ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 2 MEI 2022 HUBUNGAN HIPERGLIKEMIA REAKTIF DENGAN PROGNOSTIK STROKE ISKEMIK DI RUMAH SAKIT BUDI KEMULIAAN KOTA BATAM Yusmahenry Galindra1. Sukma Sahreni2. Zilvina Andjellya3 1Fakultas Kedokteran Universitas Batam, yusmahenrygalindra@univbatam. 2Fakultas Kedokteran Universitas Batam, sukmasahreni@univbatam. 3Fakultas Kedokteran Universitas Batam, zilvinandjellya31@gmail. ABSTRACT Background:Stroke is the process of death from brain cells due to lack of oxygen supply to the brain. An ischemic stroke is an episode of neurological dysfunction caused by focal, spinal, or focal cerebral Stroke is the second leading cause of death in the world and the third cause of disability in the world. There are many factors that are thought to play a role in the onset of stroke, one of which is The purpose of this study is to find out the relationship of reactive hyperglycemia with ischemic stroke prognostics at Budi Kemuliaan hospital in Batam city in 2020-2021. Method:Observasional analytic research with aproaching cross sectional that is done at RSBK in Batam City On December 2021. In this study, the population is all ischemic stroke patients recorded in medical records at Budi Kemuliaan Hospital Batam for the period August 2020 - July 2021. The technique of tacking sample is purpossive samply with the number of samples are 107. The result of resorser analysed with frequency distribution, tabulated crosswise then examined with chi-square. Result:The result of analysis chi-square is obtained p= 0,003 where p is smaller than with significancy level () = 5% . Conclusion:There is the relationship between reavtive hyperglycemia with prognostik of ischemic stroke at RSBK Batam city. Keywords: Ischemic Stroke. Hyperglycemia. Prognostic ABSTRAK Latar Belakang:Stroke merupakan proses kematian dari sel otak yang dikarenakan suplai oksigen yang kurang ke otak. Stroke iskemik adalah suatu episode disfungsi neurologis yang disebabkan oleh infark serebral fokal, spinal, atau retinal. Saat ini stroke menjadi penyebab kematian kedua di dunia dan penyebab kecacatan ketiga di dunia. Ada banyak faktor yang diduga berperan dalam timbulnya stroke, salah satunya adalah hiperglikemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan hiperglikemia reaktif dengan prognostik stroke iskemik di rumah sakit Budi Kemuliaan kota Batam tahun 2020-2021. Metode:Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di RSBK Kota Batam pada Desember tahun 2021. Dalam penelitian ini yang dijadikan populasi yaitu keseluruhan pasien stroke iskemik yang tercatat pada rekam medis di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam periode Agustus 2020 Ae Juli 2021. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 107 responden. Hasil penelitian dianalisis dengan distribusi frekuensi, ditabulasi silang kemudian diuji dengan chi-square. Hasil:Hasil analisis chi-square didapatkan p= 0,003 dimana p lebih kecil dibandingkan dengan taraf signifikansi ()= 5% . Kesimpulan:Terdapat hubungan antara hiperglikemia reaktif dengan prognostik stroke iskemik di rumah sakit Budi Kemuliaan kota Batam. Kata Kunci: Stroke Iskemik. Hiperglikemia. Prognostik Universitas Batam Page 122 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 2 MEI 2022 PENDAHULUAN Saat ini, stroke menjadi penyebab kematian kedua di dunia setelah penyakit jantung iskemik dan penyebab kecacatan ketiga di dunia (Katan & Luft, 2. Stroke merupakan proses kematian dari sel otak yang dikarenakan suplai oksigen yang kurang ke Suplai oksigen tersebut berkurang dikarenakan adanya sumbatan atau pembuluh darah yang pecah (Owolabi et al. , 2. Menurut WHO tahun 2018, sekitar 7,75 juta orang meninggal karena stroke di dunia. Center for Disease Control tahun 2020 melaporkan satu orang meninggal setiap empat menit karena stroke di Amerika Serikat (Katan & Luft, 2. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Kementerian Kesehatan tahun 2018 di Indonesia, prevalensi stroke di Indonesia meningkat dari 7% pada tahun 2013 menjadi 10,9% pada tahun 2018 (Kemenkes, 2. Prevalensi penyakit stroke meningkat seiring bertambahnya usia dengan kasus tertinggi pada kelompok umur 75 tahun keatas . ,2%) dan terendah pada kelompok umur 15-24 tahun . ,6%) (Depkes RI, 2. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Batam . , jumlah kasus baru kejadian penyakit stroke di seluruh rumah sakit Kota Batam ditemukan jumlah kasus stroke pada tahun 2019 sebanyak 937 kasus dan pada tahun 2020 ditemukan sebanyak 2. 058 kasus (Bachtiar, 2. Stroke merupakan suatu keadaan dimana ditemukan tanda klinis yang berkembang cepat berupa defisit neurologis fokal dan global, yang dapat memberat dan berlangsung lama selama 24 jam atau lebih atau dapat menyebabkan kematian, tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain vaskular Klasifikasi umum stroke ada dua, yaitu stroke iskemik dan hemoragik. Stroke iskemik diakibatkan adanya sumbatan aliran darah arteri dalam waktu lama ke bagian otak. Stroke Universitas Batam hemoragik terjadi karena perdarahan dalam otak (Azhari, 2. Prevalensi stroke yang tinggi di indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko antara lain obesitas, kurang latihan fisik, diet tidak sehat, merokok, tekanan darah tinggi, peningkatan gula darah (Hiperglikemi. , dan peningkatan lipid darah (Baldwin et al. Hiperglikemia merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit stroke. Selain sebagai faktor risiko, hiperglikemia dapat juga timbul pada pasien stroke yang sebelumnya tidak memiliki riwayat diabetes melitus atau disebut dengan hiperglikemia reaktif. Hiperglikemia kenaikan kadar gula darah pada pasien stroke yang tidak memiliki riwayat diabetes melitus (DM) sebelumnya (Baldwin et al. , 1. Kelainan ini kemungkinan disebabkan oleh peningkatan drastis sekresi kortisol sebagai respon dari segala jenis stres yang diperantarai susunan sistem saraf pusat melalui hipotalamus-pituitari-adrenal. Sekresi kortisol menyebabkan tubuh mengalami kelebihan glukosa sehingga terjadi hiperglikemia (Sherwood, 2. Hiperglikemia sangat umum terjadi pada stroke iskemik. Hiperglikemia memperburuk prognosis dengan cara asidosis intraseluler, peningkatan lipolisis, blood-brain barrier, memacu konversi infark hemoragik, akumulasi glutamat, dan edema otak (Badiger et al. Pertama, menyebabkan perubahan sawar darah otak, edema serebri, dan kelainan perdarahan. Kedua, memperparah keadaan asidosis karena adanya meningkatkan pembentukan radikal bebas, mengganggu transduksi sinyal intraseluler dan aktivasi dari endonuklease. Hal ini akan menimbulkan kerusakan yang lebih luas pada Page 123 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 2 MEI 2022 jaringan otak. Ketiga, hiperglikemia akan merangsang dikeluarkannya asam amino tertentu, terutama glutamat, yang berperanan penting dalam mengaktivasi reseptor glutamat post-sinaptik, terutama reseptor NMDA (Nmethyl-D- aspartat. Proses ini akan mengakibatkan influks ion Ca2 serta Na berlebih yang menyebabkan kerusakan neuron (Dinarsari, 2. Pasien dengan kondisi stroke umumnya mengalami gangguan fungsional tubuh, seperti gangguan motorik, gangguan psikologi atau hiperglikemia yang mampu meningkatkan keseimbangan tubuh serta membawa pengaruh pada aktivitas keseharian seseorang (Zandrazulkifli, 2. Hal ini dibuktikan dalam suatu penelitian oleh (P. Derakhshanfar et al. bahwa lebih dari 80% penderita stroke menderita kerusakan motorik, terutama di ekstremitas atas, dalam tiga bulan pertama (M. Derakhshanfar et al. , 2. Prognosis individu dengan hiperglikemia tergantung pada seberapa baik kadar glukosa darah Hiperglikemia kronis dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam nyawa dan anggota tubuh yang parah. Berdasarkan survey pendahuluan yang dilakukan di rumah sakit Budi Kemuliaan Kota Batam periode agustus 2020 sampai juli 2021, ditemukan sebanyak 147 kasus penderita stroke iskemik. Diketahui jumlah kasus stroke iskemik selalu mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam. Universitas Batam Penelitian hiperglikemia reaktif dengan prognostik stroke iskemik masih jarang dilakukan penelitian terutama di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam tahun 2020 Ae 2021, maka dari itu hal inilah yang membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan hiperglikemia reaktif dengan prognostik pada pasien stroke iskemik di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam tahun 2020 Ae 2021. METODE PENELITIAN Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di RSBK Kota Batam pada Desember tahun 2021. Dalam penelitian ini yang dijadikan populasi yaitu keseluruhan pasien stroke iskemik yang tercatat pada rekam medis di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Batam periode Agustus 2020 Ae Juli 2021 yang berjumlah 147orang. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 107 Data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu dengan melihat data rekam medis pasien bulan Agustus 2020 sampai Juli 2021. Hasil frekuensi, ditabulasi silang kemudian diuji dengan chi-square. Page 124 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 2 MEI 2022 HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Distribusi Frekuensi Prognostik Stroke Iskemik Tabel 1 Distribusi Frekuensi Berdasarkan Prognostik Stroke Iskemik Di RSBK Kejadian stroke iskemik Frekuensi . Presentase (%) Ringan Sedang Berat-Sangat berat Total Berdasarkan Tabel 1 diperoleh 18 . ,8 %) data pasien yang mengalami stroke iskemik ringan, sedangkan sebanyak 59 . ,1 %) data pasien yang mengalami stroke iskemik sedang dan sebanyak 30 . %) data pasien yang mengalami stroke iskemik berat-sangat berat. Dari penilaian prognostik stroke iskemik, setengah dari pasien mengalami prognostik stroke iskemik sedang, yaitu sebanyak 59 orang . ,1 %) dengan gangguan fungsional pada derajat sedang berupa nekrosis neuronal selektif terjadi bila aliran darah otak antara 35-40 ml/100 g jaringan otak/menit selama 10-60 menit. Pasien yang mengalami prognostik stroke berat-sangat berat sebanyak 30 orang . %) dengan derajat yang berat akan terjadi infark otak dimana semua jenis sel mengalami kematian yaitu bila aliran darah otak terhenti atau kurang dari 17 ml/ 100 g jaringan otak/menit selama 2-3 jam, sedangkan sisanya mengalami prognostik stroke ringan sebanyak 18 orang . ,8 %) dengan terjadi gangguan fungsional yang bersifat reversible dengan aliran darah otak antara 35-40 ml/100 g jaringan otak/menit selama 1-10 menit. Distribusi Frekuensi berdasarkan kejadian hiperglikemia reaktif pada pasien stroke Tabel 2 Distribusi Frekuensi berdasarkan kejadian hiperglikemia reaktif pada pasien stroke iskemik di RSBK Gambaran hiperglikemia Frekuensi . Presentase (%) Tidak hiperglikemia reaktif Hiperglikemia reaktif Total Berdasarkan Tabel penelitian yang telah dilakukan pada 107 data rekam medik pasien, didapatkan bahwa sebanyak 30 orang . %) data hiperglikemia dan sebanyak 77 orang . %) data pasien yang mengalami Universitas Batam Stroke memicu reaksi stres umum yang hipotalamushipofisis-adrenal, kemudian menyebabkan peningkatan kadar glukokortikoid serum, aktivasi sistem saraf otonom simpatis dan terjadi Page 125 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 2 MEI 2022 peningkatan pelepasan katekolamin (Chen et al. , 2. Kadar glukosa darah meluasnya area infark pada jaringan otak, dikarenakan terbentuknya asam laktat akibat metabolisme glukosa secara anaerobik yang dapat merusak jaringan otak (Khudin et al. , 2. Analisis Bivariat Tabel 3 Hubungan Hiperglikemia Reaktif dengan Prognostik Stroke Iskemik di RSBK Status pasien Prognostik Stroke Iskemik Ringan Tidak Hiperglikemia Hiperglikemia reaktif Total Sedang BeratSangat Berat Berdasarkan Tabel 3 diatas diketahui data rekam medik pasien yang mengalami stroke iskemik ringan sebanyak 18 orang . ,8 %). Pasien yang tidak mengalami hiperglikemia sebanyak 11 orang . ,7 %) sedangkan pasien yang mengalami hiperglikemia sebanyak 7 orang . ,1 %). Diketahui hiperglikemia telah berkembang, mereka pada dasarnya tidak dapat diubah. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa hiperglikemia yang tidak diobati memperpendek umur dan memperburuk kualitas hidup (Nurseskasatmata & Suharto, 2. Kadar glukosa darah yang tinggi pada penderita stroke akan memperbesar luasnya area infark . el mat. karena terbentuknya asam laktat akibat metabolisme glukosa yang dilakukan secara anaerob yang merusak jaringan otak. Rusaknya jaringan otak akan mempengaruhi fungsional pasien stroke iskemik baik secara motorik maupun sensorik (Usrin, 2. Hal yang menandakan berat atau ringannya kondisi stroke itu sendiri juga dipengaruhi oleh berbagai macam faktor risiko Universitas Batam Total p Value 0,003 yaitu, luas dan lokasi lesi, usia, riwayat penyakit, lamanya stroke serta terapi yang dijalani (Katan & Luft, 2. Berdasarkan analisis dari hasil uji statistik dengan Chi-square diperoleh nilai p sebesar 0,003. Nilai p value tersebut lebih kecil dari nilai signifikan atau Sig. -taile. , yaitu sebesar 0,05. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara hiperglikemia reaktif dengan prognostik stroke iskemik di Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam. KESIMPULAN Dari keseluruhan pasien strokeiskemik, diketahui bahwa jumlah pasien stroke iskemik yang paling banyak ditemukan yaitu pada pasien yang mengalami hiperglikemia reaktif sebanyak 77 orang . %). Pasien stroke iskemik denganfaktorrisiko . reaktif, lebih banyak ditemukan pada pasien yang prognostik stroke iskemik dengan defisit neurologis sedang yaitu 46 orang . ,7%). Berdasarkanuji Chi Page 126 ZONA KEDOKTERAN VOL. 12 N0. 1 FEBRUARI2022 Squaredapatdisimpulkanbahwaterdapathu bunganyang signifikan antarahiperglikemia reaktif dengan prognostik stroke iskemik yang diukur dengan menggunakan NIHSS dengan nilai p=0,003 dimana nilai p value < 5% . maka Ha diterima. SARAN Masyarakat Disarankan melakukan adanya pemeriksaan secara teratur dan penatalaksanaan hiperglikemia pada penderita yang pernah mengalami stroke agar tidak timbul terjadinya stroke iskemik ulang. Disarankan kepada pasien untuk menjaga kesehatan dengan baik, mengatur pola makan, olahraga teratur, terutama menghindari hal yang dapat menyebabkan gula darah meningkat . Peneliti Selanjutnya Diperlukan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih besar, lokasi cakupan penelitian yang lebih luas dan analisis terhadap variabel luar sehingga memperkuat kesimpulan serta memperkecil bias dalam penelitian ini. Pelayanan Kesehatan Ada baiknya perhatian dari pihak pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayananan kesehatan agar kejadian hiperkolestrolemia, stress dan akibat faktor risiko lainnya bisa menurun. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menghaturkan terimakasih kepada dr. Yusmahenry Galindra. Sp. Sdan dr. Sukma Sahreni. Gizi yang telah memberikan banyak bimbingan, dorongan motivasi dan masukan pada penelitian ini. Ucapan terimakasih juga penulis ucapkan kepada dr. Putra Hendra. Sp. PD dan dr. Andi Ipaljri Saputra. Kes yang Universitas Batam telah memberikan masukan dalam penelitian Ucapan terimakasih penulis ucapkan kepada pihak Rumah Sakit Budi Kemuliaan Kota Batam yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian dan seluruh staf rekam medis telah membantu dalam proses pengambilan data yang dibutuhkan untuk penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA