HUBUNGAN KELEMBABAN DAN KEBIASAAN MEROKOK PENGHUNI DI DALAM RUMAH DENGAN PENYAKIT ISPA PADA BALITA Rosdiana Sefti Eka Sari. Ullya Rahmawati Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bengkulu rahmawati@gmail. Abstract : Acute Respiratory Infection (ARI) is a global concern because it is one of the main causes of death in children under five years old . in the world. In Indonesia ARI cases always rank first in the cause of infant mortality. In addition. ARI is often on the list of the ten most afflicted diseases in hospitals and health centers. Based on the profile of Bengkulu Province Health in 2017, as for the 10 highest diseases based on the illness data of the ISPA puskesmas occupy the first position. Several factors such as humidity in the house and occupant smoking habits in the house are thought to be risk factors for the occurrence of ARI disease. The purpose of this study was to determine the relationship of humidity and smoking habits of residents in homes with ARI disease in Kelurahan Kebun Kenanga. Bengkulu City. Crossectional research design with 124 samples. The research instrument used was moisture measurement with thermohygrometer and questionnaire. Data analysis was done by univariate and bivariate using the chi square test with a value of pvalue <0. The results of this study indicate that there is a relationship between humidity and ARI disease . value =0. , and indicates that there is a relationship between occupants' smoking habits in homes with ARI disease . value = 0. The results of the univariate analysis, most . %) had moisture did not meet the requirements, most . %) respondents smoked inside the house. %) toddlers experience moderate ISPA pain, the community, especially the respondents in this study pay more attention to what can affect the occurrence of ARI disease or that can worsen the condition of infants affected by ARI. Keywords: Humidity. Smoking Habits. ARI Abstrak : Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi perhatian global karena merupakan salah satu penyebab utama kematian pada anak usia dibawah lima tahun (Balit. di Di Indonesia kasus ISPA selalu menempati urutan pertama penyebab kematian balita. Selain itu ISPA sering berada pada daftar sepuluh penyakit terbanyak penderitanya di rumah sakit dan puskesmas. Berdasarkan profil Kesehatan Provinsi Bengkulu Tahun 2017, adapun 10 penyakit tertinggi berdasarkan data kesakitan puskesmas ISPA menempati posisi pertama. Beberapa faktor seperti kelembaban dalam rumah dan kebiasaan merokok penghuni di dalam rumah di duga merupakan faktor risiko terjadinya penyakit ISPA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kelembaban dan kebiasaan merokok penghuni di dalam rumah dengan penyakit ISPA di Kelurahan Kebun Kenanga Kota Bengkulu. Rancangan penelitian Crossectional dengan jumlah Instrument penelitian yang digunakan pengukuran kelembaban dengan termohygrometer dan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square dengan nilai pvalue<0,05. Hasil dari penelitian ini menunjukkan ada hubungan kelembaban dengan penyakit ISPA . value=0,. , dan menjukkan ada hubungan antara kebiasaan merokok penghuni di dalam rumah dengan penyakit ISPA. value=0,. Hasil analisis univariat, sebagian besar . %) memiliki kelembaban tidak memenuhi syarat, sebagian besar . %) responden merokok di dalam rumah. sebagian besar . %) balita mengalami sakit ISPA sedang. Masyarakat terutama responden dalam penelitian ini lebih memperhatikan apa saja yg dapat mempengaruhi terjadinya penyakit ISPA atau yang dapat memperburuk keadaan balita yang terkena penyakit ISPA Kata Kunci : Kelembaban. Kebiasaan Merokok. ISPA Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia. Volume 