The Effect Of Workload And Work Discipline On The Performance Of Employees Of Bungursari Tasikmalaya Health Center Pengaruh Beban Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Puskesmas Bungursari Tasikmalaya Tirta Haidar Surya . Kusuma Agdhi Rahwana . Suci Putri Lestari . Study Program Of management. Faculty Of Economic and Business. Universitas Perjuangan Tasikmalaya Email: . thsurya26@gmail. kusumaagdhi@unper. suciputri@unper. ARTICLE HISTORY Received 24 Juli 2. Revised . Oktober 2. Accepted . November 2. KEYWORDS Workload. Work Discipline. Employee Performance This is an open access article under the CCAeBY-SA ABSTRAK Penelitian ini bertujuan unutk mengetahui Pengaruh Beban Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Puskesmas Bungursari Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan sampel penelitian sebanyak 33 responden pegawai Puskesmas Bungursari Tasikmalaya. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda dengan menggunakan SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara simultan Beban Kerja dan Disiplin Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja. Secara parsial Beban Kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja. Secara parsial Disiplin Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai. ABSTRACT This study aims to determine the Effect of Workload and Work Discipline on the Performance of Bungursari Tasikmalaya Health Center Employees. The method used was a quantitative approach with a research sample of 33 respondents of Bungursari Tasikmalaya Health Center The data used are primary and secondary data. The analysis tool used in this study is multiple linear regression analysis using SPSS version 23. The results showed that simultaneously Workload and Work Discipline had a significant effect on Employee Performance. Partially Workload has no effect on performance. Partially. Work Discipline has a significant effect on Employee Performance. PENDAHULUAN Setiap organisasi selalu mengharapkan karyawan nya mempunyai kinerja yang baik, karena dengan mempunyai pegawai yang kompeten dalam mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya maka dapat meningkatkan kinerja organisasi. Atau, kinerja sudah menjadi landasan utama dalam tercapainya tujuan organisasi. Kinerja adalah suatu kualitas hasil kerja pegawai dalam menjalankan pekerjaanya selama waktu tertentu, melalui proses kerja yang sesuai standar perusahaan. Menurut Adhari . menyatakan bahwa kinerja karyawan adalah hasil yang diproduksi oleh fungsi pekerjaan tertentu atau kegiatan Ae kegiatan pada pekerjaan tertentu selama periode waktu tertentu, yang memperlihatkan kualitas dan kuantitas dari pekerjaan tersebut. Untuk meningkatkan kinerja pegawai, maka beban kerja perlu diperhatikan, baik itu beban kerja fisik maupun mental. Organisasi bisa mengetahui sejauh mana karyawan nya dapat mampu memberikan beban kerja yang maksimal dan sejauh mana pengaruhnya terhadap kinerja organisasi itu sendiri jika organisasi itu dapat memberikan beban kerja yang efektif terhadap pegawainya. Dengan beban kerja yang efektif dan tidak berlebihan maka karyawan bisa meningkatkan kinerja nya. Menurut Wilson Bangun dalam Yusnandar . Kinerja yaitu gambaran 2 mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu program kegiatan atau kebijakan dalam mewujudkan sasaran,tujuan,visi dan misi organisasi yang dituangkan melalui perencanaa strategis suatu organisasi. Menurut Hasibuan . kinerja kerja merupakan hasil kerja individu karena telah menyelesaikan tugas atas kecakapan pengalaman, dan kesungguhan serta waktu. Berdasarkan pada teori dinyatakan disiplin merupakan salah satu faktor tercapainya prestasi kerja pegawai karena disiplin merupakan salah satu bentuk kecakapan pengalaman serta kesungguhan. menurut Sutrisno . Disiplin kerja merupakan alat yang digunakan para manajer untuk berkomunikasi dengan karyawan agar mereka bersedia untuk mengubah suatu perilaku serta sebagai suatu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Puskesmas Bungursari berlokasi di JL. Bungursari. Kec. Bungursari. Tasikmalaya. Jawa Barat. yang merupakan suatu organisasi