Integral : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika p - ISSN 2654-4539 e Ae ISSN 2654-8720 Vol. 3 No. Mei 2021 Page 157 of 162 Keefektifan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dengan Pendektan Induktif Terhadap Keaktifan dan Prestasi Belajar Matematika 1,2,3 Hono Prasetio Muaffi, 2Isnani, 3Ponoharjo Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Pancasakti Tegal muafihono@gmail. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: Prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan induktif mencapai target. Keaktifan belajar matematika peserta didik yang diajar model pembelajaran PBL dengan pendekatan induktif lebih baik daripada model pembelajaran konvensional dan begitu juga prestasi belajar matematika. Ada perbedaan keaktifan dan prestasi belajar matematika antara peserta didik yang diajar model pembelajaran PBL dengan pendekatan induktif dengan model pembelajaran konvensional. Keaktifan dan prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar model pembelajaran PBL dengan pendekatan induktif lebih baik daripada model pembelajaran Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik Kelas VII semester II SMP Negeri 2 Adiwerna. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik cluster random sampling yang terdiri atas 142 peserta didik. Teknik pengumpulan data dengan metode observasi dan tes. Instrumen pengamatan dalam bentuk lembar pengamatan dan tes prestasi dalam bentuk soal pilihan ganda. Hasil penelitian ini diperoleh: Prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar model pembelajaran PBL dengan pendekatan induktif mencapai target. Keaktifan belajar matematika peserta didik yang diajar model pembelajaran PBL dengan pendekatan induktif lebih baik daripada model pembelajaran konvensional dan begitu juga prestasi belajar matematika. Ada perbedaan keaktifan dan prestasi belajar matematika antara peserta didik yang diajar model pembelajaran PBL dengan pendekatan induktif dengan model pembelajaran konvensional. Keaktifan dan prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran PBL dengan pendekatan induktif lebih baik daripada model Kata Kunci : Keefektifan. Model Problem Based Learning dengan pendektan induktif. Keaktifan dan Prestasi Belajar dasar dan memudahkan untuk Aktivitas induktif dapat disebut sebagai pendekatan pembelajaran pengalaman sebelum mengatakan Rumusan masalah yang akan dijadikan fokus dalam penelitian ini adalah . Apakah prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning dengan pendekatan induktif mencapai target ?. Apakah keaktifan belajar matematika menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dengan pendekatan induktif lebih baik daripada peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran . Apakah prestasi belajar matematika peserta didik yang Problem Based Learning dengan pendekatan induktif lebih baik daripada peserta didik yang pembelajaran konvensional?. Apakah ada perbedaan keaktifan dan prestasi belajar matematika antara menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dengan pendekatan induktif dengan peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran konvensional?. Apakah keaktifan dan prestasi belajar matematika peserta didik yang Problem Based Learning dengan pendekatan induktif lebih baik daripada peserta didik yang pembelajaran konvensional? Berdasarkan didapatkan tujuan penelitian yaitu mendeskripsikan semua rumusan PENDAHULUAN Menurut Hamruni dalam PLPG . , proses pembelajaran adalah proses yang dapat mengembangkan seluruh potensi peserta didik. Seluruh potensi itu hanya mungkin dapat berkembang manakala peserta didik terbebas dari rasa takut dan Oleh karena itu, perlu diupayakan agar proses pembelajaran Proses pembelajaran yang menyenangkan bisa dilakukan membangkitkan motivasi. Keaktifan peserta didik sangat diperlukan dalam belajar matematika. Salah satu metode yang dapat mengaktifkan peserta didik adalah metode pemberian tugas, . adalah metode penyajian bahan dimana guru memberikan tugas tertentu agar peserta didik melakukan kegiatan belajar. Keaktifaan peserta didik inilah yang akan merangsang mereka dalam berprestasi. Mereka kemampuannya supaya bisa unggul dari teman-temannya. Model