Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 OPTIMALISASI PROGRAM PROMOSI KESEHATAN MELALUI PENGUATAN ADMINISTRASI KESEHATAN DI PUSKESMAS KOTA PALEMBANG Faradillah1. Neni Triana2. Venny Mayumi G3. Ari Darmansyah4 Program Studi Administrasi Kesehatan. STIKes Budi Mulia Sriwijaya. Palembang 1,2,3,4 Email: Faradillah8551@gmail. nenitriana230784@gmail. vennygultom@gmail. aridarmansyah89@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Keberhasilan program promosi kesehatan di Puskesmas tidak hanya ditentukan oleh kegiatan edukasi, tetapi juga dipengaruhi oleh efektivitas administrasi kesehatan dalam perencanaan, pencatatan, pelaporan, monitoring, dan evaluasi program. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis peran penguatan administrasi kesehatan dalam mengoptimalkan program promosi kesehatan di Puskesmas Kota Palembang. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposive dan melibatkan 12 orang yang terdiri atas kepala puskesmas, penanggung jawab promosi kesehatan, pengelola administrasi kesehatan, dan tenaga kesehatan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan analisis Hasil: Penelitian menghasilkan empat tema utama, yaitu perencanaan program berbasis data, penguatan sistem pencatatan dan pelaporan, koordinasi lintas program dan lintas sektor, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Penguatan administrasi kesehatan mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti, meningkatkan kualitas pengelolaan data, memperkuat koordinasi, dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan promosi kesehatan. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan sumber daya manusia, belum optimalnya pemanfaatan sistem informasi kesehatan, serta keterbatasan infrastruktur pendukung. Saran: Puskesmas perlu meningkatkan kapasitas tenaga administrasi, mengoptimalkan sistem informasi kesehatan yang terintegrasi, serta memperkuat koordinasi lintas program dan monitoring berbasis data guna mendukung keberlanjutan dan efektivitas program promosi kesehatan. Kata Kunci: Administrasi kesehatan. Promosi kesehatan. Puskesmas. Pelayanan kesehatan primer. ABSTRACT Background: The success of health promotion programmes at Community Health Centres (Puskesma. is determined not only by educational activities but also by the effectiveness of health administration in programme planning, recording, reporting, monitoring, and evaluation. Objective: This study aimed to analyse the role of strengthening health administration in optimising health promotion programmes at Community Health Centres in Palembang City. Methods: This study employed a qualitative approach with a case study design. Informants were selected using purposive sampling and consisted of 12 participants, including heads of Community Health Centres, health promotion officers, health administration officers, and healthcare professionals. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document reviews, and were analysed using thematic analysis. Results: The study identified four major themes: datadriven programme planning, strengthening recording and reporting systems, cross-programme and crosectoral coordination, and continuous monitoring and evaluation. Strengthening health administration supported evidence-based decision-making, improved the quality of data management, enhanced coordination, and increased the effectiveness of health promotion programme implementation. The challenges identified included limited human resources, suboptimal utilisation of health information systems, and inadequate supporting infrastructure. Suggestion: Community Health Centres should strengthen the capacity of administrative personnel, optimise integrated health information systems, and reinforce crossprogramme coordination and data-driven monitoring to support the sustainability and effectiveness of health promotion programmes. Keywords: Community health centres. Health administration. Health promotion. Primary healthcare | 163 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENDAHULUAN Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesma. merupakan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang memiliki pengelolaan data kesehatan, monitoring, peran strategis dalam meningkatkan derajat