layanan kesehatan dari pemerintah yang bersifat jasa guna memberikan pelayanan publik kesehatan serta kepuasan terhadap masyarakat. Pegawai Puskesmas Bungursari terdiri dari 33 Pegawai Negeri Sipil (PNS) 14 Pegawai BLUD dan 5 pergawai PTT dengan jumlah keseluruhan 52 orang. Pada dasarnya organisasi tidak hanya mengharapkan sumber daya manusia yang cakap dan terampil, tetapi lebih penting lagi, organisasi megharapkan pegawainya mau Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 4 No. 2 November 2024 page: 175Ae186 | 175 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 bekerja dengan giat dan berkeinginan mencapai hasil kerja yang optimal. Handoko . , mengemukakan bahwa penilaian prestasi kerja . erformance appraisa. adalah proses melalui mana organisasi-organisasi mengevaluasi atau menilai prestasi kerja karyawan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Kepala Tata Usaha Puskesmas Bungursari. Berikut adalah laporan Kinerja pegawai Puskesmas Bungursari tahun 2019 sampai 2023 : Gambar 1 Laporan Kinerja Karyawan (PNS) Puskesmas Bungursari Sumber: Data Puskesmas Bungursari 2023 Berdasarkan Gambar 1 pada tahun 2020-2021 mengalami penurunan nilai Kinerja Pegawai Puskesmas Bungursari yang cukup signifikan, menurut hasil wawancara dengan Bapak Eko Anggoro Sulistyaji,dr selaku kepala Puskesmas Bungursari penurunan kinerja ini terjadi karena pegawai Puskesmas mendapatkan Beban Kerja yang berlebihan karena pada saat itu sedang maraknya COVID19 sehingga banyak pegawai Puskesmas yang double job seperti penambahan poli Screening setiap pegawai dibebankan memantau pasien COVID-19 dan kontak erat, melakukan sosialisasi kepada masyarakat, melakukan vaksin di luar gedung dan didalam gedung ke masyarakat. Para pegawi juga mengalami ketakutan akan terpapar COVID-19 sehingga banyak pegawai melakukan pekerjaan nya secara tidak maksimal. Selain itu, penerapan WFH 50% juga mengakibatkan kinerja pegawai Puskesmas Bungursari menurun, karena adanya pengurangan pegawai yang bekerja di lingkungan Puskesmas seperti shift pagi harusnya 20 orang, karena adanya kebijakan WFH 50% pekerjaan jadi dilakukan oleh 10 orang, sehigga beban kerja para pegawai menjadi semakin banyak. Salah satu faktor yang diduga mempengaruhi kinerja pegawai di puskesmas bungursari adalah Beban Kerja yang terlalu berlebihan. Menurut Koesomowidjojo . beban kerja merupakan suatu proses dalam menetapkan jumlah sumber daya manusia yang bekerja, digunakan, dan dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan untuk kurun waktu tertentu. Menurut Hasibuan . beban kerja yang terlalu sulit dan berlebihan akan menyebabkan stres kerja yang akan mempengaruhi kinerja . restasi kerj. Semakin tinggi beban kerja maka semakin tinggi pula stres kerja yang dialami yang akan berpengaruh pada penurunan kinerja individu. Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan dengan Kepala Tata Usaha di Puskesmas Bungursari dan beberapa orang karyawan di puskesmas bungursari,dari keseluruhan pegawai yang ada di puskesmas Bungursari terindikasi mengalami penurunan kinerja dikarenakan beban kerja yang tidak sesuai, seperti di bagian keperwatan yang memiliki tupoksi sebagai berikut. Mengkoordinasikan pelayanan KIA-KB yang bersifat UKM. Mengkoordiansikan pelayanan gizi yang bersifat UKM. Mengkoordiansikan pelayanan pencegahan dan penegdalian penyakit. Mengkoordinasikan pelayanan keperawatan kesehatan masyarakat. Mengkoordinasikan pelayanan evaluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan tugas, melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala puskesmas. Tetapi berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan dan hasil dari wawancara, menunjukan adanya ketidaksesuaian dengan tupoksi yang sudah di tentukan, seperti perawat merangkap juga di bagian pemegang barang inpentaris puskesmas, selain di bagian 176 | Tirta Haidar Surya. Kusuma Agdhi Rahwana. Suci Putri Lestari . The Effect Of Workload And Work Discipline Of . pemegang barang, bagian bendahara juga di pegang oleh perawat dan Bidan, perawat juga melakukan promkes yang harusnya ada bagian sendiri. Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Tata Usaha di Puskesmas Bungursari,Selain beban kerja yang tidak sesuai, ada fenomena lain yang terindikasi dapat mempengaruhi kinerja karyawan di Puskesmasi Bungursari. Faktor disiplin kerja juga mepengaruhi kinerja karyawan puskesmas Bungursari seperti ada beberapa karyawan tidak masuk kerja, dengan beragam alasan ketidakhadiran seperti sakit, izin, alfa, libur lepas malam, cuti alasan penting, cuti melahirkan dan cuti tahunan dan ada juga karyawan yang mengisi presensi tidak sesuai dengan jam yang sudah di tentukan. Berdasarkan data dari Kepala Tata Usaha di Puskesmas Bungursari, diperoleh data ketidakhadiran pegawai pada tahun 2023 sebagai Gambar 2 Data Ketidakhadiran Pegawai Puskesmas Bungursari Sumber: Data Puskesmas Bungursari 2023 Pada Gambar 2 menunjukan tingkat ketidakhadiran pegawai Puskesmas Bungursari pada tahun 2023, tingkat ketidak hadiran pegawai paling tinggi yaitu pada bulan maret yaitu 108 kehadiran, kenaikan tingkat kehadiran tersebut dikarenakan alasan kepentingan pribadi, selain dari alasan kepentingan pribadi, pada bulan maret bertepatan dengan tradisi munggahan dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan sehingga banyak karyawan yang mengajukan cuti dan izin. Selanjutnya ketidak hadiran pada bulan Mei yaitu sebanyak 106 kehadiran, kenaikan tersebut dikarenakan ada 2 orang karywan yang cuti melahirkan, sehingga pada bulan mei 2 pegawai tersebut full tidak masuk kerja. Hal ini menunjukan bahwa tingkat ketidakhadiran pada bulan maret dan mei mengalami peningkatan. Kemudian tingkat ketidak hadiran paling rendah adalah pada bulan September yaitu sebanyak 78 ketidak hadiran dan di bulan Oktober yaitu sebanyak 82 ketidak hadiran pegawai, hal tersebut dikarenakan pada bulan september dan oktober para pegawai sibuk mempersiapakan akreditasi, sehingga para pegawai tidak banyak yang mengambil cuti atau tidak masuk kerja. Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan bahwa ketidakhadiran pegawai pada Puskesmas Bungursari mengalami fluktuasi. Berdasarkan data yang tersaji pada Gambar 2 dan penjelasan dari Kepala Tata Usaha di Puskesmas Bungursari dapat diketahui bahwa ketaatan pada peraturan kerja yang menggambarkan diimensi disiplin kerja pada pegawai Puskesmas Bungursari masih belum sesuai target. Hal ini karena masih ditemukan pegawai yang tidak mentaati peraturan kerja terutama tentang kehadiran dan waktu kerja yang tidak sesuai. Di sisi lain Gambar 2 juga menjelaskan dimensi frekuensi kehadiran yang cenderung fluktuatif pada data ketidakhadiran pegawai. Dari fenomena masalah yang telah digambarkan Gambar 2 Terdapat fenomena yang menarik untuk diteliti yaitu ketaatan pada peraturan yang data nya diwakili oleh Gambar 2. Menurut Hasibuan . beban kerja yang terlalu sulit dan berlebihan akan menyebabkan stres kerja yang akan mempengaruhi kinerja . restasi kerj. Semakin tinggi beban kerja maka semakin tinggi pula stres kerja yang dialami yang akan berpengaruh pada penurunan kinerja individu. Pendapat lain oleh Mangkunegara . bahwa beban kerja yang terlalu berat akan menyebabkan individu kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaannya. Karena beban kerja harus sesuai dengan tupoksi nya masing masing agar para karyawan tidak merasa terbebani sehingga produtifitas kerja nya Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 4 No. 2 November 2024 page: 175Ae186 | 177 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Di sisi lain, disiplin kerja juga menjadi aspek penting dalam kinerja karyawan, menurut Sutrisno . menyatakan bahwa disiplin karyawan adalah prilaku seseorang dengan peraturan, prosedur kerja yang ada, atau disiplin adalah sikap, tingkah laku, dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan dari organisasi baik yang tertulis maupun tidak tertulis. dimana karyawan yang memiliki disiplin kerja yang baik maka kinerja nya akan meningkat. Kinerja karyawan juga sangat bergantung kepada sejauh mana disiplin yang telah dilakukan pegawai. LANDASAN TEORI Beban Kerja Beban kerja didefinisikan sebagai besaran pekerjaan yang harus dikerjakan oleh suatu jabatan atau