Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Volume 3. Nomor 4. Agustus 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. DOI: https://doi. org/10. 61132/jbpai. Tersedia: https://journal. id/index. php/jbpai Peran Supervisi Akademik dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMP IT YASPIDA Sukabumi Muhamad Wisnu1* . Siti Qomariyah2. Neng Desti Ramadhani3. Lusi4 Program Studi Pendidikan Agama Islam. Institut Madani Nusantara. Indonesia. Email: muhamadwisnu4317@gmail. com1*, stqomariyah36@gmail. destir614@gmail. Alamat : Jl. Lio Balandongan Sirnagalih No. Cikondang. Kec. Citamiang. Kota Sukabumi. Jawa Barat 43161 *Penulis Korespondensi Abstract. This study aims to examine the role of academic supervision in improving student learning motivation at SMP IT YASPIDA Sukabumi. Academic supervision is a systematic coaching effort for teachers to improve the quality of classroom learning. Student learning motivation is a crucial indicator of the success of the learning process, therefore, appropriate strategies are needed to improve it. This study used a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The research was conducted with the goal of understanding how academic supervision influences teachers' pedagogical competence and, in turn, affects student motivation. The results show that structured and continuous academic supervision can significantly improve teachers' pedagogical competence, which in turn has a positive impact on student learning motivation. Collaborative supervision, providing constructive feedback, and focusing on improving the learning process have proven effective in creating a conducive and motivating learning environment. Teachers who receive regular supervision become more reflective and are better able to adapt their teaching strategies to meet students' needs. Consequently, this results in higher student engagement and a more enthusiastic learning Thus, academic supervision plays a strategic role in encouraging student learning enthusiasm by improving the quality of learning and ensuring that students are motivated to achieve better academic outcomes. This study highlights the importance of continuous academic supervision in fostering a positive learning environment and motivating students. Keywords: Academic Supervision. Learning Motivation. Learning Quality. Pedagogical Competence. Teacher Development. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran supervisi akademik dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMP IT YASPIDA Sukabumi. Supervisi akademik merupakan upaya pembinaan yang sistematis bagi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Motivasi belajar siswa adalah indikator penting dalam keberhasilan proses pembelajaran, oleh karena itu dibutuhkan strategi yang tepat untuk meningkatkannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memahami bagaimana supervisi akademik mempengaruhi kompetensi pedagogis guru dan dampaknya terhadap motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik yang terstruktur dan berkelanjutan dapat meningkatkan kompetensi pedagogis guru, yang pada gilirannya berdampak positif pada motivasi belajar siswa. Supervisi kolaboratif, pemberian umpan balik konstruktif, dan fokus pada peningkatan proses pembelajaran terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif dan memotivasi. Guru yang mendapatkan supervisi secara rutin menjadi lebih reflektif dan lebih mampu menyesuaikan strategi pengajaran untuk memenuhi kebutuhan siswa. Akibatnya, hal ini menghasilkan keterlibatan siswa yang lebih tinggi dan atmosfer pembelajaran yang lebih antusias. Dengan demikian, supervisi akademik memiliki peran strategis dalam mendorong semangat belajar siswa dengan meningkatkan kualitas pembelajaran dan memastikan siswa termotivasi untuk mencapai hasil akademik