E-ISSN : 2797-1910 Open Acces Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2025 Page 200-217 DOI : 10. 37274/ukazh. Model Pembelajaran Window Shopping Meningkatkan Kemampuan Bicara Bahasa Arab Siswa Lilis Elawati1. Agustiar2. Nandang Sarip Hidayat3. Muhammad Azhar4. Lidia Fitri5 1,2,3Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim. Riau. Indonesia 4Institut Agama Islam Imam Syafii Indonesia. Indonesia 5Al Azhar University. Egypt E-mail: liliselawati07@gmail. com1, agustiar@uin-suska. id2, nandang. hidayat@uinsuska. id3, azharm. arabicedu@gmail. com4, azhar48m@gmail. Submission: 21-04-2025 Revised: 22-05-2025 Accepted: 19-06-2025 Published: 28-06-2025 Abstract Speaking proficiency in Arabic is a fundamental language skill that supports studentsAo religious comprehension, particularly within the context of Islamic schools . However, the limited frequency of speaking practice, low levels of student self-confidence, and the use of less interactive teaching methods present significant barriers to the development of this competency. In response to these challenges, this study aims to evaluate the effectiveness of the windows shopping learning model in enhancing the Arabic speaking skills of eighth-grade students at MTs Pondok Pesantren Nurul Huda. Indragiri Hulu. Employing a quantitative approach with a quasi-experimental design, data were collected through pre- and post-tests and analyzed using a t-test and N-Gain calculation. The findings reveal that the implementation of the windows shopping model has a significant positive effect on improving students' Arabic speaking abilities. This model effectively fosters an active and communicative learning environment through independent exploration, peer dialogue, and oral presentation, all of which encourage direct student engagement. The novelty of this study lies in the application of the windows shopping model within the Arabic language learning contextan area where its use has previously been more common in social studies instruction. This model holds promise as a reference for madrasah curriculum development policies focused on active learning and offers an alternative strategy for enhancing studentsAo oral communication skills in a contextual, participatory, and meaningful manner. Keywords: Arabic. Active Learning. Speaking Skill. Windows Shopping. Abstrak Kemampuan berbicara dalam bahasa Arab merupakan salah satu keterampilan fundamental dalam penguasaan bahasa yang mendukung pemahaman keagamaan siswa, khususnya di lingkungan madrasah. Namun, rendahnya frekuensi latihan berbicara, kurangnya kepercayaan diri siswa, serta penerapan metode pengajaran yang kurang interaktif menjadi kendala utama dalam pengembangan kompetensi ini. Berdasarkan urgensi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model pembelajaran windows shopping dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Arab siswa kelas Vi di MTs Pondok Pesantren Nurul Huda. Indragiri Hulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen Data dikumpulkan melalui tes dan dianalisis menggunakan uji-t dan perhitungan N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model windows shopping memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berbicara bahasa Arab siswa. Model ini terbukti mampu membangun suasana belajar yang aktif dan komunikatif melalui eksplorasi mandiri, dialog antar siswa, dan penyampaian materi secara lisan yang mendorong partisipasi langsung. A 2025 by the authors. This is an Open Access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution- ShareAlike 4. 0 International License. ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/), which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original work is properly cited. Model Pembelajaran Window Shopping Meningkatkan Kemampuan Bicara Bahasa Arab Siswa Kebaruan dari penelitian ini terletak pada penerapan model windows shopping dalam konteks pembelajaran bahasa Arab, yang sebelumnya lebih umum digunakan dalam pembelajaran sosial. Model ini dapat dijadikan rujukan dalam kebijakan pengembangan kurikulum madrasah yang berorientasi pada active learning, serta sebagai strategi alternatif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi lisan siswa secara kontekstual, partisipatif, dan bermakna Kata kunci: Bahasa Arab. Pembelajaran Aktif. Maharah Kalam. Windows Shopping PENDAHULUAN Kemampuan berbicara dalam bahasa Arab memiliki urgensi yang tinggi bagi siswa, khususnya dalam konteks pendidikan keislaman. Bahasa Arab bukan hanya sekadar alat komunikasi, melainkan juga merupakan bahasa Al-QurAoan, hadis, serta literatur keilmuan Islam klasik dan kontemporer (Azhar et al. , 2023. Fauzi, 2023. Mufidah & Rohima, 2020. Ramadhani & Sofa, 2025. Ridwan, 2. Dengan menguasai keterampilan berbicara, siswa tidak hanya mampu mengekspresikan ide dan pemahaman mereka secara aktif, tetapi juga dapat berinteraksi dalam diskusi ilmiah, memahami konteks budaya Arab, dan mengakses sumber-sumber otentik secara langsung (Aulawi & Sanah, 2024. Aziz et al. , 2024. Enramika, 2022. Qomaruddin & Haq. Wahyudi et al. , 2. Di tengah arus globalisasi dan tantangan identitas keagamaan, kemampuan ini menjadi kunci untuk memperkuat literasi keislaman dan membentuk generasi yang mampu berperan sebagai duta bahasa dan budaya Islam secara global. Oleh karena itu, penguatan keterampilan berbicara bahasa Arab harus menjadi prioritas strategis dalam kurikulum pendidikan madrasah maupun lembaga keagamaan lainnya. Salah satu problem utama yang dihadapi siswa dalam kemampuan berbicara bahasa Arab adalah rendahnya kesempatan untuk praktik berbicara secara aktif dan berkelanjutan (Al Ghozali et al. , 2025. Ghani, 2025. Ritonga, 2. Banyak siswa hanya terpapar pada pembelajaran bahasa Arab secara teoritis dan berfokus pada tata bahasa . ahwu dan shoro. , tanpa didukung oleh lingkungan komunikatif yang mendorong penggunaan bahasa secara lisan (Azhar et al. , 2022. Sanwil et al. , 2. Selain itu, rasa malu, kurang percaya diri, serta ketakutan melakukan kesalahan saat berbicara turut menjadi hambatan psikologis yang signifikan (Fadhilah & Jauhari, 2025. Hernawati et al. Sari et al. , 2. Keterbatasan media pembelajaran interaktif dan kurangnya metode pengajaran yang komunikatif juga memperparah kondisi ini. Akibatnya, meskipun siswa memahami struktur kalimat dan kosakata, mereka tetap kesulitan Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2025: 186-199 Lilis Elawati. Agustiar. Nandang Sarip Hidayat. Muhammad Azhar. Lidia Fitri menyampaikan ide dalam bahasa Arab secara spontan dan lancar. Hal ini menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran yang lebih aplikatif, kontekstual, dan mendorong keberanian siswa untuk berkomunikasi aktif dalam bahasa Arab. Upaya pengembangan kemampuan berbicara bahasa Arab di kalangan siswa telah menjadi fokus utama dalam berbagai penelitian sebelumnya. Penelitian Rahmawati et al. menyatakan bahwa Penerapan pendekatan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PBL) menunjukkan dampak positif yang nyata dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Arab di kalangan pelajar Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Khairul Ummah. Riau. Penelitian Ratnasari et al. , . menyatakan media kartu dimanfaatkan sebagai alat bantu pembelajaran yang efektif dalam merangsang peningkatan kemampuan berbicara bahasa Arab pada anak usia dini di TKQ Tamrinusshibyan. Penelitian Amin . Hidayah . Najib & Supardi, . Sulistyawati & Putra . Utari et al. , . menyatakan Penerapan teknik role playing terbukti efektif dalam mengembangkan kecakapan berkomunikasi lisan bahasa Arab peserta didik. Selain itu, metode Muhawarah (Naila & Syafii, 2. Muhadharah (Maimun, 2. , debat (Abdilah & Holilulloh, 2. Model Pembelajaran Kooperatif Time Token (Nurjannah, 2. Windows Shopping (Utami, 2. juga efektif meningkatkan kemapuan bicara bahasa Arab siswa. Minimnya penelitian yang secara khusus