Journal Global Tecnology Computer Vol 3. No. Desember 2023. Hal 11-19 ISSN: 2809-6118 (Online - Elektroni. DOI: 10. 47065/jogtc. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/jogtc Perancangan Sistem Aplikasi Sistem Stock Opname Bahan Baku Pembuatan Daging Burger Menggunakan Metode Min-Max Stock Fidya Imanda Utami Program Studi Teknik Informatika. Fakultas Ilmu Komputer & Teknologi Informasi. Universitas Budi Darma. Medan. Indonesia Jl. Sisingamangaraja No. Siti Rejo I. Kec. Medan Kota. Kota Medan. Sumatera Utara. Indonesia Email: fidyaimandautami28@gmail. AbstrakOeUD Atau Usaha Dagang adalah salah satu usaha dagang yang bergerak dalam bidang pembuatan daging burger mulai dari daging burger ayam maupun daging burger sapi. Pada pelaku Usaha Dagang, masalah yang sedang dihadapi dalam usaha adalah persediaan stock bahan baku, mulai dari persediaan, stok, dan pembelanjaan kembali jika bahan baku yang dibutuhkan telah habis atau kurang dan juga Para Usaha Dagang sering mengalami kelebihan dan kekurangan bahan baku, dikarenakan bahan baku yang mudah membusuk dan kadaluarsa membuat pemilik harus lebih teliti dalam membuat stock sehingga tidak terjadi kerugian jika bahan yang sudah dibeli nantinya kurang dan berlebih. Untuk stock opname, pemilik usaha ini masih menggunakan cara manual yaitu dengan menimbang sisa bahan pembuatan daging burger yang digunakan untuk membuat adonan daging burger sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan hasil yang kurang efektif dan sering terjadi kesalahan dalam pendataannya. Sehingga akan membuat kesalahan dalam menghitung sisa bahan yang membuat kerugian pada usaha. Metode Min-Max merupakan suatu metode yang digunakan untuk menentukan jumlah persediaan maksimum dan minimum agar tidak terjadi kekurang dan kelebihan. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui para usaha dagang telah melakukan stock opname bahan dengan tepat dan terkontrol. Dan membuat sistem informasi untuk penerapan aplikasi sehingga dapat membantu mempermudah dalam penginputan bahan baku serta perhitungan dalam penerapan metode Min-Max Stock. Kata Kunci: Usaha. Dagang. Stock Opname. Min-Max. Bahan Baku. AbstractOeUD or Trading Business is a trading business that operates in the field of making burger meat, ranging from chicken burgers to beef burgers. For trading business actors, the problem being faced in business is the supply of raw material stock, starting from inventories, stock, and repurchase if the required raw materials have run out or are lacking and also trading businesses often experience surpluses and shortages of raw materials, due to Raw material that rots easily and expires means that owners have to be more careful in making stock so that there is no loss if there is a shortage or excess of the materials they have purchased. For stock taking, this business owner still uses the manual method, namely by weighing the remaining ingredients for making burger meat which are used to make burger meat mixture, so it takes a long time to get less effective results and errors often occur in data collection. you will make mistakes in calculating the remaining materials which will cause losses to the business. The Min-Max method is a method used to determine the maximum and minimum inventory amounts to avoid shortages and excesses. So this research aims to find out that trading businesses have carried out stock taking of materials appropriately and in a controlled manner. And create an information system for implementing applications so that it can help make inputting raw materials easier and calculating in implementing the MinMax Stock method. Keywords: Business. Trade. Stock Taking. Min-Max. Raw Materials. PENDAHULUAN Stock Opname adalah kegiatan penghitungan secara fisik atas persediaan barang di gudang. Secara