Jurnal Al-Abyadh Volume 7. No 1. Juni 2024 . ANALISIS POLA ASUH ORANG TUA DALAM KELUARGA BROKEN HOME TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI Putri Sabrina Artamevia. Fitrah Zahro Pangesti. Putri Sobiyati. Mayola Sapitri. Masyunita Siregar Prodi PAUD. Universitas Jambi putriartamevia0911@gmail. com, fitrahzahra7@gmail. com, putrisobiyati16@gmail. mayolasptr@gmail. com, masyunitas@unja. Abstrak Anak-anak tidak selalu terkena dampak negatif dari dampak keluarga broken home. Namun, sebagian besar anak sering memiliki pemikiran negatif, seperti: suka marah-marah, emosian, seolah-olah kesepian, dan selalu berpikiran untuk menyalahkan dirinya sendiri, merasa dihantui oleh rasa takut, dan mudah terpengaruh oleh lingkungan negatif, tapi sebagian dari mereka memiliki perilaku buruk karena hal itu tergantung pola asuh orang tua. Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian kuantitatif dengan pendekatan penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen angket tema penelitian Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah orang tua yang ada di Provinsi Jambi yaitu Guru TK Aldha Novita dan KB Putri Cipiring yang ada di Provinsi Jambi. Sampel terdiri dari 10 orang tua. Hasil pembahasan Pada pola asuh demokratis. Pada pernyataan pertama mengenai orang tua membebaskan anak memilih permainannya sendiri membuat anak mandiri, sebanyak . %) responden menyatakan setuju. Pada pernyataan kedua mengenai berkomunikasi yang terbuka kepada anak membuat anak jujur dalam hal apapun, sebanyak . %) responden menyatakan setuju. Pada pernyataan ketiga mengenai orang tua mendorong anak untuk bertanggung jawab atas pilihannya, sebanyak . %) responden menyatakan setuju. Dari hasil analisi data dapat disimpulkan bahwa Responden paling banyak menerapkan pola asuh orang tua demokratis pada anak dalam keluarga broken hometerhadap perkembangan sosial emosional, pada pola asuh demokratis ini anak dapat bebas berpendapat, membuat keputusan dan menjalin hubungan yang baik serta terbuka kepada orang tua dan slalu menjaga agar hubungan kelurga tetap harmons antara orang tua dan anak. Kata kunci: pola asuh, broken home ANALYSIS OF PARENTING PARENTS IN BROKEN HOME FAMILIES ON SOCIAL EMOTIONAL DEVELOPMENT IN EARLY CHILDREN Putri Sabrina Artamevia. Fitrah Zahro Pangesti. Putri Sobiyati. Mayola Sapitri. Masyunita Siregar Prodi PAUD. Universitas Jambi putriartamevia0911@gmail. com, fitrahzahra7@gmail. com, putrisobiyati16@gmail. mayolasptr@gmail. com, masyunitas@unja. Abstract Children are not always negatively affected by the impact of a broken home. However, most children often have negative thoughts, such as: angry, emotional, as if lonely, and always think of blaming themselves, feel haunted by fear, and are easily affected by a negative environment, but some of them have bad behavior because it depends on parenting parents. This research is part of a quantitative research with a descriptive research approach. Data collection was carried out using a research theme The population used in this study were parents in Jambi Province, namely Kindergarten teachers Aldha Novita and KB Putri Cipiring in Jambi Province. The sample consists of 10 parents. The results of the discussion on democratic parenting, in the first statement regarding parents letting children choose their own games to make children independent, as many . %) of respondents agreed. In the second statement regarding open communication with children making children honest in any case, as many as . %) of respondents agreed. In the third statement regarding parents encouraging children to be responsible for their choices, as many as . %) of respondents agreed. From the results from the analysis of the data, it can be concluded that most respondents apply democratic parenting to children in broken home families on social-emotional development. In this democratic parenting, children can Jurnal Al-Abyadh p-ISSN: 2620-7265 e-ISSN: 2775-7080 20 Oe Jurnal Al-Abyadh freely express opinions, make decisions and establish good and open relationships with parents and always look after them. Family relations remain harmonious between parents and children. Keywords: parenting, broken home Jurnal Al-Abyadh Volume 7. No 1. Juni 2024 Analisis Pola Asuh Orang Tua dalam Keluarga . Oe Putri Sabrina Artamevia. Fitrah Zahro Pangesti, dkk Pendahuluan Pendidikan yang tidak selalu bergantung pada orang tua penting pada setiap diri individu, karena . Pola Asuh Permisif generasi yang dihasilkan melalui pendidikan Pola asuh permisif ditandai dengan bisa lebih baik dari generasi sebelumnya. Ini Mengasuh dapat diamati dalam berbagai cara, termasuk Anak-anak diberi kebebasan pengetahuan yang diperoleh dan pendidikan seluas mungkin untuk melakukan apa yang moral yang digunakan. Pemerintah, sekolah, mereka suka karena mereka diperlakukan masyarakat, dan keluarga semua berbagi sebagai orang dewasa atau sebagai bayi. tanggung jawab untuk pendidikan. Tidak hanya sekolah dan perguruan tinggi. Dalam Husnatul Jannah Maccoby menyebut Kegiatan orang tua Pola Asuh adalah tindakan orang tua dalam membimbing, mengasuh, mendidik, dan merawat anaknya yang masih kecil dan mendidik, dan mengasuh anak-anak muda belum dewasa disebut sebagai pola asuh. dan belum dewasa serta mempengaruhi Kegiatan tersebut berpotensi mempengaruhi potensi genetik anak untuk menjadi orang potensi genetik anak untuk berkembang dewasa yang mandiri di masa depan. menjadi orang dewasa yang mandiri di masa Pola asuh melibatkan interaksi Menurut Hourlock . alam Thoha, orangtua-anak. Perilaku, nilai, minat, dan 1996 : 111-. mengemukakan ada tiga sikap orang tua untuk mendidik dan jenis pola asuh orang tua terhadap anaknya, diekspresikan selama interaksi ini. Dari para . Pola Asuh Otoriter ahli tersebut dapat kita simpulkan bahwa Pola asuh otoriter sering ditandai dengan aturan ketat yang mengharuskan bermacam-macam. interaksi antara orang anak berperilaku seperti orang tua mereka tua dan anak, sikap terhadap anak, dan dan membatasi kemampuan mereka untuk praktik pengasuhan. membuat keputusan sendiri. Pola Asuh Demokratis Menurut Helmawati . , setiap Pola asuh demokratis ditandai dengan orang memiliki keluarga, dan sebuah Orang tua mengenali kemampuan anak-anak keluarga lengkap ketika memiliki ayah, ibu, mereka dan memberi mereka kesempatan dan anak. Disebut sebagai keluarga yang tidak lengkap atau pecah jika tidak ada lagi Jurnal Al-Abyadh Volume 7. No 1. Juni 2024 Analisis Pola Asuh Orang Tua dalam Keluarga . Oe Putri Sabrina Artamevia. Fitrah Zahro Pangesti, dkk yang tersisa dalam keluarga, seperti ayah. Beberapa individu melakukannya. akibat perpisahan atau perceraian. sesuai dengan pola asuh. Penulis studi, "Parenting in family with broken home: Keadaan keluarga yang tidak bahagia Perkembangan Sosial-Emosional Selama dan tidak berfungsi sebagai keluarga yang Anak Usia Dini," berniat untuk melakukan penelitian tambahan di masa mendatang. AuBroken HomeAy. Hal Metode Penelitian permusuhan yang dapat mengakibatkan Penelitian pertengkaran bahkan perceraian. Anak-anak sangat terpengaruh (Cholid N. Ardila, 2. Dari Sugiseno (Hamam Burhanuddin dan Muhaiminatut Thihiro, 2. Dalam menganalisa masalah pada dikumpulkan dengan menggunakan alat anak broken home. Peneliti menganalisis Analisis data adalah