Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 Efektivitas Peran Orang Tua Terhadap Peningkatan Menghafal Surah Surah Pendek Pada Peserta Didik di TK Tunas Harapan 3 Aulia Fatikasari. Iskandar Yusuf Sekolah Tinggi Agama Islam Email: auliafatikasari59@gmail. com, iskandaryusuf6778@gmail. Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh keterlibatan orang tua dalam mendukung peningkatan kemampuan anak dalam menghafal surah-surah pendek di TK Tunas Harapan 3. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan teknik analisis regresi linear sederhana, data diperoleh melalui penyebaran angket kepada orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua memiliki dampak yang signifikan dan positif terhadap peningkatan hafalan anak. Nilai signifikansi sebesar 0,003 . ebih kecil dari 0,. menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang nyata antara keterlibatan orang tua dan hasil hafalan anak. Selain itu, nilai koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,501 mengindikasikan bahwa 50,1% peningkatan kemampuan menghafal anak dipengaruhi oleh peran orang tua, sementara sisanya ditentukan oleh faktor lain. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = -3,313 1,063X, yang berarti setiap peningkatan keterlibatan orang tua akan meningkatkan kemampuan hafalan anak sebesar 1,063 poin. Temuan ini menegaskan bahwa keterlibatan aktif orang tua merupakan elemen penting dalam membangun fondasi belajar Al-QurAoan sejak usia dini. Kata kunci: Peran Orang Tua. Hafal Surah-Surah Pendek. Anak Usia Dini PENDAHULUAN Masa kanak-kanak merupakan periode penting dan strategis dalam proses pendidikan, karena pada tahap ini anak sedang mengalami perkembangan pesat dalam berbagai aspek, termasuk dalam hal kognitif dan spiritual. Salah satu bentuk pendidikan yang dapat diberikan sejak dini adalah pengenalan dan pembiasaan terhadap hafalan surah-surah pendek dalam Al-QurAoan. Aktivitas menghafal ini tidak hanya melatih daya ingat, tetapi juga membentuk karakter anak agar lebih dekat dengan nilai-nilai keagamaan. Oleh karena itu, pendidikan agama di usia dini menjadi sangat penting sebagai pondasi dalam membentuk pribadi yang berakhlak (Baharuddin, 2. Masa kanak-kanak merupakan fase yang paling tepat untuk menanamkan hafalan AlQurAoan. Pada tahap ini, kondisi pikiran anak masih jernih, kemampuan memori sedang berada pada masa keemasan, dan otak anak sangat mudah menerima informasi baru. Hal ini membuat proses menghafal menjadi lebih mudah dilakukan dibandingkan pada usia dewasa. (Budiono: 2. Namun, menghafal Al-QurAoan tetap memerlukan berbagai faktor pendukung, seperti motivasi internal yang kuat, ketekunan, metode pembelajaran yang tepat, serta dukungan dari lingkungan, khususnya peran aktif orang tua. Orang tua berperan besar dalam memotivasi, mendampingi, dan menciptakan suasana belajar yang positif bagi anak Peran orang tua tidak hanya bersifat sebagai pelengkap dari proses pembelajaran formal di sekolah, tetapi justru menjadi faktor penentu dalam menciptakan kebiasaan dan suasana belajar yang konsisten. keberhasilan anak dalam menghafal surah pendek sangat dipengaruhi oleh sejauh mana orang tua terlibat dalam proses tersebut. Orang tua yang aktif Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 mendampingi anak belajar, menyediakan fasilitas belajar seperti murottal atau buku hafalan surah-surah pendek . uz Amm. , serta menciptakan komunikasi yang baik dengan guru, cenderung memiliki anak dengan hafalan yang lebih kuat dan konsisten. Efektivitas peran orang tua dapat diartikan sebagai sejauh mana keterlibatan dan kontribusi orang tua berdampak nyata terhadap perkembangan belajar anak. Orang tua yang berperan secara efektif biasanya menunjukkan keterlibatan