Jurnal Sistem Komputer dan Kecerdasan Buatan Volume IX Nomor 1 September 2025 Sistem Otomatisasi Pintu Pakaian Santri Menggunakan Sensor Sidik Jari Berbasis Arduino Uno Di Ponpes MathlaAoun Nawakartika Thaufik Hidayat Tullah1. Ade Sumaedi2 Program Studi Sistem Komputer. Fakultas Ilmu Komputer. Universitas Pamulang thaufikhidayattulah@gmail. com, 2adesumaedi10093@unpam. Diterima : 30 Agustus 2025 Disetujui : 20 September 2025 AbstractAiPenelitian ini berfokus pada pengembangan sistem penguncian pintu otomatis penyimpanan pakaian santri di Pondok Pesantren Mathlaun Nawakartika, memanfaatkan sensor sidik jari berbasis platform Arduino Uno. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan keamanan dan memfasilitasi kemudahan akses penyimpanan pakaian bagi siswa. Dengan menerapkan teknologi biometrik, sistem ini menggunakan sidik jari sebagai metode identifikasi, sehingga memberikan tingkat keamanan yang lebih tinggi dibandingkan sistem kunci tradisional. Pekerjaan ini bertujuan untuk mengurangi risiko pencurian dan kehilangan barang-barang berharga sekaligus memastikan siswa merasa aman, memungkinkan mereka untuk fokus pada kegiatan pendidikan tanpa takut kehilangan barang-barang Penelitian menguraikan kebutuhan perangkat keras dan perangkat lunak, termasuk komponen seperti Arduino Uno. Pembaca Sidik Jari AS608. LCD 16x2, modul relai, kunci pintu solenoid, dan banyak lagi. Ini menggunakan pendekatan terstruktur yang melibatkan desain, pembuatan prototipe, dan pengujian, untuk memastikan fungsionalitas yang dapat diandalkan dalam lingkungan pesantren yang sebenarnya. Berdasarkan hasil penelitian, sistem otomatisasi pada pintu lemari yang memanfaatkan sensor sidik jari berbasis Arduino Uno terbukti mampu mengoptimalkan keamanan serta mempermudah akses bagi santri. Sistem ini menunjukkan efektivitasnya dalam mencegah pencurian barang pribadi sekaligus memberikan rasa aman yang lebih tinggi di lingkungan pesantren. Keywords Ai Sistem Otomatisasi. Sistem Pendeteksi. Kontrol Pintu Otomatis. Berbasis Mikrokontroler Arduino Uno. PENDAHULUAN Meningkatnya perampokan yang dapat terjadi di mana saja dan kapan saja telah mengganggu sistem keamanan Oleh karena itu, sangat penting untuk mengambil berbagai langkah pencegahan guna meminimalkan risiko tindakan kriminal semacam ini, terutama di area seperti perkantoran, perumahan, perkampungan, atau bahkan pondok Salah satu langkah yang umum dilakukan adalah menyewa jasa satpam. Namun, solusi ini seringkali dianggap mahal karena memerlukan biaya rutin setiap bulannya. Aksi pencurian biasanya diawali dengan akses melalui pintu atau jendela. Untuk mengantisipasinya, jendela biasanya dipasang jeruji besi, sementara pintu dan laci lemari diberi kunci sebagai pengaman. Namun, efektivitas kunci-kunci konvensional yang ada di pasaran saat ini sudah sangat diragukan Dengan hanya menggunakan dua kabel, seorang pelaku kejahatan bisa dengan mudah membobol kunci pintu. Pondok Pesantren MathlaAoun Nawakartika, sebuah pesantren salafiyah semi-modern dengan total 107 santri, turut menghadapi persoalan keamanan ini. Pesantren tersebut memiliki 50 santri laki-laki Thaufik Hidayat Tullah. Ade Sumaedi yang masing-masing tinggal dalam kamar berkapasitas 8 orang dengan 8 loker untuk menyimpan barang pribadi, serta 57 santri perempuan dengan kamar berkapasitas 17 orang dan jumlah loker serupa. Salah satu permasalahan yang sering ditemui di pondok pesantren ini adalah hilangnya barang-barang berharga atau uang dari loker santri. Masalah ini menyebabkan ketidaknyamanan bagi santri, khususnya santri laki-laki yang sering menjadi korban, serta menciptakan kekhawatiran bagi orang tua. Dampaknya, santri merasa kurang betah, orang tua cemas menitipkan anak di