Vol. 10 No. 1, 2025 p-ISSN : 2502-8383 e-ISSN : 2808-3954 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar Prodi PGMI-Fakultas Tarbiyah-UIJ PENGARUH EKSTRAKURIKULER PRAMUKA TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL SISWA KELAS TINGGI SD NEGERI 23 JEPPEAoE KABUPATEN BONE Sitti Jauhar Universitas Negeri Makassar Email: St. jauhar@gmail. Firdayanti Universitas Negeri Makassar Email: dayanfirda@gmail. Abstrak: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi-experimental yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrakurikuler pramuka terhadap perkembangan sosial siswa kelas tinggi SD Negeri 23 JeppeAoe. Populasi berjumlah 70 siswa dari kelas IV. V, dan VI. Penelitian ini menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 60 siswa yang terbagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari uji normalitas, uji homogenitas, uji paired sampel t-test dan uji independent sampel t-test. Berdasarkan hasil penelitian dengan uji independent sampel t-test post-test didapatkan nilai t-hitung lebih besar daripada t-tabel yaitu 13,275 > 2,001. Dibuktikan pula dengan uji paired sampel t-test pre-test dan post-test kelompok eksperimen didapatkan nilai signifikansi lebih kecil dibandingkan 0,05 yaitu 0,000 < 0,05 yang menunjukkan Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan hal tersebut, maka diperoleh kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan ekstrakurikuler pramuka terhadap perkembangan sosial siswa kelas tinggi SD Negeri 23 JeppeAoe Kabupaten Bone. Kata Kunci: ekstrakurikuler pramuka, perkembangan sosial PENDAHULUAN Pembentukan karakter dan keterampilan sosial merupakan salah satu tujuan utama pendidikan nasional. Pendidikan sebagai tempat terlaksananya proses belajar mengajar yang berlangsung secara teratur dan terencana melalui proses transformasi pengetahuan, sikap, nilai-nilai, perilaku dan keterampilan yang dilakukan secara sadar dalam rangka mengubah kehidupan menjadi lebih baik. 1 Pendidikan tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan kepribadian yang berkarakter, mandiri, dan mampu berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu upaya konkret untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Secara yuridis, pemerintah Indonesia telah menetapkan pramuka sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib di seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah. Melalui Peraturan A Sudirman. Rahmawati. & Shabir. AuHubungan Self Efficacy Dengan Kemampuan Komunikasi Siswa Kelas v SDN 22 JeppeAoe Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone,Ay Bestari: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan 1, no. : 27. Vol. 10 No. 1, 2025 p-ISSN : 2502-8383 e-ISSN : 2808-3954 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar Prodi PGMI-Fakultas Tarbiyah-UIJ Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63 Tahun 2014 pada Pasal 2 yang menyebutkan bahwa . Pendidikan kepramukaan dilaksanakan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib pada pendidikan dasar dan menengah. Kegiatan ekstrakurikuler wajib merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh seluruh peserta didik. Sebagai institusi pendidikan, sekolah mempunyai kewajiban untuk memberikan siswa pengetahuan dan keterampilan, kemudian mengembangkannya dengan proses pendidikan formal serta nonformal. Dalam kaitannya dengan pendidikan nonformal, sekolah menyelenggarakan program ekstrakurikuler, seperti kegiatan pramuka, sebagai tempat untuk menumbuhkan nilai nilai karakter dalam pendidikan nonformal tersebut. 