pembelajaran Problem Based Learning dengan pendekatan dimana di dalamnya terdapat beberapa tahapan. Tahapantahapan tersebut yaitu Penyajian masalah, pengamatan, diskusi dan presentasi hasil diskusi . Salah satu kelebihan dari model pembelajaran PBL adalah Dalam pembelajaran peserta didik ini membuat peserta didik menjadi lebih aktif karena terlibat dalam pengamtan dan diskusi Sedangkan memberikan pengalaman konkret kepada peserta didik berdasarkan data yang diperoleh dari objek dan peristiwa yang dialami, akan menjadi sampel Prosedur Desain penelitian merupakan penelitian tersebut dilaksanakan. Pada penelitian ini akan mengetahui keefektifan model pembelajaran Problem Based Learning dengan keaktifan dan prestasi belajar matematika Adapun desain penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut Tabel 1. Desain penelitian Kelas Kemampu Perlak Post-test an Awal Y1E dan Y2E Y1K dan Y2K METODE Penelitian ini dilaksanakan pada peserta didik kelas VII semester II Tahun Pelajaran 2016/2017 di SMP Negeri 2 Adiwerna Kabupaten Tegal dengan jenis penelitian eksperimen dimana terjadi hubungan sebab akibat antara kelas eksperimen yang eksperimen yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dengan pendekatan induktif sedangkan kelas menggunakan model pembelajaran konvensional terhadap keaktifan dan prestasi belajar matematika Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan jenis Problem Based Learning dengan pendekatan induktif terhadap keaktifan dan prestasi belajar matematika pada materi Waktu dan Tempat Penelitian Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pendekatan Pengambilan data telah dilaksanakan pada tanggal 4 Januari 17 Februari 2017 yaitu semester II tahun pelajaran 2016/2017 yang bertempat di SMP Negeri 2 Adiwerna. Target/Subjek Penelitian Populasi dari penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII semester II SMP Negeri 2 Adiwerna yang berjumlah 328 terdiri atas 9 Sampel dalam penelitian ini ditetapkan adalah kelas VII B dan VII berjumlah 71 orang, kelas VII D dan VII E berjumlah 71 sebagai kelas kontrol sedangkan kelas VII A sebagai kelas uji coba. Pengambilan Keterangan : AE :Nilai ujian akhir semester ( UAS) 1 pelajaran matematika kelas :Nilai ujian akhir semester ( UAS) 1 pelajaran matematika kelas kontrol TA :Perlakuan pembelajaran Problem Based Learning dengan pendekatan :Perlakuan Y1E :Prestasi belajar peserta didik terhadap pelajaran matematika kelas eksperimen Y1K :Prestasi belajar peserta didik terhadap pelajaran matematika kelas kontrol Y2E :Keaktifan belajar matematika kelas eksperimen Y2K :Keaktifan belajar matematika kelas kontrol Data. Instrumen, dan Teknik pengumpulan data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian meliputi 3 teknik yaitu teknik dokumentasi, teknik tes. dan observasi Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes prestasi belajar dan Pengamatan Keaktifan Teknik analisis instumen menggunakan : . Uji validitas, penggunaan validitas tes prestasi menggunakan rumus korelasi Point Biserial, . Uji reliabilitas digunakan rumus KR-20, . Tingkat banyaknya peserta didik menjawab benar butir soal dibanding jumlah seluruh peserta didik yang mengikuti tes, . Daya pembeda tes adalah kemampuan tes tersebut dalam memisahkan antara subjek yang pandai dengan subjek yang kurang Teknik Analisis Data Teknik Analisis Data yang digunakan yaitu uji kesataraan sampel, uji prasyarat hipotesis dan uji Uji Kesetaran sampel meliputi uji normalitas menggunakan uji Liliefors (Sudjana, 2005: . , uji homogenitas menggunakan uji Bartlet (Sudjana, 2005: 261-. dan uji menggunakan Anava Satu Arah. (Sudjana, 2005:. mengetahui kemampuan awal peserta didik kelas uji coba, kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji prasyarat hipotesis meliputi uji normalitas menggunakan uji Liliefors (Sudjana, 2005: . dan uji homogenitas menggunakan uji Bartlet (Sudjana, 2005: 261-. Uji hipotesis digunakan untuk pembelajaran berupa . uji ketuntasan prestasi belajar individual digunakan uji proporsi satu pihak kanan. Kriteria ketuntasan minimal (KKM) pada Uji ketuntasan ditetapkan 72 dan uji ketuntasan klasikal sebesar 43%. uji banding menggunakan uji t satu pihak kanan untuk mengetahui