e-ISSN: 2746-6493 p-ISSN: 0852-7105 Vol. No. Oktober 2024. DOI: https://doi. org/10. 55122/mediastima. Kepuasan Kerja Karyawan Kantor Pusat PT. Golden Dolbe Jakarta Selatan . Rahma Putri Andini, . Reny Andriyanty 1,. Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kosgoro 1957 Email: . andriyanty@gmail. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara komunikasi interpersonal dan lingkungan kerja fisik terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Golden Dolbe Jakarta. Metode penelitian ini adalah deskriptif. Penentuan responden dilakukan secara sensus sampling terhadap seluruh karyawan PT. Golden Dolbe yang berjumlah 45 karyawan. Analisis data menggunakan model persamaan struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara lingkungan kerja dengan komunikasi kerja berhubungan signifikan dengan kepuasan kerja. Variabel laten komunikasi kerja memiliki hubungan signifikan dengan kepuasan kerja. Variabel lingkungan kerja menunjukkan bahwa lingkungan kerja memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap kepuasan kerja. Saran manajerial yang disampaikan adalah membagi karyawan per divisi sesuai kemampuan individu karyawan, meningkatkan kualitas komunikasi interpersonal karyawan dengan mendorong munculnya nilai positif dari komunikasi antar karyawan, empati dan dukungan serta perusahaan menyediakan pembagian ruang kerja yang lebih terstruktur. Riset kedepan terkait kepuasan kerja sebaiknya dilakukan pada jenis industri yang berbeda dan jumlah sampel yang lebih besar. Kata Kunci: Kepuasan Kerja. Komunikasi Interpersonal. Lingkungan Kerja. Karyawan Abstract The research objective was to analyze the relationship between interpersonal communication and physical work environment on job satisfaction of employees of PT Golden Dolbe Jakarta. This research method was descriptive. The determination of respondents was conducted by census sampling of all employees of PT Golden Dolbe, totaling 45 employees. Data analysis used structural equation modeling. The results showed that the work environment and work communication were significantly related to job satisfaction. The latent variable of work communication has a significant relationship with job satisfaction. The work environment variable shows that the work environment has a significant direct effect on job satisfaction. The managerial implications of the results of this study are to suggest: to divide employees per division according to individual employee abilities, improve the quality of employee interpersonal communication by encouraging the emergence of positive values from communication between employees, empathy, and support, and the company provides a more structured division of work space. Future research related to job satisfaction should be conducted in different types of industries with a larger sample size. Keywords: Job Satisfaction. Interpersonal Communication. Work Environment. Employees . Rahma Putri Andini, . Reny Andriyanty Pendahuluan PT. Golden Dolbe merupakan perusahaan yang bergerak di bidang food and beverage sektor kuliner dengan merek dagang AuMM Juice & RestaurantAy berdiri dari tahun 1988. Perusahaan ini sangat menjaga mutu, dimana kualitas dan kehalalan produk juga sudah di sertifikasi ISO (International Organization For Standarizatio. Meningkatnya kepuasan kerja karyawan akan memberikan hasil yang maksimal untuk mencapai tujuan Fenomena kerja yang terjadi pada perusahaan ini diduga dipengaruhi oleh kurangnya komunikasi kerja antar karyawan yang kurang efektif. Kondisi ini mengakibatkan informasi dan tugas yang disampaikan tidak berjalan sesuai dengan yang Hal tersebut akan berdampak terhadap kinerja karyawan sehingga dapat menurunkan kualitas dan kuantitas produk yang dijual. Selain itu, lingkungan kerja yang kurang baik dirasakan oleh karyawan adalah ruang kerja yang kurang luas dan terdapat beberapa divisi dalam satu ruang. Keadaan ini menyebabkan pencampuran kerja antar divisi, sehingga mengganggu spesialisasi pelaksanaan tupoksi masing-masing divisi. Efek lainnya adalah munculnya kebisingan. Pencahayaan dalam ruang kerja juga belum sesuai dengan