P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 Menyingkap Karakteristik Pendidik Islam Menurut Perspektif Hadist Nabi Muhammad Saw Revealing the Characteristics of Islamic Educators According to the Hadith of Prophet Muhammad Saw Abdul Sattar Daulay1 Universitas Iislam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. Jl. Rizal Nurdin No. Km 4. RW. Sihitang. Kota Padang Sidempuan. Sumatera Utara 22733. Indonesia e-mail: abdulsattar@uinsyahada. ABSTRACT Islamic education plays an important role in shaping the character of students in accordance with the values of Islamic teachings. One of the main sources in understanding the characteristics of Islamic educators is the hadith of the Prophet Muhammad Saw, which provides guidelines on the nature, ethics, and methods that an educator must have. This study aims to reveal the ideal characteristics of Islamic educators based on the perspective of the hadith of the Prophet Muhammad Saw. Using a qualitative method based on literature studies, this study examines various hadiths related to the characteristics of educators, such as sincerity, patience, compassion, wisdom, and exemplary The results of the study indicate that an Islamic educator must have high moral integrity, be able to build good relationships with students, and teach knowledge with wisdom and gentleness. These findings contribute to enriching insight into Islamic education and become a guideline for educators in carrying out their duties in accordance with the teachings of the Prophet Muhammad Saw. Keywords: Islamic Educators. Hadith of the Prophet. Characteristics. Islamic Education. Educational Methods ABSTRAK Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. Salah satu sumber utama dalam memahami karakteristik pendidik Islam adalah hadis Nabi Muhammad Saw, yang memberikan pedoman tentang sifat, etika, dan metode yang harus dimiliki oleh seorang pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap karakteristik ideal pendidik Islam berdasarkan perspektif hadis Nabi Muhammad Saw. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi literatur, penelitian ini mengkaji berbagai hadis yang berkaitan dengan sifatsifat pendidik, seperti keikhlasan, kesabaran, kasih sayang, kebijaksanaan, dan keteladanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seorang pendidik Islam harus memiliki integritas moral yang tinggi, mampu membangun hubungan yang baik dengan peserta didik, serta mengajarkan ilmu dengan hikmah dan kelembutan. Temuan ini memberikan kontribusi dalam memperkaya wawasan tentang pendidikan Islam dan menjadi pedoman bagi para pendidik dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad Saw. Kata Kunci: Pendidik Islam. Hadis Nabi. Karakteristik. Pendidikan Islam. Metode Pendidikan FIRST RECEIVED: 2025-03-11 REVISED: 2025-03-16 ACCEPTED: 2025-03-16 https://doi. org/10. 25299/ajaip. PUBLISHED: 2025-03-27 Corresponding Author: Abdul Sattar Daulay AJAIP is licensed under Creative Commons AttributionShareAlike 4. 0 International Published by UIR Press Abdul Sattar Daulay: Menyingkap Karakteristik Pendidik Islam Menurutperspektif Hadist Nabi Muhammad SAW Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 PENDAHULUAN Seseorang yang selalu melibatkan jiwa dan raganya untuk membimbing dan mengarahkan orang lain sehingga terjadi perubahan baik pengetahuan dan pengalaman menuju kedewasaannya adalah pekerjaan mendidik dan mengajar. Guru sebagai pendidik adalah orang dewasa yang memmpunyai tugas dan tanggung jawab terhadap anak didik. Oleh karena itu sebagai seorang pendidik mesti mempunyai kepribadian baik yang semestinya menjadi uswah bagi para peserta didik. Selain itu juga seorang pendidik harus memiliki sejumlah ilmu pengetahuan dan pengalaman untuk bisa teruskan kepada para peserta didik. Sebagai pendidik guru juga harus mampu meneruskan dan mengembangkan setiap nilai-nilai kehidupan. Islam sebagai agama tentu al-QurAan dan Hadis yang akan dijadikan menjadi sumber hukum dalam kehidupan manusia. Setelah sumber pertama Hadis adalah sumber kedua setelah al-QurAan, yang dijadikan sebagai tuntunan dalam menjalankan aktifitas sehari-hari termasuk aktifitas pendidikan. Sebagai sumber hukum maka defenisi Hadis tersebut adalah segala perkataan Nabi, perbuatan dan hal ihwalnya . menurut yang lain segala sesuatu yang bersumber dari nabi baik berupa perkataan, perbuatan maupun ketetapannya (Suparta dan Ranuwijaya, 1. Nawir Yuslem juga menjelaskan bahwa hadis itu adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad Saw dari perkataan, perbuatan, taqrir atau sifat (Nawir, 2. Penegasan mengenai Rasulullah sebagai contoh dan teladan dalam seluruh aktifitas kita termasuk pendidikan sebagaimana disebutkan pada al-QurAan Surat Al-Ahzab Ayat 21 Allah sebagai berikut : Aa e aA aeAiaU aUc ace aOA aa ue aUe AAoa aA accEEAu a A aAyaAUacIae aOea Ua aO ea AA U aO aa accEEa aOAoa AEA a ca A aO Aua a A U aAuea AcEE a Artinya: AuSesungguhnya telah ada pada . Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu . bagi orang yang mengharap . Allah dan . hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. Ay Dari ayat diatas dipahami bahwa al-QurAan telah menegaskan bahwa karakteristik pendidik seharusnya menjadikan Rasulullah Saw. sebagai patron yang harus ditiru dan dijadikan contoh. Rasulullaha Saw. telah memberikan penjelasan melalui perkataan dan mencontohkan lewat perbuatan dan memberikan respon terhadap apa yang dilakukan para Dengan demikian karakteristik guru sebagai pendidik adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena guru sebagai pendidik akan memberikan pengaruh dan warna bagi anak didik. Maka tulisan yang sederhana ini tentang pendidik, tugas dan tanggung jawabnya dan karakteristi guru sebagai pendidik menurut perspektif Hadis METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan untuk menjawab kegilasahan akademis ini adalah studi pustaka. Studi pustaka sendiri adalah pendekatan yang digunakan untuk menganalisis dan menyintesis berbagai literatur yang relevan dengan topik penelitian ini. Tujuan utama dari studi pustaka ini adalah untuk memahami berbagai konsep, teori, dan temuan sebelumnya yang berhubungan dengan masalah penelitian. Metode ini sering digunakan pada tahap awal penelitian untuk membangun landasan teori dan memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai topik yang sedang dibahas (Zet, 2. Abdul Sattar Daulay: Menyingkap Karakteristik Pendidik Islam Menurutperspektif Hadist Nabi Muhammad SAW Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Pencarian literatur dilakukan melalui berbagai sumber. Pencarian literatur dilakukan dengan menggunakan kata kunci yang relevan dengan topik yang diteliti. Penggunaan kata kunci yang tepat sangat penting agar literatur yang diperoleh sesuai dengan fokus penelitian. Setelah literatur terpilih, tahap berikutnya adalah menganalisis dan mensintesis informasi dari berbagai sumber yang ditemukan (Zet, 2. sehingga dapat gagasan baru tentang karakteristik pendidik Islam dalam perspektif hadits Nabi Muhammad Saw. HASIL DAN PEMBAHASAN Pendidik adalah seseorang yang memperhatikan setiap pertumbuhan dan perkembangan anak baik fisik dan psikis anak didik yang selalu memberikan kebutuhan fisik dan psikis berupa ilmu pengetahuan dan pengalaman hidup, pembinaan akhlak dan meluruskan perilaku yang buruk. Oleh karena itulah maka pendidik mempunyai posisi dan kedudukan yang tinggi dan terhormat di dalam Islam. Arifin menjelaskan bahwa pendidik memegang peranan penting dalam menetukan keberhasilan proses belajar sehingga mereka dituntut persyaratan tertentu baik teoritis maupun praktis dalam pelaksanaan tugasnya. Sedangkan faktor-faktor yang bersifat internal, seperti bakat atau pembawaan anak didik dan faktor eksternal seperti lingkungan dalam segala dimensinya menjadi sasaran pokok proses usaha para pendidik (Arifin, 2. Ibn Jama'ah dalam Tadzkirat al-Sami' wa al-Mutakallim sebagaimana dikutip dari (Sukron, 2. menjelaskan, tugas utama guru adalah menjadi pembimbing dan teladan bagi murid, mengarahkan mereka menuju akhlak mulia dan kedekatan dengan Allah SWT. Dalam perspektif Islam, pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga mencakup proses pembentukan karakter dan akhlak murid, agar mampu menjalani kehidupan sesuai dengan ajaran agama islam. Disisi lain, murid dipandang sebagai individu yang berada dalam proses pertumbuhan dan membutuhkan arah, bimbingan, dan teladan konsisten dari guru, dengan kesabaran dan kebijaksanaan sebagai kunci dalam membimbing mereka untuk mencapai potensi fitrahnya (Faulina, 2. Dengan demikian Pendidik adalah orang dewasa yang memiliki tanggung jawab memberikan pertolongan kepada peserta didik dalam perkembangan jasmani dan ruhaninya agar mencapai tingkat kedewasaan, mampu mandiri dalam memenuhi tugasnya sebagai khalifah Allah swt. , mampu melakukan tugas sebagai makhluk sosial dan sebagai makhluk individu yang mandiri (Arifin, 2. Abdul Mujib juga menjelaskan bahwa pendidik merupakan orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan peserta didiknya dengan upaya mengembangkan seluruh potensi peserta didik, baik potensi afektif . , kognitif . , maupun psikomotorik . (Mujib dan Mudzakkir, 2. Hal tersebut diatas sudah jelas ditegaskan oleh Allah dalam Q. S Al-Tahrim ayat 6 berbunyi sebagai berikut: U A aa s aiO aOU a aaEAoa e asAA a Aa eA A aaU acEA Aea NAue a U i ae A aOAe sa oe a AAoa ae A aOA a caiUAaoa Aue aAEAoca a a a AA aAcEEA a aA a eiAAuee aA EAue aiaa Aeea AA Uac aAoa cae a A eU a aAoa AA ea oe Aae aa aA Aea aue asa eAAoa ae oa a e a aa aA Artinya: AuWahai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang Abdul Sattar Daulay: Menyingkap Karakteristik Pendidik Islam Menurutperspektif Hadist Nabi Muhammad SAW Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 kasar dan keras. Mereka tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepadanya dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. Ay Ayat tersebut menjelaskan agar manusia menjaga diri dan keluarganya dari azab api Menjaga diri dan keluarga dari api neraka termasuk mengemban tugas dan tanggung jawab dalam mendidik anak dengan memberikan sejumlah ilmu pengetahuan, keterampilan dan pengalaman agar mereka bisa eksis dan tetap dalam koridor ketaqwaan kepada