27 PENGARUH INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) DAN TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN INDONESIA TAHUN 2012-2022 Lisda Aisyah. Mona Khairida Syafa. Ghina Rabban. Insitut Agama Islam Darussalam Martapura, 2,3UIN Antasari Banjarmasin. Indonesia Lisdaaisyah33@gmail. com,monakhairidaa@gmail. com,ghinarabbanigr@g Abstract: The purpose of this study is to identify and analyze research related to the Human Development Index (IPM) and open unemployment to poverty in Indonesia in 2012-2022 for 10 years. The method used is quantitative with multiple linear regression analysis with the results of the HDI research (X. having a significant effect on Poverty (Y) in Indonesia in 2012-2022. The Open Unemployment Rate (X. has a significant effect on poverty (Y) in Indonesia in Simultaneously variables, namely HDI (X. and the Open Unemployment Rate (X. have a significant effect on poverty (Y) in Indonesia in 2012-2022. Keywords: Human Development Index. Unemployment. Poverty. Abstrak: Tujuan penelitian ini ialah mengetahui dan menganalisis penelitian yang berkaitan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pengangguran terbuka terhadap kemiskinan di Indonesia tahun 2012-2022 selama 10 tahun. Dengan metode yang digunakan ialah kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda dengan hasil penelitian IPM (X. memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kemiskinan (Y) di Indonesia tahun 20122022. Tingkat Pengangguran Terbuka (X. berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan (Y) di Indonesia tahun 2012-2022. Secara simultan antara variabel bebas yaitu IPM (X. dan Tingkat Pengangguran Terbuka (X. berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan (Y) di Indonesia tahun 20122022. Kata Kunci: Indeks Pembangunan Pengangguran. Kemiskinan. AL-UJRAH Manusia. Jurnal Ekonomi Syariah STAI Darul Ulum Kandangan Volume: 1. No. Tahun 2023 PENDAHULUAN Negara berkembang adalah istilah yang digunakan untuk menyebut negara yang memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi. Salah satu masalah yang sering dihadapi negara berkembang, yaitu Kemiskinan yang terjadi di negara berkembang merupakan masalah yang cukup rumit, namun di beberapa negara berkembang telah berhasil melaksanakan pembangunan dalam segi hal produksi dan pendapatan nasional. 2 Kondisi kemiskinan dapat terlihat dari tingkat kesejahteraan penduduk suatu negara atau daerah tersebut. Menurut klasifikasi negara yang dinilai dari pembangunan dan tingkat kesejahteraan. Indonesia merupakan salah satu negara yang tergolong dalam negara berkembang. Menurut penelitian Lisda Aisyah,dkk . AuA country can be said to experience positive economic growth if the quantity of goods and services produced by the country increases. Ay Suatu negara dapat dikatakan memiliki pertumbuhan ekonomi yang positif ketika ketika kuantitas barang dan jasa di negara tersebut bertambah. Sebagai negara berkembang kemiskinan merupakan salah satu masalah perekonomian Indonesia dan menjadi pekerjaan rumah yang masih harus dicarikan solusinya. Pemerintah telah melakukan beberapa upaya untuk menanggulangi kemiskinan, banyak cara yang dilakukan oleh pemerintah seperti program permodalan, pelatihan tenaga kerja, dan Tingkat kesejahteraan suatu negara atau daerah dapat menjadi tolak ukur terhadap kemiskinan. Kemiskinan terjadi kerena beberapa faktor yang mempengaruhinya, diantaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan tingkat pengangguran. IPM menjadi tolak ukur terhadap pembangunan suatu negara dari sisi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup. Semakin