jenis analisis kuantitatif atau statistik yang digunakan lingkungan pendidikan dan lingkungan untuk menguji hipotesis. Metode dan Karena keduanya terkadang pendekatan deskriptif digunakan untuk bisa bertolak belakang dalam artian Anda menjelaskan atau menganalisis temuan memiliki lingkungan sosial yang baik tetapi penelitian, tetapi tidak untuk menarik lingkungan pendidikan yang buruk, atau kesimpulan yang lebih umum. Namun. Data Tanpa membandingkan salah satu kemungkinan bahwa anak-anak di kedua lingkungannya tersebut memiliki karakter menghubungkannya dengan variabel lain, baik atau buruk yang sama. studi deskriptif dilakukan untuk memastikan Broken home tidak selalu berdampak nilai variabel independen. (Sugiyono, 2016: buruk bagi anak. Pikiran seperti: Jengkel, emosional, kesepian, selalu menyalahkan diri sendiri, terobsesi dengan kecemasan. Tujuan utama dari analisis dan rentan terhadap lingkungan yang tidak adalah untuk memberikan penjelasan dan menguntungkan, beberapa di antaranya gambaran ilustrasi dan ringkasan untuk dapat menyebabkan perselingkuhan, adalah hal yang umum terjadi pada kebanyakan variabel dan keterkaitannya. (Tashakkori & Studi Jurnal Al-Abyadh Volume 7. No 1. Juni 2024 Analisis Pola Asuh Orang Tua dalam Keluarga . Oe Putri Sabrina Artamevia. Fitrah Zahro Pangesti, dkk Teddlie, 2010: . Metode penelitian kuantitatif, sebagaimana dikemukakan oleh Sugiyono . 6: . Dengan kata lain, teknik Apakah anda pernah pengumpulan data berdasarkan filosofi melarang anak anda positivis dan digunakan untuk mempelajari untuk bermain diluar populasi atau sampel tertentu. rumah bersama teman Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah orang tua yang ada di Apakah anda pernah Provinsi Jambi yaitu Guru TK Aldha Novita dan KB Putri Cipiring yang ada di Provinsi anda secara fisik ? Jambi. Sampel terdiri dari 10 orang tua dari 2 TK yang ada di Provinsi Jambi dengan Permisif Apakah Anda sering Kuesioner dan angket digunakan Anda melakukan apa sebagai sarana untuk melakukannya. Pengumpulan data dilakukan dengan Apakah anda pernah membandingkan anak penelitian tentang pengasuhan anak dalam anda dengan anak lain menjadikan anak tidak Tujuan sosio-emosional percaya diri ? Terdapat 10 butir pertanyaan dimana isi Apakah anda terlalu dikonfirmasikan pada tabel. Mengekang Pola Asuh Butir Pertanyaan Otoriter Apakah termasuk orang tua . elalu masalahnya sendiri ? Demokratis 1. mendidik anak anda? Apakah anda pernah permainannya sendiri Jurnal Al-Abyadh Volume 7. No 1. Juni 2024 Analisis Pola Asuh Orang Tua dalam Keluarga . Oe Putri Sabrina Artamevia. Fitrah Zahro Pangesti, dkk Apakah dalam mendidik anak. Menurut pendapat Mayesty dalam Sujiono . Anak- terbuka kepada anak anak pada dasarnya kreatif, menjelajahi dunia dengan ide-ide cemerlang sambil dalam hal apapun ? memanfaatkan apa yang alami dan primitif. Oleh karena itu, orang tua harus lebih memperhatikan anaknya, memberi mereka Apakah jawab atas pilihannya mengekspresikan diri, bermain dengan tanah mencoret-coret dinding, memberi mereka Hasil Penelitian dan Pembahasan Pada bagian hasil dan pembahasan peniliti merayakan aktivitas anaknya. (Sulastri & menganilisis dan mengklasifikasi satu per Ahmad Tarmizi, 2. satu hasil kuisioner yang dilakukan terhadap Pada pernyataan kedua mengenai 10 orang tua di TK Alda Novita dan KB memaksa anak melakukan sesuatu yang Putri Cipiring terkait pola asuh orang tua dalam keluarga broken home. Berikut adalah responden menyatakan bahwa tidak pernah data sekolah yang menjawab kuisioner memaksa anak melakukan hal yang orang tua mau yang tidak disukai anak. Menurut Nama Sekolah . %) Jumlah Hasnida . 