JSIP 1 . Journal of Social and Industrial Psychology http://journal. id/sju/index. php/sip PERSEPSI RISIKO MELAKUKAN E-COMMERCE DENGAN KEPERCAYAAN KONSUMEN DALAM MEMBELI PRODUK FASHION ONLINE Restika FirdayantiA Jurusan Psikologi. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Semarang. Indonesia Info Artikel Abstrak ________________ ___________________________________________________________________ Sejarah Artikel: Diterima Januari 2012 Disetujui Februari 2012 Dipublikasikan Maret Berkembangnya dunia maya banyak digunakan dalam proses jual beli, namun di Indonesia sendiri pada umumnya dan di lingkungan mahasiswa psikologi Universitas Negeri Semarang pada khususnya masih terbilang Hal itu dikarenakan para mahasiswa merasa kurang percaya pada penjual ataupun takut akan risiko yang diterima. Ketidak percayaan tersebut sendiri lebih dikarenakan mahasiswa telah mempersepsi secara negatif terhadap penjualan online, atau dapat dikatakan mahasiswa memiliki persepsi risiko yang tinggi. Berdasarkan latar belakang tersebut maka hipotesis yang diajukan adalah AuAda hubungan negatif antara persepsi terhdap risiko melakukan e-commerce dengan kepercayaan konsumen dalam membeli produk fashion melalui facebook pada mahasiswa Universitas Negeri SemarangAy. Subjek penelitian berjumlah 80 mahasiswa yang ditentukan menggunakan teknik Stratified Proportional Random Sampling. Persepsi terhadap risiko diukur dengan menggunakan skala persepsi terhadap risiko yang mempunyai 27 item dengan nilai reliabilitas sebesar 0,924. Sedangkan kepercayaan konsumen diukur dengan menggunakan skala kepercayaan konsumen yang mempunyai 23 item dengan nilai reliabilitas sebesar 0,912. Aspek yang digunakan dalam skala persepsi terhadap risiko adalah pengetahuan, pengharapan, dan evaluasi, sedangkan aspek yang digunakan dalam skala kepercayaan konsumen adalah integritas, benevolence, competency, dan predictability. Uji korelasi menggunakan teknik product moment yang dikerjakan menggunakan bantuan program SPSS 17. 0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan variabel persepsi terhadap risiko pada subjek penelitian berada pada kategori negatif yang berarti bahwa persepsi terhadap risiko yang dimiliki mahasiswa cukup tinggi. Variabel kepercayaan konsumen pada subjek penelitian berada pada kriteria sedang cenderung rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara persepsi terhadap risiko dengan kepercayaan konsumen dengan nilai r = -0,518 dengan nilai signifikansi atau p = 0,000. Hal tersebut menunjukan bahwa persepsi terhadap risiko dan kepercayaan konsumen saling Dimana jika persepsi terhadap risiko tinggi maka kepercayaan konsumen rendah dan jika persepsi terhadap risiko rendah maka kepercayaan konsumen akan meningkat. ________________ Keywords: persepsi risiko, kepercayaan ____________________ Abstract ___________________________________________________________________ A 2013 Universitas Negeri Semarang Alamat korespondensi: Gedung A1 Lantai 2 FIP Unnes Kampus Sekaran. Gunungpati. Semarang, 50229 E-mail: journal@unnes. ISSN 2252-6838 Restika Firdayanti / Journal of Social and Industrial Psychology 1 . Ketidakpercayaan dikarenakan mahasiswa telah mempersepsi secara negatif terhadap penjualan online berdasarkan penerimaan informasi tentang transaksi online dari sumber-sumber di Berdasarkan teori, salah satu faktor yang mempengaruhi kepercayaan adalah Sedangkan persepsi dalam pemasaran mencakup empat macam yaitu perceived risk, perceived quality, perceived sacrifice, dan perceived Kaitan dengan e-commerce yang banyak mempengaruhi kepercayaan konsumen adalah persepsi terhadap risiko. Kepercayaan konsumen adalah persepsi dari sudut pandang konsumen akan keandalan penjual dalam pengalaman dan terpenuhinya harapan dan kepuasan konsumen. Menurut Luarn dan Lin . dalam Ferrinadewi . kepercayaan ada ketika konsumen memiliki keyakinan terhadap integritas, benevolence, competency, dan predictability dari penjual. Jadi komponen dari kepercayaan meliputi integritas. Dijelaskan lebih rinci dalam Wiedenfels . dan Zaheer . 