umum, ini dilakukan guna mengetahui secara pasti dan akurat mengenai catatan pembukuan yang merupakan fungsi dari salah satu sistem pengendalian internal. Kegiatan ini memang cukup menyita waktu, karena akan memeriksa dan melakukan perhitungan barang yang ada di daCam gudang secara langsung. Selain dari pada itu, daCam melakukan perhitungan juga tidak boleh ada kesalahan atau ada yang terlewat, karena akan memeriksa dan melakukan perhitungan barang yang ada di daCam gudang secara langsung. Kemudian, daCam melakukan perhitungan juga tidak boleh ada kesalahan atau ada yang terlewat, karena nantinya akan berpengaruh pada stok barang. Usaha Dagang Burger adalah usaha rumahan yang dijalankan oleh personal yang memproduksi daging burger yang menjamin kualitas dan kebersihannya. Usaha Dagang Burger memproduksi olahan daging untuk menjadi isian burger yaitu daging burger dengan varian ayam dan sapi. Pembuatan masih manual dengan memperkerjakan beberapa karyawan dengan market pasar yang sudah cukup luas. Penerapan sistem Stock Opname pada Usaha Dagang Burger belum efesian sehingga bahan baku sering kali kurang dan terkadang melebihi yang membuat Usaha Dagang Burger mengalami kelebihan dan kekurangan bahan baku sehingga menghambat proses pembuatan. Pada Usaha Dagang Burger, masalah yang sedang berjalan atau masalah yang sedang dihadapi usaha adalah persediaan stock bahan baku, mulai dari persediaan, stok, dan pembelanjaan kembali jika bahan baku yang dibutuhkan telah habis atau kurang dan juga Usaha Dagang Burger sering mengalami kelebihan dan kekurangan bahan baku, dikarenakan bahan baku yang mudah membusuk dan kadaluarsa membuat pemilik harus lebih teliti dalam membuat stock sehingga tidak terjadi kerugian jika bahan yang sudah dibeli nantinya kurang dan berlebih. Apapun jenis perusahaan atau usahanya pasti ada namanya Stock opname. Stock opname dibutuhkan untuk menyesuaikan catatan akuntansi dengan Stock fisik yang disimpan pada tempat usaha. Tak hanya untuk Stock gudang namun juga untuk Stock toko maupun barang yang disimpan pada usaha tersebut. Pengelolaan Stock opname sangat diperlukan agar biaya operasional yang timbul tidak terlalu overload dan bisa menentukan pembelian stok dengan tepat Fidya Imanda Utami. JoGTC | Page 11 Journal Global Tecnology Computer Vol 3. No. Desember 2023. Hal 11-19 ISSN: 2809-6118 (Online - Elektroni. DOI: 10. 47065/jogtc. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/jogtc dikemudian hari. Stock opname merupakan bagian penting daCam suatu perusahaan atau tempat usaha. Tidak peduli sebesar apa pun tempat usahanya, selIma iCu melibatkan barang, maka Stock opname wajib untuk dilakukan. Demikian halnya pengolahan data di Usaha Dagang Burger ini masih tergolong minim seperti dalam pendataan bahan baku yang masih manual, dimana segala proses penginputan dan penyimpanan data masih secara tertulis, sehingga membuat lama nya pencarian data sewaktu data tersebut diperlukan. Sistem Stock opname yang saat ini diterapkan di Usaha Dagang Burger masih menggunakan cara manuaC yaitu dengan melakukan proses penimbangan dan perhitungan dari sisa bahan baku yang dipakai untuk membuat daging burger. Data yang didapatkan menjadi tidak akurat dan menyebabkan kerugian pada usaha. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Abdus Salam1. Mujiburrahman2 dengan topik AuPengendalian Persediaan Bahan Baku menggunakan Metode Min-Max Stock pada Perusahaan Konveksi Gober IndoAy menyimpulkan bahwa Dari analisis pengendalian perusahaan yang telah dilakukan, keadaan aktual perusahaan tidak seperti metode yang diterapkan . etode min-ma. , menyimulkan bahwa Perusahaan perlu memberikan perhatian khusus tentang manajemen pengendalian persediaan bahan bakunya. Metode min-max dapat dijadikan acuan oleh perusahaan dalam pengendalian persediaan bahan baku untuk ke depannya, agar tidak terjadi lagi kelebihan persediaan bahan baku. Oleh karenanya, diperlukan suatu sistem aplikasi yang terkomputerisasi agar data yang didapat menjadi akurat dan terkontrol dengan baik. Metode Min-Max Stock adalah metode pengendalian bahan baku yang didasarkan atas asumsi bahwa persediaan bahan baku berada pada dua tingkat, yaitu tingkat maksimum dan tingkat minimum. Jika tingkat maksimum dan tingkat minimum sudah ditetapkan, maka pada saat persediaan sampai ke tingkat minimum pemesanan bahan baku harus dilakukan untuk menempatkan persediaan pada tingkat maksimum. Hal ini untuk menghindari jumlah persediaan yang terlalu besaratau terlalu kecil. Penerapan metode min-max dilakukan sehingga gudang dapat mengetahui berapa stok minimum yang harus ada di gudang untuk memenuhi kapasitas kuantitas produksi serta berapa stok maksimum bahan baku di gudang agar tidak terjadi pemborosan biaya persediaan. Dengan begitu tempat usaha akan terhindar dari berlebihnya persediaan yang mengakibatkan pemborosan dan persediaan bahan baku yang terlalu kecil dapat menghambat kelancaran proses produksi. METODOLOGI PENELITIAN 1 Tahapan Penelitian. Tahapan dalam melakukan penelitian dapat menerapkan beberapa metode penelitian antara lain sebagai berikut: Studi Pustaka Pada tahap ini akan dipelajari sejumlah literatur mengenai konsep dan teknologi yang akan digunakan. Literatur yang digunakan meliputi buku, referensi, dan dokumentasi internet. Penelitian Lapangan (Observasi dan Intervie. Pengumpulan data akan dilakukan dengan berbagai cara, diantaranya yang akan kita bahas saat ini adalah observasi dan wawancara. Analisis Masalah Pada tahap ini, membahas menganai analisis permasalahan yang terkait dengan kasus yang diangkat sebagai Perancangan Berdasarkan hasil analisis masalah yang telah diangkat, maka dibangun rancangan sistem meliputi arsitektur aplikasi. Pengujian Tahap selanjutnya adalah melakukan uji coba terhadap program yang dibangun untuk mengetahui sejauh mana kinerja system dan kekurangan metode yang diterapkan sehingga mampu menghasilkan informasi sesuai yang diharapkan. Implementasi Merupakan langkah penerapan yang telah dibuat ke dalam perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah kecenderungan penyelesaian studi, dengan menggunakan metode Min-Max. Penulisan Laporan tahap tahap laporan. Membuat judul laporan yang benar sesuai dengan pengamatan yang dilakukan. Menyusun kalimat pembukaan. Menyusun isi laporan yang berisi gagasan-gagasan pokok dan saran yang disertai alasan terhadap laporan hasil pengamatan, dan Menulis kalimat penutup. 2 Data Mining. Data mining adalah suatu istilah yang digunakan untuk menguraikan penemuan pengetahuan di dalam database. Data mining adalah proses yang menggunakan teknik statistik, matematik, kecerdasan buatan, dan machine learning untuk mengekstraksi dan mengidentifikasi informasi yang bermanfaat dan pengetahuan yang terkait dari berbagai database besar . Data mining sebagai proses untuk mendapatkan informasi berguna dari gudang basis data yang besar. Data mining juga dapat diartikan sebagai pengekstrakan informasi baru yang diambil dari bongkahan data besar yang membantu dalam pengambilan keputusan . Data mining berisi pencarian trend atau pola yang diinginkan dalam database besar untuk membantu pengambil keputusan diwaktu yang akan datang. Pola-pola ini dikenali oleh perangkat tertentu yang dapat memberikan suatu analisa data yang berguna dan berwawasan yang kemudian dapat dipelajari dengan lebih teliti, yang mungkin saja menggunakan perangkat pendukung Fidya Imanda Utami. JoGTC | Page 12 Journal Global Tecnology Computer Vol 3. No. Desember 2023. Hal 11-19 ISSN: 2809-6118 (Online - Elektroni. DOI: 10. 47065/jogtc. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/jogtc keputusan yang lain . Data mining, sering juga disebut knowledge discovery in database (KDD), adalah kegiatan yang meliputi pengumpulan, pemakaian data historis untuk menemukan keteraturan, pola atau hubungan dalam set data berukuran besar . Menurut . , ada 3 karakteristik data mining, yaitu: Data mining berhubungan dengan penemuan sesuatu yang tersembunyi dan pola data tertentu yang tidak diketahui Data mining biasa menggunakan data yang sangat besar. Biasanya data yang besar digunakan untuk membuat hasil lebih dipercaya. Data mining berguna untuk membuat keputusan yang kritis, terutama dalam strategi. Sistem Stock Opname. Secara umum, pengertian sistem adalah suatu kesatuan, baik obyek nyata atau abstrak yang terdiri dari berbagai komponen atau unsur yang saling berkaitan, saling tergantung, saling mendukung, dan secara keseluruhan bersatu dalam satu kesatuan untuk mencapai tujuan tertentu secara efektif dan efisien. Sistem adalah rangkaian dari dua atau lebih komponen-komponen yang saling berhubungan, yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Sebagian besar sistem terdiri dari sub sistem yang lebih kecil yang mendukung sistem yang lebih besar . Stock Opname adalah kegiatan penghitungan secara fisik atas persediaan barang digudang. Secara umum, kegiatan ini dilakukan guna mengetahui secara pasti dan akurat mengenai catatan pembukuan yang merupakan fungsi dari salah satu sistem pengendalian internal. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang cukup menyita waktu karena akan benar-benar secara langsung memeriksa keadaan serta kondisi persediaan barang. Untuk mengatasi persoalan ini, perusahaan sudah harus mengatur waktu secara efisien ketika ingin melakukan stock opname. Tujuan dilakukannya stock opname ini adalah untuk mengetahui keakuratan catatan pembukuan yang merupakan salah satu fungsi sistem pengendalian intern. Melalui stock opname ini akan diketahui keakuratan pembukuan stok persediaan. Jika terjadi selisih antara stock opname dengan catatan pembukuan, maka kemungkinan ada transaksi yang belum dicatat atau terjadi kecurangan dalam persediaan . Bahan Baku. Bahan baku adalah bahan yang digunakan dalam pembuatan produk di mana bahan sepenuhnya terlihat dalam produk jadi atau merupakan bagian terbesar dari bentuk barang. Pengertian secara umum bahan baku adalah dasar untuk pembuatan suatu produk di mana bahan dapat dikonversi menjadi bentuk lain melalui proses tertentu. Bahan baku juga salah satu elemen paling aktif dari perusahaan yang secara terus menerus diperoleh, dimodifikasi dan dijual kembali. Jenis-jenis bahan baku terbagi menjadi dua, antara lain bahan baku langsung dan tidak langsung. Bahan baku langsung atau direct material adalah semua bahan baku yang merupakan bagian dari barang jadi yang di hasilkan. Biaya yang di keluarkan untuk membeli bahan baku langsung ini mempunyai hubungan yang erat dan sebanding dengan jumlah barang jadi yang di hasilkan. Bahan baku tidak langsung atau disebut juga dengan indirect material, adalah bahan baku yang ikut berperan dalam proses produksi tetapi tidak secara langsung tampak pada barang jadi yang di hasilkan . Metode Min-Max Stock Metode Min-Max merupakan suatu metode yang digunakan untuk menentukan jumlah persediaan maksimum dan minimum agar tidak terjadi kekurang dan kelebihan. Suatu persediaan bahan baku yang memiliki nilai paling besar merupakan persediaan maksimum. Sedangkan, persediaan bahan baku yang memiliki nilai paling kecil merupakan persediaan minimum maka perlunya pemesanan kembali agar tidak mengalami kekurangan atau kekosongan di gudang. Suatu kekurangan bahan baku dapat disebabkan karena adanya pemakaian bahan baku dengan jumlah besar. Sehingga dibutuhkan stok pengaman untuk mengantisipasi kekurangan tersebut . Metode Min-Max Stock didasarkan atas asumsi bahwa