AGROTECH, 4. , 2022 https://doi. org/10. 37631/agrotech. ISSN 2548-3757 (Prin. dan ISSN 2620-7508 (Onlin. Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian Journal homepage: https://ejournal. id/index. php/agrotech Enkapsulasi Lactobacillus acidophilus SNP 2 Menggunakan Alginat dan Susu Skim Metode Emulsi Serta Pengaruhnya Terhadap Viabilitas Sel Pada Berbagai Suhu dan Rahmawati. I, 2Firsta. C, 3Purwandhani. N, 4Suladra. 1,2,3,4 Universitas Widya Mataram. Alamat Instansi *e-mail korespondensi: siti_nurp@yahoo. Article Info Abstract Keywords: Encapsulation. Lactobacillus acidophilus SNP 2, temperature, pH The encapsulation technique is a process of protecting cells so they avoid damage and death. The purpose of this study was to determine the number of cells trapped in the microcapsule and to determine the effect of high temperature and low pH on encapsulated cell viability. The encapsulation technique was carried out using one layer method . and a two-layer method . lginate and skim mil. The obtained microcapsules were then counted for the number of cells and analyzed for their resistance to temperatures of 50, 60, and 70oC as well as to pH 3, 4, and 5. The results showed that the number of cells encapsulated by the one-layer method 4 x 1010 CFU/g, whereas the two-layer method was 1. 3 x 1010 CFU/g. Based on the results of the analysis of the resistance of encapsulants to high temperatures, it is known that encapsulated cells are more resistant than cells that are not At 70oC, the encapsulated cells using the one-layer method and the two-layer method had the same number of 1. 1x107 CFU/g, while the cells that were not encapsulated were <101 CFU/g. The analysis results show that encapsulated cells are more resistant to low pH . H . The number of encapsulated cells at pH 3 with the one-layer method was 3. 5 x 106 CFU/g and with the two-layer method was 3 x 108 CFU/g, while the cells that were not encapsulated were 3. 9x102 CFU/g. Info Artikel Abstrak Kata Kunci: Enkapsulasi. Lactobacillus acidophilus SNP 2, viabilitas, suhu, pH Teknik enkapsulasi merupakan proses perlindungan sel sehingga terhindar dari kerusakan dan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah sel yang terperangkap pada mikrokapsul serta mengetahui pengaruh suhu tinggi dan pH rendah terhadap viabilitas sel enkapsulan. Teknik enkapsulasi dilakukan dengan metode satu lapis . dan metode dua lapis . lginat dan susu ski. Mikrokapsul yang telah didapat kemudian dihitung jumlah selnya dan dianalisa ketahanannya terhadap suhu 50, 60, dan 70 oC serta terhadap pH 3, 4, dan 5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah sel enkapsulan metode satu lapis adalah 2,4 x 1010 CFU/g, sedangkan metode dua lapis adalah 1,3 x 1010 CFU/g. Berdasarkan hasil analisa ketahanan enkapsulan terhadap suhu tinggi diketahui bahwa sel yang dienkapsulasi lebih tahan dibandingkan sel yang tidak dienkapsulasi. Pada suhu 70oC, sel enkapsulan metode satu lapis dan dengan metode dua lapis memiliki jumlah yang sama 1,1x107 CFU/g, sedangkan sel yang tidak dienkapsulasi berjumlah < 101 CFU/g. Hasil analisa menunjukkan sel yang dienkapsulasi lebih tahan terhadap pH rendah . H . Jumlah sel enkapsulan pada pH 3 metode satu lapis adalah 3,5 x 106 CFU/g dan dengan metode dua lapis adalah 4,3 x 108 CFU/g, sedangkan sel yang tidak dienkapsulasi berjumlah 3,9x102 CFU/g. This is an open access article under the CCAeBY-SA license. AGROTECH, 4. , 2022 https://doi. org/10. 