1 Rian Fitra Apriandi * . Haviz Taufik . Eka Julianti Efris Saputri Pengaruh Sistem Pengendalian Akuntansi Terhadap Kinerja Manajerial dengan Menggunakan Ketidakpastian Lingkungan sebagai Variabel Moderating Pada PT Asia Sawit Lestari di Muaro Bungo Pengaruh Sistem Pengendalian Akuntansi Terhadap Kinerja Manajerial dengan Menggunakan Ketidakpastian Lingkungan sebagai Variabel Moderating pada PT Asia Sawit Lestari di Muaro Bungo Rian Fitra Apriandi. Haviz Taufik2. Eka Julianti Efris Saputri3 Universitas Adiwangsa Jambi123 E-mail: rianfitr4@gmail. com1,haviz. jbi@gmail. com2,ekajuliantiefrissaputri@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: . mengetahui pengaruh sistem pengendalian akuntansi terhadap kinerja manajerial . untuk mengetahui apakah ketidakpastian lingkungan dapat mempengaruhi hubungan memodreasi sistem pengendalian akuntansi terhadap kinerja manajerial. Penelitian ini merupakan survei dengan menyebarkan kuesioner langsung kepada sampel. Sampel yang diambil berjumlah 15 sampel yang diambil berdasarkan populasi yang ada pada penelitian ini yaitu penelitian populasi . Analisis menggunakan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa . sistem pengendalian akuntansi berpengaruh positif terhadap kinerja manajerial . ketidakpastian lingkungan berpengaruh negatif atau tidak dapat memoderasi hubungan antara sistem pengendalian akuntansi terhadap kinerja manajerial. Kata kunci Sistem Pengendalian. Akuntansi. Kinerja Manajerial. Ketidakpastian Lingkungan. Variabel Moderasi ABSTRACT This study aims to: . determine the effect of accounting control systems on managerial performance . to determine whether environmental uncertainty can influence the relationship memodreasi accounting control system on managerial This study is a survey by distributing questionnaires directly to the Samples taken total 15 samples were taken based on the existing population of this study is that the study population . Analysis using simple linear regression analysis. Results of this study indicate that . the accounting control system has positive influence on managerial performance . negative influence environmental uncertainty or could not moderate the relationship between accounting control systems on managerial performance. Keywords: Accounting Control Systems. Managerial Performance. The Uncertainty of The Environment. Moderating Variable PENDAHULUAN Perkembangan ekonomi pada era modren saat ini sangatlah pesat, seperti yang diketahui bahwa dunia pada saat ini sedang di landa krisi ekonomi dikarenakan adanya pandemic virus Covid -19. Dampak pandemic tersebut juga terasa di Indonesia bahkan di tahun 2020 pada puncaknya Covid-19 indonesia mengalami pemburukan di hampir di semua sector terutama di sector Pemerintah pun pada saat ini sudah dengan sekuat tenaga berusaha Rian Fitra Apriandi * . Haviz Taufik . Eka Julianti Efris Saputri Pengaruh Sistem Pengendalian Akuntansi Terhadap Kinerja Manajerial dengan Menggunakan Ketidakpastian Lingkungan sebagai Variabel Moderating Pada PT Asia Sawit Lestari di Muaro Bungo memulihkan perekonomian ini dengan berbagai cara, namun perekonomian Indonesia belum juga dapat pulih sepenuhnya. Suatu perusahaan dapat dilihat sebagai sistem organisasi sumber daya manusia, sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya untuk mencapai tujuan. Sumber daya manusia dalam organisasi merupakan aspek krusial yang menentukan keefektifan suatu Implikasinya organisasi perlu senantiasa melakukan investasi untuk merekrut, menyeleksi dan mempertahankan sumber daya manusianya. Suatu perusahaan dapat dilihat sebagai sistem organisasi sumber daya manusia, sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya untuk mencapai Sumber daya manusia dalam organisasi merupakan aspek krusial yang menentukan keefektifan suatu organisasi. Implikasinya organisasi perlu mempertahankan sumber daya manusianya. Setiap perusahaan memerlukan pengendalian manajemen, karena sistem tersebut didesain untuk mengatur aktivitas anggota organisasi melalui para pemimpin . organisasi agar sesuai