unit orgaisasi dan merupakan hasil perkalian antara volume pekerjaan dan norma waktu ( Peraturan Mentri Dalam Negeri Republik Indonesia No. 12/2008 ). Berikut beberapa perngertian mengenai Beban Kerja yang dikemukakan oleh beberapa para ahli menurut Munandar dalam ( Harahap & Falahi, 2021 ) Beban Kerja sebagai berikut beban kerja adalah kondisi yang berkaitan dengan deskripsi pekerjaan yang harus diselesaikan dengan tenggat waktu tertentu. Sedangkan menurut Rohman dan Ichsan . , menyatakan bahwa beban kerja adalah sekumpulan atau sejumlah kegiatan yang harus diselesaikan oleh suatu unit organisasi atau pemegang jabatan dalam jangka waktu tertentu. Sejalan dengan pengertian para ahli sebelumnya. Koesomowidjojo . menyatakan bahwa beban kerja merupakan suatu proses dalam menetapkan jumlah jam kerja sumber daya manusia yang bekerja, digunakan, dan dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan untuk kurun waktu tertentu. Artinya beban kerja bukan hanya persoalan tugas atau pekerjaan saja, akan tetapi melingkupi pengerahan sumber daya dan penetapan jangka waktu pula. Menurut Jeky KR Rolos . menyatakan bahwa beban kerja adalah sekumpulan atau sejumlah kegiatan yang harus diselesaikan oleh suatu unit organisasi atau pemegang jabatan dalam jangka waktu tertentu. Sesuatu yang dirasakan berada di luar kemampuan pekerja untuk melakukan pekerjaannya. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa : Beban Kerja memiliki makna sekumpulan tugas yang harus dilakukan dalam jangka waktu tertentu di mana apabila sekumpulan tugas tersebut dapat diselesaikan dalam jangka waktu tersebut dapat dilakukan maka pekerjaan akan terjaga dan berdampak pada produktivitas yang efisien sehingga harus dilakukan analisis dan proses penetapan sumber daya dan waktu yang seimbang untuk menentukannya. Disiplin Kerja Disiplin kerja adalah sebuah konsep dalam tempat bekerja atau manajemen untuk menuntut pegawai berlaku teratur. Disiplin merupakan keadaan yang menyebabkan atau memberi dorongan kepada pegawai untuk berbuat dan melakukan segala kegiatan sesuai dengan aturan yang telah Menurut Sutrisno . 9 )mengemukakan bahwa disiplin kerja merupakan alat yang digunakan para manajer untuk berkomunikasi dengan karyawan agar mereka bersedia untuk mengubah suatu perilaku serta sebagai suatu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Sedangkan menurut Keith Davis dalam Mangkunegara . menyatakan bahwa disiplin kerja dapat diartikan sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman organisasi. Sikap dan perilaku dalam disiplin kerja ditandai oleh berbagai inisiatif, kemauan dan kehendak untuk mentaati peraturan. Orang yang dikatakan disiplin yang tinggi tidak semata-mata patuh dan taat pada peraturan tetapi juga mempunyai kehendak atau niat untuk menyesuaikan diri dengan peraturanperaturan organisasi. Disiplin merupakan tindakan manajemen untuk mendorong para anggota organisasi memenuhi tuntutan berbagai Sejalan dengan pengertian para ahli sebelumnya. Menurut Agustini . menyatakan bahwa disiplin kerja adalah sikap ketaatan terhadap aturan dan norma yang berlaku di suatu perusahaan dalam rangka meningkatkan keteguhan karyawan dalam mencapai tujuan perusahaan/organisasi. Dari pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa: Disiplin kerja adalah sebuah konsep dalam tempat bekerja atau manajemen untuk menuntut pegawai berlaku teratur. Disiplin merupakan keadaan yang menyebabkan atau memberi dorongan kepada pegawai untuk berbuat dan melakukan segala kegiatan sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan. Kinerja Menurut Kasmir . menyatakan bahwa kinerja adalah hasil kerja dan perilaku kerja yang telah dicapai dalam pemenuhan tugas dan tanggung jawab yang diberikan selama periode waktu Sedangkan Edison. Anwar, & Komariyah, . menyatakan bahwa : kinerja adalah hasil dari suatu proses yang mengacu dan diukur selama periode waktu tertentu berdasarkan ketentuan atau kesepakatan yang telah ditetapkan sebelumnya. Sejalan dengan penelitian para ahli sebelumnya, menurut Afandi . 