Indonesian Journal of Elementary and Childhood Education. Vol. 1 No. 2, 2020: 71 - 76 Strategi Penggunaan Buku Cerita Bergambar untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Anak Usia 5-6 Tahun Di TK Aisyiyah 7 Mataram Tahun 2019/2020 Jumratu Sani. Baik Nilawati Astini. Nurhasanah Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Mataram *E-mail: jumratusani697@gmail. Received: 8 Juni 2020. Accepted: 28 Juni 2020. Published: 30 Juni 2020 ABSTRACT This study aimed to determine the strategy of using picture story books to improve reading skills of children aged 5-6 years at Kindergarten Aisyiyah 7 Mataram in 2019/2020. This type of was a development research. The subjects of this study were 12 children aged 5-6 years. The indicators studied include: Listening to the story read, mentioning the letters of the letters that are known, recognizing words, reading images and understanding the meaning of images. The data collection method used in this study is the observation method. Data analysis used descriptive qualitative Children's reading ability can be developed through learning activities using picture story books with steps such as . preparing and organizing learning media such as picture story books, . introducing learning media such as picture story books, . knowing the activities to be carried out with learning media, . children sit in groups of 2 people, . each group of children chooses 1 picture book to read, . children read and display facial expressions according to the story's content in turn. The results of this study indicate that there is an increase in children's reading skills by using a strategy of using picture books. The increase can be seen from the percentage of development I which is 54%, development II which is 72% and in development i which is 89%. In conclusion, that children's reading skills can be developed through a strategy of using picture books. Keywords: Reading Ability. Use of Picture Story Books ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi menggunaan buku cerita bergambar untuk meningkatkan kemampuan membaca anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah 7 Mataram Tahun 2019/2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Subjek dari penelitian ini adalah 12 orang anak usia 5-6 tahun. Indikator yang diteliti meliputi: Mendengarkan cerita yang dibacakan. Menyebutkan simbol-simbol huruf yang dikenal. Mengenal kata. Membaca gambar dan memahami makna gambar. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi. Analisis data menggunakan analisis kualitatif deskriptif. Kemampuan membaca anak dapat dikembangkam melaui kegiatan pembelajaran menggunakan buku cerita bergambar dengan langkah-langkah seperti . menyiapkan dan menata media pembelajaran seperti buku cerita bergamabar, . mengenalkan media pembelajaran seperti buku cerita bergambar, . mengetahui kegiatan yang akan dilakukan dengan media pembelajaran, . anak duduk secara berkelompok yang terdiri dari 2 orang, . setiap kelompok anak memilih 1 buku cerita bergambar yang akan dibaca, . anak membaca dan memperagakan ekspresi wajah sesuai isi cerita secara bergiliran. Hasil dari penelitian ini menujukan bahwa terdapat peningkatan kemampuan membaca anak dengan menggunakan strategi penggunaan buku cerita bergambar. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari persentasi pengembangan I yaitu 54%, pengembanagn II yaitu 72% dan pada pengembangan i yaitu Kesimpulannya, bahwa kemampuan membaca anak dapat dikembangkan melalui strategi penggunaan buku cerita bergambar. Kata Kunci: Kemampuan Membaca. Buku Cerita Bergambar PENDAHULUAN Kemampuan berbahasa merupakan suatu hal yang penting karena dengan bahasa anak dapat berkomunikasi dengan teman atau orang-orang di sekitarnya. Bahasa merupakan bentuk utama dalam mengekspresikan pikiran dan pengetahuan bila anak mengadakan hubungan dengan orang lain. Bromley . alam Dhieni: 2. menyebutkan bahwa bentuk perkembangan bahasa anak meliputi empat pengembangan bahasa yaitu menyimak, berbicara, menulis dan membaca. Pengembangan bahasa tersebut harus dilakukan dengan seimbang agar memperoleh pengembangan bahasa yang optimal. Dalam Undang-Undang Nomor. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 ayat 14 tahun 2003 menyatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak dengan rentang usia 1 . sampai 6 . Upaya pembinaan tersebut terwujud dalam pendidikan yang bertujuan untuk membina, menumbuhkan serta mengembangkan seluruh potensi anak secara optimal agar anak memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan selanjutnya. Berdasarkan hasil observasi pada tanggal 24 dan 25 Juni 2019 yang telah dilakukan di TK Aisyiyah 7 Mataram menujukkan bahwa kemampun bahasa khususnya membaca anak belum sesuai dengan perkembangan yang seharusnya. Rendahnya kemampuan membaca anak disebabkan karena kegiatan pembelajaran yang masih kurang bervariasi. Selain itu media yang digunakan belum dapat menarik perhatian anak. Selama observasi peneliti melihat hal tersebut kegiatan pembelajaran hanya menggunakan majalah, lembar kerja siswa (LKS), kertas, pensil dan kurangnya kegiatan bercerita. Salah satu media pembelajaran yang cukup bervariasi dalam meningkatkan kemampuan membaca anak dan kegiatan yang dapat dikembangkan melalui kegiatan bermain dan lebih mengasyikkan dalam proses pembelajaran di TK Aisyiyah 7 Mataram salah satunya dengan melalui media buku cerita bergambar. Mitcheell dalam (Yuliana: 2. Buku cerita bergambar adalah buku yang menampilkan gambar dan teks dan keduannya saling menjalin. Baik gambar maupun teks secara sendiri belum cukup untuk mengungkapkan cerita secara lebih mengesankan dan keduanya saling membutuhka untuk saling mengisi dan melengkapi. Dari pendapat di atas peneliti simpulkan bahwa buku cerita bergambar merupakan gabungan gambar-gamabar yang tidak bergerak dan teks sehingga menbentuk suatu jalan cerita yang menarik dan dapat diceritakan sesorang secara lisan kepada orang lain dengan menggunakan alat atau tanpa alat tentang pesan dalan sebuah cerita. Menurut Efendi . alam Yuliana: 2. mengatakan bahwa kriteria buku cerita yang baik memiliki : Tampilan visual buku dirancang menggunakan tampilan full color . Tampilan visual buku lebih didominan gambar dibanding teks . Jenis huruf pada buku cerita memiliki tingkat terbacaan yang baik bagi anak-anak . Judul buku cerita mewakili seluruh isi cerita dan menarik minat anak untuk membaca lebih lanjut . Tampilan warna mampu memberikan kesan dan mudah ditangkap oleh indra penglihatan Adapun langkah-langkah yang akan digunakan peneliti dengan strategi cerita berkolaborasi yaitu . menyiapkan dan menata media pembelajaran seperti buku cerita bergamabr, . mengenalkan media pembelajaran seperti buku cerita bergambar, . mengetahui kegiatan yang akan dilakukan dengan media pembelajaran, . anak duduk secara berkelompok yang terdiri dari 2 orang, . setiap kelompok anak memilih 1 buku cerita bergambar yang akan dibaca, . anak membaca dan memperagakan ekspresi wajah sesuai isi cerita secara bergiliran. Menurut Anderson, dkk . alam Dhieni: 2011: 5. memandang bacaan sebagai suatu proses untuk memahami makna suatu tulisan. Proses yang dimaksud dalam membaca adalah berupa penyajian kembali dan penafsiran suatu kegiatan dimulai dari mengenali huruf, kata, ungkapan, frase, kalimat, dan wacana serta menghubungkannya dengan bunyi dan maknanya. Maksudnya, kegiatan membaca yaitu terkait