Pengaruh Perputaran Kas terhadap Likuiditas Perusahaan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia LOLYTA PERMATA Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Riau (UIR) Jl. Kaharuddin Nasution No. 113 Perhentian Marpoyan Pekanbaru 28284 e-mail: lolytapermata@gmail. Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh perputaran kas terhadap likuiditas perusahaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Likuiditas yang dimaksud dalam penelitian ini adalah quick ratio. Variabel yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari perputaran kas sebagai variabel bebas dan likuiditas sebagai variabel terikat. Populasi penelitian ini adalah perusahaan perdagangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2006 sampai dengan 2008 dan jumlah sampel dari penelitian adalah 19 perusahaan. Analisis yang digunakan pada peneltian adalah anlisis regresi sederhana dengan pengujian hipotesis menggunakan uji-t. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perputaran kas pengaruh secara signifikan terhadap likuiditas perusahaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia. Pengaruh perputaran kas terhadap variasi likuiditas perusahaan sebesar 7,7% sedangkan sisanya sebesar 92,3% ditentukan oleh faktor lain yang tidak diungkapkan dalam penelitian ini. Kata kunci: Perputaran Kas. Quick Ratio. Likuiditas. PENDAHULUAN Setiap manusia yang diciptakan oleh Allah SWT adalah untuk kepada-Nya. Hal ini sesuai dengan firman Allah AuDan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-KuAAy (QS. Adz-Dzariyyt, 51: Berdasarkan ayat tersebut manusia diciptakan semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT. Dalam rangka menjalankan Ibadah manusia mempunyai kebutuhan jasmani untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Namun dalam memenuhi kebutuhan hidupnya manusia harus bertujuan memperoleh falyh . edamaian dan kesejahteraan dunia dan akhira. Kebutuhan jasmani yang harus dipe- nuhi tersebut dapat berupa sandang, pangan dan papan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut manusia harus dapat membuat sendiri barang yang mereka butuhkan atau dikenal dengan istilah produksi. Allah berfirman: AuDan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kamu. padanya ada . yang menghangatkan dan berbagai-bagai manfaat, dan sebagiannya kamu makan. Ay (QS. An-Nahl, 16:. AuDia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman. zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahanAAy (QS. An-Nahl, 16:. AuDan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan kecukupan. Ay (QS. An-Najm, 53:. Produksi dalam pengertian perspektif Islam yang Jurnal Al-hikmah Vol. No. April 2011 ISSN 1412-5382 33 dikemukan oleh Qutub Abdus Salam Duaib adalah usaha mengeksploitasi sumbersumber daya agar menghasilkan manfaat ekonomi (Efendi, 2003:. Hal ini mengindikasikan bahwa manusia hanya mampu membuat kombinasi-kombinasi baru dari unsur-unsur lama yang tersedia di alam dengan kata lain dalam mem-produksi sesuatu barang maka diperlukan faktorfaktor produksi. Dengan faktor-faktor produksi yang telah disediakan Allah swt berupa alam, tenaga kerja, ke-ahlian dan modal maka manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya Namun pada kenyataanya tidak semua orang mampu memproduksi barang untuk memenuhi kebutuhannya karena tidak semua mempunyai faktor-faktor produksi tersebut dan semakin beragamnya Bagi mereka yang tidak mampu memproduksi maka mereka dapat membeli dari orang-orang yang menjual hasil produksi mereka. Kegiatan membeli dari orang-orang yang menjual barang disebut dengan istilah AuperdaganganAy. Kegiatan perdagangan atau usaha dagang merupakan kegiatan ekonomi yang telah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Beliau telah melakukan transaksitransaksi perdagangannya dengan cara jujur, adil dan tidak pernah membuat pelanggannya mengeluh atau kecewa. Karena