PENELITIAN ASLI PENGARUH RESILIENSI TERHADAP STRES PASCA PERCERAIAN ORANG TUA PADA REMAJA DI SMK NAHDLATUL ULAMA MEDAN Siska Dwi Ningsih1. Inggrit Puspita Sari1. Sri Ramadhani1. Sierly Anita Gafar1 Program Studi Psikologi. Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia Jl. Kapten Muslim No. Medan. Sumatera Utara, 20123. Indonesia Info Artikel Abstrak Riwayat Artikel: Tanggal Dikirim: 05 Juni 2025 Tanggal Diterima: 19 Juni 2025 Tanggal Dipublish: 28 Juni 2025 Remaja Sekolah Menengah Kejuruan . elanjutnya disingkat SMK) Nahdlatul Ulama . elanjutnya disingkat NU) Medan yang orang tuanya bercerai berdampak negatif seperti tidak disiplin masuk sekolah, membolos, malas belajar, sehingga mengakibatkan penurunan nilai secara akademik, hal ini membuktikan bahwa remaja mengalami stres pasca perceraian orang tuanya. Stres yang terjadi mempengaruhi kelangsungan kehidupan siswa di rumah dan di sekolah. Setiap remaja memiliki cara yang berbeda dalam merespon stressor yang ada. Individu yang mampu bertahan tentu memiliki sikap dalam menghadapi stres sehingga setiap remaja harus mampu menjadi resilien, yaitu mampu beradaptasi, mampu bertahan, dan bangkit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh resiliensi terhadap stres pasca perceraian pada remaja di SMK NU Medan. Subjek dalam ini berjumlah 31 orang. Penelitian ini menggunakan alat ukur instrumen penelitian dengan lembar kuesioner stres dan resiliensi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh resiliensi terhadap stres pasca perceraian orang tua dengan nilai koefisien determinasi (R2 ) sebesar 0,410 yang berarti 41% stres pasca perceraian orang tua dipengaruhi oleh resiliensi dengan nilai signifikasi 0,000 O 0,05. Kata Kunci: Ketahanan. Stres Pasca Perceraian Orang Tua Penulis Korespondensi: Siska Dwi Ningsih Email: siscadwiningsih@yahoo. Jurnal Psychomutiara e-ISSN: 2615-5281 Vol. 8 No. 1 Juni, 2025 (Hal 26-. Homepage: https://e-journal. sari-mutiara. id/index. php/Psikologi DOI: https://doi. org/10. 51544/psikologi. How To Cite: Ningsih. Siska Dwi. Inggrit Puspita Sari. Sri Ramadhani, and Sierly Anita Gafar. AuPengaruh Resiliensi Terhadap Stres Pasca Perceraian Orang Tua Pada Remaja Di SMK Nahdlatul Ulama Medan. Ay Jurnal Psychomutiara 8 . 26Ae36. https://doi. org/https://doi. org/10. 51544/psikologi. Copyright A 2025 by the Authors. Published by Program Studi: Psikologi Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia. This is an open access article under the CC BY-SA Licence (Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International Licens. Pendahuluan Menurut Hurlock . Ketika orang tua dan anak memiliki hubungan yang positif dan adaptif, anak akan lebih mudah menyelesaikan tugas perkembangan mereka. Menurut Yusuf . mengatakan bahwa anak-anak yang memiliki keluarga yang utuh atau harmonis cenderung menunjukkan hubungan yang positif karena mereka cenderung menunjukkan sikap yang ceria dan aktif. Karena keutuhan sebuah keluarga sangat mempengaruhi perkembangan anak, mereka juga menerima pendidikan yang layak. Seperti yang ditunjukkan oleh penelitian yang dilakukan oleh Hetherington . alam Dagun, 2. anak-anak yang berasal dari keluarga yang ceria dan stabil menunjukkan antusiasme dan semangat yang berbeda dengan anak-anak yang berasal dari keluarga yang retak atau tidak harmonis, yang menjadi canggung dan tidak nyaman saat bermain dengan sebayanya. Sementara Hurlock . menyatakan bahwa hubungan yang tidak harmonis antara anak dan orang tua berdampak negatif pada kehidupan anak. Siswa yang nakal, bandel, dan pemalas berprestasi buruk. Mereka berasal dari keluarga yang tidak adil atau tidak