dengan demikian. Islam menganjurkan seorang pendidika untuk profesional dalam mengajar atau menjalankan tugasnya sebagai pendidik. (Ahmad Tafsir 2011, . Penjelasan di atas, diperkuat oleh penelitian yang dilakukan Matondang, dengan judul Peranan Kepala Sekolah dalam Pembinaan dan Perkembangan Karir Guru di SDIT Nurul Fajar Patumbak. Ay Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah SDIT Nurul Fajar Patumbak berperan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya dalam upaya pembinaan dan perkembangan karir guru di sekolah. Persamaan penelitan terdahulu dengan penelitian yang akan peneliti lakukan ialah sama-sama mengkaji mengenai pembinaan dan pengembangan guru dalam karir atau profesionalime, dengan jenis penelitian kualitatif. Tetapi penelitian terdahulu dilakukan SDIT Fajar Patumbak, sedangkan objek penelitian yang akan dilakukan yaitu di MTs. Al-Manar pada guru mata pelajaran pendidikan agama Islam. Berdasarkan data observasi awal di lapangan, menunjukkan bahwa program pembinaan serta pengembangan keprofesionalismeAoan guru di MTS Al-Manar Medan telah menjalankan prgram tersebut, hanya saja pada program simposium di sekolah, penerapan penyampaian bersifat jejarigan terhadap guru yang mengikuti program tersebut kepada guru yang belum mengikuti program. Artinya bahwa program ini belum dapat dioptimalkan sebab belum merata secara keseluruhan kepada para guru. Hal ini disebabkan karena hanya berfokus pada beberapa mata pelajaran saja, selain masalah waktu dan tenaga pofesional guru, maka serta revitalisasi KKG . elompok kerja gur. serta kesejahteraan juga menjadi problem saat ini. Tentunya hal ini, disebabkan oleh berbagai faktor, seperti gaptek . agap Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. dan proses pembelajaran yang masih dominan bersifat tradisional, padahal zamannya sudah berbeda atau tidak sesuai dengan karakteristik peserta didik saat ini. Hal ini dapat dilihat dari penggunaan metode yang monoton seperti selalu dengan ceramah, mencatat, yang hanya berpusat pada guru. Selain itu, perlengkapan mengajar seperti RPP . encana pelaksanaan pembelajara. , materi ajar, media, serta penggunaan evaluasi yang belum berjalan dengan efektf dan efesien. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan oleh peneliti di MTS Al-Manar Medan, mengenai program pengembangan keprofesionalitasan guru, ternyata telah berjalan dengan baik. hal ini terlihat dari banyaknya atau hampir rata-rata guru di MTS Al-Manar Medan telah mengikuti sertifikasi sebab, rata-rata dari mereka berkualifikasi dari latar belakang pendidikan Bagi guru yang telah mengikuti, maka akan menyampaikan informasi pengalamannya ke guru lain, sehingga sangat membantu pihak sekolah, dalamm melakukan berbagai cara atau upaya guna meningkatkann profesionalitas guru melalui sertifikasi hingga dapat mengikuti program profesi tersebut. Tetapi, disini sekolah masih mengalami kesulitan dalam menerapkan program musyawarah guru mata pelajaran, artinya telah berjalan tetapi jauh dar kata optimalisasi, disebabkan tidak semua mata pelajaran dapat menerapka program ini, kemudian keterbatasan waktu juga menjadi penghambat serta, pendidik professional, dan kelompok kerja guru, serta kesejateraan guru. Selain penyebab di atas, ternyata ketidak mampuan guru dalam menggunakan perkembangan ilmu pengetahuan dan tegniologi , penerapan metode tradionnal hingga pada kelengkapa pembelajaran yang meliputi RPP, bahan materi, media/alat, serta evaluasi, yang belum terlaksana dengan efektif dan efesien. Berdasarkan penjelasan di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul upaya pembinaan dan pengembangan profesionalisme guru rumpun mata pelajaran pendidikan agama Islam di MTs. Al-Manar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana profesionalisme guru rumpun mata pelajaran pendidikan agama. Bagaimana Pembinaan profesionalisme guru rumpun mata pelajaran pendidikan agama Islam, serta bagaimana pengembangan profesionalisme guru rumpun mata pelajaran pendidikan Agama Islam di MTs. Al-Manar Medan Johor. Adapun penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kepala sekolah dan guru untuk dapat meningkatkann keprfesionalismeAoan dalam mata pelajaran pendidikan agama Islam sehingga dapat melaksanakan pekerjaannya secara efektif dan efisien. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif, dimana peneliti sebagai instrument kunci, pengambilan sampel sumber data Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. dilakukan secara purposive dan snowball (Sugiyono 2017, . Penelitian ini mengkaji tenntang perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk katakata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah (J 2009, . Adapun subjek penelitian yaitu Guru dan kepala sekolah MTs. Al-Manar, sedangkan objek penelitianya yaitu pembinaan dan pengembangan profesionalisme guru rumpun mata pelajaran pendidikan agama Islam di MTs. Al-Manar Medan Johor. Mmetode pengumpulan data berupa observasi wawancara, dan Teknik analisa data melalui reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. (J 2009, . Selanjutnya pengecekan keabsahan data dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan traiggulasi uji credibility . sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara dan berbagai waktu. (J 2009, . Peneliti menggunakan dua triangulasi, yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. HASIL DAN PEMBAHASAN Profesionalisme guru Rumpun Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Berdasarkan hasil analisis data yang penulis lakukan pada pada profesionalisme guru rumpun PAI, yang dilakukan melalui pengoptimalan kompetensi yaitu: pertama: aspek kompetensi paedagogik dengan cara melakukan penyusunan rencana pembelajaran (RPP) pada guru PAI di MTs Al-Manar telah berjalan dengan baik, memiliki kemampuan mengelola pembelajaran, dan memahami karakteristik peserta didik, ahli menggunakan media dan metode pembelajaran yang serta melaksanakan evaluasi pembelajaran dengan baik. Kedua: aspek kompetensi sosial guru rumpun mata pelajaran pendidikan agama Islam menunjukkan kompetensi sosial yang baik. Komunikasi ini lebih banyak membicarakan tentang kurikulum, pendalaman isi atau materi, kompetensi dasar, dasar kompetensi, tujuan, target capaian, metode serta media pembelajaran. Dengan komunikasi ini kami dapat berdiskusi, tukar pikiran serta mencari solusi terhadap permasalahan yang ditemui dalam mata pelajaran PAI (Aqidah Akhlak. QurAoan Hadis. Fiqih, dan SKI). Ketiga: kompetensi kepribadian guru di MTs Al-Manar Medan keketahui telah memiliki kepribadian yang baik, karena dapat menjadi menjadi suri tauladan, kala guru dihadapan teman sejawat menjadi teamwork yang solid, kala guru dihadapan pemimpin menjadi anggota yang patuh dan berdedikasi. Guru PAI yang memberikan keteladanan tentang disiplin, peserta didik juga dibiasakan untuk melakukan hal serupa. Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. Keempat: kompetensi profesional guru Pendidikan Agama Islam di MTs Al-Manar Medan telah melakukan proses belajar mengajar dengan profesional, seperti dapat membuat perencanaan pembelajaran yang baik, mampu melaksanakan proses pembelajaran dan mampu mengevaluasi jalannya pembelajaran tersebut serta mampu menunjukan perilaku yang baik dalam kehidupannya. Pembinaan Profesionalisme guru Rumpun Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Upaya pembinaan profesionalisme guru telah dilakukan secara kelembagaan dan personal dengan melaksanakan kegiatan KKG. PPG dan MGMP. Melalui MGMP diharapkan guru di MTs Al-Manar Medan dapat meningkatkan profesionalismenya dengan forum diskusi, praktik penyusunan silabus. RPP, program tahunan, program semester, melakukan analisis materi pelajaran, program satuan pengajaran, metode pembelajaran, media, bahan serta sumber pembelajaran. Pembinaan profesionalisme guru dibentuk dari program pembinaan yang diarahkan pada guru MTs Al-Manar Medan. dalam rangka meningkatkan kompetensi guru baik kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial serta kompetensi profesional pembinaan juga dipengaruhi oleh kepala madrasah sebagai pemimpin madrasah dalam meningkatkan kompetensi guru dengan berbagai pembinaan yang dilakukan oleh pihak sekolah. Standar profesi sebagai pendidikan harus menjadi foku yang pertama dan utama dalam meningkatkan profesionalisme sebagai seorang pendidik. Sebab, guru merupakan mobilitas kemajuan suatu Bangsa dan Negara, sebab ia memliki peranan penitng dalam proses pembelajaran. Selain itu, peningkatan profesionalisme guru di dasarka pada tuntutan akan kebijakan pemrintah dalam mengemabngkan sumber daya guru yang berkuallitas serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat karena ia merupakan agen perubahan yang diharapkan mmasyarakat berupa output Ssumber daya manusia yang berkualitas yaitu perserta didik. Oleh karean itu, guru harus welcome dengan program keprofesionalan ini, dengan memberikan respon positif melalui ikut serta di dalamnya atau termausk di dalamnya. Peningkatan kualitas dan kompetensi dapat dilakukan melalui in-service training dan sebagainya. Dari penjelasan di atas, terlihat bahwa upaya guru dalam meningkatkan profesionalismenya terlihat tidak hanya dari aspek ekternal . egiatan yang dilakukan di luar MT. saja, tetapi dari aspek internalya . ari dalam diri gur. sangat membantu atau bahkan merupakan modal utama bagi guru dalam meningkatkan kompetensi profesionalismenya. Pengembangan Profesionalisme Pendidikan Agama Islam Rumpun Mata Pelajaran Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. Dalam pengembangan program