evaluasi, hingga pengambilan keputusan kesehatan masyarakat melalui pelayanan berbasis bukti . vidence-based decision promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif. Administrasi yang baik akan dan paliatif dengan mengutamakan upaya menghasilkan informasi kesehatan yang promotif dan preventif. Sejalan dengan akurat sehingga mampu meningkatkan transformasi sistem kesehatan Indonesia, efektivitas pelaksanaan program promosi Puskesmas. kesehatan primer sebagai fondasi utama Sebaliknya, lemahnya sistem administrasi Health (UHC). Salah satu bentuk Coverage Universal program promosi kesehatan yang bertujuan capaian indikator kesehatan (Fuady et al. maupun masyarakat dalam memelihara Namun Berbagai demikian, keberhasilan program promosi menunjukkan bahwa implementasi program kesehatan tidak hanya bergantung pada promosi kesehatan di Puskesmas masih pelaksanaan kegiatan edukasi, tetapi juga menghadapi berbagai kendala. Penelitian Pradana et al. menemukan bahwa kesehatan yang efektif dalam mendukung monitoring, dan evaluasi program (World pemberdayaan masyarakat, dan dukungan Health Organization, 2. sosial, namun belum didukung oleh sistem Administrasi kesehatan merupakan Penelitian bagian integral dari sistem pelayanan Arwan et al. juga menunjukkan bahwa pelaksanaan program promotif dan seluruh sumber daya secara efektif dan preventif di Puskesmas perkotaan masih Penguatan administrasi kesehatan | 164 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 keterbatasan sumber daya, serta lemahnya kesehatan agar seluruh program dapat sistem dokumentasi kegiatan. Kondisi berjalan secara terintegrasi. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa administrasi Amimr et al. menunjukkan bahwa kesehatan masih menjadi tantangan dalam keberhasilan implementasi ILP sangat meningkatkan efektivitas program promosi dipengaruhi oleh kapasitas organisasi, kesehatan di Indonesia (Pradana et al. kepemimpinan, koordinasi lintas program, dan sistem administrasi yang mendukung Pada tingkat internasional. WHO integrasi pelayanan kesehatan. Selain itu, penelitian di Jakarta menunjukkan bahwa kesehatan primer yang kuat harus didukung Puskesmas oleh tata kelola administrasi yang baik, menerapkan ILP masih dipengaruhi oleh integrasi pelayanan, pemanfaatan teknologi kesiapan organisasi, sumber daya manusia, dan sistem administrasi yang belum merata Berbagai (Amimr et al. , 2. Kota Palembang sebagai salah satu administrasi digital yang memungkinkan kota metropolitan di Indonesia memiliki proses pencatatan, pelaporan, monitoring, karakteristik wilayah perkotaan dengan dan evaluasi dilakukan secara real-time kepadatan penduduk yang tinggi serta sehingga meningkatkan kualitas pelayanan meningkatnya beban penyakit menular promotif dan preventif. Pendekatan tersebut maupun penyakit tidak menular. Kondisi menjadi salah satu strategi penting dalam kesehatan primer di berbagai negara (WHO. Salah satu strategi yang Puskesmas Di Indonesia, transformasi pelayanan dapat dilakukan adalah melalui penguatan kesehatan primer melalui Integrasi Layanan administrasi kesehatan sehingga seluruh Primer (ILP) menempatkan Puskesmas kesehatan masyarakat. Integrasi tersebut program dapat dilakukan secara sistematis, terintegrasi, dan berbasis data. Penguatan kualitas pelayanan klinis, tetapi juga penguatan manajemen dan administrasi | 165 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Penelitian ini tidak hanya efektivitas promosi kesehatan di wilayah kesehatan, tetapi juga mengintegrasikan Puskesmas Kota Palembang (Kementerian Kesehatan RI, 2. Berdasarkan penelitian nasional dan internasional, masih evaluasi, pemanfaatan sistem informasi terdapat beberapa kesenjangan penelitian kesehatan, serta pengambilan keputusan . esearch ga. Pertama, sebagian besar berbasis data dalam satu model administrasi Pendekatan tersebut diharapkan efektivitas promosi kesehatan dari aspek mampu menghasilkan rekomendasi model kesehatan, atau pemberdayaan masyarakat, terhadap transformasi pelayanan kesehatan sedangkan penelitian mengenai penguatan administrasi kesehatan sebagai determinan Puskesmas di Kota Palembang maupun keberhasilan promosi kesehatan masih daerah lain di Indonesia (WHO, 2. Kedua, berfokus pada sistem informasi kesehatan METODE