37631/agrotech. ISSN 2548-3757 (Prin. dan ISSN 2620-7508 (Onlin. PENDAHULUAN Bakteri Asam Laktat (BAL) memiliki peranan penting pada kehidupan manusia, baik melalui keterlibatannya pada fermentasi makanan maupun kemampuannya tumbuh pada jalur intestin. Pada fermentasi makanan, selain memberikan rasa yang khas, bakteri ini juga dapat memperpanjang daya awet karena asam dan metabolit lain yang dihasilkan selama fermentasi berlangsung dapat menghambat bakteri pembusuk dan bakteri patogen. Bakteri asam laktat juga berpotensi sebagai agensia probiotik karena dapat memberikan efek positif tehadap kesehatan tubuh melalui kemampuannya menekan pertumbuhan patogen intestin penyebab diare serta menstimulasi sistem imun (Ray, 1. Beberapa strain BAL berpotensi sebagai agensia probiotik misalnya Bifidobacteium. reuteri, dan L. Sebagai probiotik. BAL dapat ditambahkan dalam makanan atau dikonsumsi langsung (Fuller, 1. Saat ini istilah probiotik lebih diartikan sebagai konsumsi mikrobia hidup sebagai aditif makanan untuk meningkatkan kesehatan. Pengaplikasian probiotik pada makanan perlu mempertimbangkan beberapa hal, diantaranya adalah ketahanannya selama proses dan penyimpanan agar sel tetap memiliki viabilitas Salah satu cara yang digunakan untuk mempertahankan viabilitas probiotik adalah dengan bioenkapsulasi probiotik. Bioenkapsulasi merupakan suatu teknik pemisahan sel bakteri dari kondisi lingkungan yang ekstrim sehingga aktivitas dan viabilitasnya optimum. Penelitian ini ditujukan untuk mempertahankan viabilitas sel, meliputi produksi biomassa agensia probiotik menggunakan media air kelapa dan ekstrak kecambah, serta mempelajari teknik enkapsulasi sel menggunakan metode emulsi satu lapis menggunakan alginat dan dua lapis menggunakan alginat dan protein . usu ski. Sel enkapsulasi yang dihasilkan diuji pada suhu tinggi dan pH rendah lalu dilakukan uji viabilitas sel. Kultur bakteri yang digunakan dalam penelitian ini adalah Lactobacillus acidophilus SNP 2. Penelitian terdahulu menyatakan bahwa Lactobacillus acidophilus SNP 2 memiliki potensi sebagai probiotik (Purwandhani & Suladra, 2. Penelitian ini menggunakan pelapis enkapsulan alginat dan susu skim karena alginat dan susu skim mempunyai kelebihan yaitu aman sebagai bahan tambahan makanan. Tujuan penelitian ini adalah: mempelajari teknik enkapsulasi untuk meningkatkan daya tahan sel probiotik Lactobacillus acidophilus SNP 2 terhadap suhu tinggi dan pH rendah, sehinga viabilitas sel tetap dapat dipertahankan serta menguji viabilitas sel probiotik yang telah dienkapsulasi terhadap suhu tinggi dan pH METODE PENELITIAN Bahan Kultur bakteri yang digunakan adalah Lactobacillus acidophilus SNP 2, yang diperoleh dari Pusat Studi Pangan dan Gizi Pusat Antar Universitas UGM Yogyakarta. Bahan Ae bahan yang digunakan untuk enkapsulasi adalah Susu Skim (Lactona ski. dan Medium yang digunakan untuk pembuatan stok kultur adalah medium Peptone Glucose and Yeast Extract (PGY). Komposisi media PGY cair per 100 ml adalah glukosa 1 %, yeast ekstrak 1 %, pepton 0,5 %, larutan Tween 80 1 %, larutan mineral 0,5 % (MgSO4 This is an open access article under the CCAeBY-SA license. Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 4. , 2022 Penulis Pertama. Penulis Kedua. Penulis Ketiga. Penulis Keempat 7H2O 40 mg/ml. MnSO4 4H2O 2 mg/ml. FeSO4 7H2O 2 mg/ml, dan NaCl 2 mg/m. dan Na asetat trihidrat 0,2 %. Bahan yang digunakan untuk produksi biomassa yaitu air kelapa, ekstrak taoge dan glukosa. Minyak salad dan tween 80 digunakan pada proses emulsifikasi. Bahan kimia pendukung yang digunakan adalah NaCl. Larutan buffer. CaCO3. CaCl2. Gliserol. NaOH. HCl. Alat Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi inkubator (Berkaf Mediatam. , autoclave (Hirayama & portabl. , sentrifuge (Heareu. , pH-meter, timbangan analitik (Mettler PM 4600 Delta