harmonis. Menurut Yusuf . , perceraian kedua orang tua membuat anak remaja juga mengalami masalah psikologis. Ketika orang tua bercerai, remaja biasanya mengalami stres yang signifikan dan risiko masalah kesehatan mental. Sedangkan Nadeak . alam Hadianti et al, 2. menjelaskan data tentang struktur keluarga mengatakan bahwa lebih dari separuh anak nakal berasal dari keluarga yang orang tua single parent, dan bahkan ada 19,5% berasal dari keluarga yang telah bercerai atau broken home. Menurut Amato. Olson, dan Defrain . alam Dariyo, 2. , perceraian, juga disebut sebagai perceraian, adalah suatu peristiwa di mana pasangan suami-istri secara resmi berpisah satu sama lain, dan mereka tidak lagi memiliki tanggung jawab untuk menjalankan peran mereka sebagai pasangan dan tinggal bersama. Menurut Hadianti et al. , perceraian orang tua akan mengubah struktur dan hubungan keluarga. Anak tidak akan tinggal bersama kedua orang tuanya lagi setelah perceraian. Menurut Olson dan DeFrain . alam Dariyo 2. , anak hanya akan tinggal dengan salah satu orang tuanya pada akhirnya, tidak peduli apakah dia tinggal bersama ayahnya atau tidak tinggal dengan ibunya. Dalam perceraian, peran ayah tetap penting, meskipun ibu biasanya mengambil alih pengasuhan. Hetherington . alam Dagun, 2. mengamati bahwa anak-anak yang orang tuanya bercerai diasuh oleh ibu mereka. Pada tahap awal perceraian, ayahnya akan selalu mengunjungi anak-anaknya, seperti pada awal perceraian. Tetapi hubungan ayah-anak akan hilang pada akhirnya. Menurut Dagun . , perceraian memiliki dampak yang signifikan dan sebagai akibatnya, ibu dan ayah menjadi kurang mampu mengelola kehidupan sehari-hari anak-anaknya. Hal ini berdampak psikolgis pada anak. Menurut Amato. Olson, & De Frain . alam Dariyo 2. , perceraian orang tua memiliki dampak psikologis pada anak, termasuk masalah psiko-emosional. Menurut Stahl . alam Aminah dkk, 2. Ketidakteraturan waktu makan dan tidur adalah tanda masalah psiko-emosional anak, sedangkan yang telah memasuki usia remaja dan menjadi korban perceraian kedua orang tuanya juga mungkin mengalami masalah kogntif seperti kegagalan akademik, depresi, bunuh diri, kenakalan remaja, dewasa sebelum waktunya, penyalahgunaan narkoba, kekhawatiran akan kehilangan keluarga, dan rasa bersalah dan marah. Selain itu. Ningrum . menyatakan bahwa anak-anak yang mengalami perceraian orang tua mengalami trauma dan menunjukkan gejala depresi ringan dan antisosial, yang berdampak pada cara mereka berinteraksi dengan Sementara Asriandari . kemudian menambahkan bahwa anak remaja yang menjadi korban perceraian orangtuanya akan mengalami dampak psikologis seperti perasaan malu, sensitif, dan rendah diri, hai ini membuat remaja menghindari lingkungan. Menurut Dagun . , perceraian dalam keluarga selalu berdampak buruk pada semua anggota keluarga. Fakta bahwa perceraian menyebabkan beban emosional dan perubahan fisik dan mental. Menurut Abror . , stres didefinisikan sebagai kondisi atau emosi yang dialami seseorang ketika dia merasa sumber daya sosial dan pribadinya tidak mencukupi untuk memenuhi Stres berasal dari respons waspada terhadap ancaman, yang secara alami diterima oleh tubuh. Adanya hubungan antara seseorang dan lingkungannya menyebabkan stres. Beberapa masalah dapat muncul dari lingkungan yang akrab, seperti anggota keluarga. Menurut Dagun . , kemampuan untuk beradaptasi yang positif sangat penting bagi remaja dengan orang tua yang telah bercerai. Sedangkan resiliensi, menurut Hildayani . alam Dipayanti dan Chairani, 2. , adalah kemampuan yang memungkinkan seseorang untuk bertahan dan berkembang secara sehat, menjalani kehidupan