NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Volume 5. Issue 2. Mei 2024 DOI: https://doi. org/10. 55681/nusra. Homepage: ejournal. id/index. php/nusra p-ISSN: 2715-114X e-ISSN: 2723-4649 PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE TERHADAP HASIL BELAJAR Sindiani1*. Heti Suherti1. Edi Fitriana Afriza1 Program Studi Pendidikan Ekonomi. Universitas Siliwangi. Indonesia *Corresponding author email: sindianisindi04@gmail. Article History ABSTRACT Received: 25 March 2024 Revised: 31 April 2024 Published: 14 May 2024 This research is motivated by the problems that occur, at SMAN 5 Tasikmalaya, namely the low student learning outcomes. The method used is a quasi-experimental method with The Nonequivalent Control Group Design. The results showed that there were differences in the improvement of student learning outcomes seen from the average value of the posttest of the experimental class 1 which was 87. 56, the average value of the posttest of the experimental class 2 which was 81. 14, and the average value of the posttest of the control class which was 73. These results prove that the comparison in experimental class 1 can improve student learning outcomes better than the learning process in experimental class 2 and control class with international trade material in class XI IPS SMAN 5 Tasikmalaya. Keywords: Cooperative Learning. Teams Games Tournament. Think Pair Share. Learning Outcomes Copyright A 2024. The Author. How to cite: Sindiani. Suherti. , & Afriza. Perbandingan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share Terhadap Hasil Belajar. NUSRA: Jurnal Penelitian Dan Ilmu Pendidikan, 5. , 532Ae544. https://doi. org/10. 55681/nusra. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Volume 5. Issue 2. Mei 2024 LATAR BELAKANG Permasalahan dalam pendidikan selalu berkaitan dengan bagaimana keterampilan perubahan, dengan keadaan dan lingkungan tempat yang ada, pengaruh informasi dan budaya yang mereka hadapi, bahkan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan Sebagai generasi muda kita harus siap menghadapi segala perubahan dan perkembangan di era yang semakin maju ini. Setiap perubahan yang terjadi pasti diikuti dengan perubahan terhadap hal lainnya. Pembangunan sumber daya manusia dapat dikembangkan melalui pendidikan dengan segala potensi sumber dayanya, oleh karena itu peningkatan taraf pendidikan sangatlah Sumber daya yang berkualitas tinggi menurut Widodo . 5: . dapat digunakan untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas tinggi. Pendidikan berkualitas tinggi adalah pendidikan yang dapat membantu siswa menyadari potensi positif yang terpendam dan menjadi tenagatenaga muda yang kuat dan mampu bersaing di masyarakat yang lebih luas. Pendidikan berkualitas tinggi ditandai dengan kegiatan belajar yang didukung oleh proses pembelajaran yang efisien, pemahaman materi yang cepat oleh siswa, kurikulum yang diperbaharui, kualitas guru yang ditingkatkan, serta pengadaan sarana dan prasarana yang memadai bagi setiap Menurut Putrayasa . 4: . Perkembangan sampai saat ini yang terjadi adalah rendahnya kualitas pendidikan di semua tingkatan, baik formal maupun informal, merupakan hambatan yang signifikan untuk meningkatkan standar Pendidikan Indonesia. Standar Pendidikan di Indonesia dilihat dari tercapainya suatu tujuan yang telah Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 3 tujuan pendidikan di Indonesia ialah: AuPendidikan Nasional membentuk watak serta peradaban bangsa mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembagnya potensi agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawabAy. Berdasarkan tujuan Pendidikan diatas, memperoleh perilaku aspek intelektual, seperti pengetahuan dan keterampilan melaksanakan tugas-tugas mereka dengan cara yang sesuai. Menurut Tirtarahardja dan Sulo . 2: . Pendidikan sekolah diselenggarakan secara formal di dalam kelas, melalui kegiatan belajar mengajar. Pendidik adalah faktor yang paling mempengaruhi proses pembelajaran dan pembelajaran berhasil dicapai. Tercapainya suatu pembelajaran adalah menggunakan model pembelajaran yang tepat di dalam proses pembelajaran. Menurut Rusman . 7: . model pembelajaran adalah pola yang digunakan untuk merencanakan pembelajaran dalam rangka mencapai tujuan Maka, pendidikan adalah suatu proses yang terjadi secara bertahap yang dapat meningkatkan kecerdasan dan keterampilan individu melalui proses Pembelajaran . embelajaran konvensiona. masih banyak dilakukan dan penekanannya lebih banyak pada guru sehingga mengurangi efektivitas proses Perbandingan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament dengan Tipe Think Pair Share . Oe 533 Sindiani et al. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Penggunaan pembelajaran konvensional yang digunakan secara terus-menerus dalam satu semester perkembangan siswa, hal tersebut akan berdampak pada kualitas output yang dihasilkan siswa. Menurut Sukandi dalam Wahyuniati . 3: . menjelaskan bahwa pendekatan konvensional ditandai dengan bagaimana guru cenderung lebih fokus konsep-konsep Model konvensional bertujuan untuk memberikan pengetahuan terhadap sesuatu bukan mampu untuk melakukan sesuatu dalam proses Pada mendengarkan, bahkan pada saat proses pembelajaran guru lebih mendominasi sebagai Aupentransfer ilmuAy sedangkan siswa lebih pasif sebagai AupenerimaAy pengetahuan. Oleh karena itu, diperlukan suatu model pembelajaran yang memungkinkan siswa berpartisipasi lebih aktif dalam proses pembelajaran dan berhasil di dalam Kinerja guru dalam memilih model pembelajaran yang tepat merupakan hal yang perlu dilakukan oleh seorang guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil belajar merupakan pengukuran Menurut Suprijono . 5: . menegaskan bahwa hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, pengertian-pengertian, nilai-nilai, sikap-sikap, keterampilan dan Menurut teori Gagne, hasil belajar merupakan: . Informasi verbal, atau pengetahuan secara lisan dan tertulis. Keterampilan intelektual, atau kemampuan menyampaikan gagasan dan simbol. Strategi Volume 5. Issue 2. Mei 2024 melakukan kontrol dan bimbingan proses berpikir sendiri. Setelah mengikuti suatu kegiatan pembelajaran, tingkat keberhasilan siswa diukur dengan menggunakan hasil belajar, yang diwakili oleh skala nilai berupa huruf atau angka. Dengan kata lain, hasil belajar adalah tugas yang dirancang untuk memastikan apakah siswa telah memenuhi tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan Oleh karena itu, menurut Winaryati . 7: 128-. sebagian besar tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan bantuan model pembelajaran. Model pembelajaran membuat pembelajaran lebih mudah dan lebih efisien bagi siswa, dan mampu memperoleh pengetahuan, konsep, kemampuan, nilai dan cara berekspresi dalam proses pembelajaran, bahkan mampu membantu memperjelas prosedur pada saat guru mengajar, dan untuk menciptakan hubungan serta keadaan keseluruhan dari apa yang didesain dalam pembelajaran. Maka menggunakan dan memahami model pembelajaran yang tepat untuk memfasilitasi pembelajaran sehingga siswa dapat memahami pembelajaran yang diberikan oleh guru dengan mudah. Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti melakukan observasi dengan melakukan wawancara ke salah satu guru mata pelajaran ekonomi di kelas XI IPS di SMA Negeri 5 Tasikmalaya. Berdasarkan hasil wawancara pada guru mata pelajaran ekonomi, bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi yang didapatkan dari data hasil Penilaian Sumatif Akhir Sekolah (PSAS) tahun ajaran 2023/2024. Perbandingan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament dengan Tipe Think Pair Share . Oe 534 Sindiani et al. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Tabel 1: Daftar Nilai PSAS Mata Pelajaran Ekonomi XI IPS 1 Nilai Tertinggi Nilai Nilai Terendah Ratarata XI IPS 2 XI IPS 3 XI IPS 4 Kelas XI IPS 5 20,56 Sumber: Guru Mata Pelajaran Ekonomi SMAN 5 Tasikmalaya. Berdasarkan nilai rata-rata mata pelajaran ekonomi yang didapatkan dari penilaian sumatif akhir sekolah (PSAS) terbukti bahwa nilai yang dicapai oleh masing-masing siswa memenuhi nilai di atas kriteria ketuntasan minimal (KKM) dan dapat disimpulkan belum optimal. Nilai KKM di kelas XI IPS SMAN 5 Tasikmalaya adalah sebesar 77. Oleh karena itu, peniliti berasumsi bahwa permasalahan tersebut perlu menjadi perhatian untuk dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu cara yang dapat digunakan oleh guru untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya penerapan model pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik bahan ajar. Salah satu model pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa adalah menggunakan model pembelajaran kooperatif learning. Model Fathurrohman . 6: . telah banyak diterapkan oleh para pendidik, pembelajaran kooperatif merupakan strategi pengajaran yang menekankan pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk berkolaborasi dalam rangka mengoptimalkan lingkungan belajar dan mencapai tujuan belajar. Model . ooperative learnin. merupakan strategi pembelajaran yang menggunakan bantuan teman sebaya Volume 5. Issue 2. Mei 2024 dalam proses pembelajaran. Pemilihan tipetipe model pembelajaran kooperatif sangat penting karena tidak semua tipe dalam model pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan memotivasi siswa untuk berpartisipasi lebih aktif dalam pendidikan mereka. Salah satu strategi pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT), menurut Slavin . 9: . bahwa di dalam model pembelajaran kooperatif tipe TGT para siswa berlomba sebagai wakil tim mereka melawan anggota tim lain yang kinerja sebelumnya sebanding dengan kinerja mereka, metode ini menggunakan turnamen akademik, kuis-kuis, dan sistem Melalui TGT pengelompokan siswa dibagi dari berbagai memungkinkan siswa dengan kemampuan akademik rendah untuk bertanya kepada siswa lain yang memiliki kemampuan akademik tinggi. Adanya kesempatan pada siswa yang kurang dalam bidang akademiknya akan lebih mampu memahami materi jika mereka memiliki kesempatan untuk bertanya kepada siswa yang mempunyai kemampuan akademik tinggi. Adapun model pembelajaran yang dapat meningkat hasil belajar siswa kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share menurut Anita Lie . 2: . memberikan kesempatan siswa untuk mengerjakannya baik secara mandiri serta bekerjasama dengan orang lain. Metode ini mempertimbangkan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh Siswa saling membantu satu sama lain Perbandingan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament dengan Tipe Think Pair Share . Oe 535 Sindiani et al. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan sesuai dengan kemampuan mereka sendiri pertanyaan, setelah itu dijabarkan atau didiskusikan di dalam kelas. Berdasarkan latar belakang masalah diatas, peneliti mengharapkan dengan adanya model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dan Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan hasil Oleh karena itu peneliti tertarik AuPerbandingan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (Tg. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (Tp. Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran EkonomiAy. Berdasarkan penelitian ini mengkaji penelitian terdahulu, yang dilakukan oleh Minta Ito Simamora & Yumira Simamora . tentang peningkatan kemampuan komunikasi matematika antara siswa yang diajar menggunakan model kooperatif tipe think pair share (TPS) dengan teams games (TGT). Hasil mengungkapkan bahwa model pembelajaran think pair share (TPS) sebagai salah satu pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan komunikasi siswa. Penelitian sama-sama eksperimen dengan menggunakan tes awal sebelum perlakuan yaitu pretest dan posttest sesudah perlakuan, tetapi penelitian ini kemampuan komunikasi siswa namun tidak membahas hasil belajar siswa. Maka dari itu dalam penelitian ini akan memfokuskan terhadap hasil belajar siswa dengan kedua Berdasarkan latar belakang masalah diatas, peneliti mengharapkan dengan adanya model pembelajaran kooperatif tipe teams Volume 5. Issue 2. Mei 2024 games tournament (TGT) dan think pair share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi pada kelas XI IPS SMAN 5 Tasikmalaya. METODE PENELITIAN Metode Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian metode eksperimen. Jenis eksperimen yang digunakan yaitu eksperimen semu . uasi eksperime. , yang pada dasarnya merupakan penelitian mendekati eksperimen. Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran di dalam kelas, antara menggunakan model pembelajaran teams games tournament dan model pembelajaran Penelitian menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimental bentuk The Nonequivalent Control Group Design. Desain ini mempunyai kelompok kontrol, meskipun terdapat kelompok kontrol dalam desain ini, namun tidak berfungsi sepenuhnya untuk variabel-variabel mempengaruhi pelaksanaan eksperimen. Adapun desain pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel, sebagai berikut: Tabel 2: Desain Penelitian Kelompok Pretest Perlakuan Posttest OCA XCA OCC OCE XCC OCE OCI OCI Sumber: Sugiyono . 6: . Keterangan: : Kelas eksperimen 1 : Kelas eksperimen 2 : Kelas kontrol OCC : Posttest pada kelas eksperimen 1 OCE : Pretest pada kelas eksperimen 2 OCE : Posttest pada kelas eksperimen 2 OCI : Prestest pada kelas kontrol Perbandingan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament dengan Tipe Think Pair Share . Oe 536 Sindiani et al. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan OCI XCA XCC : Posttest pada kelas kontrol : Model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament : Model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share Variabel terikat adalah hasil belajar siswa (Y), dan variabel bebas adalah model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament (X. dan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (X. Populasi dalam penelitian ini melibatkan 179 siswa dari kelas XI IPS 1. XI IPS 2. XI IPS 3. XI IPS 4, dan XI IPS 5. Sehingga, untuk menentukan sampel dalam penelitian ini menggunakan Nonprobability Sampling tipe Purposive Sampling. Purposive Sampling adalah teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu. Populasi yang diambil untuk menjadi sampel berdasarkan pertimbangan dengan memiliki karakteristik dan kemampuan yang setara. Maka dari itu peneliti mengambil kelas XI IPS 1. XI IPS 3, dan IPS 5 untuk dijadikan pertimbangan dan penentuan dengan melihat karakteristik dan kemampuan siswa. Instrumen pengumpulan data berupa pilihan ganda. Sebelum menggunakan alat tes berupa pilihan ganda, alat tersebut harus ditelaah terlebih dahulu. Penelaahan dilakukan menggunakan hasil uji coba penggunaan tes sebagai dasar dari luar populasi yang Arikunto . 4: . Instrumen yang baik haruslah valid dan reliabel, yang merupakan dua persyaratan penting. Oleh menggunakan uji validitas dan reliabilitas serta analisis butir soal berupa daya pembeda dan tingkat kesukaran. Tujuan dari telaah ini dimaksudkan untuk memperbaiki tes sebelum digunakan sebagai alat Volume 5. Issue 2. Mei 2024 Pengolahan data tersebut, dilakukan penganalisisan data melalui penskoran, uji N-Gain. Uji Normalitas, dan Uji Homogenitas. Pengujian hipotesis melalui uji paired sampel t-test dan uji independent sampel t-test. Setelah itu melakukan uji effect size dengan menggunakan eta square. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Hasil uji validitas Kriteria soal dapat dikatakan valid atau tidaknya tergantung dari hasil output SPSS yang dilihat dari nilai keputusan bahwa Rhitung > Rtabel dengan taraf signifikan = 5% maka item tersebut valid atau Tabel 3: Hasil Uji Validitas No. Soal Pearson Correlation 0,167 0,437** 0,508** 0,463** 0,448** 0,502** 0,449** 0,740** 0,481** 0,647** 0,808** 0,627** 0,505** -0,123 0,704** 0,448** 0,500** 0,449** 0,524** -0,099 0,763** 0,170 0,647** Nilai r Kesimpulan Tabel TIDAK VALID 0,339 VALID 0,339 VALID 0,339 VALID 0,339 VALID 0,339 VALID 0,339 VALID 0,339 VALID 0,339 VALID 0,339 VALID 0,339 VALID 0,339 VALID 0,339 VALID 0,339 TIDAK VALID 0,339 VALID 0,339 VALID 0,339 VALID 0,339 VALID 0,339 VALID 0,339 TIDAK VALID 0,339 VALID 0,339 TIDAK VALID 0,339 VALID 0,339 Perbandingan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament dengan Tipe Think Pair Share . Oe 537 Sindiani et al. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Volume 5. Issue 2. Mei 2024 Nilai r Kesimpulan Tabel VALID 0,339 VALID 0,339 VALID 0,339 VALID 0,339 VALID 0,339 VALID 0,339 VALID 0,339 setiap butir soal. Analisis butir soal terdiri dari tingkat kesukaran dan daya pembeda. Rumus tingkat kesukaran: Berdasarkan validitas instrument pada soal uji coba instrument menunjukkan bahwa tidak semua soal uji coba instrument termasuk kriteria Tabel 5: Interpretasi Hasil Perhitungan Tingkat Kesukaran No. Soal Pearson Correlation 0,801** 0,410* 0,432* 0,789** 0,620** 0,639** 0,830** Hasil uji reliabilitas Uji reliabilitas mengacu pada tingkat keterpercayaan hasil pengukuran. Hanya jika suatu hasil pengukuran telah dilakukan beberapa kali terhadap subjek yang sama dan relatif tetap, maka hasil pengukuran tersebut dapat dianggap reliabel. Dalam menghitung reliabilitas tiap butir soal menggunakan program Software SPSS 23. CroanboachAos Alpha. Tabel 4: Hasil Uji Reliabilitas Reliability Statistics CronbachAos N of Items Tingkat Alpha Hubungan 0,889 Baik Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan pada 30 soal, diperoleh nilai reliabilitas data yaitu 0,889 yang artinya nilai reliabilitas alat tes yang digunakan termasuk dalam klasifikasi baik. Hasil analisis butir soal Analisis butir soal adalah proses pengumpulan data dan penerapan informasi mengenai setiap butir soal, khususnya informasi mengenai respon siswa terhadap ycE= yaA yaycI (P) Indeks kesukaran, (B) Banyaknya siswa yang menjawab soal benar, (JS) Jumlah seluruh siswa peserta tes. No. Soal Indeks Tingkat Kesukaran Interpretasi Tingkat Kesukaran Sedang Mudah Sedang Mudah Sedang Mudah Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sukar Mudah Sedang Sedang Sedang Sukar Sedang Sedang Sedang Sedang Mudah Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Tingkat kesukaran bertujuan untuk mengetahui soal yang tidak terlalu mudah dan tidak terlalu sulit. Siswa tidak akan Perbandingan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament dengan Tipe Think Pair Share . Oe 538 Sindiani et al. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan termotivasi untuk berusaha lebih keras menyelesaikan soal jika soal terlalu mudah. Sebaliknya, jika soal dianggap terlalu sulit, siswa akan patah semangat dan tidak mau mencoba soal tersebut lagi. Rumus daya pembeda: ya= yaAya yaAyaA Oe = ycEya Oe ycEyaAycA yaya yayaA (JA) Banyaknya peserta kelompok atas, (JB) Banyaknya peserta kelompok bawah, (BA) Banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab benar, (BB) Banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal benar, (PA) Proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar . ebagai indeks kesukara. , (PB) Proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar. Tabel 6: Interpretasi Hasil Perhitungan Indeks Daya Pembeda No. Soal Indeks Daya Pembeda Interpretasi Jelek Baik Cukup Baik Cukup Cukup Cukup Cukup Baik Baik Cukup Cukup Baik Sekali Jelek Baik Sekali Baik Baik Baik Baik Jelek Baik Cukup Baik Volume 5. Issue 2. Mei 2024 No. Soal Indeks Daya Pembeda Interpretasi Baik Sekali Baik Cukup Baik Baik Sekali Baik Sekali Daya kemampuan soal untuk membedakan antara siswa yang memiliki tingkat akademik tinggi dengan siswa yang memiliki tingkat akademik rendah. Hasil pengolahan data pretest dan Pengolahan data pretest dan posttest dilakukan setelah selesai melakukan penelitian atau memberikan perlakuan di dalam kelas. Maka hasil pretest dan posttest dari kelas eksperimen 1, kelas eksperimen 2 dan kelas kontrol dapat dilihat pada tabel Tabel 7: Hasil Pretest dan Postest Siswa Kelas Ekspe 1 Ekspe 2 Kontrol Pretest Posttest N-Gain Hasil uji normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data hasil pretest dan posttest kelas eksperimen maupun kelas kontrol berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas data dilakukan menggunakan Kolmogorov Smirnov signifkansi 5% atau 0. Data dinyatakan signifikansi atau skor Asymp. Sig . -taile. lebih besar dari 5% atau 0. Pengujian normalitas data menggunakan bantuan Software SPSS 23. Perbandingan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament dengan Tipe Think Pair Share . Oe 539 Sindiani et al. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Tabel 8: Hasil Uji Normalitas Kelas Pretest Eksperimen (TGT) Posttest Eksperimen (TGT) Pretest Eksperimen (TPS) Posttest Eksperimen (TPS) Pretest Kontrol (Konvensiona. Posttest Kontrol (Konvensiona. Kolmogorov-Smirnova Statistic df Sig. Volume 5. Issue 2. Mei 2024 Berdasarkan tabel di atas, diketahui nilai signifikan untuk nilai posttest kelas eksperimen 1, kelas eksperimen 2, dan kelas kontrol sebesar 0. Hasil dari nilai signifikan tersebut maka data dikatakan homogeny karena nilai signifikan data > Hasil uji hipotesis Pengujian hipotesis dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hipotesis ditolak atau diterima. Terdapat enam uji hipotesis yang akan dilakukan dengan taraf signifikan sebesar 5% atau 0,05. Pengujian hipotesis 1,2 dan 3 menggunakan uji paired sample t-test dan hipotesis 4,5, dan 6 menggunakan uji independent sampel t-test. Tabel 10: Hasil uji paired sample t-test Maka dapat disimpulkan bahwa masing-masing berdistribusi normal karena nilai data pada ketiga kelas memiliki Asymp. Sig . -taile. lebih besar dari taraf signifikan 5% atau 0,05. Sig. Hasil uji homogenitas Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah kelas eksperimen dan kelas kontrol mempunyai varian yang sama . atau tidak. Dalam penelitian ini uji homogenitas menggunakan One-way anova dengan taraf signifikansi 5% atau Data dinyatakan sama atau homogen jika skor sig > 0. Tabel 9: Hasil uji normalitas Test of Homogeneity of Variances Hasil Belajar Siswa Levene Statistic Sig. H1 Pre-Post TGT H2 Pre-Post TPS -16. H3 Pre-Post Kontrol Uji paired sample t-test digunakan untuk mengetahui signifikansi kemampuan siswa di kelas eksperimen 1, eksperimen 2 dan kelas kontrol sebelum dan setelah diberikan perlakuan yaitu antara pretest dan posttest, atau membandingkan rata-rata dua pengukuran terkait dari satu kelompok yang Hipotesis diterima jika nilai sig . < 5% atau 0. Maka disimpulkan H1. H2. H3 diterima, karena nilai skor sig. -taile. adalah 0,000 yaitu <0,05. Ketiga hipotesis tersebut efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Tabel 11: Hasil uji independent sample t-test Perbandingan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament dengan Tipe Think Pair Share . Oe 540 Sindiani et al. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan t-test for Equality of Means Sig. -taile. Uji independent sample t-test digunakan untuk membuktikan ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share, pembelajaran konvensional, atau untuk membandingkan rata-rata ketiga kelompok yang berbeda secara statistik. Hipotesis diterima jika nilai Sig. -taile. O 5% atau 0,05 dan hipotesis ditolak jika Sig. -taile. > 5% atau 0,05. Maka dapat disimpulkan H4. H5. H6 diterima, karena < 0,05. Dari ketiga hipotesis tersebut masing-masing hipotesis terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian dengan metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan berupa pilihan ganda. Instrumen dalam penelitian ini di uji cobakan terlebih dahulu di luar populasi penelitian yaitu pada salah satu kelas XII IPS SMAN 5 Tasikmalaya. Maka setelah melakukan uji coba instrumen, data yang diperoleh peneliti didistribusikan dan dianalisis dalam bentuk pengujian validitas, reliabilitas, penskoran dan analisis butir soal. Setelah melakukan penelitian, maka hasil pretest dan posttest diolah melalui penskoran dan uji N-Gain, lalu dianalisis dalam bentuk pengujian normalitas dan menggunakan uji paired sample t-test dan uji independent sample t-test. Menggunakan Volume 5. Issue 2. Mei 2024 uji paired sample