pengalaman beliau dalam berdagang dan reputasi yang terkenal sebagai pedagang yang terpercaya dan jujur maka beliau memperoleh banyak kesempatan berdagang dengan modal orang lain (Afzalurrahman, 1997:. Seiring dengan perkembangan zaman, usaha dagang saat ini tidak hanya dijalankan secara individu tetapi juga dijalankan oleh perusahaan. Perusahaan dapat mempunyai bentuk antara lain: bentuk perseorangan, bentuk firma dan bentuk Perseroan Terbatas. Bentuk perusahaan perseorangan yaitu pemilik perusahaan mempunyai tanggung jawab penuh atas aktiva dan utang yang dimiliki oleh perusahaan sedangkan laba dinikmati sendiri tetapi rugi juga ditanggung sendiri. Bentuk perusahaan firma yaitu sebuah asosiasi yang terdiri dari dua orang atau lebih yang bersama-sama memiliki suatu perusahaan dengan tujuan untuk mencari Bentuk preusan Perseroan Terbatas (PT) yaitu asosiasi pemegang saham yang didirikan berdasarkan hukum dan dianggap sebagai badan hukum yang terpisah dari pemiliknya (Halim & Sarwoko, 2010:10-. Perusahaan yang terdiri dari orangorang yang setiap hari melaksana-kan transaksi-transaksi ekonomi. Supaya semua kegiatan itu teratur maka perlu dilakukan suatu pencatatan. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat alBaqarah ayat 282, yang artinya: AuHai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hedaklah kamu Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya, sebagaimana Allah telah mengajarkannyay. Menurut tafsir dari Imam AthTabyri . alam Laksana, et. ), 2010: : AuAllah memerintahkan kepada orang yang berhutang dan berpiutang agar menuliskan hutang di buku catatan hutang masing-masing dan agar menuliskannya dengan cara yang adil. Dan perintah Allah SWT ini bersifat fardhu, kecuali jika ada dalil yang menyebutkan bahwa hal tersebut bersifat anjuran saja. Sedangkan ayat lain yang berbunyi AuAkan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lainAy berlaku di saat tidak ada kesempatan untuk menulis atau pergi ke pencatat hutang. Namun jika ada kesempatan untuk menulis atau ada pencatat hutang, maka hukumnya wajib. Sebagaimana firman-Nya AuDan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benarAy. Berdasarkan tafsir di atas dapat diketahui bahwa apabila bermua- Jurnal Al-hikmah Vol. No. April 2011 ISSN 1412-5382 34 malah, misalnya jual beli yang dilakukan perorangan atau perusahaan Aeyang di dalamnya terdapat kumpulan dari orang yang melakukan transaksiAe tidak secara tunai maka dianjurkan untuk mencatatnya. Pencatatan yang saat ini dikenal dengan istilah akuntansi yang berarti suatu proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan dan penganalisaan data keuangan suatu organisasi (Jusup, 2005:. Dengan melaksanakan akuntansi maka akan menghasilkan informasi keuangan yang akan digunakan dalam pengambilan keputusan intern organisasi . ihak manejeme. dan juga untuk pengambilan keputusan oleh pihak ekstern organisasi . nvestor, pemegang saham, pemerintah, dl. Informasi ke-uangan ini berbentuk laporan keuangan yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan Laporan keuangan Perseroan Terbatas yang bergerak di bidang perdagangan terdiri dari laporan laba rugi . ncome statemen. , laporan laba ditahan . arnings retaine. dan neraca . alance Selain itu setiap perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya tidak terlepas dari tujuan utamanya yaitu untuk memperoleh laba dan kelangsungan hidup perusahaan . oing concer. Kelangsungan hidup perusahaan dipengaruhi oleh banyak hal antara lain likuiditas perusahaan itu sendiri. Likuiditas . mengacu pada kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya (Wild, et. , 2005:. Dengan demikian likuiditas merupakan indikator kemampuan perusahaan untuk membayar atau melunasi kewajiban-kewajiban finansialnya pada saat jatuh tempo dengan mempergunakan aktiva lancar yang tersedia. Ada dua ukuran untuk melihat kondisi likuiditas perusahaan yaitu current ratio . asio lanca. dan quick ratio . asio Rasio ini menunjukkan se-jauh mana aktiva lancar menutupi ke-wajibankewajiban lancar yang dimiliki perusahaan Semakin besar per-bandingan aktiva lancar dengan kewajiban lancar maka semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya. Unsur aktiva lancar ini terdiri dari kas, piutang dan persediaan. Asti Lamriana Sianturi . menjelaskan bahwa perputaran persediaan berpenga-ruh secara signifikan terhadap likuiditas perusahaan. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa perputaran persediaan berpengaruh signifikan terhadap likuiditas perusahaan. Pengaruh perpu-taran persediaan terhadap variasi likuidi-tas hanya sebesar 3,5% sedangkan sisanya 96,5% ditentukan oleh faktor lain. Dalam penelitian tersebut yang dibahas adalah perputaran persediaan. Sedangkan untuk melihat likuiditas tidak hanya dari perpu-taran persediaan saja tetapi juga dapat dilihat dari perputaran kas. Kas merupakan aktiva yang paling likuid yang dapat digunakan perusahaan untuk membiayai aktivitasnya sehari-hari termasuk membayar kewajiban lancarnya. Berdasarkan penjelasan di atas maka penulis tertarik untuk meneliti hubungan antara perputaran kas terhadap likuiditas dengan menjadikan perusahaan perdagangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai objek penelitian yang berjudul AyPengaruh Perputaran Kas terhadap Likuiditas Perusahaan Perdagangan di Bursa Efek IndonesiaAy. KONSEP TEORI Perputaran Kas Kas adalah uang tunai dan seluruh benda dan sumber-sumber lainnya yang segera tersedia untuk memenuhi kewajiban (Halim & Sarwoko, 2010:. Termasuk dalam pengertian benda dan sumber-sumber lainnya antara lain sim- Jurnal Al-hikmah Vol. No. April 2011 ISSN 1412-5382 35 panan dalam bentuk giro di bank dan surat-surat berharaga. Selain itu kas merupakan salah satu bagian dari aktiva yang memiliki sifat paling lancar dan paling mudah berpindah tangan dalam suatu transaksi (Martono & Harjito, 2004:. Transaksi tersebut misalnya pembayaran gaji atau upah pekerja, pembelian aktiva tetap, pembayaran hutang, pembayaran dividen dan transaksi lain yang diperlukan Kas merupakan aktiva yang tidak dapat menghasilkan laba secara langsung dalam operasi perusahaan. Oleh karena itu perlu dilakukan usaha pengelolaan kas yang efektif dan efisien sehingga pemanfaatan kas tersebut dapat optimal. Pada dasarnya, perusahaan akan membutuhkan/menyimpan uang kas dengan tiga tujuan. Pertama, kebutuhan kas untuk transaksi. Kebutuhan kas untuk transaksi ini diperlukan dalam pelaksanaan operasi perusahaan. Kegiatan perusahaan sehari-hari seperti pembayaran gaji atau upah, pembelian bahan baku, biaya penjualan, biaya administrasi dan kantor. Pembelian aktiva dan kegiatan lain merupakan kegiatan transaksi perusahaan yang pengeluaran kasnya direncana-kan untuk jangka panjang. Kedua, kebutuhan kas untuk berjaga-jaga. Kebutuhan kas untuk berjaga-jaga ini dimaksudkan untuk mengantisipasi aliran kas masuk dan kas keluar yang tidak kontiniu dan sulit Pengeluaran yang tiba-tiba muncul dan harus dibayar perusahaan akan menyulitkan perusahaan apabila tidak memiliki cadangan kas yang cukup. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengalokasikan kasnya dalam rangka untuk berjaga-jaga apabila ada pengeluaran yang belum diprediksi sebelumnya. Ketiga, kebutuahan kas untuk berspekulasi. Kebutuhan kas untuk berspekulasi dimaksudkan agar perusahaan dapat memanfaatkan kesempatan apabila ada barang yang dapat dibeli secara lebih murah. Perusahaan misalnya berspekulasi dalam pembelian bahan mentah yang jumlahnya melebihi kebutuhan. Hal ini karena menurut prediksi akan naik secara signifikan di masa yang akan datang. Untuk mengurangi risiko kenaikan harga tersebut, maka perusahaan dapat membelinya saat ini, dengan sendirinya harus dipertimbangkan biaya-biaya yang muncul akibat penyim-panan barang tersebut dan risiko