6: . sebagai berikut : Integritas adalah kejujuran dan kemampuan menepati janji dari pihak yang dipercaya . Integritas berkaitan dengan bagaimana perilaku atau kebiasaan penjual dalam menjalankan bisnisnya. Integrity dapat dilihat dari sudut kewajaran . , pemenuhan . , kesetiaan . , . , keterus-terangan . , dan kehandalan . Benevolence . ebaikan hat. adalah perhatian dan motivasi untuk bertindak sesuai dengan kepentingan konsumen oleh penyedia Kebaikan hati merupakan kemauan penjual dalam memberikan kepuasan yang saling menguntungkan antara dirinya dengan Penjual bukan semata-mata melainkan juga memiliki perhatian yang Benevolence meliputi perhatian, empati, keyakinan, dan daya terima. Competency adalah kemampuan penjual PENDAHULUAN Berkembangnya internet di Indonesia, diprediksikan akan terus meningkatkan volume dan nilai transaksi ecommerce. Fenomena ini diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi pengusaha, khususnya di Indonesia, untuk mulai mengembangkan inovasi bisnis melalui e-commerce. Berdasarkan survey awal yang telah Psikologi Universitas Negeri Semarang menunjukkan bahwa dari 40 mahasiswa yang diminta sebagai responden hanya delapan orang yang pernah Dipilihnya Universitas Negeri Semarang karena mahasiswa psikologi memiliki karakteristik yang dibutuhkan oleh peneliti dalam penelitian ini. Para mahasiswa yang belum pernah melakukan transaksi online tersebut memiliki alasan yang bervariasi. Lima belas orang menjawab takut atau ragu barang yang diterima tidak sesuai dengan yang dipesan. Sebagian lagi tidak tertarik dengan transaksi online karena transaksi online tidak praktis karena barang tidak bisa langsung diterima dan proses pembayaran yang rumit. Dari kedelapan orang yang pernah melakukan transaksi online, semuanya membeli produk fashion. Mereka kebanyakan membeli tas, jam ataupun baju. Mereka semua memutuskan membeli online karena mereka sudah percaya dengan OS . nline sho. tersebut dari rekomendasi teman ataupun dengan melihat album sold dari OS tersebut dan testimoni ataupun comment puas terhadap barang yang di pasarkan. umber: penelitian bulan Maret 2011 terhadap 40 mahasiswa jurusan Psikologi Universitas Negeri Semarang secara aca. Alasan-alasan yang dikemukakan bertentangan dengan perkembangan e-commerce saat ini. Di lingkungan mahasiswa psikologi Universitas Negeri Semarang keterlibatan mahasiswa dalam e-commerce masih terbilang Hal itu dikarenakan para mahasiswa merasa kurang percaya pada penjual ataupun Restika Firdayanti / Journal of Social and Industrial Psychology 1 . Dalam hal ini, bagaimana penjual mampu menyediakan, melayani, gangguan pihak lain. Artinya bahwa konsumen memperoleh jaminan kepuasan dan keamanan dari penjual dalam melakukan transaksi. Competency meliputi pengalaman, pengesahan institusional, dan kemampuam dalam ilmu pengetahuan. Predictability adalah konsistensi perilaku oleh Kemampuan memberikan kepastian akan barang yang mengantisipasi dan memprediksi tentang kinerja penjual. Predictability meliputi citra diri dari penjual, risiko atau akibat yang mampu diprediksi dan konsistensi. Hasil penelitian Walzuch et. alam Ferrinadewi, 2008: . pada pengecer berbasis elektonik menjelaskan bagaimana faktor pembentuk kepercayaan konsumen adalah faktor