jenis pekerjaan yang memerlukan pencahayaan yang terang. Semua hal tersebut diatas tentunya dapat mengganggu konsentrasi karyawan dalam menjalankan Melihat besarnya pengaruh kepuasan kerja karyawan terhadap perusahaan, maka penting bagi setiap perusahaan untuk memastikan adanya upaya yang tepat untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan dengan mengimplementasikan kebijakan dan pengelolaan kerja yang adil dan transparan sehingga dapat membantu karyawan memperoleh umpan balik, memahami harapan kerja yang jelas, serta menerima pengakuan dan penghargaan atas kontribusi mereka. Kesuksesan sebuah perusahaan sangat dipengaruhi oleh peran serta karyawan. Karyawan merupakan asset bagi perusahaan yang harus dipelihara sehingga dorongan mereka untuk bekerja dengan bersemangat dan mengarahkan semua potensi yang dimilikinya harus diperhatikan. Sebaliknya, karyawan yang tidak semangat umumnya tidak akan memberikan hasil yang maksimum. Perusahaan tentunya wajib membuat strategi untuk meningkatkan retensi karyawan, meningkatkan kepuasan kerja, dan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung keseimbangan kerja. Meningkatkan kepuasan kerja karyawan dapat di proksi dengan banyak dimensi. Beberapa variabel yang dapat mempengaruhi kepuasan kerja adalah terjalinnya komunikasi interpersonal yang baik. Variabel lainnya adalah terkait penyediaan lingkungan kerja fisik yang memadai dan sesuai dengan standar. Maka berdasarkan pembahasan diatas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara komunikasi interpersonal dan lingkungan kerja fisik terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Golden Dolbe. Tinjauan Pustaka Kepuasan Kerja Kepuasan kerja merupakan hasil dari persepsi karyawan tentang seberapa baik pekerjaan mereka memberikan apa yang dianggap penting (Dalimunthe et al. , 2. Kepuasan kerja menjadi faktor utama kinerja seorang karyawan (Putu Dian Hariasih et al. , 2. Kepuasan kerja menjadi indikasi umum secara generik berpengruh terjadap keberhasilan organisasi (Goretzki et al. , 2. Kepuasan kerja secara umum akan berbeda sesuai variabel 148-156E E Vol. No. Oktober 2024 Kepuasan Kerja Karyawan Kantor Pusat PT. Golden Dolbe Jakarta Selatan perorangan dan lingkungan (Wiegand et al. , 2021. Penelitian yang dilakukan terhadap staf pekerja di rektortorat Universitas Patimura menunjukkan bahwa kepuasan kerja memiliki pengaruh yang positif terhadap kinerja (Gerrit M. Pentury & Paul Usmany, 2. Sementara penelitian terhadap 120 perusahaan mineral di Borneo menyebutkan bahwa kepuasan kerja karyawan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja (Riyadi, 2. Kepuasan kerja adalah perasaan emosional dan psikologis yang dialami karyawan terhadap Kepuasan kerja diukur melalui indikator pekerjaan itu sendiri, tunjangan, hubungan dengan karyawan lain, kesempatan promosi dan banyak faktor lainnya (Oktafien et al. , 2. H1: Diduga bahwa komunikasi interpersonal dan lingkungan kerja memiliki hubungan langsung dengan kepuasan kerja. Komunikasi Interpersonal Aspek penting komunikasi interpersonal dalam pekerjaan adalah terkait saling berbagi ide dan informasi kerja dimana juga pelibatan emosi secara proporsional. Hal tersebut akan menjadi siklus yang terorganisir dimana karyawan memiliki kenyamanan untuk dapat saling memahami sudut pandang karyawan lainnya. Komunikasi interpersonal dapat mencegah kerancuan komunikasi yang berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Keterampilan komunikasi interpersonal secara profesional menjadi faktor penting dalam perkembangan bisnis (Consul & Kola, 2. Aspek penting komunikasi interpersonal dalam pekerjaan adalah terkait saling berbagi ide dan informasi kerja dimana juga pelibatan emosi secara Hal tersebut akan menjadi siklus yang terorganisir dimana karyawan memiliki kenyamanan untuk dapat saling memahami sudut pandang karyawan lainnya. Komunikasi interpersonal dapat mencegah kerancuan komunikasi yang berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Keterampilan komunikasi interpersonal secara profesional menjadi faktor penting dalam perkembangan bisnis. Komunikasi interpersonal bagi