Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug Vol. 07 No. 01 | Maret 2026 Hal. 46 - 54 Workshop Publikasi Artikel ke Jurnal Terakreditasi Ruqiah Ganda Putri Panjaitan1. Yuliati Indrayani2. Kiki Prio Utomo3. Ayong Hiendro4. Muhammad Irfani Hendri5. Intan Putri Rahmani6. Alya Zatira7 1,2,3,4,5,6,7 Universitas Tanjungpura. Pontianak. Kalimantan Barat. Indonesia E-mail: 1ruqiah. gpp@fkip. id, 2yuliati. indrayani@fahutan. utomo@teknik. id, 4ayong. hiendro@teknik. hendri@feb. id, 6f1072201012@student. f1071201037@student. Received : 12 Januari 2026 Revised : 9 Maret 2026 Accepted : 26 Maret 2026 Abstrak Publikasi artikel ilmiah merupakan salah satu indikator penting dalam mengembangkan profesionalisme guru. Namun, saat ini kemampuan guru terkait publikasi artikel ilmiah masih tergolong rendah. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada guru terkait penulisan dan tata cara publikasi artikel ilmiah ke jurnal terakreditasi. Metode yang digunakan adalah presentasi dan diskusi secara tatap muka. Subjek kegiatan pengabdian ini adalah guru SDN 24 Pontianak Tenggara. Instrumen yang digunakan berupa angket posttest. Hasil posttest menunjukkan peningkatan pada pemahaman guru terkait penulisan dan publikasi artikel ilmiah. Kendala dalam workshop adalah terbatasnya waktu penyelesaian artikel, sehingga diperlukan pendampingan lanjutan dalam proses submit artikel ke sistem OJS. Kata Kunci: workshop. jurnal terakreditasi. Abstract The publication of scientific articles is an important indicator in developing teacher However, teachers' abilities in publishing scientific articles are still relatively This activity aims to provide teachers with an understanding of writing and the procedures for publishing scientific articles in accredited journals. The methods used are face-to-face presentations and discussions. The subjects of this community service activity are teachers at SDN 24 Pontianak Tenggara. The instrument used is a post-test questionnaire. The post-test results indicate an improvement in teachers' understanding of scientific article writing and A challenge in the workshop was the limited time available for completing the articles, so further guidance is needed in the process of submitting articles to the OJS system. Keywords: workshop. accredited journal. Pendahuluan Guru merupakan tenaga pendidik profesional yang memiliki kewajiban pokok untuk mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik di berbagai tingkatan pendidikan formal mulai dari anak usia dini, pendidikan dasar, dan Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug pendidikan menengah (Marwa dan Dinata, 2. Menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, guru sebagai tenaga profesional harus memiliki empat kompetensi yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional (Dalyono dan Gustina, 2. Keprofesionalan berhubungan dengan pengembangan profesi seperti publikasi Dalam Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 juga disebutkan bahwa guru harus memenuhi unsur kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) yang terdiri dari pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan karya inovatif (Atsnan, et al. , 2. Hal ini menunjukkan bahwa guru tidak hanya dituntut untuk mengajar, tetapi juga terus belajar dan mengembangkan diri melalui kegiatan publikasi ilmiah. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, publikasi ilmiah menjadi syarat mutlak untuk kenaikan pangkat dan golongan bagi guru, khususnya untuk mencapai golongan IV/a ke atas. Namun, lebih dari sekadar pemenuhan persyaratan kenaikan pangkat dan jabatan, kegiatan publikasi artikel ilmiah sebaiknya senantiasa dilakukan oleh para guru sebagai bagian integral tugas, kewajiban, dan tanggung jawab setiap guru (Darmada, et al. , 2. Karya ilmiah guru dipublikasikan dalam bentuk laporan hasil penelitian, gagasan ilmiah, atau laporan penelitian yang didasarkan pada pengalaman dan sesuai dengan tugas dan fungsi utama guru (Murwatiningsih, et al. , 2. Melalui kegiatan menulis artikel ilmiah, guru didorong melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran yang dilakukan, mengidentifikasi permasalahan serta mencari solusi inovatif untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Melalui publikasi ilmiah, guru dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan dengan cara menyebarluaskan praktik-praktik terbaik dan hasil penelitian yang dapat diaplikasikan dalam proses pembelajaran (Nur, et al. , 2. Oleh karena itu, publikasi ilmiah yang dihasilkan oleh guru tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan karir guru, tetapi juga bermanfaat untuk peningkatan kualitas pendidikan secara nasional. Namun demikian, realita di lapangan menunjukkan bahwa tingkat publikasi guru di jurnal terakreditasi masih rendah (Hasan, 2021. Murwatiningsih, et al. , 2. Menurut Rahman et al. rendahnya tingkat publikasi guru disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor internal dan Faktor internal yakni bersumber dari guru itu sendiri, diantaranya rendahnya motivasi menulis guru, keterbatasan alokasi waktu karena guru fokus pada pemenuhan kewajiban mengajar sesuai jam sertifikasi, ketidakpamahan terhadap metodologi penulisan karya ilmiah, keengganan untuk melakukan penelitian dan pengumpulan data di lapangan, serta keterbatasan literasi teknologi informasi yang diperlukan dalam proses penulisan dan publikasi. Sedangkan faktor eksternal yakni bersumber dari luar diantaranya keterbatasan akses terhadap referensi literatur, maraknya praktik jasa penulisan karya ilmiah, kurang optimalnya peran MGMP dan lembaga sejenis dalam memfasilitasi pengembangan kemampuan menulis guru, serta minimnya dukungan publikasi dan sosialisasi dari institusi pendidikan tempat guru bertugas. Kondisi ini menyebabkan kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah menjadi sulit untuk dilakukan secara Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan di atas yaitu dengan melaksanakan kegiatan workshop publikasi artikel ilmiah. Artikel ilmiah adalah karya tulis ilmiah yang berlandaskan hasil penelitian dan disajikan dalam format laporan, dengan tujuan akhir untuk dipublikasikan baik pada jurnal nasional ataupun internasional yang terakreditasi serta dipresentasikan dalam forum seminar ilmiah baik di tingkat nasional maupun internasional (Henanggil, et al. , 2. Lebih lanjut Henanggil, et al. menjelaskan format penulisan artikel ilmiah yaitu judul, penulis dan afiliasi, abstrak dan kata kunci, pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan, ucapan terima kasih, daftar pustaka, serta lampiran. ISSN: 2745-696X. e-ISSN : 2746-4881 DOI: https://doi. org/10. 54147/jpkm. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug Terkait dengan kegiatan workshop publikasi artikel ilmiah, terdapat beberapa penelitian terdahulu yaitu Islam et al. Nuraini et al. , dan Sari et al. yang menyatakan bahwa workshop publikasi artikel ilmiah terbukti dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menulis artikel ilmiah. Workshop publikasi artikel ilmiah juga terbukti dapat memotivasi para guru untuk menghasilkan tulisan yang dapat memenuhi hak mereka dalam peningkatan Yulianto . menyatakan bahwa penerapan workshop artikel jurnal untuk guru dapat meningkatkan motivasi bagi guru untuk melakukan penelitian. Berdasarkan uraian di atas, tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian ini adalah agar guru-guru memiliki pemahaman dalam penulisan dan publikasi artikel ilmiah. Dengan tercapainya tujuan tersebut, diharapkan dapat meningkatkan jumlah publikasi ilmiah guru di jurnal-jurnal