Jurnal Penelitian Anak Usia Dini ISSN 2828-6146 Vol. No. : 12-22 http://urj. uin-malang. id/index. php/jpaui TANGGUNG JAWAB ANAK USIA 5-6 TAHUN DI MASA PANDEMI DITINJAU DARI POLA ASUH ORANG TUA DI TK ISLAM TERPADU AN-NUR KEBOMAS GRESIK Alvin Fatimatuz Zahro Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Indonesia alvinzahro@gmail. ABSTRACT The responsibility of early childhood has different in each child, especially during the Covid-19 pandemic. One thing that makes responsibility different is parenting. The aims to determine the attitude of responsibility of children aged 5-6 years during the pandemic in terms of parenting patterns, as well as factors in instilling an attitude of responsibility in children. This research uses a qualitative approach with the type of case study The subjects of this study were 6 children with an age range of 5-6 years. Data were collected by using questionnaires, interviews, documentation and observation methods, then analyzed using Milles and Huberman analysis. The data from the research were tested for validity again by using triangulation. The results of the study can be concluded that the attitude of responsibility of children aged 5-6 years during the pandemic in terms of parenting patterns in the Integrated Islamic Kindergarten An-Nur Kebomas Gresik, namely 6 children studied got the results of 2 children with responsibilities already formed and 4 children starting formed. The type of parenting style shows that 4 parents apply democratic parenting, 1 parent applies authoritarian parenting and 1 parent uses permissive parenting. The support and obstacles experienced by parents are environmental factors, gadgets and the child's own factors. Keywords: Child Responsibility and Parenting ABSTRAK Tanggung jawab anak usia dini mempunyai perbedaan pada setiap anak, apa lagi pada saat pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sikap tanggung jawab anak usia 5-6 tahun selama pandemi ditinjau dari pola asuh orang tua, juga faktor dalam menanamkan sikap tanggung jawab anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subyek penelitian ini adalah 6 anak dengan rentang usia 5-6 tahun. Data dikumpulkan dengan metode angket, wawancara, dokumentasi dan observasi, kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis Milles dan Huberman. Data hasil penelitian diuji Kembali kebsahannya dengan menggunakan triangulasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sikap tangung jawab anak usia 5-6 tahun di masa pandemi ditinjau dari pola asuh orang tua di TK Islam Terpadu An-Nur Kebomas Gresik yaitu 6 anak yang diteliti mendapatkan hasil 2 anak dengan tanggung jawab sudah terbentuk dan 4 anak mulai terbentuk. Jenis pola asuh orang tua menunjukkan bahwa 4 orang tua menerapkan pola asuh demokratis, 1 orang tua menerapkan pola asuh otoriter dan 1 orang tua menggunakan pola asuh permisif. Dukungan dan hambatan yang di alami orang tua adalah faktor lingkungan, gadget dan faktor anak itu sendiri. Kata-Kata Kunci: Tanggung Jawab. Pola Asuh Jurnal Penelitian Anak Usia Dini Vol. No. PENDAHULUAN Bermula dari negara China tepatnya di Wuhan pada bulan Desember 2019, muncul wabah baru yaitu Novel Coronavirus yang dikenal dengan Covid-19 (World Health Organization, 2. Covid-19 adalah virus yang menyerang sistem pernapasan dari gangguan ringan hingga kematian (Fadli, 2. Covid-19 telah memasuki Indonesia pada Maret 2020 (Tim Detikcom, 2. Kasus Covid-19 dari Maret 2020 hingga 1 Oktober 2020 di Indonesia terkonfirmasi 291. 