pengetahuan, faktor pengalaman, dan faktor persepsi. Kepercayan konsumen terbentuk dengan dua cara berbeda, yaitu ada formasi langsung dan tidak langsung. Pada formasi langsung kepercayaan konsumen terbentuk tanpa terjadi Kepercayaan terbentuk sebelum kita mengambil sikap atau keputusan yaitu saat konsumen melakukan pemrosesan informasi baik informasi dari produsen langsung yaitu iklan atau informasi dari sesama konsumen. Pada formasi tidak langsung terjadi sebaliknya yaitu jika sebuah keadaan . isalnya, sika. Dalam contoh, konsumen terlebih dahulu membeli suatu produk baru setelahnya selanjutnya (Mowen dan Minor, 2002: . Persepsi adalah bagaimana individu memilih, mengorganisasi, dan menginterpretasi rangsangan yang datang pada dirinya dengan gambaran objek yang memiliki kebenaran subjektif dan memiliki arti tertentu. Aspek yang menyusun persepsi adalah pengetahuan, pengharapan dan evaluasi. Risiko adalah suatu konsekuensi negatif yang harus diterima akibat dari ketidakpastian dalam mengambil keputusan, jadi persepsi terhadap risiko adalah suatu cara konsumen mempersepsikan kemungkinan kerugian yang akan diperoleh dari keputusannya dikarenakan ketidakpastian dari hal yang diputuskan Risiko . Functional risk (Risiko Fungsiona. , yaitu risiko bila produk tidak dapat memberikan kinerja sebagaimana mestinya. Konsumen khawatir bahwa suatu produk tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Physical risk (Risiko Fisi. yaitu kekhawatiran konsumen bahwa suatu produk dapat menyebabkan suatu bahaya fisik tertentu. Financial risk (Risiko Finansia. , yaitu keraguraguan konsumen bahwa suatu produk akan memberikan manfaat sebanding dengan banyaknya uang yang dikeluarkan untuk . Social risk (Risiko Sosia. , yaitu kekhawatiran dikonsumsinya akan mendapatkan respon negatif dari orang-orang di sekelilingnya, seperti penghinaan yang menyebabkan perasaan malu. Psychological risk (Risiko Psikologi. , yaitu kekhawatiran konsumen bahwa suatu produk tidak akan memenuhi ego atau . Time risk (Risiko Wakt. , yaitu kekhawatiran konsumen bahwa waktu yang dihabiskannya dalam mencari suatu produk akan sia-sia apabila produk yang dibeli tidak sebagus yang diharapkan. Transaksi online atau e-commerce adalah Rofiq . Berdasarkan penelitian tersebut menunjukkan bahwa trust sebagai faktor penting dalam ecommerce dipengaruhi oleh tiga sumber, yaitu ability, benevolence, integrity. Trust sendiri terbentuk oleh tiga faktor yaitu faktor pengetahuan, faktor pengalaman dan faktor persepsi. Hal tersebut di jelaskan Restika Firdayanti / Journal of Social and Industrial Psychology 1 . dalam penelitian Walzuch et. yang faktor-faktor psikologis yang mempengaruhi kepercayaan konsumen dalam e-retailing . elanja secara Ferrinadewi . menyebutkan bahwa persepsi dalam kaitannya dengan keputusan pembelian dibagi menjadi empat macam yaitu perceived risk, perceived quality, perceived sacrifice,dan perceived value. Secara tidak langsung dapat disebutkan bahwa salah satu faktor dalam kepercayaan konsumen adalah persepsi terhadap risiko. Dewi . melakukan studi literatur tentang teori dan dimensi pengukuran persepsi terhadap menyimpulkan bahwa untuk menentukan besar kecilnya persepsi terhadap risiko perlu adanya riset konsumen dengan dimensi pengukuran risiko yang tepat. Riset terdahulu telah menemukan variabel-variabel seperti financial risk, performance risk, physical risk, social risk, psychological risk, time risk dan satisfaction risk dan dimensi-dimensi yang relevan seperti probality of outcome, severity of outcome, availability, controllability, dreadedness, reversibility, dan catastrophic potential. Dapat disimpulkan hubungan persepsi terhadap risiko