karyawan menjadi kebutuhan sosial sehingga menghasilkan hubungan kerja yang bermakna. Kondisi tersebut akan memotivasi dan memberikan kepuasan dalam bekerja (Gibbs et al. , 2. Berdasarkan literatur diatas, maka diajukan hipotesis pertama: H2: Diduga bahwa komunikasi interpersonal memiliki hubungan langsung dengan kepuasan kerja. Lingkungan Kerja Fisik Penelitian yang dilakukan pada lima puluh karyawan perusahaan perumahan subsidi di Tangerang menyebutkan bahwa lingkungan kerja memiliki pengaruh terhadap kepuasan kerja (Aditya & Santosa, 2. Penelitian terhadap 85 karyawan perusahaan di Batam, menyatakan bahwa lingkungan kerja memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, dimana kepuasan kerja menjadi faktor pendorong terhadap peningkatan kinerja karyawan (Lasmana et al. , 2. Penelitian yang dilakukan terhadap 210 karyawan di berebagai jenis industri di Pakistan menunjukkan adanya hubungan positif antara lingkungan kerja dan kepuasan kerja karyawan. Studi ini menyimpulkan dengan beberapa prospek singkat bahwa bisnis perlu menyadari pentingnya lingkungan kerja yang baik untuk memaksimalkan tingkat kepuasan kerja (Raziq & Maulabakhsh, 2. Kepuasan kerja bergantung pada lingkungan kerja. Dengan menyediakan fasilitas yang terbaik dengan 149-156E E Vol. No. Oktober 2024 Rahma Putri Andini, . Reny Andriyanty lingkungan kerja lingkungan kerja, maka tujuan organisasi dapat tercapai. Pernyataan dari karyawan dari kedua organisasi setuju akan dampak positif dari lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja. Penelitian ini memberikan memberikan pandangan yang transparan dari para karyawan tentang lingkungan kerja lingkungan kerja dan label ekspektasi bahwa perusahaan perlu melindungi lingkungan kerja menyangkut aspek fisik, sosial, dan keamanan, fakta fisik, sosial, dan aspek keuangan (Taheri et al. , 2. Secara umum, beberapa riset mengindikasikan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan kerja dengan kepuasan kerja pada karyawan di berbagai jenis industri (Nuraini et al. , 2022. Sukdeo, 2017. Taheri et al. , 2020. Wiegand et al. , 2021. H3: Diduga bahwa lingkungan kerja memiliki hubungan langsung dengan kepuasan kerja. Metode. Data, dan Analisis Metode penelitian ini adalah deskriptif. Lokasi penelitian adalah kantor pusat PT. Golden Dolbe Jakarta Selatan yang beralamat di Jalan Wijaya Kusuma No. RT. 9/RW. Pd. Labu. Kec. Cilandak. Kota Jakarta Selatan. Waktu penelitian adalah pada bulan Januari sampai Juli 2024. Penentuan responden dilakukan secara sensus sampling terhadap seluruh karyawan PT. Golden Dolbe yang berjumlah 45 karyawan. Model penelitian yang dikembangkan dapat dilihat pada grafik berikut: Gambar 1. Model penelitian Analisis seluruh variabel manifes terhadap keseluruhan model dinyatakan valid karena nilai outernya diatas 0,6. Analisis validitas dan reliabilitas terhadap semua variabel manifest dinyatakan valid dan reliabel. Data detail tampak pada tabel berikut: Tabel 1. Hasil analisis validitas dan reliabilitas antar konstruk CronbachAos Alpha Average Variance Extracted (AVE) Kepuasan Kerja 0,642 0,581 Lingkungan kerja 0,646 0,738 Komunikasi kerja 0,699 0,525 Sumber: Data primer diolah . 150-156E E Vol. No. Oktober 2024 Kepuasan Kerja Karyawan Kantor Pusat PT. Golden Dolbe Jakarta Selatan Hasil dan Pembahasan Analisis varians dari konstruk dependen dapat dilihat berdasarkan nilai R 2. Pada model kepuasan kerja yang dianalisis pada model nilainya adalah 0,310. Nilai SRMR model adalah 0,110. Nilai yang mendekati nol dapat menunjukkan bahwa model fit sempurna (Schermelleh-Engel et al. , 2. Pembahasan terhadap hipotesis pertama menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara lingkungan kerja dengan komunikasi kerja dengan kepuasan kerja. Hubungan yang muncul adalah hubungan tidak langsung antara komunikasi kerja terhadap kepuasan kerja yang dimediasi oleh variabel lingkungan kerja. Data detail dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 2. Hasil uji specific indirect effects. Original Sample (O) Working Communication -> working enviroment > working satisfaction Sample Mean (M) 0,145 0,168 Standard