(JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. PERTUMBUHAN JAMUR Aspergillus sp. PADA MEDIA ALTERNATIF UBI JALAR (Ipomoea Batata. Erwin Edyansyah1. Asrori2. Nurhayati3. Handayani4. Fandianta5. Tarisa Merlinski6 1,2,3,4,5,6 Jurusan Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Palembang (Email korespondensi: asrori123@poltekkespalembang. ABSTRAK Latar Belakang: Perkembangan mikroba di dalam laboratorium membutuhkan medium yang mengandung nutrisi dan menyediakan lingkungan pertumbuhan yang cocok untuk mikroorganisme tersebut. Medium merupakan campuran suatu bahan zat makanan . yang berfungsi untuk tepat tumbuhya suatu mikroba. Media dapat mempengaruhi morfologi dan warna dari koloni, terbentuknya struktur tertentu, dan dapat tumbuh atau tidak nya jamur. Semua jamur memerlukan elemen yang spesifik untuk melangsungkan pertumbuhannya. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui uji pertumbuhan jamur Aspergillus flavus pada media alternatif ubi jalar kuning. Metode penelitian: yang digunakan adalah metode eksperimental dengan desain penelitian statistic group Hasil penelitian: didapatkan hasil rerata pertumbuhan jamur Aspergillus flavus pada media ubi jalar kuning konsentrasi 10%, 20%, dan 30% yaitu sebesar 22,5 mm, 26,9 mm, 32,5 mm. Hasil uji statistic menunjukkan ada perbedaan antara rata-rata diameter koloni pertumbuhan Aspergillus flavus pada media media alternatif ubi jalar konsentrasi 10%, 20%, dan 30%. Kesimpulan : dapat disimpulkan bahwa media alternatif ubi jalar konsentrasi 10%, 20%, dan 30% dapat digunakan untuk menggantikan media yang biasa digunakan untuk penanaman jamur Aspergillus flavus. Saran: Disarankan untuk menggunakan konsentrasi yang lebih tinggi ataupun menggunakan jamur dengan spesies yang berbeda. Kata kunci: Ubi Jalar Kuning. Media alternatif. Aspergillus flavus ABSTRACT Background: Microbial growth in the laboratory requires a medium that contains nutrients and provides a suitable growth environment for the microorganisms. A medium is a mixture of nutrients that functions to ensure the proper growth of a microbe. The medium can affect the morphology and color of the colony, the formation of certain structures, and the growth or failure of the fungus. All fungi require specific elements to continue their growth. Research Objective: To determine the growth test of Aspergillus flavus fungus on alternative media of yellow sweet potato. Research Method: The method used was an experimental method with a statistical group comparison research design. Research Results: The average growth results of Aspergillus flavus fungus on yellow sweet potato media with concentrations of 10%, 20%, and 30% were 22. 5 mm, 26. 9 mm, and 32. 5 mm. The results of statistical tests showed a difference between the average colony diameters of Aspergillus flavus growth on alternative media of sweet potato concentrations of 10%, 20%, and 30%. Conclusion: It can be concluded that alternative sweet potato media at concentrations of 10%, 20%, and 30% can be used to replace the usual media for growing Aspergillus flavus. Recommendation: It is recommended to use higher concentrations or use a different species of fungus. Keywords: Yellow Sweet Potato. Alternative Media. Aspergillus flavus | 36 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. PENDAHULUAN Medium merupakan campuran suatu Penyakit jamur menjadi tantangan . global bagi penyedia layanan kesehatan, berfungsi untuk tepat tumbuhya suatu dengan lebih dari satu miliar orang yang Potato Dextrose Agar merupakan masih menderita infeksi jamur dan lebih media umumnya yang digunakan untuk dari 1,6 juta kematian terkait setiap tahun. membiakkan fungi di laboratorium karena Aspergillus merupakan salah satu penyebab pH yang dimiliki media PDA ini rendah paling umum dari infeksi jamur yang fatal. yaitu antara 4,5-5,6 sehingga pertumbuhan Spesies Aspergillus flavus memiliki bakteri menjadi terhambat, diperlukannya Hasil lingkungan yang netral dengan pH 7,0 dan suhu yang optimal untuk pertumbuhan Aspergillus yaitu berupa mitoksin yang Media merupakan senyawa dari hasil sekunder metabolisme jamur (Zakaria et al. , 2. terbentuknya struktur tertentu, dan dapat Aspergillus tumbuh atau tidak nya jamur. Semua jamur kapang yang tumbuh dengan mudah di memerlukan elemen tempat- tempat yang mengandung bahan Kapang ini juga termasuk kapang (Cappuccino & Sherman, 2013 dalam Saputri, 