8: . , menyatakan bahwa kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh 178 | Tirta Haidar Surya. Kusuma Agdhi Rahwana. Suci Putri Lestari . The Effect Of Workload And Work Discipline Of . seseorang atau kelompok orang dalam suatu perusahaan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya pencapaian tujuan organisasi secara illegal, tidak melanggar hukum dan tidak bertentangan dengan moral dan etika. Dan Menurut Mangkunegara . menyatakan bahwa kinerja karyawan merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Dari pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa: kinerja adalah suatu hasil dari tingkatan pencapaian karyawan dalam pelaksaan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Berdasarkan uraian diatas, maka dapat dibentuk suatu diagram kerangka pemikiran dalam Gambar 3 Kerangka Pemikiran Beban Kerja Kinerja Disiplin Kerja Keterangan = Simultan = Parsial METODE PENELITIAN Metode Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei, pada penelitian ini terdapat 2 variabel independen dan 1 variabel dependen, 2 variabel independen yaitu Beban Kerja dan Disiplin Kerja, 1 variabel dependen yaitu Kinerja Pegawai. Menurut Sugiyono . Data kuantitatif merupakan metode penelitian yang berlandaskan positivistic . ata konkri. digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu. Menurut Sugiyono . Metode survei adalah metode yang digunakan untuk mendapatkan data dari tempat tertentu yang alamiah . ukan buata. tetapi peneliti melakuann perlakuan dalam pengumpulan data, misalnya dengan mengedarkan kuisioner, test, wawamcara, terstruktur dan sebagainya. Teknik Pengujian Data Alat pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Untuk memastikan kelayakan data, maka kuesioner tersebut harus diuji terlebih dahulu. Uji instrumen dilakukan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas dari instrumen tersebut. Uji Validitas Uji validitas adalah menunjukan sejauh mana suatu kuesioner atau alat ukur mengukur apa yang ingin diukur. Uji validitas berguna untuk menentukan seberapa cermat suatu alat melakukan fungsi ukurannya, sehingga memberikan keyakinan bahwa data yang terkumpul merupakan data yang dapat dipercaya (Sugiono dan Rusdin, 2018: . Dalam uji validitas ini dasar pengambilan keputusannya sebagai berikut: Jika nilai r hitung > nilai r tabel, maka angket tersebut dinyatakan valid. Jika nilai r hitung < nilai r tabel, maka angket tersebut dinyatakan tidak valid. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas adalah untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten, apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat pengukuran yang sama pula (Sugiyono, 2016: . Dasar pengambilan keputusan dalam uji reliabilitas Jika nilai Alpha > r tabel maka item-item angket yang digunakan dinyatakan reliabel atau konsisten. Jika nilai Alpha < r tabel maka item-item angket yang digunakan dinyatakan tidak reliabel atau tidak Uji reliabilitas akan dilakukan dengan menggunakan metode Cronbachs Alpha dengan Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 4 No. 2 November 2024 page: 175Ae186 | 179 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 program SPSS. Menurut sugiyono . 7 : . suatu instrumen dikatakan reliabel apabila koefisien reliabilitasnya diatas 0,60 hasil uji dikatakan reliabel. Alat Analisis Data Alat analisis regresi berganda dikatakan regresi berganda karena jumlah variabel independennya lebih dari satu. Menurut Sugiyono . , analisi ini digunakan utuk memprediksi berubahnya nilai variabel tertentu bila variabel lain berubah. Adapun persamaannya regresi berganda sebagai berikut: Y = a b1x1 b2x2 e Keterangan : = Variabel dependen (Kinerj. = Konstants = Koefisien regresi variabel Beban Kerja = Koefisien regresi variabel Disiplin Kerja = Error/variabel lain yang tidak ditentukan HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Deskripsi hasil penelitian ini akan menjabarkan mengenai variabel-variabel yang diteliti, yaitu Beban Kerja. Disiplin Kerja dan Kinerja Pegawai yang berlokasi di Puskesmas Bungursari Tasikmalaya. Untuk mengetahui bagaimana Beban Kerja,Disiplin Kerja dan Kinerja Pegawai, disini penulis melakukan penyebaran angket sebanyak 33 kuisioner untuk 