Deviation (STDEV) T Statistics (|O/STDEV|) 0,063 2,301 Values 0,022 Keputusan Diterima. Signifikan pada alpha 0,05 Sumber: Data primer diolah . Hasil ini didukung oleh pernyataan dari hasil penelitian terhadap karyawan PDAM Tirtanadi Sumatera utara, yang menyatakan lingkungan kerja dan komunikasi berpengaruh secara langsung dan signifikan terhadap kepuasan kerja (Mutholib, 2. Penelitian yang dilakukan terhadap 434 guru taman kanak-kanak di Cina menyatakan adanya hubungan yang signifikan antara komunikasi luar jam kerja terhadap kepuasan kerja. Hubungan yang menarik dari penelitian ini adalah bahwa semakin banyak komunikasi luar jam kerja akan semakin besar ketidakpuasan para guru yang diperparah dengan dukungan organisasi yang rendah (Liu et al. , 2. Penelitian yang dilakukan terhadap dua set sampel yaitu karyawan universitas negeri dan karyawan perusahaan media swasta di Austria yang beroperasi secara nasional di bidang jurnalisme cetak dan online menyimpulkan adanya keberatan dari karyawan untuk menerima dan membalas email diluar jam kerja. Para sampel penelitian cenderung mengharapkan komunikasi yang saling menghormati, menghargai, transparan dalam berkomunikasi. Selain itu, para responden meminta agar tidak ada tekanan dalam berkomunikasi dan menyatakan bahwa penting untuk mengakui pentingnya pertukaran informal dari sudut pandang perusahaan. Hal tersebut tentunya akan meningkatkan kepuasan karyawan (Ninaus et al. , 2. Komunikasi yang efektif mendukung kepuasan kerja karyawan (Jorfi & Jorfi, 2. Analisis path menunjukkan bahwa hipotesis kedua dan ketiga dinyatakan diterima. Data detail dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 3. Hasil uji path analysis Original Sample Standard T Statistics Sample Mean Deviation P Values (|O/STDEV|) (O) (M) (STDEV) Working Communication -> working enviroment Working -> working satisfaction Working enviroment -> working satisfaction Keputusan 0,354 0,402 0,107 3,326 0,001 Diterima. Signifikan pada alpha 0,05 0,261 0,269 0,145 1,803 0,072 Diterima. Signifikan pada alpha 0,1 0,408 0,419 0,109 3,747 0,000 Diterima. Signifikan pada alpha 0,05 Sumber: Data primer diolah . Variabel laten komunikasi kerja dengan kepuasan kerja memiliki hubungan yang signifikan pada alpha 0,1. Hasil analisis menunjukkan bahwa hipotesis kedua diterima. Komunikasi interpersonal menjadi moda utama dalam manajerial. Organisasi akan mendapat manfaat 151-156E E Vol. No. Oktober 2024 Rahma Putri Andini, . Reny Andriyanty dari menawarkan platform lengkap saluran komunikasi dalam upaya mendorong karyawan untuk memanfaatkan berbagai saluran untuk komunikasi di tempat kerja. Kondisi tersebut akan membantu semua karyawan merasa lebih terhubung dengan organisasi dan menjadi lebih terbuka satu sama lain. Penelitian Smith et al tahun 2018, menyatakan terdapat faktor mediasi keterbukaan antara komunikasi interpersonal dengan kepuasan kerja, dimana misalkan, seseorang karyawan yang memiliki keterbukaan tinggi cenderung mengalami kepuasan yang lebih besar (Smith et al. , 2. Sementara penelitian Luky menyatakan bahwa komunikasi interpersonal memiliki pengaruh yang signfikan dengan kinerja pegawai melalui mediasi motivasi kerja (Luky et al. , 2. Variabel lingkungan kerja sesuai hipotesis ketiga juga diterima pada alpha 0,05. Hal tersebut menunjukkan bahwa lingkungan kerja memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap kepuasan kerja. Penelitian Suifan tahun 2019 menunjukkan adanya hubungan signfikan antara lingkungan kerja terhadap kepuasan melalui efek motivasi kerja (Suifan. Penelitian Smith menyatakan bahwa faktor mediasi keterbukaan terhadap pengalaman kerja juga diyakini mampu memperkuat hubungan antara lingkungan kerja dengan kepuasan kerja (Smith et al. , 2. Analisis atas uji hubungan antara manifest terhadap variabel latennya menunjukkan bahwa semua variabel berpengaruh signifikan. Data pendukung pembahasan diatas dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. Hasil analisis Outer loading Emphaty <- working Openness <- working Positive value <- working support <- working Working space <- working Secure Working space