yang lebih baik. Penelitian ini menyoroti pentingnya supervisi akademik yang berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang positif dan memotivasi siswa. Kata Kunci: Supervisi Akademik. Motivasi Belajar. Kualitas Pembelajaran. Kompetensi Pedagogis. Pengembangan Guru. Naskah Masuk: 23 Juli 2025. Revisi: 08 Agustus 2025. Diterima: 27 Agustus 2025. Terbit: 30 Agustus 2025 Peran Supervisi Akademik dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMP IT YASPIDA Sukabumi LATAR BELAKANG Pendidikan merupakan sarana strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang Salah satu elemen penting dalam keberhasilan pendidikan adalah proses pembelajaran yang berlangsung secara efektif dan bermakna. Dalam proses tersebut, motivasi belajar siswa menjadi faktor penentu keberhasilan, karena siswa yang termotivasi cenderung memiliki keinginan kuat untuk belajar, tekun, serta mampu mencapai hasil belajar yang optimal (Uno, 2. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa banyak siswa mengalami penurunan motivasi belajar, yang ditandai dengan kurangnya partisipasi aktif dalam pembelajaran, rendahnya minat terhadap materi pelajaran, serta lemahnya disiplin dalam belajar. Permasalahan ini menjadi tantangan tersendiri bagi sekolah, khususnya bagi guru sebagai ujung tombak proses pembelajaran. Dalam konteks ini, supervisi akademik memiliki peran penting untuk membantu guru meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogik, sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, bermakna, dan mampu membangkitkan motivasi belajar Supervisi akademik yang dilakukan secara terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan memungkinkan guru memperoleh umpan balik dan pembinaan yang konstruktif dalam merancang serta melaksanakan pembelajaran yang efektif (Glickman. Gordon, & RossGordon, 2. Di SMP IT YASPIDA Sukabumi, supervisi akademik telah menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan. Namun, efektivitasnya dalam mendorong peningkatan motivasi belajar siswa masih perlu dikaji secara mendalam. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk memahami sejauh mana peran supervisi akademik dalam mendukung guru menciptakan strategi pembelajaran yang memotivasi siswa, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pengembangan praktik supervisi yang lebih efektif dan berdampak positif terhadap kualitas pembelajaran. JBPAI - VOLUME 3. NOMOR 4. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. TINJAUAN PUSTAKA Supervisi Akademik Supervisi akademik merupakan proses pembinaan yang dilakukan oleh kepala sekolah atau pengawas kepada guru dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran. Tujuan utama dari supervisi akademik adalah membantu guru meningkatkan kompetensi profesionalnya, terutama dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran secara efektif dan efisien (Sagala, 2. Menurut Glickman. Gordon, dan Ross-Gordon . , supervisi akademik idealnya bersifat kolaboratif dan berfokus pada pengembangan guru, bukan sekadar penilaian. Bentuk supervisi yang partisipatif dan dialogis diyakini mampu menciptakan suasana kerja yang mendukung profesionalisme guru serta meningkatkan kinerja mereka dalam mengelola kelas dan menyampaikan materi. Mulyasa . menambahkan bahwa supervisi akademik tidak hanya bertujuan memperbaiki kekurangan guru, tetapi juga mendorong inovasi pembelajaran melalui refleksi dan pembinaan berkelanjutan. Dengan demikian, supervisi akademik menjadi sarana strategis untuk menciptakan pembelajaran yang bermutu dan responsif terhadap kebutuhan siswa. Tugas Kepala Sekolah sebagai Supervisor Menurut Dr. Siti Qomariyah dalam bukunya AuKepemimpinan Kepala Sekolah Di Era Society 5,0Ay pada pembahasan Kompetensi Kepala Sekolah sebagai Supervisor dijelaskan tugas Kepala Sekolah sebagai Supervisor antara