menelaah efektivitas model windows shopping dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Arab menunjukkan adanya celah kajian yang perlu diisi. Berdasarkan hal tersebut, studi ini diarahkan untuk mengkaji secara mendalam kontribusi model pembelajaran tersebut terhadap peningkatan kemampuan lisan siswa dalam berbahasa Arab. Model pembelajaran aktif yang menekankan pada keterlibatan siswa secara fisik dan intelektual melalui kegiatan eksploratif dan kolaboratif (Nengsih, 2022. Nurfadila & Ahmad, 2022. Prasetyo, 2021. Widya et al. , 2022. Yetti, 2. Pada pendekatan ini, peserta didik dikelompokkan dalam tim-tim kecil dimana setiap tim bertugas menyusun bahan presentasi untuk dipamerkan di berbagai "stasiun informasi" yang tersebar di kelas. Selanjutnya, kelompok-kelompok lain akan melakukan kunjungan ke setiap stasiun Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2025: 186-199 Model Pembelajaran Window Shopping Meningkatkan Kemampuan Bicara Bahasa Arab Siswa untuk mempelajari, mengajukan pertanyaan, serta melakukan tanya jawab mengenai materi yang ditampilkan. Interaksi ini mendorong siswa untuk menggunakan keterampilan berpikir kritis, bekerja sama, serta berkomunikasi secara aktif. Dalam konteks pembelajaran bahasa Arab, model ini sangat efektif untuk melatih kemampuan berbicara, karena siswa dituntut untuk menyampaikan dan menanggapi informasi dalam bahasa Arab secara langsung dan spontan. Pembelajaran menjadi lebih dinamis, kontekstual, dan berpusat pada siswa, sehingga mampu meningkatkan motivasi belajar serta penguasaan kompetensi komunikasi lisan (Azhar & Wahyudi, 2024. Budiyanto. Prasetyo, 2021. Rachman et al. , 2. Penelitian-penelitian pembelajaran window shopping dalam meningkatkan keterampilan berbahasa, baik dalam konteks bahasa Inggris maupun bahasa Arab. Misalnya, penelitian Sumiyati . menunjukkan bahwa model ini berhasil meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris pada materi passive voice, sementara Jannah et al. menemukan bahwa kombinasi problem based learning dengan window shopping dapat meningkatkan kemampuan komunikasi siswa. Selanjutnya. Chotimah . mengungkap bahwa window shopping mampu meningkatkan keterampilan berbicara dalam konteks English for Specific Purposes (ESP), dan Utami . membuktikan dampak positif model ini dalam pembelajaran maharah kalam bahasa Arab dengan media scrapbook. Persamaan antara penelitian-penelitian tersebut dengan studi ini terletak pada fokusnya terhadap peningkatan keterampilan berbicara melalui pendekatan pembelajaran aktif dan Namun, perbedaannya terletak pada konteks bahasa dan pendekatan spesifik yang digunakan. Jika penelitian sebelumnya sebagian besar berfokus pada bahasa Inggris atau mengintegrasikan media tambahan seperti scrapbook, penelitian ini secara khusus meneliti efektivitas window shopping dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab siswa madrasah tanpa media tambahan, dan dalam konteks pembelajaran langsung yang mendorong interaksi verbal. Kebaruan . dari penelitian ini terletak pada penerapan model window shopping secara murni dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Arab di tingkat Madrasah Tsanawiyah (MT. , yang selama ini belum banyak dieksplorasi dalam konteks pembelajaran bahasa Arab. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan kuantitatif Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2025: 186-199 Lilis Elawati. Agustiar. Nandang Sarip Hidayat. Muhammad Azhar. Lidia Fitri melalui desain eksperimen semu untuk mengukur efektivitas model tersebut secara objektif dan terukur. Studi ini dirancang secara khusus untuk mengkaji tingkat keberhasilan penerapan metode window shopping dalam mengembangkan kompetensi komunikasi lisan siswa, dengan fokus pada aspek partisipasi aktif, kelancaran berbahasa, berkomunikasi menggunakan bahasa Arab. Dengan mengedepankan prinsip-prinsip active learning, model ini mendorong interaksi antar siswa, kerja sama tim, dan