keru-sakannya. Sedangkan perputaran kas adalah berputarnya kas menjadi kas kembali. Jika kas berputar satu kali berarti sejak kas tersebut digunakan untuk proses produksi . arang atau jas. dan akhirnya menjadi kas kembali. Semakin sering kas berputar maka rasio ini akan semakin tinggi. Rasio ini dihitung sebagai berikut (Martono & Harjito, 2004:. Penjualan Rata-rata Kas Perputaran Kas = Sedangkan untuk menghitung rata-rata kas adalah sebagai berikut. Rata-rata Kas = Kas awal Kas akhir Likuiditas Likuiditas . mengacu pada kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya (Wild et al, 2005:. Rasio-rasio yang biasa digunakan untuk mengukur likuiditas yaitu current ratio . asio lanca. dan quick ratio . asio cepa. Current ratio adalah perbandingan antara aktiva lancar dengan hutang lancar sedangkan quick ratio adalah perbandingan aktiva lancar dikurangi persediaan dengan jumlah hutang lancar (Martono & Harjito, 2004:. Persediaan tidak dimasukkan dalam perhitungan quick ratio karena persediaan merupakan unsur aktiva lancar yang paling kecil tingkat likuidutasnya. Rasio-rasio ini dapat dihitung: Current Ratio (CR) = Quick Ratio (CR) = Aktiva Lancar y 100% Hutang Lancar Aktiva Lancar Ae Persediaan y 100% Hutang Lancar Jurnal Al-hikmah Vol. No. April 2011 ISSN 1412-5382 36 Keadaan likuiditas perusahaan dapat diukur dengan menggunakan rasio-rasio likuiditas, dalam penelitian ini rasio yang digunakan yaitu quick ratio. Quick ratio menunjukkan sejauh mana aktiva lancar selain persediaan suatu perusahaan mampu untuk memenuhi kewajiban lancarnya tepat pada waktunya. Kas merupakan salah satu bagian dari aktiva lancar yang paling likuid untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya . ewajiban lanca. Sehingga semakin tinggi perputaran kas berarti semakin tinggi pula tingkat likuiditas perusahaan tersebut. Likuiditas perusahaan yang baik turut berperan dalam operasi perusahaan tersebut. Hal yang menjadi kerangka konseptual penelitian ini adalah perputaran kas (X) dan likuiditas (Y). Berdasarkan latar belakang di atas maka hipotesis dalam penelitian ini adalah perputaran kas berpengaruh secara signifikan terhadap likuiditas perusahaan perdagangan di Bursa Efek Indonesia. METODE Penelitian yang dilakukan menggunakan desain kausal. Desain kausal berguna untuk menganalisis hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya (Umar, 2006:. Variabel terdiri dari variabel bebas . ndependent variabl. dan variabel terikat . ependent variabl. Variabel bebas adalah perputaran kas dan variabel terikat adalah likuiditas perusahaan. Dalam penelitian ini dilihat bagaimana pengaruh perputaran kas terhadap likuiditas perusahaan. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2007:. Sampel adalah bagian dari populasi yang mempunyai ciri-ciri atau keadaan tertentu yang akan diteliti (Riduwan, 2009:. Tehnik pengambilan sampel yaitu menggunakan teknik purposive sampling. Purposive sampling adalah pengambilan sampel dilakukan dengan mengambil sampel dari populasi berdasarkan suatu kriteria tertentu. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini dipilih berdasarkan kriteria sebagai berikut: . Perusahaan yang terdaftar di BEI pada tahun 2006-2008. Perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan periode 2006-2008. Data yang dimiliki perusahaan lengkap dan sesuai dengan variabel yang diteliti. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder adalah data yang diolah bersumber dari perusahaan yang diteliti. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berupa laporan keuangan yaitu neraca, laporan laba rugi perusahaan dan catatan atas laporan keuangan perusahaan dagang yang terdaftar di BEI. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan menggunakan teknik dokumentasi yaitu teknik pengumpulan data dengan cara pengumpulan dan pencatatan, dan laporan-laporan keuangan. Sumber data penelitian adalah data sekunder yang diperoleh dari Indonesian Capital Market Directory (ICMD). Teknik analis data yang digunakan adalan penelitian ini analisis regresi sederhana. Penggunaan analisis regresi sederhana harus bebas dari pengujian asumsi Untuk itu, sebelum dilakukan analisis regresi sederhana harus dilakukan pengujian asumsi klasik terlebih dahulu. Pengujian asumsi klasik pada peneltian ini dilakukan dengan menggunakan uji normalitas. Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data terdistribusi secara normal atau tidak. Uji normalitas yang digunakan adalah uji chi kuadrat . hi Jurnal Al-hikmah Vol. No. April 2011 ISSN 1412-5382 37 Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier Analisis regresi dengan menggunakan software SPSS Versi 17. Persamaan umum regresi linear sederhana dalam penelitian ini adalah (M. Iqbal Hasan: 2008:. : YC a bX Setelah dilakukan analisis regresi maka dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t . -tes. Uji-t . -tes. digunakan untuk menentukan perbedaan signifikansi secara statistik antara nilai rata-rata suatu distribusi sampel dengan parameter populasinya yang bertipe parametrik. Pengujian ini ver-tujuan untuk mengetahui bagaimana variabel bebas mempengaruhi variabel terikat secara signifikan. Tingkat signifikansi penelitian ini adalah 0,05 . %). Kriteria pengujiannya adalah jika p > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak, jika p < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Untuk melihat kuat lemahnya pengaruh antara variabel, maka digunakan analisis korelasi. Analisis korelasi yang digunakan adalah korelasi Pearson Product Moment. Di dalam analisis korelasi terdapat dua parameter yaitu koefisien korelasi dan koefisien determinasi. Koefisien korelasi menentukan bilangan yang digunakan untuk mengukur keeratan . uat, lemah atau tidak ad. hubungan antar variabel. Rumus korelasi Pearson Product Moment adalah sebagai berikut (Riduwan, 2009:. n XY X 2 X 2 . Y 2 HASIL Dari data yang diperoleh diketahui bahwa jumlah perusahaan perdagangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia adalah 24 perusahaan. Sedangkan yang berjumlah 19 perusahaan sehingga sampel penelitian ini berjumlah 19 perusahaan. Penelitian berlangsung selama 3 tahun pengamatan adalah 57 buah. Setelah diperoleh sampel penelitian, maka dari laporan keuangan perusahaan yang menjadi objek penelitian tersebut dapat diketahui perputaran kas dan tingkat likuiditasnya perusahaan selama 3 Likuiditas yang dimaksud di sini adalah quick ratio. Kemudian data diolah menggunakan SPSS versi 17 sehingga diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Uji Normalitas Test Statistics Perputaran Kas Chi-Square Asymp. Sig. Tabel 2. Hasil Analisis Regresi Sederhana Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Sig. Beta (Constan. Perputaran Kas Sedangkan koefisien determinasi ini menjelaskan besarnya pengaruh nilai suatu variabel . ariabel X) terhadap naik turunnya . variabel lainnya . ariabel Y). Koefisien determinasi atau koefisen penentu dihitungkan dengan cara mengkuadratkan nilai dari koefisien Rumusnya adalah sebagai beri2 kut: KP R r 100%. Likuiditas Tabel 3. Hasil Analisi Korelasi Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Sebelum dilakukan analisis regresi terlebih dahulu dilakukan uji normalitas Uji normalitas data yang digunakan pada penelitian ini adalah uji chi-kuadrat. Jurnal Al-hikmah Vol. No. April 2011 ISSN 1412-5382 38 Berdasarkan tabel 1. diketahui bahwa hasil dari uji normalitas diperoleh nilai chi-kuadrat hitung dari variabel perputaran kas sebesar 2,684 . =1,. dan 9,789 . =1,. Nilai signifikan perputaran kas 1,000 lebih besar dari 0,05 berarti varibel perputaran kas berdistribusi normal. Sedangkan nilai signifikan likuiditas 1,000 lebih besar dari 0,05 berarti variabel likuiditas berdistribusi normal. Karena kedua variable berdistribusi normal maka sudah memenuhi syarat