P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah Volume 12,No. 1 Juni 2 0 2 6 h. PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS KEARIFAN LOKAL SEBAGAI UPAYA MEMPERKUAT IDENTITAS GENERASI MUDA Dedi Arianto IAI Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang OKU Timur. Jl. Irigasi Desa Tanah Merah Kec. Belitang Madang Raya Kab. OKU Timur Prov. Sumatera-Selatan Email: dediarianto7@gmail. Abstract The development of globalization and digital technology has weakened the cultural identity and religious character of the younger generation due to the dominance of global culture in modern society. This study aims to analyze Islamic education based on local wisdom as an effort to strengthen the identity of the younger generation through the integration of cultural and Islamic values in This research employed a library research method using data sources from scientific journals, books, and various relevant literature on Islamic education, local wisdom, and youth identity. Data collection techniques were conducted through documentation studies, while data analysis used content The results showed that Islamic education based on local wisdom is capable of strengthening religious character, cultural awareness, social concern, and maintaining the identity of the younger generation amid globalization and digital modernization. Keywords: Islamic Education. Local Wisdom. Youth Identity Abstrak Perkembangan globalisasi dan teknologi digital menyebabkan melemahnya identitas budaya serta karakter religius generasi muda akibat dominasi budaya global dalam kehidupan masyarakat modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendidikan Islam berbasis kearifan lokal sebagai upaya memperkuat identitas generasi muda melalui integrasi nilai budaya dan nilai keislaman dalam Penelitian menggunakan metode kepustakaan dengan sumber data berupa jurnal ilmiah, buku, dan berbagai literatur relevan mengenai pendidikan Islam, kearifan lokal, dan identitas generasi muda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam berbasis kearifan lokal mampu memperkuat karakter religius, kesadaran budaya, kepedulian sosial, serta menjaga identitas generasi muda di tengah arus globalisasi dan modernisasi digital. Kata Kunci: Pendidikan Islam. Kearifan Lokal. Identitas Generasi Muda Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 Ae 1 8 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah Volume 12,No. 1 Juni 2 0 2 6 h. PENDAHULUAN Perkembangan globalisasi dan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap pola kehidupan generasi muda dalam berbagai aspek sosial, budaya, dan pendidikan. Kemudahan akses informasi melalui internet dan media sosial menyebabkan generasi muda lebih cepat menerima budaya global dibandingkan memahami budaya lokal yang menjadi identitas Kondisi tersebut berdampak pada terjadinya pergeseran nilai, melemahnya karakter religius, menurunnya kepedulian terhadap budaya daerah, serta meningkatnya perilaku individualistik di kalangan generasi muda. Fenomena lunturnya identitas budaya pada generasi muda juga terlihat dari rendahnya minat terhadap tradisi lokal, bahasa daerah, dan nilai sosial masyarakat yang sebelumnya menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Dalam konteks pendidikan, tantangan tersebut semakin kompleks karena proses pembelajaran di sekolah sering kali lebih menekankan aspek akademik dibandingkan penguatan karakter dan identitas budaya peserta Pendidikan Islam pada hakikatnya memiliki peran strategis dalam membentuk karakter religius, moral, dan sosial peserta didik melalui internalisasi nilai-nilai keislaman yang selaras dengan budaya masyarakat. Namun demikian, realitas menunjukkan bahwa pendidikan Islam masih menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal secara kontekstual dalam pembelajaran sehingga peserta didik kurang memiliki kesadaran budaya dan identitas sosial yang kuat di tengah arus modernisasi Oleh karena itu, pendidikan Islam berbasis kearifan lokal menjadi penting untuk dikaji sebagai upaya memperkuat identitas generasi muda di era Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam pendidikan Islam memiliki kontribusi penting dalam pembentukan karakter, penguatan budaya, dan peningkatan kesadaran sosial peserta didik. Penelitian yang dilakukan oleh Amanah menjelaskan bahwa pendidikan Islam berbasis local wisdom mampu memperkuat karakter patriotisme generasi muda melalui internalisasi nilai budaya lokal dalam proses pembelajaran. 3 Selain itu. A Ardillah. AoPendidikan Agama Islam Dan Budaya Digital: Menjaga Identitas Budaya Lokal Di Era GlobalAo. Edification Journal: Pendidikan Agama Islam, 2025 . H Hilalludin and others. AoTransformasi Budaya Lokal Di Tengah Arus Modernisasi GlobalAo. SciNusa: Jurnal Ilmu A, 2025 . N H Amanah. AoImplementasi Local Wisdom Education Dalam Pendidikan Islam Sebagai Solusi Penguatan Karakter Patriotisme Generasi MillenialAo. A Penelitian Dan Pemikiran Pendidikan Islam, 2020 . Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 Ae 1 8 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah Volume 12,No. 1 Juni 2 0 2 6 h. penelitian Hanapi dan Amaluddin menunjukkan bahwa implementasi pendidikan agama Islam berbasis kearifan lokal dapat menciptakan pembelajaran yang lebih humanis dan kontekstual dalam menghadapi tantangan Penelitian lain juga menjelaskan bahwa integrasi budaya lokal dalam kurikulum pendidikan Islam mampu meningkatkan toleransi, kepedulian sosial, serta identitas budaya peserta didik. 