terakreditasi. Selain itu, mendorong budaya menulis di kalangan guru sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan melalui penyebarluasan praktik-praktik pembelajaran yang inovatif. Lebih lanjut, kegiatan ini juga diharapkan dapat memfasilitasi guru dalam memenuhi persyaratan pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) yang diperlukan untuk kenaikan pangkat dan golongan Metode Kegiatan workshop dilakukan di SD Negeri 24 Pontianak Tenggara secara tatap muka. Subjek dalam kegiatan workshop ini adalah para guru yang mengajar di SD Negeri 24 Pontianak Tenggara. Selama kegiatan workshop berlangsung, baik peserta yaitu guru maupun tim pelaksana menggunakan beberapa perangkat elektronik seperti laptop maupun handphone. Kegiatan workshop dilakukan tiga tahapan yaitu tahap persiapan, peyampaian materi, serta sesi tanya jawab. Tahap persiapan yang dilakukan yaitu mengurus perizinan kegiatan kepada pihak kampus dan pihak sekolah. Selain itu, tim juga mempersiapkan narasumber dan mitra pelaksana serta mempersiapkan sumber daya yang diperlukan seperti laptop, microphone, proyektor, ruangan, serta menyusun angket posttest. Selanjutnya, pada tahap pelaksanaan kegiatan, diawali dengan sambutan dari Kepala Sekolah SD Negeri 24 Pontianak Tenggara. Dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber tentang publikasi artikel ilmiah ke jurnal terakreditasi. Setelah penyampaian materi oleh narasumber, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang membahas lebih dalam seputar publikasi artikel ilmiah. Sebagai penutup, dilakukan evaluasi melalui posttest untuk mengukur sejauh mana pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan oleh narasumber. Hasil dan Pembahasan Workshop publikasi artikel ke jurnal terakreditasi yang diselenggarakan di SD Negeri 24 Pontianak Tenggara telah berhasil dilaksanakan dengan partisipasi penuh dari seluruh guru. Kegiatan workshop diawali dengan sambutan hangat dari kepala sekolah. Dalam sambutannya, kepala sekolah menekankan pentingnya peran guru sebagai praktisi sekaligus peneliti untuk menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas. Dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber mengenai publikasi artikel ke jurnal terakreditasi. Narasumber menyampaikan struktur penulisan artikel jurnal setidaknya harus meliputi judul, abstrak, pendahuluan, metode penelitian, hasil dan pembahasan, kesimpulan serta daftar Sejalan dengan pendapat Daud et al. bagian bagian inti dari sebuah artikel ilmiah adalah judul, abstrak, pendahuluan, metode, hasil dan pembahasan, serta kesimpulan. Narasumber juga menjelaskan tentang kriteria jurnal terakreditasi SINTA 1-6 dan teknik pemilihan jurnal target. Narasumber menjelaskan bahwa pemilihan jurnal harus ISSN: 2745-696X. e-ISSN : 2746-4881 DOI: https://doi. org/10. 54147/jpkm. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug mempertimbangkan kesesuaian ruang lingkup penelitian, tingkat akreditasi jurnal, dan reputasi Peserta juga diberikan cara untuk melakukan riset terkait jurnal yaitu membaca scope and aims jurnal dan menganalisis track record publikasi untuk memastikan kesesuaian artikel dengan jurnal yang dituju. Hal ini sejalan dengan Nurrahman . yang menyatakan bahwa terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan ketika memilih beberapa jurnal ilmiah diantaranya: . menentukan target akreditasi jurnal, . menentukan bidang keilmuan jurnal yang dituju, . mengetahui jenis artikel ilmiah, apakah artikel dari penelitian/riset atau pengabdian masyarakat, ataupun dari literature review, . mengetahui waktu terbitan jurnal atau frekuensi penerbitan, . mengetahui tingkat penerimaan artikel . cceptance rat. dan waktu respon atas diterima atau ditolaknya sebuah artikel, . mengetahui biaya penerbitan . uthor fee atau article publication