Premiere Vol 3 No . Tahun 2021 PENDIDIKAN AKHLAKUL KARIMAH BERBASIS KARAKTER MELALUI PENDEKATAN TEORI EKOLOGI BRONFENBRENNER Emi Fahrudi. IAINU Tuban, email : fahrudiemi@gmail. ABSTRACT Moral education is a fundamental education that must be fulfilled in all generations of the nation because it determines the quality of a nation in the future, at this time along with the development of the era in the digital information era, the phenomenon of dishonorable actions such as the courage of children to parents, lack of courtesy, courtesy, brawls, theft, and mischief of other children. One of the triggering factors for this to happen is the low quality of morals that become a character, the effect of moral and character education is carried out partially, not through a holistic approach. The theory of developmental ecology is one of the theories that describes character-based education, the theory adheres to three systems, namely. microsystems, ecosystems and Keywords: Akhlakul Karimah. Character Education. Bronfenbrenner Ecology Theory Pendahuluan Kualitas suatu bangsa di tentukan oleh kwalitas Karakter generasi bangsa tersebut, peradaban di masa medatang dapat di lihat dari karakter anak anak banga hari ini, indikator akhlak sebagai karakter merupakan bentuk fondasi wajah suatu bangsa ke depan, salah satu bentuk permasalahan dalam dunia pendidikan adalah kenakalan peserta dididik hal ini terjadi karena kurangnya subtitusi materi akhlakul karimah yang berbasis karakter padsa pribadi meraka Akhlak memiliki dua pendekatan yang digunakan untuk mendefinisikan akhlak, yaitu pendekatan linguistik . , dan pendekatan terminologik . Dari sudut kebahasaan, akhlak berasal dari bahasa Arab, yaitu isim masdar . entuk infiniti. dari kata akhlaqa, yukhliqu, ikhlaqan, sesuai dengan timbangan . tsulasi mazid afAoala, yufAoilu, ifAoalan yang berarti alsayijah . , ath-thabiah . elakuan, tabiat, watak dasa. , al-Aoadat . ebiasaan, kelazima. , al-maruAoah . eradaban yang bai. , dan al-din . gama ), . 2000,1 )1 Sedang Pengertian karimah menurut kamus besar bahasa Indonesia memiliki arti baik, dan terpuji ( di ambil dari Departemen Pendidikan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia, http//kbbi. id, diakses pada 17 nopember 2021 )2 Nata. Abuddin. Akhlaq Tasawuf. Jakarta : Raja Grafindo Persada, hlm. KBBI Online. diakses pada 17 nopember 2021 Premiere Vol 3 No . Tahun 2021 Karakter dapat didefinisikan sebagai nilai-nilai kebajikan yang tertanam dalam diri individu dan termanifestasi dalam perilaku. Menurut Budimansyah dkk. bahwa secara psikologis karakter individu dimaknai sebagai hasil keterpaduan empat bagian, yakniolah hati, olah pikir, olah raga, dan perpaduan olah rasa dan karsa. Olahhati berkenaan dengan perasaan sikap dan keyakinan atau keimananmenghasilkan karakter jujur dan bertanggung jawab. Olah pikir berkenaandengan proses nalar guna mencari dan menggunakan pengetahuan secarakritis, kreatif, dan inovatif menghasilkan pribadi cerdas. Olah raga berkenaan dengan proses persepsi, kesiapan, peniruan, manipulasi, dan penciptaanaktivitas baru disertai sportivitas menghasilkan karakter Olah rasadan karsa berkenaan dengan kemauan yang tercermin dalam kepedulian ( Pendidikan akhlakul karimah yang berbasis karakter harus di bangun dan di kembangkan secara sadar melalaui ketelatenan dengan melalui suatu proses yang tidak instant yang di lakukan sejak usia dini dengan mengikutsertakan berbagai komponen , baik orang tuam guru, maupun lingkungan masayarakat , dan salah satu kekurangan yang bayak terekspos ke media adalah pendidikan akhlak di dunia pendididikan. Sistem pendidikan yang terlalu mengedepankan hasil kognisi, tercipta system yang mekanistik sehingga mendesign peseta didik seolah robot yang harus menerima instruksi dan mematikan kreatifitas individu. Megawangi mengatakan bahwa menurunnya moralitas anak salah satu penyebabnya adalah pendidikan yang cenderung mengutamakan aspek kognitif saja dan melihat hasil belajar berdasarkan ranking yang diperoleh anak. ( megawangi: 2008, 67 ) Untuk membentuk Akhlakul karimah, islam memberikan tolak ukur jelas. Dalam menentukan perbuatan yang baik, islam memperhatikan dari segi cara melakukan perbuatan Sesorang yang berniat baik tapi melakukannya dengan menempuh cara yang salah maka perbuatan tersebut dipadang tercela. Indikator akhlakul karimah merupakan penuntun bagi umat manusia memiliki sifat dan mental