4 Meskipun demikian, sebagian besar penelitian sebelumnya masih lebih banyak membahas integrasi budaya lokal dalam pembelajaran secara umum dan belum secara spesifik mengkaji pendidikan Islam berbasis kearifan lokal sebagai strategi penguatan identitas generasi muda di era digital. Selain itu, beberapa penelitian terdahulu masih berfokus pada aspek kurikulum dan implementasi pembelajaran tanpa menjelaskan secara mendalam hubungan antara pendidikan Islam, kearifan lokal, dan pembentukan identitas generasi muda dalam konteks globalisasi Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat ruang kajian yang perlu dikembangkan untuk menjelaskan bagaimana pendidikan Islam berbasis kearifan lokal dapat menjadi solusi strategis dalam memperkuat identitas generasi muda di tengah perubahan sosial dan budaya yang semakin dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan Islam berbasis kearifan lokal dalam konteks pendidikan modern yang terus mengalami perkembangan akibat globalisasi dan digitalisasi. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan mendeskripsikan bentuk integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam pendidikan Islam, baik melalui pembelajaran, budaya sekolah, tradisi keagamaan, maupun pembentukan karakter peserta didik dalam kehidupan sosial masyarakat. Pendidikan Islam berbasis kearifan lokal dipandang penting karena mampu menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai moral, budaya, dan identitas sosial peserta didik secara kontekstual. Penelitian ini juga bertujuan menjelaskan peran pendidikan Islam berbasis kearifan lokal dalam memperkuat identitas generasi muda agar tetap memiliki karakter religius, nasionalisme, toleransi, serta kecintaan terhadap budaya bangsa di tengah dominasi budaya global dan perkembangan media digital. Melalui integrasi budaya lokal dalam pendidikan Islam, peserta didik diharapkan mampu memahami nilai-nilai budaya masyarakatnya sebagai bagian dari identitas sosial dan spiritual yang harus dijaga secara berkelanjutan. 5 Dengan demikian. K Huda and L A Abid. AoIntegrasi Kearifan Lokal Dalam Kurikulum Pai Untuk Menangkal Radikalisme Era DigitalAo. Arsy, . G Gianto and S Sunanik. AoMengembangkan Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal Dalam Kerangka Filsafat Pendidikan IslamAo. Scholastica: Jurnal Pendidikan A, 2024 . Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 Ae 1 8 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah Volume 12,No. 1 Juni 2 0 2 6 h. penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan pendidikan Islam yang lebih adaptif, humanis, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern tanpa kehilangan nilai budaya lokal yang menjadi identitas bangsa. Penelitian mengenai pendidikan Islam berbasis kearifan lokal menjadi penting dilakukan karena krisis identitas generasi muda tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan pendidikan formal yang berorientasi akademik Penguatan identitas generasi muda membutuhkan pendekatan pendidikan yang mampu mengintegrasikan nilai religius, budaya lokal, dan karakter sosial secara holistik dalam kehidupan peserta didik. Pendidikan Islam berbasis kearifan lokal dipandang memiliki kemampuan untuk menjadi media internalisasi nilai budaya dan spiritual yang lebih kontekstual sesuai dengan kehidupan masyarakat Indonesia yang multikultural. Integrasi budaya lokal dalam pendidikan Islam juga dapat menjadi strategi untuk membangun ketahanan budaya generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh budaya global yang bertentangan dengan nilai keislaman dan budaya bangsa. Selain itu, pendidikan berbasis kearifan lokal mampu memperkuat hubungan antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam proses pembentukan karakter peserta didik sehingga pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dalam kehidupan sosial masyarakat. Berdasarkan fakta tersebut, penelitian ini memiliki urgensi untuk dilakukan karena dapat memberikan pemahaman mengenai pentingnya pendidikan Islam berbasis kearifan lokal sebagai strategi penguatan identitas generasi muda di tengah tantangan globalisasi, modernisasi, dan perkembangan teknologi digital yang semakin kompleks. Literatur Review Pendidikan Islam merupakan suatu sistem pendidikan yang berlandaskan pada nilai-nilai ajaran Islam dengan tujuan membentuk manusia yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta mampu menjalankan kehidupan sosial secara harmonis sesuai dengan prinsip-prinsip Pendidikan Islam tidak hanya dimaknai sebagai proses transfer ilmu pengetahuan agama semata, tetapi juga sebagai proses internalisasi nilai moral, spiritual, dan budaya dalam kehidupan peserta didik. Menurut Awaliah dan Santosa, pendidikan Islam memiliki fungsi strategis dalam menjaga keberlangsungan nilai budaya lokal melalui penguatan karakter religius dan pembentukan kesadaran sosial peserta didik dalam kehidupan Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 Ae 1 8 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah Volume 12,No. 1 Juni 2 0 2 6 h. masyarakat modern. 