2. aspergilosis paru (Perpustakaan, 2. Perkembangan Jamur Media dalam penelitian ini adalah ubi jalar. Secara laboratorium membutuhkan medium yang nutrisi ubi jalar pada umumnya didominasi mengandung nutrisi dan menyediakan oleh karbohidrat yang dapat mencapai lingkungan pertumbuhan yang cocok untuk 27,9% dengan kadar air 68,5%. Ubi Jalar mikroorganisme tersebut (Moda, 2. merupakan salah satu makanan pokok Menurut penelitian oleh (Yusmaniar, 2. orang indonesia. Ubi jalar dapat juga lingkungan pertumbuhan yang optimal bagi mikroorganisme adalah di mana media kelembaban dan mendukung pertukaran zat atau metabolisme, mengandung sumber memiliki suhu yang sesuai. pengganti nasi karena rendah gula. Ubi jalar mengandung vitamin A. Vitamin B, dan zat antioksidan. Jenis antioksidan yang terkandung dalam umbi ini yaitu beta karoten, asa, klorogenat, antosianin. Ubi jalar juga mengandung gizi yang utama yaitu pati (Vina Puji Rahayu, 2. | 37 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. Dalam cm, 5,63 cm. Sehingga media alternatif ubi Ditemukan bahwa pertumbuhan jamur jalar ungu pada skala konsentrasi minimal Aspergillus flavus pada media singkong pertumbuhan Aspergillus sp dibanding dibandingkan dengan penggunaan media dengan media SDA (Aiesyah, 2. PDA instan. Hal tersebut ditunjukkan Berdasarkan uraian di atas peneliti bahwa rata-rata pertumbuhan diameter menggunakan media alternatif dari ubi jalar koloni media PDA adalah 30,911 mm Aspergillus flavus 15,335 sedangkan untuk media singkong rata- rata diameter koloninya adalah 34,592 mm 15,219 (Octavia et al. , 2. BAHAN DAN METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat eksperimen peneliti Pada penelitian yang dilakukan oleh rohmi sampel yang digunakan adalah ubi dengan desain penelitian static group jalar putih sebagai sumber karbohidrat comparison, yaitu mengamati perbedaan yang berbeda untuk pertumbuhan jamur dari suatu kelompok yang diberikan Aspergillus perlakuan terntentu. Penelitian ini melihat perbandingan di beberapa variasi. Pada kualitas dan seberapa baik media alternatif bi jala. sebagai media pertumbuhan Niger PDA Aspergillus niger adalah 43,5 mm. Pada media alternatif tepung ubi jalar pada konsentrasi 10%,20%,30% dan media kosentrasi 10% memiliki diameter 40,8 PDA mm, pada konsentrasi 20% memiliki dilaksanakan di laboratorium parasitologi diameter 57 mm, pada konsentrasi 30% Jurusan memiliki diameter 37,5 mm. (Prima, 2. Poltekkes Kemenkes Palembang pada tanggal Menurut penelitan yang dilakukan oleh Eicha Reabyly Aiesyah didapatkan hasil rerata pertumbuhan jamur Aspergillus sp dengan mengukur koloni diameter setiap 24 jam selama 5 hari pada media SDA sebagai kontrol yaitu 5,02 cm, dan pada media umbi jalar ungu Aspergillus Teknologi Penelitian Laboratorium Medis 25 Maret Ae 24 April 2024. Sampel yang Aspergillus flavus. Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain : cawan petri, autoclave, media PDA. Ubi jalar Kuning, aquadest dan biakan murni jamur Aspergillus flavus. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data 10%,20%,30% yaitu sebesar 4,25 cm, 4,92 | 38 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. Data primer yaitu data yang karakteristik dari masing-masing diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti tergantung dari jenis datanya. Biasanya untuk data numerik menggunakan nilai mean, beberapa variasi konsentrasi ubi jalar median, standar deviasi dan inter kuartil range, minimal maksimal (Hastono, 2. pertumbuhan jamur Aspergillus flavus. Metode Aspergillus flavus. Data penelitian ini dianalisis secara univariat dan bivariat. Analisis univariat adalah data Jenis analisis yang mendeskripsikan HASIL Berdasarkan penelitian, peneliti mendapatkan hasil pertumbuhan jamur Aspergillus flavus pada media alternatif ubi jalar sebagai Tabel 1. Distribusi statistik deskritif ubi jalar kuning sebagai alternatif pengganti PDA untuk pertumbuhan jamur Aspergillus flavus dengan konsentrasi 10%, 20%, 30% Media Diameter koloni pertumbuhan jamur Aspergillus flavus Mean Standar Min Max Deviasi Konsentrasi 10% 22,5 Konsentrasi 20% 26,9 Konsentrasi 30% 32,5 4,88 3,51 5,33 38,00 95%CI Lower Bound Upper Bound 17,4-27,6 23,2-30,5 26,9-38,1 Pada tabel di atas media alternatif Ubi 32,4 mm serta nilai Confidence Interval jalar kuning konsentrasi 10% dari enam diperoleh nilai batas bawah 23,2 mm dan batas atas 30,5 mm rata-rata diameter koloninya adalah 22,5 