Jurnal Pelita Teknologi. Vol. 2024, pp. PELITA TEKNOLOGI Journal homepage: jurnal. id, p-ISSN: 2301-475X, e-ISSN: 2656-7059 Pemanfaatan Disposable Diaper Waste Dengan Bahan Tambah Naphthalene Formaldehyde Sulfonate Menjadi Paving block Dalam Upaya Minimisasi Limbah Guna Mereduksi Pencemaran Lingkungan Mayang Sari Juita1. Dodit Ardiatma2,Nur Ilman Ilyas3 Program Studi Teknik Lingkungan. Fakultas Teknik. Universitas Pelita Bangsa. Jl. Inspeksi Kalimalang No. Cibatu. CikarangSelatan. Kab. Bekasi. Jawa Barat. Indonesia Indonesia Abstrak This study aims to determine the best classification and composition of paving blocks with the addition of disposable diaper waste, evaluated based on the absorption of the paving blocks according to SNI 03-0691-1996. The study also examines the effect of varying amounts of disposable diaper waste on the absorption tests, and compares the quality of paving blocks made with disposable diaper waste to commercial paving The research method used is an quantitative approach. The materials used for producing the paving blocks include cement, sand, water, disposable diaper waste, and the additive Naphthalene Formaldehyde Sulfonate. Samples were tested to determine the relationship between the physical and mechanical properties with the material composition, in accordance with the quality of the paving blocks produced based on SNI 03-0691-1996. Based on this study, the optimal composition for compressive strength is the addition of 10 grams of disposable diaper waste, which resulted in a compressive strength of 76 MPa, meeting the SNI 03-06911996 standard quality A. For water absorption, the best composition is the addition of 5 grams of disposable diaper waste, showing the lowest water absorption of 1. 41%, also meeting the standard quality A. Informasi Artikel Diterima: 8 Juli 2024 Direvisi: 6 Agustus 2024 Dipublikasikan: 30 September 2024 Keywords Disposable diaper waste, compressive Paving ISSN: p. 2301-475X e. Pendahuluan Indonesia merupakan negara ke empat di dunia setelah Cina. India, dan Amerika Serikat dengan jumlah penduduk tertinggi mencapai lebih dari 200 juta jiwa . Pada laporan timbulan sampah di SIPSN tahun 2022, timbulan sampah di Indonesia pada 2022, dengan DKI Jakarta mencatatkan jumlah sampah tertinggi. Hal ini mencerminkan ketimpangan distribusi sampah antar daerah, mengindikasikan perlunya pengelolaan sampah yang lebih baik di kota besar . Sampah merupakan sisa dari aktivitas manusia, jenis timbulan komposisi sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga semakin beragam, salah satunya adalah popok sekali pakai, jenis sampah ini membutuhkan perhatian yang besar dalam pengelolaan sampah popok sekali Sampah popok sekali pakai mengandung kotoran manusia yang dapat memberikan dampak negatif bagi lingkungan . Popok sekali pakai banyak digunakan oleh bayi dan balita, dan setelah digunakan, popok ini dibuang, menghasilkan volume sampah yang besar. Dengan tingginya angka digunakan juga meningkat, yang berdampak pada peningkatan sampah. Di Indonesia, penggunaan popok bayi mencapai 97,1%, dan waktu degradasi sampah popok memerlukan waktu antara 250 hingga 500 tahun . Limbah Limbah mengandung pencemar organik dan mikroba, termasuk Escherichia coli. Escherichia coli merupakan indikator pencemaran dari kotoran dan urin manusia yang dapat mencemari lingkungan, terutama tanah, air tanah, dan air permukaan, jika dibuang tanpa pengolahan . Paving block adalah bahan bangunan yang terbuat dari campuran semen portland, air, agregat, dan bahan tambahan lainnya tanpa mengurangi kualitasnya . Paving block, juga dikenal sebagai bata beton atau concrete block, terbuat dari campuran semen portland, agregat, air, dan bahan Paving block digunakan permukaan jalan, dengan pemasangan yang mudah dan harga yang terjangkau, serta aplikasinya yang luas untuk berbagai keperluan, dari yang sederhana hingga yang memerlukan spesifikasi khusus . Agregat paving block dapat dimodifikasi dengan sampah untuk menghasilkan paving block ramah lingkungan sekaligus sebagai upaya . Keunggulan paving block meliputi