Excellent Midwifery Journal Volume 8 No. Oktober 2025 P-ISSN: 2620-8237 E-ISSN: 26209829 EFEKTIVITAS SENAM PROLANIS DAN RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP TEKANAN DARAH LANSIA DI PUSKESMAS SIDOMULYO Yesi Arisonaidah 1* Email: yesimumtaz@gmail. DOI: https://doi. org/10. 55541/emj. ABSTRAK Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama dan penyebab kematian signifikan di Indonesia, dengan prevalensi tertinggi pada kelompok lanjut usia . Terapi non-farmakologi, seperti senam Prolanis dan rendam kaki air hangat, menjadi alternatif penting untuk menurunkan tekanan darah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi senam Prolanis dan rendam kaki air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain eksperimen semu . uasi-experimen. dengan rancangan two group pretest-posttest. Dari populasi 75 lansia, diambil sampel sebanyak 30 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi . dan kelompok kontrol . Analisis data dilakukan menggunakan uji wilcoxone dan uji mann whitney. Hasil: Hasil uji dependent t-test pada kelompok intervensi menunjukkan penurunan nilai rata-rata dari 3,67 . menjadi 2,60 . dengan p-value 0,000. Pada kelompok kontrol juga ditemukan pengaruh dengan p-value 0,000. Selanjutnya, hasil uji Independent T-Test menunjukkan nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,028 (< 0,. Hal ini membuktikan adanya perbedaan efektivitas yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulan: Kombinasi senam Prolanis dan rendam kaki air hangat efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia. Tenaga kesehatan diharapkan dapat mengedukasi lansia untuk menerapkan metode ini sebagai terapi komplementer mandiri. Kata Kunci: Hipertensi. Lansia. Rendam Kaki Air Hangat. Senam Prolanis. ABSTRACT Background: Hypertension is a major health problem and a significant cause of death in Indonesia, with the highest prevalence in the elderly group. Non-pharmacological therapies, such as prolanis gymnastics and soaking feet in warm water, are becoming increasingly essential alternatives for lowering blood pressure. Aims: This study aims to determine the effectiveness of combining prolanis gymnastics and warm-water soaking in reducing blood pressure among older people in the working area of the Sidomulyo Pekanbaru Health Center. Method: This quantitative research used a quasi-experimental, two-group pretest-posttest From a population of 75 elderly, a sample of 30 respondents was selected, divided into the intervention group . and the control group . Data analysis was conducted using a Wilcoxone test and mann whitney test. Results: The dependent t-test in the intervention group showed a decrease in the average score from 3. , with a pvalue of 0. In the control group, an effect with a p-value of 0. 000 was also found. Furthermore, the results of the Independent T-Test show the value of Asymp. Sig. -taile. by 028 (< 0. This shows a significant difference in effectiveness between the intervention and control groups. Conclusion: The combination of Prolanis gymnastics and soaking feet in warm water is effective in lowering blood pressure in the elderly group. Health workers are expected to educate older adults to apply this method as an independent complementary therapy. Keywords: Hypertension. Elderly. Soaking Feet in Warm Water. Prolanis Exercise. LATAR BELAKANG Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi yang sering dijuluki sebagai "the silent killer" karena sifatnya yang asimtomatik namun berisiko tinggi menimbulkan . Menurut Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia (PERHI, 2. , kondisi tekanan darah sistolik Ou 140mmHg dan/atau tekanan darah diastolik Ou90 mmHg berdasarkan pengukuran yang tepat di fasilitas pelayanan kesehatan . Tekanan darah sistolik merupakan tekanan yang terjadi saat ventrikel memompa darah ke seluruh tubuh melalui arteri, sedangkan tekanan darah diastolik adalah tekanan pada dinding arteri saat jantung