2 Ekstrakurikuler pramuka dalam hal ini memberikan kesempatan untuk terlibat dalam berbagai aktivitas kelompok, seperti kemah, eksplorasi alam, dan pengabdian masyarakat. Melalui kegiatankegiatan tersebut, mereka dapat belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan membangun Target utamanya guna membentuk karakter yang baik, moral yang kuat, terutama dalam hal perkembangan sosialnya. Perkembangan sosial merupakan aspek penting dalam proses pendidikan, khususnya di sekolah dasar. Saat ini, anak tidak hanya belajar keterampilan akademis, mereka juga meningkatkan kemampuan mereka untuk berinteraksi, berkolaborasi, dan memahami norma Perkembangan sosial merupakan proses pencapaian kematangan dalam hubungan sosial dan pembelajaran agar dapat menyesuaikan diri dengan norma-norma yang berlaku pada kelompok tradisi dan moral. Pada dasarnya, perkembangan sosial pada anak usia SD ditandai dengan perluasan hubungan atau interaksi pada kegiatan pembelajaran di kelas maupun saat bermain di luar kelas. Selain dengan keluarga, anak juga mulai dapat menjalain ikatan baru dengan teman sebaya. Perkembangan seseorang berbeda-beda, tergantung faktor yang memengaruhi perkembangan sosialnya. 4 Pada awalnya, tingkah laku sosial anak dipengaruhi dari lingkungan keluarganya. Kemudian perkembangannya dipengaruhi dari lingkungan sekolah dan masyarakat. Perlakuan dan bimbingan orang tua pada anak sangat berpengaruh pada perkembangan sosialnya diberbagai aspek kehidupan sosial atau norma-norma kehidupan bermasyarakat serta dapat mendorong dan memberikan contoh kepada anaknya bagaimana hidup sebagai makhluk sosial dan menerapkan norma-norma dalam kehidupan sehari-hari. Tahap awal perkembangan sosial anak bermula dari hubungannya dengan orang lain, terutama anggota keluarga. Tanpa diberi tahu, anak mulai belajar dengan berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya. Jika nilai-nilai yang ditanamkan oleh kedua orang tuanya diserap dengan baik, maka perkembangan sosial yang dimiliki oleh individu tersebut bisa menjadi Ardyansyah. AuPengaruh Kegiatan Estrakurikuler Pramuka Terhadap Kecerdasan Sosial Siswa Sekolah DasarAy . , https://repository. id/63314/. I Dewi. , & Irdamurni. AuPerkembangan Bahasa. Emosi. Dan Sosial Anak Usia Sekolah Dasar,Ay Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 7, no. : 1. Ariston. , & Frahasini. AuDampak Penggunaan Gadget Bagi Perkembangan Sosial Anak Sekolah Dasar,Ay Journal of Educational Review and Research 1, no. : 86. Vol. 10 No. 1, 2025 p-ISSN : 2502-8383 e-ISSN : 2808-3954 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar Prodi PGMI-Fakultas Tarbiyah-UIJ lebih baik. Hal itu disebabkan karena manusia tumbuh dan berkembang dari fase ke fase tanpa meninggalkan apa yang telah ia pelajari dari fase sebelumnya. Interaksi sosial kemudian berkembang tidak hanya dengan anggota keluarga di rumah, tetapi juga dengan guru dan teman sebaya di sekolah. Perkembangan sosial adalah satu proses perkembangan yang membantu anak-anak berinteraksi dengan orang lain menggunakan cara yang diterima oleh masyarakat. Seorang anak tumbuh dan berkembang di lingkungan keluarga adalah bagian dari proses interaksi bersama orang-orang disekitarnya dalam membentuk sikap melalui proses belajar sosial, yaitu proses dimana individu memperoleh informasi, tingkah laku, atau sikap baru dari orang lain. Sebagian besar pembelajaran manusia terjadi dalam sebuah lingkungan sosial. Dengan mengamati orang lain, manusia memperoleh pengetahuan, aturan-aturan, keterampilanketerampilan, strategi-strategi, keyakinan-keyakinan, dan sikap-sikap. Individu-individu juga melihat model -model atau contoh-contoh untuk mempelajari kegunaan