lebih matematika kelas eksperimen dengan kelas kontrol dan untuk mengetahui lebih baik mana prestasi belajar matematika kelas eksperimen dengan . multivariat (Manova-One Wa. untuk mengetahui ada perbedaan keaktifan dan prestasi belajar matematika kelas eksperimen dengan kelas kontrol. uji lanjutan menggunakan yua 2 Hotelling keaktifan belajar dan prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning dengan pendekatan indektif lebih baik daripada peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menunjukkan hasil analisis hipotesis sebagai berikut Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan analisis uji proporsi satu pihak kanan diperoleh hasil zhitung=3,229. Selanjutnya hasil tersebut dikonsultasikan dengan ztabel=z. ,05. =2,019. Karena zhitung>ztabel maka Ho ditolak, jadi prestasi belajar matematika peserta didik yang Problem Based Learning dengan pendekatan induktif mencapai Dari hasil perhitungan keaktifan menggunakan uji t satu pihak kanan Selanjutnya hasil thitung=5,289. tersebut dikonsultasikan dengan ttabel=t. ,05. =1,645. Karena thitung>ttabel maka Ho ditolak, jadi keaktifan belajar matematika peserta didik yang diajar pembelajaran Problem Based Learning dengan pendekatan induktif lebih baik daripada peserta didik yang diajar pembelajaran konvensional. Dari hasil perhitungan prestasi belajar menggunakan uji t satu pihak kanan diperoleh hasil Selanjutnya hasil thitung=4,309. tersebut dikonsultasikan dengan ttabel=t. ,05. =1,645. Karena thitung>ttabel maka Ho ditolak, jadi peserta didik yang diajar pembelajaran Problem Based Learning dengan pendekatan induktif lebih baik daripada peserta didik yang diajar Tabel 2. Uji Manova Sumber Varian Perlakuan (H) JK dan JHK E852,845 1789,014 E H= E E1789,014 3752,817 E Galat (E) E4267,746 Oe 1380,634E E= E EOe 1380,634 28295,070 E Total (T) E5120,592 408,380 E T= E E408,380 32047,887 E Berdasarkan uji perhitungan MANOVA di atas diperoleh Ahitung = 0,724 Hasil tersebut dengan Atabel dengan variabel respon = 2 dk pembilang 1 dan dk penyebut 140 maka taraf signifikansi 5% diperoleh harga Atabel = 0,937. Ternyata Ahitung < Atabel atau 0,724 < 0,937 dengan demikian Ho ditolak yang artinya Ada perbedaan keaktifan dan hitung 0,724 0,937 prestasi belajar matematika yang Problem Based Learning dengan pendekatan induktif dengan yang Dari ya menggunakan yyO Ae Hotelling diperoleh yyOya hitung = 53,111. Hasil dikonsultasikan dengan yyOya tabel dengan variabel respon = 2 dan dk penyebut 146 serta taraf signifikansi 5%, maka diperoleh yyOya tabel = 6,196. Ternyata yyOya hitung > yyOya tabel atau 53,111 > 6,196 dengan demikian Ho ditolak yang artinya keaktifan dan Prestasi belajar matematika yang diajar pembelajaran Problem Based Learning dengan pendekatan induktif lebih baik dari pada pembelajaran PBL . roblem based learnin. dengan pendekatan induktif menujukkan hasil lebih tinggi daripada pembelajaran konvensional, hal ini karena dalam pembelajaran PBL . roblem based learnin. dengan pendekatan induktif peserta didik diajarkan bekerjasama dalam suatu kelompok, peserta didik yang lemah dapat dibantu oleh peserta didik yang pandai, mengharuskan peserta didik untuk aktif, mencari informasi sendiri, kelompoknya, sehingga keaktifan belajar peserta didik menjadi semakin Jadi dapat dikatakan hipotesis kedua yaitu model pembelajaran PBL . roblem based learnin. dengan pendekatan induktif lebih baik belajar matematika. Berdasarkan hasil eksperimen prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran PBL . roblem based learnin. dengan pendekatan induktif menujukkan nilai lebih tinggi daripada pembelajaran konvensional, hal ini karena dalam pembelajaran PBL . roblem based learnin. dengan pendekatan induktif peserta didik diajarkan bekerjasama dalam suatu kelompok, peserta didik yang lemah dapat dibantu oleh peserta didik yang pandai, mengharuskan peserta didik untuk aktif, mencari informasi sendiri, kelompoknya, sehingga keaktifan belajar peserta didik menjadi semakin tinggi, dan karena keaktifan yang tinggi ini maka berpengaruh pada prestasi belajar yang tinggi. Jadi dapat dikatakan hipotesis ketiga yaitu model pembelajaran PBL . roblem based learnin. dengan pendekatan induktif PEMBAHASAN