BALANCE : JURNAL AKUNTANSI DAN BISNIS Vol 10. No 2. November 2025. Hal 148 - 161 Determinan Pendapatan Pelaku UMKM di Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo Oleh : Info Artikel : Wahyu Adinda Rizky1 Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur. Surabaya. Jawa Timur. Indonesia wahyuadinda2015@gmail. Diterima : 30 Juni 2025 Direview : 22 Juli 2025 Disetujui : 29 Juli 2025 Oryza Tannar2 Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur. Surabaya. Jawa Timur. Indonesia ak@upnjatim. Co Author *oryza. ak@upnjatim. ABSTRACT This study aims to analyze the influence of Financial Technology Literacy and PeopleAos Business Credit (KUR) on the Income of MSMEs in Candi District. Sidoarjo Regency. This research uses a quantitative approach with a survey method. The sample consisted of 81 MSME actors selected using the Slovin formula, and data were collected through Data were analyzed using the Structural Equation Modeling (SEM) method based on Partial Least Squares (PLS) with the help of SmartPLS 4. 0 software. The results show that both Financial Technology Literacy and PeopleAos Business Credit have a positive and significant effect on MSME income. These findings highlight the importance of enhancing digital literacy and improving access to government-supported financing to support income growth among MSMEs. Keywords: PeopleAos Business Credit. Fintech Literacy. Income ABSTRAK Penelitian ini mempunyai tujuan untuk menganalisis dampak dari Literasi Financial Technology dan Kredit Usaha Rakyat kepada Pendapatan pada UMKM di Kecamatan Candi. Kab. Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sampel yang digunakan sebanyak 81 pelaku UMKM dengan teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dan pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner. Analisis data dilakukan menggunakan teknik Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS) melalui software SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Literasi Financial Technology dan Kredit Usaha Rakyat berdampak positif serta signifikan kepada pendapatan UMKM. Temuan ini memperlihatkan pentingnya peningkatan literasi digital serta kemudahan akses pembiayaan melalui program pemerintah dalam mendorong pertumbuhan pendapatan UMKM. Kata Kunci: Kredit Usaha Rakyat. Literasi Financial Technology. Pendapatan PENDAHULUAN menjadi pilar pertama dalam proses ini adalah Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008. UMKM berperan penting untuk membangun perekonomian nasional secara Indonesia sebagai negara berkembang saat ini tengah fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satu sektor yang *Corresponding AuthorAos ISSN PRINT : 2548-7523 | E-ISSN : 2613-8956 https://ojs. um-palembang. id/index. php/balance. Email : balance. aktfeb@gmail. Wahyu. Oryza adil melalui sistem demokrasi ekonomi. UMKM bukan sekadar memberi kontribusi kepada pertumbuhan ekonomi, melainkan memiliki peran sebagai penggerak utama dalam penciptaan lapangan kerja dan pemerataan pendapatan masyarakat (Aji & Listyaningrum, 2. Merujuk dari data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah bahwasanya tahun 2023. UMKM di Indonesia memiliki kontribusi mencapai 61% kepada PDB nasional serta menyerap lebih dari 117 juta tenaga kerja atau mencapai 97% dari total angkatan kerja (Junaidi, 2. Ini menegaskan bahwa UMKM mempunyai peran strategis untuk memperkuat ekonomi nasional sekaligus menekan angka Tidak hanya itu, data Badan Pusat Statistik juga menunjukkan bahwa sektor perdagangan berada pada peringkat ketiga tertinggi dalam mendorong pertumbuhan PDB pada triwulan i tahun 2024. Perkembangan ini menjadi peluang besar bagi UMKM, khususnya yang bergerak di sektor perdagangan seperti pengolahan makanan dan minuman. Kecamatan Candi. Kabupaten Sidoarjo, menjadi wilayah yang berpotensi besar kepada sektor UMKM, terutama di bidang pengolahan makanan dan minuman. Didukung oleh infrastruktur yang memadai dan lokasi strategis. UMKM di wilayah ini memiliki kesempatan besar untuk berkembang dan memperluas jaringan distribusi. Pemerintah daerah juga dapat berperan dalam memperluas akses ke platform digital dan memfasilitasi kerja sama dengan lembaga keuangan untuk menunjang pengembangan usaha. Menurut Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Sidoarjo, hingga tahun 2023 terdapat 1. 584 pelaku UMKM yang telah menerima manfaat dari program pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), dengan total plafon anggaran sebesar Rp45,7 miliar. Ini mencerminkan upaya serius pemerintah dalam mendukung pelaku UMKM melalui akses pembiayaan yang terjangkau. Namun, jika dilihat dari data BPS Provinsi Jawa Timur tahun 2024, jumlah perusahaan industri mikro dan kecil di Kabupaten Sidoarjo hanya mencapai 730 unit, menempatkan Sidoarjo pada peringkat ke-23 dari 38 kabupaten/kota. Ini menunjukkan bahwa meskipun mempunyai potensi besar, pengembangan UMKM di Sidoarjo masih mengalami berbagai kendala struktural, salah satunya adalah keterbatasan literasi keuangan digital dan akses yang merata terhadap pembiayaan usaha. Selain itu, kendala dalam aspek pencatatan dan pelaporan keuangan yang berbasis akuntansi juga menjadi hambatan signifikan bagi UMKM. Banyak pelaku UMKM belum menerapkan sistem akuntansi sederhana untuk mencatat arus kas, pendapatan, dan biaya operasional, sehingga menyulitkan dalam evaluasi usaha dan pengambilan keputusan keuangan. Padahal, akuntansi yang baik merupakan fondasi dalam menilai kelayakan usaha, baik untuk pengajuan pembiayaan seperti KUR maupun untuk menilai dampak penggunaan layanan Financial Technology terhadap produktivitas dan profitabilitas usaha. Dengan meningkatkan pemahaman dasar akuntansi, pelaku UMKM dapat lebih akurat mengelola keuangan dan membangun kepercayaan dengan lembaga keuangan. Dalam Financial Technology (Financial Technolog. telah membawa perubahan besar dalam sistem layanan keuangan, terutama dalam memberi akses yang lebih luas, cepat, serta efisien untuk masyarakat dan pelaku usaha (Nasution & Alif, 2. Financial Technology mencakup berbagai pelayanan seperti pinjaman peer-to-peer (P2P lendin. , pembayaran digital, dan manajemen keuangan yang berbasis aplikasi. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per Juli 2024 terdapat 98 perusahaan Financial Technology lending yang resmi terdaftar dan berizin. Lonjakan ini mencerminkan tingginya permintaan terhadap layanan keuangan yang fleksibel dan digital, termasuk dari kalangan UMKM yang sebelumnya mengalami kesulitan dalam menjangkau layanan perbankan konvensional. Namun, untuk dapat memanfaatkan Financial Technology secara maksimal, pelaku UMKM perlu memiliki literasi Financial Technology yang memadai. Literasi ini mencakup pemahaman mengenai cara kerja aplikasi keuangan, manajemen risiko, hingga kemampuan membaca informasi keuangan digital. Literasi Financial Technology menjadi kunci dalam memastikan bahwa teknologi keuangan digunakan untuk mendukung operasional usaha secara produktif, bukan justru menimbulkan risiko baru. Di sisi lain, program KUR (Kredit Usaha Rakya. yang diberlakukan oleh pemerintah juga memiliki peran besar dalam menyediakan akses permodalan yang terjangkau bagi pelaku UMKM. KUR merupakan program pembiayaan kredit dengan subsidi pemerintan dan memiliki bunga rendah, keseluruhan dananya milik bank atau lembaga keuangan bukan bank (Atriani & Yulistia, 2. Berdasarkan Permenkorbid Perekonomian RI No. 1 Tahun 2023. KUR ditujukan untuk individu Wahyu. Oryza atau badan usaha yang produktif namun belum memiliki akses penuh terhadap lembaga keuangan Dengan bunga rendah dan proses pengajuan yang lebih sederhana. KUR menjadi solusi bagi UMKM yang ingin meningkatkan kapasitas usahanya. Akan tetapi, efektivitas KUR dalam meningkatkan pendapatan UMKM masih menjadi perdebatan, tergantung pada bagaimana dana tersebut dikelola serta pemahaman pelaku usaha terhadap penggunaan modal secara efisien. Fenomena ini memunculkan pertanyaan penting: apakah literasi Financial Technology dan akses terhadap KUR benar-benar mampu meningkatkan pendapatan UMKM? Sejumlah studi menunjukkan hasil yang beragam. Penelitian oleh Laela et al . memperlihatkan bahwasanya penggunaan Financial Technology tidak berdampak signifikan kepada pendapatan UMKM karena pelaku usaha lebih memilih sistem transaksi Sebaliknya, studi oleh Nindhya & Widajantie . menunjukkan bahwa Financial Technology justru berkontribusi signifikan dalam meningkatkan pendapatan melalui pengelolaan keuangan yang lebih baik. Perbedaan ini menandakan adanya research gap yang perlu ditelusuri lebih lanjut. Taha et al . menjelaskan bahwasanya KUR tidak memberikan dampak positif kepada pendapatan UMKM karena risiko gagal bayar dan bunga tetap ada. Sementara itu. Karama et al . menemukan bahwa KUR berkontribusi besar terhadap peningkatan pendapatan UMKM apabila digunakan secara tepat. Perbedaan temuan ini mengindikasikan bahwa terdapat faktor-faktor antara, seperti manajemen keuangan, kapasitas usaha, dan lingkungan bisnis lokal yang dapat memengaruhi hasil akhir dari program pembiayaan dan adopsi teknologi. Untuk menjawab keragaman temuan tersebut, penelitian ini mempergunakan pendekatan Resource Based View (RBV). Teori RBV menyatakan bahwa keunggulan kompetitif suatu entitas, termasuk UMKM, berasal dari pengelolaan sumber daya internal yang unik serta sulit ditiru. Dalam hal ini, literasi Financial Technology dan akses terhadap KUR dapat dianggap sebagai sumber daya strategis yang, jika dimanfaatkan dengan baik, dapat meningkatkan efisiensi usaha dan pada akhirnya berdampak positif pada Merujuk dari latar belakang, peneliti bisa merumuskan permasalahan yaitu apakah literasi Financial Technology berpengaruh kepada pendapatan UMKM di Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo serta apakah Kredit Usaha Rakyat (KUR) berpengaruh kepada pendapatan UMKM di Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis dan menguji pengaruh literasi Financial Technology kepada pendapatan UMKM di Kecamatan Candi dan pengaruh Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pendapatan UMKM di Kecamatan Candi. Penelitian ini memiliki positioning paper yang kuat karena tidak hanya mengkaji dua variabel penting secara simultan literasi Financial Technology dan akses KUR tetapi juga dilakukan dalam konteks lokal yang belum banyak diteliti, yaitu UMKM di Kecamatan Candi. Kabupaten Sidoarjo. Berharap temuan ini bisa berkontribusi secara teoritis untuk pengembangan literatur di bidang keuangan digital dan pemberdayaan UMKM, serta kontribusi praktis berupa rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah dan lembaga keuangan untuk mendukung transformasi ekonomi berbasis UMKM yang inklusif dan berkelanjutan. KAJIAN PUSTAKA Recource Based View Theory Teori RBV pertama kali dikembangkan oleh Birger Wernerfelt di tahun 1984 dan diperluas oleh Barney . yang menyatakan bahwa keunggulan kompetitif perusahaan bergantung pada kepemilikan dan pengelolaan sumber daya yang berkarakteristik valuable, rare, inimitable, serta nonsubstitutable (VRIN). The Resource Based View merupakan ilmu manajemen yang baik, karena mendorong adanya perbincangan dalam bidang manajemen (Elya Dasuki, 2. Dalam perspektif RBV, mempertahankan keunggulan bersaing ditentukan oleh akses terhadap sumberdaya yang memiliki nilai strategis dan sulit untuk ditiru. Barney . perusahaan terbagi menjadi 3 kategori yaitu modal fisik mencakup teknology yang dimanfaatkan oleh perusahaan, modal sumber daya manusia mencakup pengetahuan yang dimiliki setiap individu, dan modal organisasi yang mencakup struktur mekanisme perusahaan. Hal ini dapat mempengaruhi pendapatan UMKM karena dalam perpekstif RBV, sumber daya yang valuable dan non-subtitutable mendukung keunggulan bersaing. Literasi Financial Technology termasuk dalam sumberdaya valuable hal ini karena membantu efisiensi, pengambulan keputusan serta