secara positif dalam kondisi yang tidak menguntungkan dan penuh tekanan. Menurut Desmita . , resiliensi adalah kemampuan manusiawi yang memungkinkan seseorang, kelompok, atau masyarakat untuk menghadapi, mencegah, dan menghilangkan konsekuensi dari suatu masalah. Namun. Tugade dan Frederickson . alam Swastika, 2. mengatakan bahwa semua orang membutuhkan resiliensi, atau kemampuan untuk bertahan hidup, setelah mengalami kecelakaan yang parah dan mengalami tekanan yang signifikan sebagai akibat dari suatu cobaan dalam hidup. Menurut Reivich K. And Shatte A, . Resiliensi didefinisikan sebagai kemampuan untuk beradaptasi dan mengatasi peristiwa atau masalah besar yang terjadi dalam kehidupan setiap individu. Masten . mengatakan bahwa untuk menghadapi stres, seseorang harus memiliki kemampuan resiliensi. Resiliensi didefinisikan sebagai kemampuan untuk mempertahankan kesehatan mental yang positif saat menghadapi masalah atau stres. Ungar dan Liebenberg . menyatakan bahwa ketika ada banyak faktor risiko, resiliensi dapat terjadi. Berdasarkan hasil wawancara Peneliti dengan Bapak Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nahdlatul Ulama Medan yang berinisial NOS mengatakan bahwa jumlah siswa SMK NU sebanyak 161 orang dengan siswa lakilaki berjumlah 98 orang sedangkan siswa perempuan berjumlah 63 orang, dari total jumlah keseluruhan siswa yang orang tua bercerai sebanyak 43 orang. Perceraian orang tua berdampak pada siswa yang mulai tidak disiplin datang kesekolah, sering bolos sekolah, malas belajar yang mengakibatkan nilai akademik mereka menurun dan sekitar 10 orang siswa tinggal kelas. Stres yang terjadi pada siswa remaja sangat mempengaruhi keberlangsungan kehidupan siswa di sekolah dan di rumah karena pada masingAemasing dari mereka memiliki cara yang berbeda untuk menyikapi stressor yang ada. Namun tidak semua siswa yang orang tua yang bercerai mengalami dampak negatif, ada yang memilih bertahan dengan situasi dan kondisi yang menekan. Sedangkan hasil wawancara kepada siswa kelas XI berinisial F . mengatakan bahwa ayahnya meninggal dunia diusianya 6 tahun, tak lama kemudian ibunya menikah lagi dengan seorang lelaki berstatus duda beranak 2 orang yang bekerja sebagai buruh bangunan. Selama ibunya menikah, dia sering dipukul tanpa sepengetahuan ibunya oleh kedua saudara tirinya. Diusia 10 tahun, dia sering melihat ibunya dan ayah tirinya bertengkar yang membuat dianya merasa tidak nyaman berada di rumah. Dia adalah salah satu anak yang berprestasi dan giat belajar serta dia berkeinginan menjadi wanita karir. Kasus lainnya seorang siswa berinisal N, yang kedua orang tuanya berpisah. Saat ini dia tinggal bersama ibunya, ibunya tidak bekerja namun ayahnya masih memberikan nafkah dan dibantu juga oleh abangnya yang bekerja di luar medan. Dia bercita-cita akan menjadi pramugara dan bila memiliki peluang untuk melanjutkan ke perguruan tinggi akan mengambil jurusan hukum menjadi seperti Hotman Paris. Kedua siswa yang orang tuanya bercerai dan menempuh pendidikan kejuruan di Nahdlatul Ulama Medan memutuskan untuk melanjutkan sekolah, meskipun mereka menghadapi banyak tantangan serta segala konsekuensi dan Menurut Febrianti . , orang yang mampu bertahan pasti memiliki sikap terhadap stres, depresi, dan kecemasan. Hal ini bergantung pada seberapa jauh seseorang dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang mereka alami sepanjang hidup mereka. Tidak dapat dihindari bahwa siswa yang memiliki orang tua yang bercerai akan menghadapi masalah dan kesulitan. Setiap orang secara alami memiliki kemampuan untuk tangguh . Corner . alam Melisa, 2. menyatakan bahwa setiap