tinggi IPM suatu negara, semakin baik kesejahteraan dan kualitas hidup Oleh karena itu, semakin tinggi IPM di Indonesia, semakin kecil kemungkinan orang hidup dalam kemiskinan. Danur Lambang Pristiandaru. AuDaftar Negara Berkembang di Dunia,Ay Kompas. https://internasional. com/read/2022/02/04/173100470/daftar-negaraberkembangdidunia#::text=KOMPAS. com Ae Negara berkembang adalah ,negara tersebut termasuk negara berkembang. Bambang Budhijana. AuAnalisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi. Index Pembangunan Manusia (IPM) dan Pengangguran Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Indonesia Tahun 2000-2017,Ay Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Perbankan 5, no. : 36Ae44. Hlm. Rizky Febrian Saragih. Purnama Ramadhani Silalahi, dan Khairina Tambunan. AuPengaruh Indeks Pembangunan Manusia. Tingkat Pengangguran Terbuka Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Indonesia Tahun 2007 Ae 2021,Ay PESHUM : Jurnal Pendidikan. Sosial Dan Humaniora 1, no. Februari 2. : 71Ae79. AL-UJRAH Jurnal Ekonomi Syariah STAI Darul Ulum Kandangan Volume: 1. No. Tahun 2023 IPM dihitung berdasarkan empat elemen, yaitu data yang dapat menggambarkan angka harapan hidup, tingkat literasi untuk mengukur keberhasilan literasi, dan rata-rata usia sekolah untuk mencapai 4 Daya beli dunia pendidikan dan masyarakat kebutuhan dasar diukur dengan pengeluaran rata-rata per-orang sebagai pendekatan pendapatan untuk mengukur keberhasilan dalam pembangunan perumahan yang layak. Di sisi lain, tingkat pengangguran juga mempengaruhi kemiskinan. Semakin tinggi tingkat pengangguran di Indonesia, semakin besar kemungkinan orang berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar dan berisiko jatuh ke dalam kemiskinan. Selain itu, pengangguran juga dapat mempengaruhi IPM karena ketika orang tidak bekerja, mereka tidak hanya kehilangan pendapatan, tetapi juga kehilangan akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan. Hal ini dapat mempengaruhi kesehatan dan pendidikan mereka, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi IPM. Salah satu masalah yang dihadapi bangsa Indonesia dalam pembangunan ekonominya adalah masalah ketenagakerjaan. Masalah perkembangan pasar tenaga kerja adalah tingginya angka pengangguran dan setengah pengangguran, karena banyak perusahaan yang tutup karena bangkrut. Selain itu, kualitas dan produktivitas tenaga kerja masih rendah, demikian juga dengan kurangnya perlindungan yang memadai bagi tenaga kerja, termasuk tenaga kerja asing Indonesia. Pengangguran berkaitan erat dengan pertumbuhan penduduk dan kesempatan kerja. Jika kedua isu ini tidak dikelola dengan baik, maka akan menimbulkan berbagai dampak negatif terhadap stabilitas ekonomi, sosial, dan politik. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia harus berusaha meningkatkan IPM dan mengurangi angka pengangguran untuk mengurangi kemiskinan di Indonesia. Upaya seperti investasi di bidang pendidikan dan kesehatan, penciptaan lapangan kerja dan kebijakan pertumbuhan dapat membantu memecahkan masalah kemiskinan di Indonesia. Berdasarkan permasalahan terkait perekonomian yang ada di Indonesia penulis tertarik untuk melakukan penelitian terhadap tingkat kemiskinan Indonesia yang dipengaruhi oleh IPM dan pengangguran. Berdasarkan pemikiran dan permasalahan tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul AuPengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Tingkat Pengangguran Terbuka terhadap Kemiskinan di Indonesia Tahun 2012-2022Ay. Saragih. Silalahi, dan Tambunan. M Alhudhori. AuPengaruh Ipm. Pdrb Dan Jumlah Pengangguran Terhadap Penduduk Miskin Di Provinsi Jambi,Ay EKONOMIS : Journal of Economics and Business 1, 1 . : 113, https://doi. org/10. 