akses digital, begitu juga termasuk Wahyu. Oryza non-subtitutable karena tak tergantikan di era Sementara itu. KUR menjadi sumberdaya eksternal yang bernilai apabila dikelola dengan baik, hal ini dikarenakan dapat menambah modal usaha, memperluas produksi dan meningkatkan daya saing. Kombinasi dari keduanya dapat mendorong peningkatan UMKM secara signifikan. Literasi Financial Technology Menurut informasi dari situs resmi Otoritas Jasa Keuangan, literasi keuangan diartkan sebagai pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang mempengaruhi sikap perilaku individu dalam mengambil keputusan dan mengelola keuangan demi tercapainya kesejahteraan financial. Literasi keuangan memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh lapisan masyarakat. Pada konteks berkembangnya teknologi keuangan, literasi keuangan sangat relvan dengan ada Financial Technology. Bank indonesia menjelaskan bahwa Financial Technology adalah perpaduan antara sektor keuangan dan teknologi yang mendorong transformasi model bisnis tradisional menuju pendekatan yang lebih inovatif. Negarawati & Rohana . menjelaskan bahwa peran Financial Technology dalam sistem pembayaran antara lain yaitu menyediakan pasar bagi pemilik sebuah usaha, menjadi alat bantu untu pembayaran, membantu kegiatan investasi menjadi lebih efisien, dapat mitigasi risiko dari sistem pembayaran yang konvesional, serta dapat membantu pihak dalam penyertaan modal. Literasi Financial Technology menjadi suatu hal yang penting pada masa yang serba digital bagi pelaku usaha untuk mengambil keputusan yang bijak, mengelola risiko, serta memanfaatkan peluang yang ditawarkan melalui layanan Financial Technology, sehingga dapat meningkatkan keberlanjutan usaha mereka (Hapsari et al. , 2. Dapat disimpulkan bahwa hubungan mengenai literasi keuangan dan Financial Technology, serta pentingnya literasi Financial Technology yaitu pelaku usaha perlu memahami berbagai produk dan layanan Financial Technology. Dengan memiliki literasi keuangan yang baik, pelaku usaha dapat mengidentifikasi sebuah risiko terkait dengan penggunaan Financial Technology. Adanya literasi Financial Technology yang baik dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional dan pengelolaan keuangan, selain itu lietrasi Financial Technology dapar memungkinkan pelaku usaha untuk membuat keputusan yang lebih baik serta membantu pelaku usaha untuk lebih kompetitif di pasar yang serba Kredit Usaha Rakyat Menurut pasal 1 Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. KUR merupakan pembiayaan berupa modal kerja atau investasi yang ditujukan kepada individu, badan usaha, atau kelompok usaha yang menjalankan usaha produktif dan layak tetapi tidak memiliki agunan tambahan atau agunan yang dimiliki masih belum memadai. Penerima KUR merupakan individu atau kelompok pelaku usaha yang menjalankan usaha produktif dan memiliki potensi untuk menjadi debitur KUR. Program Kredit Usaha Rakyat bertujuan untuk memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM, guna mendorong percepatan pertumbuhan sektor riil serta mendukung upaya pemberdayaan UMKM secara berkelanjutan (Adha, 2. Pendapatan Pendapatan merupakan hasil finansial yang diperoleh dari sebuah kegiatan usaha khususnya penjualan sebuah produk, setalah dikurangi dengan biaya produksi, pendapatan bersig dapat diketahui yang pada akhinya mencerminkan kondisi laba atau rugi dari usaha tersebut (Suryanti, 2. Berdasarkan SAK EMKM, suatu entitas dapat mencatat pendapatan atas penjualan barang atau pemberian jasa ketika barang telag diserahkan atau jasa telah selesai dilakukan kepada pelanggan. Apabila pelanggan telah melakukan pembayaran sebelum barang atau jasa diberikan, maka jumlah tersebut diakui sebagai liabilitas atau pendapatan diterima dimuka, begitu juga sebaliknya, jika barang atau jasa telah diberikan namun pembayaran belum diterima, maka entitas mencatatnya sebagai aset dalam bentuk piutang usaha. Mankiw . berpendapat dalam bukunya yang berjudul AuPriciples of EconomicsAy bahwa pendapatan dibedakan menjadi beberapa sumber yaitu, sumber dari gaji, sewa, upah, bunga, dan keuntungan dari investasi. Adapun jenis pendapatan dibedakan menjadi 2 yaitu pendapatan operasional yang diperoleh dari aktifitas utama perusahaan dan pendapatan non operasional yang diperoleh dari aktifitas diluar kegiatan utama Wahyu. Oryza Pengembangan Hipotesis Literasi Financial Technology terhadap Pendapatan UMKM Literasi Financial Technology dalam teori Resource Based View (RBV) berfungsi sebagai aset yang strategis yang dapat meningkatkan kemampuan individu atau UMKM dalam mengelola keuangan pada Financial Technology. Hal ini, literasi Financial Technology memenuhi elemen VRIN. Dengan adanya pemahaman yang baik mengenai Financial Technology, seseorang dapat mengakses sumber daya yang lebih luas, dan pada Penelitian Nindhya & Widajantie . menunjukkan bahwa literasi keuangan yang tinggi dapat berkontribusi pada stabilitas dan peningkatan pendapatan UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital dalam transaksi dan pencatatan keuangan. Temuan ini didukung oleh Prakoso . yang menemukan bahwa pelaku UMKM dengan tingkat literasi keuangan yang baik cenderung mampu meningkatkan pendapatan secara konsisten. Pada sisi lain. Laela et al . dalam penelitiannya, meyimpulkan bahwa penggunakan Financial Technology belum berdampak signifikan terhadap pendapatan UMKM karena rendahnya adopsi teknologi di daerah terpencil. Berdasarkan temuan tersebut, terlihat bahwa pengaruh literasi Financial Technology terhadap pendapatan UMKM bersifat konstektual dan tergantung pada tingkat adopsi dan pemanfaatan teknologi digital pada masing-masing Oleh karena itu, perlu dilakukan pengujian lebih lanjut untuk mengkonfimasi pengaruh H1: Literasi Financial Technology berpengaruh terhadap pendapatan. Kredit Usaha Rakyat terhadap Pendapatan UMKM Pada teori RBV menekankan pentingnya sumber daya yang dimiliki suatu