Volume 4 Nomor 2 . Hal. MIMBAR PGSD FLOBAMORATA ISSN: 2988-2982 (Onlin. Journal Homepage: https://e-journal. id/index. php/mpf PENGARUH MODEL RECIPROCAL TEACHING BERORIENTASI MEDIA WORDWALL TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI MEMBACA SISWA SEKOLAH DASAR Ummu Aiman1*. Nurlailah1. Fenny Tanalinal Khasna1 . Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Kupang,Indonesia uO* aimanpgsdumk93@gmail. Article History Submitted : 25/04/2026 Revised : 29/04/2026 Accepted : 29/04/2026 Published : 30/04/2026 Kata Kunci: Reciprocal Teaching. Wordwall. Literasi Membaca. Keywords: Reciprocal Teaching. Wordwall. Reading Literacy. Abstrak: Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran reciprocal teaching berorientasi media wordwall terhadap kemampuan literasi membaca siswa pada topik menemukan informasi dalam teks informatif i SD Inpres Oepoi Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian yang digunakan yakni quasi eksperimen dengan desain penelitian AuPretest-Posstest Control Group DesignAy. Populasi adalah seluruh siswa kelas i SD Inpres Oepoi Kupang yang berjumlah 55 orang kelas iA dan iB. Dimana kelas iA dijadikan kelas eksperimen sebanyak 26 siswa, sedangkan kelas iB kelas kontrol 29 orang. Dalam pengambilan sampel penggunaan teknik purposive Data yang dikumpulkan melalui tes dan angket pada topik menemukan informasi dalam teks informatif. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan statistik deskriptif dan Kemudian dianalisis dengan teknis statistika yaitu menggunakan uji T. Setelah dianalisis hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan kemampuan literasi membaca siswa antara kelas kontrol dan eksperimen dapat dilihat dari hasil perhitungan Uji T yakni dengan df 55, nilai signifikansinya 0,000 yang berarti < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 Disimpulkan adanya efek yang disignifikan model pembelajaran reciprocal teaching berorientasi media wordwall terhadap kemampuan literasi membaca siswa pada topik menemukan informasi dalam teks informatif kelas i SD Inpres Oepoi Kupang. Abstract: The study aims to determine whether there is an influence of the wordwall media-oriented reciprocal teaching learning model on students' reading literacy skills on the topic of finding information in informative texts i of SD Inpres Oepoi Kupang. This study is a quantitative study with a quasi-experimental research method with a research design of "Pretest-Posttest Control Group Design". The population is all third-grade students of SD Inpres Oepoi Kupang, totaling 55 students from classes iA and iB. Where class iA is used as an experimental class of 26 students, while class iB is a control class of 29 students. In sampling, the use of purposive sampling technique. Data collected through tests and questionnaires on the topic of finding information in informative texts. The collected data were analyzed using descriptive and inferential statistics. Then analyzed with statistical techniques, namely using the T test. After being analyzed, the results of this study found that there were differences in students' reading literacy abilities between the control and experimental classes, which can be seen from the results of the T Test calculation, namely with df 55, the significance value is 0. 000 which means <0. 05, so H0 is rejected and H1 is accepted. It was concluded that there was a significant effect of the wordwall media-oriented reciprocal teaching learning model on students' reading literacy abilities on the topic of finding information in informative texts i SD Inpres Oepoi Kupang. This is an open access article under the CC-BYAeSA license PENDAHULUAN Secara sederhana literasi dimaknai sebagai melek huruf, kemampuan baca tulis, serta kecakapan dalam membaca dan menulis (Nurlailah & Adwiah, 2. Sesuai dengan pernyataan Patriana dkk, . yang menyatakan bahwa literasi secara sederhana diartikan sebagai kemampuan baca tulis baik berbentuk huruf, simbol maupun angka yang