pesantren, dan reputasi pesantren di mata masyarakat menurun. Untuk mengatasi kondisi ini, diperlukan langkah strategis guna mencegah perilaku kriminal dan meningkatkan rasa aman serta kenyamanan bagi semua pihak. Peneliti menawarkan solusi berupa AuSistem Otomatisasi Pintu Lemari Santri Menggunakan Sensor Sidik Jari Berbasis Arduino UnoAy di Pondok Pesantren MathlaAoun Nawakartika. Sistem ini menggantikan kunci konvensional dengan teknologi sidik jari untuk mengurangi risiko pencurian barang. Pemilihan Arduino Uno didasarkan pada aturan pesantren yang melarang perangkat berinternet seperti handphone, sehingga teknologi IoT tidak digunakan. Sistem ini diharapkan meningkatkan keamanan pesantren sekaligus melindungi barang pribadi santri secara lebih baik. II. LANDASAN TEORI Berikut ini ada beberapa perangkat yang harus digunakan pada pembuatan system keamanan lemari santri menggnakan sensor sidik jari, yaitu sebagai berikut: Arduino Uno Arduino Uno adalah mikrokontroler berbasis ATmega328 dengan fitur bawaan yang siap digunakan begitu terhubung. Pengoperasiannya sederhana, cukup sambungkan ke sumber daya eksternal atau USB komputer tanpa pengaturan Perangkat ini memiliki 14 pin digital, 6 pin analog, resonator 16 MHz, koneksi USB, soket daya, header ICSP, dan tombol reset. Versi terbaru. Arduino Uno R3, menawarkan pembaruan dan peningkatan fungsi dibanding versi sebelumnya. Dengan kapasitas memori dan fitur periferalnya. ATmega328 mampu bersaing dengan IC seperti ATmega8535 dan ATmega32 meski memiliki lebih sedikit pin GPIO. Gambar 1. Arduino Uno Sensor Sidik Jari Sensor sidik jari adalah perangkat elektronik untuk mendeteksi dan mengenali pola unik pada sidik jari seseorang, umum digunakan untuk autentikasi pada sistem berkeamanan tinggi. Setiap individu memiliki pola sidik jari berbeda, bahkan antarjari pada satu orang pun tidak identik karena keunikannya bersifat poligenik, hasil kombinasi gen. Menurut Sir Francis Galton, ada tiga pola utama sidik jari: busur . , cincin . , dan lingkaran . , dengan pola cincin paling umum. Bahkan saudara kembar identik memiliki pola berbeda, membuatnya akurat untuk Pola sidik jari terbentuk sejak perkembangan awal janin, dipengaruhi genetik dan lingkungan. Pola ini terkait dengan sistem saraf dan otak, menjadikannya unik seumur hidup dan mencerminkan kompleksitas perkembangan manusia. Gambar 2. Sensor Sidik Jari Relay1/2 Channel Relay 1/2 Channel adalah modul untuk mengatur aliran listrik pada satu atau dua saklar dalam rangkaian elektronik. Modul ini bekerja dengan memutus dan menyambungkan arus secara otomatis, bertindak sebagai saklar tanpa Jurnal Sistem Komputer dan Kecerdasan Buatan Volume IX Nomor 1 September 2025 Relay memungkinkan kontrol perangkat listrik secara efisien melalui otomatisasi. Komponennya terdiri dari dua bagian utama: elektromagnetik dan Gambar 5. Adaptor 12V Gambar 3. Relay 1/2 Chaennel Selenoid Door Lock Solenoid Door Lock adalah mekanisme penguncian pintu canggih berbasis teknologi Menggunakan elektromagnetik sebagai komponen utama, sistem ini mengatur penguncian dan pembukaan pintu secara elektronik. Dirancang untuk keamanan, keandalan, dan kemudahan, teknologi ini memungkinkan pengguna mengakses atau mengunci pintu tanpa kunci fisik, mendukung gaya hidup modern yang praktis. LCD 16x2 Biru SPI 12C Backpack LCD, atau Liquid Crystal Display, adalah teknologi tampilan yang menggunakan kristal cair untuk visualisasi gambar. Teknologi ini populer pada perangkat elektronik modern seperti televisi, kalkulator, ponsel pintar, dan monitor komputer. Dalam aplikasi sederhana. LCD sering menggunakan konfigurasi dot matriks seperti 2 x 16 karakter untuk efisien menampilkan teks, angka, atau simbol. Layar kristal