Rang. , vortex mode select type 37600 mixer, freezer (Decb. , water bath, oven pengering (Heareu. Colony counter (Quebe. , almari pendingin, laminar air flow (Gelair. , stomacher 80 (Sewar. , hot plate (Tika Labortechni. , sterilisator kering (Fisher Scientifi. , inkubator (Memmer. , cool room, mikroskop, dan lain-lain. Peralatan gelas dan peralatan lain yang mendukung antara lain cawan petri, erlenmeyer, tabung reaksi, gelas beaker, gelas ukur, eppendorf, conical, corong, pipet ukur, magnetic stirrer, kaca benda, ose, transferpet. Metode Penelitian Pembuatan Media Air Kelapa dan Ekstrak Tauge Air kelapa disaring dengan kapas dan kertas saring, sehingga dihasilkan air kelapa Pembuatan ekstrak taoge dilakukan dengan perebusan kecambah kacang hijau (Phasedus radiatus L. ) pada 200 ml air hingga mendidih selama 20 menit, selanjutnya disaring menggunakan kapas dan kertas saring. Air kelapa dan ekstrak taoge yang didapatkan dicampur dan ditambah glukosa, kemudian diatur hingga pH 6,5. Media tersebut kemudian disterilisasi dan didinginkan. Produksi Biomassa Sebanyak 5 ml kultur Lactobacillus acidophilus SNP 2 dalam PGY cair umur 18 jam diinokulasikan ke dalam 80 ml medium air kelapa dan ekstrak taoge yang ditambahkan ekstrak yeast dan diinkubasi pada suhu 37oC selama 18 jam. Selanjutnya kultur tersebut diinokulasikan ke dalam 800ml media yang sama dan diinkubasi pada suhu 37oC selama 18 Sel dipanen dengan cara sentrifugasi pada kecepatan 3000 rpm dan dilakukan pencucian sel sebanyak dua kali menggunakan NaCl 0,85%, sehingga diperoleh pelet basah. Pembuatan Mikroenkapsulasi Pembuatan mikroenkapsulan dilakukan dengan pencampuran suspensi sel dalam 10 ml saline water untuk metode satu lapis, sedangkan untuk metode dua lapis dilakukan pencampuran suspensi sel pada 5 ml larutan susu skim : 5 ml saline water, lalu ditambahkan dengan 60 ml larutan alginat 3% . Masing-masing campuran tersebut kemudian ditambah dengan 100 ml minyak salad yang mengandung 1% Tween 80 dan dihomogenisasi menggunakan magnetic stirrer. Larutan CaCl2 . ditambahkan secara cepat namun dengan hati-hati turun dari sisi beaker hingga emulsi pecah. Setelah terbentuk bead kalsium alginat dalam waktu 10 menit, bead diambil dengan sentrifugasi 3500 rpm lalu dicuci Prodi Teknologi Pangan Universitas Widya Mataram Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 4. , 2022 Penulis Pertama. Penulis Kedua. Penulis Ketiga. Penulis Keempat dengan saline water. Mikrokapsul yang terbentuk disimpan dalam larutan NaCl 0,8 % pada suhu 4oC. Analisa Viabilitas Enumerasi Bakteri Enumerasi bakteri dilakukan dengan menggunakan metode pour plate. Kultur media cair diencerkan dengan saline water steril sampai pengenceran 109, dari tiap pengenceran diambil 1 ml dan diletakkan pada cawan Petri, selanjutnya PGY Agar cair . uhu A 50oC) dituang dan ditunggu hingga memadat. Setelah itu dilakukan inkubasi pada suhu 37oC selama 2-3 hari hingga muncul koloni-koloni BAL di bawah permukaan agar. Penghitungan Jumlah Sel dalam Mikrokapsul 5 g mikrokapsul yang dimasukkan dalam larutan buffer pH 7 dihomogenisasi menggunakan magnetic stirrer hingga semua mikrokapsul larut. Selanjutnya dilakukan perhitungan jumlah sel pada mikrokapsul dengan metode plating. Pengujian Resistensi Sel dalam Mikrokapsul Pada Suhu Tinggi 1 g mikrokapsul dilarutkan dalam 9 ml buffer fosfat steril 9, kemudian dipanaskan pada suhu 50, 60, dan 70 AC masing-masing selama 5, 10, dan 15 menit. Selanjutnya mikrokapsul dipecah menggunakan magnetic stirrer, kemudian dilakukan plating dengan metode pour plate pada media agar PGY yang ditambahkan CaCO3 dan diinkubasikan pada suhu 37 AC selama 48 jam. Koloni