mencakup kemampuan untuk memahami maksud dari sebuah persoalan. Tuntutan pengetahuan yang lebih luas dalam pendidikan di Indonesia mengakibatkan bertambah luasnya pengertian dari literasi (Sholeh et al. , 2. Menurut Undang-undang No 3 Tahun . tentang Sistem Aiman et al. Mimbar PGSD Flobamorata. Vol. Hal. Perbukuan, literasi ialah suatu kemampuan untuk memaknai informasi secara kritis sehingga setiap orang dapat mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas hidupnya. Literasi selanjutnya berkembang menjadi kemampuan membaca, kemampuan menulis, kemampuan berbicara, dan kemampuan menyimak. Kemampuan membaca merupakan salah satu kemampuan yang sangat penting untuk dimiliki dalam kehidupan (Rohman & Yustiana, 2. Membaca juga merupakan salah satu jenis keterampilan mendasar yang harus dipelajari. Dengan membaca, kita bisa mengetahui berbagai sudut pandang, dan mendapatkan berbagai ilmu pengetahuan, yang sangat berguna untuk masa depan (Prasong et al. , 2. Jika seseorang memiliki kemampuan yang rendah dalam membaca maka akan berdampak pada kemampuan literasi membaca . ulanjani & Anggraeni, 2. Literasi membaca adalah kemampuan seseorang dalam memahami bacaan maupun tulisan guna mendapatkan informasi dan mentransformasikan informasi (Ramadhanti et al. , 2. Menurut (Khasna & Kurniawan, 2. iterasi membaca membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan logis, karena melalui proses memahami teks mereka belajar menilai informasi dan mengambil keputusan secara rasional. Selain itu, kemampuan literasi membaca yang baik juga mendukung penguasaan berbagai mata pelajaran lain, sebab sebagian besar sumber belajar disajikan dalam bentuk teks tertulis (Defitri & Helsa, 2. Oleh karena itu, penguatan literasi membaca di sekolah dasar menjadi prioritas utama dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran (Khasna & Fatmawati, 2. Indonesia tercatat sebagai salah satu Negara yang memiliki kualitas membaca yang rendah. Hal ini ditunjukkan oleh hasil survei Programme for International Student Assessment (PISA) mengumumkan bahwa Indonesia menepatkan urutan yang masih sangat rendah, dimana dilihat dari PISA . siswa Indonesia berusia 15 tahun memperoleh skor rata-rata literasi membaca sekitar 403 poin. Selanjutnya pada siklus PISA . , skor literasi membaca Indonesia mengalami penurunan menjadi sekitar 371 poin, dan menempatkan Indonesia pada peringkat ke-74 dari 79 negara. Kemudian, pada survei PISA . , hasilnya juga belum menggembirakan Indonesia mencatat skor rata- rata sekitar 359 poin dan menempati peringkat ke-71 dari 81 negara peserta. Berkaitan dengan rendahnya literasi membaca siswa di level nasional hal yang sama juga terjadi pada suatu Provinsi yaitu NTT, berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh (Kurniawan, 2. yang menyatakan bahwa nilai budaya literasi Provinsi NTT masih sekitar 49,25. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa kemampuan literasi membaca siswa masih sangat rendah. Potret salah satu SD di Kota Kupang tepatnya di SD Inpres Oepoi Kota Kupang, ditemukan bahwa kemampuan literasi membaca siswa kelas i masih tergolong rendah. Hal ini dilihat dari kurangnya minat baca dari setiap siswa, kemudian didalam proses pembelajaran guru masih didominasi dengan pembelajaran konvesional, sehingga pemahaman makna dalam setiap bacaan belum terlalu ditekankan. Selain itu, belum memanfaatkan media pembelajaran secara optimal, sehingga proses belajar membaca kurang menarik dan tidak menumbuhkan motivasi siswa. Berdasarkan permasalahan diatas maka sebagai alternatifnya perlu adanya model pembelajaran yang lebih inovatif dan mampu melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar. Model pembelajaran merupakan konsep kerangka konseptual yang berisi prosedur sistematik dan mengorganisasikan pengalaman siswa untuk mencapai tujuan belajar tertentu yang berfungsi sebagai pedoman bagi guru dalam proses belajar mengajar (Adawiah & Yahfizham, 2. Dengan ini maka peneliti menerapkan