Berdasarkan hasil eksperimen yang dilakukan di SMP Negeri 2 Adiwerna Kabupaten Tegal pada peserta didik kelas VII semester II Tahun Ajaran 2016/2017 materi pokok segi empat menunjukan bahwa nilai rata-rata prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran PBL . roblem based learnin. dengan pendekatan induktif lebih tinggi daripada yang diajar konvensional, hal ini karena dalam pembelajaran PBL . roblem based learnin. dengan pendekatan induktif peserta didik diajarkan bekerjasama dalam suatu kelompok, peserta didik yang lemah dapat dibantu oleh peserta didik yang pandai, mengharuskan peserta didik untuk aktif, mencari informasi sendiri, dan bertanggung jawab dalam kelompoknya. Jadi dapat dikatakan hipotesis pertama yaitu prestasi belajar peserta didik yang diajar dengan model pembelajaranPBL . roblem based learnin. dengan pendekatan induktif yang nilainya Ou KKM melampaui 43%. Berdasarkan hasil eksperimen keaktifan belajar matematika peserta didik yang diajar dengan model lebih pembelajaran konvensional terhadap prestasi belajar matematika. Berdasarkan hasil eksperimen terdapat perbedaan keaktifan dan prestasi belajar matematika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran PBL . roblem based learnin. dengan pendekatan induktif konvensional, hal ini karena peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran PBL . roblem based learnin. dengan pendekatan induktif peserta didik diajarkan bekerjasama dalam suatu kelompok, peserta didik yang lemah dapat dibantu oleh peserta didik yang pandai, mengharuskan peserta didik untuk aktif, mencari informasi sendiri, dan bertanggung jawab dalam kelompoknya. Hal ini keaktifan dan prestasi belajar peserta Jadi dapat dikatakan hipotesis keempat yaitu ada perbedaan keaktifan dan prestasi belajar peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran PBL . roblem based learnin. dengan pendekatan induktif dengan model pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil eksperimen keaktifan dan prestasi antara kelas yang diajar model pembelajaran PBL roblem based learnin. dengan pendekatan induktif lebih tinggi daripada yang diajar dengan model pembelajaran konvensional, hal ini karena peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran PBL roblem based learnin. dengan pendekatan induktif peserta didik diajarkan bekerjasama dalam suatu kelompok, peserta didik yang lemah dapat dibantu oleh peserta didik yang pandai, mengharuskan peserta didik untuk aktif, mencari informasi sendiri. Hal mengakibatkan keaktifan dan prestasi belajar peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran PBL roblem based learnin. dengan pendekatan induktif lebih baik Jadi dapat dikatakan hipotesis kelima yaitu keaktifan dan prestasi belajar peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran PBL . roblem based learnin. dengan pendekatan induktif lebih baik Berdasarkan hasil eksperimen yang dilakukan peneliti dan hasil disimpulkan model pembelajaran PBL roblem based learnin. dengan pendekatan induktif lebih efektif konvensional pada materi segi empat, dan dapat juga diajarkan pada materi lain dengan syarat materi tersebut memiliki sifat seperti pada materi segi Hal ini karena peserta didik pembelajaran PBL . roblem based learnin. dengan pendekatan induktif memiliki nilai rata-rata prestasi belajar peserta didik lebih baik daripada yang diajar dengan model konvensional, selain itu juga karena peserta didik pembelajaran PBL . roblem based learnin. dengan pendekatan induktif diajarkan bekerjasama dalam suatu kelompok, peserta didik yang lemah dapat dibantu oleh peserta didik yang pandai, mengharuskan peserta didik untuk aktif, mencari informasi sendiri. Model PBL roblem based learnin. dengan pendekatan induktif sangat cocok digunakan peserta didik dalam prestasi belajar. Hal ini dikarenakan model pembelajaran PBL . roblem based learnin. dengan pendekatan pembelajaran aktif. Dalam model pembelajaran ini seorang guru dapat membimbing peserta didik belajar berkelompok untuk memecahkan suatu permasalahan, pembelajaran pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajari pembelajaran model PBL . roblem based learnin. dengan pendekatan induktif efektif sebagai sarana melatih