lain: Supervisi Pembelajaran: Kepala sekolah harus memantau dan mengawasi proses pembelajaran di kelas untuk memastikan bahwa pengajaran berlangsung dengan efektif. Pembinaan Profesionalisme Guru: Kepala sekolah bertanggung jawab untuk membantu guru dalam mengembangkan keterampilan Evaluasi Kinerja: Kepala sekolah melakukan evaluasi terhadap kinerja guru dan staf pendidikan lainnya. Mendorong Inovasi Pendidikan: Kepala sekolah sebagai supervisor juga berperan dalam mendorong inovasi dalam pengajaran dan pembelajaran, serta penerapan teknologi dalam pendidikan. Peningkatan Kualitas Pendidikan: Kepala sekolah sebagai supervisor bertugas memastikan bahwa standar kualitas pendidikan yang ditetapkan tercapai. Peningkatan Profesionalisme: Kepala sekolah harus dapat memberikan dukungan untuk pengembangan profesionalisme guru. (Siti Qomariyah. Mulyawan-ed, 2. Peran Supervisi Akademik dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMP IT YASPIDA Sukabumi Menurut Permendiknas No. Tahun 2007, kompetensi sekolah mencakup kemampuan kepala sekolah dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, serta dalam mengelola proses pendidikan di sekolah. Kompetensi supervisi kepala sekolah ini meliputi beberapa aspek, antara lain: Perencanaan Supervisi: Kepala sekolah harus mampu merencanakan kegiatan supervisi. Pelaksanaan Supervisi: Kepala sekolah harus dapat melakukan supervisi secara langsung di Selanjutnya Evaluasi dan Pengembangan atau Tindak Lanjut Supervisi. Motivasi Belajar Siswa Motivasi belajar adalah dorongan internal maupun eksternal yang mendorong siswa untuk melakukan kegiatan belajar. Motivasi ini mencakup keinginan untuk berhasil, ketertarikan terhadap materi pelajaran, dan keyakinan bahwa usaha belajar akan menghasilkan prestasi yang memuaskan (Uno, 2. Motivasi belajar memiliki pengaruh besar terhadap intensitas usaha siswa dalam belajar, pemilihan strategi belajar, serta ketekunan dalam menghadapi kesulitan. Siswa dengan motivasi tinggi akan lebih aktif, mandiri, dan bertanggung jawab dalam proses pembelajaran. Sebaliknya, rendahnya motivasi sering dikaitkan dengan malas belajar, tidak fokus, dan hasil belajar yang buruk (Sardiman, 2. Faktor-faktor yang memengaruhi motivasi belajar antara lain adalah lingkungan belajar, metode mengajar guru, hubungan sosial di kelas, serta bentuk evaluasi yang digunakan. Oleh karena itu, guru dituntut untuk mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif, menarik, dan bermakna bagi siswa. Hubungan Supervisi Akademik dengan Motivasi Belajar Siswa Terdapat hubungan yang erat antara efektivitas supervisi akademik dengan peningkatan motivasi belajar siswa. Supervisi yang berhasil mendorong guru untuk meningkatkan kompetensi pedagogik mereka akan berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran. Ketika guru mampu mengajar dengan cara yang menarik, interaktif, dan relevan, siswa akan lebih termotivasi untuk belajar (Suharsimi, 2. Dengan kata lain, peran strategis supervisi akademik terletak pada kemampuannya membina guru untuk menerapkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa . tudentcentered learnin. , yang terbukti dapat meningkatkan motivasi intrinsik dan ekstrinsik siswa dalam belajar. JBPAI - VOLUME 3. NOMOR 4. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. METODE PENELITIAN Pendekatan dan Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan kualitatif dipilih karena peneliti ingin menggali secara mendalam mengenai peran supervisi akademik dalam meningkatkan motivasi belajar siswa melalui pemahaman terhadap proses, makna, serta interaksi sosial yang terjadi di lingkungan sekolah. Penelitian kualitatif deskriptif bertujuan untuk menggambarkan fenomena yang terjadi secara alami tanpa adanya perlakuan atau manipulasi terhadap variabel (Creswell, 2. Lokasi dan Subjek Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMP IT YASPIDA Sukabumi, sebuah sekolah berbasis Islam Terpadu yang menerapkan sistem supervisi akademik secara rutin. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah sebagai supervisor, guru mata pelajaran, dan siswa sebagai pihak yang merasakan dampak dari proses pembelajaran. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive sampling, yakni berdasarkan pertimbangan bahwa informan memiliki pengetahuan, pengalaman, dan keterlibatan langsung dalam proses supervisi dan pembelajaran (Sugiyono. Teknik Pengumpulan Data Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui tiga teknik utama: . Wawancara mendalam dilakukan terhadap kepala sekolah dan guru untuk memperoleh informasi mengenai pelaksanaan supervisi akademik dan dampaknya terhadap pembelajaran. Observasi partisipatif dilakukan untuk mengamati proses pembelajaran di kelas serta interaksi antara guru dan siswa, termasuk respon siswa terhadap strategi mengajar. Studi dokumentasi digunakan untuk menelaah dokumen-dokumen terkait, seperti laporan supervisi, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dan hasil evaluasi belajar siswa. Teknik Analisis Data Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman . , yang meliputi tiga tahapan: . Reduksi data Ae memilah dan menyederhanakan data mentah dari hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penyajian data Ae menyusun data dalam bentuk narasi, tabel, atau matriks agar mudah dipahami. Penarikan kesimpulan Ae menemukan pola, tema, dan makna dari data untuk menjawab rumusan masalah penelitian. Peran Supervisi Akademik dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMP IT YASPIDA Sukabumi Peneliti melakukan uji keabsahan data dengan menggunakan alat uji sebagai berikut: Triangulasi dilakukan dengan membandingkan data dari berbagai sumber (Kepala Sekolah guru, sisw. dan teknik . bservasi, wawancara, dokumentas. Hal ini dilakukan agar mendapatkan konsistensi informasi (Moleong, 2. Selain triangulasi, peneliti juga menggunakan uji keabsahan data dengan uji transferabilitas, yaitu dengan menyajikan deskripsi secara jelas, detail dan rinci meliputi perencanaan, pelaksanaan dan tindak lanjut supervisi akademik yang dilakukan di SMP IT YASPIDA Sukabumi. Selanjutnya dilakukan uji dependabilitas atau auditabilitas yaitu dengan cara diaudit secara keseluruhan proses penelitian oleh dosen pembimbing penelitian ini. Agar semakin akurat, peneliti melakukan uji konfirmabilitas untuk memastikan bahwa temuan bersifat objektif, tidak subyektif dan berbasis pada data baik yang didapat dari observasi, wawancara maupun dokumentasi (Sugiono, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Profil SMP IT YASPIDA Sukabumi SMP Islam Terpadu YASPIDA Sukabumi merupakan lembaga pendidikan swasta yang berkomitmen untuk mengintegrasikan kurikulum nasional dengan nilai-nilai Islam dalam setiap aspek pembelajaran. Sekolah ini didirikan pada tahun 2000 dan bernaung di bawah Yayasan Sosial dan Pendidikan Islam Darussyifa Al-Fitrat (YASPIDA), dengan luas tanah 200 mA. SMP IT YASPIDA menyediakan fasilitas yang memadai untuk mendukung proses belajar mengajar, termasuk ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan fasilitas Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan. SMP IT YASPIDA Sukabumi secara rutin melaksanakan supervisi akademik untuk membantu guru dalam meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogik mereka. Hal ini sejalan dengan visi sekolah untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga memiliki karakter mulia dan berakhlak mulia. Identitas Sekolah C Nama Sekolah: SMP Islam Terpadu YASPIDA NPSN: 20247079 Status Sekolah: Swasta Jenjang Pendidikan: Sekolah Menengah Pertama (SMP) Naungan: Yayasan Sosial dan Pendidikan Islam Darussyifa Al-Fitrat (YASPIDA) Kementerian Pembina: Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset dan Teknologi SK Pendirian: 1466/102. 