dan kepercayaan konsumen dalam melakukan e-commerce adalah persepsi terhadap risiko secara tidak langsung menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kepercayaan konsumen untuk melakukan ecommerce METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan Variabel digunakan dalam penelitian terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas kepercayaan konsumen, dan variabel tergantung persepsi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Semarang berjumlah 321 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Stratified Proportional Random Sampling. Pemilihan sampel ini didasarkan pada efisiensi waktu, tenaga, dana, serta risiko sampling error yang relatif rendah. Subjek yang akan diambil sebagai sampel penelitian sebanyak 80 orang yang berasal 25% dari populasi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode skala. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis korelasi Product Moment dengan program analisis statistik komputer yaitu Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 17. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji korelasi Pearson dilakukan untuk mengetahui tingkat hubungan antara variabel satu dengan variabel lain. Berikut tabel hasil uji hipotesis dengan teknik korelasi Pearson: Tabel 1. Correlations Kepercayaan Persepsi terhadap Correlation Coefficient Sig. -taile. Correlation Coefficient Sig. -taile. Kepercayaan Persepsi terhadap 1,000 -,518 ,000 -,518 1,000 ,000 ,000 Restika Firdayanti / Journal of Social and Industrial Psychology 1 . Tampak dari tabel tersebut hubungan antara kepercayaan konsumen dengan persepsi terhadap risiko sebesar - 0,518. Nilai signifikansi atau pada penelitian ini adalah 0,000 < 0,05 hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang negatif antara persepsi terhadap risiko dengan kepercayaan konsumen. Dengan kata lain semakin tinggi persepsi terhadap risiko maka semakin rendah kepercayaan konsumen pada Mahasiswa Psiologi Universitas Negeri Semarang, begitu pula sebaliknya. Secara umum, persepsi terhadap risiko mahasiswa cenderung negatif yang artinya sebagian besar mahasiswa Jurusan Psikologi Universitas Negeri Semarang mempersepsikan bahwa terdapat risiko yang cukup tinggi jika melakukan e-commerce, sedangkan kepercayaan konsumen-nya sedang cenderung rendah yang artinya mahasiswa cenderung untuk tidak percaya terhadap pembelian produk fashion melalui facebook. Dari aspek persepsi terhadap risiko dan kepercayaan konsumen terdapat kesesuaian yang mana aspek pengetahuan dan evaluasi cenderung tinggi sesuai dengan kepercayaan konsumen yang cenderung rendah, namun pada aspek pengharapan terjadi Pada aspek pengharapan memiliki kecenderungan positif hal tersebut disebabkan pada umumnya manusia selalu mengaharapakan pada hal yang positif. Ihalauw dan Prasetijo, . 4: . menyebutkan risiko akan selalu mengikuti setiap pengambilan keputusan. Ada dan tidak adanya risiko sangat objektif tergantung siapa yang Risiko yang dipersepsi adalah risiko yang mempengaruhi perilaku konsumen, jadi dapat dikatakan persepsi konsumen atau dalam hal ini adalah kepercayaan konsumen. Disebutkan pula dalam penelitian Walzuch . dalam Ferrinadewi . 9: . bahwa pada pengecer berbasis elektronik atau ereatiling, konsumen adalah faktor pengetahuan, faktor pengalaman dan faktor persepsi. Berdasarkan penelitian tersebut dapat dilihat hubungan dari persepsi dengan kepercayaan konsumen dimana persepsi sebagai salah satu faktor yang Ferrinadewi . 