dan kesesuaian perilaku-perilaku akibat dari prilaku yang di modelkan, kemudian mereka bertindak sesuai dengan keyakinan tentang kemampuan mereka dan hasil yang diharapkan dari tindakan Banyak hal berkembang pada anak-anak usia sekolah dasar usia enam hingga dua belas tahun, termasuk perkembangan fisik, motorik, kepribadian, sosial, emosi, kognitif dan bahasa, serta moral keagamaan. Pada tahap akhir masa kanak-kanak, sikap sosial mulai muncul, karena penyesuaian pribadi dan sosial berdampak psikis pada kondisi anak. Usia sekolah sangat penting karena anak-anak dihadapkan pada lingkungan baru dan diharuskan untuk menyesuaikan diri dalam bersosialisasi dengan orang lain, meskipun hanya dalam skala Usia ini juga dikenal sebagai usia berkelompok, di mana anak-anak akan menunjukkan sikap sosial yang diperlukan dalam proses interaksi sosial. Penting untuk dipahami bahwa perkembangan sosial pada siswa sekolah dasar memerlukan waktu dan tidak dapat dicapai dalam satu hari. Sebagian besar lembaga pendidikan formal, seperti sekolah, memiliki peran penting dalam perkembangan sosial anak. Sekolah melalui pendidikan non formal, melibatkan mereka dalam program kegiatan ekstrakurikuler sebagai sarana pengembangan Merujuk pada hasil wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti, pada tanggal 22 Juli 2024 bersama pembina pramuka SD Negeri 23 JeppeAoe, diketahui bahwa ekstrakurikuler pramuka di SD Negeri 23 JeppeAoe diwajibkan bagi kelas 4,5 dan 6. Kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SD Negeri 23 JeppeAoe dijadwalkan satu kali pertemuan dalam seminggu yaitu hari Sabtu. Hanya saja dalam pelaksan ekstrakurikuler ini terkadang tidak diadakan, ini mengindikasikan bahwa ekstrakurikuler pramuka di sekolah tersebut masih kurang & R. Irma Firnanda. Fitria. AuEfektivitas Bimbingan Kelompok Dengan Menggunakan Metode Role Playing Mengatasi Perilaku Bullying,Ay Bestari: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan 5 . : 174Ae185. Siti Anisah. Sapriya. Hakam. , & Syaodih. AuPerkembangan Sosial. Emosi. Moral Anak Dan Implikasinya Terhadap Pembentukan Sikap Sosial Siswa Sekolah Dasar,Ay JUDIKDAS: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia 1, no. : 69Ae80. Sulastri. AuPenerapan Teori Kognitif Sosial Dalam Pembelajaran Di SD/MI (Analisis Pemikiran Albert Bandura,Ay ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar 1, no. : 125Ae141. Vol. 10 No. 1, 2025 p-ISSN : 2502-8383 e-ISSN : 2808-3954 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar Prodi PGMI-Fakultas Tarbiyah-UIJ Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan peneliti pada tanggal 23-27 Juli 2024, diketahui bahwa tingkat perkembangan sosial siswa di SD Negeri 23 JeppeAoe masih rendah atau kurang baik. Hal ini berdasarkan dari aktivitas harian siswa di dalam lingkungan sekolah, diantaranya kurangnya perhatian terhadap teman, dan keengganannya untuk bertegur sapa dengan teman maupun guru. Sebagai contoh, siswa dengan tingkat perkembangan sosial yang baik, mereka bisa secara sukarela membantu teman yang sedang kesulitan atau membutuhkan bantuan dalam pekerjaan, tanpa harus diminta. Di sisi lain, siswa dengan tingkat perkembangan sosial yang rendah mungkin kurang peka dan acuh terhadap teman yang membutuhkan bantuan. Merujuk pada penelitian sebelumnya dijelaskan bahwa pendidikan kepramukaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter sosial siswa, seperti sikap disiplin, kerja sama, kepemimpinan, cinta tanah air, dan keterampilan praktis. Kegiatan ekstrakurikuler pramuka dapat membentuk karakter sosial, peduli, tanggung jawab, jujur, dan kerja keras pada siswa. Melalui kegiatan pramuka, siswa juga dapat mengembangkan sikap sosial, menghargai sesama, dan peduli terhadap lingkungan. 