persediaan bahan baku berada pada dua tingkat, yaitu tingkat maksimum dan tingkat minimum. Jika tingkat maksimum dan tingkat minimum sudah ditetapkan, maka pada saat persediaan sampai ke tingkat minimum pemesanan bahan baku harus dilakukan untuk menempatkan persediaan pada tingkat maksimum. Hal ini untuk menghindari jumlah persediaan yang terlalu besar atau terlalu kecil. Penerapan metode min-max dilakukan sehingga gudang dapat mengetahui berapa stok minimum yang harus ada di gudang. Dengan begitu perusahaan akan terhindar dari berlebihnya persediaan yang mengakibatkan pemborosan dan persediaan bahan baku yang terlalu kecil dapat menghambat kelancaran proses produksi . Metode Min-Max Stock adalah metode pengendalian persediaan stock pengaman yang harus ada, kebijakan persediaan minimum, dan persediaan maksimum. Ada kemungkinan pemakaian barang berubah dan meningkat secara mendadak, ada kemungkinan barang yang dipesan datang terlambat dan sebagainya. Oleh karena dalam menentukan minimum dan maksimum ini ada faktor pengaman yang dapat dihitung berdasarkan pengalaman. Pengendalian persediaan menggunakan metode Min-Max Stock meliputi beberapa tahapan yaitu: Menentukan Persediaan Pengaman (Safety Stoc. Safety stock atau persediaan pengaman adalah persediaan ekstra yang perlu ditambah untuk menjaga sewaktu-waktu ada tambahan kebutuhan atau keterlambatan kedatangan barang. Rumus: R = (Pemakaian Maksimum Ae T) x C a. Dimana: R = Safety Stock Fidya Imanda Utami. JoGTC | Page 13 Journal Global Tecnology Computer Vol 3. No. Desember 2023. Hal 11-19 ISSN: 2809-6118 (Online - Elektroni. DOI: 10. 47065/jogtc. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/jogtc T = Rata-rata Pemakaian C = Lead Time Menentukan Persediaan Minimum (Minimum Inventor. Minimum Stock adalah saat atau titik dimana pemesanan kembali harus diadakan sehingga kedatangan atau penerimaan bahan tepat pada waktunya dimana jumlah persediaan sama dengan safety stock. Dalam metode persediaan yang lain, minimum stok biasanya disebut dengan Re Order Point. Minimum Inventory = (T x C) R a. Dimana: R = Safety Stock T = Rata-rata Pemakaian C = Lead Time Menentukan Persediaan Maksimum (Maximum Inventor. Maximum Stock adalah jumlah maksimum yang diperbolehkan untuk disimpan dalam persediaan. Maximum Inventory = 2 (T x C) a. Dimana: T = Rata-rata Pemakaian C = Lead Time Jumlah yang perlu dipesan untuk pengisian persediaan kembali. Q = Maximum Ae Minimum a. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil pengamatan sistem stock opname pada Usaha Dagang Burger saat ini masih menggunakan system penghitungan manual, dimana petugas yang bertanggung jawab melakukan perhitungan lalu menuliskannya di dalam buku yang sudah disediakan. Seperti karyawan gudang yang langsung turun ke gudang untuk mengecek dan mengitung sisa bahan baku dan harus segera melakukan pemesanan kembali. Hal ini berdampak buruk bagi usaha dan juga kepada petugas itu sendiri. Oleh karenanya, diharapkan setelah dilakukannya penelitian ini dapat mengatasi mengatasi segala bentuk permasalahan yang terjadi pada system stock opname. Sebelum dilakukan proses perhitungan langkah awal dengan sejumlah data - data yang ada yang menjadi informasi untuk dapat di interpretasikan. Semua bentuk analisa berusaha menggambarkan pola Ae pola secara konsisten dalam data sehingga hasilnya dapat dopelajari dan diterjemahkan dengan cara yang singkat. 