1/Kep. OT/2000 (Tanggal: 26 Mei 2. SK Operasional: 1466/102. 1/KEP. OT/2000 (Tanggal: 26 Mei 2. Akreditasi: A (Berdasarkan SK Akreditasi No. 00/273/BAP-SM/SK/X/2. JBPAI - VOLUME 3. NOMOR 4. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. Perencanaan Supervisi Akademik Perencanaan supervisi akademik di SMP IT YASPIDA Sukabumi dilakukan secara terstruktur dan berlandaskan pada analisis kebutuhan guru dan evaluasi kinerja pembelajaran pada tahun ajaran sebelumnya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dan mutu pembelajaran, serta menciptakan suasana belajar yang kondusif dan memotivasi siswa. Perencanaan mencakup beberapa langkah berikut: Identifikasi Kebutuhan Supervisi: Kepala sekolah dan tim kurikulum menganalisis data hasil evaluasi pembelajaran, observasi kelas, dan hasil asesmen siswa untuk mengidentifikasi area yang membutuhkan pembinaan. Penyusunan Program Supervisi: Program disusun mencakup jadwal supervisi, instrumen observasi kelas, format penilaian dan umpan balik, serta pembagian tugas antar tim supervisi. Penetapan Jadwal Supervisi: Supervisi direncanakan minimal dua kali dalam satu semester, dengan waktu dan mata pelajaran yang bervariasi agar mencakup semua guru secara Penyusunan Instrumen Supervisi: Instrumen supervisi mengacu pada standar proses pembelajaran, meliputi: . Perencanaan pembelajaran (RPP atau modul aja. Pelaksanaan . Interaksi guru-siswa. Evaluasi pembelajaran dan refleksi. Penerapan metode yang memotivasi siswa. Sosialisasi Program Supervisi: Program dan jadwal supervisi disosialisasikan kepada seluruh guru melalui rapat dewan guru agar pelaksanaan berjalan transparan, partisipatif, dan tanpa Berdasarkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dilakukan di SMP IT YASPIDA Sukabumi, diperoleh beberapa temuan utama terkait pelaksanaan supervisi akademik dan dampaknya terhadap motivasi belajar siswa: Pelaksanaan Supervisi Akademik: Supervisi akademik di SMP IT YASPIDA Sukabumi, dilaksanakan secara terstruktur setiap semester oleh kepala sekolah dan tim kurikulum. Bentuk supervisi yang dilakukan antara lain kunjungan kelas . lassroom visi. , pembinaan guru, dan evaluasi perangkat pembelajaran. Proses ini bersifat kolaboratif, di mana guru diberikan ruang untuk berdiskusi dan merefleksikan praktik pembelajaran mereka. Peran Supervisi Akademik dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMP IT YASPIDA Sukabumi Perubahan Strategi Mengajar Guru: Setelah mendapatkan masukan melalui supervisi, guru menunjukkan perubahan dalam cara mengajar, seperti penggunaan media pembelajaran interaktif, penerapan metode diskusi kelompok, serta pendekatan pembelajaran berbasis Hal ini diamati secara langsung dalam proses belajar-mengajar. Peningkatan Motivasi Belajar Siswa: Hasil observasi dan wawancara dengan siswa menunjukkan adanya peningkatan minat dan semangat belajar. Siswa menjadi lebih aktif dalam kelas, menunjukkan rasa ingin tahu yang lebih tinggi, dan mengerjakan tugas dengan antusias. Sebagian siswa menyatakan bahwa cara guru mengajar menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami. Dokumentasi Penilaian dan Umpan Balik: Dokumen hasil supervisi menunjukkan bahwa guru diberikan umpan balik yang spesifik dan membangun, serta target perbaikan yang jelas. Ini memperkuat akuntabilitas guru dalam menerapkan hasil supervisi ke dalam praktik pembelajaran mereka. Tindak Lanjut Supervisi Akademik Setelah pelaksanaan supervisi akademik, dilakukan tindak lanjut sebagai bentuk pembinaan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Tindak lanjut dilakukan melalui tahapan berikut: Pemberian Umpan Balik Langsung: Setelah observasi, supervisor memberikan umpan balik langsung kepada guru. Umpan balik