mm. Pada media alternatif Ubi jalar kuning standar deviasi 4,88 mm dengan diameter koloni minimum 16,7 mm dan diameter pengulangan didapatkan rata-rata diameter koloni maximum 29,7 mm serta nilai koloninya adalah 32,5 mm, standar deviasi Confidence Interval diperoleh nilai batas 5,33 mm dengan diameter koloni minimum bawah 17,4 mm dan batas atas 27,6 mm. 26,0 mm dan diameter koloni maximum Pada media alternatif Ubi jalar kuning pengulangan didapatkan rata-rata diameter 38,0 mm serta nilai Confidence Interval diperoleh nilai batas bawah 26,9 mm dan batas atas 38,1 mm. koloninya adalah 26,9 mm, standar deviasi Analisis bivariat pada penelitian ini 3,51 mm dengan diameter koloni minimum menggunakan uji ANOVA, didapatkan hasil 21,7 mm dan diameter koloni maximum sebagai berikut : | 39 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. Tabel 2. Hasil Uji Anova Diameter Koloni Pertumbuhan Jamur Aspergillus flavus Mean Median Min Max 4,88 3,51 5,33 Media Konsentrasi 10% Konsentrasi 20% Konsentrasi 30% Pada tabel Hasil uji ANOVA tersebut Berdasarkan P Value didapatkan nilai signifikan adalah 0,01 didapatkan kesimpulan bahwa Aspergillus flavus mengalami pertumbuhan, sesuai dengan salah satu kriteria pertumbuhan fungi sebelumnya yaitu di bawah 0,05. Dengan yaitu pertambahan volume sel yang bersifat demikian hasil tersebut menunjukkan Pertumbuhan koloni tersebut terdapat perbedaan pertumbuhan jamur Aspergillus flavus pada konsentrasi media alternatif ubi jalar. merupakan massa sel yang berasal dari satu sel (Bianggo NauE. , 2. Kondisi seperti ini dapat terjadi oleh PEMBAHASAN Ubi jalar konsentrasi 10%, 20%, dan pertumbuhan jamur Aspergillus flavus pada media agar percobaan ini, sedangkan sebagai variabel konsentrasi kontrol yang digunakan sebagai indikator pembanding faktor-faktor pertumbuhan jamur, diantaranya seperti nutrisi media, kondisi fisik seperti suhu ruangan, kelembapan ruangan. Ph ruangan. Sumber nutrisi pada media ubi jalar, dimana ubi jalar memiliki kandungan karbohidrat yang lebih tinggi dari kentang menggunakan media PDA. Berdasarkan namun lebih sedikit kandungan protein. hasil pengukuran diameter koloni yang Salah satu nutrisi yang paling dibutuhkan telah dilakukan selama 7 hari didapatkan bagi pertumbuhan jamur adalah karbohidrat. kecepatan pertumbuhan koloni pada setiap Karbohidrat juga merupakan komponen konsentrasi media agar. Jika dibandingkan esensial semua organisme dan zat yang antara diameter koloni Aspergillus flavus yang tumbuh pada media PDA dan media karbohidrat adalah sebagai sumber energi. Aspergillus flavus semakin besar seiring Fungsi membentuk struktur sel,struktur penunjang tanaman (Octavia et al. , 2. Pertumbuhan Aspergillus flavus pada media alternatif ubi | 40 (JMLS) Journal of Medical Laboratory and Science Vol 5 No 2 . Oktober 2025 DOI: 10. 36086/medlabscience. jalar memang lebih cepat dibandingkan media PDA, tetapi miselium koloni jamur yang DAFTAR PUSTAKA tumbuh pada media alternatif dari ubi jalar Aiesyah. Umbi Jalar Ungu Sebagai Alternatif Media Sabouraud Dextrose Agar ( SDA ) Untuk Pertumbuhan Aspergillus sp . Umbi Jalar Ungu Ssebagai Alternatif Meida Sabouraud Dextrose Agar ( SDA ) Untuk Pertumbuhan Aspergillus sp . Poltekkes Kemenkes Palembang. Baniya. Aspergillus: Morfologi. Gambaran Klinis, dan Diagnosis Lab. https://microbeonline. com/as pergillusmorphology- clinical-features-and-labdiagnosis/ Bianggo NauE. , 2021. Analisis Kualitas Agar-agar Air Cucian Beras Merah Sebagai Medium Pertumbuhan Aspergillus Niger. JPP (Jurnal Kesehatan Poltekkes Palemban. , 16. , 7Ae14. belum sama seperti pertumbuhan jamur pada media PDA. Area kuning tua pada permukaan jamur yang terlihat jelas pada media PDA, sedangkan tidak begitu terlihat pada media alternatif ubi jalar, selain itu area hijau yang tumbuh pada media alternatif dari ubi jalar tidak setebal area hijau yang tumbuh pada media PDA. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian, ada perbedaan yang signifikan diameter koloni jamur Aspergillus flavus pada 10%,20%,30%, media alternatif ubi jalar konsentrasi 10%,20%,30% efektif untuk dijadikan pengganti media yang biasa digunakan dalam penanaman jamur. Perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk mengetahui batasan konsentrasi yang optimal untuk pengganti media PDA. Untuk peneliti penelitian lebih lanjut tentang ubi jalar sebagai menggunakan jamur uji dari spesies yang UCAPAN TERIMA KASIH