model reciprocal teaching berorientasi media wordwall untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa sekolah dasar. Model reciprocal teaching adalah model pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman membaca . eading compherentio. yang bertujuan untuk mendorong siswa mengembangkan kemampuan yang dimiliki oleh kegiatan membaca dan pembelajaran efektif, seperti merangkum, bertanya, mengklarifikasi, memprediksi, dan merespon apa yang dibacanya (Hutauruk et al. , 2. Dengan mengimplementasikan model reciprocal teaching berorientasi media wordwall maka dapat membantu siswa memahami isi bacaan dengan cara yang lebih kontekstual, karena aktivitas membaca dikemas dalam bentuk visual dan interaktif yang memudahkan siswa dalam mengingat kosakata serta mempercepat proses membaca (Amelia et al. Sejalan dengan hal tersebut adapun penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Asmawati et al. , 2. yang mengimplementasikan model reciprocal teaching dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa sekolah dasar kelas. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa model reciprocal teaching ini dapat menjadi alternatif yang berharga dalam upaya meningkatkan literasi bacaan di tingkat dasar. Dengan ini maka tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh model reciprocal teaching berorientasi media wordwall terhadap kemampuan literasi membaca pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa sekolah dasar. Aiman et al. Mimbar PGSD Flobamorata. Vol. Hal. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan yakni eksperimen. Dengan desain penelitian Pretest-Posstest Control Group Design seperti pada tabel 1 berikut ini. Tabel 1. Desain Penelitian Kelompok Prestest Treatment/perlakuan Eksperimen Kontrol Postest Keterangan : A1 : Pretest yang dilaksanakan pada kelompok eksperimen A2 : Posttest yang dilaksanakan pada kelompok eksperimen X : Treatment/ perlakuan yang diberikan pada kelompok eksperimen yaitu model reciprocal teaching berorientasi media wordwall B1 : Pretest yang dilaksanakan pada kelompok kontrol B2 : Posttest yang dilaksanakan pada kelompok kontrol Variabel penelitian ini terdapat variabel bebas yakni model pembelajaran reciprocal teaching berorientasi media wordwall dan literasi membaca sebagai variabel terikat. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas i SD Inpres Oepoi Kupang sejumlah 55 orang yang terdiri atas dua kelas yakni Kelas iA 26 dan iB 29 orang. Sampel penelitian dimana kelas iA 26 orang sebagai kelas eksperimen sedangkan kelas iB 29 orang dijadikan kelas kontrol. Dengan sampel menggunakan teknik purposive sampling, yakni berdasarkan pertimbangan tertentu. Data diukur dengan tes objektif dan angket pada mata pelajaran Bahasa Indonesia pada topik menemukan informasi dalam teks informatif. Menggunakan dua teknik analisis data yakni statistik deskriptif dan inferensial. Dimana statistik deskriptif menguraikan tentang mean, median modus, standard deviasi dan varians. Sedangkan inferensial menguji normalitas, homogenitas dan uji-t. Untuk menganalisis hipotesis berbantuan SPSS 22. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Keseluruhan data kemampuan literasi membaca siswa, antara kelas eksperimen dan kelas kontrol ditunjukkan pada tabel 2 di bawah ini. Tabel 2. Data Hasil Kemampuan Literasi Membaca Siswa Keterangan Kelas Kontrol Kelas Eksperimen Pretest Posttest Pretest Posttest Mean Median Modus Variance Std. Deviation Skor rata-rata pada tabel 2 diatas menunjukkan kemampuan literasi membaca secara keseluruhan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen, terlihat jelas bahwasannya antara kelas kontrol dan eksperimen peningkatan nilai mean siswa kelas eksperimen lebih besar dibandingkan kelas kontrol. Untuk lebih jelas perbandingan antara nilai rata-rata mean kelas control dan eksperimen maka dapat dilihat pada grafik berikut ini. Aiman et al. Mimbar PGSD Flobamorata. Vol. Hal. Kelas Kontrol Kelas Eksperimen Pretest Postest