PENELITIAN Penelitian pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus . ase stud. untuk memperoleh administrasi dalam mendukung promosi pemahaman yang mendalam mengenai Ketiga, belum banyak penelitian optimalisasi program promosi kesehatan yang secara khusus mengkaji optimalisasi melalui penguatan administrasi kesehatan di Puskesmas Kota Palembang. Pendekatan Puskesmas Kota Palembang ini dipilih karena mampu mengeksplorasi diperlukan penelitian yang mampu mengisi administrasi kesehatan yang memengaruhi kesenjangan tersebut (Fuady et al. , 2. pelaksanaan program promosi kesehatan Penelitian pengembangan model optimalisasi program dalam konteks nyata pelayanan kesehatan primer (Creswell, 2. promosi kesehatan melalui pendekatan Penelitian dilaksanakan di beberapa penguatan administrasi kesehatan secara Puskesmas di Kota Palembang yang dipilih | 166 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 secara purposive berdasarkan karakteristik kesehatan seperti laporan program promosi pelaksanaan program promosi kesehatan evaluasi, rencana kegiatan, serta standar Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu informan yang wawancara berlangsung selama 45Ae60 memiliki pengetahuan dan keterlibatan menit, direkam menggunakan alat perekam langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, suara setelah memperoleh persetujuan monitoring, serta evaluasi program promosi informan, kemudian ditranskripsikan secara Informan terdiri atas Kepala Puskesmas. Penanggung Jawab Promosi analisis (Kvale, 2. Kesehatan. Pengelola (SOP). Seluruh Administrasi Pedoman wawancara dikembangkan Kesehatan/Sistem Informasi Kesehatan, berdasarkan hasil telaah literatur mengenai serta tenaga kesehatan yang terlibat dalam administrasi kesehatan, promosi kesehatan, pelaksanaan program promosi kesehatan dengan jumlah keseluruhan sebanyak 12 kebijakan Transformasi Layanan Primer informan (Patton, 2. Kementerian Kesehatan Republik Jumlah informan dalam penelitian ini Indonesia. Selanjutnya tidak ditentukan secara tetap sejak awal, saturation . ejenuhan dat. Pengumpulan data dihentikan ketika wawancara tidak lagi dilakukan uji coba . ilot intervie. kepada menghasilkan informasi, kategori, maupun dua tenaga kesehatan di luar lokasi tema baru yang relevan dengan tujuan penelitian guna memastikan kejelasan pertanyaan dan alur wawancara sebelum pengumpulan data, saturasi mulai tercapai digunakan pada penelitian utama (Tong et pada informan ke-10 dan dikonfirmasi , 2. Berdasarkan . ontent melalui dua wawancara tambahan sehingga Analisis data menggunakan analisis total terdapat 12 informan yang dianalisis ( tematik . hematic analysi. menurut Braun Kaiser, 2. dan Clarke yang meliputi enam tahapan. Pengumpulan data dilakukan melalui . wawancara mendalam . n-depth intervie. , pembacaan transkrip secara berulang, . observasi, dan telaah dokumen administrasi . nitial | 167 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 menjadi kategori, . membangun tema, . mengenai tujuan, manfaat, dan prosedur menelaah dan memverifikasi tema, serta . penelitian, hak untuk mengundurkan diri mendefinisikan dan memberi nama tema kapan saja tanpa konsekuensi, serta jaminan kerahasiaan identitas. Setelah memperoleh Proses analisis dilakukan menandatangani lembar informed consent kemudian didiskusikan hingga mencapai sebelum proses wawancara dimulai (World konsensus (Clarke, 2. Medical Association, 2. Keabsahan penerapan prinsip trustworthiness yang HASIL PENELITIAN Karakteristik Informan Karakteristik informan disajikan pada Kredibilitas dilakukan melalui triangulasi Tabel Seluruh sumber, triangulasi metode, dan member menggunakan teknik purposive sampling Dependability dijaga melalui berdasarkan keterlibatan langsung dalam pelaksanaan program promosi kesehatan dan administrasi kesehatan di Puskesmas mendokumentasikan seluruh proses analisis Kota Palembang. Informan terdiri atas kepala puskesmas, penanggung jawab Transferability dijaga dengan memberikan promosi kesehatan, pengelola administrasi deskripsi konteks penelitian secara rinci kesehatan, dan tenaga kesehatan pelaksana. sehingga memungkinkan pembaca menilai Variasi karakteristik informan diharapkan keterterapan hasil penelitian pada konteks lain (Nowell et al. , 