PENCIPTAAN KARYA TARI BIRAMA MORSE TUBUH KU SEBAGAI PILOT PROJECT MENCIPTA TARI BERSAMA ANAK-ANAK TUNA RUNGU Jonet Sri Kuncoro1. Eko Supendi2. Danang Cahyo Wijayanto3. Suroto4 1,2,3,4 Institut Seni Indonesia Surakarta jonetsrikuncoro@yahoo. id, 2 pebolapendos. 63@gmail. mazdha84@gmail. com, 4surotopincuk@gmail. ABSTRAK Penciptaan tari Birama Morse Tubuhku, sebagai pilot project mencipta tari bersama anak-anak Tuna Rungu ini merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bersifat kemitraan dengan objek SLB Negeri Karanganyar. Karya ini fokus kepada anak-anak berhambatan pendengaran . una rung. dalam bentuk mengembangkan gerakan-gerakan dan hentakan pada kaki, tangan, dan tubuh. Gerakan dielaborasi dengan sistem pembacaan kode Sandi Morse yang menggunakan Titik (. ) dan garis (-) untuk mengirim dan menerima pesan. Sistem pelatihan ini menggunakan metode pembelajaran demonstrasi dengan memberikan contoh secara langsung di depan anak-anak yang ditunjang dengan system pelatihan empat langkah. Bentuk karya tari ini dapat memberi inspirasi bagi guru SLB untuk mencipta tari dan mengembangkan potensi dan kepercayaan diri anak-anak berhambatan pendengaran dalam prinsip kesetaraan seperti pembelajaran yang diterapkan oleh anak AunormalAy lainnya. Program ini diharapkan dapat memberi solusi terhadap permasalahan di SLB Negeri Karanganyar dan secara pragmatis kepada guru kelas serta anak-anak sehingga dapat merasakan proses penciptaan karya tari dan memberi pengalaman pertunjukan di luar sekolah. Kata kunci: penciptaan tari, morse, stomp, demonstrasi, pelatihan, pengalaman. ABSTRACT The creation of the Morse Code Body dance, as a pilot project to create dance with deaf children, is a community service activity in partnership with the Karanganyar State Special Needs School (SLB Negeri Karanganya. This work focuses on children with hearing impairments . in the form of developing movements and beats of the feet, hands, and body. The movements are elaborated with a Morse Code reading system that uses dots (. ) and dashes (-) to send and receive messages. This training system uses a demonstration learning method by providing examples directly in front of children supported by a four-step training system. This form of dance work can inspire SLB teachers to create dances and develop the potential and self-confidence of children with hearing impairments in the principle of equality as learning applied to other "normal" children. This program is expected to provide solutions to problems in Karanganyar State Special Needs School and pragmatically to class teachers and children so that they can experience the process of creating dance works and provide performance experiences outside of school. Keywords: creation, dance, morse, stomp, demonstration, training, experience. Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 PENDAHULUAN Filosofi yang mendasari pendidikan inklusi SLB Negeri Karanganyar adalah keyakinan bahwa setiap anak, yang memiliki hambatan karena gangguan perkembangan fisik/mental berhak untuk memperoleh pendidikan seperti layaknya anak-anak AunormalAy lainnya dalam sebuah keberagaman. Pendidikan inklusif diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan partisipasi anak . erkebutuhan meningkatkan mutu pendidikan (Agung Nugroho. Lia Mareza, 2016: . Salah satu langkah yang diambil SLB Negeri Karanganyar dalam menjalankan pendidikan inklusinya, adalah menjalin kerja sama dengan pihak-pihak terkait dalam rangka untuk peningkatan mutu pendidikan. Selain itu, kerjasama dengan stake holder juga diharapkan