dengan tujuan yang diinginkan perusahaan dan menjadi suatu tolak ukur dalam pencapaian suatu organisasi. Proses pengendalian dilakukan melalui para pemimpin . dengan penentuan tujuan dan strategi, pelaksanaan dan pengukuran, serta analisis prestasi dan penghargaan. Karena dalam pelaksanaan pembangun nasional di era globalisasi, tenaga kerja memiliki peran dan kedudukan yang sangat penting sebagai pelaku dalam mencapai tujuan pembangunan. Penerapan suatu sistem pengendalian tertentu secara otomatis akan terbentuk norma-norma, aturan-aturan, dan sistem nialai ang berlaku dalam organisasi tersebut. Apabila sistem pengendalian itu tidak sesuai dengan lingkungan organisasi, maka penerapan sistem tersebut akan bisa menimbulkan dysfunctional behavior atau perilaku menyimpang bagi anggota organisasi. Sistem pengendalian berhubungan erat dengan sistem informasi akuntansi dalam hal penyediaan informasi yang dibutuhkan manajer untuk mengambil keputusan pengendalian perusahaan. Simons . menegaskan bahwa sistem informasi menyediakan data penting tentang aktivitas perusahaan manajer pada semua level Manajer dapat menggunakan informasi untuk membuat kebijakan rasional dan tepat dalam proses pengambilan keputusan. Sistem pengendalian yang menggunakan informasi akuntansi menurut Simons . sebagai sistem pengendalian berbasis akuntansi atau sistem pengendalian akuntansi. Sistem pengendalian akuntansi diantaranya meliputi ketatnya sasaran yang ada dalam anggaran, penggunaan sistem pengendalian kos, pelaporan berkala, intensitas monitoring output, scaning lingkungan eksternal, penggunaan data ramalan dalam laporan pengendalian, sistem menghubungkan tujuan dengan hasil, formulasi dalam pemberian bonus berdasarkan pencapaian target anggaran, sistem pengendalian yang sesuai dengan kebutuhan departemen dan individual, dan frekwensi perubahan sistem pengendalian (Simons, 1. Dapat disimpulkan bahwa suatu pengendalian akuntansi merupakan suatu Rian Fitra Apriandi * . Haviz Taufik . Eka Julianti Efris Saputri Pengaruh Sistem Pengendalian Akuntansi Terhadap Kinerja Manajerial dengan Menggunakan Ketidakpastian Lingkungan sebagai Variabel Moderating Pada PT Asia Sawit Lestari di Muaro Bungo perencanaan, sistem pelaporan dan prosedur monitor yang didasarkan pada sistem informasi. Pencapaian kinerja akan dapat meningkat dengan menggunakan sistem pengendalian akuntansi. Pencapaian kinerja yang meningkat karena digunakannya sistem pengendalian akuntansi akan menunjukkan seberapa besar kinerja keuangan, operasional dan manajerial pada suatu organisasi. Pengukuran kinerja karyawan dapat membantu meningkatkan kualitas. Dari sudut sistem penghargaan atau sistem reward yang berbasis kinerja dapat mendorong karyawan mengubah kecendrungan mereka dari semnagat untuk diri sendiri ke semangat untuk memenuhi tujuan organisasi. Kinerja . adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya mencapai tujuan organisasi secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etika. Kinerja manajemen didefinisikan sebagai proses yang dilalui manajer untuk memastikan bahwa aktivitas dari para karyawan dan output yang dihasilkan sesuai dengan tujuan organisasi (Dona dan Isbandariyati, 2. Dalam perusahaan, kinerja manajerial akan didasarkan atas fungsi-fungsi manajemen klasik, yaitu seberapa jauh manajer mampu melaksanakan fungsi-fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, investigasi, koordinasi, evaluasi, supervisi, pemilihan staf, negoisasi dan perwakilan (Mahoney, 1963 dalam Adrianto, 2. Ketidakpastian lingkungan adalah persepsi dari manajer untuk mengukur ketidakpastian lingkungan yang mempengaruhi perusahaan, ketidakpastian lingkungan merupakan komponen penting demi kesuksesan sebuah perusahaan. Ketidakpastian lingkungan merupakan faktor eksternal yang turut berperan dalam keberhasilan suatu perusahaan. Ketidakpastian lingkungan ini menjadi hal yang sangat diperhatikan dalam penerapan startegi bisnis. Lingkungan yang selalu berubah menjadi penghambat dalam menerapkan rencana perusahaan yang telah disusun pada awal periode. Untuk