2. Penelitian ini menerapkan prinsipprinsip etik penelitian dengan memberikan administrasi kesehatan dalam mendukung program promosi kesehatan. Tabel 1. Karakteristik Informan Kode Jabatan Kepala Puskesmas Kepala Puskesmas Kepala Puskesmas Jenis Kelamin Pendidikan Masa Kerja Perempuan 18 tahun Laki-laki 15 tahun Perempuan 20 tahun | 168 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Kode I10 I11 I12 Jabatan Jenis Kelamin Pendidikan Masa Kerja PJ Promosi Kesehatan Perempuan 10 tahun PJ Promosi Kesehatan Perempuan 8 tahun PJ Promosi Kesehatan Laki-laki 12 tahun Pengelola Administrasi Perempuan 9 tahun Pengelola Administrasi Laki-laki 11 tahun Pengelola Administrasi Perempuan 7 tahun Tenaga Kesehatan Perempuan 6 tahun Tenaga Kesehatan Laki-laki 5 tahun Tenaga Kesehatan Perempuan 8 tahun Mayoritas pengalaman kerja lebih dari lima tahun Hasil Analisis Tematik Berdasarkan hasil analisis tematik administrasi kesehatan dan pelaksanaan program promosi kesehatan di Puskesmas. administrasi kesehatan. Tabel 2. Hasil Analisis Tematik Tema Kategori Kode Awal Tema Perencanaan Perencanaan program, analisis Analisis data wilayah, administrasi berbasis data situasi, penentuan prioritas indikator kesehatan, target Tema Penguatan Dokumentasi. SIMPUS. Laporan pencatatan dan pelaporan pelaporan elektronik kualitas data, integrasi Tema 3. Koordinasi lintas Kolaborasi dan Rapat koordinasi, dukungan program dan lintas sektor lintas sektor Tema 4. Monitoring dan Supervisi, evaluasi indikator. Monitoring rutin, evaluasi evaluasi berkelanjutan umpan balik capaian, tindak lanjut Tema 1. Perencanaan Program Promosi Kesehatan Berbasis Data prioritas program. Sebagian AuKami tidak lagi menyusun kegiatan berdasarkan kebiasaan tahun sebelumnya, dipengaruhi oleh kualitas administrasi pada tahap perencanaan. Data penyakit, cakupan tetapi menggunakan data penyakit dan capaian program. Ay (I. AuKalau kami lebih mudah menentukan sasaran | 169 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Ay (I. Tema 4. Monitoring dan Evaluasi Penelitian ini menunjukkan bahwa Monitoring dilakukan secara berkala administrasi kesehatan berfungsi sebagai melalui evaluasi indikator dan supervisi penyusunan program promosi kesehatan sehingga kegiatan lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. AuSetelah dan Pelaporan mengevaluasi capaian. Ay (I. AuHasil Tema 2. Penguatan Sistem Pencatatan penyusunan program berikutnya. Ay (I. Penelitian ini menunjukkan bahwa Seluruh informan menyatakan bahwa penggunaan sistem informasi kesehatan peningkatan kualitas program promosi meningkatkan kualitas pelaporan program. AuSekarang laporan sudah lebih cepat karena memakai aplikasi. Ay (I. AuData PEMBAHASAN Ay (I. Penguatan Administrasi Meningkatkan Efektivitas Program Promosi Kesehatan Meskipun Penelitian ini menunjukkan bahwa informan masih mengeluhkan keterbatasan administrasi kesehatan memiliki peran strategis dalam meningkatkan efektivitas penggunaan aplikasi. promosi kesehatan melalui perencanaan Tema 3. Koordinasi Lintas Program Informan koordinasi lintas program, dan monitoring koordinasi antar program menjadi faktor Hasil ini sejalan dengan World Health Organization . yang menyatakan bahwa pelayanan kesehatan AuKami rutin rapat lintas program setiap bulan. Ay (I. AuPromosi primer memerlukan sistem administrasi yang kuat agar program promotif dapat berjalan sendiri. Ay (I. berjalan secara efektif. Penelitian ini juga konsisten dengan Koordinasi yang baik meningkatkan penelitian Fuady et al. yang integrasi kegiatan sehingga pelaksanaan menyatakan bahwa penguatan tata kelola program menjadi lebih efektif. | 170 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 meningkatkan akurasi data. Hasil ini Namun, mendukung penelitian Amimr et al. memberikan temuan baru bahwa integrasi yang menyatakan bahwa keberhasilan Integrasi Layanan Primer dipengaruhi oleh memberikan kontribusi yang lebih besar kesiapan sistem informasi kesehatan. terhadap keberhasilan promosi kesehatan Namun demikian, penelitian ini juga dibandingkan hanya penguatan sistem informasi kesehatan. kompetensi sumber daya manusia dan Menurut teori fungsi manajemen George R. Terry, administrasi kesehatan hambatan implementasi administrasi digital mencakup kegiatan