dalam membimbing anak belajar, memberikan semangat, menyediakan fasilitas belajar, serta menjalin komunikasi yang baik dengan guru. Keterlibatan ini menjadi semakin penting dalam konteks pembelajaran AlQurAoan, karena menghafal memerlukan pendampingan yang berkelanjutan dan suasana yang mendukung di rumah. Menurut Ariani dan Nasution . , peran orang tua yang efektif terbukti mampu membentuk kebiasaan belajar yang konsisten, yang berdampak langsung pada peningkatan hafalan anak. Dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang telah diuraikan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa peningkatan hafalan surah-surah pendek pada anak usia dini tidak hanya bergantung pada metode pembelajaran yang diterapkan di sekolah, tetapi juga sangat ditentukan oleh keterlibatan orang tua dalam membimbing, memotivasi, serta menciptakan rutinitas hafalan yang konsisten di rumah. METODE Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif. Pendekatan Kuantitatif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti hubungan antar variabel secara sistematis dan terstruktur. Pendekatan ini mengutamakan pengukuran objektif melalui data numerik yang dapat dianalisis secara statistik. Dalam penelitian ini, pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengukur seberapa besar pengaruh peran orang tua terhadap peningkatan hafalan surah pendek anak. (Sugiyono, 2019: . Penelitian ini difokuskan pada peserta didik kelompok B2 di TK Tunas Harapan 3 yang berlokasi di Balikpapan dengan jumlah peserta didik sebanyak 15 peserta didik. Pemlilihan sampling jenuh menjadi pilihan peneliti dalam menentukan jumlah responden karena jumlah populasi yang sedikit dan tidak menyulitkan peneliti untuk mengumpulkan data penelitian. Pemilihan kelompok tersebut didasarkan pada hasil observasi awal yang dilakukan peneliti terhadap lingkungan belajar dan tenaga pendidik di sekolah tersebut. Dengan demikian, diharapkan temuan dari penelitian ini dapat memberikan manfaat, baik bagi peneliti sendiri maupun bagi pihak lain yang berkepentingan atau membaca hasil penelitian ini. (Rifqi Hasan, 2024: . Dalam penelitian ini, data dikumpulkan melalui beberapa teknik, yaitu observasi, penyebaran angket, dan analisis regresi sederhana. Metode observasi dilakukan untuk mengamati perilaku serta interaksi peserta didik dalam situasi nyata, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah, sehingga diperoleh gambaran langsung mengenai proses pembelajaran hafalan surah pendek. Sementara itu, angket disusun dalam bentuk pertanyaan tertulis yang bertujuan untuk mengumpulkan data kuantitatif secara sistematis terkait perkembangan hafalan anak. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana guna menilai sejauh mana pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dalam penelitian ini. Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 HASIL DAN PEMBAHASAN Peran dapat dipahami sebagai seperangkat perilaku yang diharapkan sesuai dengan norma dan situasi tertentu yang berlaku dalam masyarakat. Dalam konteks sosial, seseorang dianggap menjalankan perannya apabila ia melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan posisi atau kedudukan yang dimilikinya. Dengan demikian, peran merupakan wujud nyata . dari status yang dimiliki individu dalam suatu struktur sosial (Soekanto, 2. Secara etimologis, istilah "peran" merujuk pada tanggung jawab atau fungsi tertentu yang dijalankan oleh individu dalam suatu kegiatan atau situasi. Dalam konteks pendidikan anak, peran meliputi berbagai bentuk keterlibatan aktif, seperti membimbing anak saat belajar, memberikan dorongan moral dan emosional, menyediakan fasilitas belajar yang memadai, serta mengawasi proses belajar anak di rumah. Orang tua secara umum diartikan