Allah . Dalam mengimplementasikan tugas dan tanggung jawab tersebut seorang pendidik harus melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai mana tergambar dari peran-peran sebagai pendidik. Dalam buku Menjadi Guru Profesional (Mulyasa, 2. menguraikan secara luas tentang peran guru dalam pembelajaran, yaitu. Guru sebagai Pendidik. Guru sebagai Pengajar. Guru sebagai Pembimbing. Guru sebagai Pelatih. Guru sebagai Penasehat. Guru sebagai Pembaharu. Guru sebagai Model dan Teladan. Guru sebagai Pribadi. Guru sebagai Pendorong Kreatifitas. Guru sebagai Pembangkit Pandangan. Guru sebagai Pekerja Rutin. Guru sebagai Pemindah Kemah. Guru sebagai Pembawa Ceritam. Guru sebagai Aktor. Guru sebagai Emansifator. Guru sebagai Evaluator. Guru sebagai Pengawet, dan Guru sebagai Kulminator. Dalam menjalankan peran-peran tersebut guru tetap memiliki karakteristik sebagaimana dijelaskan dalam Hadis Nabi SAW sehingga implementasinya melekat pada kepribadian guru tesebut. Kepribadian atau personality berasal dari kata persona ( bahasa Lati. yang berarti topeng (Kedo. Topeng biasanya dipakai oleh pemain sandiwara pada zaman dahulu kala untuk memainkan satu pola tingkah laku/karakter tertentu yaitu mengekoresikan satu bentuk gambaran manusia tertentu. Salah satu tugas teori kepribadian melepaskan topeng yang melekat pada seseorang dan mencoba mengerti sifat /watak yang sebenarnya, karena sesungguhnya kepribadian itu adalah perwujudan lahir dari watak orang yang sebenarnya (Nasution, 1. Secara terminologi menurut Gordon W. Allport mengemukakan, kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu sebagai sistem psikofisis yang menentukan cara yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan (Yusuf, 2. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dijelaskan bahwa kepribadian diartikan sebagai sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakan dirinya dari orang atau bangsa lain. Zakiah Darajat menjelaskan bahwa guru adalah Pendidik sebagai orang yang dewasa yang bertanggung jawab dan bertugas pendidikan dan pengajaran yang bertujuan membantu anak didik dalam mencapai kesempurnaan kepribadiannya. Oleh karena itu, kepribadian menjadi faktor terpenting yang akan menentukan apakah ia menjadi pendidik yang baik atau menjadi perusak bagi masa depan anak didik, karena tujuan umum pendidikan adalah membawa anak kepada kedewasaan yakni mampu menentukan diri sendiri dan bertanggung jawab sendiri (Darajat, 1. Ali al-Jumbulati . dengan mengutip pendapat Imam Bukhori bahwa kepribadian yang harus dimiliki oleh pendidik adalah. Kasih Sayan. Bertanggung Jawab. Selalu Memberi Nasihat. Selalu Menegur Tingkah Laku Anak Didik. Tidak Fanatik. Memperhatikan Fase Anak Didik. Memperhatikan Anak Didik yang Lemah, dan Mengamalkan Ilmu. Abdul Sattar Daulay: Menyingkap Karakteristik Pendidik Islam Menurutperspektif Hadist Nabi Muhammad SAW Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Pendidik harus memiliki kepribadian yang positif dan memiliki nilai lebih bagi anak didik dari berbagai sudut pandang. Keberhasilan dan kemajuan anak didik dalam pendidikan sangat bergantung pada pendidik. Oleh karena itu, kepribadian utama merupakan syarat untuk menjadi seorang pendidik. Tidak hanya harus mengarahkan masa depan anak didik, tetapi juga harus mampu mengubah kepribadian anak didik dari hal negatif menjadi hal positif. Pendidik harus memiliki sifat kepribadian yang positif. Apapun alasannya, pendidik harus memiliki kualitas yang lebih baik . ebih pinta. dari anakdidiknya. Karena pendidik bertanggung jawab untuk mendidik dan mengajar anak didik serta membimbing mereka untuk mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu kepribadian yang bertakwa kepada Allah. Sulit bagi pendidik untuk menjadikan anak didiknya mencapai tujuan pendidikan tersebut, jika sebelumnya guru atau pendidik tidak memiliki sifat-sifat kepribadian melakukan hal ini sesuai dengan keadaan untuk mewarnai dan merubah siswa dari keadaan negatif menjadi positif dari kurang baik menjadi lebih baik . Kepribadian itu memiliki asfek yang cukup banyak dan dapat dilihat dari berbagai sisi yaitu (Situmorang, 2. Karakter yaitu konsekuen tidaknya seorang individu dalam mematuhi etika perilakutermasuk konsistensi tidaknya dia memegang pendapat. Temperamen yaitu disposisi reaktif seseorang seperti cepat atau lambatnya dia mereaksi terhadap rangsangan-rangsangan yang dating dari lingkungan. Sikap yaitu sambutannya terhadap objek yang bersifat Positif, negative atau ambivalen. Stabilitas emosi yaitu kadar kestabilan reaksi emosional terhadap rangsangan dari lingkunganseeperti mudah tidaknya tersinggung , marah , sedih dan putus asa. Responsibilitas yaitu kesiapan untuk menerima resiko dari tindakan atau perbuatan yang dilakukannya seperti kesediaan menerima resiko secara wajar atau melarikan diri dari resiko yang dihadapi. Sosiabilitas yaitu disposisi pribadi yang berkaitan dengan hubungan interpersonalseperti sifat pribadi yang terbuka atau tertutup dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian adalah sebagai berikut (Kurniawan. Fisik, faktor fisik yang dipandang mempengaruhi