BAL yang tumbuh akan membentuk zona jernih di sekelilingnya yang disebabkan oleh asam yang terbentuk selama pertumbuhan sel. Pengujian Resistensi Sel dalam Mikrokapsul Pada pH Rendah 1g mikrokapsul ditimbang sebanyak dan dimasukkan dalam larutan buffer pH 3, 4, dan 5 dan diinkubasi pada suhu 37 AC selama 24 jam. Mikrokapsul kemudian disaring menggunakan kertas saring steril dan dimasukkan ke dalam larutan buffer pH 7 dan dipecah menggunakan magnetic stirrer. Sel yang telah dikeluarkan dari dalam mikrokapsul dilakukan plating menggunakan metode pour plate dengan media agar PGY yang ditambahkan CaCO3. HASIL DAN PEMBAHASAN Produksi Biomassa Produksi biomassa sel pada penelitian ini dipanen pada jam 17-18. Hasil enumerasi produksi biomassa dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Hasil Enumerasi Produksi Biomassa Komponen Jumlah Sel (CFU/m. Starter 1,0 x 109 Kultur 1,1 x 109 Pelet induk 1,4 x 1011 Prodi Teknologi Pangan Universitas Widya Mataram Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 4. , 2022 Penulis Pertama. Penulis Kedua. Penulis Ketiga. Penulis Keempat Biomassa sel dipanen pada jam ke 17-18 karena pada jam ini sel mencapai fase akhir logaritmik yang merupakan puncak pertumbuhan sel sehingga jumlah sel yang didapat maksimal (Ngatirah, 2. Hasil enumerasi pada Tabel 1 terlihat bahwa jumlah sel pada starter dan kultur induk tidak berbeda jauh, yaitu 1,0 x 109 CFU/ml pada starter dan 1,1 x 109 CFU/ml pada kultur induk. Sedangkan jumlah sel pada pelet yang berasal dari sentrifugasi kultur induk adalah 1,4 x 1011 CFU/ml. Adanya peningkatan jumlah sel menunjukkan selama fermentasi terjadi pertumbuhan bagi sel yang masih muda dan perbanyakan sel bagi sel dewasa. Sel melakukan petumbuhan dan perbanyakan dengan menggunakan nutrisi yang terdapat dalam media air kelapa sebagai sumber makanan dan pendukung kehidupannya. Selain itu, peningkatan jumlah sel terjadi akibat pemekatan karena proses sentrifugasi. Proses-proses metabolisme yang terjadi diantaranya metabolisme karbohidrat, asam amino, dan metabolisme asam lemak. Karbohidrat digunakan sebagai sumber karbon utama. Sumber karbon yang digunakan dalam penelitian ini adalah glukosa yang berasal dari media air kelapa. Glukosa dimetabolisme melalui lintasan Embden Meyerhoff Parnas (EMP) oleh bakteri asam laktat yang bersifat homofermentatif. Hasil akhir dari metabolisme ini adalah asam laktat dalam jumlah banyak dan senyawa-senyawa lain dalam jumlah sedikit (Wibowo. Metabolisme asam amino digunakan untuk pertumbuhan bakteri asam laktat, yaitu asam glutamat dan valin, sedangkan kebutuhan asam amino yang lain tegantung pada spesies bakteri. Metabolisme asam lemak juga terjadi karena bakteri asam laktat membutuhkan asam lemak tertentu. Asam lemak yang telah diketahui menstimulasi pertumbuhan bakteri adalah Tween 80 . % asam oleat dan 30 % campuran asam linoleat, asam palmitat, dan asam steara. , asam oleat, asam linoleat, asam lidiadat, lesitin, dan asam vanesat (Wibowo, 1. Pengaruh Emulsifier Terhadap Ukuran Bead Penggunaan emulsifier Tween 80 memberikan pengaruh terhadap ukuran bead sel yang dihasilkan. Hasil pengukuran enkapsulan metode emulsi dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Pengukuran Mikrokapsul Pengukuran Ukuran Mikrokapsul (AA. Prodi Teknologi Pangan Universitas Widya Mataram Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 4. , 2022 Penulis Pertama. Penulis Kedua. Penulis Ketiga. Penulis Keempat Ukuran mikrokapsul yang didapatkan dari 10 kali pengukuran berkisar antara 50 75AAm. Tween 80 dipilih karena memiliki nilai Hydrophylic-Lipophylic Balance (HLB) yang tinggi sehingga memudahkan pemisahan