mampu mendongkrak prestasi akademik maupun prestasi di luar akademik. Prestasi luar akademik perlu ditingkatkan, mengingat banyaknya kegiatan perlombaan setiap tahunnya, baik yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah maupun swasta untuk anak berkebutuhan khusus. Seperti Lomba Anak Karya Bangsa untuk anak berkebutuhan khusus. Lomba Kompetensi Siswa Pada Anak Didik Berkebutuhan Khusus (LKS-PDBK) Kemendikbudristek. Lomba Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK). Ajang Kreasi dan Apresiasi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (AKA-PDBK). Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (FLS2NPDBK), dan sebagainya. Kesertaan SLB Negeri Karanganyar mengikuti berbagai lomba tersebut membutuhkan energi, strategi, dan SDM yang memadahi. Secara ideal SDM yang dimiliki oleh SLB Negeri Karanganyar sangat terbatas baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Permasalahan tentang keterbatasan jumlah guru dan kurangnya keahlian guru dalam bidang keprofesian menjadi kendala setiap menghadapi berbagai lomba setiap tahunnya. Bidang seni, terutama seni tari, siswa-siswa di SLB Negeri Karanganyar biasanya dilatih tari-tarian tradisi Jawa atau tari kreasi, baik berbasis tradisi Jawa maupun tradisi nusantara. Jenis tari-tarian ini memang sangat mudah didapatkan Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Jonet Sri Kuncoro. Eko Supendi. Danang Cahyo Wijayanto. Suroto Penciptaan Karya Tari Birama Morse Tubuh Ku sebagai Pilot Project Mencipta Tari Bersama Anak-Anak Tuna Rungu dari rekaman video atau dapat dilihat di portal Youtube. Belum ada guru kelas membuat atau menciptakan tarian yang secara khusus untuk anak berkebutuhan khusus yang dipentaskan untuk khalayak umum. Ketiadaan ini dilandasi berbagai alasan, diantaranya kurangnya SDM yang berpengalaman atau kurangnya kepercayaan diri guru untuk mencipta tari. Penciptaan tari yang diciptakan secara khusus untuk anak berkebutuhan khusus ini menjadi penting bagi SLB Negeri Karanganyar agar dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran dan mutu SLB Negeri Karanganyar. Beberapa cara untuk mengatasi permasalahan yang telah disinggung di atas, salah satunya dengan bekerjasama dan kolaborasi sebagai mitra SLB Negeri Karanganyar. Tujuan dari kegiatan ini untuk memberikan pengalaman seni bagi guru dan siswa. Selain itu, juga mmberikan kegiatan inklusif bagi siswa agar dapat terlibat secara luas dalam kegiatan seni di luar sekolah. Secara khusus tim mengajukan diri untuk memulai kerjasama dengan SLB Negeri Karanganyar, yaitu dengan menyelenggarakan workshop bagi guru SLB dengan tema Strategi Penciptaan Karya Seni Tari untuk Anak-anak Disabilitas. Program ini menjadi bagian dari implementasi kegiatan penciptaan karya tari bersama anak-anak Program pengabdian kepada masyarakat karya seni di SLB Negeri Karanganyar ini sebagai kegiatan pengabdian dalam rangka membina kreativitas karya seni, dan sekaligus untuk mengasah serta meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan pengabdian dan penciptaan karya seni yang melibatkan anak berkebutuhan khusus. Penciptaan tari ini terinspirasi dari pertunjukan musik STOMP, yang memanfaatkan segala bentuk barang maupun peralatan, tangan, kaki serta tubuh menjadi unsur bunyi. Dalam karya ini secara khusus memanfaatkan sumber bunyi dari gerakan dari tepukan tangan, hentakan kaki, dan tepukan pada bagian tubuh yang dieksplorasi sesuai kemampuan anak berkebutuhan khusus . una rung. Karena anak-anak tidak bisa mendengar sehingga butuh kesepakatan symbol atau kode untuk