charg. , . mengetahui kontak pengelola jurnal, biasanya pihak jurnal mencantumkan kontak minimal nomor telpon aktif atau emai. Gambar 1. Penyampaian Materi oleh Narasumber dan Sesi Tanya Jawab Lebih lanjut, narasumber juga menyampaikan contoh-contoh artikel yang telah dipublikasikan di jurnal terakreditasi. Selain itu, narasumber juga menjelaskan prosedur submit artikel ke jurnal terakreditasi dimulai dengan mempersiapkan artikel yaitu memastikan kesesuaian artikel dengan fokus dan ruang lingkup jurnal dan memeriksa kesesuaian format artikel dengan template jurnal. Tahap selanjutnya adalah proses submission yaitu dengan cara registrasi akun pada sistem OJS (Open Journal Syste. , mengisi data secara lengkap, dan upload artikel sesuai dengan panduan jurnal. Gambar 2. Prosedur Submit Artikel ke Jurnal Terakreditasi ISSN: 2745-696X. e-ISSN : 2746-4881 DOI: https://doi. org/10. 54147/jpkm. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug Gambar 3. Cara Mensubmit Artikel Kegiatan ini juga menyediakan sesi praktik di mana memberikan pengalaman kepada peserta dalam mengirim artikel melalui platform Open Journal System (OJS). Peserta diajarkan langkah demi langkah proses pengiriman artikel mulai dari registrasi akun, pengisian metadata, upload file artikel, hingga tracking status submission. Setelah artikel dikirim, narasumber menjelaskan bahwa artikel akan memasuki tahapan review dimana artikel akan melalui initial review oleh editor, kemudian proses peer review oleh reviewer ahli, revisi sesuai dengan komentar reviewer, dan proses finalisasi hingga publikasi. Menurut Darmalaksana . , setelah artikel diterima oleh pengelola jurnal masih ada proses review oleh reviewer dan kemudian dikembalikan ke penulis lagi untuk dilakukan revisi dan seterusnya dikirimkan lagi ke pengelola jurnal sampai naskah tersebut diterima hingga naskah tersebut terbit. Dengan demikian, artikel memiliki perjalanan status, seperti draft, submitted, reviewed, revised, accepted dan published. Narasumber juga menekankan pentingnya etika dalam penulisan dan publikasi ilmiah. Narasumber memaparkan bahwa penulis harus menghindari plagiarisme dalam bentuk apapun, tidak melanggar hak cipta, transparansi dalam hasil penelitian, serta penulis tidak boleh submit artikel yang sama ke beberapa jurnal. Sebagaimana menurut Amrullah et al. dalam menulis suatu karya ilmiah, penulis harus mencantumkan secara jujur pemikiran yang diambil dari sumber lain. Apabila tidak mencantumkan sumber serta tidak disertai rujukan maka hal itu dianggap sebagai plagiarisme. Penulisan karya ilmiah harus menghindari tindak plagiarisme. Meskipun telah dicantumkan sumber, tetapi penulis juga harus tetap melakukan paraphrase ketika mengutip tulisan orang lain. Di samping itu, narasumber menyampaikan software yang membantu membuat sitasi dan daftar pustaka otomatis. Software yang populer digunakan seperti Mendeley dan Zotero. Selain itu, narasumber juga menyampaikan software yang membantu mengecek originalitas tulisan yaitu menggunakan software Turnitin. Setelah kegiatan penyampaian materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara narasumber dengan peserta workshop. Salah satu peserta bertanya mengenai batasan tahun referensi yang digunakan dalam penulisan artikel. Narasumber menyarankan untuk menggunakan referensi yang tidak lebih dari 10 tahun terakhir, dengan proporsi minimal 80% referensi terbaru dalam 5 tahun terakhir dan maksimal 20% referensi klasik yang masih relevan. Penggunaan referensi terbaru menunjukkan bahwa artikel tersebut mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan terkini. Pertanyaan lain yang muncul terkait dengan kemitraan dalam Narasumber menjelaskan pentingnya membangun jejaring dengan sesama peneliti, dosen perguruan tinggi, atau bergabung dengan komunitas peneliti guru. Kemitraan ini dapat membantu dalam proses penelitian, penulisan, hingga publikasi artikel. Narasumber juga menginformasikan bahwa beberapa dinas pendidikan dan perguruan tinggi memiliki program pendampingan publikasi bagi guru yang dapat dimanfaatkan. Peserta juga menanyakan tentang perbedaan antara jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi, dimana narasumber menjelaskan bahwa jurnal internasional ISSN: 2745-696X. e-ISSN : 2746-4881 DOI: https://doi. org/10. 