kemandirian peserta didik untuk memecahkan masalah dengan peserta didik lain dalam satu kelompok dan belajar mendengarkan pendapat dari peserta didik lain serta kerjasama dalam kelompok belajar sehingga melalui model ini peserta didik menjadi aktif dalam pembelajaran, dengan demikian pemahaman materi diharapkan dapat dikembangkan dan akhirnya pemahaman konsep dapat berkembang secara efektif dan dapat berpengaruh pada prestasi peserta Kegiatan penelitian juga tidak lepas dari hambatan, mengalami penyesuaian, pada waktu membentuk kelompok terkadang menimbulkan kegaduhan dalam kelas yang cukup menyita waktu pembelajaran. Peserta didik masih belum terbiasa dengan dibentuknya kelompok belajar karena membentuk kelompok belajar. Selain itu peserta didik masih kebingungan ketika disuruh untuk menjelaskan hasil kelompok lain dari materi yang telah disampaikan, dan peserta didik tidak memiliki rasa percaya diri untuk mempresentasikan hasil diskusinya, mereka masih merasa malu untuk pendapatnya sehingga hanya sebagian kelompok yang aktif akibatnya pembelajaran tidak berlangsung secara Pada pertemuan kedua hambatan yang terjadi secara perlahan-lahan dapat berkurang dikarenakan peserta didik mulai bisa menyesuaikan diri dalam pembelajaran. Peserta didik lebih bersemangat untuk memecahkan Ketika kelompok lain mempresentasikan hasil diskusinya, peserta didik dari kelompok lain yang masih belum mengerti tidak terlihat canggung lagi untuk bertanya. Pada pertemuan ketiga dan seterusnya peserta didik semakin terbiasa dan lebih aktif dalam peserta didik akan lebih aktif untuk mencari materi dari berbagai sumber bukan hanya dari materi yang disampaikan guru. Peserta didik aktif belajar karena telah terbiasa dalam belajar berkelompok. Peserta didik juga merasa lebih aktif dalam belajar berkelompok karena bisa saling bekerjasama dan melatih diri untuk berpendapat dan menerima pendapat dari temannya dan peserta didik merasakan pembelajaran yang SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis yang kesimpulan sebagai berikut: Prestasi belajar peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Adiwerna Kabupaten Tegal yang diajar menggunakan model pembelajaran PBL . roblem based learnin. mencapai target. Keaktifan belajar peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Adiwerna Kabupaten Tegal yang diajar menggunakan model pembelajaran PBL . roblem based learnin. berbasis pendekatan induktif lebih baik daripada peserta didik yang pembelajaran konvensional. Prestasi belajar peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Adiwerna Kabupaten Tegal yang diajar menggunakan model pembelajaran PBL . roblem based learnin. berbasis pendekatan induktif lebih baik daripada peserta didik yang pembelajaran konvensional. Ada perbedaan keaktifan dan prestasi belajar matematika peserta didik kelas VII SMP Negeri 2 Adiwerna Kabupaten Tegal yang pembelajaran PBL . roblem based induktif dengan peserta didik yang pembelajaran konvensional. Keaktifan dan prestasi belajar peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran PBL . roblem Hendaknya peserta didik selalu memiliki keaktifan yang tinggi mendapatkan prestasi belajar yang memuaskan, dan berusaha untuk selalu aktif dalam setiap pelajaran khususnya pelajaran matematika. Bagi guru Kepada guru matematika untuk selalu mengembangkan model pembelajaran yang kreatif dan inovatif, agar dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar peserta didik khususnya pelajaran Bagi sekolah Pembelajaran dengan menggunakan model PBL . roblem based learnin. berbasis pendekatan induktif dapat dijadikan salah satu alternatif pembelajaran matematika di kelas-kelas agar peserta didik tidak merasa bosan dengan model pembelajaran yang Bagi Pembaca Skripsi ini dapat dijadikan pembelajaran PBL . roblem based induktifdan sebagai referensi dalam membuat penelitian yang sejenis. Bagi peneliti berikutnya Peneliti yang akan menggunakan observasi langsung untuk melihat keaktifan belajar peserta didik hendaknya memperhatikan apakah indikator-indikator yang digunakan sudah bisa mengukur keaktifan menyeluruh atau belum yang meliputi fisik dan mental. SARAN Berdasarkan hasil penelitian, ada sampaikan antara lain: DAFTAR PUSTAKA