33 pegawai di Puskesmas Bungursari Tasikmalaya sebagai acuan untuk dilakukannya berbagai uji sehingga penulis dapat mengetahui hasil atau kesimpulan jawaban dari responden mengenai Beban Kerja. Disiplin Kerja dan Kinerja Pegawai. Tabel 1 Hasil Uji Validitas Item Pernyataan R Hitung X1,1 0,582 X1,2 0,654 X1,3 0,632 X1,4 0,481 X1,5 0,597 X1,6 0,597 X1,7 X1,8 0,754 X2,1 0,556 X2,2 0,634 X2,3 0,611 X2,4 0,746 X2,5 0,727 X2,6 0,692 X2,7 0,518 X2,8 0,675 X2,9 0,719 X2,10 0,650 0,603 0,695 0,742 0,756 0,629 0,776 0,809 0,675 Sumber: Data primer diolah penulis,2024 R Tabel 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 0,344 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Hasil uji validitas pada Tabel menunjukkan bahwa masing-masing item pertanyaan dari masing masing variabel terhadap skor total menunjukkan hasil yang signifikan . jika dibandingkan dengan nilai r tabel sebesar 0. 180 | Tirta Haidar Surya. Kusuma Agdhi Rahwana. Suci Putri Lestari . The Effect Of Workload And Work Discipline Of . Uji Reliabilitas Pengukuran reliabilitas dilakukan dengan cara One Shot atau pengukuran sekali saja yang dilakukan dengan menggunakan program SPSS. Dimana reliabilitas diukur dengan uji statistik Cronbach Alpha (), dengan batasan suatu variabel dikatakan reliabel jika nilai Cronbach Alpha > 0,60. Tabel 2 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Beban Kerja Disiplin Kerja Kinerja Sumber: Data primer diolah penulis,2024 Cronbach Alpha 0,762 0,837 0,858 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Hasil uji reliabilitas pada Tabel menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut dapat dikatakan reliabel, hal ini karena nilai Cronbach Alpha lebih besar dari 0,60. Pembahasan Uji Normalitas Tabel 3 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parameters Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Sumber: Data Primer Diolah Penulis,2024 Hasil uji normalitas Tabel menunjukkan bahwa seluruh data variabel yang digunakan dapat dikatakan normal, hal ini karena nilai Asymp. Sig . -Taile. lebih besar dari taraf signifikansi yaitu 0,05. Uji Multikolineritas Tabel 4 Hasil Uji Multikolinearitas Variabel Bebas Collinearity Statistics Tolerance VIF Beban Kerja 0,958 Disiplin Kerja 0,958 Sumber: Data Primer Diolah Penulis,2024 Hasil uji multikolinieritas pada Tabel menunjukkan bahwa data variabel bebas tidak terjadi multikolinieritas, hal ini karena nilai tolerance lebih dari angka 0,10 serta nilai VIF kurang dari angka 10,0. Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 4 No. 2 November 2024 page: 175Ae186 | 181 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Uji Heteroskedastisitas Tabel 5 Hasil Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model 1 (Constan. Std. Error Dependent Variable: ABSRES Sumber: Data Primer Diolah Penulis,2024 Beta Sig. Berdasatkan table diketahui bahwa nilai signifikan untuk variabel Beban Kerja (X. adalah 0,484 > 0,05 sedangkan nilai signifikansi untuk variabel Disiplin Kerja (X. adalah 0,218 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi Tabel 6 Hasil Uji Autokerelasi Sumber: Data Primer Diolah Penulis,2024 4 - DU 2,432 Hasil uji autokorelasi pada Tabel menunjukkan bahwa regresi yang dibangun dari variabel X (Beban Kerja dan Disiplin kerj. terhadap variabel kinerja Pegawai (Y) tidak terindikasi adanya Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat ketergantungan antara residual regresi pada waktu-waktu sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa asumsi mengenai ketidakadaan autokorelasi dalam model regresi telah terpenuhi. Pengaruh Beban Kerja dan Disiplin Kerja Secara Simultan Terhadap Kinerja Pegawai Puskesmas Bungursari Tabel 7 Hasil Uji Regresi Linear Berganda Simultan Unstandardized Coefficients Model Std. Error 1 (Constan. Sumber: Data Primer Diolah Penulis,2024 Standardized Coefficients Beta Collinearity Statistics Tolerance VIF Y = 11,399 0,104 X1 0,447 X2 e Interpretasi dari persamaan regresi linear berganda yaitu sebagai berikut : Nilai konstanta sebesar 11,399 menunjukkan bahwa jika variabel independen yaitu Beban Kerja (X . dan Disiplin Kerja (X. dalam keadaan constant atau tidak mengalami perubahan . ama dengan no. , maka kinerja Peagawai(Y) adalah sebesar 11,399. Nilai keofisien regresi X1 sebesar 0,104 menunjukkan apabila X1 (Beban Kerj. mengalami kenaikan sebesar 100% dan nilai X2 (Disiplin Kerj. sama dengan nol atau tidak mengalami perubahan maka kinerja Pegawai akan meningkat sebesar 0,104 atau 10,4%. Begitu juga dengan nilai koefisien regresi X2 (Disiplin Kerj. 0,447 menunjukkan apabila X2 (Disiplin Kerj. mengalami kenaikan sebesar 100% dan nilai X1 (Beban Kerj. sama dengan nol atau dianggap tidak mengalami perubahan maka kinerja Pegawai akan meningkat sebesar 0,447 atau 44,7%. Dengan demikian, kesimpulan yang dapat diambil adalah bahwa baik Beban Kerja maupun Disiplin Kerja memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kinerja Pegawai. Keduanya saling berkontribusi untuk meningkatkan kinerja Pegawai, meskipun dengan tingkat pengaruh yang berbeda. Oleh karena itu, 182 | Tirta Haidar Surya. Kusuma Agdhi Rahwana. Suci Putri Lestari . The Effect Of Workload And Work Discipline Of . penting bagi Puskesmas untuk memperhatikan kedua aspek ini dalam upaya meningkatkan kinerja Pegawai dan kualitas kerja para pegawai, serta mengoptimalkan hasil kerja para pegawai. Tabel 8 Koefisien Korelasi Simultan (R) Model R Square Predictors: (Constan. X2. X1 Dependent Variable: Y Sumber: Data Primer Diolah Penulis,2024 Model Summaryb Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Nilai koefisien (R) dari hasil perhitungan diketahui yaitu sebesar 0,591 yang menunjukan bahwa keeratan korelasi atau hubungan antara variabel bebas . Beban Kerja (X. dan Disiplin Kerja (X. dengan variabel terikat . Kinerja Pegawai (Y) termasuk dalam klasifikasi cukup kuat karena berada pada nilai 0,400 Ae 0,599. Dalam artian semakin baik Beban Kerja dan Disiplin Kerja yang diterapkan maka akan berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai Puskesmas Bungursari Tasikmalaya. Sedangkan nilai R Square adalah sebesar 0,349. Sehingga perhitungan nilai koefisiensi determinasi dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi adalah sebesar [KD = 0,349 x 100% = 34,9%]. Hal ini menunjukan bahwa kontribusi variabel Beban Kerja dan Disiplin Kerja mampu mempengaruhi secara simultan terhadap Kinerja pegawai Puskesmas Bungursari Tasikmalaya yaitu sebesar 34,9% sedangkan sisanya 65,1% dipengaruhi oleh variabel lain. Untuk mengetahui Tingkat signifikansi pengaruh Beban Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja pegawai Puskesmas Bungursari Tasikmalya dilakukan uji simultan. Tabel 9 Signifikansi Simultan ANOVAa Sum of Squares Model 1 Regression Residual Total Mean Square Sig. Dependent Variable: Y Predictors: (Constan. X2. X1 Sumber: Data Primer Diolah Penulis,2024 Berdasarkan hasil Tabel menunjukan bahwa nilai signifikansi 0,002 < 0,05. Dengan demikian berarti bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti secara simultan Beban Kerja dan Disiplin Kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Hal tersebut menunjukan bahwa dalam penelitian ini Beban Kerja dan Disiplin Kerja secara Bersama sama dapat menyebabkan perubahan pada Kinerja Pegawai. Artinya Beban Kerja dan Disiplin Kerja dapat mempengaruhi Tingkat Kinerja Pegawai sehingga para pegawai prestasi nya akan meningkat. Pengaruh Beban Kerja dan Disiplin Kerja Secara Parsial Terhadap Kinerja Pegawai Puskesmas Bungursari Tabel 11 Hasil Uji Regresi Parsial Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model 1 (Constan. Standardized Coefficients Correlations Beta Sig. Zeroorder Std. Error Partial Part Dependent Variable: Y Sumber: Data Primer Diolah Penulis,2024 Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 4 No. 2 November 2024 page: 175Ae186 | 183 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Untuk mengetahui tingkat signifikansi pengaruh Beban Kerja terhadap Kinerja Pegawai secara parsial dapat dilihat dari hasil uji parsial menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,429 > 0,05 dengan demikian Ho diterima dan Ha ditolak yang berarti bahwa Beban Kerja secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Hal