perkembangan kepribadian adalah postur tubuh . angsing,gemuk,pendekatau tingg. Inteligensi, tingkat inteligensi individu dapat mempengaruhi perkembangan Keluarga, suasana atau iklim keluarga sangatlah penting bagi perkembangan kepribadian Kebudayaan, setiap kelompok masyarakat . angsa, ras, suku, bangs. memiliki tradisi, adat, atau kebudayaan yang khas. Karakteristik Pendidik Menurut perspektif Hadis Karakteristik adalah hal yang mencirikan seorang guru sesuai dengan perannya dan harus melekat pada dirinya . Maka karakteristik guru sebagai pendidik yang dimaksudkan dalam pembahasan ini adalah suatu karakter yang harus tertanam pada peribadi guru dalam Abdul Sattar Daulay: Menyingkap Karakteristik Pendidik Islam Menurutperspektif Hadist Nabi Muhammad SAW Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 menjalankan tugasnya dan menjadi wujud kepribadiannya . Karakteristik tersebut harus terwujud dalam kepribadian guru tersebut Berikut ini di uraikan beberapa pada Hadis Nabi Saw. yang dapat diteladani oleh guru sebagai pendidik yaitu : Bersikap Adil Karakteristik ini terlihat dalam segala perkataan, perbuatan dan sikap guru kepada anak didiknya baik dimana saja. Hal tersebut sebagaimana di gambarkan pada hadis Nabi berikut (Khon, 2. AOA a e a ca a a a a Aa a e a a OA a A u acI a aN a N a aA:AEA a A acI aN aCAUAEI e aII eI aOA A au c O I aE e a c OI NA:AEA A ACAUANEE acE NEE EO aN OEIA AOEA Aa aIA Aa a a A a U aa a AOE NEE aA OacEA a A aE acE aO aE aE aI a eE a aN I e aE aN aA aA aCA: AANEE aE eON aO a OE aIA a A aA aCAUA aaEA:AEA a AE a aA a A aA aCAUAI EA AEA AaEI EA AOA Aa a e a a aOA Aa OA a e e a a a a AA aNA: AANEE AacE NEE EO aN OEIA a AOEA Artinya: AuDari Nu'man bin Basyir dia berkata. Suatu ketika ayahnya membawa dia menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sambil berkata. Sesungguhnya saya telah memberi anakku ini seorang budak milikku. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya: Apakah setiap anakmu kamu beri seorang budak seperti dia? Ayahku menjawab. Tidak. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Kalau begitu, ambillah Ay (HR. Musli. Pada riwayat lain disebutkan sebagai berikut: e aUA AaIaAUa Ua A a ycaA aAyAA a A aa ea aA a A aE a eA:aA aAoa A ec a a a eia aA a ac a a A A a acCA s Ae aee aA a a A A:A Ea aOAUa a ca A ae Uiac eA ca asAA ca ca ca ca ca UaEA a Aa aAoa a a anaoa aUa aa sa a aA NEEAysa a aA NEEAysa a oa a e sAA a oa a e sAA a ysAA a a a aA aO NEEAua c aA UiAyUaA ua Aais aE AUaa sa A aO e aEaO AaOAUacCaO NEEA: AAOA a aA EAUA aEA:AOA a aA eaA EAoa csa AaI aOA a AUaAua aA aoa A a se aA a:aa casa a aIa aO Uaa aA a aA NEEAycasa a oa a e asAA a aA aO NEEAua . sA aEaa (AA ca UA Aa aac a es aN AUaA Aa a a a aAUAee aa A a eO aE a Artinya: AuDari An Nu'man bin Basyir dia berkata. Ayahku pernah memberikan sebagian hartanya kepadaku, lantas Ummu 'Amrah binti Rawahah berkata. Saya tidak akan rela akan hal ini sampai kamu meminta Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebagai saksinya. Setelah itu saya bersama ayahku pergi menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam untuk memberitahukan pemberian ayahku kepadaku, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadanya: Apakah kamu berbuat demikian kepada anak-anakmu? dia menjawab. Tidak. Beliau bersabda: Bertakwalah kepada Allah dan berbuat adillah terhadap anakanakmu. Kemudian ayahku pulang dan meminta kembali pemberiannya itu. Ay (HR. Musli. Dari kedua Hadis tersebut diatas dapat dipahami bahwa Rasulullah memerintahkan sahabat agar berlaku adil terhadap anaknya dalam pemberian budak. Karena ayahnya tidak memberikan hak yang sama maka Nabi memerintahkan untuk menarik pemberian tersebut. Dari peristiwa tersebut cukup jelas memberikan contoh kepada pendidik agar selalu berlaku adil kepada anak didiknya. Dalam konteks pendidikan keadilan disini berupa pelayanan yang diberikan kepada anak secara proporsional sesuai dengan kebutuhannya. Tentunya pendidik akan lebih suka jika seluruh anak-anak didiknya sama-sama berbuat baik baik terhadapnya dan sebaliknya tidak suka kalau anak-anaknya sebagian saja yang berbuat baik kepadanya. Perbuatan yang baik dari anak-anak akan tumbuh dari keadilan orang tua terhadap mereka. Oleh karena itu keadilan orang tua sebenanrnya merupakan pendidikan kepada mereka (Khon, 2. Abdul Sattar Daulay: Menyingkap Karakteristik Pendidik Islam Menurutperspektif Hadist Nabi Muhammad SAW Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Demikian juga seorang guru harus adil kepada murid-muridnya sebagaimana orng tua adil kepada anak-anaknya. Guru mesti adil dalam berbagai hal hal baik dalam pembelajaran dan pendidikan, mereka harus dilayani dengan sikap dan penilaian yang adil keadilan guru dalam kelas akan menumbuhkan suasana kondusif dan merupakan pendidikan kepada Guru pasti senang jika murid-muridnya berbuat baik kepadanya (Khon, 2. Hadits di atas menjelaskan bahwa pendidik, baik guru, orang tua maupun yang lainnya yang mengerjakan tugas mendidik, harus berlaku pengasih dan adil dalam berbagai hal, baik dalam perkataan, perbuatan maupun sikap terhadap anak-anaknya. Kasih sayang dan keadilan