6 Pendidikan Islam juga dipahami sebagai sarana pembentukan kepribadian manusia yang mampu mengintegrasikan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan lingkungan sosial budaya masyarakatnya. Dalam konteks globalisasi, pendidikan Islam dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas nilai dan budaya yang menjadi karakter utama pendidikan Islam itu sendiri. Pendidikan Islam yang kontekstual harus mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kehidupan peserta didik sehingga nilai-nilai Islam dapat dipahami secara aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, kepedulian sosial, dan kesadaran budaya yang kuat di tengah perubahan sosial modern yang semakin kompleks. Manifestasi pendidikan Islam dapat dilihat melalui implementasi nilai-nilai religius dalam proses pembelajaran, budaya sekolah, serta kehidupan sosial peserta didik di lingkungan masyarakat. Pendidikan Islam tidak hanya diwujudkan dalam pembelajaran formal mata pelajaran agama, tetapi juga melalui pembiasaan perilaku religius seperti disiplin, sopan santun, gotong royong, toleransi, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Hanapi dan Amaluddin menjelaskan bahwa pendidikan agama Islam berbasis kearifan lokal mampu menciptakan proses pembelajaran yang humanis, kontekstual, dan relevan dengan dinamika sosial masyarakat modern. 7 Manifestasi pendidikan Islam juga terlihat melalui pengembangan budaya religius sekolah seperti kegiatan keagamaan, tradisi sosial berbasis nilai Islam, dan pembelajaran berbasis karakter yang mengintegrasikan budaya lokal masyarakat. Selain itu, pendidikan Islam modern mulai memanfaatkan teknologi digital sebagai media pembelajaran tanpa menghilangkan nilai moral dan budaya lokal yang menjadi identitas Pendidikan Islam juga diwujudkan dalam bentuk pendidikan berbasis etnopedagogi yang menjadikan budaya lokal sebagai sumber belajar untuk memperkuat karakter dan identitas peserta didik. Dengan demikian, pendidikan Islam tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengajaran agama. S Sunaji. AoPeran Pendidikan Berbasis Kearifan Lokal Di Pondok Pesantren Kauman Lasem Dalam Meningkatkan Nilai-Nilai Islam. Kerukunan. Dan ToleransiAo. A of Annual Conference Muslim Scholars, . J Hanapi and A Amaluddin. AoImplementasi Pendidikan Agama Islam Berbasis Kearifan Lokal Dalam Konteks GlobalAo. Journal . Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 Ae 1 8 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah Volume 12,No. 1 Juni 2 0 2 6 h. tetapi juga menjadi media transformasi sosial dan budaya yang mampu membentuk generasi muda berkarakter religius dan memiliki kesadaran budaya yang kuat. Kearifan lokal merupakan seperangkat nilai, norma, tradisi, pengetahuan, dan praktik budaya yang berkembang dalam kehidupan masyarakat secara turun-temurun serta dijadikan pedoman dalam kehidupan sosial masyarakat. Kearifan lokal lahir dari pengalaman historis masyarakat dalam menjaga harmoni sosial, budaya, dan lingkungan sehingga memiliki nilai edukatif yang penting untuk diwariskan kepada generasi muda. Hasnan menjelaskan bahwa kearifan lokal berfungsi sebagai modal sosial dalam memperkuat identitas budaya masyarakat di tengah arus modernisasi dan globalisasi yang semakin berkembang. 8 Dalam perspektif pendidikan Islam, kearifan lokal dipandang sebagai bagian penting yang dapat diintegrasikan dalam proses pendidikan untuk membentuk karakter religius dan sosial peserta didik secara kontekstual. Nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, toleransi, musyawarah, penghormatan terhadap orang tua, dan kepedulian sosial memiliki relevansi dengan nilai-nilai ajaran Islam sehingga dapat dijadikan sumber pembelajaran dalam pendidikan Islam. Selain itu, kearifan lokal juga berfungsi sebagai benteng budaya yang mampu menjaga identitas masyarakat dari pengaruh budaya global yang tidak sesuai dengan nilai keislaman dan budaya bangsa. Oleh karena itu, kearifan lokal tidak hanya dipahami sebagai warisan budaya semata, tetapi juga sebagai sumber nilai pendidikan yang mampu memperkuat karakter dan identitas generasi muda dalam kehidupan masyarakat modern. Manifestasi kearifan lokal dalam pendidikan Islam dapat dilihat melalui integrasi budaya lokal dalam kurikulum, pembelajaran, tradisi sekolah, dan kegiatan sosial keagamaan masyarakat. Implementasi kearifan lokal dilakukan melalui penggunaan bahasa daerah, tradisi lokal, cerita rakyat, adat istiadat, dan budaya religius masyarakat sebagai media pembelajaran yang kontekstual bagi peserta didik. Yumnah menjelaskan bahwa integrasi kearifan lokal dalam kurikulum pendidikan Islam mampu membentuk karakter toleransi dan memperkuat kesadaran sosial peserta didik dalam kehidupan masyarakat multikultural. 9 Manifestasi kearifan lokal juga terlihat dalam kegiatan keagamaan berbasis budaya masyarakat seperti tradisi maulid, pengajian adat, gotong royong keagamaan, serta berbagai Hanapi and Amaluddin. S Yumnah. AoIntegrasi Kearifan Lokal Dalam Kurikulum Pendidikan Islam Untuk Membentuk Karakter Toleransi Di SekolahAo. A of Annual Conference for Muslim Scholars, 2024 . Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 Ae 1 8 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah Volume 12,No. 1 Juni 2 0 2 6 h. tradisi sosial religius yang mengandung nilai pendidikan karakter. Selain itu, pendekatan etnopedagogi dalam pendidikan Islam menjadikan budaya lokal sebagai sumber belajar sehingga peserta didik mampu memahami nilai budaya dan nilai agama secara lebih aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Manifestasi lainnya terlihat dalam pengembangan bahan ajar berbasis budaya daerah dan pembelajaran berbasis pengalaman sosial masyarakat Dengan demikian, integrasi kearifan lokal dalam pendidikan Islam dapat menjadi strategi pendidikan yang efektif dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal sekaligus memperkuat karakter religius dan identitas sosial generasi muda di era globalisasi. Identitas generasi muda merupakan karakteristik, pola pikir, nilai, dan kesadaran sosial yang melekat pada diri generasi muda sebagai bagian dari identitas budaya, religius, dan sosial masyarakat tempat mereka hidup. Identitas generasi muda terbentuk melalui proses pendidikan, interaksi sosial, pengalaman budaya, dan lingkungan masyarakat yang memengaruhi cara berpikir serta perilaku individu dalam kehidupan sehari-hari. Janah et al. menjelaskan bahwa identitas budaya generasi muda bersifat dinamis dan terus mengalami perubahan akibat pengaruh globalisasi, perkembangan teknologi digital, dan arus budaya global yang semakin terbuka. 