33087/ekonomis. Z Zurisdah. AuPengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Provinsi BantenAy (Skripsi. Banten. UIN Banten, 2. AL-UJRAH Jurnal Ekonomi Syariah STAI Darul Ulum Kandangan Volume: 1. No. Tahun 2023 PEMBAHASAN Indeks Pembangunan Manusia Menurut UNDP (United Nations Development Programm. , pembangunan manusia adalah suatu proses di mana pilihan-pilihan orang meningkat. UNDP secara khusus juga mendefinisikan empat penggerak utama pembangunan manusia, yaitu produktivitas, pemerataan, keberlanjutan dan pemberdayaan. 7 Istilah atau definisi pembangunan manusia pada hakekatnya mencakup dimensi pembangunan yang sangat luas. Dalam konsep pembangunan manusia, pembangunan harus dianalisis dan dipahami dari sudut pandang manusia, bukan hanya pertumbuhan Seperti yang dikutip oleh UNDP, banyak titik awal yang penting bagi pembangunan manusia adalah: Pembangunan harus fokus pada rakyat. Tujuan pembangunan adalah untuk meningkatkan pilihan masyarakat, bukan hanya untuk meningkatkan pendapatan Oleh karena itu, konsep pembangunan manusia harus fokus pada seluruh penduduk, tidak hanya pada perspektif Pembangunan manusia tidak hanya memperhatikan upaya peningkatan kemampuan manusia . , tetapi juga upaya memanfaatkan kemampuan manusia tersebut dengan sebaikbaiknya. Pembangunan manusia ditopang oleh empat pilar utama, yaitu: Produktivitas, pemerataan, keberlanjutan dan pemberdayaan. Pembangunan manusia memberikan dasar untuk menetapkan Indeks Pembangunan Manusia adalah indeks gabungan yang mengukur kinerja rata-rata suatu negara dalam tiga dimensi fundamental pembangunan manusia, yaitu Harapan hidup, pendidikan dan standar Skor indeks IPM/HDI (Human Development Indek. berkisar dari 0 Berdasarkan nilai IPM. UNDP membagi status pembangunan manusia suatu negara atau wilayah ke dalam tiga golongan, yaitu: IPM < 50 . 50 O IPM < 80 . edang/menenga. IPM Ou 80 . IPM adalah indeks gabungan yang dihitung sebagai rata-rata sederhana dari indeks tiga dimensi yang menggambarkan kemampuan dasar Muhammad Bhakti Setiawan dan Abdul Hakim. AuIndeks Pembangunan Manusia Indonesia,Ay Jurnal Economia April 18Ae26, https://doi. org/10. 21831/economia. Endang Yektiningsih. AuAnalisis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pacitan Tahun 2018Ay 18, no. AL-UJRAH Jurnal Ekonomi Syariah STAI Darul Ulum Kandangan Volume: 1. No. Tahun 2023 seseorang untuk memperluas pilihan. Rumus umum yang digunakan adalah sebagai berikut:9 IPM = ( ) Dengan penjelasan: IPM =Indeks Pembangunan Manusia = Indeks Harapan Hidup = Indeks Pendidikan = Indeks Standard Hidup Layak HDI atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengukur kinerja suatu wilayah/negara secara keseluruhan dalam tiga dimensi fundamental pembangunan manusia, yaitu harapan hidup, pengetahuan, dan standar hidup yang layak. 10 Ketiganya diukur dengan harapan hidup, pencapaian pendidikan dan pengeluaran per kapita. Jika IPM hanya dianggap sebagai pengeluaran per kapita, artinya hanya mempertimbangkan perkembangan keadaan ekonomi daerah/negara berdasarkan pendapatan tahunan. Sebaliknya, jika melihat dari sisi sosial . endidikan dan kesehata. , terlihat dimensi yang jauh lebih multidimensi terkait dengan kualitas hidup Secara tidak langsung. IPM selalu berkorelasi dengan kesejahteraan masyarakat. Dengan kata lain, semakin tinggi/baik setiap komponen penyusun IPM juga mempengaruhi kesejahteraan dan kehidupan masyarakat yang lebih baik. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa komponen-komponen yang mana mempengaruhi IPM, antara lain : Derajat kesehatan dan umur panjang yang dibaca dengan rentang hidup . ife expenctacy rat. , parameter kesehatan dengan indikator harapan hidup, mengukur kesehatan dan umur panjang. Pendidikan yang diukur dengan tingkat melek huruf berdasarkan rata-rata lama bersekolah. Parameter pendidikan dengan literasi dan lama sekolah, pengukuran orang-orang cerdas, kreatif, pandai dan saleh. Pendapatan diukur dengan daya beli masyarakat . urchasing power parit. Parameter pendapatan dengan indikator daya beli Nur Isa Pratowo. AuAnalisis Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Indeks Pembangunan Manusia,Ay 2012. Shinta Setya Ningrum. AuAnalisis Pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka. Indeks Pembangunan Manusia. Dan Upah Minimum Terhadap Jumlah Penduduk Miskin Di Indonesia Tahun 2011-2015,Ay Jurnal Ekonomi Pembangunan 15, no. Desember 2. : 184Ae92, https://doi. org/10. 22219/jep. Farathika Putri Utami. AuPengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Kemiskinan. Pengangguran Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Provinsi Aceh,Ay Jurnal Samudra Ekonomika Desember 101Ae13, https://doi. org/10. 33059/jse. AL-UJRAH Jurnal Ekonomi Syariah STAI Darul Ulum Kandangan Volume: 1. No. Tahun 2023 yang diukur orang yang mandiri dan memiliki kesempatan untuk menjadi layak. Pengangguran Secara makroekonomi, pengangguran merupakan bagian dari angkatan kerja yang saat ini menganggur. Dalam pikiran mikro, pengangguran adalah keadaan seseorang yang mampu dan ingin melakukan sesuatu pekerjaan tetapi saat ini menganggur. Pengangguran pada dasarnya berarti kehilangan pekerjaan dan kesengsaraan bagi orang yang tidak bekerja (Human miser. , dan merupakan pemborosan sumber daya Pendapat ekonomi lain mengartikan pengangguran tidak identik dengan menganggur . idak mau bekerj. Seseorang baru dianggap menganggur jika dia ingin bekerja dan berusaha mencari pekerjaan tetapi tidak menemukannya. Pengangguran adalah keadaan di mana seseorang yang tidak memiliki pekerjaan namun aktif mencari pekerjaan. Menurut Badan Pusat Statistik. Pengangguran adalah seseorang tidak bekerja sama sekali, mencari pekerjaan, bekerja kurang dari dua hari seminggu atau mencoba mencari pekerjaan. Pengangguran merupakan faktor penyebab kemiskinan pada masyarakat karena tidak memiliki Kurangnya pemerataan pekerjaan juga menyebabkan banyak pengangguran. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah pengangguran yang banyak, keterlambatan perkembangan teknologi menyebabkan sulitnya penciptaan lapangan kerja. Kesempatan kerja adalah jumlah orang yang cukup mampu untuk bekerja di perusahaan atau mencari pekerjaan terbuka. Menurut Sadono Sukirno . , pengangguran adalah keadaan dimana seorang pegawai ingin mendapatkan pekerjaan tetapi tidak memilikinya. Pengangguran adalah situasi di mana orang ingin bekerja tetapi tidak dapat menemukan pekerjaan. Pengangguran dapat diklasifikasikan ke dalam berbagai jenis, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Menurut Mulyadi Subri jenis-jenis pengangguran adalah sebagai berikut: Pengangguran Terbuka . pen unemploymen. yaitu bagian dari tenaga kerja yang sedang tidak bekerja dan sedang aktif mencari Yektiningsih. AuAnalisis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pacitan Tahun 2018. Ay Muaidy Yasin dan M. Irwan. AuAnalisis Pertumbuhan Ekonomi. Pengangguran Dan Kemiskinan Di Kabupaten Lombok Tengah,Ay Journal of Economics and Business 6, 2 . November 2. : 134Ae64, https://doi. org/10. 