itu dalam tahap perencanaan, setiap perusahaan diharuskan memperkirakan kondisi lingkungan yang akan terjadi menurut Yubiharto . Manajer membutuhkan kemampuan dalam memeprediksi masa depan untuk pengambilan keputusan dalam pencapaian tujuan perusahaan, yaitu dengan mempertimbangkan pengaruh faktor eksternal perusahaan. Adanya ketidakpastian lingkungan yang dihadapi pihak manajer untuk mencapai kinerja yang maksimal, menuntut manajer mendapatkan suatu informasi yang mendukung keputusannya. Bentuk informasi dapat berupa bentuk laporan, model deskriptif dan bentuk statistik. Pemanfaatan informasi ini kemudian dianalisis untuk pengambilan keputusan dan dijabarkan oleh pihak manajer dalam setiap aktivitas perusahaan. Oleh karena penjabaran tersebut peneliti ingin mengetahui apakah sistem pengendalian akuntansi berpengaruh terhadap kinerja manajerial dan apakah ketidakpastian lingkungan . ang dipersepsikan manaje. dapat memoderasi hubungan pengaruh sistem pengendalian akuntansi terhadap kinerja manajerial. Maka, hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Rian Fitra Apriandi * . Haviz Taufik . Eka Julianti Efris Saputri Pengaruh Sistem Pengendalian Akuntansi Terhadap Kinerja Manajerial dengan Menggunakan Ketidakpastian Lingkungan sebagai Variabel Moderating Pada PT Asia Sawit Lestari di Muaro Bungo H1 : Ada pengaruh signifikan sistem pengendalian akuntansi terhadap kinerja H2 : Ketidakpastian lingkungan memoderasi sistem pengendalian akuntansi dengan kinerja manajerial. METODE PENELITIAN Ada dua cara dalam metode pengumpulan data, yaitu data sekunder dengan cara studi pustaka dan mengumpulkan literatur yang terkait dengan penelitian sebagai referensi. Sedangkan metode pengumpulan data selanjutnya ialah data primer dari responden dilakukan dengan survei, yaitu dengan cara mengumpulkan data pokok . ata prime. dari suatu sampel dengan menggunakan instrumen kuesioner dengan cara memberikan daftar pertanyaan tertulis kepada responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Data primer menurut Silalahi . adalah data yang dikumpulkan dari situasi aktual ketika peristiwa terjadi, dalam hal ini dengan survei lapangan yang menggunakan semua metode pengumpulan lewat kuesioner pada PT. Asia Sawit Lestari Di Muaro Bungo. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2. Metode penarikan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik sensus. Sensus adalah teknik penetuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel (Sugiyono, 2. Responden yang dijadikan sampel adalah Top Manajer. Middle Manajer dan lower Manajer pada PT. Asia Sawit Lestari dengan jumlah responden 10 orang. Data yang diperoleh dari pengukuran yang menggunakan skala Likert adalah data ordinal (Sujianto, 2. , skala Likert dikatakan ordinal karena masing-masing jawaban memiliki preferensi berbeda (Ghozali, 2. Ciri spesifik yang dimiliki oleh data ordinal, adalah berjenis kualitatif, bukan numeri, berupa kata-kata atau kalimat, seperti misalnya sangat setuju, kurang setuju, dan tidak setuju sehingga sebelum diolah terlebih dahulu diberikan kode numeric atau symbol berupa angka dalam setiap jawaban (Soeharto, 2. Maka sebelum masuk uji selanjutnya, data ordinal yang diperoleh dari hasil kuesioner harus diubah menjadi data interval dengan menggunakan Method of Successive Interval (Riduwan, 2. Pada penelitian ini untuk mentransformasi data ordinal menjadi data interval penulis menggunakan bantuan program MSI by Azuar. Mengingat pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data kuesioner, maka kualitas kuesioner dan kesanggupan responden dalam menjawab pernyataan merupakan hal yang sangat penting dalam penelitian ini. Keabsahan dalam penelitian ini sangat ditentukan oleh alat ukur variabel yang akan diteliti. Apabila alat yang digunakan dalam proses pengumpulan data tidak valid, maka hasil penelitian yang diperoleh tidak mampu menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Data yang valid adalah data Auyang tidak berbedaAy antara data yang dilaporkan peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek Rian Fitra Apriandi * . Haviz Taufik . Eka Julianti Efris Saputri Pengaruh Sistem Pengendalian Akuntansi Terhadap Kinerja Manajerial dengan Menggunakan Ketidakpastian Lingkungan sebagai Variabel Moderating Pada PT Asia Sawit Lestari di Muaro Bungo Uji validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode Moment Product Corelation (Pearson Correlatio. Nilai korelasi yang diperoleh . dibandingkan dengan nilai korelasi product moment untuk mengetahui apakah nilai korelasi yang diperoleh signifikan atau tidak. Jika . lebih besar dari . pada uji dua sisi dengan taraf kepercayaan tertentu, maka disimpulkan instrument tersebut memenuhi kriteria validitas sehingga item tersebut layak . digunakan dalam penelitian (Priyanto,2. Uji reliabilitas adalah untuk mengetahui konsistensi atau keteraturan hasil pengukuran suatu instrument apabila instrument tersebut digunakan sebagai alat ukur suatu objek atau responden (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini uji reliabilitas dilakukan satu kali pengukuran . ne sho. dan diukur dengan metode Alpha Cronbach. Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliable jika memberikan nilai Cronbach Alpha >0,60 (Ghozali, 2. Uji asumsi Klasik terdiri dari normalitas, multikolinearitas, autokorelasi, dan heterokedastisitas, pada penelitian ini uji asumsi klasik yang digunakan adalah normalitas, dan Heterokedastistas, sedangkan autokorelasi dan Multikolinieritas tidak digunakan, alasan tidak di ujinya autokorelasi karena data yang dikumpulkan dan diolah merupakan data cross section, sedangkan masalah autokorelasi sering terjadi pada time series atau dengan kata lain uji autokorelasi tidak digunakan karena data penelitian merupakan data primer dalam bentuk kuesioner dan tidak berhubungan dengan model data yang memakai rentang waktu. Sedangkan alasan tidak di ujinya multikolinieritas karena multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas . itu berati harus memiliki lebih dari satu variabel independen sedangkan pada penelitian ini hanya memiliki satu variabel independen. Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel terikat dan variabel bebas keduanya memiliki distribusi data normal atau Model regresi y ang baik memiliki distribusi data normal atau mendekati Ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan analisis statistik Ghozali . Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. (Ghozali, 2. Deteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot antara SRESID dan ZPRED dimana sumbu Y adalah Y yang telah diprediksi, dan sumbu X adalah residual (Y prediksi Y sesungguhny. yang telah di-studentize. Dasar analisis yaitu: . Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur . ergelombang, melebar kemudian meyempi. , maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik Rian Fitra Apriandi * . Haviz Taufik . Eka Julianti Efris Saputri Pengaruh Sistem Pengendalian Akuntansi Terhadap Kinerja Manajerial dengan Menggunakan Ketidakpastian Lingkungan sebagai Variabel Moderating Pada PT Asia Sawit Lestari di Muaro Bungo menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi Setelah data dikumpulkan dan diuji validitas dan reliabilitasnya, maka selanjutnya dilakukan pengujian yang berhubungan dengan model statistik yang akan digunakan dalam pengujian hipotesis. Ada dua teknik analisis data pada penelitian ini yaitu analisis regresi sederhana dan uji interaksi. Pada penelitian ini menggunakan uji interaksi karena pada penelitian ini menggunakan variabel moderating, menurut Ghozali . ada tiga cara menguji regresi dengan variabel moderating yaitu . uji interaksi, . uji selisih mutlak, dan . uji Pada penelitian ini peneliti menggunakan uji interaksi. HASIL DAN PEMBAHASAN Sistem Pengendalian Akuntansi Terhadap Kinerja Manajerial Dasar pengambilan keputusan untuk menentukan H0 dan Ha yang diterima adalah dengan kriteria sebagai berikut : H0 diterima apabila : Sig t > Ha diterima apabila : Sig t < Dapat dijelaskan bahwa pengujian hipotesis 1, koefisien regresi variabel sistem pengendalian akuntansi (X. , nilai t variabel sistem pengendalian akuntansi (X. adalah sebesar 4. 