10 Dalam konteks globalisasi modern, generasi muda menjadi kelompok yang rentan mengalami krisis identitas akibat dominasi budaya luar yang masuk melalui media sosial, hiburan digital, dan perkembangan teknologi informasi. Pendidikan Islam dipandang memiliki peran penting dalam memperkuat identitas generasi muda melalui internalisasi nilai religius, budaya lokal, dan pembentukan karakter sosial dalam proses pendidikan. Identitas generasi muda yang kuat tidak hanya ditandai oleh kemampuan intelektual, tetapi juga oleh kesadaran budaya, moralitas, nasionalisme, dan kemampuan menjaga nilai-nilai sosial Oleh karena itu, penguatan identitas generasi muda melalui pendidikan Islam berbasis kearifan lokal menjadi penting agar generasi muda tetap memiliki jati diri budaya dan nilai religius yang kuat di tengah perubahan sosial modern. Manifestasi identitas generasi muda dapat dilihat melalui perilaku sosial, pola interaksi, kesadaran budaya, dan kemampuan generasi muda dalam menjaga nilai-nilai religius serta budaya masyarakat. Generasi muda yang memiliki identitas budaya yang kuat cenderung menunjukkan sikap toleransi, kepedulian sosial, penghormatan terhadap budaya lokal, serta N R Janah and others. AoInterrelasi Pendidikan Islam. Budaya. Dan Identitas Di Era Digital: Studi Fenomenologis Dalam Konteks Multikultural IndonesiaAo. A Dan Pendidikan Islam, 2025 . Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 Ae 1 8 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah Volume 12,No. 1 Juni 2 0 2 6 h. kemampuan menjaga moralitas dalam kehidupan sosial masyarakat. Sajidah et al. menjelaskan bahwa pendidikan agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk identitas budaya peserta didik melalui internalisasi nilai religius dan budaya lokal dalam proses pembelajaran. 11 Manifestasi identitas generasi muda juga terlihat dari kemampuan mereka mempertahankan tradisi lokal, menggunakan bahasa daerah, serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan budaya masyarakat. Dalam konteks pendidikan Islam, penguatan identitas generasi muda diwujudkan melalui pembelajaran berbasis karakter, penguatan budaya religius sekolah, dan integrasi nilai budaya lokal dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Selain itu, identitas generasi muda juga tercermin dari kemampuan peserta didik menyaring pengaruh budaya global yang tidak sesuai dengan nilai agama dan budaya bangsa. Pendidikan Islam berbasis kearifan lokal mampu membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran budaya, tanggung jawab sosial, dan karakter religius yang kuat sehingga tidak mudah kehilangan identitas di tengah arus globalisasi modern. Dengan demikian, penguatan identitas generasi muda melalui pendidikan Islam berbasis kearifan lokal menjadi strategi penting dalam menjaga keberlanjutan budaya dan nilai keislaman masyarakat Indonesia. II. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan . ibrary researc. yang berfokus pada kajian mengenai pendidikan Islam berbasis kearifan lokal sebagai upaya memperkuat identitas generasi muda di era globalisasi dan Objek penelitian mencakup fenomena melemahnya identitas budaya, rendahnya kepedulian generasi muda terhadap tradisi lokal, serta tantangan pendidikan Islam dalam menghadapi pengaruh budaya global yang semakin berkembang dalam kehidupan masyarakat modern. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan sumber data primer berupa jurnal ilmiah, artikel akademik, dan penelitian relevan mengenai pendidikan Islam berbasis kearifan lokal. Sementara itu, data sekunder diperoleh dari buku, prosiding, laporan penelitian, dan berbagai literatur ilmiah lainnya yang berkaitan dengan pendidikan Islam, kearifan lokal, dan identitas generasi muda. Penelitian ini menggunakan teori pendidikan karakter Thomas Lickona, teori identitas budaya Stuart Hall, dan teori A A Sajidah and others. AoPeran Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Identitas Budaya Melayu MadrasahAo. MODELING . Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 Ae 1 8 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah Volume 12,No. 1 Juni 2 0 2 6 h. etnopedagogi Alwasilah. Suryadi, dan Karyono sebagai landasan analisis Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan cara membaca, memahami, dan mengkaji berbagai sumber tertulis yang relevan dengan fokus penelitian, seperti buku, jurnal, artikel ilmiah, dan hasil penelitian Data yang diperoleh kemudian dikelompokkan berdasarkan tema penelitian agar memudahkan proses analisis data secara sistematis dan terarah. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan content analysis atau analisis isi yang dilakukan melalui proses identifikasi, pengelompokan, interpretasi, dan penarikan makna terhadap berbagai informasi yang ditemukan dalam sumber literatur penelitian. Analisis dilakukan untuk menemukan hubungan antara pendidikan Islam, kearifan lokal, dan penguatan identitas generasi muda dalam konteks globalisasi modern. HASIL PENELITIAN Pendidikan Islam berbasis kearifan lokal dalam berbagai kajian literatur dijelaskan sebagai suatu bentuk pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai ajaran Islam dengan budaya lokal masyarakat dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik. Pendidikan Islam tidak hanya dipahami sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan agama, tetapi juga sebagai media internalisasi nilai budaya, moral, sosial, dan spiritual yang berkembang dalam kehidupan masyarakat. Berbagai penelitian menjelaskan bahwa pendidikan Islam berbasis kearifan lokal mampu menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual karena peserta didik dapat memahami materi pembelajaran berdasarkan pengalaman budaya dan lingkungan sosial yang dekat dengan kehidupan mereka. 12 Pendidikan Islam berbasis kearifan lokal juga dipahami sebagai upaya menjaga keberlangsungan budaya lokal agar tetap relevan dalam kehidupan masyarakat modern tanpa meninggalkan nilai-nilai ajaran Islam. Dalam kajian literatur pendidikan Islam kontemporer, integrasi budaya lokal dalam pendidikan dilakukan melalui penguatan budaya religius sekolah, penggunaan tradisi masyarakat sebagai sumber pembelajaran, serta pembentukan karakter berbasis nilai sosial masyarakat. Selain itu, pendidikan Islam berbasis kearifan lokal dipandang mampu memperkuat hubungan antara pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat sehingga proses pendidikan tidak terlepas dari realitas budaya yang berkembang di lingkungan peserta didik. Oleh karena itu, pendidikan Islam berbasis kearifan lokal diposisikan sebagai F Awaliah and S Santosa. AoPeran Pendidikan Islam Dalam Melestarikan Nilai-Nilai Budaya LokalAo. A : Media Kajian Pendidikan Agama Islam, 2025 . Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 Ae 1 8 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah Volume 12,No. 1 Juni 2 0 2 6 h. pendekatan pendidikan yang mampu menjaga keseimbangan antara nilai religius dan nilai budaya dalam pembentukan karakter generasi muda. Eksplanasi data mengenai pendidikan Islam berbasis kearifan lokal menunjukkan bahwa integrasi budaya lokal dalam pendidikan memberikan pengaruh terhadap pembentukan karakter religius dan kesadaran sosial peserta Berbagai kajian menjelaskan bahwa pendidikan yang berbasis budaya lokal mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih humanis karena peserta didik tidak hanya menerima pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memahami nilai-nilai sosial melalui pengalaman budaya masyarakat. 13 Pendidikan Islam berbasis kearifan lokal juga dijelaskan sebagai bentuk pendidikan yang menanamkan nilai toleransi, gotong royong, sopan santun, dan kepedulian sosial melalui aktivitas pembelajaran yang berkaitan dengan budaya masyarakat Dalam praktik pendidikan modern, integrasi budaya lokal dilakukan melalui pembelajaran berbasis tradisi daerah, penggunaan bahasa lokal dalam komunikasi pendidikan, serta pelaksanaan kegiatan sosial keagamaan berbasis budaya masyarakat. Beberapa penelitian juga menjelaskan bahwa pendidikan Islam berbasis kearifan lokal mampu menciptakan hubungan yang harmonis antara sekolah dan lingkungan sosial masyarakat sehingga peserta didik memiliki kesadaran terhadap pentingnya menjaga budaya lokal dalam kehidupan modern. Selain itu, pendidikan Islam berbasis budaya lokal dipahami sebagai sarana pelestarian budaya bangsa yang tetap relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan generasi muda. Dengan demikian, eksplanasi data menunjukkan bahwa pendidikan Islam berbasis kearifan lokal memiliki hubungan erat dengan pembentukan karakter dan identitas sosial peserta didik dalam kehidupan masyarakat. Relasi data antara deskripsi dan eksplanasi mengenai pendidikan Islam berbasis kearifan lokal menunjukkan adanya keterkaitan dengan fenomena melemahnya karakter religius dan identitas budaya generasi muda di era Kajian literatur menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital dan arus budaya global menyebabkan generasi muda lebih mudah terpengaruh budaya luar dibandingkan budaya lokal masyarakatnya sendiri. 14 Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kepedulian terhadap tradisi lokal, melemahnya nilai sosial masyarakat, serta menurunnya kesadaran generasi muda terhadap identitas budaya dan religius mereka. Pendidikan Islam berbasis kearifan lokal dalam berbagai penelitian diposisikan sebagai bentuk pendidikan yang mampu menghadirkan pembelajaran kontekstual sehingga peserta didik Hanapi and Amaluddin. Janah and others. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 Ae 1 8 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah Volume 12,No. 1 Juni 2 0 2 6 h. dapat memahami nilai-nilai Islam melalui budaya dan tradisi masyarakat yang mereka kenal dalam kehidupan sehari-hari. Integrasi budaya lokal dalam pendidikan Islam juga dijelaskan mampu membentuk lingkungan pendidikan yang lebih dekat dengan realitas sosial masyarakat sehingga proses pembelajaran tidak bersifat abstrak dan terpisah dari kehidupan peserta didik. Selain itu, pendidikan berbasis budaya lokal dipahami sebagai media penguatan karakter sosial dan religius melalui pembiasaan nilai budaya masyarakat dalam aktivitas pendidikan. Oleh karena itu, hubungan antara pendidikan Islam berbasis kearifan lokal dan fenomena krisis identitas generasi muda menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan nilai budaya dan moral masyarakat di tengah perkembangan globalisasi modern. Kearifan lokal dalam berbagai kajian literatur dijelaskan sebagai seperangkat nilai, norma, tradisi, pengetahuan, dan praktik sosial budaya yang berkembang dalam kehidupan masyarakat secara turun-temurun. Kearifan lokal dipahami sebagai identitas budaya masyarakat yang lahir dari pengalaman historis dan dijadikan pedoman dalam menjaga harmoni sosial, moral, dan lingkungan kehidupan masyarakat. Berbagai penelitian menjelaskan bahwa nilai-nilai kearifan lokal seperti gotong royong, musyawarah, toleransi, penghormatan terhadap orang tua, dan kepedulian sosial memiliki relevansi dengan nilai-nilai pendidikan Islam sehingga dapat dijadikan sumber pembelajaran dalam pendidikan. 15 Kearifan lokal juga dipahami sebagai modal sosial masyarakat dalam menjaga keberlangsungan budaya di tengah perkembangan globalisasi dan modernisasi yang semakin berkembang. Dalam konteks pendidikan, kearifan lokal dijadikan sebagai sumber belajar yang mampu menciptakan pembelajaran lebih kontekstual karena materi pendidikan dikaitkan dengan realitas budaya masyarakat setempat. Kajian literatur juga menjelaskan bahwa integrasi kearifan lokal dalam pendidikan mampu memperkuat kesadaran budaya peserta didik serta meningkatkan rasa cinta terhadap budaya daerah dan identitas bangsa. Oleh karena itu, kearifan lokal dipandang tidak hanya sebagai warisan budaya semata, tetapi juga sebagai sumber nilai pendidikan yang memiliki relevansi dengan pembentukan karakter generasi muda. Eksplanasi data mengenai kearifan lokal menunjukkan bahwa budaya lokal memiliki fungsi sosial dan edukatif dalam membentuk perilaku dan kesadaran sosial masyarakat. Berbagai penelitian menjelaskan bahwa nilai budaya lokal mengandung ajaran moral yang diwariskan melalui tradisi Yumnah. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 Ae 1 8 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah Volume 12,No. 1 Juni 2 0 2 6 h. masyarakat, aktivitas sosial, dan kehidupan keagamaan sehari-hari. 16 Kearifan lokal juga dijelaskan sebagai sarana pendidikan sosial yang mengajarkan nilai solidaritas, kebersamaan, toleransi, serta tanggung jawab sosial dalam kehidupan masyarakat. Dalam praktik pendidikan, nilai-nilai budaya lokal diterapkan melalui kegiatan pembelajaran berbasis budaya daerah, tradisi keagamaan masyarakat, dan pembiasaan sosial yang dilakukan dalam lingkungan sekolah maupun masyarakat. Beberapa penelitian juga menjelaskan bahwa integrasi budaya lokal dalam pendidikan mampu menciptakan hubungan yang harmonis antara peserta didik dengan lingkungan sosialnya sehingga peserta didik lebih mudah memahami nilai moral dan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, eksplanasi data menunjukkan bahwa budaya lokal memiliki peran penting dalam menjaga identitas masyarakat di tengah perkembangan budaya global yang semakin terbuka. Dengan demikian, kearifan lokal tidak hanya dipahami sebagai bagian dari budaya tradisional masyarakat, tetapi juga sebagai sumber nilai yang mampu memperkuat karakter sosial dan budaya generasi muda dalam kehidupan modern. Relasi data antara deskripsi dan eksplanasi mengenai kearifan lokal dengan realitas masalah penelitian menunjukkan bahwa melemahnya budaya lokal di kalangan generasi muda berkaitan dengan rendahnya integrasi nilai budaya dalam proses pendidikan. Kajian literatur menjelaskan bahwa generasi muda saat ini cenderung lebih mengenal budaya global dibandingkan budaya lokal yang berkembang dalam kehidupan masyarakatnya sendiri. Kondisi tersebut menyebabkan berkurangnya kepedulian terhadap tradisi masyarakat, rendahnya rasa memiliki terhadap budaya daerah, dan meningkatnya perilaku individualistik dalam kehidupan sosial. Integrasi kearifan lokal dalam pendidikan dijelaskan sebagai salah satu bentuk pelestarian budaya yang dapat dilakukan melalui pembelajaran berbasis budaya masyarakat dan penguatan nilai sosial dalam lingkungan pendidikan. Pendidikan berbasis budaya lokal juga dipahami mampu memperkenalkan kembali nilai budaya kepada generasi muda sehingga mereka memiliki kesadaran terhadap pentingnya menjaga identitas budaya bangsa. Selain itu, berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggunaan budaya lokal dalam pendidikan dapat memperkuat hubungan sosial peserta didik dengan lingkungan masyarakat sehingga pendidikan tidak terpisah dari kehidupan sosial budaya masyarakat. Oleh karena itu, relasi antara kearifan lokal dan realitas masalah penelitian menunjukkan bahwa pendidikan berbasis U Hasnan. AoKearifan Lokal Sebagai Modal Sosial Dalam Memperkuat Identitas Budaya Masyarakat Di Era ModernisasiAo. Journal of Islamic Social and Cultural A, 2026 . Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 Ae 1 8 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah Volume 12,No. 1 Juni 2 0 2 6 h. budaya lokal memiliki keterkaitan dengan upaya menjaga identitas budaya generasi muda di tengah arus globalisasi modern. Identitas generasi muda dalam berbagai kajian literatur dijelaskan sebagai karakteristik, kesadaran budaya, nilai sosial, dan pola perilaku yang terbentuk melalui proses pendidikan, pengalaman sosial, dan interaksi budaya Identitas generasi muda dipahami sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter individu karena berkaitan dengan cara berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan sosial. Berbagai penelitian menjelaskan bahwa identitas generasi muda bersifat dinamis dan dapat mengalami perubahan akibat pengaruh lingkungan sosial, budaya global, serta perkembangan teknologi digital yang semakin terbuka. Dalam konteks pendidikan Islam, identitas generasi muda berkaitan dengan kemampuan peserta didik menjaga nilai religius, budaya lokal, dan moralitas dalam kehidupan sehari-hari. Kajian literatur juga menjelaskan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk identitas generasi muda melalui proses internalisasi nilai agama, budaya, dan karakter sosial dalam pembelajaran. Selain itu, identitas generasi muda dipahami tidak hanya berkaitan dengan aspek budaya, tetapi juga dengan kesadaran sosial, nasionalisme, dan tanggung jawab moral dalam kehidupan Oleh karena itu, identitas generasi muda diposisikan sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter bangsa di tengah perubahan sosial modern. Eksplanasi data mengenai identitas generasi muda menunjukkan bahwa perkembangan teknologi digital dan budaya global memberikan pengaruh terhadap pola pikir, perilaku sosial, dan orientasi budaya generasi muda dalam kehidupan modern. Berbagai penelitian menjelaskan bahwa media sosial dan perkembangan teknologi informasi menyebabkan generasi muda lebih mudah mengakses budaya luar sehingga terjadi perubahan dalam pola perilaku dan cara pandang terhadap budaya lokal masyarakatnya sendiri. Identitas generasi muda juga dijelaskan berkaitan dengan kemampuan individu dalam menjaga nilai budaya, moral, dan religius di tengah perubahan sosial yang semakin Dalam praktik pendidikan, penguatan identitas generasi muda dilakukan melalui pembelajaran berbasis karakter, budaya religius sekolah, dan integrasi nilai budaya lokal dalam proses pendidikan. Beberapa penelitian juga menjelaskan bahwa pendidikan berbasis budaya lokal mampu meningkatkan kesadaran budaya dan rasa tanggung jawab sosial peserta didik dalam kehidupan Selain itu, eksplanasi data menunjukkan bahwa penguatan identitas generasi muda berkaitan dengan kemampuan pendidikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter sosial dan budaya peserta didik. Dengan demikian. Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 Ae 1 8 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah Volume 12,No. 1 Juni 2 0 2 6 h. identitas generasi muda dipahami sebagai hasil dari proses pendidikan dan interaksi budaya yang berlangsung dalam kehidupan masyarakat modern. Relasi data antara deskripsi dan eksplanasi mengenai identitas generasi muda dengan realitas masalah penelitian menunjukkan bahwa krisis identitas generasi muda berkaitan dengan pengaruh globalisasi dan rendahnya penguatan budaya lokal dalam pendidikan. Kajian literatur menjelaskan bahwa generasi muda saat ini mengalami perubahan pola hidup dan perilaku sosial akibat dominasi budaya digital yang semakin berkembang dalam kehidupan seharihari. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian generasi muda mengalami penurunan kepedulian terhadap budaya lokal, melemahnya karakter religius, dan rendahnya kesadaran sosial dalam kehidupan masyarakat. Pendidikan Islam berbasis kearifan lokal dalam berbagai penelitian dijelaskan sebagai bentuk pendidikan yang mampu memperkuat identitas generasi muda melalui internalisasi nilai agama dan budaya lokal secara terpadu. Integrasi budaya lokal dalam pendidikan juga dipahami mampu membentuk peserta didik yang memiliki kesadaran budaya, karakter religius, dan kemampuan menjaga nilai sosial masyarakat di tengah perubahan globalisasi modern. Selain itu, pendidikan berbasis budaya lokal dijelaskan mampu menciptakan hubungan yang lebih dekat antara peserta didik dengan lingkungan sosial budaya masyarakat sehingga identitas budaya dan religius peserta didik dapat tetap Oleh karena itu, relasi antara identitas generasi muda dan realitas masalah penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam berbasis kearifan lokal memiliki keterkaitan dengan upaya memperkuat karakter dan identitas budaya generasi muda di era modern. Diskusi Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam berbasis kearifan lokal mampu memperkuat identitas generasi muda karena budaya lokal memiliki kedekatan emosional dan sosial dengan kehidupan peserta Generasi muda cenderung lebih mudah memahami dan menerima nilai pendidikan apabila disampaikan melalui pendekatan budaya yang mereka kenal dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut menjelaskan mengapa integrasi budaya lokal dalam pendidikan Islam dapat menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual dan efektif dibandingkan pembelajaran yang hanya bersifat teoritis. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa budaya lokal mengandung nilai moral dan sosial yang memiliki kesesuaian dengan ajaran Islam sehingga integrasi keduanya mampu memperkuat pembentukan karakter peserta didik secara lebih menyeluruh. Pengaruh globalisasi dan media digital yang semakin dominan Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 Ae 1 8 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah Volume 12,No. 1 Juni 2 0 2 6 h. menyebabkan generasi muda mengalami perubahan pola pikir dan perilaku sosial sehingga mereka membutuhkan pendidikan yang mampu menjadi benteng budaya dan moral dalam kehidupan modern. Oleh karena itu, pendidikan Islam berbasis kearifan lokal menunjukkan hasil yang relevan karena mampu menghubungkan nilai religius dengan realitas sosial budaya Keadaan tersebut menjelaskan bahwa keberhasilan pendidikan dalam memperkuat identitas generasi muda sangat dipengaruhi oleh kemampuan pendidikan menghadirkan nilai budaya dan agama secara terpadu dalam proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa langkah yang perlu dilakukan untuk memperkuat implementasi pendidikan Islam berbasis kearifan lokal dalam kehidupan pendidikan modern. Lembaga pendidikan perlu mengembangkan kurikulum yang mengintegrasikan nilai budaya lokal dalam pembelajaran