minyak pada fase air. Tween 80 diperlukan untuk mencegah terjadinya penggabungan sebelum pemecahan emulsi. Sistem yang mengandung Tween 80 memiliki ukuran bead yang secara signifikan lebih kecil . < 0,. daripada sistem tanpa Tween 80 (Ishizaka et al. , 1981. Joung et al. , 1. Berdasarkan penelitian ini, jumlah sel dalam enkapsulan dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Jumlah Sel dalam Enkapsulan Metode Enkapsulasi Jumlah Sel (CFU/. Satu lapis 2,4 x 1010 Dua lapis 1,3 x 1010 Berdasar data di atas dapat diketahi bahwa jumlah sel setelah dienkapsulasi turun hampir satu log cycle dari jumlah sel sebelum dienkapsulasi. Hal ini disebabkan karena pengenceran pellet sebelum dienkapsulasi. Selain itu, alginat dan susu skim disamping sebagai bahan pelapis juga mengisi ruang kosong antar sel di dalam mikrokapsul . ebagai bahan pengis. Pengujian Resistensi Terhadap Suhu Tinggi Pengujian resistensi mikrokapsul Lactobacillus acidophilus SNP 2 terhadap suhu 50 C, 60oC dan 70oC selama 5, 10 dan 15 menit dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Pengaruh Suhu dan Waktu Terhadap Jumlah Sel Dalam Mikrokapsul (CFU/. Metode Jumlah Suhu 50oC Suhu 60oC Suhu 70oC sel awal 5 menit 5 menit 5 menit menit menit 1 lapis 2,4x10 1,8x10 1,3x10 1,2x10 1,5x10 4,3x10 5,7x10 1,1x10 <101 <101 2 lapis 1,3x1010 4,4x109 1,7x109 1,1x109 1,1x108 5,7x107 7,3x106 1,1x107 <101 <101 Kontrol 1,4x1011 7,8x108 7,2x108 5,9x108 2,5x108 1,2x106 6,7x103 <101 <101 <101 Berdasarkan data pada Tabel 4, jumlah sel dalam mikrokapsul dengan metode satu lapis maupun dua lapis lebih besar daripada jumlah sel pada kontrol. Gel kalsium alginat bersifat thermo-irreversibel dan tahan untuk tidak terurai pada kondisi panas sehingga dapat memberikan perlindungan terhadap sel dalam mikrokapsul (Widodo, 2. Hasil analisa juga menunjukkan bahwa mikrokapsul dengan pelapis alginat dan susu skim . etode dua lapi. memberikan jumlah sel yang lebih besar daripada mikrokapsul dengan pelapis alginate . etode satu lapi. Hal ini karena skim milk mengandung nutrisi yang mencukupi seperti laktosa dan protein yang dapat digunakan untuk perbaikan sel bakteri yang Prodi Teknologi Pangan Universitas Widya Mataram Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 4. , 2022 Penulis Pertama. Penulis Kedua. Penulis Ketiga. Penulis Keempat mengalami kerusakan. Pada mikrokapsul metode satu lapis dan dua lapis, semakin lama waktu pemanasan jumlah sel semakin berkurang. Suhu merupakan salah satu faktor penting bagi aktivitas pertumbuhan suatu Jika suhu lingkungannya sesuai dengan suhu optimum pertumbuhannya, maka organisme tersebut mampu mempertahankan hidupnya (Buckle et al. , 1. Lactobacillus acidophilus termasuk dalam kelompok bakteri mesofil. Ketika terjadi perubahan suhu lingkungan, sebagai dampak dari pengaruh suhu tersebut akan menyebabkan sel mengalami gangguan mekanisme pengaturan metabolisme, reaksi enzimatis, permeabilitas membran sel, dan stabilitas komponen selnya. Suhu mempengaruhi lama fase lag, kecepatan pertumbuhan, konsentrasi sel, kebutuhan nutrisi, kegiatan enzimatis, dan komposisi sel. Kematian bakteri karena panas disebabkan akibat kehilangan kemampuan untuk tumbuh dan tidak adanya kegiatan dalam sel. Kedua hal tersebut terjadi karena : Terjadi denaturasi yang akan menyebabkan inaktivasi enzim dan terganggunya sistem metabolism. DNA rusak karena putusnya ikatan hidrogen intramolekular DNA, terjadi gerak Brown . olekul saling berbentura. karena panas yang akan mengakibatkan sel menjadi rusak. membran sel rusak karena protein membran sel rusak terdenaturasi sehingga mengganggu fungsi membrane, bagian luar yang terkena panas terlebih dulu