seorang pendidik sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan anak didiknya di dalam keluarga maupun di sekolah. Perbuatan yang baik oleh para pendidik menjadi suatu keharusan dalam bersikap terhadap anak didiknya dalam hal apa saja pun termasuk dalam hal menuntut kewajiban dan memenuhi kebutuhannya. Dalam teks utama hadits, perintah keadilan bagi anak didahului dengan ibadah kepada Allah. Uraian ini menunjukkan pentingnya hakikat keadilan dalam praktik takwa, termasuk dalam proses pengajaran. Dalam pendidikan, keadilan bukan hanya soal memperlakukan setiap siswa secara setara, tetapi juga memberikan kesempatan yang sama kepada setiap siswa untuk berkembang dan mencapai potensi terbaik mereka. Di era modern ini, tantangan yang dihadapi oleh guru semakin kompleks, mulai dari keragaman karakter siswa, kebutuhan khusus, hingga perbedaan latar belakang sosial ekonomi yang beragam. Di tengah kondisi yang semakin heterogen ini, guru dituntut untuk senantiasa menjaga prinsip keadilan dalam mengelola kelas, memberikan penilaian, serta memberikan perhatian yang cukup bagi setiap siswa tanpa membedakan latar belakang mereka (Ali, 2. Keadilan dalam memberikan perhatian juga berarti guru harus menyadari bahwa setiap siswa membutuhkan waktu dan dukungan yang berbeda untuk memahami materi pelajaran. Ada siswa yang lebih cepat memahami pelajaran, sementara ada yang membutuhkan bantuan Guru yang adil tidak akan hanya fokus pada siswa yang pintar atau yang aktif, tetapi juga akan memberikan perhatian kepada siswa yang mungkin mengalami kesulitan dalam belajar (Purnawanto, 2. Hal tersebut sejalan dengan pendapat Zakiah Daradjat sebagai berikut : Dalam buku Kepribadian Zakiyah Darajad menjelaskan bahwa guru adalah Pendidik sebagai orang yang dewasa yang bertanggung jawab dan bertugas pendidikan dan pengajaran yang bertujuan membantu anak didik dalam mencapai kesempurnaan kepribadiannya. Oleh karena itu, kepribadian menjadi faktor terpenting yang akan menentukan apakah ia menjadi pendidik yang baik atau menjadi perusak bagi masa depan anak didik, karena tujuan umum pendidikan adalah membawa anak kepada kedewasaan yakni mampu menentukan diri sendiri dan bertanggung jawab sendiri (Darazat, 1. Apalagi sering kita temui bahwa proses pembelajaran sering kali berorientasi pada pencapaian akademis, mengabaikan pembentukan akhlak dan karakter (Harsoyo, 2. Murid juga kurang menghargai proses belajar sebagai sarana pengembangan diri, sementara hubungan guru dan murid cenderung bersifat formal dan transaksional, melemahkan makna interaksi edukatif. Selain itu, peran guru sebagai pembimbing moral semakin terpinggirkan, digantikan oleh orientasi pragmatis dan ekonomis, yang menyebabkan relasi guru dan murid Abdul Sattar Daulay: Menyingkap Karakteristik Pendidik Islam Menurutperspektif Hadist Nabi Muhammad SAW Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 kehilangan kedalaman dan makna yang seharusnya hadir dalam proses pendidikan (Junanah et al. , 2. Pengasih AcAoia AAo UA aE c A OAoA AcAoU eAi cU iAA aOAiA EU AoiAe A AcAoiA AosA e OAA Oi AA io AI Uc UAoA AAcAosA c U OAoA AAyUAA uAo AcA A UiAoA AoU AAoA Asa AIO ue NEE E Ao sA NEE AysAO NEE AAuA Ai UAAuA AO UAoiA Aia )asA ae i ( aAoA AoA IAoAA Artinya : Dari AAisyah R. berkata : ada seorang perempuan miskin dating kepadaku dengan membawa kedua anak perempuannya, maka saya berikan kepadanya tiga butir biji kurma . memberikan kepada masing-masing anaknya sebutir biji kurma dan yang sebutir lagi sudah dia angkat kemulutnya untuk dimakan tetapi tiba-tiba diminta oleh kedua anaknya juga, lalu ia membelah biji kurma yang akan dimakannya itu dan dibagimkepada kedua anaknya . sangat kagum melihat perilaku perempuan itu. Kemudian saya ceritakan kepada Rasulullah SAW peristiwa ayang dilakukan oleh perempuan itu, beliau lantas bersabda Sesugguhnya Allah telah menentukan syurga baginya atau ia dibebaskan dari api neraka lantaran perbuatannya itu (HR. Musli. Dari uraian Hadis di atas dipahami bahwa seorang wanita miskin bersama dua orang anak yang perempuan datang kepada Aisyah minta sedekah makanan. Wanita tersebut diberikan tiga butir kurma. Tentunya sesuai dengan kondisi Aisyah pada saat itu adanya kurma yang terbatas disamping sesuai dengan jumlah orang yakni seorang ibu dan dua oranganak Kondisi Aisyah biasa-biasa saja. Sebagian riwayat menyatakan kalau pagihari tidak ada makanan apa-apa di rumah nabi berpuasa. Tiga butir kurma itu diserahkan langsung ke tangan seorang ibu. Kesimpulannya, tiga butir kurma itu di bagikan secara adil oleh ibunnya masing-masing anak satu butir kurma dan yangsatu butir kurma dan yang satu butir lagi untuk Kasih sayang seorang pendidik tidak harus mengorbankan dirinya atau mengorbankan anak didiknya menjadi tidak hormat kepada gurunya. Diantara kepribadian pendidik yang baik menurut sebagian ahli pendidik adalah mencintai anak didik , penuh rasa tangung jawab, penuh objektif serta bersikap ramah, adil dan jujur menuju kesejahteraan anak didik (Barnadib, 2. Selanjutnya Majid Khon menjelaskan bahwa pendidik yang sangat erat hubungannya dengan anak didik akan mengakibatkan hilangnya