29303/ekonobis. Rahmat Imanto. Maya Panorama, dan Rinol Sumantri. AuPengaruh Pengangguran dan Kemiskinan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Sumatra SelatanAy 11, no. AL-UJRAH Jurnal Ekonomi Syariah STAI Darul Ulum Kandangan Volume: 1. No. Tahun 2023 Pengangguran Friksional yaitu pengangguran yang terjadi ketika seseorang berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain dan akibatnya harus menyelesaikan masa tunggu dan status pengangguran sebelum dapat memperoleh pekerjaan baru. Sedangkan menurut Suroto, jenis-jenis pengangguran adalah sebagai berikut: Pengangguran transisi Pengangguran transisi muncul karena pencari kerja tidak mengetahui adanya lowongan yang sesuai dengan kualifikasi dan keinginannya, atau pemberi kerja yang sedang mencari pekerja tidak mengetahui adanya pencari kerja yang memenuhi persyaratan. Pengangguran musiman Pengangguran musiman disebabkan oleh fluktuasi musiman dalam produksi dan distribusi barang dan jasa. Pola musim yang dihasilkan dari faktor iklim dan kebiasaan Pengangguran siklis Pengangguran siklis dihasilkan dari penurunan aktivitas ekonomi. Kurangnya permintaan yang efektif untuk barang dan jasa mengurangi aktivitas produksi dan penjualan perusahaan. Hasilnya adalah pengurangan input tenaga kerja. Berikut adalah beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya Beberapa pekerjaan cocok untuk pencari kerja. Jumlah pencari kerja tidak sebanding dengan instansi pemerintah di Indonesia. Kurangnya pengetahuan profesional pencari kerja. Banyaknya jumlah tenaga kerja unskilled menjadi salah satu penyebab meningkatnya angka pengangguran di Indonesia. Kurangnya informasi, dimana pencari kerja tidak memiliki kesempatan untuk mengetahui kekurangan perusahaan. Kesempatan kerja yang tidak merata, lapangan pekerjaan banyak di kota dan distribusi kesempatan kerja kecil. Upaya pemerintah masih kurang optimal dalam memberikan pelatihan untuk meningkatkan soft skill. Budaya malas yang terus menjangkiti pencari kerja sehingga mudah menyebabkan pencari kerja menyerah mencari peluang kerja. Dalam ilmu kependudukan . , pencari kerja termasuk dalam segmen populasi yang dikenal sebagai angkatan kerja. Menurut kelompok umur, usia angkatan kerja adalah antara 15 dan 64 tahun. Namun, tidak semua orang berusia 15 hingga 64 tahun dianggap aktif secara ekonomi. Angkatan kerja meliputi mereka yang berumur 15 sampai dengan 64 tahun yang bekerja dan sedang mencari pekerjaan, sedangkan mereka yang tidak mencari pekerjaan karena harus mengurus keluarga atau bersekolah tidak termasuk dalam angkatan kerja. Riska Franita dan Andes Fuady. AuAnalisa Pengangguran di Indonesia,Ay 2019. Utami. AuPengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Kemiskinan. Pengangguran Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Provinsi Aceh. AL-UJRAH Jurnal Ekonomi Syariah STAI Darul Ulum Kandangan Volume: 1. No. Tahun 2023 Kemiskinan Kemiskinan merupakan salah satu masalah pokok, karena kemiskinan meliputi pemenuhan kebutuhan dasar hidup. Dan kemiskinan merupakan masalah global karena kemiskinan merupakan masalah di banyak negara. Kemiskinan juga merupakan masalah kemanusiaan yang menghambat kemakmuran dan peradaban, sehingga setiap orang sepakat bahwa kemiskinan harus diatasi. Strategi penanggulangan kemiskinan terkait dengan tersedianya data kemiskinan yang akurat sehingga inisiatif yang dilakukan oleh pemerintah tepat. Menurut BPS . , masyarakat miskin didefinisikan sebagai penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan berada dibawah garis kemiskinan. Garis Kemiskinan Pangan (GKM) adalah nilai keluaran dari kebutuhan pangan minimum mengandung 2. 