perusahaan untuk mencapai keunggulan kompetitif dan kinerjaiyang lebih baik. Dalam hal ini kredit usaha rakyat dapat dianggap sebagai sumber daya finansial yang strategis bagi suatu UMKM serta memenuhi elemen VRIN. Dalam hal ini kemampuan UMKM untuk memanfaatkan pinjaman KUR secara efektif juga bergantung pada sumber daya lain yang mereka miliki, seperti pengetahuan manajerian dan keterampilan dalam mengelola modal. Karama et al . menujukkan bahwa penggunan dana KUR secara tepat disertai pengawasan akan mampu dalam meningkatkan performa keuangan UMKM. Adju et al . juga menemukan bahwa pemberian KUR yang berdasakrkan prinsip 5C . haracter, capacity, capital, collateral, conditio. dapat mendorong pertumbuhan pendapatan pelaku UMKM. Namun. Taha et al . menyatakan bahwa penggunaan KUR tidak selaly berdampak pada pendapatan, karena banyak pelaku usaha yang kesulitan mengelola utang sehingga justru mengalami keterlambatan dalam pembayaran. Perbedaan hasil ini mengindikasi bahwa pengaruh KUR terhadap pendapatan UMKM belum konsisten, sehingga masih perlu diteliti lebih lanjut, terutama dengan memperhatikan konteks lokal dan kesiapan manajerial UMKM. H2: Kredit Usaha Rakyat (KUR) berpengaruh terhadap pendapatan UMKM. Kerangka Pemikiran Berdasarkan teori RBV dan temuan sebelumnya, kerangka pemikiran dalam penelitian ini menyatakan bahwa Literasi Financial Technology (XCA) adalah kemampuan pelaku UMKM dalam memahami dan memanfaatkan teknologi keuangan akan meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan, memperluas akses pasar, dan meningkatkan arus kas. Kredit Usaha Rakyat (KUR) (XCC) adalah akses terhadap pinjaman modal usaha dari pemerintah dapat meningkatkan kapasitas produksi, investasi aset, dan operasional usaha. Kedua variabel tersebut diposisikan sebagai sumber daya strategis dalam kerangka RBV yang mampu mendorong peningkatan pendapatan UMKM sebagai variabel terikat (Y). Wahyu. Oryza Sumber : Peneliti . Gambar 1. Kerangka Pemikiran METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kuantitatif melalui pendekatan survei, yang memiliki tujuan guna menguji pengaruh literasi Financial Technology dan KUR (Kredit Usaha Rakya. kepada pendapatan UMKM di Kec. Candi. Kab. Sidoarjo. Penelitian dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada pelaku UMKM, kemudian data dianalisis menggunakan pendekatan statistik dengan bantuan software SmartPLS. Jenis Penelitian Jenis pada penelitian ini yaitu berupa kuantitatif dikarenakan berfokus pada pengukuran angka serta analisis statistik terhadap hubungan antar variabel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kausalitas guna mengidentifikasi dampak dari independent variable . iterasi Financial Technology serta KUR) kepada dependent variable . endapatan UMKM). Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelaku UMKM yang beroperasi di Kecamatan Candi. Kabupaten Sidoarjo, sebanyak 406 UMKM berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sidoarjo tahun 2023. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan . argin of erro. sebesar 10%, sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 81 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik probability sampling yang mana semua anggota mempunyai kesempatan yang serupa agar terpilih menjadi sampel. Teknik ini dianggap sesuai untuk menghasilkan sampel yang representatif dari populasi yang diteliti. Jenis dan Sumber Data Data yang dipergunakan berupa data primer, yang dikumpulkan langsung dari responden melalui pengisian kueisioner. Sumber data didapat dari pelaku UMKM yang ada di Kecamatan Candi yang memiliki usaha aktif dan memenuhi kriteria sebagai responden penelitian. Instrumen Penelitian Instrumen pengambilan data penelitian ini berupa kuesioner tertutup yang dikembangkan dengan mengacu pada indikator masing-masing Skala pengukuran yang digunakan yaitu skala Likert 5 poin, yang meliputi Ausangat setujuAy . sampai Ausangat tidak setujuAy . Indikator yang digunakan dalam kuesioner merujuk pada literatur terdahulu. Literasi Financial Technology (XCA) dengan indikator Pengetahuan, sikap, kemampuan, dan tindakan terhadap teknologi keuangan (Hermawan et al. , 2. Kredit Usaha Rakyat (XCC) dengan indikator Ketepatan penggunaan dana, jumlah kredit, dan beban kredit (Marfuah & Hartiyah, 2. Pendapatan UMKM (Y) dengan indikator berupa Unsur pendapatan, sumber pendapatan, dan biaya (Arianti, 2. Analisis data dilaksanakan dengan menerapkan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (PLS-SEM). Dipilihnya PLS-SEM karena dapat digunakan guna menganalisis model prediksi yang kompleks dengan jumlah sampel kecil hingga menengah, serta tidak mengharuskan data berdistribusi normal. Analisis dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu: Analisis Statistik Deskriptif Digunakannya statistik deskriptif yaitu guna memberi gambaran umum terkait ciri-ciri khusus responden serta jawaban mereka terhadap indikator masing-masing variabel (Hakim, 2. Teknik ini meliputi penghitungan mean, standar deviasi, nilai maksimum, serta minimum dari setiap item Statistik ini membantu peneliti Wahyu. Oryza memahami sebaran data serta respons responden terhadap setiap konstruk penelitian. koefisien jalur . ath coefficien. untuk menunjukkan kekuatan dan arah hubungan antar variabel. Analisis Outer Model (Model Pengukura. Outer model mempunyai tujuan guna mengevaluasi reliabilitas serta validitas indikator dalam mengukur konstruk laten . ariabel Evaluasi dilakukan melalui Convergent Validity diukur melalui nilai loading factor. Suatu indikator dikatakan valid jikalau mempunyai loading factor > 0,70. Namun, nilai pada rendang 0,60 sampai 0,70 masih bisa diterima pada tahap awal pengembangan skala (Hamid, 2. AVE (Average Variance Extracte. mengukur sebesar apa variabel laten mampu menjelaskan varians beberapa Nilai AVE Ou 0,50 memperlihatkan bahwasanya konstruk memiliki validitas konvergen yang baik. Discriminant Validity: Diuji menggunakan dua pendekatan (Savitri et al. , 2. Cross Loadings semua indikator seharusnya mempunyai loading tertinggi pada konstruk yang dimaksud. Composite Reliability (CR): Menilai reliabilitas internal konstruk. Nilai CR Ou 0,70 menunjukkan reliabilitas yang tinggi. CronbachAos Alpha digunakan sebagai ukuran konsistensi internal konstruk. Nilai CronbachAos Alpha Ou 0,70 dianggap reliabel (Savitri et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Inner Model (Model Struktura. Inner model menguji hubungan tiap konstruk . ntar variabel late. dalam model Evaluasi model dilakukan melalui Rsquare (RA) yang menunjukkan besarnya pengaruh independent variable kepada dependent variable. Nilai RA yang tinggi memperlihatkan model memiliki daya prediksi yang kuat (RA Ou 0,67 = kuat. 0,33Ae 0,67 = sedang. O 0,33 = lema. (Savitri et al. F-square . A) untuk mengukur efek ukuran dari tiap-tiap independent variable kepada dependent variable. Nilai fA Ou 0,02 . Ou 0,15 . Ou 0,35 . (Savitri et al. , 2. Standardized Root Mean Square Residual (SRMR) untuk menilai model fit secara keseluruhan. Nilai SRMR O 0,08 menunjukkan model memiliki tingkat kesesuaian . yang baik (Savitri et al. , 2. Uji Hipotesis (Path Coefficient Tes. Uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui signifikansi pengaruh antara konstruk dalam model. Analisis ini menggunakan T-statistic dan P-value untuk melihat pengaruh suatu variabel dinyatakan signifikan jika nilai t-statistic > 1,96 . ntuk = 5%) dan p-value < 0,05 (Savitri et al. , 2. Nilai Hasil Gambaran Umum Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini yaitu Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di Kec. Candi. Kab. Sidoarjo. Penelitian ini menitikberatkan pada dua faktor penting yang diasumsikan berpengaruh terhadap pendapatan UMKM, yakni literasi Financial Technology (Financial Technolog. dan pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pemilihan Kecamatan Candi didasarkan pada potensi ekonomi wilayah tersebut, yang ditunjukkan oleh dominasi pelaku usaha di sektor makanan dan minuman, serta program penyaluran KUR yang aktif dan massif. Dalam konteks ini, pemahaman terhadap teknologi keuangan dan akses permodalan formal sangat penting untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pendapatan pelaku UMKM di era Deskripsi Hasil Penelitian Deskripsi Responden Penelitian ini melibatkan sebanyak 81 responden yang termasuk pelaku UMKM di Kec. Candi. Kab. Sidoarjo. Berdasarkan data demografis yang diperoleh, mayoritas responden berada direntang usia 30Ae40 tahun mencapai 36%, diikuti oleh responden berusia 40Ae50 tahun sebanyak Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku usaha ada di usia produktif, sehingga memiliki potensi tinggi untuk belajar dan berkembang dalam pengelolaan usaha, termasuk dalam hal pemanfaatan teknologi dan akses Dari sisi jenis kelamin, responden perempuan lebih mendominasi sebanyak 42 orang atau sekitar 52% dari total responden, dan laki-laki berjumlah 39 orang ataupun setara dengan 48%. Ini memperliahtkan bahwasanya peran perempuan pada sektor usaha mikro cukup signifikan dan aktif dalam menjalankan kegiatan ekonomi di tingkat lokal, khususnya di Kecamatan Candi. Kecenderungan ini juga memperlihatkan bahwa perempuan tidak hanya menjadi pelaku usaha alternatif rumah tangga, tetapi juga menjadi penggerak utama sektor ekonomi mikro. Selanjutnya, merupakan lulusan SMA dengan jumlah 64 orang Wahyu. Oryza atau sekitar 79%. Sementara itu, lulusan Diploma (D1AeD. sebanyak 6 orang. Sarjana (S1/D. sebanyak 8 orang, dan lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 3 orang. Hal tersebut memperlihatkan bahwasanya tingkat pendidikan menengah menjadi latar belakang pendidikan mayoritas pelaku usaha di wilayah penelitian, yang secara umum memungkinkan mereka untuk memahami dasar-dasar manajemen usaha dan penggunaan teknologi keuangan dengan baik. Berdasarkan bidang usahanya, mayoritas responden bergerak di sektor makanan dan minuman, yaitu sebanyak 52 orang atau 64%. Bidang ini diikuti oleh sektor jasa sebanyak 14 orang . %), fashion sebanyak 9 orang . %), serta sektor kerajinan dan perabot rumah tangga masing-masing sebanyak 3 orang . %). Dominasi sektor makanan dan minuman ini menunjukkan bahwa sektor tersebut merupakan penggerak utama UMKM di Kecamatan Candi, karena kebutuhan konsumsi masyarakat yang tinggi serta relatif mudah dikelola. Adapun mengenai pendapatan bulanan, sebagian besar responden memiliki pendapatan rata-rata pada kisaran Rp 2. 000 sampai Rp 000 per bulan, yaitu berjumlah 49 orang ataupun setara dengan 60% dari total responden. Rentang pendapatan ini menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM berada pada kategori pendapatan menengah, dengan potensi untuk meningkat seiring dengan peningkatan kapasitas produksi, manajemen usaha, serta dukungan teknologi dan permodalan yang memadai. Deskripsi Variabel Penelitian Literasi Financial Technology (X. Literasi Financial Technology merupakan independent variable pertama pada penelitian ini. Variabel ini digunakan untuk mengukur sejauh mana pelaku UMKM memahami, menerima, dan memanfaatkan layanan keuangan berbasis teknologi dalam aktivitas usaha mereka. Indikator dari variabel ini mencakup aspek pengetahuan, sikap, kemampuan dalam pengelolaan keuangan digital, serta tindakan dalam pengambilan keputusan menggunakan layanan Financial Technology. Berdasarkan hasil rekapitulasi kuesioner, variabel ini memperoleh nilai rata-rata skor sebesar 4,19. Sebagian besar responden menyatakan AuSetujuAy . %) dan AuSangat SetujuAy . %) terhadap pernyataan-pernyataan yang berkaitan dengan literasi Financial Technology. Hal ini menunjukkan bahwa pelaku UMKM di Kecamatan Candi memiliki tingkat literasi Financial Technology yang relatif tinggi. Mereka telah terbiasa menggunakan layanan keuangan digital seperti e-wallet, mobile banking, maupun aplikasi pembukuan digital untuk memudahkan transaksi Kesiapan mereka dalam mengadopsi Financial Technology menjadi modal penting dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha, mengakses pinjaman digital, serta memperluas jangkauan pasar. Kredit Usaha Rakyat (X. Kredit Usaha Rakyat atau KUR merupakan independent variable kedua pada penelitian ini. Variabel ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pemanfaatan KUR sebagai bentuk dukungan pengembangan usaha pelaku UMKM. Indikator dalam variabel ini mencakup aspek ketepatan penggunaan dana pinjaman, kecukupan jumlah kredit yang diterima, serta kemampuan dalam menghadapi beban angsuran atau bunga pinjaman. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa variabel KUR memiliki rata-rata skor sebesar 4,33. Sebagian besar responden memberikan jawaban AuSetujuAy . %) dan AuSangat SetujuAy . %) atas item-item pertanyaan terkait KUR. Hasil ini mengindikasikan bahwa pelaku UMKM di Kecamatan Candi telah mampu memanfaatkan KUR secara optimal. Mereka menunjukkan pengelolaan modal usaha yang bijak, baik untuk pembelian bahan baku, perluasan produksi, maupun penambahan alat usaha. Program KUR juga terbukti menjangkau pelaku usaha yang layak dan produktif, serta memberikan kemudahan dalam persyaratan dan bunga pinjaman yang rendah. Pendapatan UMKM (Y) Pendapatan UMKM merupakan variabel dependen dalam penelitian ini, yang mencerminkan hasil akhir dari seluruh aktivitas operasional usaha, termasuk pengaruh dari literasi Financial Technology dan dukungan pembiayaan KUR. Indikator yang digunakan dalam variabel ini mencakup unsur-unsur pendapatan, sumber pendapatan, serta efisiensi biaya operasional. Ratarata skor untuk variabel ini adalah 4,30. Sebagian besar responden menyatakan AuSetujuAy . %) dan AuSangat SetujuAy . %) bahwa usaha mereka mengalami peningkatan pendapatan sebagai hasil dari pengelolaan yang baik. Tingginya nilai ini menunjukkan bahwa mayoritas pelaku UMKM memiliki pendapatan yang relatif stabil dan cukup Wahyu. Oryza untuk membantu dalam pengelolaan keuangan terutama pada pencatatan akuntansi serta juga dapat membiayai kegiatan operasional usaha. Mereka juga menunjukkan pemahaman terhadap akuntansi dan manajemen keuangan dasar, seperti pencatatan penerimaan kas dan pengeluaran kas, pemisahan modal dan keuntungan, serta penentuan harga jual yang kompetitif. Pendapatan yang diperoleh pun tidak hanya berasal dari penjualan produk utama, namun juga dari pengembangan saluran distribusi dan pemasaran berbasis digital. Analisis Data Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis PLS yang diolah dengan software SmartPLS 4. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 81 pelaku UMKM di Kecamatan Candi. Kabupaten Sidoarjo, selama periode 24 Maret hingga 24 April 2025. Setelah dilakukan tabulasi data dengan Microsoft Excel, analisis dilanjutkan dengan tahapan pengujian outer model guna menilai reliabilitas serta validitas instrumen Uji Outer Model Analisis awal pada PLS dilakukan melalui pengujian outer model guna menilai apakah setiap indikator tetalh valid dan reliabel dalam merefleksikan konstruk variabel laten yang diteliti. Validitas diuji melalui nilai outer loading dan AVE, sementara reliabilitas diuji menggunakan nilai CronbachAos Alpha serta composite reliability. Sumber : Data diolah penelitian menggunakan SmartPLS 4. Gambar 2. Uji Outer Model Berdasarkan hasil pengolahan data, seluruh indikator pada variabel Literasi Financial Technology (X. Kredit Usaha Rakyat (X. , dan Pendapatan (Y) menunjukkan nilai outer loading melebihi 0,7. Misalnya, indikator X1. 3 mempunyai loading sebesar 0,882. X2. 10 sebesar 0,899, dan 3 sebesar 0,852. Nilai-nilai ini mengindikasikan bahwa setiap indikator memiliki kontribusi yang kuat dalam menjelaskan konstruknya masing-masing, dan memenuhi kriteria validitas konvergen sebagaimana diharapkan dalam model pengukuran berbasis PLS. Dengan demikian, tidak ada satu pun indikator yang dieliminasi karena semua dinyatakan Dilain sisi, nilai AVE bagi setiap variabel juga menunjukkan hasil yang baik. Variabel Literasi Financial Technology (X. memiliki nilai AVE sebesar 0,652. Kredit Usaha Rakyat (X. sebesar 0,660, dan Pendapatan UMKM (Y) sebesar 0,629. Semua nilai AVE melebihi 0,5 yang disyaratkan, sehingga bisa ditarik kesimpulan bahwasanya beberapa variabel pada model penelitian ini sudah memenuhi syarat validitas konvergen. Semakin Wahyu. Oryza tinggi nilai AVE, maka semakin besar proporsi varians yang dijelaskan dari konstruk dibanding varians yang diakibatkan dari kesalahan Uji validitas diskrimanan telah dilakukan dengan pendekatan cross loading, yang leibatkan perbandingan antara nilai muatan indikator pada konstruk asal dengan muatannya terhadap konstruk Hasilnya, setiap indikator menun jukkan loading yang lebih tinggi pada konstruk yang Misalnya, indikator X1. 3 memiliki loading sebesar 0,882 pada konstruk Literasi Financial Technology, sementara loading-nya pada konstruk Kredit Usaha Rakyat dan Pendapatan UMKM masing-masing hanya sebesar 0,454 dan 0,591. Hal yang sama berlaku pada indikator-indikator lain, baik pada konstruk X2 maupun Y. Oleh karena itu, model ini dapat dikatakan telah memenuhi kriteria validitas diskriminan dengan baik. Tabel 1. Uji Reliabilitas Cronbach's Alpha Keandalan Komposit . Sumber : Data peneliti diolah SmartPLS 4. Reliabilitas konstruk juga diuji dengan melihat nilai Cronbach's Alpha dan rho_A . eandalan komposi. Hasil memperlihatkan bahwasanya semua variabel bernilai CronbachAos Alpha serta keandalan komposit melebihi 0,9. Secara rinci, variabel Literasi Financial Technology (X. memiliki nilai CronbachAos Alpha 0,940 serta rho_A 0,947. variabel Kredit Usaha Rakyat (X. memiliki nilai 0,942 dan 0,946. serta variabel Pendapatan (Y) sebesar 0,934 dan 0,935. Nilai-nilai tersebut mengindikasikan bahwasanya seluruh konstruk pada penelitian ini sangat reliabel karena melebihi 0,7. Dengan demikian, seluruh instrumen yang dipergunakan terbukti mempunyai konsistensi internal yang tinggi dan dapat diandalkan untuk pengujian model berikutnya. Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Uji Inner Model Inner model atau model struktural digunakan untuk menguji hubungan kausal antar variabel laten dalam model penelitian. Pengujian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana konstrukkonstruk yang telah dibangun mampu menjelaskan variabel yang diprediksi dalam penelitian. Evaluasi inner model dilakukan melalui beberapa indikator utama, yaitu nilai R-Square (RA). F-Square . A), dan model fit. Masing-masing indikator ini memberikan informasi mengenai kekuatan prediktif dan kesesuaian keseluruhan model dengan data yang Tabel 2. R-Square R-square Adjusted R-square Sumber : Data peneliti diolah SmartPLS 4. R-Square (RA) R-Square pengaruh variabel independen dalam menjelaskan variabilitas variabel dependen. Semakin tinggi nilai R-Square mendekati angka 1, maka semakin besar pula kemampuan model dalam menjelaskan variabel yang diprediksi. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa konstruk Pendapatan UMKM (Y) memiliki nilai R-Square sebesar 0,738 dan adjusted R-Square sebesar 0,731. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sebesar 73,8% variasi pendapatan UMKM dapat dijelaskan oleh dua variabel independen, yaitu Literasi Financial Technology (X. dan Kredit Usaha Rakyat (X. Sisa variabilitas sebesar 26,2% dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model ini. Hal ini menunjukkan bahwa model penelitian memiliki daya prediktif yang kuat dan dapat diandalkan. Wahyu. Oryza Tabel 3. F-Square Sumber : Data peneliti diolah SmartPLS 4. F-Square . A) Penggunaan F-Square bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kontribusi masing-masing variabel independen dalam menjelaskan variabel Nilai fA sebesar 0,02 menunjukkan pengaruh kecil, 0,15 menunjukkan pengaruh sedang, dan 0,35 atau lebih menunjukkan pengaruh Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa variabel Literasi Financial Technology (X. memberikan kontribusi dengan nilai fA sebesar 0,346 terhadap Pendapatan UMKM, yang menunjukkan pengaruh mendekati kategori besar. Sementara itu. Kredit Usaha Rakyat (X. memiliki nilai fA sebesar 1,083, yang berarti memberikan pengaruh sangat kuat dan dominan dalam model. Ini menunjukkan bahwa kontribusi KUR terhadap pendapatan pelaku UMKM lebih signifikan dibandingkan literasi Financial Technology. Oleh karena itu. KUR merupakan variabel yang paling berperan dalam menjelaskan peningkatan pendapatan UMKM di Kecamatan Candi. Tabel 4. Model fit Model jenuh . SRMR d_ULS Chi-square NFI Sumber: Data peneliti diolah SmartPLS 4. Model Fit Pengujian model fit dilakukan untuk mengetahui sejauh mana model struktural yang dibangun sesuai atau cocok dengan data yang Salah satu ukuran yang digunakan dalam pengujian ini adalah Standardized Root Mean Square Residual (SRMR) dan Normed Fit Index (NFI). Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa nilai SRMR pada model jenuh dan model perkiraan sebesar 0,094, yang masih dapat diterima Perkiraan model karena berada di bawah batas maksimum 0,10. Selain itu, nilai NFI yang diperoleh sebesar 0,601 juga menunjukkan bahwa model memiliki kecocokan yang memadai terhadap data. Nilai ini mengindikasikan bahwa secara keseluruhan, struktur model yang dibangun dalam penelitian ini dapat dikatakan layak dan sesuai, serta memenuhi kriteria kelayakan . dalam analisis berbasis PLSSEM. Tabel 5. Path Coefficient. T-Statistik, dan P-Values Sampel asli (O)/ T statistik Nilai P (P value. Path Coefficient X1. -> Y. X2. -> Y. Sumber : Data peneliti diolah SmartPLS 4. Uji Hipotesis Hasil pengujian hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Literasi Financial Technology (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan UMKM (Y) dengan nilai path coefficient sebesar 0,352, t-statistics sebesar 3,099, dan p-values sebesar 0,002. Nilai tersebut telah memenuhi kriteria signifikansi statistik, di mana t- statistics > 1,96 dan p-values < 0,05, sehingga hipotesis pertama dapat diterima. Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan pelaku UMKM dalam memahami dan memanfaatkan layanan keuangan digital seperti e-wallet, mobile banking, hingga platform pinjaman daring, berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan. Literasi Financial Technology yang baik tidak hanya Wahyu. Oryza mempermudah proses transaksi dan efisiensi keuangan, tetapi juga memungkinkan pelaku usaha profesionalitas pengelolaan bisnis. Dalam konteks ini, literasi Financial Technology berfungsi sebagai sumber daya strategis internal yang mampu menciptakan keunggulan kompetitif, sehingga pelaku UMKM yang memiliki pemahaman yang tinggi terhadap teknologi keuangan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan pendapatan dan memperkuat daya saing usahanya. Sementara itu, variabel Kredit Usaha Rakyat (X. juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap Pendapatan UMKM, dengan nilai path coefficient sebesar 0,623, t-statistics sebesar 6,063, dan p-values sebesar 0,000, yang berarti hipotesis kedua dapat diterima. Hasil ini membuktikan bahwa program KUR yang difasilitasi oleh pemerintah mampu menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi di sektor UMKM, khususnya dalam hal penyediaan modal usaha yang mudah diakses, berbunga rendah, dan relatif cepat Akses terhadap pembiayaan ini memungkinkan pelaku UMKM meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan distribusi, serta memperbaiki kualitas produk atau layanan. Keberadaan KUR juga memberikan ruang bagi UMKM yang sebelumnya tidak terlayani oleh lembaga keuangan formal untuk tetap berkembang secara inklusif. Dengan kata lain, semakin optimal pemanfaatan dana KUR oleh pelaku UMKM, maka semakin besar pula potensi peningkatan pendapatan mereka, sehingga program ini terbukti menjadi instrumen yang efektif dalam mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan sektor usaha mikro dan kecil secara konkret. Pembahasan Pengaruh Literasi Financial Technology terhadap Pendapatan UMKM Hasil pengujian PLS menunjukkan bahwa Literasi Financial Technology berpengaruh dan searah terhadap pendapatan UMKM di Kecamatan Candi. Temuan ini memperkuat teori Resource Based View (RBV) yang menempatkan literasi Financial Technology sebagai aset intelektual strategis yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan. Kemampuan pelaku usaha dalam memahami dan menggunakan layanan keuangan digital seperti e-wallet, mobile banking, dan aplikasi pencatatan akuntansi dasar dan keuangan membantu memperlancar transaksi dan pengambilan keputusan finansial yang berdampak pada peningkatan pendapatan. Hasil ini sejalan dengan penelitian Nindhya & Widajantie . yang menegaskan bahwa literasi keuangan yang baik mampu mendukung stabilitas usaha dengan kemampuan pengelolaan akuntansi dasar yang baik dan mencegah risiko finansial yang tidak terkendali, serta didukung dengan penelitian yang dilakukan Prakoso . yang menjelaskan bahwa semakin tinggi tingkat literasi maka semakin bijak juga pelaku usaha dalam mengelola keuangan untuk mencapai pendapatan yang stabil, berbeda dengan penelitian yang dilakukan Laela et al . menunjukkan bahwa pelaku UMKM lebih memilih menggunakan transaksi jual beli secara konvensional yang dianggap lebih mudah dalam mengelola pendapatan. Perbedaan hasil ini disebabkan adanya perbedaan adopsi teknologi setiap wilayah yang bervariasi. Daerah yang memiliki akses internet atau tekniologi terbatas cenderung memulih dengan menggunakan metode konvesional, begitu juga sebaliknya, daerah yang memiliki dukungan digital yang baik, literasi Financial Technology dapat membuktikan dalam peningkatan efisiensi dan pendapatan. Oleh karena itu, peningkatan literasi dan infrastruktur digital menjadi kunci untuk dapat memaksimalkan dampak positif Financial Technology terhadap UMKM. Pengaruh Kredit Usaha Rakyat terhadap Pendapatan UMKM Hasil pengujian PLS menunjukkan Kredit Usaha Rakyat juga terbukti memiliki pengaruh dan searah terhadap pendapatan UMKM. Temuan ini mendukung kerangka RBV, di mana KUR dipandang sebagai sumber daya eksternal yang dapat diintegrasikan ke dalam strategi internal usaha untuk meningkatkan daya saing. Akses pembiayaan dari KUR memungkinkan UMKM menambah ekuitas usaha, meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pasar, dan merespons peluang bisnis secara lebih fleksibel. Secara logis, ketersediaan modal mendorong aktivitas ekonomi yang lebih besar dan berdampak langsung pada Penelitian ini sejalan dengan temuan Karama et al . , yang menyatakan bahwa penggunaan dana KUR secara efektif, ditambah dengan pengawasan dari lembaga penyalur dan kemampuan pengelolaan ekuitas, mampu meningkatkan performa keuangan UMKM secara signifikan, serta penelitian yang dilakukan Adju et al . menyatakan bahwa pemberian kredit dilakukan dengan mengikuti karakter, kapasitas, modal, usaha, jaminan, serta prosedur untuk Wahyu. Oryza pemberian kredit usaha rakyat dihunakan oleh pelaku usaha untuk dapat meningkatkan Namun penelitian ini tidak sejalan dengan yang dilakukan Taha et al . yang menyatakan bahwa pengguna KUR tidak sekaligus akan meningkatkan pendapatan, demikian juga sebaliknya, sedangkan menggunakan pinjaman KUR akan memiliki resiko akan tidak terbayarnya angsuran yang dibebankan. Perbedaan hasil ini disebabkan adanya kapasitas manajerial pelaku UMKM serta kesiapan usaha dalam menyerap pinjaman dana, dan kondisi serta regulasi pada masing-masing daerah. Beberapa wilayah belum memiliki sistem dalam pendampingan keuangan yang memadai, dana KUR beresiko tidak dikelola secara produktif, sehingga tidak berdampak signifikan pada pendapatan. Maka dengan itu, efektivotas KUR sangat bergantung pada kesiapan internal UMKM serta dukungan pihak eksternal berupa monitoring dan kebijakan yang beerpihak pada pertumbuhan UMKM. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa literasi Financial Technology dan akses terhadap Kredit Usaha Rakyat (KUR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM di Kecamatan Candi. Kabupaten Sidoarjo. Literasi Financial Technology yang baik memungkinkan pelaku usaha mengelola keuangan secara efisien, memanfaatkan layanan digital, dan mengambil keputusan finansial yang Sementara itu, pemanfaatan KUR memberikan dukungan modal yang strategis untuk peningkatan kapasitas usaha dan respon terhadap dinamika pasar. Kedua faktor ini saling melengkapi dan secara simultan memperkuat daya saing UMKM lokal. Temuan ini menegaskan perlunya kebijakan yang mendorong peningkatan literasi digital serta akses pembiayaan yang mudah, khususnya bagi UMKM sektor makanan dan Dengan demikian, kombinasi sumber daya internal dan dukungan eksternal menjadi kunci dalam menciptakan pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan di tengah perkembangan ekonomi Rekomendasi Penelitian ini memiliki keterbatasan pada ruang lingkup geografis dan jumlah sampel yang terbatas hanya pada pelaku UMKM di Kecamatan Candi. Kabupaten Sidoarjo, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan ke wilayah lain dengan karakteristik ekonomi yang berbeda. Selain itu, variabel yang diteliti hanya mencakup literasi Financial Technology dan Kredit Usaha Rakyat, sementara masih banyak faktor lain yang berpotensi memengaruhi pendapatan UMKM, seperti inovasi produk, manajemen usaha, atau pemasaran digital. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas cakupan wilayah dan menambah jumlah responden agar hasilnya lebih representatif. Peneliti mendatang juga dapat mempertimbangkan pendekatan kualitatif atau metode campuran untuk menggali faktor-faktor non-finansial yang berpengaruh secara mendalam terhadap kinerja UMKM. Penambahan variabel lain yang relevan juga akan memperkaya analisis dan memberikan gambaran yang lebih komprehensif bagi pengambil kebijakan dan pelaku DAFTAR PUSTAKA