1 Analisa Data. Usaha pembuatan daging burger pada Usaha Dagang Burger menggunakan tepung Ae tepungan, bumbu serta daging ayam dan daging sapi yang digunakan, pembelian bahan baku dari toko bahan baku yang telah menjadi rekanan selama ini. Data pembelian dan penggunaan bahan baku tahun 2019 yang diperoleh dari Usaha Dagang Burger dapat dilihat pada Tabel berikut. Pada usaha Usaha Dagang Burger pendataan masih sangat minim dikarenakan tidak menggunakan pengendalian bahan baku yang efektif sehingga ketika bahan baku habis atau kurang hanya di belanjakan seperlunya saja, sehingga membuat pengendalian tidak efektif. Dibawah ini salah satu nota pembelian yang menjadi acuan perhitungan pengendalian bahan baku, dikarenakan bahan yang dipakai hanya seputaran itu saja, mulai dari bahan baku utama, tepung, serta daging-dagingan dll, yang selalu menggunakan bahan baku dengan jenis yang sama, hanya saja pengolahannya yang berbeda. Tabel 1. Data Bahan Baku Pembuatan Daging Burger Pada Usaha Dagang Burger 2019 Tahun 2019 Bulan Tepung Terigu Tepung Roti Daging Ayam Daging Sapi Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Bahan Baku . Penguat Rasa Garam (Kar. Merica Bawang Putih Mentega Fidya Imanda Utami. JoGTC | Page 14 Journal Global Tecnology Computer Vol 3. No. Desember 2023. Hal 11-19 ISSN: 2809-6118 (Online - Elektroni. DOI: 10. 47065/jogtc. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/jogtc 1 Metode Min-Max Stock Dari hasil pengumpulan data bahan baku diperusahaan Usaha Dagang Burger, maka dapat dihitung hasil pengukuran sebagai berikut: Perhitungan Persediaan Bahan Baku Tepung Terigu Tahun 2019. Dari tabel berikut dapat dilihat data pembelian bahan baku tepung terigu pada Usaha Dagang Burger sebagai berikut: Tabel 2. Pembelian Bahan Baku Tepung Terigu Tahun 2019 Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Bahan Baku . Tepung Terigu Dari tabel diatas dapat dijelaskan, bahwasanya pembelian bahan baku tepung terigu pada Usaha Dagang Burger paling besar terdapat pada bulan maret, juli dan oktober sebesar 310 kg tahun 2019. Adapun data pemakaian bahan baku tepung terigu tahun 2019 dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 3. Pemakaian Bahan Baku Tepung Terigu Tahun 2019 Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Rata - rata Bahan Baku . Tepung Terigu Keterangan Pemakaian Maximun Diketahui: Lead time = 7 hari Stock (C) Pemakaian maksimum 2019 = 300 kg Pemakaian Rata-rata 2019 = 270 kg (T) Safety Stock = R Mencari Rata-rata !"#$%& ()$%) T = *% ,%- . %/% T = 270 Perhitungan data dengan metode min-max stock tahun 2019 Safety Stock R = (Pemakaian Maksimum Ae T) x C R = . kg/bulan Ae 270 kg/bula. x 7 hr/bulan R = 30 kg/bulan x 0. 2 bulan R = 6 kg Persediaan Minimum Minimum Inventory = (T x C) R = . kg/bulan x 0. 2 bula. 6 kg = 54 kg 6 kg Fidya Imanda Utami. JoGTC | Page 15 Journal Global Tecnology Computer Vol 3. No. Desember 2023. Hal 11-19 ISSN: 2809-6118 (Online - Elektroni. DOI: 10. 47065/jogtc. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/jogtc = 60 kg Persediaan Maximum Maximum Inventory = 2 (T x C) = 2 . kg/bulan x 0. 2 bula. = 108 kg Tingkat Pemesanan Kembali Q = Maximum Ae Minimum = 108 kg Ae 60 kg = 48 kg Perhitungan Persediaan Bahan Baku Tepung Roti Tahun 2019. Dari tabel berikut dapat dilihat data pembelian bahan baku tepung roti pada Usaha Dagang Burger sebagai berikut: Tabel 4. Pembelian Bahan Baku Tepung Roti Tahun 2019 Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Bahan Baku . Tepung Roti Dari tabel diatas dapat dijelaskan, bahwasanya pembelian bahan baku tepung terigu pada Usaha Dagang Burger paling besar terdapat pada bulan maret, juli dan oktober sebesar 470 kg tahun 2019. Adapun data pemakaian bahan baku tepung roti tahun 2019 dapat dilihat pada tabel 4. Tabel 5. Pemakaian Bahan Baku Tepung Roti Tahun 2019 Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Rata Ae rata Bahan Baku . Tepung Roti Keterangan Pemakaian Maximun Diketahui: Lead time = 7 hari Stock (C) Pemakaian maksimum 2019 = 465 kg Pemakaian Rata-rata 2019 = 424. 6 kg (T) Safety Stock = R Mencari Rata-rata !"