182 dan masih mengalami pertambahan kasus (Satuan Tugas Penanganan COVID-19, 2. Untuk menghentikan penyebaran Covid-19 pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan, salah satunya New Normal yang membuat pembelajaran sekolah menjadi pembelajaran dari rumah masing-masing atau biasa disebut dalam jaringan . (Salinan Revisi SKB 4 Menteri Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-. , 2. Sistem pembelajaran daring ini memiliki dampak yang tidak mudah bagi guru terlebih lagi orang tua. Orang tua dituntut untuk menjadi perantara guru dalam memberikan materi dan tugas sekolah. Berdasarkan hasil wawancara awal diperoleh temuan adanya masalah dalam proses belajar mengajar khususnya pada sikap tanggung jawab anak. Stimulasi yang diberikan kepada anak tidak terealisasikan secara maksimal. Terdapat 14 anak usia 5-6 tahun di TK Islam Terpadu An-Nur Kebomas Gresik yang belum mampu bertanggung jawab akan Data tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Jauharotur Rihlah dkk, dengan judul AuPendidikan Karakter Anak Usia Dini di Masa Pandemi Covid-19Ay. Hasil dalam penelitian tersebut menunjukkan bahwa aspek tanggung jawab anak memiliki kategori rendah dan mulai berkembang (MB) yakni 42% (Rihlah et al. , 2. Yang mana anak masih memerlukan stimulus dari pendidik maupun orang tua untuk mencapai kategori berkembang sangat baik (BSB). Menurut KBBI tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatu . ika terjadi sesuatu atau tidak memenuhinya bisa dituntut atau disalahka. (KBBI, 2. Maknanya setiap individu wajib melakukan tugasnya. Pemerintah di Indonesia memiliki indikator tanggung jawab pada anak sesuai usianya. Indikator tersebut tertuang dalam Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) kurikulum 2013, indikator rasa tanggung jawab untuk diri sendiri dan orang lain pada anak usia 5-6 tahun adalah : . Tahu akan haknya. Mentaati aturan kelas . egiatan, atura. Mengatur diri sendiri. Dan . Bertanggung jawab atas perilakunya untuk kebaikan diri sendiri (Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 137 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, 2. Apabila anak usia 5-6 tahun dapat memenuhi ke empat indikator tersebut, anak bisa dikatakan bertanggung jawab atas tugas dan kewajiban terhadap dirinya sendiri. Peran orang tua di masa pandemi sangatlah besar terhadap pendidikan juga pengasuhan bagi anak untuk keberlangsungan pertumbuhan dan perkembangan anak. Untuk mengatasi masalah ini perlu adanya kolaborasi yang baik antara guru dan orang tua agar anak dapat melakukan tanggung jawab terhadap tugasnya. Apabila anak mendapatkan pengasuhan yang tepat sejak usia dini, maka anak akan memiliki rasa tanggung jawab akan dirinya di masa depan. Salah satu cara yang bisa digunakan adalah setiap guru selesai memberi pengajaran daring, guru selalu mengingatkan anak untuk mengerjakan tugas-tugas Guru juga memberi edukasi kepada orang tua terkait pola asuh yang tepat. Karena pemilihan jenis pola asuh yang benar dapat menstimulus sikap tanggung jawab anak dan hasilnya akan berpengaruh pada anak ditahap-tahap selanjutnya. Tanggung Jawab Anak Usia 5-6 Tahun Di Masa Pandemi Alvin Fatimatuz Zahro Data ini sejalan dengan penelitian dari Annarisa . yang berjudul AuHubungan Pola Asuh Orang tua dengan Tanggung Jawab Pelaksanaan Tugas Sekolah di Tk Islam Bakti IV Pekalongan Tahun Ajaran 2013/2014Ay, hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pola asuh orang tua mempunyai hubungan dengan tanggung jawab anak. Ini juga sejalan dengan penelitian dari Salsabila & Nurmainah . yang berjudul AuStudi Tentang Sikap Tanggung Jawab Anak Usia 5-6 Tahun di TK Fajar Cemerlang Sei MincirimAy, menunjukkan bahwa sikap tanggung jawab anak usia 5-6 tahun dalam hal . Anak mengerjakan tugas sudah mulai terbentuk, . anak dapat menjaga