profesinalisme, maka diperlukan: Program Peningkatan Kualifikasi Pendidikan, namun faktanya masih terdapat salah satu dari 25 pendidik yang belum berkualifikasi sarjaa (S. , maka statusnya di sekolah hanya sebagai guru pengganti. Tetapi guru ini tetap menngkatkann kualitasnya sebagai pendidik, dengan cara mengikuti pendidikan sarjana di universitas selama berprofesi sebagai pengajar di sekolah tersebut. Sejalan dengan yang diungkapkan oleh Ka. Madrasyah MTs Al-Manar Medan Johor, bahwa: AyPara guru PAI rata-rata berlatar belakang pendidikan Sarjana, bahkan sebagian guru berlatar belakang pendidikan Magister. Sehingga mereka juga mengajar di universitas-universitas selain berprofesi sebagai guru. Ay Dengan demikian, implementasi program sertifikasi telah terlaksana di sekolah tersebut untuk para guru, atas kebijaksanaan pihak sekolah di MTS Al-Manar Medan. Upaya pembinaan terhadap para guru untuk dapat mengikuti seritfkasi guna meningkatkan keprofesionalan mereka sebagai pendidik, telah dilakukan oleh pihak sekolah dalam berbagai upaya agar para guru tertarik, bersemangat dan hantusias, hingga memiliki motivasi tinggi untuk mengikutinya kebijakan pemerintah ini dengan baik. Sebagaimana hasil wawancara dengan Muclis Lubis pada 22 September 2021 selaku guru AlqurAoan Hadist, sebagai berikut : Aysaya merasakan dampak bagi diri sendiri, terhadap program sertifikasi ini yaitu dapat meningkatkan kesejahteraan guru dan lebih paham serta mengerti mengenai tanggungjawab sebagai seorang guru karena adanya tuntutan keprofesionalan. Ay Disimpulkan bahwa MTs Al-Manar Medan, telah melaksanakan pengembangan keprofesionalismeAoan terhadap para pendidik yang terdapat di sekolah tersebut dengan baik dan cukup optimal. Hal ini ditunjukkan denganb anyaknya guru yang telah mengikuti sertifikasi dan pendidikan Walaupun masih terdapat guru yang belum sertifikasi, disebabkan karena masih berlatar belakang pendidikan sekolah menengah atas, sehingga mereka hanya sebagai guru pengganti saja. Tetapi, hal ini tidak menutup keinginan mereka tetap untuk maju. Oleh karena itu, mereka juga mengikuti proses pendidikan sarjana di Uiversitas lain. Tidak sampai disini saja, sekolah juga memberikan kemudahan dalam bentuk pelayanan yang diberikan kepada semua guru untuk melengkapi administrasi persyaratan yang dibutuhkan untuk sertifikasi dan pendidikan profesionalisme, sehingga guru merasa terbantu sekali dengan hal ini. Program Diklat dan Workshop telah memberikan kesempatan kepada para guru atau pendidik di skeolah untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut denagn baik, artinya disambut dengan respon positif. Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. Pelaksanaan kegiatan berbentuk, training, diklat dan juga workshop. Dimana, para guru tersebut sebelum mengikutinya akan mendapatkan undangat terlebih dahulu oleh pihak penyelanggara, walaupun mereka harus menunggu antrian untuk mengikutinya, sebab tidak secara keseluruhan. Kegiatan ini bertujuan untuk menginternalisasikan knowledfe, skill sert a value kepada para guru atau pendidik, guna meningkatkan kompetensi Dan selama ini, sekolah mendapatkan hasil yang memuaskan. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di MTs Al-Manar dengan judul upaya pembinaan dan pengembangan profesionalisme guru rumpun mata pelajaran pendidikan agama Islam di MTs. Al-Manar, menunjukkan bahwa: . Profesionalisme guru PAI di MTs Al-Manar Medan mengacu pada kompetensi pedagogi, sosial, kepribadian, dan kepribadian. Pembinaan profesionalisme guru dengan melakukan supervise klinis mengikuti seminar, simposium, pelatihan. KKG. PPG dan MGMP. Adapun pengembangan profesionalisme guru dengan peningkatan kualifikasi pendidikan guru di MTs Al-Manar Medan Johor 80% telah memiliki kualifikasi yang dipersyaratkan oleh pemerintah, sedangkan pada guru yang belum mengikuti sertifikasi, selanjutnya melalui program pelatihan. Penelitian ini diharapkan memberikan kontibusi bagi pendidikan untuk mengembangkan dan meningkatkan profesionalitasnya, dan bagi kepala sekolah agar berusaha mengikut sertakan guru dalam setiap pembinaan yang diadakan guna keberhasilan pendidikan. Referensi Ahmad Tafsir. Ilmu Pendidikan Dalam Pespektif Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya. Andjarwati. Tri. AuMotivasi Dari Sudut Pandang Teori Hirarki Kebutuhan Maslow. Teori Dua Faktor Herzberg. Teori X Y Mc Gregor. Dan Teori Motivasi Prestasi Mc Clelland. Ay Jurnal Ilmu Ekonomi & Manajemen 1. 45Ae54. Anonim. Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: Sinar Grafika. Darmanto. Administrasi Dan Manajemen Sekolah. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Departemen dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Tajribiyah : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol : 1 No. Pustaka Jaya.