serta kepribadian sebaik yang ditujukan oleh Al-Quran dan Hadist Nabi Muhammad SAW (Sudarsono, 2005: . Selain itu, perbuatan dianggap baik dalam Islam adalah perbuatan yang sesuai dengan petunjuk Al-Quran dan perbuatan rasul-Nya, yakni taat kepada Allah dan rasul, menepati janji, menyayangi anak yatim, jujur, amanah, sabar, ridha, dan ikhlas (Sudarsono, 2005: . Premiere Vol 3 No . Tahun 2021 Metodologi Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literasi. Sumber data primer yang digunakan difokuskan pada kajian tentang akhlakul karimah yang bersumber dari Al-QurAoan dan Hadist. Disamping itu, fokus penelitian tentang teori ekologi bronfenbrenner dikumpulkan dari beberapa referensi berupa buku dan artikel ilmiah yang terbit pada 15 tahun Analisis data yang telah terkumpul dilakukan melalui reduksi data, data display, serta konsklusi temuan data. Validasi temuan data menggunakan triangulasi sumber dan peer checking and review. Hasil Akhlakul Karimah Dalam membina akhlakul karimah yang berbasis karakter setiap lembaga pendidikan harus memiliki indikator akhlakul karimah yang akan dicapai oleh peserta didik. Terdapat 5 . indikator yang dapat diterapkan oleh lembaga pendidikan yang bersumber dari Al- QurAoan dan sunnah yakni antara lain: Amanah Kata amanah diartikan sebagai jujur atau dapat dipercaya. Sementara itu dalam pengertian istilah, amanah adalah sesuatu yang dipercayakan kepada seseorang, baik harta atau ilmu rahasia lainnya yang wajib dipelihara dan disampaikan kepada yang berhak menerimanya (Barnawi Umari, 1976: . Dalam Islam pengertian amanah cukup luas pengertiannya, dan memiliki arti yang bermacam-macam. Tapi semuanya bergantung kepada perasaan manusia yang dipercayakan amanat kepadanya. Oleh karena itu. Islam mengajarkan agar memiliki hati kecil yang bisa melihat, menjaga, dan memilihara hak-hak Allah SWT. Maka Islam mewajibkan kepada umatnya untuk berlaku jujur dan dapat dipercaya. PemaAoaf Pemaaf merupakan sikap suka memberi maaf terhadap kesalahan orang lain tanpa ada sedikitpun rasa benci dan keinginan untuk membalas. Sifat pemaaf adalah salah satu dari manifestasi ketaqwaan kepada Allah SWT. Islam mengajarkan kepada kita untuk dapat memaafkan kesalahan orang lain tanpa harus menunggu permohonan maaf dari yang bersalah. Ini artinya, memaafkan itu berkaitan dengan menahan marah dan berbuat kebajikan. Tidak ada Premiere Vol 3 No . Tahun 2021 yang lebih menetramkan diri dan menenangkan pandangan diripada hati yang jatuh serta jauh dari dengki. Sabar Secara bahasa sabar mempunyai arti menahan. Secara syariat, sabar berarti menahan diri dalam tiga hal. pertama, sabar untuk taat kepada Allah. Kedua, sabar dari hal-hal yang diharamkan Allah. Ketiga, sabar terhadap takdir Allah (Syaikh Muhammad Al-Utsaimin, 2006: Sabar bukan berarti tanpa syarat, akan tetapi sabar adalah terus berusaha dengan hati yang tenang, berikhtiar, sampai cita-cita yang diinginkan berhasil dan dikala menerima cobaan dari Allah SWT wajiblah ridha dan dengan hati yang ikhlas. QanaAoah Hamka menjelaskan qanaAoah mengandung 5 perkara, yakni. menerima dengan rela akan apa yang ada, memohon kepada Allah SWT tambahan yang pantas dan berusaha, menerima dengan sabar dan ketentuan Allah SWT, bertawakal kepada Allah SWT, dan tidak tertarik oleh tipu daya dunia (Zahrudin AR dan Hasanuddin Sinaga, 2004: . Dengan kata lain, qanaAoah berarti merasa cukup dan rela dengan pemberian yang dianugerahkan oleh Allah SWT. Maksud qanaAoah itu amatlah luas. Menyuruh percaya dengan sebenar-benarnya akan adanya kekuasaan yang melebihi kekuasaan kita, menyuruh sabar menerima ketentuan Allah SWT, jika ketentuan itu tidak menyenangkan diri dan bersyukur jika dipinjami-Nya nikmat, sebab kita kapan nikmat itu pergi. Dalam hal yang demikian kita disuruh bekerja, berusaha, bersungguh-sungguh, sebab semasa nyawa dikandung badan, kewajiban belum berakhir. Kita bekerja bukan lantaran meminta tambahan yang telah ada dan tidak merasa cukup pada apa yang ada di tangan, tetapi kita bekerja, sebab orang hidup mesti bekerja (Hamka, 1990: . QanaAoah sangat berpengaruh terhadap kehidupan pribadi maupun sosial. Terhadap kehidupan pribadi mampu meningkatkan wibawa, banyak disenangi sesama, mudah mendapat pelindungan dan tentunya mendapatkan ketentraman dalam hati. Sementara itu terhadap kehidupan sosial mampu membina dan menjaga kerukunan tetangga yang terwujud dalam sikap saling menghormati, saling melindungi, saling menjaga, dan saling peduli satu dengan yang lan, sehingga akan tercipta masyarakat yang aman, tentram, tenang, dan sejahtera. Premiere Vol 3 No . Tahun 2021 Kebersihan (An-Nadzafa. Kebersihan adalah upaya manusia untuk memelihara diri dan lingkungannya dari segala hal yang kotor dan keji dalam rangka mewujudkan dan melestarikan kehidupan yang sehat dan Kebersihan merupakan syarat bagi terwujudnya kesehatan dan sehat adalah salah satu faktor yang dapat memberikan kebahagiaan. Sebaliknya, kotor tidak saja merusak keindahan tetapi juga dapat menyebabkan timbulnya berbagai penyakit, dan sakit merupakan salah satu faktor yang dapat menimbulkan penderitaan. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT yang menyukai kaum yang suka membersihkan diri dan orang-orang yang bertaubat. Bertaubat adalah menyucikan diri dari kotoran batin, sedangkan menyucikan diri dari kotoran lahir adalah mandi atau berwudhu. Pendidikan Akhlakul Karimah Berbasis Karakter Pendidikan karakter dimaknai sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan akhlak, pendidikan moral, pendidikan watak yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baikburuk, memelihara apa yang baik, mewujudkan, dan menebar kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati (Zahratul Uyun, 2. (Budimansyah dkk, 2010: V) menjelaskan bahwa pendidikan karakter sebagai bagian integral dari keseluruhan tatanan sistem pendidikan nasional, maka harus dikembangkan dan dilaksanakan secara sistemik dan holistik dalam tiga pilar nasional pendidikan karakter, yakni satuan pendidikan . ekolah, perguruan tinggi, satuan/program pendidikan nonforma. , keluarga . eluarga inti, keluarga luas, keluarga orang tua tungga. , dan masyarakat . omunitas, masyarakat lokal, wilayah, bangsa, dan negar. Hal ini juga konsisten dengan konsep tanggung jawab pendidikan nasional yang berada pada sekolah, keluarga, dan masyarakat. Setiap pilar merupakan suatu entitas pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai . ilai ideal, nilai instrumental, dan nilai praksi. melalui proses intervensi . ampur tangan antarelemen pendidika. dan habituasi . ehidupan dunia pendidika. Konsep Teori Ekologi Brofenbrenner Sementara itu, teori ekologi perkembangan anak diperkenalkan oleh Uri Bronfenbrenner, seseorang ahli psikologi dari Cornell University Amerika Serikat (Bronfenbrenner, 1966: . Premiere Vol 3 No . Tahun 2021 Teori ekologi memandang bahwa perkembangan manusia dipengaruhi oleh konteks lingkungan. Hubungan timbal balik antara individu dengan lingkungan yang akan membentuk tingkah laku individu tersebut. Informasi lingkungan tempat tinggal anak untuk menggambarkan, mengorganisasi dan mengklarifikasi efek dari lingkungan yang bervariasi. Teori ekologi mencoba melihat interaksi manusia dalam system atau subsistem. Selain itu, teori ekologi memandang perkembangan anak dari tiga sistem lingkungan yaitu mikrosistem, eksosistem, dan Ketiga sistem tersebut membantu perkembangan individu dalam membentuk ciriciri fisik dan mental tertentu. Mikrosistem adalah lingkungan dimana individu tinggal, konteksi ini meliputi keluarga individu, teman sebaya, sekolah dan lingkungan tampat tinggal (Bronfenbrenner, 1994: . Dalam sistem mikro terjadi banyak interaksi secara langsung dengan agen sosial, yaitu orang tua, teman dan guru (Santrok, dalam Adelar dan Saragih, 2003: . Dalam proses interaksi tersebut individu bukan sebagai penerima pasif, tetapi turut aktif membentuk dan membangun setting Setiap individu mendapatkan pengalaman dari setiap aktivitas, dan memiliki peranan dalam membangun hubungan interpersonal dengan lingkungan mikrosistemnya. Lingkungan mikrosistem yang dimaksud adalah lingkungan sosial yang terdiri dari orang tua, adik-kakak, guru, teman-teman dan guru. Lingkungan tersebut sangat mempengaruhi perkembangan individu terutama pada anak usia dini sampai remaja. Subsistem keluarga khususnya orangtua dalam mikrosistem dianggap agen sosialisasi paling penting dalam kehidupan seorang anak sehingga keluarga berpengaruh besar dalammembentuk karakter anakanak. Setiap sub sistem dalam mikrosistem tersebut saling berinteraksi, misalnya hubungan antara pengalaman keluarga dengan pengalaman sekolah, pengalaman sekolah dengan pengalaman keagamaan, dan pengalaman keluarga dengan pengalaman teman sebaya, serta hubungan keluarga dengan tetangga. Dampaknya, setiap masalah yang terjadi