cair berperan penting dalam menyampaikan informasi operasional perangkat kepada pengguna. Teknologi ini memudahkan akses informasi pada perangkat seperti smartphone, tablet, dan televisi, memungkinkan pengguna melihat pengaturan, notifikasi, atau aplikasi aktif dengan jelas. Gambar 4. Solenoid Door Lock Adavtor 12V Adaptor 12V, atau catu daya 12V DC, adalah perangkat penting yang mengubah tegangan AC tinggi menjadi tegangan DC rendah. Ini menyediakan daya stabil untuk perangkat elektronik, memastikan performa optimal dengan keluaran konsisten 12V DC. Gambar 6. LCD 16x2 Biru SPI 12C Backpack Keypad 4x4 Keypad 4x4 adalah perangkat input elektronik dengan 16 tombol yang tersusun dalam matriks 4 baris dan 4 kolom. Tombol-tombolnya berfungsi sebagai saklar push button di persilangan baris dan kolom. Struktur ini memungkinkan identifikasi tombol secara efisien, menjadikannya ideal untuk berbagai aplikasi. Thaufik Hidayat Tullah. Ade Sumaedi Gambar 9. Step Down 12volt Gambar 7. Keypad 4x4 Kabel Jumper Kabel jumper adalah jenis kabel listrik dengan pin konektor di kedua ujungnya, dirancang untuk menyambungkan komponen elektronik secara praktis dan cepat. Kabel ini sangat penting dalam proyek berbasis mikrokontroler seperti Arduino atau Raspberry Pi. Fungsinya memungkinkan transfer sinyal atau daya tanpa perlu proses penyolderan yang rumit dan memakan waktu. Dengan kabel ini, pengujian rangkaian atau pembuatan prototipe menjadi lebih sederhana, hemat waktu, dan efisien, sehingga pengguna dapat lebih fokus pada pengembangan ide dan inovasi teknologi. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode yang dipilih secara cermat untuk mencapai tujuan, menghasilkan data akurat, dan menjawab pertanyaan penelitian. Pendekatan utama meliputi observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Kombinasi ini bertujuan memberikan analisis mendalam serta menjadi referensi penelitian Metode tersebut dibagi ke dalam beberapa bagian, yaitu i. Gambar 10. Metodologi Penelitian Pendekatan Penelitian Gambar 8. Kabel Juper Step Down 12volt Proses menurunkan tegangan dari 12 Volt ke 5 Volt atau 3. 3 Volt . V) adalah langkah penyesuaian tegangan DC agar sesuai dengan kebutuhan perangkat bertegangan rendah. Hal ini dilakukan melalui konverter step down atau buck Teknik ini penting dalam elektronika ketika sumber daya memiliki tegangan lebih tinggi dari kebutuhan komponen seperti mikrokontroler, sensor, atau modul komunikasi yang memerlukan suplai daya rendah dan stabil, sehingga konverter step down menjadi solusi untuk mencegah kerusakan akibat tegangan berlebih. Penelitian ini menggunakan berbagai metode dengan cermat untuk memastikan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Metode yang dirancang bertujuan untuk menghasilkan data yang akurat dan relevan, karena kualitas data sangat mempengaruhi kesimpulan serta hasil Pemahaman bahwa setiap metode memiliki keunggulan tersendiri mendorong peneliti untuk mengintegrasikan berbagai pendekatan guna mendapatkan perspektif mendalam dalam pengumpulan informasi. Metode Pengumpulan Data Pada penelitian di Pondok Pesantren MathlaAoun Nawakartika, beragam metode diterapkan secara terstruktur. Pendekatan ini bertujuan mengumpulkan informasi yang akurat, relevan, dan mendalam, sehingga dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai Jurnal Sistem Komputer dan Kecerdasan Buatan Volume IX Nomor 1 September 2025 objek kajian. Adapun metode-metode yang digunakan dijelaskan sebagai berikut: Data Primer Informasi primer diperoleh langsung dari sumber utama melalui wawancara, survei, dan observasi Data ini dikumpulkan secara khusus oleh peneliti atau pihak terkait sesuai kebutuhan penelitian, sehingga dianggap lebih akurat dibandingkan