510 berarah positif. Level signifikansi variabel sistem pengendalian akuntansi (X. adalah sebesar 0,001 (< 0,. Dengan demikian H0 ditolak dan menerima Dari hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa secara parsial sistem pengendalian akuntansi berpengaruh terhadap kinerja manajreial. Hal tersebut berarti bahwa semakin baik sistem pengendalian akuntansi suatu perusahaan maka akan menghasilkan kinerja manajerial yang lebih baik pula. Ketidakpastian Lingkungan Memoderasi Sistem Pengendalian Akuntansi Dengan Kinerja Manajerial Dasar pengambilan keputusan untuk menentukan H0 dan Ha yang diterima adalah dengan kriteria H0 diterima apabila : Sig t > dan Ha diterima apabila : Sig t < . Dapat dijelaskan bahwa pengujian hipotesis 2, koefisien regresi variabel interaksi antara sistem pengendalian akuntansi dan ketidakpastian lingkungan (X1_X. , nilai t variabel interaksi antara sistem pengendalian akuntansi dan ketidakpastian lingkungan (X1_X. adalah sebesar 0,543 berarah positif. Level signifikansi variabel interaksi antara sistem pengendalian akuntansi dan ketidakpastian lingkungan (X1_X. adalah sebesar 0,598 (>0,. Dengan demikian H0 diterima dan menolak Dari hasil tersebut dapat dinyatakan bahwa secara parsial interaksi antara sistem pengendalian akuntansi dan ketidakpastian lingkungan tidak berpengaruh terhadap kinerja KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan maka kesimpulan dari penelitian ini adalah: . Terdapat pengaruh yang positif dari variabel sistem Rian Fitra Apriandi * . Haviz Taufik . Eka Julianti Efris Saputri Pengaruh Sistem Pengendalian Akuntansi Terhadap Kinerja Manajerial dengan Menggunakan Ketidakpastian Lingkungan sebagai Variabel Moderating Pada PT Asia Sawit Lestari di Muaro Bungo pengendalian akuntansi terhadap kinerja manajerial pada PT Asia Sawit Lestari, hal tersebut berarti bahwa semakin baik sistem pengendalian yang diterapkan pada suatu perusahaan maka akan menghasilkan kinerja manajerial yang baik . Ketidakpastian lingkungan yang dimana dalam hal ini sebagai variabel moderasi tidak dapat mempengaruhi variabel sistem pengendalian akuntansi terhadap kinerja manajerial dengan kata lain ketidakpastian lingkungan tidak bisa menjalankan perannya sebagai variabel moderasi yang tidak mempengaruhi sistem pengendalian akuntansi terhadap kinerja manajerial. Keterbatasan pada penelitian ini tidak terlepas dari keterbatasan dan Beberapa keterbatasan ini diharapkan dapat diatasi pada penelitian berikutnya, keterbatasan-keterbatasan itu antara lain: . Data penelitian yang berasal dari jawaban responden yang disampaikan secara tertulis dengan bentuk instrumen kuesioner mungkin mempengaruhi validitas hasil. Jawaban responden secara tertulis belum tentu mencerminkan keadaan yang sebenarnya dan akan berbeda jika data diperoleh dengan wawancara. Jangka waktu penelitian dan pengamatan yang relatif singkat dengan waktu lebih kurang 1 bulan. Penelitian ini menggunakan sampel yang relatif sedikit yaitu hanya 10 anggota serta hanya menilai berdasarkan persepsi manajer atau setingkat manajer tidak dari persepsi seluruh karyawan yang ada pada PT Asia Sawit Lestari. Saran yang dapat dikemukakan untuk perbaikan penelitian yang akan datang antara lain. Berdasarkan hasil penelitian dan keterbatasan yang ada pada penelitian ini, perlu dilakukan penelitian berkelanjutan dengan menggunakan berbagai faktor kondisional yang menjadi pendekatan kontinjensi lain, baik yang berperan sebagai variabel moderating maupun intervening karena diduga berpengaruh terhadap kinerja manajerial, seperi motivasi, sistem reward, lingkungan kerja dan lainnya. Agar hasil penelitian berikutnya lebih baik, hendaknya peneliti berikutnya melakukan juga wawancara diluar kuesioner yang . Bagi para peneliti lain yang berminat mengkaji ulang penelitian ini sebaiknya dapat melakukannya di beberapa daerah/kota sehingga diperoleh responden atau sampel yang lebih banyak, sedemikian rupa generalisasi hasil penelitian akan lebih baik DAFTAR PUSTAKA