barang miliknya, . meletakkan barangnya sesuai tempatnya, . anak menghargai waktu Sebagian besar sudah mulai terbentuk. Maka berdasarkan fenomena di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang AuTanggung Jawab Anak Usia 5-6 Tahun Di Masa Pandemi Ditinjau Dari Pola Asuh Orang tua Di TK Islam Terpadu An-Nur Kebomas GresikAy. KAJIAN LITERATUR Tanggung Jawab Anak Usia Dini Sikap tanggung jawab merupakan bagian dari aspek perkembangan sosial emosional. Menurut Hurlock, perkembangan sosial merupakan proses belajar untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, nilai-nilai adat dan kebiasaan, bekerja sama, dan saling berhubungan dengan orang-orang disekitarnya. Tanggung jawab penting diajarkan pada anak dengan menyesuaikan batas kemampuan anak (Salsabila & Nurmainah, 2. Sedangkan menurut Kurniasih dkk . , tanggung jawab yaitu suatu tugas atau kewajiban untuk melakukan atau menyelesaikan tugas dengan penuh kepuasan . ang diberikan oleh seseorang atau janji komitmen sendir. yang harus dipenuhi oleh seseorang dan yang memiliki konsekuen hukuman terhadap kegagalan. Dari pengertian tanggung jawab di atas dapat disimpulkan bahwa tanggung jawab merupakan kewajiban berupa tugas dari orang lain maupun dari dirinya sendiri. Jika tidak dapat memenuhinya maka akan mendapatkan hukuman. Tanggung jawab ini dapat diartikan juga dengan kesadaran diri manusia terhadap perbuatan yang dilakukan dan penting untuk dibiasakan sejak dini. Pada dasarnya, anak usia dini akan belajar banyak hal yang dapat mengembangkan Salah satu dari pendidikan yang sangat penting untuk diajarkan pada anak adalah pendidikan karakter tentang tanggung jawab. Namun sebagai pengenalan tanggung jawab pada usia dini, ada beberapa macam tanggung jawab umum yang perlu diketahui adalah tanggung jawab terhadap diri sendiri, tanggung jawab terhadap keluarga, tanggung jawab terhadap masyarakat, tanggung jawab terhadap bangsa, dan tanggung jawab terhadap Tuhan. Namun, dalam penelitian ini peneliti memfokuskan pada tanggung jawab anak terhadap diri sendiri dimana anak akan belajar bertanggung jawab tentang tugas sekolah, menggunakan waktu dengan baik, menjaga peralatan sekolah dan membersihkan tempat setelah selesai digunakan. Adapun faktor yang bisa mempengaruhi tanggung jawab ada beberapa macam yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini disesuaikan dengan Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STPPA) kurikulum 2013, lingkup perkembangan anak terhadap rasa tanggung jawab untuk diri sendiri dan orang lain pada usia 5-6 tahun adalah sebagai berikut (Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 137 Tahun 2014 Tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, 2. Tahu akan haknya. Mentaati aturan kelas . egiatan, atura. Mengatur diri sendiri. Jurnal Penelitian Anak Usia Dini Vol. No. Bertanggung jawab atas perilakunya untuk kebaikan diri sendiri. Tanggung jawab anak usia 5-6 tahun memiliki indikator yaitu (Rohyati, 2. Anak menggunakan waktu sebaik mungkin untuk mengerjakan tugas dan tidak mengerjakan pekerjaan lain. Ketika anak mendapatkan tugas dari guru, anak mengerjakan tugas tersebut sebaik mungkin dan tidak melakukan kegiatan lain seperti bermain sampai tugas selesai. Anak menyelesaikan tugas dengan tepat waktu. Jika anak mendapat tugas dari guru, anak langsung mengerjakan tugas tersebut hingga selesai dan mengirimkannya ke guru dengan tepat waktu. Anak tidak merusak alat atau bahan yang akan digunakan dan anak merawat hasil karyanya sendiri. Ketika anak memiliki alat tulis atau media untuk pembelajaran, anak menjaganya dengan baik tidak rusak maupun hilang dan anak bisa merawat hasil