2 Nomor 1. Juni 2021 | Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi perhatian global karena merupakan salah satu penyebab utama kematian pada anak usia dibawah lima tahun (Balit. di dunia (Shibata et al. , 2. Lebih dari 12 juta anak balita di seluruh dunia meninggal dunia yang disebabkan oleh diare, pneumonia, malaria dan malnutrisi, dan sering merupakan kombinasi dari jenis Berdasarkan penelitian epidemiologis, diperkirakan kejadian ISPA dinegara berkembang mencapai 25% pada anak yang (Prabahar. Indonesia menempati peringkat ke lima sebagai Negara dengan peningkatan dari tahun ke tahun seperti pada tahun 2015 dengan 298, dan pada tahun 2016 jumlahnya meningkat menjadi 359. dan pada tahun 2017 sejumlah 368. (Badan Pusat Statistik Kota Bengkulu. Indonesia menempati peringkat ke lima sebagai Negara dengan kejadian ISPA terbanyak didunia (Kementrian Kesehatan RI, 2. Indonesia ISPA menempati urutan pertama penyebab kematian balita. Selain itu ISPA sering berada pada daftar sepuluh penyakit terbanyak penderitanya di rumah sakit dan puskesmas. Berdasarkan profil Kesehatan Provinsi Bengkulu Tahun 2017, adapun 10 penyakit tertinggi berdasarkan data kesakitan puskesmas ISPA menempati posisi pertama. Kondisi rumah yang buruk memungkinkan terjadinya penularan penyakit termasuk penyakit saluran pernapasan seperti ISPA. Ruangan dilingkungan dalam rumah yang terlalu lembab dapat mendukung tumbuhnya bakteri penyakit dan penyakit infeksi pernapasan. Faktor lingkungan diatas merupakan faktor yang sangat berpengaruh terhadap derajat kesehatan (Kemenkes. RI Faktor risiko penyebab ISPA lainnya diantaranya adalah kebiasaan ayah merokok dan adanya perokok lainnya selain ayah, kebiasaan merokok orang tua atau anggota membuat balita selalu terpapar asap Rumah yang orang tua atau anggota keluarga lainnya mempunyai meningkatkan kejadian ISPA sebesar 7,83 kali di bandingkan rumah balita yang anggota kelurganya tidak (Rahmayatul, 2. Wilayah kerja Puskesmas Nusa Indah Kecamatan Ratu Agung. Kota Bengkulu merupakan wilayah tertinggi kedua kejadian ISPA pada balita yaitu sebanyak 239 balita terkena ISPA dari 624 balita yang ada pada tahun Mengalami peningkatan sebesar 1,10% yaitu menjadi 263 balita tekena ISPA pada tahun 2017, dan pada buku registrasi poli anak di wilayah kerja Puskesmas Nusa Indah Kota Bengkulu, juga terjadi peningkatan sebesar 2,54 % kasus ISPA yaitu sebanyak 669 balita terkena ISPA di Kelurahan Kebun Kenanga merupakan wilayah tertinggi penyakit ISPA dari 4 kelurahan yang ada pada kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu, yaitu sebanyak 180 balita menderita ISPA di wilayah tersebut. Melihat tingginya penyakit ISPA pada balita dan kondisi dalam rumah yang lembab, serta kebiasaan merokok penghuni di dalam rumah pada Kelurahan Kebun Kenanga Kota Bengkulu, oleh karena itu peneliti ingin melakukan penelitian mengenai Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia. Volume 2 Nomor 1. Juni 2021 | Hubungan Kelembaban Lingkungan Dalam Rumah dan Kebiasaan Merokok Penghuni di dalam Rumah Dengan Penyakit ISPA Pada Balita Di Kelurahan Kebun Kenanga. Kecamatan Ratu Agung. Kota Bengkulu. METODE Jenis penelitian ini adalah observasi Cross Sectional, yaitu jenis penelitian yang menekankan pada waktu pengukuran atau observasi data pada satu waktu yang di lakukan pada variabel terikat dan variabel bebas. Pendekatan ini di gunakan untuk melihat hubungan antara variabel satu dengan variable HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Univariat Tabel 1 Distribusi Frekuensi Kelembaban Dalam Rumah Kelurahan Kebun Kenanga Kota Bengkulu Kelembaban TMS Total Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa Kelurahan Kebun Kenanga Kota Bengkulu dari 124 responden sebagian besar . %) memiliki kelembaban tidak memenuhi syarat. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Kebiasaan Merokok Penghuni Dalam Rumah Kelurahan Kebun Kenanga Kota Bengkulu Kebiasaan Merokok Di dalam rumah Di luar rumah Tidak Merokok Total Berdasarkan tabel 2 diketahui bahwa kebiasaan merokok penghuni di dalam rumah di Kelurahan Kebun Kenanga Kota Bengkulu, dari 124 responden sebagian besar . %) responden merokok di dalam rumah. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Penyakit ISPA pada Balita Penyakit ISPA Ringan Sedang Berat Total Berdasarkan tabel 3 diketahui sebanyak sebagian besar . %) balita mengalami sakit ISPA sedang. Analisis Bivariat Analisis bivariat dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel Independen ( kelembaban dan kebiasaan merokok penghuni di dalam ruma. dengan variabel Dependen . enyakit ISPA) di Kelurahan Kota Bengkulu. Untuk hubungan antar variabel tersebut dilakukan dengan uji chi square. Tabel 4 Hubungan Kelembaban dengan Penyakit ISPA Pada Balita di Kelurahan Kebun Kenanga Kota Bengkulu Kelemba TMS Total Penyakit ISPA Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi square menunjukkan bahwa pvalue 0,007 . <0,. , artinya ada hubungan yang sangat bermakna antara kelembaban dengan penyakit ISPA pada balita di Kelurahan Kebun Kenanga Kota Bengkulu. Dan nilai OR=8,6, artinya kelembaban tidak memenuhi syarat memiliki risiko 8,6 kali lebih besar akan mengalami ISPA Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia. Volume 2 Nomor 1. Juni 2021 | di bandingkan dengan kelembaban yang memenuhi syarat. Tabel 5 Hubungan Kebiasaan Merokok Penghuni Dalam Rumah Penyakit ISPA Pada Balita Kelurahan Kebun Kenanga Kota Bengkulu Kebiasaan Merokok Merokok Tidak Merokok Total Penyakit ISPA P value Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi square menunjukkan bahwa pvalue 0,037 . <0,. , artinya ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan merokok penghuni di dalam rumah dengan penyakit ISPA pada balita di Kelurahan Kebun Kenanga Kota Bengkulu. Kelembaban Dalam Rumah di Kelurahan Kebun Kenanga Kota Bengkulu Kelembaban mempengaruhi kualitas udara dalam rumah, oleh karena itu kelembaban udarah dalam rumah tetap harus di jaga agar tetap dalam rentang yang . %-60%). Kondisi kelembaban di kelurahan kebun kenanga kota Bengkulu cenderung terlalu tinggi, merupakan kondisi Kelembaban yang tinggi dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri dan pelepasan material bangunan, pada umumnya bakteri memerlukan kelembaban relatif yang cukup tinggi, kira-kira 85% sedangkan pada kelembaban dibawah relatif akan terjadi evaporasi dari bakteri ke lingkungan (Ristanti 2. Kelurahan Kebun Kenaga Kota Bengkulu merupakan kawasan yang padat penduduk, kondisi rumah yang berpengaruh terhadap kelembaban. Kelembaban proses penyebaran penyakit yang ditularkan melalu udara karena dapat bakteri ataupun jamur penyebab infeksi saluran pernapasan (Suryani. Terdapat beberapa faktor yang dapat memperngaruhi kelembaban udara dalam ruang diantaranya kelembaban luar rumah, kondisi geografis dan kondisi ventilasi rumah (Pramudiyani & Prameswari, 2. Kebiasaan Merokok Penghuni di Dalam Rumah di Keluraha Kebun Kenanga Kota Bengkulu Di Kelurahan Kebun Kenaga cenderung penghuni masih merokok di dalam rumah tanpa ada rasa peduli terhadap sesama maupun lingkungan sekitarnya, walaupun penghuni rumah tau sedikit banyaknya bahaya merokok di dalam rumah tapi masih terdapat masyarakat merokok di dalam rumah dengan alasan kebiasaan. Adanya anggota keluarga yang merokok berpengaruh terhadap kualitas udara