8 Selain itu, studi yang serupa menunjukkan bahwa perilaku prososial siswa yang partisipasi dalam ekstrakurikuler pramukanya tinggi, lebih tinggi dibanding perilaku prososial pada siswa yang partisipasi dalam ekstrakurikuler pramukanya rendah. Oleh karena itu, apabila siswa lebih berpartisipasi dalam ekstrakurikuler pramuka maka dapat meningkatkan perilaku prososialnya. Berdasarkan penjelasan tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti serta mengetahui lebih lanjut terkait pengaruh ekstrakurikuler terhadap perkembangan sosial siswa. Oleh karena itu, peneliti mengambil judul AuPengaruh Ektrakurikuler Pramuka terhadap Perkembangan Sosial Siswa Kelas Tinggi SD Negeri 23 JeppeAoe Kabupaten BoneAy. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu . uasi-experimenta. Desain penelitian yang digunakan adalah NonEquivalent Control Group Design, di mana kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa kegiatan ekstrakurikuler pramuka, sementara kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan yang sama. Kedua kelompok diuji perkembangan sosialnya sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan instrumen yang sama. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas tinggi SD Negeri 23 JeppeAoe kelas IV. V dan VI yang berjumlah 70 siswa. Untuk menentukan kelas eksperimen dan kontrol, sampel dari setiap kelas diacak menggunakan simple random sampling. Teknik ini dipilih karena memberikan peluang yang sama bagi setiap individu dalam populasi untuk terpilih menjadi bagian dari sampel, sehingga mengurangi bias dalam penelitian. M Yusdinar. , & Manik. AuPengaruh Ekstrakurikuler Pramuka Terhadap Pembentukan Karakter Siswa,Ay Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan 3, no. : 183Ae190. Kenanga. AuPengaruh Partisipasi Siswa Dalam Ekstrakurikuler Pramuka Terhadap Perilaku Prososial Siswa Sekolah Dasar,Ay JIV-Jurnal Ilmiah Visi 9, no. : 132Ae139. Vol. 10 No. 1, 2025 p-ISSN : 2502-8383 e-ISSN : 2808-3954 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar Prodi PGMI-Fakultas Tarbiyah-UIJ KAJIAN TEORI Pengertian Ekstrakurikuler Pramuka Ekstrakurikuler pramuka adalah suatu kegiatan mendidik disiplin peserta didik, dalam kegiatan kepramukaan anggota/ peserta didik dibina mengelola suatu kelompok, kepemimpinan, pendidikan kecakapan khusus, dan lain-lain. Kegiatan tersebut membuat peserta didik memiliki kedisiplinan yang tinggi, maksud dari kedisiplinan disini ialah suatu kondisi tertata/tertib dimana setiap orang yang bergabung pada suatu organisasi ikut pada aturan-aturan yang telah ditetapkan. 1 Ekstrakurikuler pramuka merupakan salah satu alternatif pendidikan yang dilakukan di luar kelas untuk membentuk nilai karakter, terutama nilai karakter Indonesia. Pendidikan nilai karakter bangsa Indonesia adalah pendidikan yang diterapkan berdasarkan budaya Indonesia yang bertujuan memberikan penguatan dalam pengembangan perilaku peserta didik untuk membentuk kepribadian peserta didik agar menjadi seutuhnya. Tujuan Ekstrakurikuler Pramuka Tujuan ekstrakurikuler pramuka adalah untuk mewujudkan generasi muda Indonesia yang memiliki watak, akhlak mulia, kepribadian yang baik, serta kepedulian terhadap sesama makhluk hidup dan kepatuhan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Fungsi dari pramuka sendiri adalah sebagai lembaga pendidikan nonformal yang berfungsi sebagai wadah untuk melakukan pembinaan dan pengembangan bagi kaum muda Indonesia. Prinsip Dasar Pramuka Prinsip ekstrakurikuler pramuka