kewibawaan dari pada Sedangkan pendidik yang saangat keras akan ditakuti oleh anak didik dan membuatnya prustrasi dan tidak bersemangat belajar (Khon, 2. Sifat pengasih dari pendidik akan dirasakan oleh anak didik dan membuatnya lebih dekat dan akrap dengan pendidiknya. Kedekatan dan keakrapan antara pendidik dengan anak didik akan membuat pendidik lebih mudah menyampaikan pesan-pesan dalam Pendidikan. Walaupun pada kenyataanya pada era modern ini, peran dan tanggung jawab guru mulai mengalami pergeseran (Fibrianto & Yuniar, 2. Pesatnya perkembangan teknologi dan akses informasi yang begitu mudah telah mengubah cara siswa memperoleh pengetahuan dan membentuk pola pikir mereka (Handulusih et al. , 2. Saat ini, siswa tidak lagi sepenuhnya bergantung pada guru sebagai sumber utama ilmu, melainkan memanfaatkan teknologi digital dan sumber belajar daring yang beragam (Sundari, 2. Meskipun kemajuan ini membawa manfaat bagi perkembangan pendidikan, pada saat yang sama. Abdul Sattar Daulay: Menyingkap Karakteristik Pendidik Islam Menurutperspektif Hadist Nabi Muhammad SAW Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 tanggung jawab seorang guru dalam mendampingi dan membimbing siswa menjadi berkurang (Rohartati, 2. Sehingga sikap kasih sayang guru kepada sisiwa sangat dibutuhkan karena hanya itu yang dapat membedakan guru teknologi dengan seorang guru yang atau pendidik yang sebenarnya. Dan sangat disayangkan akibat kemajuan banyak guru yang lebih fokus pada pemenuhan tuntutan administratif dan target kurikulum sehingga mengesampingkan interaksi personal yang seharusnya menjadi sarana utama dalam membentuk karakter dan nilai-nilai moral siswa (Nabila et al. , 2. Ikhlas Keikhlasan adalah hal yang sangat mendasar dalam mengawali suatu aktifitas termasuk mengajar, karena dengan keikhlasan dalam beraktifitas tersebut membuat pendidik merasa nyaman dan tenteram tidak terbebani dalam menjalankan tugas dan kewajibannya. Apalagi guru akan berhadapan dengan beraneka ragam sifat dan perilaku anak didik, yang terus menuntutnya agar selalu sabar dan ikhlas dalam menjalankan aktifitas mendidik Hal ini dijelaskan oleh Rasulullah dalam Hadis berikut (Al-Bukhori, 1. e iA Aa ac ee OaAuuaa i A a ca ycasa yaUAaeaa auA a ee AA a A ac a a ace aA e Uca A aU aOAoa Aac aAcaiUAAsac aa Ea aO e a e ac aO aA a ca A aOAua s Aa aA a aAcEEA a oa a e asAA a AcEEA a o a ca A ayaUAeaa auA a AA a AA a AA a AA AeA a a AOA a AA AcEEA AuA AeA a a AA AcEEA a a a ca a a e a a a a a a a a a a a a a a a e aUAoa a a auA Artinya: AuDari Umar bin Khattab RA, beliau berkata bahwasannya ia mendengar Rasulullah SAW bersabda: Segala amal perbuatan tergantung niatnya, dan bagi setiap orang hanyalah akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barangsiapa berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya itu menuju Allah dan Rasul-Nya. Ay Hadis ini memberikan penjelasan bahwa segala aktifitas yang kita kerjakan didasarkan kepada niatnya dan balasan yang akan kita peroleh juga didasarkan kepada niat kita. Dengan demikian aktifitas guru sebagai pendidik mesti didasari dengan keikhlasan supaya dalam mengajar dan mendidik tersebut berjalan secara natural. Keikhlasan dalam mengajar dan mendidik akan tergambar dari keseriusan dan kemaksimalan dalam beraktifitas tersebut. Keikhlasan dalam menjalankan profesi guru sangat penting, karena tugas seorang guru bukanlah tugas yang mudah dan sering kali tidak mendapat apresiasi yang cukup (Setiyadi et , 2. Guru yang ikhlas dalam menjalankan tugasnya tidak akan merasa terbebani dengan hal tersebut. Mereka tahu bahwa tujuan mereka adalah untuk memberikan yang terbaik bagi siswa dan untuk mendidik generasi penerus agar menjadi pribadi yang baik, cerdas, dan berakhlak mulia. Dalam tugas mengajar, keikhlasan guru berarti mengutamakan kepentingan pendidikan dan perkembangan siswa, tanpa mengharapkan penghargaan pribadi atau pujian dari pihak manapun (Riasah & Sirly, 2. Guru yang ikhlas dalam mengajar akan lebih fokus pada upaya untuk membuat siswa memahami materi dengan baik, mengembangkan potensi mereka, dan membimbing mereka menuju pencapaian terbaik mereka. Keikhlasan ini mengajarkan guru untuk tidak terjebak dalam ambisi untuk meraih penghargaan atau pengakuan, tetapi lebih pada tujuan yang lebih luhur, yaitu memberikan pendidikan yang berkualitas dan mempengaruhi kehidupan siswa secara positif (Susilo & Sarkowi, 2. Seorang guru yang ikhlas mengajarkan nilai-nilai moral dan karakter dengan tulus, tanpa mengharapkan penghargaan atau imbalan lainnya (Irwansyah et al. , 2. Abdul Sattar Daulay: Menyingkap Karakteristik Pendidik Islam Menurutperspektif Hadist Nabi Muhammad SAW Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 Guru yang mengajar dengan penuh keikhlasan akan berusaha menanamkan nilai-nilai ini pada setiap siswa, tanpa memikirkan apa yang mereka dapatkan sebagai balasannya (Illahi. Keikhlasan ini mendorong guru untuk bekerja keras demi kepentingan terbaik siswa, meskipun kadang hasil yang dicapai mungkin tidak langsung terlihat atau diakui oleh orang Penyampai Ilmu a UIAu aAO NEE IEO NOE NEE OEA ae AU e sa sc a Oc UAuA EO