untuk dilakukan analisis regresi sederhana. Berdasarkan Tabel 2. diperoleh persamaan regresi sederhana pada penelitian ini adalah YI 2,220 0,10X . Artinya perputaran kas 1 kali akan memberikan tingkat likuiditas sebesar 2,12. Sedangkan berdasarkan Tabel 3. dapat diketahui bagaimana hubungan antara perputaran kas terhadap likuiditas perusahaan. Hubungan antara perputaran kas dengan likuiditas ditunjukkan dengan nilai r sebesar 0,278 merupakan hubungan yang positif yang berarti semakin tinggi tingkat perputaran kas semakin tinggi pula tingkat likuiditasnya, begitu juga sebaliknya semakin rendah tingkat perputaran kas semakin rendah pula tingkat likuiditasnya. Selain itu berdasarkan Tabel dapat diketahui juga nilai ko-efisien Koefisien determina-si ditunjukkan dengan nilai r square sebesar 0,077 yang berarti bahwa perpu-taran kas berpengaruh terhadap variasi likuiditas sebesar 7,7% sedangkan sisanya sebesar 92,3% ditentukan oleh faktor lain yang tidak diungkapkan dalam penelitian ini seperti perputaran piutang, perputaran persediaan, perputaran aktiva, dan lainlain. Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana diperoleh nilai p sebesar 0,036. 0,036 lebih kecil dari tingkat signifikansi penelitian 0,05 ini menunjukkan bahwa Ho ditolak berarti dan Ha diterima berarti perputaran kas berpengaruh secara signifikan terhadap likuiditas pada perusahaan perdagangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan pada penelitian ini menunjukkan bahwa perputaran kas berpengaruh secara signifikan terhadap likuiditas perusahaan perdagangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari nilai p=0,036 lebih kecil dari tingkat signifikansi 0,05. Hal ini menunjukkan semakin meningkat perputaran kas maka semakin meningkat pula tingkat likuiditas perusahaan dalam memenuhi kewajiban Begitu juga sebaliknya jika semakin rendah perputaran kas maka semakin rendah pula tingkat likuiditas perusahaan dalam memenuhi kewajiban Berdasarkan hal tersebut dapat ditegaskan bahwa perusahaan harus memiliki perputaran kas yang baik untuk memenuhi likuiditas perusahaan. Perputaran kas adalah berputarnya kas menjadi kas Jika kas berputar satu kali berarti sejak kas tersebut digunakan untuk proses produksi . arang atau jas. dan akhirnya menjadi kas kembali. Semakin sering kas berputar maka rasio ini akan semakin tinggi. Kas merupakan unsur aktiva yang tidak dapat menghasilkan laba secara langsung dalam operasi perusahaan. Oleh karena itu perlu dilakukan usaha pengelolaan kas yang efektif dan efisien sehingga pemanfaatan kas tersebut dapat optimal sehingga mampu memenuhi likuiditas dan memperoleh laba. Kas yang dibutuhkan perusahaan yang digunakan untuk operasi perusahaan sehari-hari . alam bentuk modal kerj. maupun untuk pembelian aktiva tetap memiliki sifat kontiniu dan tidak kontiniu. Kebutuhan kas yang terus-menerus seper- Jurnal Al-hikmah Vol. No. April 2011 ISSN 1412-5382 39 ti untuk pembelian bahan baku dan bahan penolong pada perusahaan manufaktur atau pembelian barang dagangan pada perusahaan perdagangan, membayar gaji dan upah, membeli perlengkapan dan Sedangkan kebutuhan kas yang tidak kontiniu atau tidak rutin seperti kebutuhan kas untuk pembelian aktiva tetap, pembayaran angsuran hutang, pembayaran dividen, pembayaran pajak dan sebagainya. Kebutuhan kas untuk pembayaran-pembayaran tersebut merupakan aliran kas keluar . ash Adapun aliran kas masuk . ash inflo. merupakan aliran sumber-sumber darimana kas diperoleh. Aliran kas masuk yang kontinyu . sebagian besar berasal dari penjualan utama perusahaan yang dijual secara tunai, penerimaan piutang yang telah dijadwalkan sesuai dengan penjualan kredit yang dilakukan. Aliran kas masuk yang tidak kontiniu antara lain penerimaan uang sewa gedung, penjualan aktiva yang tidak terpakai, penerimaan modal saham dari para investor dan lain sebagainya. Selain dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa perputaran kas berpengaruh secara signifikan terhadap likuiditas perusahaan perdagangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, berdasarkan analisis korelasi yang telah dilakukan dapat diketahui hubungan antara perputaran kas terhadap likuiditas. Hubungan antara perputaran kas dengan likuiditas ditunjukkan dengan nilai R sebesar 0,278 adalah hubungan yang positif yang berarti semakin tinggi tingkat perputaran kas semakin tinggi pula tingkat likuiditasnya, begitu juga sebaliknya. Korelasi antara perputaran kas dengan likuiditas masih tergolong dalam korelasi yang lemah karena berki-sar antara 0,20 Ae 0,40 (Hasan, 2008:. Namun masih mampu menjelaskan hubungan antara va- riabel-variabelnya karena korelasinya positif. Hal ini ditunjukkan dari hasil koefisien deter-minasi . sebesar 0,077 yang ber-arti bahwa perputaran kas berpengaruh terhadap variasi likuiditas hanya sebesar 7,7% sedangkan sisanya sebesar 92,3% ditentukan oleh faktor lain yang tidak diungkapkan dalam penelitian ini seperti perputaran piutang, perputaran perse-diaan, perputaran aktiva, dan lainlain. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan: . Hubungan variabel perputaran kas dengan variabel likuiditas yang diukur dengan quick ratio adalah hubungan yang positif dimana semakin tinggi perputaran kas semakin tinggi pula tingkat likuiditasnya, begitu juga sebaliknya semakin rendah perputaran kas semakin rendah pula tingkat likuiditasnya. Perputaran kas berpengaruh secara signifikan terhadap likuiditas perusahaan. Hal ini menunjukkan semakin meningkat perputaran kas semakin meningkat pula likuiditas perusahaan, yang berarti semakin besar kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban lancarnya. Demikian pula sebaliknya semakin rendah perputaran kas maka semakin rendah pula likuiditas perusahaan yang berarti semakin kecil kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban lancarnya. Pengaruh perputaran kas terhadap variasi likuiditas sebesar 7,7% sedangkan sisanya sebesar 92,3% ditentukan oleh faktor lain. Penelitian ini hanya mengambil satu variabel yaitu perputaran kas sebagai variabel bebas. Peneliti menyarankan untuk peneliti selanjutnya meneliti variabelvaraibel bebas yang lain seperti variabel perputaran piutang, perputaran modal kerja, perputaran aktiva dan lain-lain. Jurnal Al-hikmah Vol. No. April 2011 ISSN 1412-5382 40 DAFTAR RUJUKAN Afzalurrahman. Muhammad sebagai Seorang Pedagang. Cetakan i. Jakarta: Yayasan Swarna Bhumy. Effendi. Rustam. Produksi dalam Islam. Cet. Yogyakarta: Magistra Insania Press. Halim. Abdul & Sarwoko. 2010 Manajemen Keuangan (Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaa. Buku 1. Cetakan Keempat. Yogyakarta: BPFE. Hasan. Iqbal. Pokok-Pokok Materi Statistik 2 (Statistik Inferensi. Edisi Kedua. Cetakan Keempat. Jakarta: Bumi Aksara. Jusuf. Al Haryono. Dasar-dasar Akuntansi. Edisi Enam. Yogyakarta: Bagian Penerbitan STIE YKPN. Laksana. Indra, et al. Syamil AlQurAoan: Miracle The Reference. Jakarta: PT Sygma Examedia Arkanleema. Martono, & Agus Harjito. Manajemen Keuangan. Edisi Pertama. Cetakan Keempat. Yogyakarta: Ekonosia. Nawari, 2010. Analisis Statistik dengan MS Excel 2007 dan SPSS 17. Jakarta: Elex Media Komputindo. Riduwan. Dasar-dasar Statistika. Cetakan Ketujuh. Bandung: Alfabeta. Sugiyono. Metode Penelitian Bisnis. Cetakan Kesepuluh. Bandung: Alfabeta. Sianturi. Astri Lamriana. Pengaruh Perputaran Persediaan terhadap Likuiditas pada Perushaan Barang Konsumsi yang Terdaftar di BEI. Skripsi. Medan. Universitas Sumatera Utara. Umar. Husein. Metode Riset Akuntansi Terapan. Yogyakarta: Ghalia Indonesia. Wild. John J. Subramanyan, & Robert Haley. Financial Statement Analysis (Analisis Laporan Keuanga. Edisi Kedelapan. Buku Kedua. Alih Bahasa oleh Yanivi S. Bachtiar dan S. Nurwahyu Harahap. Jakarta: Salemba Empat. Jurnal Al-hikmah Vol. No. April 2011 ISSN 1412-5382 41