dalam rumah, hal ini karena rokok merupakan salah satu penyebab pencemaran udara dalam rumah, semakin banyak asap rokok yang terhirup oleh keluarga semakin besar resiko terhadap kejadian ISPA (Trisnawati dan Juwarni, 2. Penyakit ISPA Pada Balita di Kelurahan Kebun Kenanga Kota Bengkulu Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kelurahan Kebun Kenanga masih menjadi salah Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia. Volume 2 Nomor 1. Juni 2021 | satu masalah kesehatan masyarakat. ISPA merupakan penyakit akut yang dapat menyeb abkan kematian pada balita diberbagai negara berkembang termasuk Indonesia. Berdasarkan tabel 3 diketahui sebanyak 87 . %) balita menderita sakit ISPA ringan, 38 %) balita menderita ISPA sedang, dan tidak ada balita di Kelurahan Kebun Kenanga menderita sakit ISPA Secara umum ada 3 faktor risiko ISPA lingkungan, yang meliputi pencemaran udara dalam rumah, kondisi fisik rumah, dan kepadatan hunian rumah. Faktor individu anak meliputi umur anak, berat badan lahir, status gizi, vitamin A, dan status imunisasi. Sedangkan berhubungan dengan pencegahan dan penanggulangan penyakit ISPA pada bayi dan balita. Hubungan Kelembaban Dalam Rumah Dengan Penyakit ISPA Pada Balita Di Kelurahan Kebun Kenanga Kota Bengkulu Kelembaban dalam rumah di kelurahan kebun kenanga Kota Bengkulu menggunakan thermohygrometer yang di letakkan di ruangan balita biasa Dengan uji chi square yang pvalue=0,007 yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat bermakna antara kelembaban dalam rumah dengan penyakit ISPA pada balita di Kelurahan Kebun Kenanga Kota Bengkulu. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Milawati Yusuf. Putu Sudayasa. Tomy Nurtamin yang hubungan antara kelembaban dengan keluhan ISPA . =0,015, p=<0,. Hubungan Kebiasaan Merokok Penghuni di Dalam Rumah Dengan Penyakit ISPA pada Balita Di Kelurahan Kebun Kenanga Kota Bengkulu Banyaknya jumlah perokok akan sebanding dengan banyaknya gangguan kesehatan, asap rokok tersebut akan meningkatkan resiko pada balita untuk menderita ISPA. Dengan uji chi square yang dilakukan didapatkan nilai pvalue=0,037 yang menunjukkan ada hubungan antara kebiasaan merokok penghuni di dalam rumah dengan penyakit ISPA pada balita di Kelurahan Kebun Kenanga Kota Bengkulu. Penelitian ini sejalan dengan Salma Milo. Yudi Ismanto. Vandri D. Kallo menyebutkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan merokok di dalam rumah dengan kejadian ISPA pada Balita . =0,002, p=<0,. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tentang kelembaban dan kebiasaan merokok penghuni di dalam rumah di Kelurahan Kebun Kenanga Kota Bengkulu dapat disimpulkan bahwa : Lebih dari sebagian 68% . dalam rumah yang tidak memenuhi Lebih dari sebagian 84% . responden masih merokok di dalam rumah. Lebih dari sebagian 69% . balita responden terkena penyakit ISPA Ringan. Terdapat hubungan yang sangat bermakna antara kelembaban dengan penyakit ISPA . =<0,. Terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan merokok penghuni di dalam ISPA . =0,. Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia. Volume 2 Nomor 1. Juni 2021 | Berdasarkan kesimpulan di atas maka, masyarakat terutama responden dalam penelitian ini lebih memperhatikan apa terjadinya penyakit ISPA atau yang dapat memperburuk keadaan balita ISPA. Penelitian ini semoga dapat di manfaatkan khusunya mahasiswa Kesehatan Lingkungan sebagai sumber pengetahuan mengenai kelembaban dan kebiasaan merokok penghuni di dalam rumah. Diharapkan peneliti lain dapat meneliti lebih lanjut menyebabkan penyakit ISPA ataupun memperparah penyakit ISPA yang sedang terjadi, seperti kualitas udara dalam ruang. DAFTAR PUSTAKA