Gambar 1. Grafik Perbandingan Nilai Mean Kelas Eksperimen dan Kontrol Analisis uji prasyarat hipotesis dilakukan pengujian normalitas, dan homogenitas. Uji normalitas data bertujuan untuk mengetahui data tersebut terdistribusi normal atau tidak. Berikut ditampilkan tabel 3 hasil uji normalitas di bawah ini. Tabel 3. Analisis Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov Kelas Keterangan Statistic Sig Kelas Kontrol Pretest Postest Kelas Eksperimen Pretest Postest Dari tampilan tabel 3 maka diartikan bahwa kelompok antara kelas kontrol dan eksperimen pretest dan posttest sebaran data berdistribusi normal. Hal ini ditunjukkan karena Signifikansi >0,05. Selanjutnya uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui apakah seragam atau tidak kevariansian dari sampel yang didapatkan. Hasil uji homogenitas dapat dilihat pada tabel 4 dibawah ini. Tabel 4. Analisis Homogenitas Test of Homogeneity of Variances Levene Statistic Kelas Kontrol Kelas Eksperimen Sig. Hasil di atas menampilkan data bersifat sama, hal ini dikarenakan perolehan pada kelas kontor Sig >0,05 yakni sebesar 0. 080, sedangkan pada kelas eksperimen Sig>0,05 dengan nilai 0. Syarat dari pengajuan analisis data bersifat normal dan homogeny. Oleh karena itu dilanjutkan pengujian hipotesis . yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran reciprocal teaching berorientasi media wordwall pada topik menemukan informasi dalam teks informatif untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa. Pada pemilihan pengambilan Sig > 0,05 maka H0 ditolak dan < 0,05 Ha diterima. Hasil perhitungan yang diperoleh dapat dilihat pada tabel 5 berikut. Tabel 5. Analisis Uji T Kelas Sig Keterangan Kelas Kontrol 000 Signifikansi Kelas Ekperimen Berdasarkan tabel 5 diperoleh nilai signifikansinya sejumlah 0,000 yang berarti < 0,05 maka Ho ditolak dan H1 diterima. Disimpulkan adanya pengaruh yang disignifikan pengaruh model pembelajaran reciprocal Aiman et al. Mimbar PGSD Flobamorata. Vol. Hal. teaching berorientasi media wordwall untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa didik kelas i pada topik menemukan informasi dalam teks informatif SD Inpres Oepoi Kupang. Pembahasan Dari analisis data yang dihasilkan, model pembelajaran reciprocal teaching berorientasi media wordwall memperoleh hasil yang meningkat dibandingkan model pembelajaran ekspositori. Adanya perbedaan kedua hal tersebut diartikan bahwa model pembelajaran reciprocal teaching berorientasi media wordwall berpengaruh besar terhadap kemampuan literasi membaca siswa. Hasil temuan tersebut dijelaskan penyebabnya dari sudut pandang secara teori model pembelajaran reciprocal teaching berorientasi media wordwall dan ekspositori. Dimana keduanya memiliki karakteristik yang berbeda dilihat dari defenisi pengertiannya model pembelajaran reciprocal teaching berorientasi media wordwall adalah model pembelajaran kooperatif dan inovatif yang berfokus pada keterlibatan aktif siswa dalam proses membaca, sehingga efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa sekolah dasar, khususnya dalam memahami isi teks, menemukan informasi penting, mengajukan pertanyaan kritis, mengklarifikasi makna, dan menyusun rangkuman secara mandiri melalui pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan (Dewani et al. , 2. Adapun langkah model reciprocal teaching menurut Wahyuni & Nugroho, . pertama diawali predicting . Pada tahap pertama ini guru menampilkan ilustrasi teks melalui media wordwall . ebak isi tek. Langkah berikut questioning . guru membimbing siswa menyusun pertanyaan terkait teks yang ditampilkan. Pada tahap ketiga clarifying . guru membantu siswa memahami kata sulit atau informasi yang belum jelas. Menyediakan latihan wordwall mencocokkan kata sulit dengan arti dan melengkapi informasi. Tahap terakhir summarizing . kegiatan akhir ini guru meminta siswa menyusun rangkuman isi teks, memberikan aktivitas Wordwall menyusun urutan informasi dan memilih ringkasan yang tepat. Kemudian siswa