4:104-. Apakah orang tua Orang Tua membiarkan anak-anak mereka melakukan TK Alda Novita apa pun yang mereka inginkan? Orang tua KB Putri Cipiring meniru anak-anak mereka atau acuh, itulah sebabnya hal ini terjadi. Anak-anak yang Penjelasan kuisioner tentang pola asuh diabaikan mengalami harga diri yang otoriter sebagai berikut : rendah, rasa tidak diinginkan, dan tidak Otoriter adanya penghargaan bagiapenting dari orang ( et al. , 2. Pada pernyataan pertama mengenai orang tua yang keras . elalu membatas. dalam mendidik anak, sebanyak . %) responden menyatakan tidak. orang tua yang keras . elalu membatas. Pada larangan anak bermain dengan teman sebayanya di luar rumah, jumlah responden yang sama menjawab tidak pernah melarang anak bermain dengan teman sebayanya di Jurnal Al-Abyadh Volume 7. No 1. Juni 2024 Analisis Pola Asuh Orang Tua dalam Keluarga . Oe Putri Sabrina Artamevia. Fitrah Zahro Pangesti, dkk luar rumah . %). Karena membatasi anak dalam segala hal yang dilakukan. kemampuan mereka untuk membentuk Meskipun memiliki beberapa anak, pola pendapat dan keputusan mereka sendiri, asuh permisif yang tidak memiliki disiplin pendekatan pengasuhan ini sebenarnya yang ketat dan cinta yang berlebihan buruk bagi anak-anak. Anak-anak akibatnya merampas otoritas orang tua. Terlalu sering menunjukkan perilaku buruk karena mereka pasif dan menekan semua keinginan (Karya, 2. perasaan atas kehidupan anak sendiri. (P. Pada pernyataan keempat mengenai anak-anak. Sari et al. , 2. orang tua menghukum anak secara fisik. Pada pernyataan kedua mengenai sebanyak . %) responden menyatakan . Menurut Suyanto . Perkembangan anak dapat dipengaruhi secara negatif oleh Berbagai jenis kekerasan dalam rumah tangga terhadap anak sering terjadi. menghadapi masalahnya sendiri. Dengan Kebanyakan orang tua tidak menyadari memuji dan mendorong anak mandiri, orang tua dapat menanamkan sikap positif dan kekuatan fisik. Untuk menenangkan anak memberikan kesempatan kepada mereka yang pemarah, orang tua mungkin bermain untuk melakukan berbagai hal secara mandiri tanpa merasa terbebani. Menjadi dimotivasi oleh faktor yang lebih egois, mandiri sebagai seorang anak memang sulit seperti malu menyaksikan kemarahan atau dan membutuhkan pembelajaran sejak dini. khawatir bahwa orang tua tidak mengasuh Karena kemandirian seorang anak akan anak dengan benar. (Margareta & Jaya, mempengaruhi kehidupannya di kemudian (D. Sari & Rasyidah, 2. Perilaku Permisif Penjelasan kuisioner tentang pola asuh permisif sebagai berikut : Pada pernyataan pertama mengenai sering membiarkan anak melakukan apa pun yang mereka inginkan sebanyak . %) menyatakan memberi kebebasan kepada . %) . Pada pernyataan ketiga mengenai orang tua membandingkan anak dengan orang lain menjadikan anak tidak percaya . membandingkan anak dengan orang lain membuat anak tidak percaya diri. Menurut Putri dna Haendriyani . Konflik antara Jurnal Al-Abyadh Volume 7. No 1. Juni 2024 Analisis Pola Asuh Orang Tua dalam Keluarga . Oe Putri Sabrina Artamevia. Fitrah Zahro Pangesti, dkk saudara kandung dapat timbul dari rasa takut dan memutuskan apa yang terbaik untuk kehilangan cinta atau perhatian orang tua, (Arumsari, 2. membahayakan kemampuan adaptasi sosial berkomunikasi yang terbuka kepada anak membuat anak jujur dalam hal apapun. Pengetahuan ini sangat penting tidak hanya sebanyak . %) responden menyatakan untuk perkembangan anak Anda, tetapi juga setuju bahwa berkomunikasi yang terbuka untuk kesehatan mental dan emosional kepada anak membuat anak jujur dalam hal (Marhamah & Fidesrinur, 2. Orang tua menekankan kejujuran Oleh Pada pernyataan kedua mengenai Demokratif dengan anak-anak mereka