kontekstualisasi materi pembelajaran yang membuat siswa lebih terlibat secara langsung dalam proses belajar. Hasil dari penelitian ini memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan strategi pembelajaran bahasa Arab yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif dan komunikatif, yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan pengajaran bahasa asing di lingkungan madrasah. Di samping itu, penelitian ini juga membuka peluang penerapan model window shopping dalam kurikulum madrasah sebagai strategi inovatif yang mendukung kebijakan pendidikan Islam yang progresif, berbasis keterampilan abad ke-21, dan berorientasi pada penguatan literasi Temuan penelitian ini diharapkan menjadi pedoman bagi para pendidik dan perancang kebijakan untuk merancang pembelajaran yang lebih student-centered, kreatif, dan komunikatif, sehingga menciptakan suasana belajar yang lebih hidup, relevan, dan bermakna bagi peserta didik. Dengan demikian, model ini dapat menjadi alternatif solusi dalam mengatasi permasalahan rendahnya kemampuan komunikasi lisan dalam pembelajaran bahasa Arab di berbagai jenjang pendidikan. METODOLOGI PENELITIAN Kajian Fokus utama penelitian adalah mengkaji dampak model pembelajaran windows shopping terhadap pengembangan kompetensi komunikasi lisan bahasa Arab pada peserta didik di MTs Pondok Pesantren Nurul Huda. Indragiri Hulu. Studi dilaksanakan selama periode Maret-Juni 2025 dengan melibatkan 54 siswa kelas Vi . elas Vi A dan Vi B sebagai sampe. Desain Nonequivalent Control Group digunakan dengan menugaskan kelas Vi A sebagai kelompok eksperimen dan Vi B sebagai kelompok pembanding. Kedua kelompok melalui tiga tahapan: pre-test, intervensi Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2025: 186-199 Model Pembelajaran Window Shopping Meningkatkan Kemampuan Bicara Bahasa Arab Siswa pembelajaran, dan post-test. Pemilihan desain ini didasarkan pada kesesuaiannya untuk penelitian dengan durasi terbatas yang membandingkan dua variabel sederhana, sehingga memungkinkan pengukuran yang akurat dalam konteks pendidikan. Gambar 1. Nonequivalent Control Group Design (Sugiyono, 2. Alat pengumpulan data dalam studi ini menggunakan perangkat tes khusus yang disusun untuk mengevaluasi kompetensi komunikasi lisan bahasa Arab peserta didik. Pengolahan data menerapkan teknik uji-t dengan pendekatan independent sample test memanfaatkan software SPSS 27 guna menjamin ketepatan hasil analisis statistik. Untuk mengukur perkembangan kemampuan verbal siswa, digunakan formula N-Gain menurut Hake . dengan persamaan matematis: g = (Nilai akhir - Nilai awa. / . - Nilai Tabel 1. Kriteria klasifikasi peningkatan hasil belajar berdasarkan nilai N-Gain yang telah dinormalisasi mengacu pada pedoman yang dikembangkan oleh Hake. Normalized N-Gain g > 0,7 0,3 O g O 0,7 g < 0,3 Interpretasi Tinggi Sedang Rendah HASIL DAN PEMBAHASAN Setelah menyelesaikan penelitian tentang pembelajaran bahasa Arab dengan menggunakan modul berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), peneliti memperoleh data hasil belajar yang diperoleh melalui beberapa metode berikut: Hasil Statistik Deskriptif Tabel 3. Statistik Deskriptif. Group Statistics Mean Std. Deviation Std. Error Mean Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2025: 186-199 Lilis Elawati. Agustiar. Nandang Sarip Hidayat. Muhammad Azhar. Lidia Fitri Data yang tertera pada tabel Group Statistics mengungkapkan bahwa pada tahap pretest, kelompok kontrol memperoleh nilai rata-rata 51,11 (SD = 6,. , sedangkan kelompok eksperimen mencatat skor lebih rendah dengan rata-rata 43,52 (SD = 7,. Temuan ini menunjukkan bahwa sebelum intervensi dilakukan, kompetensi awal berbicara bahasa Arab peserta kelompok eksperimen berada pada level yang lebih rendah dibanding kelompok pembanding. Setelah implementasi perlakuan pembelajaran, terlihat perubahan yang cukup Pada posttest, kelompok kontrol mengalami peningkatan menjadi 57,22, sementara kelompok eksperimen menunjukkan kemajuan yang lebih signifikan dengan pencapaian rata-rata 72,04. Nilai standar deviasi yang relatif stabil pada kedua kelompok mengindikasikan distribusi data yang homogen. Selisih yang cukup besar dalam peningkatan nilai posttest antara kedua kelompok secara jelas membuktikan bahwa model pembelajaran yang diujicobakan pada kelompok eksperimen terbukti lebih efektif dalam mengembangkan kemampuan komunikasi lisan bahasa Arab dibandingkan metode konvensional yang diterapkan pada kelompok Uji Normalitas Kelas Kontrol Tabel 4. Uji Normalitas Kelas Kontrol Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic Sig. pretest control postest control This is a lower bound of the true significance. Lilliefors Significance Correction Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2025: 186-199 Model Pembelajaran Window Shopping Meningkatkan Kemampuan Bicara Bahasa Arab Siswa Pengujian normalitas pada kelompok kontrol dilakukan dengan dua pendekatan statistik, yakni uji Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk. Analisis terhadap data pretest menghasilkan nilai signifikansi 0,145 (K-S) dan 0,162 (S-W), sementara data posttest menunjukkan nilai 0,200 (K-S) dan 0,263 (S-W). Beberapa temuan penting dari pengujian ini: Semua nilai signifikansi > 0,05 Distribusi data pretest dan posttest bersifat normal Persyaratan normalitas untuk uji parametrik terpenuhi Kondisi ini memvalidasi kelayakan data untuk dianalisis lebih lanjut dengan teknik statistik parametrik, khususnya uji-t, yang mensyaratkan distribusi normal sebagai prasyarat analisis. Temuan ini sekaligus memperkuat dasar metodologis untuk pengujian hipotesis penelitian. Uji Normalitas Kelas Eksperimen Tabel 5. Uji Normalitas Kelas Eksperimen Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic Sig. pretest eks postest eks Lilliefors Significance Correction Berdasarkan hasil uji normalitas pada data kelas eksperimen yang dilakukan dengan metode Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk, nilai signifikansi (Sig. ) untuk pretest tercatat sebesar 0,074 (Kolmogorov-Smirno. dan 0,062 (Shapiro-Wil. Sedangkan untuk posttest, nilai signifikansinya masing-masing adalah 0,124 (Kolmogorov-Smirno. dan 0,129 (Shapiro-Wil. Karena seluruh nilai yang diperoleh berada di atas ambang signifikansi 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa distribusi data pretest dan posttest pada kelas eksperimen bersifat normal. Oleh karena itu, data tersebut telah memenuhi syarat asumsi normalitas, sehingga analisis dapat dilanjutkan dengan menggunakan metode statistik parametrik, seperti uji-t, yang memerlukan distribusi normal sebagai dasar pengujian hipotesis. Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2025: 186-199 Lilis Elawati. Agustiar. Nandang Sarip Hidayat. Muhammad Azhar. Lidia Fitri Uji Independent Samples Test Tabel 6. Uji Independent Samples Test Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means 95% Confidence Sig. Hasil Equal Interval of the Mean Std. Error Difference Sig. Difference Difference Lower Upper Belajarvariances Equal Berdasarkan hasil Independent Samples Test, diperoleh nilai signifikansi pada Levene's Test for Equality of Variances sebesar 0,472, yang berada di atas ambang batas 0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa varians antara kelompok kontrol dan eksperimen dapat dianggap homogen, sehingga interpretasi hasil uji-t selanjutnya didasarkan pada asumsi kesamaan varians . qual variances assume. Selanjutnya, hasil uji-t untuk Equality of Means menunjukkan nilai signifikansi . sebesar 0,001, yang secara statistik jauh di bawah 0,05. Hal ini mengonfirmasi bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa di kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah intervensi dilakukan. Nilai selisih rata-rata sebesar -6,11 mengindikasikan bahwa skor posttest pada kelas eksperimen secara konsisten lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol. Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2025: 186-199 Model Pembelajaran Window Shopping Meningkatkan Kemampuan Bicara Bahasa Arab Siswa Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran windows shopping memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan berbicara bahasa Arab siswa. Model ini terbukti lebih efektif dibandingkan pendekatan pembelajaran konvensional yang digunakan di kelas kontrol, sebagaimana dibuktikan oleh peningkatan hasil belajar yang bermakna secara statistik. Uji N-Gain Tabel 7. Uji N-Gain Kelas Rerata Pre-test Rerata Post-test N-Gain Kriteria Eksperimen 0,50 Sedang Kontrol 0,12 Rendah Analisis komparatif terhadap perkembangan kemampuan berbicara bahasa Arab menunjukkan bahwa model windows shopping memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan metode tradisional. Pada kelompok eksperimen, tercatat: . Peningkatan nilai rata-rata sebesar 29 poin . ari 43 ke . , . Skor N-Gain 0,50 . ategori modera. Sementara itu, kelompok kontrol hanya mengalami: . Kenaikan nilai sebesar 6 poin . ari 51 ke . , . Skor N-Gain 0,12 . ategori minima. Temuan ini secara jelas menunjukkan bahwa pendekatan windows shopping: . Memberikan dampak pembelajaran yang lebih substansial, . Efektif dalam meningkatkan kompetensi komunikasi lisan, . Menghasilkan perkembangan yang signifikan dibanding metode konvensional. Hasil ini mengindikasikan bahwa model windows shopping, yang mengintegrasikan aktivitas fisik, diskusi aktif, dan penyampaian informasi secara kolaboratif, efektif dalam mendorong partisipasi verbal siswa. Dengan demikian, pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab secara signifikan melalui pengalaman belajar yang lebih interaktif dan kontekstual. Pembahasan Hasil penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa model pembelajaran windows shopping terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi komunikasi lisan bahasa Arab peserta didik. Data empiris mengungkapkan perbedaan perkembangan yang cukup nyata antara kelompok eksperimen yang menerapkan model ini dengan kelompok kontrol yang tetap menggunakan pendekatan konvensional. Peningkatan yang lebih substansial pada nilai post-test kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2025: 186-199 Lilis Elawati. Agustiar. Nandang Sarip Hidayat. Muhammad Azhar. Lidia Fitri menjadi bukti konkret mengenai keunggulan model pembelajaran inovatif ini dalam konteks pengembangan keterampilan berbicara bahasa Arab. Pertama, dari hasil statistik deskriptif, diketahui bahwa rata-rata nilai post-test pada kelas eksperimen mencapai 72,04, meningkat cukup tajam dari nilai pre-test sebesar 43,52. Sementara itu, pada kelas kontrol, peningkatan hanya terjadi dari 51,11 menjadi 57,22. Peningkatan yang lebih besar pada kelas eksperimen ini menunjukkan bahwa siswa lebih terbantu dalam mengembangkan keterampilan berbicara bahasa Arab melalui aktivitas yang kontekstual dan interaktif dalam model windows shopping. Model ini memfasilitasi siswa untuk belajar secara aktif, berkolaborasi, dan menyampaikan informasi dalam bentuk presentasi yang mendorong penggunaan bahasa Arab secara langsung dan bermakna. Kedua, hasil uji normalitas pada kedua kelompok menunjukkan bahwa data memiliki distribusi normal, sehingga memenuhi syarat untuk dianalisis menggunakan uji statistik parametrik. Hasil Independent Samples t-Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 . < 0,. , yang mengindikasikan adanya perbedaan yang bermakna secara statistik antara capaian belajar siswa di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Temuan ini memperkuat keyakinan bahwa perbedaan hasil tersebut bukan terjadi secara acak, melainkan merupakan dampak langsung dari perbedaan perlakuan dalam model pembelajaran yang diterapkan pada masing-masing kelompok. Selanjutnya, hasil analisis N-Gain menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh skor sebesar 0,50 yang termasuk dalam kategori "sedang", sedangkan kelompok kontrol hanya mencapai 0,12 yang tergolong "rendah". Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun terdapat peningkatan kemampuan berbicara pada kedua kelompok, peningkatan yang terjadi pada kelas eksperimen jauh lebih signifikan. Fakta ini menguatkan bahwa penerapan model windows shopping tidak hanya mampu merangsang aktivitas kognitif dan verbal siswa, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menyenangkan serta mendorong tumbuhnya rasa percaya diri siswa dalam menggunakan bahasa Arab secara lisan. Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2025: 186-199 Model Pembelajaran Window Shopping Meningkatkan Kemampuan Bicara Bahasa Arab Siswa Penggunaan pendekatan active learning dalam pembelajaran berbicara bahasa Arab memberikan berbagai manfaat yang signifikan bagi pengembangan kompetensi komunikasi lisan siswa. Metode ini menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran, bukan sekadar penerima informasi pasif (Albina et al. , 2025. Ehsan et al. , 2. Dalam konteks keterampilan berbicara, active learning menciptakan ruang bagi siswa untuk berlatih menggunakan bahasa Arab secara langsung melalui kegiatan seperti diskusi, presentasi, simulasi percakapan, hingga permainan peran yang relevan dengan konteks kehidupan nyata (Mumtaz & Latif, 2017. Musliadi et al. , 2. Hal ini memungkinkan siswa untuk membangun keberanian dalam berbicara, meningkatkan kelancaran dalam mengungkapkan ide, serta memperkaya kosakata dan struktur kalimat yang digunakan. Selain itu, keterlibatan aktif dalam pembelajaran memfasilitasi proses internalisasi bahasa melalui pengalaman langsung, yang secara kognitif lebih efektif dibandingkan metode pembelajaran konvensional yang berfokus pada hafalan. Interaksi antarsiswa juga mendorong terbentuknya lingkungan belajar yang kolaboratif, kompetitif secara sehat, dan komunikatif (Oxford, 1997. Qureshi et al. , 2. , yang pada akhirnya memperkuat motivasi (Dyrnyei & Muir, 2. serta kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Arab secara lisan. Dengan demikian, active learning bukan hanya meningkatkan kemampuan berbicara, tetapi juga membentuk fondasi psikologis dan sosial yang mendukung penguasaan bahasa Arab secara lebih komprehensif dan Dengan demikian, penerapan model pembelajaran windows shopping terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab siswa. Hasil penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan Utami . Penelitian lain yang senada dengan hasil penelitian ini adalah penelitian Sumiyati . menyatakan peningkatan hasil belajar bahasa inggris dengan passive voice melalui penerapan model pembelajaran window-shopping. Penelitian Jannah et al. , . menyatakan penerapan model problem based learning dan window shopping meningkatkan kemampuan komunikasi Penelitian Chotimah, . menyatakan Window Shopping meningkatkan Keterampilan Berbicara bahasa inggris tujuan khusus (English For Specific Purpose. Model ini dapat menjadi alternatif strategis bagi guru dalam merancang pembelajaran bahasa Arab yang komunikatif dan partisipatif, sekaligus mampu mengatasi berbagai Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2025: 186-199 Lilis Elawati. Agustiar. Nandang Sarip Hidayat. Muhammad Azhar. Lidia Fitri hambatan yang selama ini menghambat penguasaan keterampilan berbicara pada siswa SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dikemukakan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Windows Shopping secara signifikan efektif dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab siswa. Efektivitas ini tercermin dari beberapa indikator empiris yang kuat. Pertama, terdapat lonjakan ratarata nilai post-test yang cukup mencolok pada kelompok eksperimen, yakni dari 43,52 menjadi 72,04, sementara kelompok kontrol hanya mengalami peningkatan terbatas dari 51,11 menjadi 57,22. Kedua, hasil uji statistik inferensial menggunakan independent samples t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 . < 0,. , yang mengindikasikan adanya perbedaan hasil belajar yang bermakna secara statistik antara kedua kelompok. Ketiga, perolehan skor N-Gain di kelas eksperimen mencapai 0,50 dan dikategorikan sedang, sedangkan kelas kontrol hanya memperoleh skor 0,12 yang tergolong rendah. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan berbicara siswa pada kelompok eksperimen jauh lebih substansial dibandingkan kelompok kontrol, sehingga mengukuhkan efektivitas model Windows Shopping dalam konteks pembelajaran bahasa Arab. Secara pedagogis, keberhasilan model Windows Shopping dalam pembelajaran bahasa Arab tidak terlepas dari karakteristiknya yang berbasis aktivitas, interaksi, dan kolaborasi, sehingga menciptakan suasana belajar yang komunikatif, kontekstual, dan Model ini mampu mengatasi hambatan-hambatan umum dalam pembelajaran keterampilan berbicara, seperti rasa malu, kurangnya kepercayaan diri, dan terbatasnya kesempatan praktik. Dengan demikian, model pembelajaran Windows Shopping sangat layak direkomendasikan sebagai strategi inovatif untuk meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Arab di madrasah atau lembaga pendidikan keagamaan lainnya, guna membentuk generasi yang cakap berbahasa Arab dan mampu mengakses serta menyampaikan literasi keislaman secara aktif dan otentik. Temuan penelitian ini memberikan implikasi penting terhadap kebijakan pendidikan dan praktik pembelajaran di kelas, khususnya dalam pembelajaran bahasa Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2025: 186-199 Model Pembelajaran Window Shopping Meningkatkan Kemampuan Bicara Bahasa Arab Siswa Arab di madrasah dan lembaga pendidikan Islam lainnya. Para pengambil kebijakan dan pengembang kurikulum disarankan untuk mengintegrasikan model pembelajaran berbasis aktivitas, seperti Windows Shopping, ke dalam kurikulum bahasa Arab nasional guna meningkatkan kompetensi komunikatif siswa. Model ini sejalan dengan pendekatan pembelajaran berpusat pada siswa dan terbukti secara empiris mampu meningkatkan keterlibatan belajar, penggunaan bahasa dalam konteks nyata, serta kelancaran Program pelatihan dan pengembangan profesional bagi guru bahasa Arab juga perlu mencakup pelatihan dalam merancang dan menerapkan strategi pembelajaran interaktif agar model ini dapat diterapkan secara konsisten di berbagai jenjang dan konteks pendidikan. Selain itu, pihak sekolah dan madrasah diharapkan menyediakan lingkungan pembelajaran yang mendukung partisipasi aktif siswa dan mengurangi hambatan psikologis, seperti rasa malu atau kurang percaya diri, yang sering menghambat penguasaan keterampilan berbicara. Untuk penelitian selanjutnya, terdapat beberapa arah yang dapat dikembangkan. Pertama, cakupan penelitian dapat diperluas ke berbagai jenjang pendidikan . isalnya sekolah dasar atau perguruan tingg. dan latar belakang demografis yang berbeda untuk menguji tingkat generalisasi efektivitas model Windows Shopping. Kedua, perlu dilakukan eksplorasi lebih lanjut terhadap efektivitas model ini dalam peningkatan keterampilan bahasa lainnya, seperti menyimak atau membaca, sebagai bagian dari pendekatan pembelajaran bahasa yang terpadu. Ketiga, studi longitudinal dapat dilakukan untuk menilai dampak jangka panjang model ini terhadap retensi bahasa dan keberlanjutan kompetensi komunikatif siswa. Selanjutnya, pendekatan penelitian campuran . ixed method. yang menggabungkan data kuantitatif dan kualitatifAi seperti wawancara siswa dan observasi guruAidapat memberikan pemahaman yang lebih holistik terhadap pengalaman belajar siswa. Terakhir, studi komparatif yang meneliti adaptasi digital atau hibrida dari model Windows ShoppingAikhususnya dalam konteks pembelajaran berbasis teknologi pasca pandemiAidapat memberikan wawasan tentang skalabilitas dan relevansi model ini dalam pembelajaran bahasa Arab abad ke21. Ukazh: Journal of Arabic Studies. Vol. No. 2, 2025: 186-199 Lilis Elawati. Agustiar. Nandang Sarip Hidayat. Muhammad Azhar. Lidia Fitri DAFTAR PUSTAKA