sebagai ayah dan ibu kandung dari seorang anak. Selain itu, istilah ini juga dapat merujuk pada sosok yang dianggap memiliki kebijaksanaan dan pengalaman hidup (KBBI, 2. Menurut Miami, orang tua adalah pasangan suami istri yang secara sah terikat dalam pernikahan dan siap mengemban tanggung jawab dalam mendidik serta membesarkan anak-anak mereka (Miami, 2. Senada dengan itu. Nasution menyatakan bahwa orang tua adalah individu yang bertanggung jawab dalam keluarga, khususnya dalam menjalankan peran sebagai ayah dan ibu dalam kehidupan sehari-hari (Nasution, 2. Dalam konteks perilaku keluarga, orang tua juga memiliki peran sebagai pemimpin utama yang dapat membentuk suasana interaksi keluarga, sehingga sangat berpengaruh terhadap perkembangan karakter anak. Menurut (Ariani dan Nasution: 2. efektivitas keterlibatan orang tua dalam aktivitas belajar anak sangat menentukan pembentukan kebiasaan belajar yang baik. Keterlibatan tersebut menjadi faktor penting dalam keberhasilan anak menghafal ayat-ayat Al-QurAoan, mengingat orang tua adalah sosok terdekat yang memiliki pengaruh langsung dalam menciptakan suasana belajar yang mendukung dan konsisten di lingkungan keluarga. Menghafal Dalam bahasa Arab yaitu tahfidz berasal dari kata hifzh yang berarti menjaga, memelihara, dan menyamakan bacaan. Dalam konteks Al-QurAoan, menghafal tidak hanya sekadar mengingat ayat-ayat, tetapi juga mencakup kemampuan untuk membaca ayat tersebut tanpa melihat mushaf, dengan memperhatikan makhraj huruf, kaidah tajwid, serta kesinambungan dalam menjaga hafalan secara berkelanjutan. Para ulama menjelaskan bahwa menghafal Al-QurAoan adalah proses menyetorkan bacaan secara lisan, dilakukan dengan konsistensi . , serta menjaga hafalan agar tidak hilang dari ingatan dan tetap terpelihara (Syatibi, 2. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran orang tua memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap peningkatan kemampuan anak dalam menghafal surah-surah Temuan ini konsisten dengan teori Ariani & Nasution . yang menyatakan bahwa keterlibatan orang tua secara aktif dalam kegiatan belajar anak akan membentuk kebiasaan belajar yang baik dan konsisten. Keterlibatan orang tua tidak hanya terbatas pada pengawasan, tetapi juga dalam bentuk motivasi, penyediaan fasilitas hafalan seperti murottal atau buku Juz Amma, dan Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 komunikasi aktif dengan guru. Semua aspek tersebut secara bersama-sama menciptakan lingkungan yang kondusif bagi anak untuk belajar menghafal Al-QurAoan secara optimal. Tabel 1. Hasil Uji t Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. (Constan. Peran Orang Tua Dependent Variable: Peningkatan Menghafal Surah-Surah Pendek Tabel 2. Hasil Uji Regresi Model Summary Adjusted R R Square Square Model Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Peran Orang Tua Berdasarkan hasil uji regresi linear sederhana, diperoleh persamaan sebagai berikut: Y = -3,313 1,063X Nilai konstanta -3,313 menunjukkan bahwa jika tidak ada peran orang tua, maka nilai hafalan anak diprediksi negatif atau sangat rendah. Koefisien regresi 1,063 menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan dalam peran orang tua akan meningkatkan kemampuan hafalan anak sebesar 1,063 poin. Berdasarkan output di atas, diketahui bahwa nilai signifikansi (Sig. ) sebesar 0,003, lebih kecil dari probabilitas 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa HCA ditolak dan HCa diterima, yang berarti bahwa Ada Pengaruh Peran Orang Tua terhadap Peningkatan Menghafal SurahSurah Pendek pada Anak. Selanjutnya, berdasarkan output di atas diketahui nilai t hitung sebesar 3,615. Karena nilai t hitung sudah ditemukan, maka langkah selanjutnya adalah mencari t tabel. Adapun rumus dalam mencari nilai t tabel adalah: Nilai / 2 = 0,05 / 2 = 0,025 Derajat kebebasan . = n Ae 2 = 15 Ae 2 = 13 Nilai 0,025. 