dalam sebuah sub sistem mikrosistem akan berpengaruh pada sub sistem mikrosistem yang lain. Misalnya, keadaan dirumah dapat mempengaruhi perilaku anak di sekolah. Anak-anak yang orang tuanya menolak mereka dapat mengalami kesulitan mengembangkan hubungan positif dengan guru. Eksosistem adalah sistem sosial yang lebih besar dimana anak tidak terlibat interaksi secara langsung, tetapi begitu berpengaruh terhadap perkembangan karakter anak. Sub sistemnyaterdiri dari lingkungan tempat kerja orang tua, kenalan saudara baik adik, kakak, atau Premiere Vol 3 No . Tahun 2021 saudara lainnya,dan peraturan dari pihak sekolah. Sebagai contoh, pengalaman kerja dapat mempengaruhi hubungan seorang perempuan dengan suami dan anaknya. Seorang ibu dapat menerima promosi yang menuntutnya melakukan lebih banyak perjalanan yang dapat meningkatkan konflik perkawinan dan perubahan pola interaksi orang tuaanak. Sub sistem eksosistem lain yang tidak langsung menyentuh pribadi anak akan tetapi besar pengaruhnya adalah koran, televisi, dokter, keluarga besar, dan lain-lain. Makrosistem adalah sistem lapisan terluar dari lingkungan anak. Sub sistem makrosistem terdiri dari ideologi negara, pemerintah, tradisi, agama, hukum, adat istiadat, budaya, dan lain sebagainya, dimana semua sub sistem tersebut akan memberikan pengaruh pada perkembangan karakter anak. Menurut Berk budaya yang dimaksud dalam sub sistem ini adalah pola tingkah laku, kepercayaan dan semua produk dari sekelompok manusia yang diwariskan dari generasi ke generasi (Berk, 2000: . Tulisan ini difokuskan pada pendidikan akhlakul karimah berbasis karakter melalui pendekatan teori Bronfenbrenner. Dalam tulisan ini, terdapat 4 faktor yang mempengaruhi pendidikan akhlakul karimah berbasis karakter yakni: sub sistem keluarga, sub sistem teman sebaya, sub sistem budaya khususnya budaya sekolah dan budaya lingkungan anak. Faktor Yang Mempengaruhi Pendidikan Akhlakul Karimah Berbasis Karakter Dalam Perspektif Teori Ekologi Sub Sistem Keluarga Sub sistem keluarga berperan besar dalam pengembangan Akhlak karakter anak. Apabila keluarga mempunyai struktur yang kokoh dan menjalankan semua fungsinya dengan optimal, maka akan menghasilkan outcome yang baik pada seluruh anggota keluarganya. Sebagai unit terkecil dalam masyarakat, keluarga memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan anaknya yang meliputi agama, psikologi, makan dan minum, dan sebagainya. Ada delapan fungsi keluarga menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Pertama, fungsi agama, artinya keluarga adalah wahana pembinaan kehidupan beragama sehingga setiap langkah yang dilakukan oleh setiap anggota keluarga hendaknya selalu berpijak pada tuntunan agama yang dianutnya. Kedua, fungsi sosial budaya yang bermakna bahwa keluarga adalah wahana pembinaan dan persemaian nilai-nilai luhur Premiere Vol 3 No . Tahun 2021 budaya yang selama ini menjadi panutan dalam tatanan kehidupan. Ketiga, fungsi cinta kasih, artinya keluarga harus menjadi tempat untuk menciptakan suasana cinta dan kasih sayang dalam Keempat, perlindungan, bermakna keluarga merupakan wahana terciptanya suasana aman, nyaman, damai, dan adil bagi seluruh anggota keluarga sehingga setiap anggota keluarga selalu merasa bahwa tempat yang paling baik dan pantas adalah dalam keluarga sendiri (Diambil dari http://bkkbn. Diakses pada tanggal 17 nopember 2. Kelima, fungsi reproduksi, bermakna bahwa di dalam keluarga tempat diterapkannya cara hidup sehat, khususnya dalam kehidupan reproduksi. Keenam, fungsi pendidikan, bermakna bahwa keluarga adalah wahana terbaik dalam proses sosialisasi dan pendidikan bagi anak-anak. Ketujuh, fungsi ekonomi, bermakna keluarga menjadi tempat membina kualitas kehidupan ekonomi dan kesejahteraan keluarga. Kedelapan fungsi lingkungan, yang bermakna bahwa keluarga adalah wahana untuk menciptakan warganya yang mampu hidup harmonis dengan lingkungan masyarakat sekitar dan alam, dalam bentuk keharmonisan antar anggota keluarga, keharmonisan dengan tetangga serta keharmonisan terhadap alam sekitarnya. Berdasarkan penjelasan di atas diketahui bahwa salah satu fungsi keluarga adalah fungsi Artinya, sebagai sub sistem yang paling dekat dengan anak, keluarga berperan besar pembentukan karakter anak karena dengan cara mendidik, mengasuh, dan mensosialisasikan semua nilai-nilai yang baik. Agar hal tersebut bisa berjalan dengan baik, maka idealnya pendidikan