tersebut terjadi dikarenakan beberapa faktor yaitu, adanya reward seperti insentif sesuai dengan Beban Kerja yang dibebankan kepada setiap pegawai, jika ada Beban Kerja yang terlalu banyak maka pekerjaan tersebut dikerjakan oleh tim, dan adanya dukungan dari lintas program dan lintas sektor. Sehingga apabila beban kerja di Puskesmas Bungursari Tasikmalya naik ataupun turun maka tidak mempengaruhi kinerja pegawai. Untuk mengetahui Tingkat signifikansi pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai secara parsial dapat dilihat dari hasil uji parsial menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,001 < 0,005. Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti bahwa Disiplin Kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pegawai. Sehingga apabila Disiplin Kerja di Puskesmas Bungursari Tasikmalaya naik, maka Kinerja Pegawai nya ikut naik dan apabila Disiplin Kerja di Puskesmas Bungursari Tasikmalaya turun, maka Kinerja Pegawai pun ikut turun. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan, maka dapat disimpulkan Beban Kerja yang diterapkan oleh Puskesmas Bungursari Tasikmalaya berdasarkan hasil tanggapan dari responden diklasifikasikan sangat tinggi. Hal ini berarti Beban Kerja yang diterapkan oleh Puskesmas Bungursari Tasikmalaya sudah sesuai dengan standar pekerjaannya. Disiplin Kerja dari para pegawai Puskesmas Bungursari Tasikmalaya berdasarkan hasil tanggapan dari responden diklasifikasikan sangat tinggi. Hal ini berarti tingkat disiplin para pegawai Puskesmas Bungursari Tasikmalaya sudah sangat bagus. Kinerja pegawai Puskesmas Bungursari Tasikmalaya berdasarkan hasil tanggapan dari responden diklasifikasikan sangat tinggi. Hal ini berarti Kinerja para pegawai Puskesmas Bungursari Tasikmalaya sudah bagus sesuai dengan target yang telah ditentukan oleh Puskesmas. Beban Kerja dan Disiplin kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Kinerja pegawai Puskesmas Bungursari Tasikmalaya. Beban Kerja secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja pegawai Puskesmas Bungursari. Disiplin Kerja secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Kinerja pegawai Puskesmas Bungursari Tasikmalaya. Saran Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian diatas, terdapat beberapa saran peneliti yang diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak serta mampu membantu pihak Puskesmas Bungursari Tasikmalaya untuk lebih baik. Adapun saran-saran tersebut yaitu: Bagi Puskesmas Bungursari Tasikmalaya Berdasarkan hasil rekapitulasi nilai variabel Beban Kerja. Puskesmas Bungursari Tasikmalaya disarankan menambah pegawai di divisi yang mengalami kekurangan pegawai, sehingga jumlah pegawai sesuai dengan Beban Kerja yang ada di Puskesmas Bungursari Tasikmalaya. Karena dengan jumlah pegawai yang sesuai dengan beban pekerjaan yang ada, maka pegawai akan bekerja dengan optimal sesuai dengan target yang sudah ditentukan. Berdasarkan hasil rekapitulasi variabel Disiplin Kerja, disarakan agar Kepala Puskesmas di Puskesmas Bungursari Tasikmalaya selalu memberikan sanksi terhadap pegawai yang melakukan kesalahan, karena dengan adanya sanksi yang diberikan maka pegawai tidak akan mengulangi kesalahan yang sudah di perbuat dan disiplin kerja para pegawai akan meningkat. Variabel yang paling berpengaruh untuk meningkatkan Kinerja Pegawai pada penelitian ini adalah variabel Disiplin Kerja, sehingga Puskesmas Bungursari Tasikmalaya harus mempertahankan dan meningkatkan lagi Disiplin Kerja Pegawai agar Kinerja Pegawai di Puskesmas Bungursari Tasikmalaya lebih maksimal. Bagi Peneliti Selanjutnya Bagi peneliti selanjutnya dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai referensi dan melakukan pengembangan penelitian ini dengan menggunakan metode lain dan menambahkan variabel variabel penelitian lain seperti kompensasi, gaya kepemimpinan, budaya organisasi, kepuasan kerja, motivasi kerja dan lain lain, sehingga dapat menyempurnakan penelitian ini dan selanjutnya. 184 | Tirta Haidar Surya. Kusuma Agdhi Rahwana. Suci Putri Lestari . The Effect Of Workload And Work Discipline Of . DAFTAR PUSTAKA