J-MEBI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Indonesia Vol. 1 No. 2 July 2025 Page 1 - 11 P-ISSN: x-x E-ISSN: x-x https://ojs. id/index. php/jmebi/ Pengaruh Pelatihan dan Pemanfaatan SIRUP terhadap Transparansi Pengadaan di Kabupaten Yahukimo Gidion Irwanto Tampang1. Kristian H. P Lambe2. Baharuddin3 1,2,. Magister Manajemen. Universitas Kristen Indonesia Paulus. Makassar. Indonesia Submitted: 15-06-2025 | Review 22-06-2025 | Revision 28-06-2025 | Accepted 01-07-2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan penginputan dan pemanfaatan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) terhadap transparansi pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Yahukimo. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode survei terhadap 35 ASN yang terlibat langsung dalam proses pengadaan. Analisis data dilakukan melalui regresi linier berganda menggunakan SPSS v. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik pelatihan maupun pemanfaatan SIRUP memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap transparansi pengadaan, baik secara parsial maupun simultan. Pelatihan berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi teknis ASN, sedangkan pemanfaatan SIRUP memperkuat keterbukaan dan akuntabilitas proses pengadaan. Nilai koefisien determinasi (RA) sebesar 0,803 menunjukkan bahwa 80,3% variasi dalam transparansi dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi antara peningkatan kapasitas SDM dan penerapan sistem teknologi dalam tata kelola pengadaan, terutama di daerah dengan keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap praktik pengadaan di daerah terpencil serta dapat dijadikan dasar bagi pengambilan kebijakan pengadaan yang lebih transparan dan efisien Kata kunci: pelatihan. SIRUP, transparansi, pengadaan, daerah terpencil Abstract: This study aims to analyze the influence of SIRUP data entry training and the utilization of the Procurement General Plan Information System (SIRUP) on the transparency of goods and services procurement in Yahukimo Regency. A quantitative approach was employed, involving a survey of 35 civil servants directly engaged in procurement activities. Data were analyzed using multiple linear regression through SPSS v. The results reveal that both training and the utilization of SIRUP have a positive and significant effect on procurement transparency, both partially and simultaneously. Training contributes to enhancing the technical competence of government personnel, while SIRUP utilization reinforces the openness and accountability of procurement processes. The coefficient of determination (RA) of 0. 803 indicates that 80. 3% of the variance in procurement transparency is explained by the two independent variables. These findings highlight the importance of integrating human resource capacitybuilding with the adoption of digital systems in strengthening procurement governance, particularly in regions with limited infrastructure. This study offers empirical evidence relevant to procurement practices in remote areas and serves as a reference for developing more transparent and efficient procurement policies. Keywords: training. SIRUP, transparency, procurement, remote region E-mail: gidionirwanto@gmail. E-mail: kristian_lambe@ukipaulus. E-mail: dr. baharuddin05@gmail. Pengaruh Pelatihan dan Pemanfaatan SIRUP terhadap Transparansi Pengadaan di Kabupaten Yahukimo (Tampang. Lambe. Baharuddin. Pendahuluan Pengadaan barang dan jasa pemerintah merupakan salah satu instrumen strategis dalam mendukung pelaksanaan pembangunan dan pelayanan publik. Proses pengadaan yang transparan dan akuntabel tidak hanya berperan dalam efisiensi penggunaan anggaran negara, tetapi juga sebagai bentuk penguatan tata kelola pemerintahan yang baik . ood governanc. (Setiawati et al. , 2. (Kurniawan & Siregar. Untuk mewujudkan transparansi dalam pengadaan. Pemerintah Indonesia telah mengembangkan berbagai sistem berbasis teknologi informasi, salah satunya adalah Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) yang