karakter diterapkan sejak usia dini, yang oleh para pakar psikologi disebut dengan usia emas . olden ag. Usia dimana dianggap sangat menentukan kemampuan anak dalam mengembangkan potensinya. Dalam kaitannya dengan pengembangan karakter anak,orangtua harus memahami terlebih dahulu karakter dasar anak karena tanpa karakter dasar, pendidikan karakter tidak akan memiliki tujuan yang pasti. Pengembangan pengetahuan. dan acting menuju kebiasaan. Cara tersebut menunjukkan bahwa karakter tidaksebatas pada pengetahuan, karena anakyang sudah memiliki pengetahuan belumtentu mampu bertindak sesuai denganpengetahuannya jika anak tidak terlatihuntuk melakukan kebaikan itu. Kedua tahap tersebut akan berhasil jika orang tua bisa menjadi model atau memberikan teladan bagi anak-anak. Misalnya, pengembangan karakter dasar disiplin,jika Premiere Vol 3 No . Tahun 2021 sejak usia dini anak diajarkan untuk disiplin dan orang tua juga konsisten untuk disiplin maka disiplin akan menjadi kebiasaan anak. Apabila anak mengetahui kegunaan disiplin dan dibiasakan disiplin, maka manifestasi dari tindakan disiplin akan muncul dari kesadarannya sendiri bukan karena paksaan dari orang lain. Kesadaran anak disiplin di rumah akan terbawa ketika anak sudah mulai sekolah (Kilpatrick, 1992: . Hal senada diungkapkan oleh Berkowitz bahwa kebiasaan berbuat baik tidak selalu menjamin bahwa anak yang telah terbiasa tersebut secara sadar . menghargai pentingnya nilai-nilai karakter . Karakter tidak hanya sebatas pengetahuan, tetapi sampai pada wilayah emosi dan kebiasaan. Oleh karena itu, diperlukan moral knowing . engetahuan tentang mora. , moral feeling . erasaan tentang mora. dan moral action . erbuatan bermora. Hal ini bertujuan agar anak mampu memahami, merasakan, dan nilai-nilai (Berkowitz, 1995:. Dalam perkembangan, pola asuh orangtua akanmempengaruhi perkembangan karakter anak. Jenis-jenis pola asuh orangtua pada anak ada tiga, yaitu pola asuh permissif, pola asuh otoriter, dan pola asuh demokratis. Pola asuh bisa mempengaruhi perkembangan karakter anak. Pola asuh demokratis akan menghasilkan karakteristik anak-anak yang mandiri, dapat mengontrol diri, mempunyai hubungan baik dengan teman, mampu menghadapi stress, mempunyai minat terhadap hal-hal baru, dan koperatif terhadap orangorang lain. Sedangkan pola asuh otoriter akan menghasilkan karakteristik anak yang penakut, pendiam, tertutup, tidak berinisiatif, gemar menentang, suka melanggar norma, berkepribadian lemah, cemas dan menarik diri. Sementara pola asuh permisif akan menghasilkan karakteristik anak-anak yang impulsive, agresif, tidak patuh, manja, kurang mandiri, mau menang sendiri, kurang percaya diri, dan kurang matang secara sosial. Berdasarkan uraian tersebut membuktikanbahwa interaksi sosial secara langsungantara sub sistem keluarga sebagai bagiandari mikrosistem berpengaruh terhadappembentukan karakter Berdasarkankajian ekologi dalam pendidikan karaktermaka karakteristik lingkungan dimanapendidikan karakter itu berlangsung. , yaitu karakteristik keluargaakan menentukan metode pendidikankarakter dalam keluarga. Premiere Vol 3 No . Tahun 2021 Sub Sistem Teman Sebaya Teman sebaya merupakan salah satu sub sistem dari mikrosistem sehingga bisa berinteraksi langsung dengan anak. Peran teman sebaya melalui interaksi sosial tidak bisa diabaikan begitu saja karena pada masa kanak-kanak akhir anak akan lebih mengikuti standar dan norma teman sebaya daripada norma di rumah maupun di sekolah. Teman sebaya memiliki peran yang sangatpenting bagi perkembangan anak khususnya remaja baik secara emosional maupun secara sosial. Buhrmester menyatakan bahwakelompok teman sebaya merupakan sumber afeksi, simpati, pemahaman, danpanduan moral, tempat bereksperimen, dan setting untuk mendapatkan otonomidan independensi dari orang tua (Papalia dkk, 2008:617-. Di lain pihak. Robinson mengemukakan bahwa keterlibatan remaja dengan teman sebayanya, selainmenjadi sumber dukungan emosional yang penting sepanjang transisi tekanan bagi Artinya, kekuatankelompok sebaya dapat membentuk karakter anak. Teori ekologi perkembangan menganggap bahwa karakteristik teman sebaya akan berpengaruh pada karakter anak. Beberapa penelitian menunjukkan pengaruh teman sebaya. Misalnya, teman sebaya yang selalu memberikan dukungan sosial akan berpengaruh terhadap rasa percaya diri remaja. Dukungan emosional danpersetujuan sosial dalam bentuk konfirmasi dari