menerjemahkan setiap gerakan. Sistem pelatihannya menggunakan metode pembelajaran demonstrasi, sehingga PKM karya seni ini diberi judul Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Penciptaan Karya Tari BIRAMA MORSE TUBUHKU dengan pendekatan metode demonstrasi untuk Siswa Tuna Rungu di SLB Negeri Karanganyar. Terciptanya karya tari Birama Morse Tubuhku diharapkan dapat memberikan pemecahan permasalahan yang dihadapi oleh SLN Negeri Karanganyar, diantaranya adalah sebagai berikut. Memberikan salah satu tawaran program pelatihan bagi guru-guru di SLB Negeri Karanganyar serta memberikan pengalaman penciptaan tari khususnya untuk peserta didik. Memberikan pemahaman terhadap guru dan peserta didik berbagai bentuk seni seperti musik, tari, teater, dan seni visual, sebagai materi untuk mengekspresikan diri. Secara khusus memberikan pelatihan teknis kepada guru sambil praktik secara langsung terhadap peserta didik. Memberikan pengalaman kerja kolaborasi kepada guru dan peserta didik yang melibatkan praktisi dari luar sekolah. Memberikan semangat serta dorongan partisipasi SLB Negeri Karanganyar dalam berbagai program seni komunitas dan lembaga sehingga siswa dapat terlibat dengan lebih luas dalam kegiatan seni di luar sekolah. METODE Metode Pembelajaran Demonstrasi Metode demonstrasi merupakan salah satu bagian dari metode pembelajaran. Metode pembelajaran merupakan teknik atau cara yang digunakan untuk menyampaikan materi ajar kepada peserta didik. Tujuannya adalah untuk memberikan fasilitasi pemahaman, penguasaan konsep, ketrampilan, dan Menurut Gary D. Borich dalam buku Effective Teaching Methods: ResearchBased Practice . terdapat berbagai metode pengajaran yang umum digunakan, yaitu: metode ceramah, diskusi, demostrasi. Kerja kelompok. Inkuiri. Metode Problem Based Learning (PBL). Metode Project-Based Learning dan Metode Pembelajaran berbasis Teknologi . -learnin. Proyek PKM ini secara Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Jonet Sri Kuncoro. Eko Supendi. Danang Cahyo Wijayanto. Suroto Penciptaan Karya Tari Birama Morse Tubuh Ku sebagai Pilot Project Mencipta Tari Bersama Anak-Anak Tuna Rungu focus memilih metode demonstrasi untuk penciptaan karya tari berjudul Birama Morse Tubuhku. Gary D. Borich menjelaskan mengenai metode demontrasi sebagai "The demonstration method is a teaching method used to communicate an idea with the aid of visuals such as flip charts, posters, power points, or actual experiments to demonstrate a procedure, process, or phenomenon. This method is particularly effective when the learning goal is to teach a skill that involves procedures or techniques that are difficult to explain verbally" . 3: 322-. Secara garis besar Borich menjelaskan bahwa metode demonstrasi adalah metode seorang guru menunjukkan proses suatu konsep secara langsung di depan peserta didik. Tujuannya adalah memberikan pemahaman yang lebih konkret tentang materi yang diajarkan dengan cara memperlihatkan langkah-langkah secara Berikut ini cara kerja metode demontrasi yang diterapkan. Persiapan Pelatih menyiapkan semua materi: SANDI MORSE dan vokabuler gerak Pendahuluan Pelatih menjelaskan tujuan dan konsep: SANDI MORSE terdiri dari unsur (. ) titik dan (-) garis. titik berarti gerak 1x tepuk dan garis 1x hentak kaki. Demonstrasi Pelatih menunjukkan langkah-langkah secara bertahap kepada siswa SLB sambil memberikan penjelasan pada setiap langkah. Interaksi Peserta Didik Saling mengenal, belajar bahasa isyarat untuk komunikasi, bermain, bercanda, atau memberikan tanggapan tentang demonstrasi. Pengulangan