pendidikan Islam sehingga peserta didik memiliki pemahaman yang lebih kontekstual terhadap nilai agama dan budaya Guru juga perlu mengembangkan metode pembelajaran berbasis budaya lokal melalui penggunaan tradisi masyarakat, kegiatan sosial keagamaan, dan pembelajaran kontekstual yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Selain itu, sekolah perlu membangun budaya pendidikan yang mendukung pelestarian nilai budaya dan karakter religius melalui pembiasaan sikap toleransi, gotong royong, sopan santun, dan kepedulian sosial dalam lingkungan pendidikan. Pemerintah dan masyarakat juga perlu mendukung pengembangan pendidikan berbasis kearifan lokal melalui kebijakan pendidikan, pelestarian budaya daerah, dan penguatan peran keluarga dalam pendidikan karakter generasi muda. Di sisi lain, pemanfaatan teknologi digital juga perlu diarahkan sebagai media penguatan budaya lokal dan pendidikan Islam agar generasi muda mampu memanfaatkan teknologi secara positif tanpa kehilangan identitas budaya dan religiusnya. Dengan demikian, langkah-langkah tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pendidikan Islam berbasis kearifan lokal sebagai upaya menjaga karakter dan identitas generasi muda di era globalisasi IV. PENUTUP Kesimpulan Penelitian ini menemukan bahwa pendidikan Islam berbasis kearifan lokal bukan sekadar pendekatan alternatif dalam pembelajaran, melainkan menjadi benteng utama dalam menjaga identitas generasi muda di tengah Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 Ae 1 8 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah Volume 12,No. 1 Juni 2 0 2 6 h. derasnya arus globalisasi dan budaya digital modern. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai budaya lokal dengan pendidikan Islam mampu menghadirkan proses pendidikan yang lebih kontekstual, humanis, dan dekat dengan realitas kehidupan peserta didik sehingga nilai religius dan budaya lebih mudah diinternalisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Yang menarik, penelitian ini memperlihatkan bahwa generasi muda yang memperoleh pendidikan berbasis budaya lokal cenderung memiliki kesadaran sosial, karakter religius, serta kepedulian budaya yang lebih kuat dibandingkan pendidikan yang hanya berorientasi pada aspek akademik Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa nilai budaya lokal seperti gotong royong, toleransi, musyawarah, dan penghormatan terhadap tradisi memiliki kesesuaian yang erat dengan nilai pendidikan Islam sehingga keduanya mampu saling memperkuat dalam pembentukan karakter generasi muda. Dengan demikian, pendidikan Islam berbasis kearifan lokal terbukti memiliki posisi strategis dalam menjaga identitas budaya dan moral generasi muda di era modern yang penuh perubahan sosial dan budaya. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan keilmuan pendidikan Islam baik secara teoritis maupun Secara teoritis, penelitian ini memperkuat kajian mengenai hubungan antara pendidikan Islam, pendidikan karakter, dan kearifan lokal sebagai satu kesatuan pendekatan pendidikan yang relevan dengan tantangan globalisasi modern. Penelitian ini juga memperluas pemahaman bahwa budaya lokal tidak hanya dipahami sebagai warisan tradisional masyarakat, tetapi juga sebagai sumber nilai pendidikan yang mampu membentuk identitas sosial, moral, dan religius generasi muda. Secara praktis, penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan model pendidikan Islam yang lebih kontekstual melalui integrasi budaya lokal dalam kurikulum, pembelajaran, dan budaya sekolah. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dalam merancang strategi pendidikan karakter berbasis budaya lokal sebagai upaya memperkuat identitas generasi muda. Oleh karena itu, penelitian ini tidak hanya memberikan penguatan terhadap pengembangan teori pendidikan Islam berbasis budaya, tetapi juga menghadirkan solusi praktis dalam menghadapi krisis identitas generasi muda pada era globalisasi dan Penelitian ini memiliki keterbatasan pada ruang lingkup kajian yang masih berfokus pada pendekatan kepustakaan sehingga hasil penelitian lebih menitikberatkan pada analisis konseptual dan literatur ilmiah tanpa melibatkan pengamatan lapangan secara langsung. Selain itu, penelitian ini Jurnal Prodi PGMI Al - Misbah V o l u m e 12. N o. 1 J u n i 2 0 2 6 h . 1 Ae 1 8 . P-ISSN : 2528-0996 E-ISSN : 2722-6735 Jurnal Prodi PGMI Al-Misbah Volume 12,No. 1 Juni 2 0 2 6 h. juga lebih menyoroti hubungan pendidikan Islam dan kearifan lokal dalam konteks umum sehingga belum membahas secara spesifik implementasi pendidikan berbasis budaya lokal pada daerah atau komunitas tertentu yang memiliki karakter budaya berbeda. Meskipun demikian, keterbatasan tersebut justru membuka peluang bagi penelitian berikutnya untuk mengembangkan kajian yang lebih mendalam melalui penelitian lapangan, studi etnografi pendidikan, maupun pendekatan mixed methods agar diperoleh gambaran empiris mengenai implementasi pendidikan Islam berbasis kearifan lokal dalam kehidupan masyarakat. Penelitian selanjutnya juga dapat mengembangkan kajian mengenai penggunaan teknologi digital sebagai media pelestarian budaya lokal dalam pendidikan Islam, pengembangan kurikulum berbasis budaya daerah, maupun efektivitas pendidikan berbasis kearifan lokal dalam membentuk karakter generasi muda pada berbagai jenjang pendidikan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan awal bagi pengembangan penelitian pendidikan Islam berbasis kearifan lokal yang lebih luas, aplikatif, dan relevan dengan dinamika masyarakat modern. DAFTAR PUSTAKA