siswa harus memiliki resiliensi, yaitu kemampuan untuk bangkit, bertahan, dan memperbaiki kekecewaan. Ini karena setiap siswa harus memiliki kemampuan untuk bertahan. Berdasarkan penjelasan di atas, maka peneliti mencoba melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Resiliensi Terhadap Stres Pasca Perceraian Orang tua Pada Remaja Di SMK Nahdlatul Ulama MedanAy. Tinjauan Pustaka Pengertian Resiliensi Resiliensi adalah kemampuan mengahadapi kesulitan, stres ataupun bangkit dari trauma yang dialami seseorang. Resiliensi mencakup tujuh aspek yaitu Aspek aspek Resiliensi. Menurut Reivich and Shatte . resiliensi terdapat tujuh komponen, yaitu: Regulasi emosi Pengendalian impuls analisis penyebab masalah efikasi diri dan. menemukan jalan keluar dari permasalahan. Pengertian Stress Stres adalah tanggapan terhadap penyesuaian yang disebabkan oleh perubahan lingkungan atau dalam diri seseorang yang menyebabkan ketidaknyamanan terhadap kesehatan fisik dan mental. Ini terjadi karena kondisi internal dan eksternal yang menuntut penyesuaian dari individu. Aspek - aspek stress Menurut Sarafino . alam Nandi, 2. berikut ini merupakan aspek-aspek stres yang terdiri dari: Kognisi Emosi dan Perilaku sosial. Metode Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan penelitian kuantitatif. Menurut Kisaram . alam Sujarweni, 2. dalam bukunya Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, mendefinisikan penelitian kuantitatif merupakan suatu proses menemukan pengetahuan yang mengunakan data berupa angka sebagai alat menganalisis keterangan dan mengenai apa yang ingin diketahui. Menurut Sujarweni . penelitian kuantitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan- penemuan yang dapat dicapai dengan mengunakan prosedur-prosedur statistik atau dengan cara di ukur, serta terdiri dari variabel-variabel. Peneliti mengunakan desain kuantitatif sebab analisis penelitian ini melibatkan perhitungan yang hasilnya berupa angka-angka untuk menjawab rumusan masalah penelitian. Tempat pelaksanaan penelitian ini adalah di SMK Nahdlatul Ulama Medan, yang beralamat di JL. Abdul Manaf Lubis N0. Kec. Medan Helvetia. Kota Medan. Sumatera Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan di Populasi yang akan menjadi objek penelitian adalah siswa/i remaja di SMK Nahdlatul Ulama Medan yang berjumlah 31 siswa. Dalam penelitian ini menggunakan teknik pengambilan Non probability sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode kuesioner . dengan pilihan jawaban adalah Sangat Tidak Setuju (STS). Tidak Setuju (TS). Setuju (S), dan Sangat Setuju (SS). Dalam penelitian ini, pengukuran yang digunakan berbentuk Skala Likert Instrumen penelitian menggunakan skala Resiliensi dan stres. Uji Instrumen penelitian dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas. Uji validitas alat ukur dilakukan lewat pengujian terhadap isi alat ukur dengan analisis rasional atau lewat professional judgement. Kelaziman yang dilakukan adalah menganggap bahwa item dengan riy Ou 0,235 sebagai item yang validitasnya dapat Pengambilan keputusan pada item dilakukan jika r hitung > r tabel dan signifikansi (P-Valu. < 0,05 maka item dinyatakan valid. Sebaliknya jika r hitung < r tabel dan signifikasinya (P-Valu. > 0,05 dinyatakan item tidak valid. Menurut Azwar . bahwa reliabilitas mengacu pada tingkat kepercayaan dan konsistensi hasil ukur yang mengandung makna seberapa tinggi kecermatan Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana. Uji asumsi yang digunakan berupa uji normalitas dan uji linearitas. Semua analisis data dalam penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS Versi 26 windows. Hasil