data sekunder. Keunggulan dari metode ini terletak pada fleksibilitasnya untuk menyesuaikan format dan tujuan agar selaras dengan pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan. Observasi Proses observasi dilakukan dengan mengamati kondisi atau situasi objek secara sistematis. Berdasarkan menitikberatkan pada analisis alur sistem Tujuannya adalah merancang mekanisme pintu lemari berbasis teknologi yang meningkatkan keamanan dan kemudahan akses. Metode interview Sebuah metode yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi dilakukan melalui sesi tanya jawab langsung dengan para santri di Pondok Pesantren MathlaAoun Nawakartika. Pendekatan ini bertujuan untuk menggali mendapatkan penjelasan yang relevan sesuai dengan kebutuhan penelitian atau kajian yang sedang berlangsung. Metode Prototyping Merancang atau membuat model alat kerja merupakan langkah penting dalam proses pengembangan produk. Tujuan dari langkah ini adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna dengan lebih mendalam. Selain itu, langkah ini juga berfungsi untuk menganalisis berbagai kekurangan yang mungkin terdapat pada alat tersebut. Dalam tahap ini, proses pengumpulan data dan informasi sangat krusial. Ini termasuk mendengarkan masukan pengguna, melakukan survei, dan mengkaji alat kerja yang sudah ada. Data Sekunder Studi literatur adalah salah satu metode yang digunakan dalam penelitian untuk menyelesaikan permasalahan atau menjawab pertanyaan dengan merujuk pada berbagai sumber tulisan yang telah Proses ini mencakup pengumpulan, analisis, serta integrasi informasi dari referensi yang dapat Dalam konteks ini, peneliti mengumpulkan data dari beragam sumber, seperti jurnal ilmiah, buku referensi, dan literatur yang diperoleh melalui pencarian daring maupun situs Langkah-langkah dimaksudkan untuk menciptakan landasan teori yang solid sekaligus memperdalam pemahaman terhadap topik yang sedang dikaji. Metode Teknik/Analisis Studi literatur adalah metode penelitian yang mengacu pada berbagai sumber tulisan sebelumnya untuk menjawab pertanyaan atau mengatasi masalah tertentu. Metode ini melibatkan pengumpulan, analisis, dan integrasi informasi dari referensi terpercaya, seperti jurnal ilmiah, buku, dan sumber daring resmi. Tujuannya adalah membangun dasar teori yang kuat dan memahami topik secara mendalam. Sistem keamanan dirancang melindungi aset dan memberikan kenyamanan bagi santri. Komponen utamanya mencakup kunci berteknologi canggih untuk mencegah pembukaan paksa serta mekanisme pembatasan akses ke area tertentu, memastikan hanya pihak berwenang yang dapat masuk. Sistem ini melindungi barang pribadi santri, seperti alat, buku, dan barang berharga, sekaligus memberikan rasa aman sehingga mereka dapat belajar dengan tenang. Teknologi modern, seperti kamera pengawas dan alarm, dipadukan dengan kunci kuat dan mekanisme kontrol akses, menciptakan sistem yang andal. Semua elemen bekerja bersama untuk menyediakan perlindungan yang efektif dan kokoh. Thaufik Hidayat Tullah. Ade Sumaedi Desain Sistem Penelitian ini bersifat deskriptif dan berfokus pada permasalahan nyata tanpa melakukan penambahan, perubahan, atau modifikasi pada subjek penelitian. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk laporan yang mengulas sistem keamanan berbasis sensor sidik jari untuk penguncian pintu. Sistem ini memanfaatkan Arduino Uno sebagai mikrokontroler utama. Diagram rangkaian lengkap dapat dilihat pada gambar yang tersedia berikut. Gambar 12. Sekema Perancangan Sistem Gambar 11. Flowchart Sistem Keamanan Loker Berdasarkan gambar Flowchart yang berjalan saat ini terdapat: Terdapat 2 simbol terminal yaitu yang berperan sebagai AumulaiAy dan AuselesaiAy Terdapat 5 simbol proses, yang mana menyatakan Sistem keamanan kunci akan terkunci dan terbuka secara otomatis. Terdapat keputusan, yang menyatakan ya dan tidak jika ya maka akan melanjutkan keproses selanjutnya, dan jika tidak makan aka nada sebuah peringatan dimana tidak bias melanjutkan keperoses selanjutnya. Perancangan Setelah tahap perancangan model atau skema sistem selesai dengan sukses, dan analisis mendalam berhasil mengidentifikasi berbagai perangkat serta alat yang dibutuhkan untuk mendukung pembangunan sistem, langkah berikutnya adalah memasuki fase perancangan Dalam proses ini, sejumlah perangkat keras dipersiapkan sebagai elemen pendukung guna mengembangkan sistem presensi yang telah Untuk memberikan gambaran yang lebih terorganisir, daftar perangkat keras tersebut disusun dalam bentuk tabel. Rancangan Sistem Setelah proses perancangan model atau skema sistem berhasil diselesaikan, dan tahap analisis mendetailkan berbagai perangkat serta alat yang diperlukan untuk mendukung pembangunan sistem, langkah selanjutnya adalah memasuki tahap perancangan sistem. Berikut adalah daftar perangkat keras yang akan digunakan, sebagaimana disusun dalam tabel berikut untuk memberikan gambaran lebih terstruktur. Tabel 1. Perangkat Keras Kebutuhan dalam Penelitian Perangkat Arduino Uno ATMEGA328P AS608 Fingerprint ReaderSensor LCD 16x2 Biru SPI 12C Backpack Relay Module 1 Channel 12Volt With Solenoid Door lock 12 olt Keypad 4x4 Adavter 12 Volt Kabel Jumper Breadboard MB102 830 tie point Step Down 12Volt, 5Volt dan 3Volt Jumlah 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 1 Unit 20 Unit 1 Unit 1 Unit Dalam hal ini, perancangan sistem keamanan yang diharapkan dapat mengatasi berbagai ancaman yang mungkin muncul. Oleh karena itu, spesifikasi seperti yang dijelaskan dalam Jurnal Sistem Komputer dan Kecerdasan Buatan Volume IX Nomor 1 September 2025 dokumen atau gambar terkait akan menjadi panduan yang sangat berharga bagi tim desainer. Dengan menetapkan spesifikasi yang tepat, diharapkan sistem yang dihasilkan akan memenuhi standar yang diinginkan dan dapat berfungsi dengan baik dalam situasi nyata. Untuk merancang sistem keamanan ini ditentukan spesifikasi seperti gambar berikut. Gambar 15. Sekema Rancangan Sistem Setiap elemen dalam sistem ini memiliki peran penting, saling melengkapi, dan memastikan kelancaran keseluruhan. Efektivitas sistem bergantung pada kemampuan tiap bagian berinteraksi dan bekerja secara harmonis. Gambar 13. Diagram Blok Sistem Keamanan Loker Diagram blok tersebut membantu menjelaskan konfigurasi dan operasional sistem secara Untuk memahami sepenuhnya mendalam terhadap setiap aspek integrasi diperlukan guna memastikan kelancaran fungsi serta efektivitasnya dalam mendukung keamanan di pondok pesantren. Gambar 14. Use Case Sistem Keamanan Lemari Setelah perangkat keras tersedia, langkah berikutnya adalah perancangan sistem yang menjadi tahap penting dalam pengembangan. Fase ini mencakup penentuan spesifikasi teknis dan fungsional secara rinci, seperti kebutuhan sistem, fitur yang diperlukan, serta operasional dalam berbagai situasi. Dengan perencanaan matang, setiap langkah menuju implementasi dapat berjalan lancar. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Desain perangkat keras sistem keamanan mencakup sensor sidik jari, modul relay sebagai saklar elektronik untuk motor pembuka kunci, dan konektor yang terhubung ke Arduino Uno. Setelah program diunggah, sensor membaca data sidik jari Jika cocok, modul relay mengaktifkan motor untuk membuka kunci, menyediakan keamanan dan kenyamanan bagi santri. Sistem Interface Setelah perangkat keras tersedia, langkah berikutnya adalah perancangan sistem yang menjadi tahap penting dalam pengembangan. Fase ini mencakup penentuan