menyimpulkan isi teks dengan bahasa sendiri, serta menyajikan hasil rangkuman. Dengan demikian, kombinasi antara model reciprocal teaching dan media wordwall tidak hanya membantu siswa dalam memahami teks informatif, tetapi juga mendorong kemandirian belajar dan keterampilan literasi membaca secara menyeluruh. Oleh karena itu, model ini layak digunakan sebagai alternatif pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa sekolah dasar. Sedangkan model pembelajaran ekspositori, dimana dalam kelas ekspositori pembelajaran hanya menekankan pada proses penyampaian materi saja dari seorang guru kepada sekelompok siswa, hal ini dimaksudkan agar siswa bisa menguasai materi secara menyeluruh (Aiman et al. , 2. Kemudian dari langkah pembelajaran terdiri dari empat tahap dimana tahap pertama yaitu tahap persiapan, siswa mempersiapkan untuk menerima materi pembelajaran, setelah itu guru menyediakan materi pembelajaran jelas dan sistematis. Kemudian tahap kedua guru mulai menguaraikan secara singkat tentang materi pembelajaran dan memberikan pertanyaan kepada siswa. Pada tahap ketiga guru mulai menghubungkan materi pembelajaran dengan pengalaman siswa yang terjadi dalam kehidupannya, agar siswa bisa memahami keterkaitan struktur materi dengan pengetahuan yang sudah dimilikinya. Berikut pada tahap keempat siswa dituntut untuk memahami konsep dari materi yang telah di sajikan dan pada langkah terakhir guru melakukan evaluasi kepada siswa terhadap pemahaman materi yang mereka pelajari(Sholihah, 2. Dari temuan hasil penelitian yang didukung oleh pendapat ahli dan penelitian sebelumnya, dapat diketahui dengan menggunakan model pembelajaran reciprocal teaching berorientasi media wordwall terhadap kemampuan literasi membaca siswa pada topik menemukan informasi dalam teks informatif i SD Inpres Oepoi Kupang memperoleh hasil meningkat. Didukung oleh penelitian sebelumnya yang dilaksanakan oleh (Istiqomah et al. , 2. yang berjudul Pengaruh Media Pembelajaran Wordwall terhadap Kemampuan Literasi Membaca Pemahaman Siswa Kelas IV SD Negeri Pegadingan 1. Berdasarkan hasil penelitiannya, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran wordwall berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan literasi membaca pemahaman siswa. Dengan adanya hasil analisis statistik adanya perbedaan yang signifikan antara hasil posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. SIMPULAN DAN SARAN Dari hasil uji hipotesis serta pembahasaan, disimpulkan terdapat perbedaan peningkatan penguasaan kemampuan literasi membaca siswa yang diajarkan dengan model reciprocal teaching berorientasi media wordwall dengan siswa yang diajarkan model pembelajaran ekspositori pada siswa kelas i di SD Inpres Aiman et al. Mimbar PGSD Flobamorata. Vol. Hal. Oepoi Kupang. Hal ini terbukti dengan hasil pengujian hipotesis menunjukkan nilai signifikansinya sejumlah 0,000 yang berarti < 0,05 maka Ho ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan kesimpulan yang diperoleh, maka peneliti merumuskan saran sebagai berikut. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan rekomendasi kepada para pendidik untuk mulai mengintegrasikan model pembelajaran yang inovatif dan media pembelajaran berbasis teknologi dalam kegiatan belajar mengajar, terutama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang berkaitan dengan kemampuan literasi membaca. Integrasi model reciprocal teaching berorientasi media wordwall tidak hanya mendukung pencapaian kompetensi literasi membaca, tetapi juga menumbuhkan budaya belajar aktif dan kolaboratif di kelas. Dengan demikian, model reciprocal teaching berorientasi media wordwall dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif model dan media pembelajaran yang inovatif, khususnya untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca pada jenjang sekolah dasar. Penelitian ini juga membuka peluang bagi studi lanjutan yang mengeksplorasi integrasi teknologi lain dalam pembelajaran literasi membaca dan kompetensi abad 21. DAFTAR RUJUKAN Adawiah. , & Yahfizham. Penerapan Media Digital Interaktif Dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Bahasa Arab. Jurnal Recoms, 2. , 41Ae54. https://doi. org/10. 59548/rc. Aiman. Meilani. Suhada. , & Sunimbar. Pengaruh Model Problem Based Learning Dengan Suplemen Peta Pikiran Terhadap Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 10. , 293Ae301. https://doi. org/10. 38048/jipcb. Amelia. Ahmad. , & Puspitasari. Pengaruh Model Contextual Teaching And Learning Berbantuan Media Wordwall Terhadap Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Kelas V Sd MathlaAoul Khoeriyah. https://doi. org/10. 37081/jipdas. Asmawati. Muhammad Makki, & Husniati. Pengaruh Metode Reciprocal Teaching Terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Kelas IV SDN 32 Cakranegara Tahun Ajaran 2025. Jurnal Pendidikan. Sains. Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journa. , 6. , 1251Ae1259. https://doi. org/10. 29303/goescienceed. Defitri. , & Helsa. Penerapan Pembelajaran Berbasis Literasi Digital Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Sekolah Dasar. https://doi. org/10. 9644/sindoro. Dewani. Sukartiningsih. Hendratno. , & Suryanti. Exploring Reading Interest and Reading Literacy of Indonesian Language in Elementary School Students: A Correlation Study. International Journal of Language Education, 8. https://doi. org/10. 26858/ijole. Hutauruk. Anzelina. Abi. , & Silaban. Penerapan Model Pembelajaran Reciprocal Teaching untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 5. , 2116Ae2121. https://doi. org/10. 31004/basicedu. Istiqomah. Rokmanah. Gunardi. , & Primagraha. Pengaruh Media Pembelajaran Wordwall Terhadap Kemampuan Literasi Membaca Pemahaman Siswa Kelas Iv Sd Negeri Pegadingan. Khasna. , & Fatmawati. Pengembangan Bahan Ajar Ipa Model P3e Berorientasi Metode Eksperimen Untuk Melatih Keterampilan Proses Sains Dan Critical Thinking Skills Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti, 10. , 557Ae568. https://doi. org/10. 38048/jipcb. Khasna. , & Kurniawan. Pengembangan Strategi Fun Integrated Learning (FIL) 6C Berbasis Multimedia Interaktif Kearifan Lokal NTT untuk Peningkatan Nilai Karakter pada Peserta Didik Sekolah Dasar. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 14. , 1365Ae1378. Kurniawan. Implementasi Pendidikan Tekhnohumanistik Berbasis 4c Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik. Indonesian Values and Character Education Journal, 3. , 40Ae46. https://doi. org/10. 23887/ivcej. Nurlailah, & Adwiah. Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Melalui Metode Learning Cell Pada Peserta Didik Kelas Iv Sd Negeri Rompo Kabupaten Bima. Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata, 5. , 276Ae283. https://doi. org/10. 51494/jpdf. Prasong. Kalang. , & Nurlailah. Pengembangan Media Video Animasi Interaktif Untuk Meningkatkan Minat Membaca Dengan Tema Kegemaranku Pada Siswa Kelas 1 Mis Al-Fitrah Oesapa. Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata, 3. , 276Ae280. https://doi. org/10. 51494/jpdf. Aiman et al. Mimbar PGSD Flobamorata. Vol. Hal. Ramadhanti. Rakhman. , & Rokmanah. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Indonesia Vol 12 No 2. Oktober 2023. Rohman. , & Yustiana. Pengaruh Model Pembelajaran Kolaboratif Berbantuan Wordwall Terhadap Keterampilan Membaca Pemahaman Teks Narasi Siswa. Integrative Perspectives of Social and Science Journal, 2. , 428Ae437. Sholeh. Murtono. , & Masfuah. Efektivitas Pembelajaran Google Classroom Dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Membaca Siswa. Jurnal Educatio FKIP UNMA, 7. , 134Ae140. https://doi. org/10. 31949/educatio. Sholihah. Enhancing Collaboration And Digital Literacy Through Online Reading-Concept Mapping-Reciprocal Teaching. , 153Ae171. Wulanjani & Anggraeni. Meningkatkan Minat Membaca melalui Gerakan Literasi Membaca bagi Siswa Sekolah Dasar. Proceeding of Biology Education, 3. , 26Ae31. https://doi. org/10. 21009/pbe.