#$%& ()$%) T = *% ,%- . %/% :723:263:463:76375237763:423:623::63:423:063756 T = 424,6 Perhitungan data dengan metode min-max stock tahun 2019 Safety Stock R =(Pemakaian Maksimum Ae T) x C R = . kg/bulan Ae 424,6 kg/bula. x 7 hr/bulan Fidya Imanda Utami. JoGTC | Page 16 Journal Global Tecnology Computer Vol 3. No. Desember 2023. Hal 11-19 ISSN: 2809-6118 (Online - Elektroni. DOI: 10. 47065/jogtc. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/jogtc R = 40,4 kg/bulan x 0. 2 bulan R = 8,08 kg Persediaan Minimum Minimum Inventory = (T x C) R = . ,6 kg/bulan x 0. 2 bula. 8,08 kg = 84,92 kg 8,08 kg = 93 kg Persediaan Maximum Maximum Inventory = 2 (T x C) = 2 . ,6 kg/bulan x 0. 2 bula. = 169,8 kg Tingkat Pemesanan Kembali Q = Maximum Ae Minimum = 169,8 kg Ae 93 kg = 76,8 kg Perhitungan Persediaan Bahan Baku Daging Ayam Tahun 2019. Dari tabel berikut dapat dilihat data pembelian bahan baku daging ayam pada Usaha Dagang Burger sebagai berikut: Tabel 6. Pembelian Bahan Baku Daging Ayam Tahun 2019 Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Bahan Baku . Daging Ayam Dari tabel diatas dapat dijelaskan, bahwasanya pembelian bahan baku daging ayam pada Usaha Dagang Burger paling besar terdapat pada bulan maret, juli dan oktober sebesar 220 kg tahun 2019. Adapun data pemakaian bahan baku daging ayam tahun 2019 dapat dilihat pada tabel 7. Tabel 7. Pemakaian Bahan Baku Daging Ayam Tahun 2019 Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Total Rata - rata Bahan Baku . Daging Ayam Keterangan Pemakaian Maximun Diketahui: Lead time = 7 hari Stock (C) Pemakaian maksimum 2019 = 215 kg Pemakaian Rata-rata 2019 = 196. 2 kg (T) Safety Stock = R Mencari Rata-rata !"#$%& ()$%) T = *% ,%- . %/% Fidya Imanda Utami. JoGTC | Page 17 Journal Global Tecnology Computer Vol 3. No. Desember 2023. Hal 11-19 ISSN: 2809-6118 (Online - Elektroni. DOI: 10. 47065/jogtc. Website https://ejurnal. seminar-id. com/index. php/jogtc T = 196,2 Perhitungan data dengan metode min-max stock tahun 2019 Safety Stock R = (Pemakaian Maksimum Ae T) x C R = . kg/bulan Ae 196. 2 kg/bula. x 7 hr/bulan R = 18,8 kg/bulan x 0. 2 bulan R = 3,8 kg Persediaan Minimum Minimum Inventory = (T x C) R = . 2 kg/bulan x 0. 2 bula. 3,8 kg = 38,44 kg 3,8 kg = 42,2 kg Persediaan Maximum Maximum Inventory = 2 (T x C) = 2 . 2 kg/bulan x 0. 2 bula. = 78,5 kg Tingkat Pemesanan Kembali Q = Maximum Ae Minimum = 78,5 kg Ae 42,4 kg = 36,1 kg Lanjutkan dengan cara yang sama untuk semua bahan baku daging sapi, garam, penguat rasa. , merica dan bawang Total hasil evaluasi dapat dilihat pada Tabel 8 berikut ini: Tabel 8. Hasil Evaluasi Bahan Baku / 7 hari Tepung Terigu Tepung Roti Daging Ayam Daging Sapi Garam Penguat Rasa (Kar. Merica Bawang Putih Mentega Safety Stock ( R ) 6 kg 8,08 kg 3,8 kg 2,42 kg 1,25 kg 1,16 kg 1,16 kg 1,5 kg 1,72 kg Hasil Evaluasi Persediaan Min Persediaan Max 60 kg 108 kg 93 kg 169,8 kg 42,2 kg 78,5 kg 31 kg 57,1 kg 6,75 kg 27,5 kg 12,8 kg 23,3 kg 8,6 kg 14,9 kg 18,6 kg 34,2 kg 24 kg 44,6 kg Pemesanan Kembali (Q) 48 kg 76,8 kg 36,1 kg 26,1 kg 20,8 kg 10,5 kg 6,3 kg 15,6 kg 20,6 kg KESIMPULAN Berdasarkan dari penjelasan sebelumnya, maka penulis dapat memberikan kesimpulan bahwa. Menerapkan perhitungan stock opname bahan baku pembuatan daging burger pada Usaha Dagang Burger sehingga lebih akurat dan optimal untuk menghindari kelebihan dan kekurangan persediaan bahan baku. Metode min max stock dimulai dengan mencari nilai pemakaian tertinggi pada suatu bulan, lalu mencari nilai safety stock, kemudian menentukan persediaan minimun dan maksimum serta mencari nilai pemesanan kembali. Sehingga mendapatkan hasil dari perhitungan metode min max stock. Merancang aplikasi menggunakan bahasa pemrograman dengan menggunakan Microsoft Visual Basic. net 2008 dan database yang di gunakan MYSQL agar mempermudah pemilik usaha sehingga untuk melakukan perhitungan Stock Opname diharapkan lebih optimal. REFERENCES