spesifikasi teknis dan fungsional secara rinci. Komunikasi terbuka antar pihak menjadi kunci untuk menghasilkan rencana berkualitas dan solusi optimal terhadap tantangan. Dengan perencanaan matang, setiap langkah menuju implementasi dapat berjalan lancar. Gambar 16. Sistem Antar Muka Pada Saat Sebelum Membuka Pintu Thaufik Hidayat Tullah. Ade Sumaedi laporan performa sistem dalam kondisi nyata, mendukung perbaikan sebelum peluncuran. Metode ini efektif mengidentifikasi masalah dan keandalan. Hasil dirangkum dalam tabel berikut. Tabel 2. Ujicoba Arduino Uno Komponen Gambar 17. Sistem Antar Muka Pada Saat Jari Terdeteksi Arduino Uno ATMEGA3 Gambar 18. Sistem Antar Muka Pada Saat Jari Tidak Terdetek Hasil Arduino Uno ATMEGA32 8P berhasil an semua Penga Sesuai Gambar 19. Kmponene Arduino Pengujian Pengujian sistem keamanan Fingerprint berbasis Arduino Uno bertujuan memastikan kinerja optimal, keamanan tinggi, dan kontrol akses area. Evaluasi melibatkan verifikasi komponen, analisis kompatibilitas, serta daya tahan terhadap ancaman dan kesalahan. Pengujian ketahanan gangguan, dan kompatibilitas sistem. Data seperti kecepatan pemrosesan, tingkat kesalahan, dan penggunaan sumber daya Hasil dirangkum dalam tabel untuk identifikasi perbaikan sebelum implementasi final, dengan pengujian diulang demi konsistensi. Yang Diharapkan Arduino Uno ATMEGA328 P dapat nen dan Inputan yang telah di Input Tabel 3. Ujicoba Sensor Sidik Jari Kompo AS608 Fingerp Reader Sensor Yang Diharapkan AS608 Fingerprint ReaderSensor dapat membaca atau mendeteksi data informasi jari yang terdaftar dan jari yang tidak terdaftar dan informasi ke LCD berupa teks Hasil AS608 Fingerprint ReaderSens or berhasil data sidik jari yang yang tidak Penga Sesuai Black Book Pengujian fingerprint dengan Arduino Uno menggunakan metode blackbox menilai fungsi perangkat tanpa memeriksa aspek internal. Fokus utamanya memastikan sistem berfungsi sesuai kebutuhan. Pengujian mencakup skenario seperti sidik jari terdaftar untuk membuka pintu, menilai kecepatan dan akurasi, serta sidik jari tidak terdaftar untuk memastikan penolakan akses yang Tujuan utamanya adalah menghasilkan Gambar 20. Komponen Sensor Sor Sidik Jari Tabel 4. Ujicoba LCD 16x2 Biru SPI 12 C Kompo Yang Diharapkan Hasil Penga Jurnal Sistem Komputer dan Kecerdasan Buatan Volume IX Nomor 1 September 2025 LCD Biru SPI 12C Backpa LCD 16x2 Biru SPI 12C Backpack pintu santi berupa teks. LCD 16x2 Biru SPI 12C Backpack sebuah informasi keamanan pintu lemasi berupa Jika sidik jari terdaftar maka muncul teks AuJari TerdeteksiAy jika tidak terdaftar AuJari Tidak TerdeteksiAy Sesuai Komponen Arduino Uno ATMEGA3 AS608 Fingerprint ReaderSens Gambar 21. Komponene LCD 16x2 Biru SPI 12C Tabel 5. Ujicoba Selenoid Door Lock Komp Soleno Door Yang Diharapkan Solenoid Door lock 12 olt akan terbuka jika jari Fingerprint yang sudah terdaftar dan akan tertutup jika jari tidak Hasil Solenoid Door lock 12 olt sesuai yang Solenoid Door lock 12 olt bekerja sesuai Inputan yang sudan di Input Penga Sesuai Gambar 22. Komponen Selenoid Doorlock Pengujian metode black box dilakukan secara saksama dan menyeluruh, mencakup aspek-aspek penting untuk memastikan setiap langkah dijalankan dengan teliti. Pendekatan ini dirancang guna menjamin keakuratan hasil. Tabel berikut menyajikan hasil pengamatan. Berikut adalah tabel yang menyajikan hasil pengamatan: Tabel 6. Ujicoba Seluruh Komponen sLCD 16x2 Biru SPI Backpack Relay Module 1 Channel 12Volt With Solenoid Door lock 12 olt Yang Diharapkan Arduino Uno ATMEGA32 8P dapat onen dan Inputan yang telah di Input AS608 Fingerprint ReaderSens or dapat jari yang terdaftar dan jari yang terdaftar dan informasi ke LCD berupa LCD 16x2 Biru SPI Backpack n