100 kalori per ekor per Pengemasan komoditi makanan pokok, diwakili oleh 52 jenis komoditi . erealia, umbi-umbian, ikan, daging, telur dan susu, dl. Garis Kemiskinan Non Makanan (GKNM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan. Menurut Friedman . , kemiskinan adalah ketidaksamaan untuk mengakumulasi basis kekuasaan sosial. Sementara yang dimaksud basis kekuasaan sosial itu menurut Friedman meliputi. Pertama, modal produktif atas asset, misalnya tanah perumahan, peralatan, dan kesehatan. Kedua, sumber keuangan, seperti income dan kredit yang memadai. Ketiga, organisasi sosial dan politik yang dapat digunakan untuk mencapai kepentingan bersama, seperti koperasi. Keempat, network atau jaringan sosial untuk memperoleh pekerjaan, barangbarang, pengetahuan dan ketrampilan yang memadai. Kelima, informasi-informasi yang berguna untuk kehidupan. Menurut akar penyebab yang melatarbelakanginya, secara teoritis kemiskinan dibedakan menjadi dua kategori. Pertama, kemiskinan alamiah, yakni kemiskinan yang timbul sebagai akibat sumber-sumber daya yang langka jumlahnya dan/atau karena tingkat perkembangan teknologi yang sangat rendah. Artinya faktor-faktor yang menyebabkan suatu masyarakat menjadi miskin adalah secara alami memang ada, dan bukan bahwa akan ada kelompok atau individu di dalam masyarakat tersebut yang lebih miskin dari yang lain. Mungkin saja dalam keadaan kemiskinan alamiah tersebut akan terdapat perbedaan-perbedaan kekayaan, tetapi dampak perbedaan tersebut akan diperlunak atau dieliminasi oleh adanya pranata-pranata tradisional, seperti pola hubungan patron-client, jiwa gotong-royong, dan sejenisnya yang Yarlina Yacoub. AuPengaruh Tingkat Pengangguran terhadap Tingkat Kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan BaratAy 8 . Utami. AuPengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Kemiskinan. Pengangguran Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Di Provinsi Aceh. AL-UJRAH Jurnal Ekonomi Syariah STAI Darul Ulum Kandangan Volume: 1. No. Tahun 2023 fungsional untuk meredam kemungkinan timbulnya kecemburuan sosial. Kedua, kemiskinan buatan, yakni kemiskinan yang terjadi karena struktur sosial yang ada membuat anggota atau kelompok masyarakat tidak menguasai sarana ekonomi dan fasilitas-fasilitas secara merata. demikian sebagian anggota masyarakat tetap miskin walaupun sebenarnya jumlah total produksi yang dihasilkan oleh masyarakat tersebut bila dibagi rata dapat membebaskan semua anggota masyarakat dari kemiskinan. Kemiskinan juga dapat didefinisikan dalam dua golongan. Kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif. Kemiskinan relatif adalah kemiskinan menurut ketimpangan sosial, yang berkorelasi dengan distribusi Kemiskinan absolut, di sisi lain, adalah sekelompok penduduk yang tidak mampu memperoleh dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasarnya. Mereka hidup di bawah pendapatan minimum riil tertentu atau di bawah garis kemiskinan internasional. Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa kemiskinan adalah ketidakcukupan pendapatan dan sumber daya yang dialami oleh banyak penduduk atau masyarakat untuk memenuhi kebutuhan dasar . andang, pangan, perumahan, kesehatan, pendidikan, dan lain-lai. HASIL Tabel 1 Data IPM. Tingkat Pengangguran Terbuka dan Kemiskinan di Indonesia Tahun 2012-2022 Tahun IPM (%) Tingkat Pengangguran Terbuka (%) Kemiskinan (%) Bagong Suyanto. AuKemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Miskin,Ay 2001. Erni Hasmita. AuPeranan Program