pada satuan pendidikan dikembangkan dengan prinsip sebagai berikut: Bersifat individual, yaitu bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan sesuai dengan potensi, bakat, dan minat peserta didik masing-masing. Bersifat pilihan, yaitu bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan sesuai dengan minat dan diikuti oleh peserta didik secara sukarela. Keterlibatan aktif, yaitu bahwa kegiatan ekstrakurikuler menuntut keikutsertaan peserta didik secara penuh sesuai dengan minat dan pilihan masingmasing. Menyenangkan, yaitu bahwa kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan dalam suasana yang menggembirakan bagi peserta didik. Membangun etos kerja, yaitu bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan dan dilaksanakan dengan prinsip membangun semangat peserta didik untuk berusaha dan bekerja dengan baik dan giat. Kemanfaatan sosial, yaitu bahwa kegiatan ekstrakurikuler dikembangkan dan dilaksanakan dengan tidak melupakan kepentingan masyarakat. & Heriyansyah Putra. Ginanjar, . AuImplementasi Manajemen Ekstrakulikuler Pramuka Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik Di SMK IT Nurul Huda Cianjur,Ay Cendikia Muda Islam: Jurnal Ilmiah 1, no. : 75Ae94. I Bomans Wadu. Samawati, , & Ladamay. AuPenerapan Nilai Kerja Keras Dan Tanggung Jawab Dalam Ekstrakurikuler Pramuka Di Sekolah Dasar,Ay Jurnal Bidang Pendidikan Dasar (JBPD) 4, no. : 100Ae106. Fitriana. AuPramuka Ekstrakurikuler Wajib Di Sekolah,Ay Procedia Manufacturing 22, no. : 1Ae Vol. 10 No. 1, 2025 p-ISSN : 2502-8383 e-ISSN : 2808-3954 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar Prodi PGMI-Fakultas Tarbiyah-UIJ Pengertian Perkembangan Sosial Perkembangan sosial merupakan salah satu perkembangan yang penting pada anak. Anak yang mempunyai kemampuan sosial yang baik akan membuat mereka mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya dan mampu menjadi orang dewasa dengan kemampuan adaptasi yang baik. 1 Perkembangan sosial merupakan perkembangan tingkah laku pada anak di mana anak diminta untuk menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku dalam lingkungan masyarakat. Dengan kata lain, perkembangan sosial merupakan proses belajar anak dalam menyesuaikan diri dengan norma, moral dan tradisi dalam sebuah 1 Perkembangan sosial pada anak mencakup proses adaptasi dan penyesuaian diri dengan berbagai aturan yang ada dalam masyarakat tempat anak tersebut berada. Anak tidak hanya belajar berperilaku sesuai dengan norma yang berlaku, tetapi juga menyesuaikan diri dengan nilai-nilai moral dan tradisi yang diterima dalam kelompok sosial tertentu. Dalam proses ini, anak akan mempelajari cara-cara berinteraksi dengan orang lain, memahami peran mereka dalam masyarakat, serta bagaimana mereka bisa berkontribusi dan berfungsi secara harmonis dalam kelompok tersebut. Ini merupakan bagian penting dalam perkembangan kepribadian anak yang akan membantunya membangun hubungan sosial yang sehat di masa Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial Perkembangan sosial anak dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan dan membentuk kemampuan anak dalam berinteraksi serta menyesuaikan diri dengan lingkungan Perkembangan sosial seseorang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling Faktor pertama adalah keluarga, yang merupakan lingkungan sosial pertama bagi Pola asuh orang tua, kasih sayang, dan interaksi dalam keluarga sangat menentukan bagaimana seseorang berkembang dalam berinteraksi dengan orang lain. Selain itu, lingkungan sekitar seperti teman sebaya, tetangga, dan komunitas juga berperan dalam membentuk keterampilan