AA:A NEE i EOAA AA oAAe A (AUaAo AAoA AuAsa ae i ( A Artinya : AuDari abu Hurairah RA berkata rasulullah SAW bersabda Barangsiapa yang ditanya sesuatu ilmu pengetahuan kemudian ia menyembunyikannya, maka ia nati pada hari kiamat dikendalikan dengan kendali dari api neraka. Ay (HR. Abu Daud dan Al-Turmudz. Kualitas seorang pendidik yang baik antara lain menyebarkan ilmu pengetahuan yang baik melalui kegiatan pembelajaran, berdakwah, menulis buku, jurnal, bulletin dan lain-lain sebagai sarana menebar ilmu pengetahuan dan pengalaman-pengalaman. Ilmu pengetahuan dan pengalaman harus disebarluaskan kepada masyarakat luas melalui media-media tersebut diatas agar kemanfaatannya lebih luas dan masyarakat mendapat penerangan dalam menjalani kehidupan dan mendapatkan solusi terhadap masalah-masalah yang dihadapinya. Kewajiban orang yang muttaqin adalah mengamalkan ilmu tersebut memberikan ilmu pengetahuan dan pengalaman kepada orang lain. Keberhasilan dalam pendidikan ada dua : Pertama ketekunan belajar dengan siapa saja walaupun dengan orang yang lebih muda dan tidak ada rasa malu. Kedua pemurah dalam memberikan pelajaran kepada orang lain. Keduanya merupakan kewajiban belajar bagi yang belum tahu suatu ilmu dan kewajiban mengajar bagi yang telah memiliki ilmu (Khon, 2. Pendidik diartikan sebagai guru dan pelatih profesional pada lembaga pendidikan formal, yang memiliki kualifikasi tertentu dan tugas utamanya mendidik, mengajar, membimbing, membimbing, melatih peserta didik baik pada tingkat dasar maupun menengah, menilai dan menilai. Dalam definisi yang lebih luas, siapapun yang memberikan informasi dan mengajarkan ilmu adalah seorang guru, bahkan di luar lingkungan pendidikan Berbicara tentang guru memang tidak lepas dari sosok seseorang yang berilmu dan berpengalaman dalam suatu bidang tertentu serta membantu membawa orang lain pada kebaikan dan menyelamatkannya dari keburukan. Karena hanya orang yang tahu, terbuka dan ingin orang lain menjadi baik, yang dapat melakukan tugas-tugas tersebut. Relasi edukatif bukan hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi tentang membentuk karakter dan sikap siswa yang selaras dengan nilai-nilai Islam (Salinding & Santoso, 2. Dengan menerapkan nilai-nilai ini, guru dan siswa dapat bersama-sama menjalani proses pendidikan sebagai perjalanan menuju pemahaman yang lebih dalam dan lebih komprehensif. Islam adalah agama yang mulia, yang selalu mendorong umatnya untuk menjadi pendidik yang terampil yang mengajak kepada kebaikan dan melarang kemungkaran. Sifat melekat dalam diri pendidik dalam perspektif Islam. Tidak ada guru dalam pendidikan Islam yang dapat mengabaikan ketentuan ini. Begitulah Islam menjaga kemurnian ajarannya. Jadi guru dituntut untuk selalu menjaga diri dari hal-hal yang mungkar dan membiasakan diri untuk berbuat baik. Dalam QS. Ali Imran yat 104 di jelaskan sebagai berikut: Abdul Sattar Daulay: Menyingkap Karakteristik Pendidik Islam Menurutperspektif Hadist Nabi Muhammad SAW Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 a AAoa A ae eU ac eiO a aeue AU aiO aN ao aa eU ac eA as aAo a oe Aea a eU ac e aAoe Aa e aa aAoa A aeAA eU aAyaUaAea Aue AA a eAacA UA eU a aO ee a ca ei aO ea a acaAoa a aeue oa ie aoa a Artinya: AuDan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh . yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. Ay TawaduAo UaasAa eA aU eao AaIa eU Ase aA a asa A a ea UA UiAoA A A EOAuA NEE e aAysAC EO easia AoAe aA ea sA (EU a AUOa A: A IEO NOE NEE OEaU UiAoA NEE sa EO NEE A:aasAa eA AO UcEAuAIA eA NEE sa Ae ae Usa A:Ue aIAse a uA. Ua i ae UcOsAAo AA Artinya: AuDari Masyruq berkata kami masuk kerumah Abdullah bin MasAud RA kemudian ia berkata wahai sekalian manusia barang siapa yang mengetahui sesuatu maka hendaklah ia mengatakan apa yang diketahuinya dan barang siapa yang tidak mengetahuinya maka hendaklah dia mengatakan Allah lebih mengetahui karena sesungguhnya termasuk ilmu bila seseorang mengatakan bahwa Allah lebih mengetahui terhadap sesuatu yang ia tidak Ay (H. Bukhor. Hadis ini memerintahkan manusia bahwa siapa saja diantara ummat Muhammad SAW terutama guru agar bersifat tawaduAatau rendah hati dalam ilmu, terutama ketika tidak mengetahui suatu ilmu. Sifat tawaduA adalah pertengahan antara takabbur dan rendah diri. Sebagai seorang pendidik mesti menunjukkan ketawaduAan dalam menghadapi anakdidiknya. Karena ketawaduAan tersebut akan nampak dalam penerimaannya kepada anak didiknya baik dalam perkataan, perbuatan dan sikapnya. Hal inilah yang membuat anak didik menjadi senang dan tenteram hatinya ketika anak didiknya menerima pengaruh yang diberikan. Penerimaan anak didik akan lebih ikhlas tanpa ada tekanan dan paksaan. Akhirnya lahirlah sikap saling menghargai antara anak didik dengan pendidik dan antara anak didik dengan Dan inilah yang diharapkan sebagai hasil dari pendidikan. Toleran dan Bijaksana a AA e AO NEE IEO NOE NEE OEAAuA a AAysAi i a NEE i EO AyA AycsA e UOa UAoAe aA auA U ae UIA a AA a eAuA a ie a Ana aa aiac aO ea aOU Ao A aa Aoa AIsAuaA eUIAaiAcN NEEa Aa a a aIa esA aoae AuAA AAusA AA ca UAea auAoA aA e a A aEAoa aasAa asacc Ea eAe