dengan pengenalan huruf, bunyi dari huruf, kata serta kalimat dan makna dari sebuah huruf, kata serta kalimat. Berdasarkan uraian di atas dapat di simpilkan membaca adalah suatu proses untuk memahani suatu sombol huruf, kata serta kalimat dan lambang tulisan kedalam bunyi-bunyi dan dapat memahani maknanya. Menurut Goodmad dkk . alam Dhieni: 2011. perkembangan kemampuan membaca pada anak usia 4-6 tahun berlangsung dalam 5 tahap yaitu : Tahap Fantasi (Magical Stag. Pada tahap ini anak mulai belajar menggunakan buku, melihat dan membalik lembaran buku ataupun mambawa buku kesukaannya. Tahap Pembentukan konsep diri (Self Concept Stag. Pada tahap ini anak mulai memandang dirinya sebagai AopembacaAo di mana terlihat keterlibatan anak dalam kegiatan membaca, berpura-pura membaca buku, memaknai gambar berdasarkan pengalaman yang diperoleh sebelumnya, dan menggunakan bahasa baku yang tidak sesuai dengan . Tahap Membaca Gambar (Bridging Reading Stag. Pada tahap ini pada diri anak mulai tumbuh kesadaran akan tulisan dalam buku dan menemukan kata yang pernah ditemui sebelumnya, dapat mengungkapkan kata-kata bermakna dan berhubungan dengan dirinya, sudah mengenal tulusan kata-kata puisi, lagu, dan sudah mengenal abjad. Tahap Pengenalan Bacaan ( Take Off Reader Stag. Anak mulai menggunakan tiga sistem inyarat . raphoponik, semantik, dan sintaksi. Anak mulai tertarik pada bacaan, dapat mengingat tulisan dalam konteks tertentu, berusaha mengenal benda-benda pada lingkungan, serta membaca berbagai tanda seperti pada papan iklan, kotak susu, pasta gigi, dan lainnya. Tahap Membaca Lancar (Independent Reader Stag. Pada tahap ini anak dapat membaca berbagai jenis buku. Dari penjelasan tentang tahap perkembangan membaca anak yang telah dikutip maka dapat diambil kesimpulan yaitu setiap anak melalui tahap demi tahap dalam perkembangan Anak usia 4-6 tahun anak mulai sadar bahwa dirinya sabagai pembaca dan sadar akan fungsi bacaan dan cara membacanya. Anak mulai tertarik dengan berbagai huruf atau bacaan yang ada di sekitar lingkungannya. Selain itu, anak mulai bersemangat untuk mengartikan kata-kata dan kalimat-kalimat yang anak lihat. METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Metode penelitian dan pengembangan atau dalam bahasa inggrisnya Research and Development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono, 2014: . Penelitian pengembangan adalah penelitian yang bertujuan untuk mencari jawaban terhadap suatu persoalan dengan melakukan kegiatan pengembangan. Dalam penelitian ini produk yang dihasilkan dan diuji keefktifannya berupa penggunaan buku cerita bergambar untuk meningkatkan kemampuan membaca anak usia 5-6 tahun. Metode observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui suatu pengamatan yang disertai dengan catatan-catatan tentang keadaan atau perilaku objek sasaran dalam hal ini observasi dilakukan untuk mengamati penggunaan buku cerita bergambar untuk meningkatkan kemampuan membaca anak usia 5-6 tahun di Tk Aisyiyah 7 Mataram. Dalam penelitian ini yang diobservasi adalah anak usia 5-6 tahun kelompok B2 di TK Aisyiyah 7. Jumlah anak pada kelompok B2 adalah 12 anak dengan tingkat kemampuan, pertumbuhan, dan perkembangan yang berbeda-beda. Pengambilan data diambil dengan mengamati perilaku anak kelompok B2 pada saat melakukan kegiatan membaca buku cerita Instrumen penelitian adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatan mengumpulkan data agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya (Arikunto 2010:. Pada instrument penelitian ini menggunakan lembar observasi. Lembar observasi pada penelitian ini menggunakan cek list berupa daftar indikator yang dikumpulkan datanya untuk melihat perkembangan membaca pada anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah 7 Mataram tahun 2019/2020. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang tujuannya adalah melihat perkembangan membaca anak dengan menggunakan indikator perkembangan membaca berupa data tahapan pelaksanaan kegiatan penggunaan buku cerita bergambar sehingga data ini disebut kualitatif karena data semua dideskripsikan. Data yang telah dianalisis dipersentasikan menggunakan rumus sebagai berikut: : Persentase : Jumlah anak yang berkembang e : Jumlah anak keseluruhan (Nurkancana dan Sunartana, 1990: . Adapun indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah penggunaan buku cerita bergambar untuk meningkatkan kemampuan membaca anak usia 5-6 tahun yang ingin dicapai dalam penelitian pengembangan ini 80% melalui tahap perkembangan I, perkembangan II, dan perkembangan i. HASIL PENELITIAN Data berupa rekapitulasi capaian perkembangan kemampuan membaca anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah 7 Mataram tahun 2019/2020. Data tersebut didapatkan dengan menganilis instrument penelitian perkembangan membaca anak usia 5-6 tahun Gambar 1. Perbandingan Peningkatan Kemampuan Membaca Anak Usia 5-6 Pada Tahap Pengembangan I. II dan i Dari tabel dan grafik di atas dapat diketahui bahwa perkembangan membaca anak usia 5-6 tahun melalui penggunaan buku cerita bergambar yang dilaksanakan pada tiga tahap pengembangan yaitu tahap pengembangan I. II dan i mengalami peningkatan disetiap tahap Data yang diperoleh dari hasil pengamatan dan tindakan yang dilakukan peneliti, dapat diketahui bahwa kegiatan penggunaan buku cerita bergambar dapat meningkatkan kemampuan membaca anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah 7 Mataram, hal ini dapat dilihat dari peningkatan kemampuan membaca anak mengalami peningkatan dari tahap pengembangan I mencapai persentase 57,65% kemudian pada tahap pengembangan II mencapai 74,99% hingga ke tahap pengembangan i meningkat sebesar 89,95%. Langkah-langkah tersebut untuk dapat memupuk minat baca anak berkaitan dengan buku cerita bergambar. Bercerita menggunakan buku cerita bergambar menjadi stimulasi yang efektif untuk meningkatkan minat baca anak. Peningkatan perkembangan kemampuan membaca anak usia 5-6 tahun dapat dilihat dari setiap tahapan pengembangan yang mengalami peningkatan dengan skor peningkatan kemampuan membaca hingga mencapai persentase 17,34% dari tahap pengembangan I sebesar 57,65% menjadi 74,99% pada tahap pengembangan II. Kemudian dari tahap pengembangan II 75,99% ke tahap pengembangan i 89,95% meningkat mencapai 14,96%. Sedangkan dari tahap pengembangan I sampai tahap pengembangan i meningkat mencapai 32,3%. Persentase peningkatan penggunaan buku cerita bergambar untuk meningkatkan kemampuan membaca pada anak usia 5-6 tahun telah melampaui indikator keberhasilan yang telah ditentukan yaitu 80%. Dengan demikian dapat dikatakan penggunaan buku cerita bergambar dapat meningkatkan kemampuan membaca pada anak usia 5-6 tahun di TK Aisyiyah 7 Mataram. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka kesimpulan yang dapat diambil, adalah: Penggunaan buku cerita bergambar dengan strategi cerita berkolaborasi dapat meningkatkan kemampuan membaca anak dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut : . menyiapkan dan menata media pembelajaran seperti buku cerita bergamabr, . mengenalkan media pembelajaran seperti buku cerita bergambar, . mengetahui kegiatan yang akan dilakukan dengan media pembelajaran, . anak duduk secara berkelompok yang terdiri dari 2 orang, . setiap kelompok anak memilih 1 buku cerita bergambar yang akan dibaca, . anak membaca dan memperagakan ekspresi wajah sesuai isi cerita secara DAFTAR PUSTAKA