planning, organizing, actuating, dan controlling. Seluruh fungsi menunjukkan bahwa transformasi digital tersebut tampak berjalan secara terpadu perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas dalam penelitian ini sehingga mendukung SDM dan penyediaan infrastruktur yang promosi kesehatan. Puskesmas. Hal Implikasi Penelitian Berdasarkan Hasil administrasi kesehatan bukan lagi dipahami sebagai kegiatan pencatatan semata, tetapi administrasi kesehatan perlu dilakukan melalui peningkatan kompetensi tenaga menghasilkan informasi yang akurat untuk kesehatan, pengembangan sistem informasi Implikasi berbasis bukti . vidence-based decision Oleh karena itu, penguatan teoritis penelitian ini memperkuat konsep administrasi kesehatan sebagai bagian prioritas dalam pengembangan pelayanan integral dari sistem pelayanan kesehatan kesehatan primer. Peran Sistem Informasi Administrasi Kesehatan program promotif. Keterbatasan Penelitian Penelitian ini menemukan bahwa Penelitian ini memiliki beberapa Pertama, penelitian hanya dilakukan pada beberapa Puskesmas di | 171 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Kota Palembang sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan ke seluruh wilayah pengambilan keputusan berbasis bukti. Indonesia. Kedua, data diperoleh melalui meningkatkan ketepatan sasaran program, memperbaiki kualitas informasi kesehatan, kemungkinan bias subjektivitas informan. serta memperkuat koordinasi antar unit Ketiga, penelitian belum mengombinasikan Pemanfaatan sistem informasi data kualitatif dengan data kuantitatif kesehatan juga membantu mempercepat pelaporan dan mempermudah evaluasi program, meskipun masih terdapat kendala penguatan administrasi dan peningkatan pada aspek infrastruktur dan kompetensi kinerja program belum dapat diukur secara sumber daya manusia. Penelitian ini menegaskan bahwa Penelitian berfungsi sebagai kegiatan administratif, dengan cakupan lokasi yang lebih luas serta tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan efektivitas program promotif dan preventif di Puskesmas. Oleh kapasitas tenaga kesehatan, pengembangan sistem informasi yang terintegrasi, serta KESIMPULAN penguatan monitoring dan evaluasi agar Penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan administrasi kesehatan berperan penting dalam mengoptimalkan program program promosi kesehatan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. Secara promosi kesehatan di Puskesmas Kota promosi kesehatan dapat dicapai melalui Palembang. penguatan administrasi kesehatan yang menghasilkan empat tema utama, yaitu berbasis data, terintegrasi, dan adaptif terhadap transformasi pelayanan kesehatan pencatatan dan pelaporan, koordinasi lintas primer, sehingga mendukung peningkatan program dan lintas sektor, serta monitoring derajat kesehatan di Kota Palembang. dan evaluasi berkelanjutan. SARAN Hasil Administrasi Berdasarkan | 172 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 diperlukan upaya peningkatan kualitas UCAPAN TERIMAKASIH administrasi kesehatan untuk mendukung Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang keberhasilan program promosi kesehatan di Maha Esa atas segala rahmat dan karunia- Puskesmas Kota Palembang. Peningkatan Nya Penulis pimpinan perguruan tinggi. Dekan Fakultas. Ketua Program Studi, penyediaan sarana dan prasarana yang pembimbing yang telah memberikan arahan Selain itu, diperlukan dukungan dan bimbingan selama proses penyusunan Terima kasih juga kepada Kepala Puskesmas Kota Palembang beserta administrasi guna meningkatkan kualitas seluruh staf yang telah memberikan izin dan pengelolaan data dan pelaporan. membantu pelaksanaan penelitian, serta Dinas Kesehatan Petugas promosi kepada seluruh responden yang telah diharapkan dapat memperkuat koordinasi Ucapan terima kasih yang dan dokumentasi kegiatan sebagai dasar sebesar-besarnya penulis sampaikan kepada evaluasi program. Bagi peneliti selanjutnya, orang tua, keluarga, dan teman-teman yang selalu memberikan doa, dukungan, dan penelitian dengan cakupan yang lebih luas Semoga segala bantuan dan dan mengkaji faktor-faktor lain yang kebaikan yang diberikan mendapat balasan yang berlipat ganda dari Tuhan Yang Maha administrasi kesehatan dalam pelaksanaan Esa. program promosi kesehatan. DAFTAR PUSTAKA