a A aa ac a a AAoa AO NEE IEO NOE NEE OEA Aa a a aAuA AAysAO Aasa acc AA a aiaiua a ccA a a aoa eAa a ao ea Asc AyasAA ae A AoAAs AA A EO . e on UAaE EAica AA AEA i AA AOA ANEEA a AA a aAEAoa aiaA aA ae e a a e a aa a )eA E UIAo aUOAo a UAo A uicA a caiUaEa A a a ee OA Artinya: AuDari Muawiyah bin Hakam RA Suatu ketika saya shalat bersama Rasulullah SAW tiba-tiba ada seorang laki-laki bersin , saya menjawab semoga Allah merahmatimu, lalu orang mempelototi aku, aku berkata celaka aku mengapa kalian memandang aku seperti itu. Kemudian mereka memukulkan tangan ke paha mereka, ketika aku melihat mereka menyuruh aku diam maka akupun diam, setelah Rasulullah Saw. selesai shalat. Demi ayah dan ibuku saya belum pernah melihat seorang pengajar sebelum dan sesudahnya yang lebih baik pengajarannya dari beliau. demi Allah beliau tidak memandang aku dengan muka masam, tidak memukul dan memaki aku. Kemudian beliau bersabda Sesungguhnya shalat itu tidak patut dicampur dengan perkataan manusia. Shalat itu adalah tasbih, takbir dan membaca alQurAan. Ay (HR Musli. Hadis menerangkan bahwa Rasulullah SAW mencontohkan sikapnya kepada para sahabat ketika menghadapi kesalahan-kesalahan yang dilakukan sahabat termasuk ketika kesalahan itu dalam melaksanakan shalat. Pendidik harus mengikuti keteladanan yang dipraktekkan Rasulullah SAW tersebut. Bagaimanapun juga anak-anak pasti akan banyak Abdul Sattar Daulay: Menyingkap Karakteristik Pendidik Islam Menurutperspektif Hadist Nabi Muhammad SAW Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 melakukan kesalahan-kesalahan baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Sebagai pendidik tidak terus memberikan hukuman dengan memarahi, mencela, memaki dan lail-lain. Disinilah Nampak toleransi Rasulullah SAW sebagai seorang pendidik tetap menunjukkan sifat lemah lembut dan kebijaksanaannya dengan menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan tersebut masing-masing ada aturan ataupun ketentuannya termasuk ibadah shalat. Maka dengan menjelaskan ketentuan tersebut membuat anak didik tersebut tidak merasa malu, minder, tidak percaya diri dan sifat-sifat negating lainnya. Dengan demikian naka tersebut menjadi paham dan tidak mengulangi kesalahan-kesalahan tersebut. Bahkan bila perlu anak tersebut di panggil dan dikomunikasikan secara pace to pace dan ini akan menjaga harga dirinya didepan orang banyak kalaupun dia melakukan kesalahan. Untuk itu guru perlu mengadopsi kebijaksanaan dalam setiap keputusan pedagogis yang diambil, misalnya dengan mempertimbangkan latar belakang dan kebutuhan setiap siswa saat merancang kegiatan belajar, hal tersebut sejalan dengan strategi pembelajaran abad 21 (Hamzah, 2. Dengan demikian, pengajaran tidak hanya berbasis pada satu metode yang seragam, tetapi juga memperhitungkan variasi dalam kebutuhan belajar siswa. SIMPULAN Karakteristik pendidik Islam dalam perspektif hadis Nabi Muhammad SAW menunjukkan bahwa seorang pendidik tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai pembimbing moral dan spiritual bagi peserta didik. Hadis-hadis Nabi memberikan gambaran tentang bagaimana seorang pendidik seharusnya berperilaku dalam mendidik, yaitu dengan menampilkan sifat-sifat luhur seperti: Akhlak Mulia yaitu pendidik harus menjadi contoh dalam berperilaku baik, karena akhlak yang baik akan memberikan pengaruh positif bagi peserta didik. Rasulullah Saw. sendiri merupakan teladan utama dalam berakhlak, sebagaimana disebut dalam hadis dan Al-Qur'an. Kesabaran yaitu dalam proses mendidik, kesabaran sangat diperlukan, baik dalam menghadapi perbedaan karakter peserta didik maupun dalam menghadapi tantangan dalam proses pembelajaran. Rasulullah Saw. selalu menunjukkan kesabaran dalam mendidik umatnya, meskipun menghadapi berbagai Kasih Sayang yaitu pendidik harus memiliki rasa kasih sayang terhadap peserta didik agar proses belajar menjadi lebih efektif. Dengan pendekatan penuh kelembutan, peserta didik akan merasa dihargai dan lebih mudah menerima ilmu yang diberikan. Keikhlasan yaitu mengajarkan ilmu harus dilakukan dengan niat yang tulus karena Allah Swt. , bukan untuk mendapatkan pujian atau keuntungan duniawi. Keikhlasan akan membawa berkah dalam ilmu yang disampaikan dan menjadikannya lebih bermanfaat bagi peserta didik. Menyampaikan Ilmu dengan Hikmah dan Keteladanan yaitu Rasulullah Saw. dalam hadisnya mengajarkan bahwa penyampaian ilmu harus dilakukan dengan cara yang bijaksana, mudah dipahami, dan penuh keteladanan. Seorang pendidik yang baik bukan hanya menyampaikan teori, tetapi juga memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Jadi dengan meneladani sifat-sifat Rasulullah Saw. , seorang pendidik dapat menjadi figur yang menginspirasi dan membawa manfaat bagi umat. Keberhasilan pendidikan Islam tidak hanya diukur dari kecerdasan akademik, tetapi juga dari terbentuknya pribadi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak baik. Abdul Sattar Daulay: Menyingkap Karakteristik Pendidik Islam Menurutperspektif Hadist Nabi Muhammad SAW Al-Hikmah: Jurnal Agama dan Ilmu Pengetahuan Vol. 22 No. April 2025 P-ISSN 1412-5382 E-ISSN 2598-2168 DAFTAR PUSTAKA