di rumah untuk Penjelasan kuisioner tentang pola asuh mencari kebenaran dalam kehidupan. Sulit demokratis sebagai berikut : Pada pernyataan pertama mengenai orang tua membebaskan anak memilih membantu mereka memahami pentingnya . %) menyatakan setuju membebaskan anak memilih permainannya sendiri membuay untuk menilai dengan jujur, tetapi orang tua pendidikan demokratis adalah anak yang mandiri, disiplin, percaya diri, sukses secara masalah, ingin tahu tentang hal-hal baru, dan terbuka terhadap orang lain. dapat bekerja dengan orang-orang Itu berubah menjadi Anak-anak yang patuh mengikuti perintah orang tua mereka dan didorong untuk berhasil. Orang tua memuji dan memuji anak-anak mereka atas perilaku yang baik. Selain itu, anak diberi kebebasan untuk mengambil semua keputusan sendiri anak-anak mengatakan hal-hal seperti, "Jika kamu jujur, kamu akan berhasil. Jika tidak, kamu (Sutriyanti, 2. Pada pernyataan ketiga mengenai anak mandiri. Menurut Mutaqqin (Fadillah , 2. Anak yang dibesarkan dalam sebanyak . %) responden menyatakan setuju bahwa mendorong anak untuk bertanggung jawab atas pilihannya. Orang tua mendorong anak-anak mereka untuk kepemimpinan mereka yang lebih tinggi. Anak memiliki hak untuk mengendalikan diri sebagai individu agar dapat berkembang terhalang oleh kritik dari orang tuanya. (P. Sari et al. , 2. Jurnal Al-Abyadh Volume 7. No 1. Juni 2024 Analisis Pola Asuh Orang Tua dalam Keluarga . Oe Putri Sabrina Artamevia. Fitrah Zahro Pangesti, dkk Simpulan dan Saran sebanyak . %) responden menyatakan Hasil penelitian di atas menunjukan bahwa tidak. bahwa Pada Pola Asuh Otoriter Pada Pada pola asuh demokratis. Pada pernyataan pertama mengenai orang tua pernyataan pertama mengenai orang tua yang keras . elalu membatas. dalam membebaskan anak memilih permainannya mendidik anak, sebanyak . %) responden sendiri membuat anak mandiri, sebanyak menyatakan tidakdan . %) menyatakan ya. %) responden menyatakan setuju. Pada Pada pernyataan kedua mengenai memaksa pernyataan kedua mengenai berkomunikasi anak melakukan hal yang orang tua mau yang terbuka kepada anak membuat anak yang tidak disukai anak, sebanyak . %) jujur dalam hal apapun, sebanyak . %) responden menyatakan bahwa tidak. Pada pendapat ketiga tentang larangan anak Pada pernyataan ketiga mengenai orang tua bermain dengan teman sebayanya di luar mendorong anak untuk bertanggung jawab atas pilihannya, sebanyak . %) responden sebanyak. %) menyatakan setuju. %) menyatakan ya. Pada Dari pernyataan keempat mengenai orang tua menghukum anak secara fisik, sebanyak banyak menerapkan pola asuh orang tua . %) responden menyatakan tidak. demokratis dalam keluarga broken home. Pada pola asuh permisif. Pada Pada pola asuh demokrtis ini anak dapat pernyataan pertama mengenai orang tua bebas berpendapat, membuat keputusan dan sering memberikan kebebasan kepada anak menjalin hubungan yang baik serta terbuka dalam segala hal yang anak lakukan, kepada orang tua dan orang tua slalu sebanyak . %) tidak dan . %) ya. Pada menjaga agar hubungan kelurga tetap pernyataan kedua mengenai orang tua terlalu harmons antara orang tua dan anak. menghadapi masalahnya sendiri, sebanyak Saran . %) responden menyatakan tidak dan Diharapkan penelitian ini dapat . %) responden menyatakan ya. Pada menggali lebih dalam teori dan materi yang pernyataan ketiga mengenai orang tua dipelajari, mengembangkan lebih lanjut dan membandingkan anak dengan orang lain menyempurnakannya, dan nantinya dapat penelitian lainnya. Jurnal Al-Abyadh Volume 7. No 1. Juni 2024 Analisis Pola Asuh Orang Tua dalam Keluarga . Putri Sabrina Artamevia. Fitrah Zahro Pangesti, dkk DAFTAR PUSTAKA