dikelola oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). SIRUP merupakan instrumen penting dalam mengumumkan rencana pengadaan secara terbuka kepada publik, sehingga dapat meminimalisasi potensi penyimpangan sejak tahap perencanaan (LKPP. Meski implementasi SIRUP telah diwajibkan secara nasional, pelaksanaannya di berbagai daerah masih menghadapi berbagai tantangan, terutama di wilayah terpencil dan tertinggal. Kabupaten Yahukimo di Papua Pegunungan, misalnya, menghadapi kendala dalam hal kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur teknologi yang Kondisi ini berdampak pada rendahnya kualitas input data, ketidakteraturan pembaruan informasi dalam sistem, serta lemahnya pengawasan publik terhadap proses pengadaan (BPS Papua, 2. Selain itu, hasil evaluasi internal oleh pemerintah daerah menunjukkan bahwa tidak semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki personel yang kompeten dalam mengelola SIRUP secara mandiri. Salah satu strategi yang diyakini dapat mengatasi kendala tersebut adalah melalui peningkatan kapasitas ASN (Aparatur Sipil Negar. melalui pelatihan teknis penginputan dan pengelolaan sistem SIRUP. Namun, belum banyak studi empiris yang mengkaji secara simultan pengaruh pelatihan dan pemanfaatan SIRUP terhadap transparansi pengadaan, khususnya di daerah dengan keterbatasan seperti Yahukimo. Penelitian terdahulu cenderung fokus pada aspek sistem atau regulasi semata (Wulandari & Ramadhan, 2021. Hutapea & Syamsudin, 2. , sementara keterkaitan antara kompetensi SDM dan efektivitas sistem pengadaan masih jarang dieksplorasi secara kuantitatif dalam konteks lokal (Tandibua et al. , 2. Urgensi dari penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk memahami secara empiris bagaimana kombinasi antara pelatihan dan pemanfaatan sistem informasi SIRUP dapat memengaruhi transparansi pengadaan, terutama di daerah yang secara geografis dan administratif menghadapi tantangan serius dalam penerapan sistem Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan kebijakan peningkatan kapasitas pengadaan publik yang lebih adaptif, kontekstual, dan berbasis data lokal. Tinjauan Literatur Grand Theory: Teori Transparansi Penelitian ini secara konseptual berpijak pada teori transparansi dalam tata kelola pemerintahan . ransparency in public governanc. , yang menyatakan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan landasan untuk akuntabilitas dan efisiensi birokrasi (Hood, 2. Dalam konteks pengadaan barang dan jasa, transparansi J-MEBI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Indonesia Vol. 1 No. 2 July 2025 diartikan sebagai keterbukaan proses mulai dari perencanaan hingga kontrak, agar dapat diawasi oleh publik dan mencegah praktik korupsi serta kolusi (OECD, 2. Transparansi mendorong terciptanya kepercayaan publik dan efisiensi pengelolaan anggaran negara (Setiadi & Ramdani, 2. Pelatihan Penginputan SIRUP Pelatihan merupakan bagian dari pengembangan sumber daya manusia yang bertujuan meningkatkan kemampuan teknis dan kognitif pegawai dalam menjalankan tugasnya (Noe, 2017(Bandhaso et al. , 2. Dalam konteks sistem pengadaan, pelatihan penting untuk menghindari kesalahan penginputan, meningkatkan pemahaman regulasi, serta mendorong pemanfaatan sistem berbasis elektronik secara maksimal (Putri & Wibowo, 2. Penelitian oleh Oktavia dan Nuraini . menunjukkan bahwa intensitas pelatihan yang tinggi terhadap ASN berdampak positif terhadap akurasi dan ketepatan waktu pengisian data dalam SIRUP. Dalam penelitian ini, pelatihan diukur melalui persepsi responden terhadap aspek frekuensi pelatihan, kualitas materi, kompetensi narasumber, penerapan hasil pelatihan, dan kepuasan peserta. Pemanfaatan Sistem SIRUP Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) adalah aplikasi daring yang dikembangkan oleh LKPP untuk memfasilitasi transparansi pada tahap perencanaan pengadaan (Sanggalangi et al. , 2. Pemanfaatan sistem ini berkaitan erat dengan prinsip e-procurement yang mempermudah pelaporan dan pemantauan secara real-time oleh publik dan auditor (Arifin & Dewi, 2. Tingkat efektivitas SIRUP sangat dipengaruhi oleh keterampilan ASN, kesiapan infrastruktur, dan budaya organisasi (Wulandari & Rahmawati, 2. Transparansi Pengadaan Barang dan Jasa Transparansi dalam pengadaan mengacu pada keterbukaan informasi dan akses publik terhadap semua tahapan pengadaan, dari RUP hingga realisasi kontrak (Lindayani & Nugroho, 2. Proses ini menjadi tolok ukur akuntabilitas dan efisiensi penggunaan anggaran negara (Paembonan et al. , 2. Menurut Fadillah dan Supriyadi . , keberhasilan transparansi sangat ditentukan oleh digitalisasi sistem dan kapabilitas SDM pengelola pengadaan. Transparansi dalam penelitian ini diukur melalui persepsi responden terhadap ketepatan waktu pengadaan, kesesuaian anggaran, keberhasilan tender, kesesuaian hasil pengadaan, dan kepuasan pengguna Pengembangan Hipotesis Berdasarkan teori dan hasil penelitian terdahulu, maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut: HCA: Pelatihan penginputan SIRUP berpengaruh signifikan terhadap transparansi pengadaan barang dan jasa. HCC: Pemanfaatan SIRUP berpengaruh signifikan terhadap transparansi pengadaan barang dan jasa. HCE: Pelatihan dan pemanfaatan SIRUP secara simultan berpengaruh signifikan terhadap transparansi pengadaan barang dan jasa. Hipotesis ini dibangun dari logika teoritis bahwa peningkatan kapasitas ASN Pengaruh Pelatihan dan Pemanfaatan SIRUP terhadap Transparansi Pengadaan di Kabupaten Yahukimo (Tampang. Lambe. Baharuddin. melalui pelatihan dan pemanfaatan teknologi digital pengadaan akan memperkuat proses perencanaan dan pelaksanaan pengadaan yang lebih terbuka dan akuntabel (Susanti & Hadi, 2. Berdasarkan hipotesis di atas maka penulis mencoba menggambarkan kerangka konseptual dalam penelitian ini seperti pada Gambar 1 berikut. Pelatihan Penginputan SIRUP (X. Transparansi Pengadaan Barang & Jasa (Y) Pemanfaatan Sistem SIRUP (X. Sumber: Konsepsi pribadi penulis . Gambar 1. Kerangka konseptual penelitian METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif kausal (Susilana, 2. Pendekatan ini dipilih untuk menguji hubungan dan pengaruh antara dua variabel independen, yaitu pelatihan penginputan dan pemanfaatan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), terhadap variabel dependen, yakni transparansi pengadaan barang dan Desain kausal memungkinkan peneliti untuk mengetahui seberapa besar kontribusi variabel-variabel bebas dalam menjelaskan variasi yang terjadi pada variabel terikat secara statistik dan terukur (Sugiyono, 2. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlibat langsung dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Yahukimo. Berdasarkan data dari Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, populasi terfokus pada pegawai di unit-unit kerja seperti Sub Bagian Perencanaan. Keuangan. PPK. Pejabat Pengadaan, serta Admin SIRUP. Karena populasi yang relatif terbatas, maka teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, yaitu seluruh anggota populasi yang memenuhi kriteria dijadikan sampel penelitian. Jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 35 responden, yang dinilai memadai untuk analisis regresi sederhana dan berganda (Yusuf, 2. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Yahukimo. Provinsi Papua Pegunungan, yang merupakan salah satu daerah terpencil dengan tantangan infrastruktur dan sumber daya manusia dalam penerapan sistem elektronik Waktu pelaksanaan penelitian berlangsung selama tiga bulan. J-MEBI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Indonesia Vol. 1 No. 2 July 2025 dimulai dari Januari hingga Maret 2025, mencakup penyusunan instrumen, pengumpulan data melalui kuesioner, dan analisis hasil. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup menggunakan skala Likert 1Ae5, yang mengukur tiga variabel utama dengan masing-masing lima Data yang terkumpul dianalisis menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS versi 29, melalui beberapa tahapan: analisis statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik . ormalitas, multikolinearitas, heteroskedastisita. , analisis regresi linear berganda, serta uji hipotesis . ji t dan uji F). Penggunaan regresi linear berganda bertujuan untuk mengukur secara simultan dan parsial pengaruh pelatihan dan pemanfaatan SIRUP terhadap transparansi pengadaan barang dan jasa (Ghozali, 2021. Riadi, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Penelitian ini melibatkan 35 responden yang merupakan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Yahukimo, khususnya mereka yang terlibat langsung dalam perencanaan dan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa. Berdasarkan jenis kelamin, sebanyak 62,86% responden adalah laki-laki dan 37,14% perempuan. Rentang usia responden didominasi oleh kelompok usia 31Ae40 tahun . %), disusul oleh usia 41Ae50 tahun . ,57%). Sebagian besar responden memiliki latar belakang pendidikan Sarjana (S. sebesar 68,57%, dan 31,43% lainnya adalah lulusan Magister (S. Lama bekerja dalam bidang pengadaan menunjukkan bahwa 45,71% responden memiliki pengalaman 2Ae5 tahun, dan 34,29% telah bekerja lebih dari 5 tahun. Data ini menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki kompetensi dan pengalaman yang memadai dalam pengadaan, serta cukup representatif untuk menilai pelatihan dan pemanfaatan SIRUP. Untuk lebih jelasnya, kami sajikan dalam Tabel 1. Tabel 1. Karakteristik Responden Karakteristik Kategori Frekuensi . Persentase (%) Laki-laki 62,86% Perempuan 37,14% 20Ae30 tahun 17,14% 31Ae40 tahun 40,00% 41Ae50 tahun 28,57% > 50 tahun 14,29% Sarjana (S. 68,57% Magister (S. 31,43% < 2 tahun 20,00% Lama Bekerja di Pengadaan 2 Ae 5 tahun 45,71% > 5 tahun Sumber : Data primer diolah . 34,29% Jenis Kelamin Usia Pendidikan Terakhir Analisis Statistik Deksriptif Pengaruh Pelatihan dan Pemanfaatan SIRUP terhadap Transparansi Pengadaan di Kabupaten Yahukimo (Tampang. Lambe. Baharuddin. Tabel 2 menyajikan data hasil Analisis statistik deksriptif dari penelitian ini. Tabel 2. Hasil Statistik Deskriptif Variabel Penelitian Variabel Jumlah Item Skor Minimum Skor Maksimum Ratarata Standar Deviasi Kategori Pelatihan Penginputan SIRUP (X. 18,31 4,282 Baik Pemanfaatan SIRUP (X. 18,83 4,011 Baik 18,80 3,864 Baik Transparansi Pengadaan Barang dan Jasa (Y) Sumber : Data primer diolah dengan SPSS v. Analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata nilai untuk variabel Pelatihan Penginputan SIRUP (X. adalah 18,31, dengan standar deviasi 4,28. Variabel Pemanfaatan SIRUP (X. memiliki rata-rata 18,83 dengan standar deviasi 4,01. Sementara itu, variabel Transparansi Pengadaan (Y) memiliki rata-rata 18,80 dengan standar deviasi 3,86. Ketiga nilai rata-rata ini berada dalam kategori baik pada skala 25, yang menunjukkan persepsi positif responden terhadap ketiga variabel utama. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Model regresi yang digunakan untuk menguji pengaruh X1 dan X2 terhadap Y dirumuskan sebagai berikut: Y=a b1X1 b2X2 e Berdasarkan hasil olah data menggunakan SPSS v. 29, diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y=1,557 0,369X1 0,557X2 Hasil regresi linear berganda ditunjukkan pada tabel berikut: Tabel 3. Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda Variabel Koefisien B Std. Error t-hitung Sig. (Konstant. 1,557 1,542 1,010 0,320 Pelatihan (X. 0,369 0,092 4,015 < 0,001 Pemanfaatan SIRUP (X. 0,557 0,098 5,672 Sumber : Data primer diolah dengan SPSS v. < 0,001 Tabel 4. Nilai Koefisien Determinasi (R-Squar. Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 0,896 0,803 0,790 Sumber: Data primer diolah dengan SPSS v. 1,770 Nilai R Square sebesar 0,803, menunjukkan bahwa 80,3% variasi dalam Transparansi Pengadaan (Y) dapat dijelaskan oleh Pelatihan (X. dan Pemanfaatan SIRUP (X. , sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. J-MEBI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Indonesia Vol. 1 No. 2 July 2025 Pengujian Hipotesis Tabel 5. Hasil Uji-t (Parsia. Regresi Linear Berganda Variabel Bebas Koefisien Std. Error Sig. Keterangan (Konstant. 1,557 1,542 1,010 0,320 Tidak Pelatihan Penginputan SIRUP (X. 0,369 0,092 4,015 < 0,001 Signifikan Pemanfaatan SIRUP (X. 0,557 0,098 Sumber: Data primer diolah dengan SPSS v. 5,672 < 0,001 Signifikan Uji-t digunakan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel independen, yaitu Pelatihan Penginputan SIRUP (X. dan Pemanfaatan SIRUP (X. , memiliki pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap Transparansi Pengadaan Barang dan Jasa (Y). Berdasarkan Tabel 5, diperoleh hasil sebagai berikut: Pelatihan Penginputan SIRUP (X. o Nilai koefisien regresi (B) = 0,369 o Nilai t-hitung = 4,015 o Nilai Sig. = < 0,001 o Nilai t-tabel . f = 32, = 0,. OO 2,036 Karena t-hitung > t-tabel dan Sig. < 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan penginputan SIRUP berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap transparansi pengadaan. Artinya, semakin baik pelatihan yang diberikan kepada ASN, maka akan semakin tinggi tingkat transparansi dalam proses pengadaan. Hipotesis HCA diterima. Pemanfaatan SIRUP (X. o Nilai koefisien regresi (B) = 0,557 o Nilai t-hitung = 5,672 o Nilai Sig. = < 0,001 Hasil ini juga menunjukkan bahwa t-hitung > t-tabel dan Sig. < 0,05, sehingga pemanfaatan SIRUP memiliki pengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap transparansi pengadaan. Ini berarti bahwa semakin optimal pemanfaatan sistem SIRUP oleh ASN, maka semakin tinggi tingkat keterbukaan dan akuntabilitas dalam pengadaan barang dan jasa. Hal tersebut sekaligus menunjukkan bahwa hipotesis kedua Kedua variabel independen dalam penelitian ini, yaitu pelatihan dan pemanfaatan SIRUP, terbukti berpengaruh secara parsial dan signifikan terhadap transparansi pengadaan. Hasil ini mengindikasikan bahwa peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan, serta kedisiplinan dalam penggunaan sistem digital pengadaan, merupakan dua faktor kunci dalam mewujudkan transparansi dalam sektor pengadaan barang dan jasa, khususnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Yahukimo. Uji F . Pengaruh Pelatihan dan Pemanfaatan SIRUP terhadap Transparansi Pengadaan di Kabupaten Yahukimo (Tampang. Lambe. Baharuddin. Tabel 6. Hasil Uji-F (Simulta. Sumber F-hitung df1 df2 Sig. Regresi 65,013 32 < 0,001 Sumber: Data primer diolah dengan SPSS v. Hasil uji-F dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah variabel pelatihan penginputan SIRUP dan pemanfaatan SIRUP secara bersama-sama . memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel transparansi pengadaan barang dan jasa. Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda, diperoleh nilai F-hitung sebesar 65,013 dengan nilai signifikansi (Sig. ) sebesar < 0,001. Nilai ini jauh lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05 yang ditetapkan, sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi yang dibangun signifikan secara statistik. Hal ini menunjukkan bahwa kedua variabel independen yang diuji secara simultan memberikan kontribusi yang bermakna terhadap variasi perubahan pada variabel dependen. Dengan kata lain, baik pelatihan maupun pemanfaatan SIRUP secara bersama-sama memiliki peran penting dalam menjelaskan tingkat transparansi dalam pengadaan barang dan jasa. Model ini juga diperkuat dengan nilai R Square sebesar 0,803, yang berarti 80,3% variasi dalam transparansi pengadaan dapat dijelaskan oleh kombinasi kedua variabel tersebut, sedangkan sisanya sebesar 19,7% dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan bahwa strategi penguatan transparansi tidak bisa hanya bertumpu pada salah satu aspek saja, melainkan memerlukan sinergi antara peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan dan pemanfaatan teknologi informasi yang tepat guna. Terutama dalam konteks daerah seperti Kabupaten Yahukimo, yang memiliki tantangan geografis dan infrastruktur, integrasi kedua aspek ini menjadi krusial untuk menciptakan tata kelola pengadaan yang lebih terbuka, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, model regresi yang dibangun dinyatakan layak digunakan untuk menjelaskan fenomena