orang lain merupakan pengaruhyang penting bagi rasa percaya diri remaja (Santrok, dalam Adelar dan Saragih, 2003: . Hubunganpribadi yang berkualitas memberikan stabilitas, kepercayaan, dan perhatian, dapatmeningkatkan rasa kepemilikan, harga diri dan penerimaan diri siswa, sertamemberikan suasana yang positif untuk pembelajaran. Dukungan interpersonal yang positif dari teman sebaya yang baik dapat meminimalisir faktorfaktor penyebab kegagalan prestasi siswa seperti keyakinan negatif tentang kompetensi dalam mata pelajaran tertentu serta kecemasan yang tinggi dalam menghadapi tes (Santrock, dalam Wibowo T. , 2007: . Pengaruh teman sebaya juga terlihat pada perilaku menyontek dan perilaku seksual Penelitian Teodorescu dan Andrei menunjukkan bahwa bila di dalam kelas terdapat beberapa anak yang menyontek akan mempengaruhi anak yang lain untuk menyontek juga. Meskipun pada awalnya seseorang tidak bermaksud menyontek, tetapi karena melihat temannya menyontek, maka merekapun ikut menyontek. Pada kasus yang lain, hasil penelitian Libby dkk. dalam Mujahidah menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara kedekatan dengan standar Premiere Vol 3 No . Tahun 2021 atau norma kelompok dan sikap permisif terhadap hubungan seksual pranikah. Artinya, individu yang mempunyai interaksi yang kuat dengan kelompok, akan mempunyai sikap yang semakin permisif terhadap hubungan seksual pranikah. Hal tersebut tertunya terjadi bila kelompok mempunyai sikap yang permisif terhadap hubungan seksual pranikah, demikian pula sebaliknya, jika kelompok tersebut menolak hubungan seksual pranikah (Libby dalam Mujahidah, 2012: . Sub Sistem Budaya Sekolah Lingkungan sekolah merupakan lingkungan pendidikan formal yang juga menentukan perkembangan dan pembinaan karakter anak. Bahkan sekolah bisa disebut sebagai lingkungan pendidikan kedua setelah keluarga yang berperan dalam pendidikan akhlak karakter anak. Menurut Colgans, sekolah adalah tempat yang sangat strategis untuk pendidikan karakter, karena semua siswa dari berbagai lapisan masyarakat akan mengenyam pendidikan di sekolah. Selain itu, sebagian besar waktu siswa saat ini banyak dihabiskan di sekolah, sehingga sekolah berperan aktif terhadap pembentukan karakter siswa (Colgan dalam Azhar Aziz. AuPengembangan Karakter Anak Melalui Pendidikan KarakterAy. Jurnal Intelektu. Pendidikan akhlakul karimah berbasis karakter anak tidak bisa dilakukan secara parsial, tetapi sekolah harus bisa membawa anak ke pengenalan nilai secara kognitif, penghayatan nilai secara afektif, dan pengalaman nilai secara nyata. Menurut Kurniawan, hal tersebut bisa tercapai jika pendidikan karakter di lingkungan sekolah diintegrasikan dalam pembelajaran pada setiap mata pembelajaran. Materi pembelajaran yang berkaitan dengan norma atau nilai-nilai pada setiap mata pelajaran perlu dikembangkan, dieksplisitkan, dikaitkan dengan konteks kehidupan sehari-hari. Dengan cara seperti itu maka internalisasi norma atau nilai-nilai akan semakin mudah terjadi pada anak. Premiere Vol 3 No . Tahun 2021 Menurut Aziz pendidikan karakter di sekolah membutuhkan strategi agar berhasil. Strategi yang bisa dipakai adalah: Menerapkan metode belajar yang melibatkan partisipasi aktif murid, yaitu metode yang dapat meningkatkan motivasi murid karena seluruh dimensi manusia terlibat secara aktif dengan diberikan materi pelajaran yang kongkret, bermakna serta relevan dalam konteks kehidupannya. Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif . onducive learning communit. sehingga anak dapat belajar secara efektif di dalam suasana yang memberikan rasa aman, penghargaan, tam ancaman dan memberikan semangat. Memberikan pendidikan karakter secara eksplisit, sistematis dan berkesinambungan dengan melibatkan aspek knowing the good, loving the good dan acting the good. Metode pengajaran yang memperhatikan keunikan masing-masing anak yaitu menerapkan kurikulum yang melibatkan multiple intelligence. Pendekatan prinsip-prinsip Developmentally Appropriate Practices. Membangun hubungan yang supportive dan penuh perhatian di kelas dan seluruh civitas sekolah. Bagian yang terpenting dari penetapan lingkungan yang supportive dan penuh perhatian di kelas adalah teladan perilaku penuh perhatian dan penuh penghargaan dari guru dalam interaksinya dengan siswa. Menciptakan peluang bagi siswa untuk menjadi aktif dan penuh makna termasuk dalam kehidupan di kelas dan di sekolah. Sekolah