Pelatih mengulangi bagian-bagian tertentu dari demonstrasi. Praktik Mandiri Peserta mencoba melakukan sendiri apa yang telah didemonstrasikan oleh Evaluasi Pelatih mengevaluasi pemahaman siswa melalui pengamatan untuk memastikan siswa menguasai gerakan yang diajarkan. Gambar: Bagan cara kerja metode demonstrasi. Inovasi Inovasi yang diterapkan dalam projek ini adalah upaya pendekatan individual antara instruktur atau pelatih dengan pemeranserta dalam hal ini siswa-siswa dari Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 SLB Negeri Karanganyar. Siswa SLB N Karanganyar yang terlibat adalah siswa berkebutuhan khusus atau berhambatan pendengaran dan wicara berjumlah 15 Pendekatan yang dimaksud adalah dengan mengajak bermain dengan memberi contoh gerak tarian cakil oleh instruktur dengan siswa-siswa yang sedang bermain di halaman sekolah. Siswa-siswa yang awalnya tidak kenal dan sangat menjaga jarak dengan orang luar, akhirnya bisa tertawa dan menirukan gerak walaupun tidak pas sehingga menjadi bahan tertawaan orang yang melihat, termasuk kawankawannya. Permainan menjadi strategi baru bagi peneliti untuk berkenalan secara cepat dengan para siswa berkebutuhan khusus. Pada proses garapan, inovasi yang dilakukan oleh pengkarya adalah vokabuler gerak untuk penciptaan karya ini berasal dari pemeranserta dalam hal ini siswasiswa yang terlibat. Pengkarya hanya memberikan stimulan berupa video musik STOMP kemudian para siswa mencoba meniru atau mengembangkan menjadi vokabuler-vokabuler gerak. Penciptaan karya ini termotivasi kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, yaitu penggunaan sandi Morse. Sandi Morse adalah instrumen atau teknik yang digunakan untuk mengirimkan informasi melalui rangkaian titik-titik (. ) dan garisgaris (-) yang mewakili huruf, angka, dan simbol lainnya. Sandi ini biasanya digunakan dalam komunikasi radio, telekomunikasi, dan lampu isyarat, terutama dalam konteks militer dan maritim sebelum berkembangnya teknologi komunikasi Sandi Morse dikembangkan oleh Samuel Morse dan Alfred Vail pada tahun 1830-an. Dalam kegiatan kepramukaan, sandi Morse biasanya dilakukan dengan memanfaatkan . Dengan tanda (. ) ditiup dalam suara pendek dan garis (-) dengan suara tiupan Panjang. Kemampuan menerima dan mengirimkan kode morse merupakan salah satu dari kecakapan yang dapat menerima Tanda Kecakapan Khusus. Kode morse juga digunakan sebagai kunci dalam memecahkan Sandi Rumput. Secara garis besar cara kerja sandi/kode Morse adalah sebagai Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Jonet Sri Kuncoro. Eko Supendi. Danang Cahyo Wijayanto. Suroto Penciptaan Karya Tari Birama Morse Tubuh Ku sebagai Pilot Project Mencipta Tari Bersama Anak-Anak Tuna Rungu Kode Morse adalah titik . yaitu suara pendek atau sinyal yang diwakili dengan symbol (. ) dan garis . adalah suara Panjang atau sinyal yang lebih lama yang diwakili dengan simbol (-). Pengkodean karakter dapat dideskripsikan sebagai setiap huruf alfabet dan angka memili representasi unik dalam bentuk kombinasi titik dan Lihat gambar berikut ini: Sumber : https://id. org/wiki/Kode_Morse BIRAMA MORSE TUBUHKU Sandi Morse Tepuk/hentakan Stomp Gambar: Alur proses penciptaan karya Birama Morse Tubuhku Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Pengiriman dan Penerimaan Pesan Sandi Morse dapat dikirim menggunakan berbagai media, seperti suara, cahaya . isalnya lampu sente. , atau sinyal radio. Pengirim mengirimkan sinyal titik dan garis sesuai dengan karakter yang ingin dikomunikasikan. Penerima mendekode sinyal tersebut ke dalam huruf dan kata sesuai dengan pola titik dan garis yang HASIL DAN PEMBAHASAN Karya Tari Birama Morse Tubuhku, akan mengkolaborasi gerakan tangan, kaki, dan tubuh dengan kode-kode pada Morse sebagai elemen koreografi. Kode Morse titik dan garis akan diwujudkan dalam kode tepukan tangan sebagai kode titik (. ) dan hentakan kaki sebagai kode garis (-). Selanjutnya materi gerak akan menyesuaikan dengan huruf-huruf yang dipilih atau kombinasi huruf dengan membentuk kata-kata. Kemudian apabila gerak-gerak atau huruf yang sudah terpilih, pengkarya atau koreografer kemudian menata dan menjahitnya menjadi urutan karya tari. Karya inovasi ini, harapannya dapat memberi semangat dan menggali potensi para siswa untuk mengekspresikan diri di depan orang banyak. Deskripsi Karya Hasil observasi awal tim peneliti terhadap proses pembelajaran kepramukaan di SLB Negeri Karanganyar didapat data bahwa kegiatan kepramukaan untuk siswa yang berkebutuhan khusus pendengaran dan wicara baru sebatas bentuk-bentuk Permainan dalam arti memang bermain-main yang disesuaikan dengan usia pada level kepramukaan belum pada tahapan kecakapan yang sudah diatur dalam kepramukaan. Tim mencoba mengembangkan teknik permainan menjadi gerakan yang dapat dijadikan elemen untuk menciptakan karya tari sekaligus memberi pengetahuan kepramukaan, yaitu tentang kode Morse. Untuk mendeskripsikan penciptaan tari ini akan dibahas, sebagai berikut. Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Jonet Sri Kuncoro. Eko Supendi. Danang Cahyo Wijayanto. Suroto Penciptaan Karya Tari Birama Morse Tubuh Ku sebagai Pilot Project Mencipta Tari Bersama Anak-Anak Tuna Rungu Proses Perancangan Karya Proses perancangan karya dimulai dengan beberapa pertemuan dengan kolega pada bulan Februari 2024 untuk merencanakan program kegiatan berupa PKM Karya seni yang akan bermitra dengan Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Karanganyar. Proses ini kemudian berlanjut dengan kesepakatan untuk melibatkan mahasiswa sebagai langkah pembelajaran di luar kampus. Hasil pembicaraan tersebut kemudian mengerucut untuk melibatkan dua mahasiswa dari Prodi Tari dan satu mahasiswa dari Prodi DKV. Mahasiswa dari Prodi Tari bertujuan untuk melibatkan mahasiswa untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat sekaligus menerapkan ilmu hasil pembelajaran untuk terjen ke masyarakat, utamanya sebagai pelatih tari. Sekaligus memberi pengalaman kepada mahasiswa untuk mencipta tari Bersama mitra sekolah berkebuthan khusus (SLB). Sedangkan pemilihan dari Prodi DKV adalah memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada mahasiswa di luar Prodi Tari untuk proses Bersama dengan keahlian yang dimiliki. Mahasiswa Prodi DKV dapat juga membantu dalam publikasi dan membuat video proses penciptaan tari. Program pengabdian kepada masyarakat ke SLB Negeri Karanganyar diawali dengan merencanakan program dan perancangan penciptaan. Proses perancangan karya tari melibatkan beberapa tahapan penting untuk menghasilkan sebuah pertunjukan tari yang bermakna dan menarik. Berikut adalah tahapan-tahapan umum dalam perancangan karya tari: Ide dan Konsep Proses awal adalah menemukan ide atau tema yang akan menjadi dasar dari karya tari. Ide ini terinspirasi dari karya tari dan musik STOMP yang dirangkai dengan kegiatan kepramukaan yang biasa menggunakan kode Morse. STOMP adalah kelompok musik seni pertunjukan asal Inggris yang menggabungkan elemen tari, musik, dan teater fisik. STOMP didirikan oleh Steve McNicholas dan Luke Cresswell pada tahun 1991 ini memanfaatkan benda-benda sehari-hari sebagai instrument musik, menciptakan ritme dan suara yang unik. Setelah menemukan ide, tim mengembangkan konsep yang lebih jelas dan Konsep ini mengembangkan konsep bermain dalam kepramukaan yang Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 terinspirasi gerakan keseharian seperti STOMP yang didasarkan pada teknik membaca kode Morse. Penelitian dan Eksplorasi Tim melakukan observasi ke sekolah beberapa kali sambil mengenal calon pemeran serta atau siswa dari SLB Negeri Karanganyar. Untuk mengenal siswa berkebutuhan khusus tidak seperti dengan anak-anak normal lain, dibutuhkan pendekatan khusus. Anak-anak berkebutuhan khusus sangat tidak percaya diri atau introvert terhadap orang-orang yang baru dikenal. Pendekatan yang digunakan tim adalah dengan mengajak mereka bermain, yaitu dengan memberi gerak-gerak tarian cakil yang atraktif sehingga anak-anak tertarik dan mendekat dengan tim peneliti. Kemudian bermain dengan gerak-gerak yang diajarkan mereka dengan senang hati menirukan di belakang. Gambar 1. Tim melakukan pendekatan untuk mengenal para siswa dengan cara bermain, yaitu dengan gerak-gerak Tarian Cakil yang kemudian karena tertarik, siswa mendekat dan ikut menirukan Gerakan. (Foto: dokumentasi tim, 2. Setelah saling mengenal dengan menyebut nama masing-masing kemudian tim dan para siswa dapat bercanda Bersama-sama, mereka tidak lagi rendah diri dan menganggap semuanya adalah teman. Dari kunjungan ini tim kemudian mulai memikirkan konsep dan mencoba eksplorasi gerak-gerak STOMP dengan menggunakan Morse. Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Jonet Sri Kuncoro. Eko Supendi. Danang Cahyo Wijayanto. Suroto Penciptaan Karya Tari Birama Morse Tubuh Ku sebagai Pilot Project Mencipta Tari Bersama Anak-Anak Tuna Rungu Eksplorasi tersebut menemukan gerak satu tepukan . menjadi titik (. dan hentakan kaki menjadi kode garis (-) pada kode Morse. Kemudian mencoba untuk merangkai yang digerakan oleh tim dan mahasiswa pendamping. Komposisi dan Struktur Tim belum dapat menyusun komposisi karena belum melakukan tatap muka dengan para siswa karena masih libur. Kami dibantu dengan para mahasiswa menentukan struktur karya tari, termasuk bagaimana awal, tengah, dan akhir dari Struktur ini membantu dalam membangun narasi atau alur emosi dalam karya. Latihan dan Revisi Latihan ini dilakukan berulang-ulang untuk mencapai kesempurnaan teknis dan ekspresi. Demikian pula proses revisi ini belum dapat dilakukan. Revisi ini bertujuan untuk memperbaiki dan memaksimalkan karya. Musik dan Tata Artistik Penataan musik dan tata artistik dilakukan untuk menambah estetika tari. Dari unsul elemen musik ini memberikan guiding bagi pelaksana program sekaligus untuk membentuk keindahan hasil karya tari. Pementasan Pementasan karya ini dilakukan pada bulan September 2024 di Pendopo ISI Surakarta. Deskripsi Karya Karya tari Birama Morse Tubuhku merupakan karya yang tidak memiliki alur cerita tetapi terstruktur berdasarkan proses pembentukan karya. Karya ini diciptakan menitikberatkan pada kekuatan teknik transformasi dari Sandi Morse menjadi gerakan tubuh pada peserta didik yang semuanya berhambatan dengar dan Sandi Morse yang dalam bentuk teks terdiri dari unsur (. ) titik dan (-) garis ditranformasikan dalam gerak menjadi tepukan tangan dan hentakan kaki. Secara koreografi karya ini terinspirasi sekaligus memiliki atmosfer seperti karya STOMP yang mengeksplorasi sumber bunyi dari tubuh. Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 Elemen-elemen yang dideskripkan dalam karya ini terdiri dari: Gerak Gerak dalam karya tari ini mencakup gerakan yang timbul dari keseharian atau dalam gerak yang memiliki motifasi lembut, sedang, cepat, tegas dan dinamis. Karya ini secara khusus memanfaatkan gerak tepuk dilakukan dengan menepukkan tangan, baik di depan, di samping, atau di atas kepala. Gerakan ini tidak hanya menghasilkan suara yang bisa menjadi ritme tambahan dalam tarian, tetapi juga membantu mengisi ruang dan mengarahkan fokus penonton ke gerakan tertentu. Selain gerak tepuk, juga gerak hentakan kaki, yaitu gerakan dengan menurunkan kaki ke lantai dengan tegas dan menghasilkan suara yang menggema. Gerakan ini memberi aksen kuat pada irama dan mengesankan energi serta kekuatan dalam tarian. Ritme Ritme atau tempo atau irama dalam garapan ini membantu menciptakan Ritme memperlihatkan pola ketukan . atau tempo yang mengarahkan pada gerakan penari dan membantu menciptakan suasana serta emosi. Ritme dalam karya ini dihasilkan oleh perpaduan tepukan tangan dan hentakan kaki. Aspek penting dari ritme dalam tarian adalah tempo, pola, aksen, dan Tempo memperlihatkan kecepatan dari ritme, tempo lambat atau sedang menciptakan suasana tenang, penuh perasaan, sedangkan tempo cepat memberi kesan energik dan dinamis. Pola lebih menjelaskan kepada ketukan. sama, variasi, atau kombinasi Pola memberi karakter pertunjukan menjadi ekspresif. Aksen atau gimik adalah membantu memberi tanda pada momen peting yang ingin ditonjolkan. Sedangkan aspek pengulangan untuk menciptakan keseimbangan dalam karya tari. Ekspresi Bahasa tubuh dan mimik wajah serta gestur menjadi penekanan untuk menyampaikan emosi emosi atau pesan tertentu dalam tarian. Ekspresi ini membantu memperjelas makna di balik setiap gerakan, memperkuat hubungan dengan penonton, dan membuat tarian lebih hidup serta menarik. Sebenarnya Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Jonet Sri Kuncoro. Eko Supendi. Danang Cahyo Wijayanto. Suroto Penciptaan Karya Tari Birama Morse Tubuh Ku sebagai Pilot Project Mencipta Tari Bersama Anak-Anak Tuna Rungu ekspresi tari menjadi jembatan penting antara gerakan dan pesan emosional yang ingin disampaikan dalam sebuah pertunjukan. Karya ini ekspresinya tidak begitu terlihat atau boleh dikatakan datar. Mimic yang terlihat hanya senyum hal ini mengingat bahwa mereka . tidak mendengar musik atau bahkan tidak bisa mendengar aura penonton. Kostum Kostum tari adalah pakaian khusus yang dikenakan oleh penari untuk mendukung karakter, tema, atau budaya yang ditampilkan dalam sebuah tarian. Karya ini sengaja menampilkan kostum keseharian yang memperlihatkan anak muda yang ingin menampilkan karakter bebas dan lugas. Sehingga kostum yang digunakan hanya tAoshirt berwana keunguan, memakai rompi dan topi untuk lakilaki. Sedangkan untuk perempuan kebanyakan menggunakan hijab berwarna hitam. Komposisi ruang Pemanfaatan ruang panggung pendopo digunakan untuk menciptakan dinamika secara visual. Ruangan yang digunakan sepertiga bagian depan panggung pendopo, bagian belakang dipasang screen projector untuk menayangkan model PENUTUP Karya tari Birama Morse Tubuhku sebagai pilot project diharapkan memberi pengetahuan, pemahaman sekaligus pengalaman bagi guru SLB Negeri Karanganyar untuk tumbuh keberanian dan bangkit dalam kepercayaan diri untuk mencipta tari. Berbagai tema dan teknik sederhana seperti yang dilakukan pada karya ini dapat menjadi inspirasi bagi terciptanya karya-karya tari baru oleh para guru SLB Negeri Karanganyar. Volume 16 Nomor 2 Desember 2025 Abdi Seni Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat pISSN: 2087-1759 eISSN: 2723-2468 DAFTAR PUSTAKA