sebuah pintu santi berupa teks. Relay Module 1 Channel 12 Volt saklar yang dengan arus Solenoid Door lock 12 olt akan terbuka jika Hasil Arduino Uno ATMEGA328P komponen dan Penga Sesuai AS608 Fingerprint ReaderSensor mendeteksi data sidik jari yang yang tidak Sesuai LCD 16x2 Biru SPI 12C Backpack keamanan pintu lemasi berupa Jika sidik jari terdaftar maka muncul teks AuJari TerdeteksiAy jika tidak terdaftar AuJari Tidak TerdeteksiAy Relay Module 1 Channel 12Volt With dapat perangkat listrik dengan arus yang lebih besar, seperti solenoid dengan Sesuai Solenoid Door lock 12 olt sesuai yang Sesuai Sesuai Thaufik Hidayat Tullah. Ade Sumaedi Komponen Keypad 4x4 Adavter 12 Volt Kabel Jumper Step Down 12 volt Yang Diharapkan Fingerprint yang sudah terdaftar dan tertutup jika Keypad 4x4 Registrasi jari, pelintah login dan Adavter 12 Volt dapat n energy listri kepada Kabel Jumper lain dan arus listrik. Step Down 12Volt dapat Mengubah listrik yang 12v menjadi 5 volt atau Hasil Solenoid Door lock 12 olt bekerja sesuai Inputan yang sudan di Input Keypad bekerja dengan baik ketika Sesuai Adavter 12 Volt sepeti yang energy dengan Sesuai Kabel Jumper dengan dengan lain danjuga arus listrik. Sesuai Step Down 12Volt besaran arus listrik yang 12 volt ke 5volt. Sesuai Hasil pengujian terhadap sistem keamanan ini telah dilakukan sebanyak 10 kali. Data hasil pengujian tersebut disajikan dalam tabel di Tabel 7. Hasil Pengujian Sistem Penga Kondisi Uji Sidik jari Sidik jari Sidik jari Sidik jari Sidik jari Sidik jari Sidik jari Sidik jari Sidik jari Sidik jari Hasil Diharapk Pintu Pintu Pintu Pintu Pintu Pintu Pintu Pintu Pintu Pintu Hasil Peng Waktu Respon . Ketera Sesuai Berhasil Sesuai Berhasil Sesuai Berhasil Sesuai Berhasil Sesuai Berhasil Sesuai Berhasil Sesuai Berhasil Sesuai Berhasil Sesuai Berhasil Sesuai Berhasil Pengujian menunjukkan bahwa sistem otomasi pintu lemari berbasis sensor sidik jari dengan Arduino Uno bekerja stabil, mencapai tingkat keberhasilan 100%. Sistem mampu mengenali sidik jari terdaftar, menolak yang tidak, dengan rata-rata respons 1,05 detik. Kinerja optimal ini didukung oleh integrasi sensor AS608. Arduino Uno, dan komponen lainnya, sehingga ideal untuk pondok pesantren. Dibanding penelitian lain, sistem ini lebih unggul. Imran et al. memiliki respons lebih lambat 2-3 detik akibat penggunaan aplikasi Android. Wisjhnuadji et al. dengan metode password/RFID berisiko salah input. Mardia et al. memerlukan koneksi internet untuk autentikasi, kurang cocok bagi pesantren tanpa akses smartphone. Sistem ini menawarkan keamanan tinggi, respons cepat, dan efisiensi tanpa perangkat tambahan atau internet. KESIMPULAN Kesimpulan dari penelitian "Sistem Pintu Lemari Otomatis Santri Menggunakan Sensor Sidik Jari Berbasis Arduino Uno" di Pondok Pesantren Mathlaun Nawakartika menjawab kebutuhan akan peningkatan keamanan bagi santri. Sistem kunci konvensional terbukti lemah terhadap risiko kehilangan dan pencurian, sehingga teknologi modern berbasis sensor sidik jari dan Arduino menjadi solusi yang lebih aman dan praktis. Jurnal Sistem Komputer dan Kecerdasan Buatan Volume IX Nomor 1 September 2025 Teknologi ini memungkinkan penguncian otomatis yang hanya dapat diakses oleh pengguna terotorisasi, mengurangi risiko orang tak Penelitian juga merancang sistem dengan fokus pada keandalan dan kenyamanan, disertai metode pengujian yang memastikan fungsinya efektif dalam praktik. Hasilnya menegaskan pentingnya sistem keamanan otomatis sebagai langkah inovatif untuk melindungi barang pribadi santri, menciptakan rasa aman yang mendukung proses pendidikan. Temuan ini diharapkan berkontribusi pada implementasi praktis di institusi pendidikan dan keamanan di masa depan. DAFTAR PUSTAKA