harus menjadi lingkungan yang lebih demokratis sekaligus tempat bagi siswa untuk membuat keputusan dan tindakannya serta untuk merefleksikan atas hasil tindakannya. Mengajarkan ketrampilan sosial dan emosional secara esensial, seperti mendengarkan ketika orang lain berbicara, mengenali dan memenej emosi, menghargai perbedaan dan menyelesaikan konflik melalui cara lemah lembut yang menghargai kebutuhan. Membuat tugas pembelajaran yang penuh makna dan relevan untuk siswa. Tidak ada anak yang diabaikan (Azhar Aziz. AuPengembangan Karakter Anak Melalui Pendidikan KarakterAy. Jurnal Intelektua. Premiere Vol 3 No . Tahun 2021 Selain melalui proses pembelajaran,internalisasikarakter juga dapat ditumbuhkan melaluibudaya sekolah. Menurut Waller dalam Peterson dan Terrencebahwa pada dasarnya setiap sekolahmempunyai budaya sendiri, yang berupaserangkaian nilai, norma, aturan moral, dankebiasaan yang telah membentuk perilakudan hubungan-hubungan yang terjadi didalamnya. Budaya sekolah adalah keyakinan dan nilai-nilai milik bersama yang menjadi pengikat kuat kebersamaan mereka sebagai warga suatu masyarakat dalam hal ini sekolah. Budaya sekolah tersebut menjadi nilai-nilaidominan yang didukung oleh sekolahdan semua unsur dankomponen sekolah termasuk stakeholders pendidikan. Agar budaya sekolah dapatdiinternalisasi dan menjadi ciri khassekolah,maka peran semua civitas sekolah harus dilibatkan. Pentingnyainternalisasi karakter di sekolah menjadi perhatian di hampir semua negara, hal tersebut terlihat dengankeluarnya mandat kepada UNESCO dariMajelis Umum PBBuntuk menetapkan tahun 2000sebagai tahun budaya damai internasional(International Year for the Culture ofPeac. dan dekade tahun 2001 sampai 2010 sebagai dekade budaya damai dan tanpakekerasan (International Decade for aCulture of Peace and Non-Violence for theChildren of the Worl. Budaya damai di sekolah diharapkan dapat menginternalisasikarakter bagi siswa. Internalisasi karakterdalam budaya sekolah dapat dilakukanmelalui melalui manajemen pengelolaan sekolah. Pengelolaan yang dimaksudkan adalah bagaimana pendidikan karakter direncanakan, dilaksanakan, dan dikendalikan dalam kegiatan-kegiatan pendidikan. Pengelolaan tersebut bisa melalui struktur organisasi, kurikulum,kegiatan belajarmengajar, upacara, prosedur, peraturan, tata tertib, visi, misi, dan nilai-nilai. Sub Sistem Budaya Lingkungan Sub sistem budaya lingkungan bisa dijadikan sebagai pusat pendidikan karakter. Kelompok individu yang beragam yang beragam akan mempengaruhi tumbuh kembang karakter anak yang ada dalam lingkungan masyarakat. Idealnya pendidikan karakterdilaksanakan denganberbasis budaya lokal dimana anak tinggal. Tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan dan kebudayan saling berhubungan. Hasan Langgulung mengatakan bahwa pendidikan mencakup dua kepentingan utama, yaitu pengembangan potensi individu dan pewarisan nilainilai budaya. Artinya, kedua hal tersebut berkaitan erat dengan pandangan hidup suatu masyarakat atau bangsa Premiere Vol 3 No . Tahun 2021 itu masing-masing, kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan karena saling membutuhkan antara satu sama lainnya. Hasil penelitian Sumaatmadja yang menyatakan terdapat hubunganyang erat antara pendidikan dengankebudayaan, karena pendidikan merupakanakulturasi atau pembudayaan. Tanpa prosespendidikan kebudayaan tidak akanberkembang, dalam arti pendidikanmerupakan transformasi sistem sosialbudaya dari satu generasi ke generasiselanjutnya. Beberapa kajian membuktikan bahwa budaya bisa mempengaruhi karakter anak. Misalnya budaya siriAona pacce pada masyarakat Sulawesi Selatan. SiriAodapat diafsirkan sebagai budaya malu, harga diri, kepatuhan tidak melanggar kesepakatan bersama, atau juga keberanian mempertahankan prinsip. Budaya siri inilah yang membentuk karakter masyarakat Sulsel yang keras dan teguh pendirian. Dalam beberapa kasus,terkadang seseorang merasa lebih baik kehilangan harta, pangkat atau status lain dari pada siriAonya yang hilang bahkan nyawa pun sudah tidak ada lagi harganya ketika sudah menyangkut siriAo. Sehingga tidak jarang ada yang meninggalkan kampung halamannya pergi merantau kalau sudah merasa ni pakasiriki . ibuat Budaya siriAo ini terutama yang menyangkut tentang wanita, jika ada anak wanita yang diganggu maka pihak keluarga perempuan akan mengambil tindakan eksekusi terhadap laki-laki Begitu pula jika ada seorang