karyanya sendiri . Meletakkan alat yang telah digunakan pada tempatnya dan membersihkan tempat yang telah digunakan. Setelah anak selesai dengan tugas sekolah maupun bermain, anak bisa meletakkan barang-barangnya kembali ke tempat semula seperti diletakkan di tas atau meja belajar dan membersihkan tempat belajar dan bermainnya. Pola Asuh Pengasuhan adalah proses tindakan dan interaksi antara orang tua dan anak. Ini adalah proses dimana kedua pihak saling mengubah satu sama lain saat anak menjadi sosok dewasa (Brooks, 2. Menurut pendapat lain, pola asuh orang tua merupakan model pengasuhan atau bimbingan yang dilakukan orang tua pada anak yang bertujuan untuk memajukan tumbuh kembang anak agar siap menghadapi masa depan. Orang tua disini tidak hanya ayah dan ibu, tetapi seluruh anggota keluarga yang memberikan pengasuhan dan bimbingan terhadap anggota keluarga lainnya (Widiastuti & Elshap, 2. Dari pengertian pola asuh di atas dapat disimpulkan bahwa pola asuh adalah interaksi antara orang tua dan anak tentang bagaimana cara atau upaya untuk mendidik atau membimbing anak agar anak dapat menentukan pilihannya sendiri di masa mendatang. Adapun faktor yang mempengaruhi pola asuh antara lain pendidikan orang tua, lingkungan, dan budaya (Wulandari, 2. Menurut dr. baumrind terdapat tiga pola asuh orang tua yaitu otoriter, demokratis, dan permisif (Widiastuti & Elshap, 2. Authoritarian . Dalam pengasuhan ini orang tua menetapkan standar yang harus dituruti, orang tua ini cenderung memaksa, memerintah dan menghukum. pola asuh ini mengakibatkan kurangnya hubungan yang hangat dan komunikatif dalam keluarga. Authoritative . Pola asuh demokratis adalah pola asuh yang memprioritaskan kepentingan anak. Orang tua dengan perilaku ini bersikap rasional, selalu bersikap realistis terhadap kemampuan anak, tidak berharap yang berlebihan yang melampaui kemampuan anak. Permissive (Permisi. Orang tua cenderung mendidik anak dengan memberi kebebasan pada anak untuk menentukan tingkah laku dan kegiatannya. Anak dengan pola asuh ini cenderung tidak dapat mengontrol diri, tidak mau patuh. METODE Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus karena peneliti ingin mengetahui lebih dalam mengenai sikap Tanggung Jawab Anak Usia 5-6 Tahun Di Masa Pandemi Alvin Fatimatuz Zahro tanggung jawab anak usia 5-6 tahun saat belajar di rumah dan jenis pola asuh apa yang diterapkan orang tua saat pandemi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah dengan angket untuk mengetahui pola asuh awal anak, wawancara yang dilakukan secara tatap muka dengan orang tua dan guru TK B, observasi yang dilakukan dengan berkunjung ke rumah masing-masing informan. Teknik analisis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah dengan mengumpulkan data, kemudian mereduksi data dengan cara mengkoding hasil wawancara dan observasi agar mudah dalam mendapatkan datadata penting dalam penelitian. Keabsahan data dalam penelitian ini diperoleh dengan cara peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber yakni data pertama di peroleh dari wawancara orang tua dan guru dengan pembandingnya hasil observasi kegiatan anak. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian terkumpul melalui proses angket, wawancara, observasi dan Peneliti melakukan analisa dari data yang telah diperoleh dan selanjutnya akan dipaparkan dalam bab ini. Dalam hal ini, peneliti menjumpai adanya kendala saat mengumpulkan informasi yaitu waktu untuk bertemu responden sangat terbatas karena sedang pandemi. Penelitian ini dilakukan pada anak usia 5-6 tahun beserta orang tua siswa di TK Islam Terpadu An-Nur Kebomas Gresik mulai tanggal 24 Mei 2021 sampai sampai 24 Agustus Pengambilan data dilakukan dengan mengunjungi sekolah, yang pertama dengan metode angket untuk mengetahui pola asuh orang tua dan untuk memilih responden berdasarkan jenis pola asuh orang tua. Kemudian yang kedua dengan metode wawancara dengan guru TK B dan orang tua yang berjumlah 6 responden, dan yang terakhir mengunjungi kediaman anak da orang tua yang berjumlah 6 orang dengan metode Dari temuan yang berhasil peneliti dapatkan, peneliti mendapatkan hasil sikap tanggung jawab anak ditinjau dari pola asuh orang tua selama belajar dari rumah di TK Islam Terpadu An-Nur Kebomas Gresik adalah beragam. Hal ini dikarenakan adanya jenis pola asuh orang tua yang berbeda, orang tua yang sibuk bekerja dan sikap masing-masing anak yang menjadi factor dalam terbentuknya tanggung jawab anak. Tanggung Jawab Anak Usia 5-6 Tahun Berdasarkan hasil penelitian, peneliti mengungkapkan bahwa melatih sikap tanggung jawab anak sejak dini sangat penting untuk diajarkan dengan catatan tanggung jawab harus sesuai kemampuan anak. Indikator tanggung jawab yang dapat dilakukan oleh anak usia 5-6 tahun yaitu, menggunakan waktu sebaik mungkin saat mengerjakan tugas, menyelesaikan tugas tepat waktu, menjaga barang yang dimilikinya, mengembalikan barang ke tempat semula, (Salsabila & Nurmainah, 2. Tanggung jawab anak usia 5-6 tahun di TK Islam Terpadu An-Nur Kebomas Gresik mendapatkan hasil mulai terbentuk dan sudah terbentuk. Ini dapat dilihat dari kemampuan anak ketika melakukan kegiatan belajar dan menjaga barang miliknya. Karena proses pembelajaran dilakukan di rumah, guru bekerja sama dengan orang tua untuk melatih anak bersikap tanggung jawab selama di rumah dengan memberikan contoh, pengertian maupun Keberhasilan anak yang memiliki sikap tanggung jawab dalam belajar selama di rumah, salah satunya tidak luput dari faktor pengasuhan dari orang tua. Dalam proses tumbuh kembang anak, peran orang tua dalam pengasuhan sangatlah penting. Pengasuhan akan menjadi sangat efektif dalam menanamkan sikap tanggung jawab apabila kedua orang tua saling bekerjasama dalam pengasuhan anaknya. Jurnal Penelitian Anak Usia Dini Vol. No. Tanggung jawab anak usia 5-6 tahun di TK Islam Terpadu An-Nur Kebomas Gresik memiliki perbedaan pada masing-masing anak. Namun, dapat dikatakan bahwa sikap tanggung jawab anak sudah mulai terbentuk. Tentu saja ini tidak lepas dari masing-masing orang tua yang memiliki cara berbeda-beda dalam menanamkan sikap tanggung jawab pada Cara dalam menanamkan sikap tanggung jawab yang dimiliki orang tua untuk anaknya bisa dikatakan ada perbedaan dan juga ada kesamaan. Seperti saat menemani anaknya belajar, orang tua akan mengingatkan anaknya ketika sudah waktunya belajar, mendampingi anaknya agar dapat mengerjakan tugas yang diberikan guru hingga selesai. Memberi pengertian maupun arahan kepada anak ketika anak lalai dengan tanggung jawabnya setelah selesai belajar maupun bermain, serta mencoba yang terbaik untuk mengerti keinginan dan kebutuhan anak. Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara yang dilakukan peneliti dangan orang tua. Sikap tanggung jawab anak yang sudah terbentuk dapat dilihat dari kemampuan anak dalam melakukan kegiatannya. Seperti anak menggunakan waktunya dengan baik saat belajar dan mengerjakan tugas dari guru dengan fokus dan tepat waktu, tidak merusak alatalat atau hasil karyanya dan mengemas kembali jika selesai digunakan, membersihkan tempat yang sudah selesai digunakan untuk belajar maupun bermain. Namun dari beberapa indikator yang sudah mampu dilakukan oleh anak, masih terdapat beberapa indikator tanggung jawab yang masih memerlukan bantuan orang tua, seperti merawat hasil karya dan membersihkan tempat belajar ataupun tempat bermainnya. Namun, terkadang cukup diingatkan dan anak bisa melakukannya sendiri. Ada hal lain yang juga membuat indikator tanggung jawab pada anak kurang sempurna adalah kedua orang tua yang bekerja dan sifat anak yang perasaanya mudah berubah-ubah, sehingga membuat anak mengerjakan tugas tidak tepat waktu meskipun kegiatan anak yang lain masih dikontrol. Walaupun ada anak yang baru mulai terbentuk dan ada yang sudah terbentuk sikap tanggung jawabnya, itu menunjukkan bahwa setiap anak memiliki tingkat perkembangan yang berbeda meskipun usianya sama, begitupun orang tua yang memiliki cara mengasuh yang berbeda-beda dalam meningkatkan tanggung jawab anak. Pola Asuh yang Diterapkan Orang Tua dalam Menanamkan Tanggung Jawab Anak Usia 5-6 Tahun Keterlibatan orang tua sebagai role model teladan bagi anaknya dalam membentuk sikap dan kepribadian anak selama di rumah, begitu juga guru yang menjadi role model teladan bagi anak selama di sekolah. Dalam membentuk sikap dan kepribadian bagi anak, anak akan belajar melalui indera pendengaran dan penglihatan dengan cara meniru orang yang ada di sekitarnya terutama orang tua, mengingat saat ini sedang pandemi, jadi anak dan orang tua memiliki waktu yang lebih lama untuk bersama (Yulianingsih et al. , 2. Dengan adanya keterlibatan dari orang tua, maka dapat membantu anak untuk mendapatkan pengalaman-pengalaman untuk mengembangkan karakter anak. Cara orang tua dalam mengasuh anak di TK Islam Terpadu An-Nur Kebomas Gresik berbeda-beda. orang tua menerapkan pengasuhan dengan memberikan kebebasan pada anak namun tetap memberi pengawasan pada kegiatan yang dilakukan, namun ada juga orang tua yang menuntut anak untuk mengikuti peraturan yang telah dibuat oleh orang tua namun orang tua masih memberikan pengawaan pada anak. Dari penelitian yang dilakukan peneliti tentang pola asuh yang menggunakan angket dan wawancara memiliki perbedaan, peneliti dapat menjabarkan pola asuh yang diterapkan orang tua yakni pola asuh demokratis, pola asuh otoriter, dan pola asuh permisif. Tanggung Jawab Anak Usia 5-6 Tahun Di Masa Pandemi Alvin Fatimatuz Zahro Pola Asuh Demokratis Dalam pola asuh ini, hendaknya memberikan kebebasan pada anak namun tetap memberikan pengawasan serta bimbingan bagi anak dan menerapkan peraturan yang telah disepakati dengan anak. Hasil dari wawancara yang dilakukan, peneliti menemukan 4 orang tua yang melakukan proses pengasuhan demokratis. Orang tua memberikan contoh yang baik dan memberikan pengertian untuk bersikap baik dan bertanggung jawab pada suatu hal atau orang disekelilingnya. Meskipun anak tidak langsung bisa mempraktekkan contoh atau pengertian dari orang tua, orang tua tetap memberikan pengertian secara berulang-ulang dan mengingatkan anak akan tugasnya. Karena jika dilakukan terus-menerus, lama-lama anak akan mengerti dan menjadi Orang tua tidak mengekang anak untuk belajar dan bermain dengan temannya asal anak tidak lupa waktu, karena itu juga berguna bagi anak agar anak dapat Ketika anak lupa dengan kegiatan yang seharusnya dia lakukan seperti sudah waktunya pulang untuk tidur, makan, atau belajar, biasanya orang tua akan mengingatkan anaknya. orang tua juga menemani setiap kegiatan anak selama dirumah seperti saat belajar. Dalam pengasuhan ini, apabila anak melakukan kesalahan, orang tua akan memberi nasihat dan pengertian dengan cara yang baik. Mengajak anak untuk mengobrol tentang kesalahan yang dilakukan. Orang tua tidak akan menerapkan hukuman fisik seperti memukul ataupun memaksa kehendaknya pada anak. Dengan penerapan pola asuh demokratis ini, orang tua dapat mengajarkan kepada anak untuk bertanggung jawab dengan kesepakatan yang telah disetujui Jika anak sudah bisa bertanggung jawab dan terbiasa, anak akan mengingat waktu kegiatannya, seperti waktunya belajar, bermain, mengaji dan lainnya, namun tidak mengurangi kegiatan bersosialisasi atau berkarya bersama orang disekitar. Pola Asuh Otoriter Dalam pola asuh ini, orang tua cenderung memnginginkan anaknya mengikuti keinginan orang tuanya. Orang tua menuntut anak untuk mematuhi peraturan orang Bila anak melakukan kesalahan, orang tua tidak segan-segan untuk memarahi bahkan memukul anak. Hasil dari wawancara yang dilakukan, peneliti menemukan satu orang tua yang melakukan proses pengasuhan otoriter. Orang tua membuat peraturan tanpa kesepakatan dengan anak untuk kegiatan Seperti saat anak bermain dengan temannya, jika anak bermain terlalu jauh, orang tua akan merasa kesal dan marah, dan terkadang sampai memukul atau menjewer anak. Alasannya karena jika sampai terjadi apa-apa dengan anak entah itu jatuh atau dipukul temannya, orang tua juga yang akan rugi. Hal tersebut dilakukan orang tua bukan berarti tak memiliki alasan. Tapi karena orang tua menginginkan anaknya agar bisa disiplin dan bertanggung jawab pada dirinya sendiri maupun pada suatu hal dan orang-orang disekitarnya. Namun dibalik itu samua, orang tua juga masih menuruti permintaan anak jika permintaannya Meski demikian, orang tua tetap memberi pengertian pada anak dan melatih anak untuk bersikap tanggung jawab dengan kewajibannya. Pola Asuh Permisif Dalam pola asuh ini, orang tua membiarkan anak berbuat suatu hal tanpa pengawasan yang baik dari orang tua. Anak bisa bebas untuk melakukan sesuatu yang Jurnal Penelitian Anak Usia Dini Vol. No. Hasil dari wawancara yang dilakukan, peneliti menemukan 1 orang tua yang melakukan proses pengasuhan permisif. Orang tua tidak membuat peraturan maupun kesepakatan dengan anak. Namun jika anak mulai lupa dengan tanggung jawabnya, orang tua mengingatkan. Seperti ketika anak selesai belajar atau bermain dan anak tidak membersihkan tempatnya, maka orang tua mengingatkan. Orang tua juga tidak mengontrol kegiatan anak, hanya saja saat anak bermain dengan temannya dan tempatnya terlalu jauh, orang tua melarangnya. Selain mengingatkan, orang tua akan memberikan pengertian saat anak melakukan kesalahan. Jadi orang tua tidak memukul atau tidak benar-benar mengabaikan anak. Meskipun pola asuh ini terkesan membiarkan anak, namun orang tua tidak membiarkan anak sepenuhnya. Orang tua masih memberikan pengertian kepada anak agar anak tidak mudah membangkang dan manja. Anak juga masih mengerti dengan tanggung jawabnya. Foktor Penghambat dan Pendukung Orang tua pasti memiliki hambatan dalam mengasuh anak. Hambatan-hambatan tersebut terjadi karena dipengaruhi oleh faktor anak itu sendiri, lingkungan dan teknologi. Namun, ada beberapa orang tua yang mungkin tidak menyadari hambatan tersebut terjadi ketika mengasuh anak. orang tua juga tidak menghiraukan adanya hambatan tersebut dan tetap melakukan kewajibannya dalam proses pengasuhan. Namun, beberapa orang tua juga sadar dengan adanya hambatan-hambatan dalam pengasuhan yang membuat orang tua merasa khawatir. Meskipun dalam pengasuhan memiliki hambatan, dibalik itu pasti ada faktor pendukung untuk membantu kelancaran orang tua dalam mengasuh anak. Faktor pendukung yang sering dijumpai adalah keluarga, dimana dukungan dari keluarga sangat penting dalam pengasuhan. Jadi tidak hanya ibu yang bertugas untuk mengasuh anak, namun peran ayah juga sangat besar. Pengasuhan ini akan lebih mudah jika ayah dan ibu bekerja sama dalam proses pengasuhan anaknya. Ketika anak sulit untuk mengendalikan