54147/jpkm. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug umumnya memiliki standar review yang lebih ketat dan jangkauan pembaca yang lebih luas dibanding jurnal nasional. Meskipun begitu, jurnal nasional terakreditasi tetap memiliki nilai akademik yang baik untuk pengembangan karir guru. Terkait estimasi waktu review artikel, narasumber menginformasikan bahwa proses review di jurnal terakreditasi umumnya memakan waktu 2-6 bulan tergantung pada kebijakan masing-masing jurnal. Lebih lanjut, peserta juga bertanya tentang cara mengatasi penolakan artikel dari jurnal, dimana narasumber menyarankan untuk membaca dengan teliti komentar reviewer, melakukan perbaikan sesuai saran, dan mempertimbangkan untuk submit ke jurnal lain yang lebih sesuai dengan topik penelitian. Narasumber juga menjelaskan kesalahan umum yang harus dihindari dalam penulisan artikel ilmiah seperti penggunaan referensi yang tidak relevan, metodologi yang tidak jelas, dan pembahasan yang tidak mendalam. Peserta workshop juga menanyakan tentang cara meningkatkan kualitas tulisan agar dapat diterima di jurnal bergengsi. Narasumber menyarankan untuk melakukan review literatur yang mendalam, menggunakan metodologi penelitian yang tepat, menyajikan data dengan jelas, dan menulis pembahasan yang kritis serta Selain itu, narasumber juga menekankan pentingnya proofreading dan editing sebelum submit artikel untuk memastikan tidak ada kesalahan tata bahasa dan struktur kalimat. Narasumber juga menyampaikan bahwa tingkat similarity yang dapat diterima jurnal umumnya di bawah 20% dengan syarat tidak ada kemiripan yang signifikan pada bagian Pertanyaan lain yang menarik adalah tentang strategi membangun profil akademik sebagai peneliti. Narasumber menjelaskan pentingnya konsistensi dalam bidang penelitian, aktif berpartisipasi dalam konferensi ilmiah, membangun jejaring dengan peneliti lain, dan memanfaatkan media akademik seperti ResearchGate atau Google Scholar untuk meningkatkan visibilitas karya ilmiah. Diskusi juga menyentuh topik tentang perbedaan antara artikel konseptual dan artikel empiris. Narasumber menjelaskan bahwa artikel konseptual lebih fokus pada pengembangan teori atau konsep baru berdasarkan analisis literatur, sedangkan artikel empiris menyajikan hasil penelitian lapangan dengan data primer. Kedua jenis artikel ini memiliki nilai yang sama dalam kontribusi keilmuan asalkan ditulis dengan standar akademik yang baik dan memberikan novelty yang jelas. Evaluasi kegiatan workshop dilakukan melalui penyebaran angket posttest yang dirancang untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta dalam berbagai aspek publikasi Berdasarkan hasil posttest yang telah dilakukan, terdapat peningkatan pada pemahaman peserta tentang penulisan dan publikasi artikel ilmiah. Gambar 4. Proses pengisian Posttest Pasca Workshop Hasil posttest menunjukkan bahwa workshop terbukti efektif meningkatkan pemahaman guru tentang publikasi ilmiah. Para guru telah memahami langkah-langkah penulisan artikel ilmiah, mampu menyusun artikel yang sesuai dengan standar publikasi di ISSN: 2745-696X. e-ISSN : 2746-4881 DOI: https://doi. org/10. 54147/jpkm. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug jurnal terakreditasi, serta mengetahui tata cara publikasi artikel ke jurnal. Berdasarkan hasil posttest, tingkat pemahaman peserta mencapai 100% pada beberapa kriteria seperti pentingnya publikasi artikel di jurnal terakreditasi untuk meningkatkan reputasi akademik, menentukan judul dan fokus pembahasan sebelum menulis artikel, mengetahui bahwa kesimpulan merupakan bagian yang merangkum hasil penelitian secara ringkas dan jelas, serta memahami tahapan-tahapan dalam proses submit artikel ke jurnal. Hal ini sejalan dengan temuan Fibrianto et al. yang menyatakan bahwa kegiatan pengabdian penulisan dan publikasi artikel ilmiah bagi guru dapat meningkatkan kompetensi dan produktivitas publikasi ilmiah mereka. Namun, masih terdapat hal-hal yang memerlukan pendampingan lebih lanjut khususnya terkait aspek etika publikasi dan teknik penulisan. Selain itu, dalam proses kegiatan ditemui hambatan yaitu keterbatasan waktu penyelesaian artikel dan kurangnya pendampingan dalam proses submit ke sistem OJS. Tabel 1. Hasil Kuisioner Posttest No. Pernyataan Benar Salah Saya memahami bahwa publikasi artikel di jurnal terakreditasi 10 penting untuk meningkatkan reputasi akademik. Saya mengetahui bahwa jurnal terakreditasi di Indonesia 7 diklasifikasikan dalam Sinta 1 hingga Sinta 6. Sebelum menulis artikel, saya harus menentukan judul dan fokus 10 pembahasannya terlebih dahulu. Setiap jurnal memiliki ketentuan jumlah kata abstrak yang sama 8 untuk semua artikel. Kesimpulan dalam artikel ilmiah boleh berbeda dari tujuan 5 penelitian yang diajukan Pada bagian pembahasan artikel, hasil penelitian yang disajikan 6 dalam tabel perlu dijelaskan kembali secara narasi. Kesimpulan merupakan bagian yang merangkum hasil penelitian 10 secara ringkas dan jelas. Semua jurnal ilmiah menggunakan gaya penulisan daftar pustaka 8 yang sama. Penyajian artikel yang baik adalah jika bagian hasil dan 5 pembahasan lebih panjang dari pendahuluan. Pendahuluan artikel ilmiah harus cukup rinci menggambarkan masalah dan urgensi penelitian. Jika naskah yang sudah dikirimkan ke jurnal tidak mendapat 6 kabar selama enam bulan, saya boleh langsung mengirimkannya ke jurnal lain tanpa pemberitahuan. Saya memahami tahapan-tahapan dalam proses submit artikel ke 10 jurnal terakreditasi. ISSN: 2745-696X. e-ISSN : 2746-4881 DOI: https://doi. org/10. 54147/jpkm. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Politeknik Penerbangan Indonesia Curug Rekomendasi yang muncul dari hasil evaluasi workshop mencakup pembentukan komunitas guru di tingkat sekolah yang dapat berfungsi sebagai support system dalam proses penulisan dan publikasi. Komunitas ini dapat menjadi wadah untuk saling berbagi pengalaman dan motivasi dalam meningkatkan produktivitas publikasi. Selain itu, diperlukan kebijakan institusional yang memberikan alokasi waktu khusus dan sistem insentif yang memadai bagi guru yang aktif dalam publikasi ilmiah, sehingga aktivitas penelitian dan penulisan karya ilmiah dapat menjadi bagian integral dari tugas profesional guru tanpa mengganggu kewajiban Kesimpulan Workshop publikasi artikel ke jurnal terakreditasi bagi guru SD Negeri 24 Pontianak Tenggara terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman terkait penulisan dan publikasi Berdasarkan hasil posttest, peserta mencapai pemahaman 100% pada empat kriteria, diantaranya pentingnya publikasi di jurnal terakreditasi untuk reputasi akademik, penentuan judul dan fokus sebelum menulis, fungsi kesimpulan sebagai rangkuman hasil penelitian yang ringkas dan jelas, serta pemahaman tahapan proses submit artikel ke jurnal. Hambatan yan ditemui adalah keterbatasan waktu penyelesaian artikel dan kurangnya pendampingan dalam proses submit ke sistem Open Journal Systems (OJS). Ucapan terima kasih Ucapan terima kasih kepada Kepala Sekolah dan Guru SDN 24 Pontianak Tenggara atas partisipasi dan antusiasme selama kegiatan workshop berlangsung. Daftar Pustaka