sosial. Anak yang tumbuh di lingkungan yang positif cenderung memiliki kemampuan sosial yang lebih baik. Indikator Perkembangan Sosial Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak, indikator perkembangan sosial meliputi: . Kesadaran diri, terdiri dari menampilkan kemampuan diri, mengenal perasaan sendiri dan mengendalikan diri, serta mampu menyesuaikan diri dengan orang lain. Rasa tanggung jawab untuk diri sendiri dan orang lain, mencakup kemampuan mengetahui. Perilaku prososial, perilaku, termasuk kemampuan bermain dengan orang lain, memahami emosi, bertanggung jawab, dan menghormati hak dan kepentingan orang lain. toleransi, dan sopan termasuk kemampuan bermain dengan orang lain, memahami emosi, putu rahayu Dwi, kadek novia. Wirya. , & Ujianti. AuPengaruh Metode Bermain Peran Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Pada Anak Kelompok B Di Taman Kanak-Kanak Gugus Vii Kecamatan Buleleng,Ay E-Journal Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini 5, no. : 305Ae314. Nurmalitasari. AuPerkembangan Sosial Emosi Pada Anak Usia Prasekolah,Ay Buletin Psikologi 23, no. : 103. Vol. 10 No. 1, 2025 p-ISSN : 2502-8383 e-ISSN : 2808-3954 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar Prodi PGMI-Fakultas Tarbiyah-UIJ bertanggung jawab, dan menghormati hak orang. Tanggung jawab adalah cara seseorang bertindak dan berperilaku dalam memenuhi tanggung jawabnya sebagaimana mestinya dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, masyarakatnya, lingkungannya . lam, sosial, dan buday. , negaranya, dan Tuhannya. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Penelitian ini mengkaji terkait pengaruh ekstrakurikuler pramuka terhadap perkembangan sosial siswa di SD Negeri 23 JeppeAoe. Sampel yang dipakai di dalam penelitian ini yaitu 60 siswa, dengan menentukan kelompok eksperiman dan kelompok kontrol. Setiap kelompok terdiri dari 30 siswa. Kelompok eksperimen adalah kelompok yang diberi perlakuan berupa kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Sementara itu kelompok kontrol adalah siswa yang tidak diberi perlakuan apa-apa di dalam penelitian. Pada awal penelitian kedua kelompok diberikan pre-test guna melihat tingkat kemampuan awal perkembangan sosial siswa. Diperoleh rata-rata nilai pre-test kelompok eksperimen yaitu 62,37 dan kelompok kontrol 58,63. Artinya kedua kelompok memiliki tingkat perkembangan sosial yang rendah pada awal penelitian. Setelah itu, kelompok eksperimen diberi perlakuan berupa kegiatan ekstrakurikuler pramuka, sedangkan kelompok kontrol tanpa perlakuan. Setelah itu kedua kelompok diberi post-test berupa angket perkembangan sosial yang sama seperti tes awal. Diperoleh rata-rata nilai post-test kelompok eksperimen yaitu 73,60 sementara itu kelompok kontrol 58,47. Adapun deskripsi data bisa dilihat pada tabel berikut. Tabel 1. Deskripsi Data Perbandingan Hasil Pre-Test Kriteria Kelompok Eksperimen Rata-Rata 62,37 Simpangan Baku 3,586 Varians 12,861 Skor Minimum Skor Maksimum Sumber: IBM SPSS Kelompok Kontrol 58,63 3,045 9,275 Tabel 2. Deskripsi Data Perbandingan Hasil Post-Test Kriteria Rata-Rata Simpangan Baku Varians Kelompok Eksperimen 73,60 5,056 25,559 Kelompok Kontrol 58,47 3,665 13,430 R Nisa. Patonah. Prihatiningrum, , & Rohita. AuPerkembangan Sosial Emosional Anak Usia 4-5 Tahun: Tinjauan Pada Aspek Kesadaran Diri Anak,Ay Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI) 4, no. : 1. A Mi. , & Arif. AuPengaruh Intensitas Penggunaan Media Tiktok Terhadap Karakter Tanggung Jawab,Ay AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar 9, no. : 75Ae95. Vol. 10 No. 1, 2025 p-ISSN : 