t-test dan independent sample t-test dilakukan atas dasar pertimbangan bahwa variabel-variabel yang diteliti berdistribusi normal. Berdasarkan uji validitas instrument penelitian berbentuk pilihan ganda, pada penelitian ini dapat diketahui bahwa dari 30 item soal terdapat soal yang valid sebanyak 27 butir soal dan soal yang tidak valid sebanyak 3 butir soal. Dari hasil uji validitas menggunakan rumus kolerasi bivariate Setiap pengambilan keputusan bahwa Rhitung > Rtabel dengan taraf signifikan = 5% dan selanjutnya dilakukan uji reliabilitas. Berdasarkan hasil uji reliabilitas menggunakan pengujian CroanbachAos Alpha diperoleh nilai nilai reliabilitas data yaitu 0,889 yang artinya nilai reliabilitas alat tes yang digunakan termasuk dalam klasifikasi baik. Berdasarkan hasil analisis butir soal melalui tingkat kesukaran dan daya pembeda soal yang dilihat dari soal yang dijawab benar oleh siswa yang memiliki tingkat akademik tinggi dan akademik rendah. Interpretasi tingkat kesukaran yang mendominasi yaitu termasuk ke dalam kriteria soal sedang, maka analisis butir soal tingkat kesukaran dapat digunakan karena siswa tidak akan termotivasi untuk berusaha lebih keras menyelesaikan soal jika soal terlalu mudah. Sebaliknya, jika soal dianggap terlalu sulit, siswa akan patah semangat dan tidak mau mencoba soal tersebut lagi. Berdasarkan uji normalitas, pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament dengan Think Pair Share terhadap hasil belajar siswa dapat diuji menggunakan Kolmogorov Smirnov dengan taraf signifkansi 5% atau 0. Perbandingan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament dengan Tipe Think Pair Share . Oe 541 Sindiani et al. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan diperoleh data untuk kelas eksperimen 1 nilai Asymp. Sig . -taile. 0,200 . dan 0,193 . , kelas eksperimen 2 nilai Asymp. Sig . -taile. 0,182 . dan 0,200 . Pada kelas kontrol nilai Asymp. Sig . -taile. 0,200 . dan 0,175 . , maka masing-masing nilai ketiga kelas berdistribusi normal karena nilai data pada ketiga kelas memiliki Asymp. Sig . -taile. lebih besar dari taraf signifikan 5% atau 0,05. Setelah diketahui bahwa kedua variabel berdistribusi normal maka homogenitas karena uji homogenitas merupakan salah satu syarat sebelum melakukan uji paired sample t-test dan uji independent sample t-test. Selanjutnya untuk membuktikan hipotesis pada penelitian ini, maka akan dilakukan uji paired sample t-test dan uji independent sample t-test. Syarat untuk melakukan pengujian ini valid dan reliabel serta normal dan homogen. Adapun kriteria pengambilan keputusan: Hipotesis akan diterima jika skor Sig . < 5% atau 0,05 Hipotesis ditolak jika skor Sig . -taile. > 5% atau 0,05 Berdasarkan hasil uji paired sample ttest pada hipotesis 1,2 dan 3 menggunakan software SPSS 23 diperoleh nilai Sig. yaitu sebesar 0. 000 yang artinya nilai Sig. -taile. 000 < 0,05 yang artinya perlakuan dan sesudah perlakuan atau dapat dikatakan perlakuan dari ketiga kelas efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Pengujian hipotesi 4,5, dan 6 menggunakan uji independent sample t-test dikarenakan untuk mengetahui perbedaan diantara 2 kelompok yang berbeda. Maka didapatkan perbedaan antara model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament Volume 5. Issue 2. Mei 2024 dengan model pembelajaran konvensional diperoleh nilai Sig. -taile. Perdedaan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share dengan model pembelajaran konvensional diperoleh nilai Sig. -taile. Perbedaan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament dengan model pembelajaan kooperatif tipe think pair share diperoleh nilai Sig. -taile. Dapat disimpulkan dari hipotesi 4,5, dan 6 dapat diterima karena <0,05. Maka terdapat perbedaan antara ke dua kelompok yang berbeda terhadap hasil belajar siswa. Besaran efek . ffect siz. terhadap model pembelajaran kooperatif tipe teams pembelajaran kooperatif tipe think pair share menggunakan eta squared melalui software SPSS 23, pada variabel X1 yaitu model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament diperoleh sebanyak 0. dan variabel X2 yaitu model pembelajaran kooperatif tipe think pair share diperoleh sebanyak 0,808. Maka dapat disimpulkan model pembelajaran kooperatif tipe teams games tournament lebih efektif untuk dibandingkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tentang AuPerbandingan kooperatif tipe teams games tournament dengan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share terhadap hasil belajar siswaAy dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel X1 terhadap variabel Y. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata posttest bahwa kelas eksperimen 1 memperoleh sebanyak 87. Perbandingan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament dengan Tipe Think Pair Share . Oe 542 Sindiani et al. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan memperoleh rata-rata posttest sebanyak 14 dan bahkan pada kelas kontrol ratarata posttestnya hanya memperoleh 60, maka kesimpulannya kelas eksperimen 1 yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe teams games peningkatan hasil belajar siswa. Berdasarkan uraian kesimpulan di atas, peneliti memberikan saran membangun untuk penelitian selanjutnya diharapakan dapat mengkaji lebih dalam lagi mengenai faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi dalam meningkatkan hasil belajar siswa seperti kelengkapan fasilitas sekolah, penggunaan variasi model pembelajaran lain dan lingkungan keluarga peserta didik. DAFTAR PUSTAKA Anita. Cooperative Learning. Mempraktikan Cooperative Learning di Ruang-Ruang Kelas. PT Gramedia Sarana Indonesia. Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis. Rineka Cipta. Cooper. A modification of think pair share to make it more learnercentered by using student-generated College Teaching, 66. Dianti. Agustini. Si. , & Sugihartini, . Studi Komparatif Penggunaan Model Pembelajaran Think Pair Share Dan Teams Games Tournament Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar TIK Siswa Kelas Vi SMP N 1 Sawan Tahun Ajaran 2015/2016. KARMAPATI (Kumpulan Artikel Mahasiswa Pendidikan Teknik Informatik. , 5. F Fathurrohman. Model-model Jogjakarta: Ar-ruzz Handoko. Upaya meningkatkan hasil belajar matematika siswa melalui Volume 5. Issue 2. Mei 2024 model pembelajaran kooperatif tipe (Team Games Tournamen. TGT pada mata pelajaran matematka di kelas V SD Negeri No. 056616 Pasar XII Tahun Ajaran 2012/2013. Universitas Negeri Medan. Hikmah. Anwar. , & Hamid. Penerapan pembelajaran team games tournament (TGT) terhadap motivasi dan hasil belajar peserta didik pada materi dunia hewan kelas X di SMA Unggul Negeri 8 Palembang. Jurnal Pembelajaran Biologi: Kajian Biologi Pembelajarannya, 5. , 46-55. Mugas. Penerapan model pembelajaran TGT (Team Games Tournamen. powerpoint untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS pada siswa kelas VC SD islam hidayatullah kota Semarang. Skripsi. Semarang: Universitas Negeri Semarang. Prahl. Best practices for the thinkpair-share active-learning technique. The American Biology Teacher, 79. Putrayasa. Syahruddin. , & Margunayasa. Pengaruh learning dan minat belajar terhadap hasil belajar IPA siswa. Mimbar PGSD Undiksha, 2. Salam. Efektivitas penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share . untuk meningkatkan kepercayaan diri dan Jurnal Penelitian Pendidikan INSANI, 20. Simamora. , & Simamora. Peningkatan kemampuan komunikasi matematika antara siswa yang diajar menggunakan model kooperatif tipe think pair share . dengan teams games tournament . PHI: Jurnal Pendidikan Matematika, 4. , 102112. Sinaga. , & Rajagukguk. Perbedaan hasil belajar siswa yang Perbandingan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament dengan Tipe Think Pair Share . Oe 543 Sindiani et al. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan diajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament dan tipe Think Pair Share. Jurnal Inspiratif, 4. , 2636. Suprijono. Cooperative learning: teori & aplikasi PAIKEM. Pustaka