Uji Normalitas Uji asumsi normalitas dilakukan dengan statistik Shapiro Wilk. Hasil uji asumsi normalitas pada tabel di bawah ini menunjukkan bahwa variabel resiliensi terdistribusi secara normal karena nilai signifikan pada variabel Resiliensi Sig = 0,471 sedangkan nilai p harus > 0. Sedangkan variable Stres Pasca Perceraian Orang Tua terdistribusi secara tidak normal karena nilai Sig = 0,025 sedangkan nilai p harus > 0. Tabel 1 Test Of Normality Resiliensi dan Stres Pasca Perceraian Tests of Normality Shapiro-Wilk Kolmogorov-Smirnova Statistic Resiliensi Stres Sig. Statistic Sig. Lilliefors Significance Correction Uji Linearitas Berdasarkan uji linieritas antara variabel Resiliensi dengan Stres Pasca Perceraian orang tua ditemukan nilai F linearity sebesar 15. 854 dengan signifikan linearity 0,003 sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel resiliensi dengan stress pasca perceraian orang tua linear . 003 < 0,. Tabel 2 Anova Table Uji Linearitas ANOVA Table Sum of Squares Mean Square Stres * Resiliensi Between Groups Sig. (Combine. Linearity Deviation from Linearity Within Groups Total Hasil Analisis Regresi Linier Berdasarkan hasil tabel dibawah ini menjelaskan besarnya nilai korelasi /hubungan (R) yaitu sebesar 0,640 dan dijelaskan besarnya persentase pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat yang disebut koefisien determinasi yang merupakan hasil dari penguadratan R. Dari tabel di bawah diperoleh R square (R. sebesar 0,410 yang berarti 41% varian Stres Pasca Perceraian Orang Tuan pada remaja di SMK Nahdlatul Ulama Medan dipengaruhi oleh Resiliensi, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Standard Error of the Estimate atau biasa disebut standar deviasi yang mengukur variasi dari nilai yang diprediksi Tabel 3 Anova Uji Regresi ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Sig. Dependent Variable: Stres Predictors: (Constan. Resiliensi Berdasarkan tabel output SPSS di atasi ketahui nilai signifikansinya adalah sebesar 0,000 < 0,05, jika p < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima atau dengan kata lain Resiliensi berpengaruh terhadap Stres Pasca Perceraian Orang Tua pada remaja di SMK Nahdlatul Ulama Medan Tabel 5 CoefficientsTable Uji Regresi Coefficientsa Standardized Unstandardized Coefficients Model Coefficients Std. Error Beta (Constan. Resiliensi Sig. Dependent Variable: Stres Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui bahwa konstanta . 461 sedangkan koefisien regresi . - 0,413. Jika dimasukan kedalam rumus maka diperoleh persamaan regresi Y = 58. 461 (- 0,. Dari persamaan regresi linear sederhana dapat dijelaskan bahwa nilai konstanta sebesar 461 artinya jika variabel Resiliensi dianggap nol, maka Stres Pasca Perceraian Orang Tua pada remaja di SMK Nahdlatul Ulama Medan adalah sebesar Sedangkan Nilai koefisien Resiliensi sebesar -0,413 menyatakan setiap kenaikan yang dialami variabel Resiliensi sebesar satu satuan maka Stres Pasca Perceraian Orang Tua (Y) juga akan mengalami penurunan sebesar -0,413 Perbandingan Mean Hipotetik dan Emprik Perhitungan skor hipotetik pada skala Resiliensi, yaitu terdiri dari 21 aitem yang setiap aitemnya diberi skor maksimun 4 dan minimum 1, sehingga pada skor hipotetik diperoleh Xmax = 84 . Xmin = 21 . nilai mean = 52,5 . dan SD = 10,5 Sedangkan skor hipotetik pada skala Stres Pasca Perceraian Orang Tua yaitu terdiri dari 16 aitem yang setiap aitemnya diberi skor maksimun 4 dan minimum 1, sehingga sehingga pada skor hipotetik diperoleh Xmax = 64 . Xmin = 16. mean = 40 . dan SD = 8. Tabel 6 Perbandingan Antara Mean Hipotetik dan Mean Empirik Variabel