2502-8383 e-ISSN : 2808-3954 Skor Minimum Skor Maksimum Sumber: IBM SPSS AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar Prodi PGMI-Fakultas Tarbiyah-UIJ Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Shapiro-Wilk Jenis Tes Kelompok Statistic Pre-Test Eksperimen 0,971 Post-Test 0,936 Eksperimen Pre-Tes Kontrol 0,958 Post-Test Kontrol 0,931 Sumber: IBM SPSS Sig. 0,560 0,072 Keterangan Normal Normal 0,283 0,052 Normal Normal Merujuk pada tabel di atas, nilai signifikansi uji normalitas Shapiro-Wilk untuk pre-test dan post-test pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memperlihatkan bahwa nilai signifikansinya > 0,05. Dengan demikian, data terdistribusi secara normal. Tabel 4. Hasil Uji Homogenitas Levene Pre-Test Levene Statistic Perkembangan Sosial Siswa Based on Median Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean Sumber: IBM SPSS Sig. Berdasarkan tabel uji homogenitas levene pre-test tersebut, ditarik kesimpulan yaitu data hasil pre-test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol bersifat homogen. Dikarenakan nilai signifikansi 0,182 > 0,05. Tabel 5. Hasil Uji Homogenitas Levene Post-Test Levene Statistic Perkembangan Sosial Siswa Based on Median Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean Sumber: IBM SPSS Sig. Vol. 10 No. 1, 2025 p-ISSN : 2502-8383 e-ISSN : 2808-3954 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar Prodi PGMI-Fakultas Tarbiyah-UIJ Berdasarkan tabel uji homogenitas levene post-test tersebut, ditarik kesimpulan yaitu data hasil post-test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol bersifat homogen. Dikarenakan nilai signifikansi 0,069 > 0,05. Tabel 6. Hasil Uji Paired Sampel T-Test Sig . -taile. Sig. Std. Error Keterangan 0,000 0,672 1,08774 Ha diterima Ho ditolak Sumber: IBM SPSS Berdasarkan tabel hasil uji hipotesis menggunakan uji paired sampel t-test tersebut ditemukan jika nilai signifikansinya yaitu 0,000 < 0,05. Sehingga, dapat ditarik kesimpulan Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan ekstrakurikuler pramuka terhadap perkembangan sosial siswa sekolah dasar. Peneliti selanjutnya melakukan uji untuk mengukur perbandingan rata-rata pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memakai uji independent sampel t-test. Untuk kriteria penarikan kesimpulannya adalah jika t-hitung > t-tabel, maka kedua data hasil kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mempunyai perbedaan rata-rata yang Di bawah ini hasil uji t dengan menggunakan uji independent sampel t-test pada hasil post-test kelompok eksperimen dan kontrol sebagai berikut: Tabel 7. Hasil Uji Independent Sampel T-Test Post-Test Kelompok Mean Eksperimen Kontrol Sumber: IBM SPSS 13,275 2,001 Berdasarkan tabel hasil uji independent sampel t-test post-test di atas ditemukan bahwa nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel yaitu 13,275 > 2,001. Oleh karena itu, peneliti menyimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan dari rata- rata nilai post-test kelompok eskperimen dan kelompok kontrol. Hal ini menandakan bahwa pada kondisi akhir kedua kelompok terdapat perbedaan signifikan rata-rata nilai kelompok eksperimen yang diberi perlakuan kegiatan ekstrakurikuler pramuka serta kelompok kontrol yang tanpa pemberian perlakuan apa-apa. SIMPULAN Hasil uji independent sampel t test post-test didapatkan nilai t-hitung lebih besar daripada t-tabel yaitu 13,275 > 2,001. Hal ini menjelaskan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata nilai kemampuan akhir kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Dibuktikan pula dengan uji paired sampel t-test