akan melepuh . ermasuk membra. yang mengakibatkan ikatan antar membran rusak sehingga fungsi membran rusak dan komponen sel akan keluar karena membran bersifat selektif permeabel. Pengujian Resistensi Terhadap Kondisi Asam Pengujian resistensi terhadap kondisi asam dilakukan pada sel yang berada di dalam bead maupun setelah dikeluarkan dari dalam mikrokapsul . el beba. Kondisi asam yang diujikan adalah pH 3, 4, dan 5. Hasil enumerasi pengujian resistensi terhadap asam dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Pengaruh Kondisi Asam Terhadap Jumlah Sel dalam Mikrokapsul (CFU/. Metode Jumlah sel awal pH 3 pH 4 pH 5 1 lapis 2,4x10 3,5x10 1,2x10 3,7x108 2 lapis 1,3x1010 4,3x108 9,8x108 5,5x109 Kontrol 1,4x1011 3,9x102 1,6x105 4,9x106 Berdasarkan hasil penelitian, jumlah sel yang dienkapsulasi dengan metode dua lapis lebih resisten pada kondisi asam dibandingkan dengan sel yang dienkapsulasi menggunakan metode satu lapis. Hal ini terjadi karena susu skim mempunyai kemampuan sebagai film forming agent. Mikrokapsul dengan metode dua lapis pada pH 3 mampu memberikan stabilitas yang lebih tinggi daripada mikrokapsul dengan metode satu lapis, yaitu 4,3 x 108 CFU/g. Sedangkan jumlah sel dalam mikrokapsul dengan metode satu lapis lebih tinggi daripada kontrol, yaitu 3,5 x 106 CFU/g. Begitu juga pada pH 4 dan 5, jumlah sel dalam mikrokapsul dengan metode dua lapis lebih banyak daripada jumlah sel dalam mikrokapsul metode satu lapis dan kontrol, yaitu 9,8x108 CFU/g pada pH 4 dan 5,5x109 CFU/g pada pH Jumlah sel dalam mikrokapsul dengan pelapis alginat pada pH 4 dan 5 lebih tinggi Prodi Teknologi Pangan Universitas Widya Mataram Agrotech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pertanian, 4. , 2022 Penulis Pertama. Penulis Kedua. Penulis Ketiga. Penulis Keempat daripada jumlah sel kontrol, yaitu 1,2x107 CFU/g pada pH 4 dan 3,7x108 CFU/g pada pH 5. Sedangkan jumlah sel kontrol pada pH 4 adalah 1,6x105 CFU/g dan pada pH 5 adalah 4,9x106 CFU/g. Stabilitas gel alginat sangat rendah dengan adanya chelating agents seperti posfat, laktat, dan sitrat karena memberikan afinitas pada kalsium. Gel alginat memiliki berat molekul besar, tetapi ketika dimasukkan dalam larutan asam, berat molekul alginat akan menjadi kecil. Hal ini akan menyebabkan pori-pori gel alginat akan membesar dan larutan asam dapat masuk ke dalam gel alginat. Kematian sel akibat pH rendah disebabkan karena dalam kondisi dengan keasaman tinggi akan menurunkan pH isi sel. Hal ini menyebabkan sel menjadi lemah karena usaha menyeimbangkan kondisi, terjadi denaturasi enzim atau komponen protein sel, serta terjadi kerusakan sistem permeabilitas membran yang akan mengakibatkan terganggunya kestabilan sistem transport substrat atau elektron. KESIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini yaitu jumlah Lactobacillus acidophilus SNP 2 yang dienkapsulasi dengan metode satu lapis . ,4 x 1010 CFU/. menghasilkan jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan enkapsulasi metode dua lapis . ,3 x 1010 CFU/. Sel Lactobacillus acidophilus SNP 2 yang dienkapsulasi memiliki viabilitas yang lebih tinggi pada suhu tinggi . oC) dan pH rendah . H . dibandingkan sel yang tidak dienkapsulasi terhadap perlakuan suhu tinggi . oC). Pada suhu 70oC, jumlah sel yang dienkapsulasi dengan satu lapis dan dua lapis memiliki jumlah sel yang sama yaitu 1,1x107 CFU/g, sedangkan sel yang tidak dienkapsulasi adalah < 101 CFU/g. Sedangkan pada pH 3, jumlah sel dalam enkapsulan metode satu lapis adalah 3,5 x 106 CFU/g dan dengan metode dua lapis adalah 4,3 x 108 CFU/g, sedangkan sel yang tidak dienkapsulasi berjumlah 3,9x102 CFU/g. DAFTAR PUSTAKA