biaya pemeliharaan yang rendah, estetika, kemudahan pemasangan, dan produksi massal. Paving block memiliki kekuatan tekan tinggi, namun rentan terhadap kekuatan lentur dan retak. Penambahan bahan adiktif dapat meningkatkan sifat beton, seperti . Penggunaan limbah popok sekali pakai . isposable diaper wast. sebagai bahan tambahan paving block bertujuan mengurangi timbunan sampah sekaligus meningkatkan kualitas paving block. Penelitian menentukan klasifikasi dan komposisi optimal paving block yang mengandung limbah popok sekali pakai . isposable diaper wast. berdasarkan uji kuat tekan dan penyerapan air sesuai dengan SNI 03-0691-1996, menganalisis pengaruh variasi jumlah limbah popok sekali pakai terhadap uji kuat tekan dan penyerapan air paving block, dan membandingkan kualitas ISSN: p. 2301-475X e. paving block campuran limbah popok semen, pasir, air, limbah popok sekali sekali pakai dengan paving block pakai . isposable diaper wast. , dan Naphthalene Formaldehyde Sulfonate. Sampel yang II. Metodologi dihasilkan diuji untuk mengevaluasi Penelitian ini menggunakan metode hubungan antara sifat fisis dan mekanis pendekatan dengan komposisi bahan, guna Bahan yang digunakan menentukan mutu paving block yang dalam pembuatan paving block meliputi dihasilkan sesuai dengan standar SNI 03-0691-1996. Gambar 1. Diagram Alir Penelitian Bahan yang digunakan pada penelitian Pemanfaatan disposable diaper waste ini ini adalah semen, abu batu 5mm, air, mengacu pada SNI 03-0691-1996 Disposable diaper waste non feses, terkait bata beton . aving bloc. Bahan Admixture . aphthalene Tabel 1. Tabel Analisa Laboratorium formaldehyde sulfonate 0,6% dari berat Metode Alat yang digunakan pada No Parameter Satuan penelitian ini ember, ayakan abu batu 5 Kuat Tekan Mpa SNI 03-0691-1996 mm, gelas ukur 1000 ml, sekop dan 2 Penyerapan Air % SNI 03-0691-1996 cangkul, cetakan paving block 20x10x6 cm, timbangan. Alat pengujian (Compression Machin. ISSN: p. 2301-475X e. Tabel 2. Komposisi Keseluruhan Campuran paving block Kode Sampel Semen . Pasir . Disposable Diaper Waste . Naphthalene Formaldehyde Sulfonate Air . Jumlah Benda Uji 6,8 ml 6,8 ml 6,8 ml 6,8 ml 6,8 ml i. Hasil dan Pembahasan untuk 15 gram, dan 1. 492 gram untuk 20 Setelah perawatan selama 29 hari. Dalam penelitian ini, rasio perbandingan paving block diuji di laboratorium semen dan pasir untuk paving block dengan parameter kuat tekan dan adalah 3:7, dengan berat semen sekitar penyerapan air. 25% dari volume . 134 gra. dan pasir 75% . 512 gra. Penambahan limbah 1. Pengujian Kuat Tekan paving block popok sekali pakai . isposable diaper Pengujian kuat tekan paving block wast. mempengaruhi jumlah pasir yang dilakukan pada sampel yang telah digunakan, di mana variasi jumlah dirawat selama 29 hari, mengingat pada limbah popok memerlukan penyesuaian umur ini kekuatan beton mencapai volume pasir: 1. 512 gram untuk 0 gram 100%. Pengujian limbah popok, 1. 507 gram untuk 5 gram, menggunakan mesin uji kuat tekan di 502 gram untuk 10 gram, 1. 497 gram PT. Mixindo Abadi Karya. Kode Tabel 3. Hasil Uji Kuat Tekan paving block Penambahan Hasil Analisa Standar SNI Disposable Uji Kuat Paving Block Diaper Waste Tekan (Mp. (Mp. Klasifikasi Paving Block Control 21,58 Mutu B 33,59 Mutu B 35,76 Mutu A 36,76 Mutu A 36,34 Mutu A 32,25 Mutu B Dapat Tabel dengan penambahan disposable diaper dibandingkan dengan paving block waste komposisi 5 gram,10 gram,15 kontrol, nilai kuat tekan paving block ISSN: p. 2301-475X e. gram dan 20 gram, memenuhi nilai kuat tekan sesuai dengan SNI 03-0691-1996. Gambar 2. Diagram Pengaruh Penambahan Disposable Diaper Waste Terhadap Kuat Tekan Paving Block klasifikasi dan komposisi terbaik penambahan disposable diaper waste pada paving block jika ditinjau dari kuat tekan paving block adalah dengan penambahan disposable diaper waste sebanyak 10 gram dengan hasil kuat tekan sebesar 36,76 Mpa memenuhi nilai kuat tekan sesuai dengan SNI 030691-1996 klasifikasi mutu A. Daya Serap Air Pengujian daya serap air dilakukan untuk mengetahui seberapa besar daya serap air pada suatu paving block . Kode Sampel Pengujian penyerapan air ini dilakukan pada saat paving block berumur 29 hari. Pengujian ini dilakukan dengan cara merendam paving blok ke dalam bak perendam selama A24 jam, setelah direndam benda uji diangkat dan dilakukan penimbangan benda uji basah atau jenuh air. Setelah ditimbang benda uji dilakukan pengeringan dengan cara dijemur dibawah sinar matahari selama A24 jam dan dilakukan penimbangan benda uji setelah dijemur. Tabel 4. Berat Kering dan Berat Basah paving block Penambahan Berat Basah Berat Kering Disposable Selisih Berat Paving Block Paving Block Diaper Waste (K. *A-B* (K. *A* (K. *B* . Control 0,12 0,17 Jika dihitung dengan menggunakan air paving block rumus yang ada, maka nilai penyerapan berikut : ISSN: p. 2301-475X e. Exp : yaycIya = ycOycaOeycOyco ycOyco ycu100% = 7. 24 ycu100% = 1. 66% . Tabel 4. 5 Hasil Analisa Daya Serap Air Kode Sampel Penambahan Disposable Diaper Waste . Hasil Analisa Daya Serap Air (%) Standar SNI paving block SNI 03-0691-1996. (%) Klasifikasi Standar SNI paving block SNI 03-0691-1996. Control Mutu A Mutu A Mutu A Mutu A Tidak Memenuhi syarat SNI 030691-1996. Mutu A Dengan hasil penelitian ini, jika ditinjau dari daya serap airnya menunjukan bahwa paving block yang tidak ditambahkan disposable diaper waste, paving block yang di jual dipasaran, maupun paving block yang ditambahkan disposable diaper waste dengan variasi 5 gram, 10 gram, 20 gram memenuhi standart nilai daya serap air sesuai dengan SNI 03-0691-1996. Gambar 3. Diagram Pengaruh Penambahan Disposable diaper waste Terhadap Daya Serap Air paving block Dari diagram diatas dapat disimpulkan bahwa, semakin banyak disposable diaper waste yang ditambahkan pada adonan paving block , maka semakin tinggi pula nilai daya serap airnya. Hal ini disebabkan karena semakin banyak ditambahkan maka semakin banyak pula pori-pori yang ada pada paving block karena adonan paving block yang tidak mengikat dengan disposable diaper Sehingga klasifikasi dan disposable diaper waste pada paving ISSN: p. 2301-475X e. block jika ditinjau dari daya serap air penambahan disposable diaper waste sebanyak 5 gram dengan hasil daya serap air sebesar 1. 41% memenuhi standar paving block berdasarkan SNI 03-0691-1996 dengan kualifikasi paving block mutu A. Tabel berikut menunjukkan klasifikasi dan komposisi terbaik penambahan disposable diaper waste pada paving block, berdasarkan uji kuat tekan dan daya serap air paving block. Tabel 6. Klasifikasi dan Komposisi Terbaik Penambahan Disposable diaper waste pada paving Kode Sampel Penambahan Disposable Diaper Waste . Hasil Kuat Tekan (Mp. Klasifikasi paving block (SNI 03-0691-1. 10 Gram 76 Mpa Mutu A Kode Sampel Penambahan Disposable Diaper Waste . Hasil Daya Serap Air (%) Klasifikasi paving block (SNI 03-0691-1. 5 Gram Mutu A Perbandingan Kualitas paving block Campuran Disposable Diaper Waste dengan Paving block Komersial Tabel 7. Perbandingan Kualitas paving block Campuran Disposable Diaper Waste dengan Paving Block Komersial Hasil Kuat Hasil Analisa Kode Klasifikasi Paving Block Standar Tekan Kode Sampel Daya Serap Sampel SNI 03-0691-1996 (Mp. Air (%) 10 Gram 76 Mpa 5 Gram Mutu A untuk parameter kuat tekan, dan daya serap air Kode Sampel Hasil KuatTekan (Mp. Hasil Analisa Daya Serap Air (%) Klasifikasi Paving Block Standar SNI 03-0691-1996 Paving Block Komersial 21,58 Mpa Mutu B untuk parameter kuat tekan, dan Mutu A untuk daya serap air Berdasarkan analisis, paving block yang ditambahkan disposable diaper waste menunjukkan kuat tekan lebih tinggi dibandingkan dengan paving block Penambahan 10 gram disposable diaper waste menghasilkan kuat tekan tertinggi di antara variasi yang diuji. Namun, untuk parameter daya serap air, paving block komersial memiliki nilai daya serap lebih tinggi dibandingkan dengan paving block yang ditambahkan 5 gram disposable diaper waste, yang menunjukkan daya serap air terendah pada variasi tersebut. Berdasarkan kuat tekan, paving block komersial termasuk dalam klasifikasi mutu B, yang sesuai untuk pelataran Sementara itu, paving block dengan penambahan 10 gram disposable diaper waste masuk dalam klasifikasi mutu A, yang dapat digunakan untuk pedestrian . , perkerasan terminal ISSN: p. 2301-475X e. peti kemas, serta kebutuhan struktural Kesimpulannya, paving block dengan tambahan disposable diaper waste memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan paving block IV. Kesimpulan kualitas paving block komersial. Saran pada penelitian ini adalah Penelitian ini dapat diperluas dengan penambahan bahan tambah jenis lain yang dapat meningkatkan workability adukan paving block, sehingga kepadatan dan kualitas paving block dengan mutu sedang yang optimal. Selain itu, pengujian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi kuat tekan dan daya serap air yang lebih baik, guna memperoleh hasil penelitian yang lebih akurat. Disarankan juga untuk sampah disposable diaper waste yang digunakan, karena bahan penyusun yang berkualitas berpengaruh signifikan terhadap mutu paving block. Penelitian selanjutnya diharapkan tidak hanya fokus pada uji kuat tekan dan daya serap air, tetapi juga meliputi pengujian kuat lentur dan ketahanan aus, untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai sifat-sifat material paving block tersebut. Klasifikasi dan komposisi terbaik penambahan disposable diaper waste pada paving block jika ditinjau dari kuat tekan paving block adalah dengan penambahan disposable diaper waste sebanyak 10 gram dengan hasil kuat tekan sebesar 36. 76 Mpa memenuhi standar SNI 03-0691-1996 klasifikasi mutu A, dimana paving block ini dapat digunakan untuk pedestrian . , perkerasan lahan terminal peti kemas di pelabuhan, kebutuhan nonstruktural dan struktural dengan berat beban yang sedangkan jika ditinjau dari daya serap air paving block , klasifikasi dan komposisi terbaik penambahan disposable diaper waste sebanyak 5 gram dengan hasil daya serap air terendah sebesar 1. 41% memenuhi standar SNI 03-0691-1996 klasifikasi Daftar Pustaka mutu A. Ferga Prasetyo. Susandi. , & Nilai kuat tekan tertinggi paving block Yunus. Prototipe Smart yang ditambahkan disposable diaper Waste Solving Organic And waste 10 gram dengan hasil uji kuat Inorganic Waste. 8, 1Ae7. tekan sebesar 36. 76 Mpa dan untuk hasil . Sistem Informasi Pengelolaan daya serap air terendah paving block Sampah Nasional, 2022. yang ditambahkan disposable diaper . Parinsa. , & Halomoan. waste adalah dengan penambahan . Kajian Timbulan Sampah disposable diaper waste sebanyak 5 Popok Sekali Pakai Di Kabupaten gram dengan hasil daya serap air sebesar Karawang Study Of Disposable 1 % nilai tersebut dapat memenuhi diaper waste Generation In SNI-03-0691-1996 klasifikasi mutu A. Karawang Regency. Jukung Jurnal Berdasarkan hasil tersebut, maka Teknik Lingkungan, 8. , 84Ae94. kualitas paving block yang ditambahkan . Nawawi. Azizah. , & disposable diaper waste lebih unggul Andini. Pelipob: Pemanfaatan Disposable diaper ISSN: p. 2301-475X e. waste Sebagai Alternatif Media Tanam. Http://Uns. Ac. Id. Firmansyah. Alfiah. , & Caroline. Kualitas Paving block dengan Campuran Limbah Popok Bayi sebagai Alternatif Pemanfaatan limbah Padat. Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Terapan, 1. , 255Ae260. Marthaliakirana. Irawati, , & Rohman. Education Sustainable Development (ESD) Melalui Pemahaman Masyarakat Untuk Mengurangi Sampah Popok Sekali Pakai Dengan Menggunakan Popok Reuse. Florea, 5. , 29Ae36 . Standar Nasional Indonesia 030691-1996 Tentang Bata Beton (Paving bloc. Hermansyah, & Marselina. Pemanfaatan Cacahan Limbah Plastik Dalam Pembuatan Campuran Paving Blok. Jurnal Keilmuan Teknik Sipil, 5, 1Ae9. Burhanuddin. Basuki, and M. Darmanijati. AuPemanfaatan Limbah Plastik Bekas Untuk Bahan Utama Pembuatan Paving block,Ay J. Rekayasa Lingkung. 18, no. Feb. 2020, doi: 37412/jrl. Syifa. Gumilang. Lestari. Gunawan, and H. Safarizki. AuPapblock : Paving block Dengan Bahan Tambah Limbah Kertas,Ay Ilm. Teknosains, vol. 5, no. 2, p. Feb. 26877/jitek. Kurniati. Saputro. Yogyakarta. Saint. , & Sorong. Utilitas Limbah Merang Sebagai Pengganti Agregat Pada paving block Https://Digitalpress. GaesEdu. Com/Index. Php/Gaespace/In