13 kemudian kita lihat pada distribusi nilai t table, maka didapat nilai t tabel sebesar 2,160 Karena nilai t hitung sebesar 3. 615 lebih besar dari 2. 160, sehingga dapat disimpulkan bahwa HCA ditolak dan HCa diterima, yang berarti bahwa: Ada Pengaruh Peran Orang Tua (X) terhadap Peningkatan Menghafal Surah-Surah Pendek (Y) Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 R Square sebesar 0,501, artinya 50,1% peningkatan hafalan surah pendek pada anak dijelaskan oleh peran orang tua, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Keputusan Hipotesis HCA: Tidak terdapat pengaruh peran orang tua terhadap peningkatan hafalan anak Ie Ditolak HCa: Terdapat pengaruh peran orang tua terhadap peningkatan hafalan anak Ie Diterima Karena nilai signifikansi = 0,003 < 0,05, maka HCA ditolak dan HCa diterima, artinya terdapat pengaruh signifikan peran orang tua terhadap peningkatan hafalan surah-surah pendek. KESIMPULAN Berdasarkan temuan dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan di TK Tunas Harapan 3, diperoleh sejumlah kesimpulan penting yang menunjukkan keterkaitan yang erat antara keterlibatan orang tua dan peningkatan kemampuan hafalan anak terhadap surahsurah pendek dalam Al-QurAoan Pertama, hasil analisis data menunjukkan bahwa tingkat keterlibatan orang tua dalam mendampingi proses hafalan anak di rumah tergolong dalam kategori yang baik. Hal ini terlihat dari komitmen sebagian besar orang tua dalam menyediakan waktu, perhatian, dan fasilitas yang dibutuhkan anak untuk menghafal, seperti penggunaan murottal, buku Juz Amma, serta pendampingan secara langsung ketika anak murojaah hafalan. Kedua, anak-anak yang mendapatkan dukungan aktif dari orang tua menunjukkan peningkatan kemampuan hafalan yang signifikan. Artinya, adanya pendampingan yang konsisten dari orang tua dalam bentuk motivasi, bimbingan, maupun penciptaan lingkungan belajar yang kondusif, berkontribusi secara nyata terhadap kemajuan anak dalam menghafal surah-surah pendek. Peningkatan ini tidak hanya dilihat dari jumlah surah yang mampu dihafal, tetapi juga dari aspek kelancaran, pelafalan yang benar, dan konsistensi dalam hafalan. Ketiga, hasil analisis statistik melalui regresi linear sederhana membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara peran orang tua . ebagai variabel independe. terhadap peningkatan hafalan surah pendek anak . ebagai variabel depende. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,003 yang lebih kecil dari batas signifikansi 0,05 . ,003 < 0,. , yang mengindikasikan bahwa hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat peran serta orang tua, maka semakin besar pula peningkatan kemampuan anak dalam menghafal. Secara matematis, hubungan ini digambarkan melalui persamaan regresi Y = -3,313 1,063X, yang mengandung makna bahwa setiap penambahan satu tingkat keterlibatan orang tua akan meningkatkan skor hafalan anak sebesar 1,063 poin. Koefisien regresi yang bersifat positif memperkuat kesimpulan bahwa keterlibatan orang tua merupakan faktor penting yang memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan hafalan Al-QurAoan anak usia dini. Kesimpulan ini mempertegas pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga, khususnya orang tua, dalam mendukung program pembelajaran Al-QurAoan, serta menjadi bukti empiris bahwa keluarga adalah lingkungan belajar pertama dan utama yang dapat memengaruhi keberhasilan spiritual dan akademik anak secara holistic . Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Volume 6 Nomor 6 Tahun 2025 https://afeksi. id/jurnal/index. php/afeksi e-ISSN: 2745-9985 DAFTAR PUSTAKA