8: . menyebutkan bahwa persepsi dalam kaitannya dengan keputusan pembelian dibagi menjadi empat macam yaitu perceived risk, perceived quality, perceived sacrifice, dan perceived value. Secara tidak langsung dapat disebutkan bahwa salah satu faktor dalam kepercayaan konsumen adalah persepsi terhadap Persepsi terhadap risiko secara langsung mempengaruhi kepercayaan konsumen, jika persepsi terhadap risiko tinggi maka terjadi keragu-raguan kemungkinan untuk meninggalkan OS . nline sho. atau transaksi, dan jika persepsi terhadap risiko rendah maka akan terjadi trust yang selanjutnya berefek pada komitmen serta kesetiaan pelanggan. Selain persepsi terhadap risiko yang mempengaruhi kepercayaan konsumen dalam pembelian online. Suyoto . menyebutkan bahwa penguasaan teknologi internet, tingkat mutu penjual dan tampilan website juga mempengaruhi tingkat kepercayaan konsumen. Di Indonesia secara umum dan pada lingkungan mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Semarang secara khusus, jual-beli online masih e-commerce pengaplikasiannya masih kurang, sehingga kepercayaan konsumen pada mahasiswa psikologi cenderung rendah. Bisnis jual-beli online adalah bisnis kepercayaan yang penuh dengan risiko, karena ketika pembeli memutuskan membeli dari vendor atau penjual yang tidak dikenal, pelanggan tidak mengetahui kualitas barang yang ditawarkan. Grabner-Krauter dalam Suyoto . menklasifikasikan ketidakpastian dalam e-commerce yang berupa ketidakpastian sistem, sekuritas, dan masalah teksnis dalam ecommerce merupakan risiko yang harus diambil oleh pembeli. Untuk itu pentingnya usaha untuk meningkatkan kepercayaan konsumen oleh Restika Firdayanti / Journal of Social and Industrial Psychology 1 . meminimalisir persepsi terhadap risiko pada Noteberg dkk. menyebutkan bahwa kepercayaan konsumen memiliki hubungan timbal balik. Dimana persepsi terhadap risiko mempengaruhi kepercayaan konsumen, dan begitu pula kepercayan konsumen mempengaruhi tingkat persepsi terhadap risiko pada pembeli. Mahasiswa yang memiliki persepsi terhadap risiko yang tinggi pada umumnya memiliki kepercayaan konsumen yang rendah begitu pula sebaliknya mahasiswa yang memiliki persepsi terhadap risiko yang rendah memiliki kepercayaan konsumen yang tinggi. sampaikan ucapan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada : Drs. Hardjono. Pd. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. Dr. Edy Purwanto. Si. Ketua Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang. Drs. Sugeng Hariyadi. Psi. pembimbing I yang dengan sabar telah membimbing dan memberikan petunjuk serta arahan sehingga penulisan skripsi ini dapat Siti Nuzulia. Psi. Si sebagai pembimbing II yang dengan sabar telah membimbing dan memberikan petunjuk serta arahan sehingga penulisan skripsi ini dapat Bapak, ibu dan seluruh keluarga yang selalu memberikan doa dan dukungannya kepada penulis, motivasi dan kesabaran selama ini. Seluruh staf pengajar jurusan psikologi yang telah memberikan ilmu selama penulis melaksanakan studi. SIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan penelitian dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: Sebagian Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Semarang persepsi negatif terhadap risiko dalam melakukan e-commerce. Artinya mahasiswa Psikologi UNNES cenderung menganggap bahwa melakukan ecommerce memiliki resiko yang cukup tinggi. Tingkat kepercayaan konsumen dalam membeli produk fashion melalui facebook pada mahasiswa psikologi Universitas Negeri Semarang tergolong sedang cenderung Artinya mahasiswa Psikologi UNNES cenderung tidak memiliki kepercayaan untuk membeli produk fasion melalui facebook. Terdapat hubungan antara persepsi terhadap e-commerce kepercayaan konsumen dalam membeli produk fashion melalui facebook pada mahasiswa psikologi Universitas Negeri Semarang. DAFTAR PUSTAKA