Penelitian Variabel Resiliensi Stres Pasca Perceraian Orang Tua Nilai Rata-rata Hipotetik Empirik Distribusi Frekuensi Distribusi Frekuensi Resiliensi Untuk mencari distribusi frekuensi Resiliensi, peneliti membagi kategorisasinya menjadi tiga bagian yaitu tinggi, sedang dan rendah. Kuesioner ini menggunakan skala likert dimana penilaiannya dengan skor jawaban adalah 1-4 dengan jumlah yang valid sebanyak 21 item maka di peroleh skor minimum (Xmi. = 21, skor maksimun (Xmak. = 84, nilai mean = 52,5 dan standar deviasi (SD) = 10,5. Maka pengkategorian dapat dilihat dari tabel berikut: Tabel 7 Distribusi Frekuensi Resiliensi Variabel Rentang Nilai Kategorisasi Frekuensi Persentase (%) X O 42 Resiliensi Rendah 42 < X < 63 Sedang X Ou 63 Tinggi Jumlah Distribusi Frekuensi Stres Pasca Perceraian Orang Tua Untuk mencari distribusi frekuensi Stres Pasca Perceraian Orang Tua, peneliti pembagi kategorisasinya menjadi tiga bagian yaitu tinggi, sedang dan Kuesioner menggunakan skala likert dimana skor penilaian jawaban adalah 1-4 dengan jumlah yang valid sebanyak 16 item maka diperoleh skor minimum (Xmi. = 16, skor maksimun (Xmak. = 64, nilai mean 40 dan standar deviasi (SD) = 8. Maka pengkategorian dapat dilihat dari tabel berikut: Tabel 8 Distribusi Frekuensi Strs Pasca Perceraian Orang tua Variabel Rentang Nilai Kategorisasi Frekuensi Persentase (%) Stres Pasca Perceraian Orang Tua X O 40 Rendah Sedang Tinggi 40 < X < 48 X Ou 48 Jumlah Simpulan Dan Saran Simpulan Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa hasil pengujian analisis regresi linier sederhana mendapatkan nilai signifikat sebesar 0,000 < 0,05 yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel resiliensi dan variabel stres pasca perceraian orang tua di SMK Nahdlatul Ulama Medan. Hasil penelitian ini menjawab hipotesa penelitian bahwa remaja di SMK Nahdlatul Ulama Medan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel resiliensi dan variabel stres pasca perceraian orang tua. Kesimpulan dari uji coba analisis regresi linier sederhana menunjukkan nilai 41% dipengaruhi oleh hasil penelitian, sedangkan 59% dipengaruhi oleh faktor dari luar penelitian. Saran Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, ada beberapa rekomendasi yang dapat diberikan oleh peneliti berikan berdasarkan penelitian ini, seperti:: Bagi Orang Tua Bagi orang tua, maka penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk lebih melihat gambaran dan memikirkan dampak negatif perceraian. Bagi Siswa Sekirannya dapat dijadikan sebagai penambah ilmu pengetahuam tentang resiliensi dan stres pasca perceraian orang tua. Bagi Sekolah Sekirannya penelitian ini dapat menjadi pedoman untuk guu bimbingan konseling terhadap siswa-siswi yang orang tuannya bercerai. Dikarenakan perceraian orang tua memiliki dampak negatif pada anak. Bagi Peneliti Selanjutnya Sekirannya untuk peneliti selanjutnya dapat mengembangkan lagi variabelvariabel lainnya baik terkait hubungan resiliensi pada stres pasca perceraian orang tua maupun pengaruh lain resiliesi terhadap stres pasca perceraian dengan menggunakan variabel-variabel lainnya. Daftar Pustaka Abror. Hubungan Faktor Psikologis Dan Faktor Lingkungan Dengan Perilaku Merokok Pada Remaja SMP Negeri Di Kecamatan Percut Sei Tuan. Jurnal. Universitas Sumatera Utara. Medan. Adelia. Hukum : Perceraian. Universitas Airlangga, 77-111. Aminah. , dkk. Keterampilan Proses Berpikir Kreatif Matematika Mahasiswa Ditinjau dari Performance Assesment. Jurnal Euclid, 3 . , 588- 603. Andriyani. Korelasi Peran Keluarga Terhadap Penyesuaian Diri Remaja. AlBayan, 22. , 39Ae52. Anis. Pengaruh Stres Terhadap Tindakan Kriminalitas Pada Usia Remaja. Jurnal STIKES Surya Mitra Husada, 1-6. Asriandari. Resiliensi Remaja Korban Perceraian Orang Tua. Jurnal Bimbingan dan Konseling Edisi 9. Azwar. Sikap manusia: teori dan pengukurannya . disi ke- . Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Dahwadin. Hakikat-Hakikat Percerain. AIN Kudus. Desmita. Psikologi PT. Rema Rosada. Febrianti. Hubungan antara Resiliensi dengan Stress pada Pasien Penyakit Kronis di Rumah Sakit Advent Bandung. Skripsi. Universitas Advent Indonesia. Gunawan. E & Maramis. Resiliensi Remaja Korban Perceraian Orang Tua. JIVA: Journal of Behaviour and Mental Health. Vol 4. No. Juni 2023, 32 Ae 48. Hadianti. Nurwati. , & Darwis. Resiliensi Remaja Berprestasi dengan Latar Belakang Orang Tua Bercerai: Studi Kasus pada Siswa Ae Siswi Berprestasi dengan Latar Belakang Orang Tua Bercerai di SMA Negeri 1 Margahayu. Jurnal Penelitian & PKM, 4. , 129 Ae 389Lestari. M & Ghaby. Pengaruh Organication Citizenship Behavior (OCB) terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan. Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol. 7 No. 2: 116-123. Harry. Dampak perceraian orang tua terhadap perkembangan psikososial dan prestasi belajar pada anak. Jurnal Universitas Nusa cendana, 157. Hartini. Stres pada Remaja. Diambil kembali UNAIR. NEWS:https://news. Hermansyah. T & Hadjam. Resiliensi Pada Remaja Yang mengalami Perceraian Orang Tua Studi Literatur. Motiva : Jurnal Psikologi. Volume 3. No. 2, 52-57. Istiqamah Juraidin,Syamsul Bachri,Eva Meizara, . ,Pengaruh stress dan dukungan sosial terhadap dukungan sosial pada remaja yang orang tuanya bercerai,1. Kiki Agung Saputri. Hubungan Antara Self Efficacy Dan Social Support Dengan Tingkat Stres Pada Mahasiswa Akhir Penyusun Skripsi Di FIP UNNES Tahun 2019. Journal universitas Negeri Smarang , 101- 122. Barselin. Hubungan stres akademik siswa hasil belajar. Education: jurnal pendidikan. Maliki & Luthfi. Bimbingan Konseling Berbasis QurAoani Dalam Mengatasi Problematika Stress. Al- Tazkiah. Volume 6. No. MirAoatannisa. Rusmana. Rusmana. A & Budiman N. Kemampuan Adaptasi Positif melalui Resiliensi. Journal Of Innovative Couseling: Thepry. Practice & Research, 3 . Manoppo. Resiliensi Remaja Awal Pasca Perceraian Orang Tua Di Kelurahan Pakowa Kecamatan Wanea Kota Manado. psikopedia Vol. 3 No. Musabiq. & Karimah. Gambaran Stress Dan Dampaknya Pada Mahasiswa. InSight. Vol. 20 No. Ningrum. Perceraian Orang Tua dan Penyesuaian Diri Remaja Studi Pada Remaja Sekolah Menengah Atas/Kejuruan Di Kota Samarinda. Psikoborneo 1. , 39-44. Rachman. Pengaruh Self- Compassion Terhadap Resiliensi Remaja Dengan Orang Tua Yang Bercerai. Skripsi Thesis. Universitas Airlangga. Fakultas Psikologi. Universitas Medan Area Ramdhani. 2,). Pinhome. Diambil kembali dari 5 pengertian remaja menurut para ahli: https://w. id/blog/pengert ian-remaja- menurut-para-ahli/. Ridwan. , & Budiarti. The Effect of Viral Marketing. Online Customer Review. Price Perception. Trust on Purchase Decisions with Lifestyle as Intervening Variables in the Marketplace Shopee in Surabaya City. International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding (IJMMU), 8. , 496507. Ruli. Tugas dan Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak. Jurnal Edukasi NonFormal, 2715Ae2634. Saparini. Hubungan Akses Informasi Dan Pengetahuan Remaja Dengan Perilaku Kesehatan Reproduksi Remaja. Jurnal Poltekes Bengkulu , 11- 111. Septiani. T & Fitria. Hubungan Antara Resiliensi Dengan Stres Pada Mahasiswa Sekolah Tinggi Kedinasan. Jurnal Penelitian Psikologi Vol. No. 02, 59-76. Sujarweni. Metodologi Penelitian. Yogyakarta: PT. PUSTAKA BARU.