Simpan Pinjam Perempuan dalam Menanggulangi Tingkat Kemiskinan di Kecamatan Batipuh Kabupaten Tanah Datar,Ay AL-UJRAH Jurnal Ekonomi Syariah STAI Darul Ulum Kandangan Volume: 1. No. Tahun 2023 Sumber: website Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut data yang diperoleh pada website BPS dapat dilihat angka IPM, tingkat pengangguran terbuka dan kemiskinan dari tahun 2012-2022 selalu mengalami perubahan setiap tahunnya. Suatu negara dikatakan semakin baik ketika IPM mengalami peningkatan, hal ini dapat dilihat IPM yang paling maksimal angkanya terjadi di tahun 2022 sebesar 72. Berbanding terbalik dengan IPM,suatu negara dikatakan baik apabila tingkat pengangguran yang ada pada negara tersebut kecil, dapat dilihat pada tabel 1. Indonesia di tahun 2019 terjadi penurunan tingkat pengangguran, tercatat sebanyak 5. 23% yang mana ini merupakan angka minimum pengangguran di Indonesia dari 2012-2022. Selanjutnya pada tabel 1 diperoleh angka kemiskinan Indonesia paling rendah terjadi pada tahun 2019 sebesar 9. Tabel 2 Hasil Regresi Linear Berganda Variable Coefficient R-squared Adjusted R-squared Prob(F-statisti. Std. Error t-Statistic Prob. Sumber: Hasil olah data Eviews 10, data diolah penulis 2023 Berdasarkan hasil regresi pada tabel 2 diperoleh persamaan regresi linear berganda yaitu: Y = 39. 02558 - 0. 441456 IPM 0. 422023 Tingkat Pengangguran Terbuka Selain itu pada hasil uji regresi linear berganda diperoleh koefisien determinasi nilai R-Square sebesar 0. Berrati bahwa besarnya kontribusi variabel Indeks Pembangunan Manusia (IPM) (X. dan Tingkat Pengangguran Terbuka (X. , secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk hijab di Kota Banjarmasin sebesar 95 atau 95%, dan 5% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini. Nilai Adjusted R-squared diketahui 0. 942025 > 0. 5 artinya antara variabel IPM (X. dan Tingkat Pengangguran Terbuka (X. memiliki hubungan yang kuat dengan Kemiskinan (Y). Hasil Uji T-statistik AL-UJRAH Jurnal Ekonomi Syariah STAI Darul Ulum Kandangan Volume: 1. No. Tahun 2023 Berdasarkan hasil regresi linear berganda dapat disimpulkan bahwa IPM sebagai variabel X1 berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan (Y) yang dibuktkan dengan hasil prob. X1 sebesar 0. 0000 < 0. Artinya hasil penelitian membuktikan bahwa IPM memiliki pengauruh yang signifikan terhadap Kemiskinan di Indonesia tahun 2012-2022. Selanjutnya. Tingkat Pengangguran Terbuka (X. juga memperoleh hasil memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kemiskinan (Y), hal ini dilihat berdasarkan hasil yang diperoleh yaitu prob. X2 sebesar 0. 0068 > 0. Artinya, menurut hasil penelitian ini, tingkat pengangguran terbuka memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemiskinan Indonesia tahun 2012-2022. Hasil Uji F-statistik Hasil pengolahan data sekunder diperoleh hasil Prob(F-statisti. sebesar 000005 artinya nilai tersebut < 0. Sehingga dapat diartikan bahwa secara simultan antara variabel IPM (X. dan Tingkat Pengangguran Terbuka (X. berpengaruh signifikan terhadap Kemiskinan (Y) di Indonesia tahun 2012-2022. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diambil kesimpulan sebagai IPM (X. memiliki pengauruh yang signifikan terhadap Kemiskinan (Y) di Indonesia tahun 2012-2022. Tingkat Pengangguran Terbuka (X. berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan (Y) di Indonesia tahun 2012-2022. Secara simultan antara variabel bebas yaitu IPM (X. dan Tingkat Pengangguran Terbuka (X. berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan (Y) di Indonesia tahun 2012-2022. DAFTAR PUSTAKA