laki-laki yang melarikan anak prempuan, maka bagi mereka itu sudah dianggap tidak ada lagi, alias mati. SiriAojuga dianggap sebagai sumber keberhasilan rakyat Sulawesi Selatan luar tanah air mereka. Banyak orang-orang Sulawesi Selatan yang sukses ketika meninggalkan daerahnya karena ketika kembali ke daerah dan tidak berhasil maka itu dianggap aib. Salah seorang yang berasal dari tradisi siriAo dan mencapai prestasi besar adalah B. Habibie. Jusuf Kalla. Tun Abdul Razak. antan Perdana Menteri Malaysi. adalah putra Sulsel. Tidak bisa dipungkiri bahwa budaya masyarakatmerupakan bagian dari makrosistem yangtidak secara langsung berinteraksi dengananak, tetapi anakmendapatkan warisan budaya itu darigenerasi sebelumnya dan menginternalisasinilai-nilai tersebut sehingga menjadi karakter yang terpancar dalam perilaku sehari-hari. Premiere Vol 3 No . Tahun 2021 Kesimpulan Teori ekologi perkembangan manusia mencoba mengkaji hubungan timbal balik antara anak dan sesamanya serta lingkungan tempattinggalnya. Teori ini bertujuan untuk memahami Implikasi teori ekologi dalam pendidikan akhlakul karimah berbasis karakter dapat dikaji dari sistem yang melingkupi kehidupan individu, yaitu mikrosistem, eksosistem, dan Masing-masing sistem mempunyai sub sistem yang memberikan kontribusi pada terbentuknya akhlakul karimah yg berbasis karakter pada anak. Sub sistem tersebut adalah keluarga, teman sebaya, budaya lingkungan sekolah, dan budaya lingkungan masyarakat. Daftar Referensi Arifin. Zainal. Evaluasi Pembelajaran Prinsip. Teknik. Prosedur. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Ditjen P3GTK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Di Tengah Pandemi Virus Korona. Direktorat P3GTK Mengadakan Uji Coba Survei Karakter dan Lingkungan Belajar, (Onlin. , . ttps://p3gtk. id/konten/di-tengah-pandemi-viruskorona-direktorat-p3gtk-mengadakan-uji-coba-survei-karakter- danlingkungan-belajara88xiht. , diakses 17 Desember 2020. Fraenkel. Wallen. , & Hyun. How to Design and Evaluate Research in Education8th edition. New York: Mc Graw Hill. Hadi. Syamsul & Novaliyosi. TIMSS Indonesia (Trends In International Mathematics And Science Stud. Prosiding disajikan dalam Seminar Nasional & Call For Papers Program Studi Magister Pendidikan Matematika. Universitas Siliwangi. Tasikmalaya, 19 Januari. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tahun 2021. Ujian Nasional Diganti Asesmen Kompetensi Survei Karakter, (Onlin. , https://w. id/main/blog/2019/12/tahun-2021-ujian-nasionaldigantiasesmen-kompetensi-dan-survei-karakter, diakses 17 Desember 2020. Premiere Vol 3 No . Tahun 2021 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Asesmen Nasional Lembar Tanya Jawab. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Asesmen Nasional sebagai Penanda Perubahan Paradigma Evaluasi Pendidikan, (Onlin. https://w. id/main/blog/2020/10/asesmen-nasional-sebagaipenandaperubahan-paradigma-evaluasi-pendidikan, diakses 17 Desember 2020. Mullis. Ina V. Martin. Michael O. Foy. Pierre Hooper. Martin. Boston College . Chestnut Hill. MA. TIMSS 2015 International Results in Mathematics. Boston: TIMSS & PIRLS International Study Center. Mullis. Ina V. Martin. Michael O. Foy. Pierre Hooper. Martin. Boston College . Chestnut Hill. MA. TIMSS 2015 International Results in Science. Boston: TIMSS & PIRLS International Study Center. OECD (Organisation for Economic Cooperation and Developmen. PISA 2018 Result. Paris: OECD Publishing. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor104 Tahun 2014 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik pada Pendidikan Dasar DanMenengah. BSNP . ttp://bsnp-indonesia. org/id/wp-content/ uploads/2014/11/permendikbud-no-104-tahun2014. ), diakses 24 Desember 2020. Pusat Asesmen dan Pembelajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Asesmen Nasional Lembar Tanya Jawab, (Onlin. , http://ditpsd. id/upload/filemanager/2020/10/Tanya Jawab AKM. f, diakses 17 Desember 2020. Pusat Asesmen dan Pembelajaran. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R& D. Bandung: Alfabeta. Tan. Charlene. PISA and education reform in Shanghai. Critical Studiesin Education, 60. , 1-15. DOI: 10. 1080/17508487. Premiere Vol 3 No . Tahun 2021 Wilson,Mark. Making Measurement Important for Education: The Crucial Roleof Classroom Assessment. Educational Measurement: Issues and https://doi. org/10. 1111/emip. Practice Spring, 37. , 5Ae20. DOI: