4285 JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 ANALISIS PENGELOLAAN LOGISTIK SUB BAGIAN PERBEKALAN UMUM DAN INVENTARIS DI RSI SURABAYA JEMURSARI Oleh yaeyayayayauya yaAyayayayauyauyayaoya , yaAyayaya yaAyaoya yaAyayyayayaoyayayayaoyaya, yaayayayaya yasyayayaoyaya yaayayayayayayaoyc 1,2Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Surabaya. Jawa Timur. Indonesia 3RS Islam Surabaya Jemursari. Surabaya. Jawa Timur. Indonesia E-mail: 1sherlyaprillia052. km19@student. Article History: Received: 05-06-2023 Revised: 26-06-2023 Accepted: 20-07-2023 Keywords: Non-Medical Logistics. Management Of Non-Medical Logisticsk Abstract: Logistics management is the process of planning, organizing, supervising all activities including maintenance and disposal with the aim of making it more effective and efficient. All of these activities are interrelated with one another to provide smooth logistics The purpose of this study was to determine the logistics management system for the sub-section of general supplies and inventory at the Islamic Hospital of Surabaya Jemursari. This study uses a qualitative study with a case study model. Data collection techniques used were in-depth interviews, direct observation, and data documents from related units. The results and discussion of this study found problems in the process of receiving and distributing non-medical logistics goods. Other logistics management activities have been carried out properly, quickly, precisely and safely. It is hoped that the division of tasks will be even better so that service and distribution run more optimally. PENDAHULUAN Pada perkembangan saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang kesehatan semakin meningkat dan maju, sehingga rumah sakit dituntut untuk memberikan pelayanan kesehatan dengan kualitas mutu yang baik. Salah satu pelayanan jasa kesehatan yang berperan penting dalam peningkatan pelayanan rumah sakit adalah peran bagian unit logistik non medis. Manajemen logistik merupakan proses perencanaan, mengorganisir, mengawasi seluruh kegiatan meliputi pengadaan, pencataatan, pendistribusian, penyimpanan, pemeliharaan dan penghapusan dengan tujuan untuk agar lebih efektif dan efisien (Mokalu. Maramis and Tucunan, 2. Seluruh kegiatan tersebut saling berkaitan satu sama lain untuk memberikan kelancaran pada pelayanan logistik (Hermayanti et al. , 2. Ketersediaan logistik merupakan hal penting dalam menunjang pelayanan kesehatan di rumah sakit. Alat-alat medis dan obat-obatan disebuah rumah sakit merupakan suatu kebutuhan vital yang sangat penting kegunaannya, tapi disisi lain barang pada logistik non medis penting untuk diperhatikan karena logistik non medis juga menunjang dalam melengkapi pelayanan di rumah sakit seperti pada hal pelayanan administrasi, perkantoran, ataupun hal-hal lain yang a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 berkaitan dengan pasien atau pun pegawai rumah sakit dalam menjalankan kegiatan operasional (Rahmatullah. Mahsyar and Rahim, 2. Untuk memberikan pelayanan jasa kesehatan yang baik dan bermutu. RS Islam Surabaya Jemursari memiliki unit khusus dalam menangani kebutuhan barang non medis di unit kerja RS Islam Surabaya Jemursari dengan tujuan menunjang kegiatan operasional dan pelayanan kesehatan agar berjalan dengan efektif dan efisien. Oleh karena itu, maka diperlukan pengelolaan logistik non medis untuk menyediakan suatu barang logistic yang berupa Alat Tulis Kantor (ATK), alat rumah tangga, inventaris, barang khusus yang dibutuhkan untuk hal tertentu saja juga disediakan. Pengelolaan logistik non medis salah satu kegiatan yang sangat penting. Adanya logistik non medis di rumah sakit merupakan suatu tuntutan dalam memberikan pelayanan maksimal berdasarkan jumlah dan jenis yang sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Jika pengelolaan logistik dilakukan dengan baik maka akan memberikan dampak pada kualitas pelayanan sehingga kelancaran dalam manajemen logistik dapat tercapai. Pengelolaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengelola dan menyediakan suatu barang guna untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan direncanakan (Angesti and Dwimawati, 2. Dalam pengelolaan logistik non medis memiliki beberapa faktor pendukung diantaranya sumber daya manusia yang berkualitas, sarana dan prasarana yang memadai, anggaran, serta prosedur dalam mengatur kegiatan pengelolaan logistik barang non medis (Publisher and Access, 2. Berdasarkan pengamatan penulis di RS Islam Jemursari Surabaya, penulis menemukan suatu masalah mengenai proses pelayanan yang ada di unit logistik non medis . ub bagian perbekalan umum & inventari. Oleh karena itu dibutuhkan pengelolaan logistik barang non medis dengan baik dan optimal. Pengelolaan logistik pada barang non medis bisa berpengaruh pada efektivitas pegawai, sehingga dapat berpengaruh juga pada pelayanan di rumah sakit (Liling. Citraningtyas and Jayanti, 2. Dengan adanya analisis pengelolaan logistik non medis . ub bagian perbekalan umum & inventari. diharapkan mendapatkan solusi yang baik agar peengelolaan logistik non medis berjalan lebih optimal. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan studi kualitatif dengan model studi kasus. Model penelitian jenis kualitatif model studi kasus ini dipilih karena sesuai dengan tujuan penelitian menganalisis pengelolaan logistik sub bagian perbekalan umum & inventaris di RS Islam Surabaya Jemursari. Lokasi dalam penelitian ini adalah Rumah Sakit Islam Surabaya Jemursari. Adapun waktu penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2023 dengan unit kerja logistik non medis . ub bagian perbekalan umum & inventari. RS Islam Surabaya Jemursari. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumen data dari pihak unit terkait. Teknik analisis data yang dilakukan menganalisi hasil yang didapat melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumen data dari pihak unit terkait. Manajemen logistik adalah bagian dari supply chain management yang merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan aliran barang secara efektif dan efisien. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan di ruang logistik non medis . ub bagian perbekalan umum & a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 inventari. Rumah Sakit Islam Surabaya Jemursari, pada logistik non medis ini menjalankan proses manajemen meliputi perencanaan, penerimaan, pendistribusian, pemeliharaan, dan penghapusan guna memenuhi kebutuhan Rumah Sakit Islam Surabaya Jemursari. Logistik non medis . ub bagian perbekalan umum & inventari. mengurus barang yang meliputi : Barang Habis Pakai (BHP) Inventaris Khusus Kinerja logistik non medis . ub bagian perbekalan umum & inventari. Rumah Sakit Islam Surabaya Jemursari tidak meliputi pengadaan barang karena untuk pengadaan melalui unit pengadaan itu sendiri. Proses manajemen logistik non medis Rumah Sakit Islam Surabaya Jemursari meliputi : Proses Perencanaan Barang Logistik Non Medis Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan di ruang logistik non medis RS Islam Surabaya Jemursari, perencanaan barang logistik non medis dilakukan rutin tiap bulan dengan pembuatan anggaran barang rutin bulanan yang diperlukan oleh seluruh unit di RS Islam Surabaya Jemursari sampai dengan pengajuan anggaran tersebut ke instalasi pelayanan pengadaan. Proses Penerimaan Barang Logistik Non Medis Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan di ruang logistik non medis RS Islam Surabaya Jemursari, kegiatan penerimaan barang kategori barang logistik umum dilakukan ketika telah dilakukan pembelian oleh instalansi pelayanan Proses Pendistribusian Barang Logistik Non Medis Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan di ruang logistik non medis RS Islam Surabaya Jemursari, pendistribusian yang dilakukan sudah cepat, dan tepat. Cepat memiliki arti jumlah permintaan sudah sesuai dengan yang dibutuhkan, tepat memiliki arti barang yang diminta oleh instalasi dirumah sakit sudah sesuai dengan jumlah yang diminta, dan penyaluran juga sampai ke instalasi atau ruangan yang membutuhkan dengan keadaan utuh tanpa ada kekurangan maupun kerusakan. Proses Penghapusan Barang Logistik Non Medis Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan di ruang logistik non medis RS Islam Surabaya Jemursari, penghapusan barang dilakukan pada barang yang tidak digunakan atau dibutuhkan lagi oleh instalasi atau ruangan yang ada di RS Islam Surabaya Jemursari. Penghapusan barang juga dilakukan melalui penjualan atau pemutihan terhadap barang-barang inventaris melalui proses lelang. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran manajemen logistik non medis . ub bagian perbakalan umum dan inventari. di RS Islam Surabaya Jemursari : Proses Perencanaan Barang Logistik Non Medis Berdasarkan hasil penelitian, perencanaan barang dilakukan oleh kepala unit sub bagian perbekalan umum dan inventaris setiap bulan setelah dilakukannya stock opname pada akhir bulan. Setelah membuat daftar perencanaan, daftar tersebut diberikan pada unit pengadaan barang. Pada unit pengadaan barang daftar perencanaan barang tersebut tidak langsung masuk pada proses pembelian barang a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 tetapi dilakukan pengecekan lagi pada daftar barang tersebut. Setelah proses pengecekan pada daftar perencanaan, unit pengadaan akan melakukan proses pembelian barang sesuai dengan perencanaan. Pembelian yang digunakan menggunakan proses pencetakan nota kesepakatan dengan pihak rekanan. Menurut penelitian yang dilakukan Rahmatullah . , pengadaan barang pada RSUD Salewangan Maros menggunakan tiga metode yaitu pengadaan langsung, menggunakan e-katalog maupun tender. Proses Penerimaan Barang Logistik Non Medis Berdasarkan hasil penelitian, penerimaan barang secara umum sudah dilakukan sesuai prosedur yang ditetapkan dalam standar operasional Namun dalam pelaksanaan penerimaan barang masih terdapat kekurangan yang perlu mendapatkan pembenahan. Dalam penerimaan barang ditemukan barang yang dikirim oleh supplier/pemasok tidak sesuai dengan yang dipesan sehingga terjadi retur yang akhirnya mengakibatkan barang mengalami keterlambatan dalam pemenuhan kebutuhan operasional unit-unit kerja di RS Islam Surabaya Jemursari. Proses Pendistribusian Barang Logistik Non Medis Kegiatan pendistribusian barang yang dilaksanakan oleh karyawan unit logistik non medis sesuai dengan standar operasional yang sudah ditetapkan. Dalam pendistribusian barang ditemukan masalah yang dimana pada saat banyaknya permintaan barang masuk pada sistem ANFRA, karyawan terlihat kewalahan dengan banyaknya permintaan ANFRA yang masuk sehingga dapat menyebabkan kesalahan seperti human error, kesalahan pengambilan barang, jumlah barang yang diambil tidak sesuai. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Yulisa . pada bagian logistik non medis di RSUD M. Nasir Solok pendistribusian berjalan dengan aman dan tepat dimana barang yang disalurkan sesuai dengan permintaan dan proses penyaluran barang dari gudang ke pengguna instansi sampai dalam keadaan utuh tanpa ada kerusakan dan kekurangan dalam penyaluran tersebut (Yulisa, 2. Pada penelitian lainnya yang dilakukan oleh Gabriella Mokalu. Franckie dan Ardiansa . proses pendistribusian kadang tidak sesuai dengan permintaan di setiap ruangan (Mokalu. Maramis and Tucunan, 2. Proses Penghapusan Barang Logistik Non Medis Berdasarkan hasil penelitian, penghapusan barang pada logistik non medis . ub bagian perbekalan umum dan inventari. di RS Islam Surabaya Jemursari dilakukan pada barang yang tidak digunakan atau dibutuhkan lagi oleh instalasi atau ruangan yang ada di RS Islam Surabaya Jemursari. Penghapusan barang juga dilakukan melalui penjualan atau pemutihan terhadap barang-barang inventaris melalui proses lelang. Proses penjualan atau pemutihan dilakukan sesuai prosedur yang sudah ditetapkan oleh pihak RS Islam Surabaya Jemursari. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Rahmatullah . , penghapusan barang logistik non medis di RSUD Salewangan Maros memiliki aturan yang harus ditaati. Penghapusan barang dilakukan setiap 5 tahun sekali, meskipun memilik aturan tersebut tidak menutup kemungkinan penghapusan barang dilakukan a. http://bajangjournal. com/index. php/JCI JCI Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. No. Juli 2023 sebelum atau sesudah 5 tahun tersebut. Dan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Yulisa . , pengahapusan barang di logistik non medis RSUD M. Nasir Solok dilakukan sesuai dengan PERMENDAGRI Nomor 17 Tahun 2007, yaitu penghapusan barang milik Daerah meliputi penghapusan dari daftar barang penggunaan dan/atau kuasa pengguna. KESIMPULAN Dari hasil dan pembahasan diatas bahwasannya. Logistik Non Medis . ub bagian perbekalan umum dan inventari. RS Islam Surabaya Jemursari menjalankan proses manajemen meliputi perencanaan, penerimaan, pendistribusian, pemeliharaan, dan penghapusan guna memenuhi kebutuhan Rumah Sakit Islam Surabaya Jemursari. Dan berdasarkan hasil dan pembahasan yang sudah dijelaskan diatas bahwasannya masih terdapat beberapa hal yang kurang pada pengelolaan logistik sub bagian perbekalan umum dan inventaris RS Islam Surabaya Jemursari. SARAN Dalam hal tersebut peneliti ingin memberikan saran mengenai hal yang kurang, yaitu sebelum supplier/pemasok mengirimkan barang pesanan terlebih dahulu dilakukan pengecekan barang di gudang supplier/pemasok oleh petugas yang ditunjuk untuk meminimalisir kesalahan dalam pengiriman barang. Selain itu diharapkan pembagian tugas lebih baik lagi agar pelayanan dan pendistribusian berjalan lebih optimal. DAFTAR PUSTAKA