pre-test dan post-test kelompok eksperimen didapatkan nilai signifikansi lebih kecil dibandingkan 0,05 yaitu 0,000 < 0,05, sehingga Ha diterima dan Ho ditolak sehingga diperoleh kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan Vol. 10 No. 1, 2025 p-ISSN : 2502-8383 e-ISSN : 2808-3954 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar Prodi PGMI-Fakultas Tarbiyah-UIJ ekstrakurikuler pramuka terhadap perkembangan sosial siswa kelas tinggi SD Negeri 23 JeppeAoe Kabupaten Bone. DAFTAR RUJUKAN Ardyansyah. AuPengaruh Kegiatan Estrakurikuler Pramuka Terhadap Kecerdasan Sosial Siswa Sekolah Dasar,Ay 2024. https://repository. id/63314/. Ariston. , & Frahasini. AuDampak Penggunaan Gadget Bagi Perkembangan Sosial Anak Sekolah Dasar. Ay Journal of Educational Review and Research 1, no. : 86. Bomans Wadu. Samawati. , & Ladamay. AuPenerapan Nilai Kerja Keras Dan Tanggung Jawab Dalam Ekstrakurikuler Pramuka Di Sekolah Dasar. Ay Jurnal Bidang Pendidikan Dasar (JBPD) 4, no. : 100Ae106. Dewi. , & Irdamurni. AuPerkembangan Bahasa. Emosi. Dan Sosial Anak Usia Sekolah Dasar. Ay Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 7, no. : 1. Dwi, kadek novia. Wirya. , & Ujianti, putu rahayu. AuPengaruh Metode Bermain Peran Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Pada Anak Kelompok B Di Taman KanakKanak Gugus Vii Kecamatan Buleleng. Ay E-Journal Pendidikan Anak Usia Dini Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini 5, no. 305Ae314. Fitriana. AuPramuka Ekstrakurikuler Wajib Di Sekolah. Ay Procedia Manufacturing 22, no. : 1Ae17. Irma Firnanda. Fitria, & R. AuEfektivitas Bimbingan Kelompok Dengan Menggunakan Metode Role Playing Mengatasi Perilaku Bullying. Ay Bestari: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan 5 . : 174Ae185. Kenanga. AuPengaruh Partisipasi Siswa Dalam Ekstrakurikuler Pramuka Terhadap Perilaku Prososial Siswa Sekolah Dasar. Ay JIV-Jurnal Ilmiah Visi 9, no. : 132Ae139. Mi. , & Arif. AuPengaruh Intensitas Penggunaan Media Tiktok Terhadap Karakter Tanggung Jawab. Ay AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar 9, no. 75Ae95. Nisa. Patonah. Prihatiningrum. , & Rohita. AuPerkembangan Sosial Emosional Anak Usia 4-5 Tahun: Tinjauan Pada Aspek Kesadaran Diri Anak. Ay Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI) 4, no. : 1. Nurmalitasari. AuPerkembangan Sosial Emosi Pada Anak Usia Prasekolah. Ay Buletin Psikologi 23, no. : 103. Putra. Ginanjar. , & Heriyansyah. AuImplementasi Manajemen Ekstrakulikuler Pramuka Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik Di SMK IT Nurul Huda Cianjur. Ay Cendikia Muda Islam: Jurnal Ilmiah 1, no. : 75Ae94. Vol. 10 No. 1, 2025 p-ISSN : 2502-8383 e-ISSN : 2808-3954 AL-ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar Prodi PGMI-Fakultas Tarbiyah-UIJ Siti Anisah. Sapriya. Hakam. , & Syaodih. AuPerkembangan Sosial. Emosi. Moral Anak Dan Implikasinya Terhadap Pembentukan Sikap Sosial Siswa Sekolah Dasar. Ay JUDIKDAS: Jurnal Ilmu Pendidikan Dasar Indonesia 1, no. : 69Ae80. Sudirman. Rahmawati. & Shabir. AuHubungan Self Efficacy Dengan Kemampuan Komunikasi Siswa Kelas v SDN 22 JeppeAoe Kecamatan Tanete Riattang Barat Kabupaten Bone. Ay Bestari: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan 1, no. : 27. Sulastri. AuPenerapan Teori Kognitif Sosial Dalam Pembelajaran Di SD/MI (Analisis Pemikiran Albert Bandura. Ay ASHR: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar 1, no. : 125Ae141. Yusdinar. , & Manik. AuPengaruh Ekstrakurikuler Pramuka Terhadap Pembentukan Karakter Siswa. Ay Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan 3, no. : 183Ae190.