yang diteliti, dan hipotesis ketiga yang menyatakan adanya pengaruh simultan antara pelatihan dan pemanfaatan SIRUP terhadap transparansi pengadaan dinyatakan diterima. Pembahasan Hasil penelitian ini mengonfirmasi bahwa pelatihan memiliki pengaruh positif terhadap peningkatan transparansi pengadaan. Hal ini sesuai dengan temuan Noe . dan Putri & Wibowo . , yang menyatakan bahwa pelatihan teknis berperan penting dalam membangun kompetensi ASN, khususnya dalam menghadapi sistem digital seperti SIRUP. Demikian pula, pemanfaatan sistem informasi secara aktif terbukti memperkuat akuntabilitas dan efisiensi proses pengadaan. Hasil ini sejalan dengan studi Wulandari & Rahmawati . yang menyebutkan bahwa pemanfaatan eprocurement secara konsisten meningkatkan akses informasi publik terhadap pengadaan barang dan jasa. Secara simultan, kedua variabel bebas berkontribusi secara signifikan terhadap transparansi pengadaan di Kabupaten Yahukimo. Hal ini penting mengingat konteks geografis daerah yang memiliki tantangan infrastruktur, tetapi tetap dapat mengimplementasikan sistem pengadaan berbasis elektronik secara efektif melalui intervensi pelatihan dan komitmen penggunaan sistem. J-MEBI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Indonesia Vol. 1 No. 2 July 2025 KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan penginputan dan pemanfaatan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) terhadap transparansi pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Yahukimo. Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda, diketahui bahwa kedua variabel independen tersebut secara simultan maupun parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap transparansi pengadaan. Hal ini menunjukkan bahwa kompetensi SDM dan pemanfaatan sistem digital berperan penting dalam memperkuat tata kelola pengadaan publik yang transparan. Pelatihan penginputan SIRUP terbukti mampu meningkatkan pemahaman teknis ASN, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kualitas input data pengadaan dan keterbukaan informasi publik. Hipotesis pertama dalam penelitian ini, yaitu pelatihan berpengaruh signifikan terhadap transparansi, dinyatakan diterima. Demikian pula, pemanfaatan SIRUP secara konsisten dan teratur oleh ASN menunjukkan pengaruh yang lebih kuat dalam mendorong efisiensi serta akuntabilitas proses pengadaan. Hipotesis kedua juga diterima. Secara simultan, integrasi antara pelatihan dan pemanfaatan sistem menghasilkan kontribusi signifikan terhadap transparansi pengadaan, sebagaimana ditunjukkan oleh uji-F dan nilai koefisien determinasi yang tinggi. Dengan demikian, hipotesis ketiga yang menyatakan adanya pengaruh bersama antara kedua variabel terhadap transparansi juga diterima. Hasil ini sejalan dengan teori transparansi dan good governance yang menekankan pentingnya sinergi antara kompetensi aparatur dan penerapan teknologi informasi. Implikasi praktis dari temuan ini adalah bahwa pemerintah daerah perlu menempatkan pelatihan berkelanjutan dan optimalisasi penggunaan sistem elektronik pengadaan sebagai prioritas kebijakan. Penguatan kedua aspek ini terbukti efektif dalam menciptakan pengadaan yang terbuka, efisien, dan bebas dari intervensi yang tidak semestinyaAibahkan dalam konteks daerah dengan keterbatasan geografis seperti Yahukimo. Keterbatasan Penelitian Keterbatasan dari penelitian ini terletak pada cakupan wilayah yang terbatas hanya pada satu kabupaten dan jumlah sampel yang relatif kecil. Selain itu, penelitian ini hanya menggunakan pendekatan kuantitatif dan belum mengeksplorasi faktor kontekstual lain seperti budaya organisasi, infrastruktur TI, atau kepemimpinan. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan pendekatan campuran . ixed method. , memperluas wilayah studi, serta mempertimbangkan variabel tambahan yang relevan dalam memahami kompleksitas transparansi pengadaan di lingkungan pemerintah daerah. Pengaruh Pelatihan dan Pemanfaatan SIRUP terhadap Transparansi Pengadaan di Kabupaten Yahukimo (Tampang. Lambe. Baharuddin. Daftar Pustaka