dalam fase relaksasi dan pengisian darah kembali . Pada kelompok lanjut usia . , hipertensi sering kali dipicu oleh perubahan struktural dan fungsional pada sistem pembuluh darah perifer. Perubahan tersebut meliputi proses penurunan relaksasi otot polos pembuluh darah yang secara kolektif menurunkan kemampuan distensi dan daya regang vaskular . Konsekuensi yang terjadi kemampuan aorta dan arteri besar mendistribusikan volume darah yang dipompa jantung cenderung menurun, yang berimplikasi pada penurunan curah jantung serta peningkatan . Seiring bertambahnya usia, risiko menderita hipertensi meningkat secara signifikan akibat perubahan degeneratif pada struktur pembuluh darah besar, yang menyebabkan lumen pembuluh darah menyempit dan dinding vaskular menjadi lebih kaku . Berdasarkan terbaru dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), diperkirakan sebanyak 1,28 miliar orang dewasa berusia 30Ae 79 tahun di seluruh dunia menderita hipertensi, di mana dua pertiga di Prevalensi secara global dan menjadi salah satu target utama dalam pengendalian Hipertensi berkontribusi terhadap kurang lebih 8,5 juta kematian setiap tahunnya di seluruh dunia. kawasan Asia Tenggara, prevalensi hipertensi sangat signifikan dengan angka kejadian yang mencapai satu dari tiga orang dewasa, sehingga berdampak pada peningkatan beban biaya pengobatan dan penurunan produktivitas masyarakat . Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menempatkan hipertensi sebagai penyakit tidak menular (PTM) dengan prevalensi tertinggi di Indonesia. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi hipertensi pada penduduk usia Ou18 tahun mencapai 30,8%. Tingginya angka diagnosis ini menjadikan hipertensi sebagai beban kesehatan nasional utama, mengingat posisinya yang konsisten berada di urutan teratas didiagnosis di fasilitas pelayanan kesehatan . Hal ini menegaskan pentingnya upaya pengendalian faktor risiko dan deteksi dini secara masif di Laporan dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) melalui Global Burden of Disease menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama yang berkontribusi terhadap beban kematian dan disabilitas di Indonesia. Kontribusi hipertensi terhadap angka kematian tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan dengan penyakit tidak menular lainnya seperti kanker, diabetes melitus, maupun penyakit menular seperti tuberkulosis . Hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) hipertensi di berbagai provinsi, dengan angka tertinggi tercatat di Kalimantan Selatan . ebesar 40,3%), diikuti oleh Jawa Barat dan Kalimantan Timur yang secara konsisten berada di atas rata-rata Berdasarkan kategori usia, prevalensi hipertensi menunjukkan peningkatan signifikan seiring bertambahnya usia, di mana kelompok lanjut usia mendominasi angka kejadian tersebut. Data SKI 2023 membuktikan bahwa prevalensi pada kelompok umur 55Ae64 tahun mencapai 53,5%, sementara pada kelompok 65Ae74 tahun meningkat hingga 61,0% . Tingginya kejadian hipertensi sangat dipengaruhi oleh faktor gaya hidup, terutama aktivitas fisik yang Individu yang kurang aktif secara fisik cenderung memiliki frekuensi denyut jantung yang lebih tinggi, yang memaksa otot jantung bekerja lebih keras pada setiap Kondisi ini meningkatkan tekanan pada dinding arteri dan menaikkan tahanan perifer, yang pada gilirannya memicu kenaikan tekanan darah secara menetap . Aktivitas fisik yang teratur terbukti efektif Aktivitas fisik tingkat sedang hingga tinggi pada pasien hipertensi dikaitkan dengan penurunan risiko mortalitas antara 20% hingga 40%, yang menegaskan peran krusial olahraga sebagai terapi non-farmakologi . Di Amerika Serikat, pedoman American Heart Association (AHA) dan American College Cardiology (ACC) menekankan aktivitas fisik sebagai pilar utama manajemen hipertensi non-farmakologi. Latihan intensitas sedang yang dilakukan secara teratur . inimal 150 menit per mingg. terbukti efektif menurunkan Selain