bersifat konstruktif, mencakup apresiasi atas kelebihan dan saran untuk perbaikan. Penyusunan Rekomendasi Perbaikan: Supervisor menyusun catatan hasil supervisi dan rekomendasi tertulis yang berisi langkah konkret yang perlu dilakukan guru, misalnya: . Meningkatkan variasi metode pembelajaran. Menyesuaikan materi dengan karakteristik . Meningkatkan keterlibatan siswa selama pembelajaran. Pelatihan dan Workshop Guru: Berdasarkan temuan umum dari supervisi, sekolah mengadakan pelatihan atau workshop, misalnya: . Pelatihan penggunaan media digital. Workshop model pembelajaran aktif. Pelatihan penyusunan asesmen berbasis kompetensi. Supervisi Lanjutan (Follow-u. : Beberapa minggu setelah supervisi awal, dilakukan supervisi ulang terhadap guru untuk memantau implementasi rekomendasi yang telah JBPAI - VOLUME 3. NOMOR 4. AGUSTUS 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. Monitoring dan Evaluasi Berkala: Hasil tindak lanjut dicatat dalam laporan monitoring, yang digunakan sebagai bahan evaluasi program supervisi pada akhir semester atau tahun Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa supervisi akademik berperan signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Supervisi yang dilakukan secara intensif dan bersifat pengembangan mampu mendorong guru untuk terus meningkatkan kualitas Hal ini selaras dengan pendapat Zepeda . bahwa supervisi yang efektif mampu meningkatkan kinerja guru dan berdampak langsung terhadap pencapaian belajar Penerapan metode pembelajaran yang bervariasi dan relevan dengan kebutuhan siswa ternyata berpengaruh besar terhadap motivasi belajar. Sebagaimana diungkapkan oleh Brophy . , motivasi belajar dapat tumbuh ketika siswa merasakan adanya keterlibatan, tantangan, dan penghargaan dalam proses pembelajaran. Guru yang mendapatkan supervisi cenderung lebih peka terhadap kebutuhan siswa dan lebih inovatif dalam menyampaikan materi. Lebih lanjut, temuan ini juga menguatkan hasil penelitian oleh Rahman . yang menyatakan bahwa peningkatan kualitas guru melalui supervisi akademik secara langsung berkorelasi positif terhadap peningkatan minat dan prestasi belajar siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa supervisi akademik tidak hanya berdampak pada guru, tetapi juga memiliki efek domino terhadap siswa. Ketika guru berkembang, proses pembelajaran membaik, dan pada akhirnya akan mendorong siswa untuk belajar dengan lebih KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa supervisi akademik memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMP IT YASPIDA Sukabumi. Supervisi akademik yang dilaksanakan secara terstruktur, kolaboratif, dan berkelanjutan terbukti mampu mendorong guru untuk meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Perubahan positif dalam strategi mengajar guru, seperti penggunaan metode aktif dan pendekatan yang berpusat pada siswa, secara langsung berkontribusi terhadap peningkatan partisipasi, antusiasme, dan semangat belajar siswa di dalam kelas. Peran Supervisi Akademik dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMP IT YASPIDA Sukabumi Selain itu, supervisi akademik memberikan ruang refleksi dan pengembangan profesional bagi guru, yang berdampak pada penciptaan suasana belajar yang lebih kondusif dan memotivasi. Hal ini menunjukkan bahwa pembinaan guru melalui supervisi bukan hanya berorientasi pada peningkatan kinerja guru semata, melainkan juga menjadi instrumen strategis dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa. Dengan demikian, keberhasilan supervisi akademik tidak hanya diukur dari keterlaksanaan kegiatan, tetapi juga dari dampaknya terhadap iklim pembelajaran dan motivasi Oleh karena itu, diperlukan komitmen berkelanjutan dari pihak sekolah untuk menjadikan supervisi akademik sebagai bagian integral dari upaya peningkatan mutu DAFTAR PUSTAKA