keinginannya entah itu untuk keluar bermain dengan teman, bermain HP atau meminta sesuatu, disinilah peran kedua orang tua untuk memberikan pengertian untuk anaknya agar anak memahami bahwa apa yang dia inginkan tidak selalu bisa di dapatkan dengan cepat. Berdasarkan dari hasil wawancara dapat dilihat bahwa orang tua mengalami kesulitan ketika anak sedang tidak mau nurut dengan orang tua, seperti ketika saat sedang asik bermain dan lupa waktu pulang, orang tua mengingatkan untuk pulang, tapi anak menolak. Kadang anak juga kalau sudah main HP lupa dengan waktu, jika HP di minta orang tua anak bisa marah. Namun, orang tua tetap harus memberikan pengertian kepada anak dan terkadang memberikan apa yang diminta anak terlebih dulu agar anak bisa nurut. Walaupun demikian, orang tua berusaha selalu ada dalam kegiatan anak, mendampingi dan membimbing anak agar dapat berkembangan dengan baik, memiliki sikap tanggung jawab, disiplin, mandiri, dan akhlak yang baik. Begitu juga ketika dalam pengasuhan orang tua menemukan hambatan atau kesulitan yang belum bisa diselesaikan sendiri, maka orang tua segera mencari solusi dengan cara bertanya pada orang lain maupun bertanya pada guru-guru anak di sekolah Tanggung Jawab Anak Usia 5-6 Tahun Di Masa Pandemi Alvin Fatimatuz Zahro No. Tabel 1 Hasil Pola Asuh Orang Tua dan Tanggung Jawab Anak Tingkat Tanggung Informan Nama Anak Pola Asuh Jawab Erna Puspitasari Zahidan Al Fatir Otoriter Sudah terbentuk Mujiati Pangestuti Adirajada Bima Prabowo Demokratis Mulai terbentuk Siti Cholifah Zainia Asifah Demokratis Mulai terbentuk Fauziyah Intan Wahyu Aulia Demokratis Mulai terbentuk Winarti Afizah Dwi Ramadani Permisif Mulai terbentuk Tuyanti Aina Najwa Talita Zahra Demokratis Sudah terbentuk Bagan 1 Temuan Hasil Penelitian Pola asuh orangtua dalam pembentukan sikap tanggung jawab anak Pola Asuh Orang tua Pola asuh otoriter : Orangtua Orangtua memberi sanksi. Orangtua memberibatasan kegiatan Orangtua kegiatan anak. Pola asuh demokratis : Mengontrol kegiatan anak. Memberikan saran, nasihat, atau pilihan pada anak. Komunikasi orangtua dan anak cukup baik. Mengontrol keinginan anak. Memberikan Tanggung jawab : Anak mengerjakan tugas sebaik Anak menyelesaikan tugas tepat Anak merawat/menjaga merawat hasil karyanya. Anak mampu meletakkan digunakan ketempatnya tempat yang digunakan. Namun terkadang masih perlu dibantu orang tua. Tanggung jawab : Anak ada yang sudah mampu mungkin, ada juga yang belum Anak ada yang sudah mampu menyelesaikan tugas tepat waktu, namun ada juga yang belum mampu. Ada merawat/menjaga alat namun belum bisa merawat hasil Namun ada juga anak yang belum mampu Anak ada yang sudah mampu meletakkan alat yang selesai digunakan ketempatnya dan membersihkan tempat yang Namun, ada juga yang belum mampu. Pola asuh permisif : Tidak Tidak kegiatan anak. Hanya anak jika lupa tanggung Tanggung jawab : Anak belum mampu sebaik mungkin. Anak belum mampu tepat waktu. Anak merawat/menjaga alat dan hasil karyanya. Anak meletakkan alat yang anak perlu diingatkan Jurnal Penelitian Anak Usia Dini Vol. No. SIMPULAN Dapat disimpulkan bahwa sikap tangung jawab anak usia 5-6 tahun di masa pandemi ditinjau dari pola asuh orang tua di TK Islam Terpadu An-Nur Kebomas Gresik yaitu 6 anak yang diteliti mendapatkan hasil 2 anak dengan tanggung jawab sudah terbentuk dan 4 anak mulai terbentuk. Jenis pola asuh orang tua menunjukkan bahwa 4 orang tua menerapkan pola asuh demokratis, 1 orang tua menerapkan pola asuh otoriter dan 1 orang tua menggunakan pola asuh permisif. Dukungan dan hambatan yang di alami orang tua adalah faktor lingkungan, gadget dan faktor anak itu sendiri. REFERENSI