terstruktur, modifikasi gaya hidup melalui aktivitas fisik fungsional seperti berjalan cepat, bersepeda, dan tangga sangat dianjurkan sebagai strategi integratif untuk menjaga kesehatan kardiovaskular . Indonesia, memperkuat penanganan hipertensi preventif yang terintegrasi di tingkat pelayanan kesehatan primer. Program yang saat ini dioptimalkan melalui Puskesmas layanan primer dengan penguatan Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga (PIS-PK) serta optimalisasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolani. Senam Prolanis menjadi intervensi fisik unggulan yang dirancang untuk menjaga stabilitas tekanan darah dan mencegah komplikasi pada pasien hipertensi melalui aktivitas fisik terukur . Olahraga yang termasuk dalam program prolanis antara lain senam jantung sehat, senam bugar lansia, senam osteoporosis, dan senam aerobik low-impact. Senam prolanis penurunan tekanan darah sistolik dan hipertensi yang dilakukan selama tiga minggu . Ketika seseorang melakukan senam jantung yang sehat maka meningkat untuk membentuk energi sehingga terjadi peningkatan denyut jantung, curah jantung, dan volume Efek Pembuluh darah akan mengembang atau meregang setelah istirahat, aliran sementara, dan tekanan darah akan kembali ke tekanan darah sebelum berolahraga dalam waktu sekitar 30120 menit . Penelitian Hadia, dkk, 2022, didapatkan hasil p value 0,000 < 0,05 sehingga dapat ditarik simpulan disimpulkan ada pengaruh senam jantung sehat seri I (Senam Prolani. terhadap penurunan tekanan darah pada lansia produktif di Dusun Kaweng Wilayah Kerja Puskesmas Bangka Kenda . Manajemen hipertensi secara garis besar diklasifikasikan menjadi Intervensi nonfarmakologis berfokus pada modifikasi gaya hidup melalui pengaturan pola . eperti DASH), manajemen stres melalui meditasi atau yoga, serta aktivitas fisik teratur . Selain itu, penggunaan terapi komplementer semakin berkembang dalam pelayanan keperawatan untuk darah, di antaranya melalui terapi akupresur dan hidroterapi seperti rendam kaki air hangat . Terapi rendam kaki air hangat bekerja melalui prinsip vasodilatasi pembuluh darah yang mampu menurunkan resistensi perifer dan memberikan efek relaksasi pada sistem saraf otonom . Terapi rendam kaki air hangat hidroterapi yang dilakukan dengan merendam kaki setinggi 10-15 cm di atas mata kaki. Secara fisiologis, paparan panas dari air hangat memicu pelebaran pembuluh darah yang meningkatkan mikrosirkulasi perifer. Proses ini menstimulasi termoreseptor mengirimkan sinyal ke hipotalamus untuk mengaktifkan sistem saraf Aktivasi penurunan aktivitas sistem saraf simpatis, sehingga terjadi penurunan resistensi vaskular dan curah jantung yang berujung pada penurunan Selain peningkatan aliran darah ke kulit mengoptimalkan distribusi oksigen dan nutrisi ke jaringan. Sebuah dengan air hangat, dilakukan 3 kali pertemuan, selama 3 hari, setiap sesi dilakukan selama 20 menit, memiliki efek menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi lanjut usia . Berdasarkan kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru untuk periode Januari Desember hipertensi menempati peringkat kedua dari sepuluh penyakit terbesar dengan jumlah kasus mencapai 6. 732 orang. Di antara 21 Puskesmas yang tersebar Kota Pekanbaru. Puskesmas Sidomulyo tercatat memiliki angka kejadian hipertensi tertinggi . Dari permasalahan di atas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian efektivitas senam prolanis dan rendaman kaki dengan air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada Lansia Hipertensi di wilayah Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru. METODE PENELITIAN kelompok intervensi sebagian besar berada pada rentang usia 56-60 tahun . ,7%), berjenis kelamin perempuan . ,0%), dan memiliki riwayat keluarga hipertensi . ,7%). Sementara itu, pada kelompok kontrol, karakteristik responden juga didominasi oleh kelompok usia 56-60 tahun . ,7%), berjenis kelamin perempuan . ,3%), serta memiliki riwayat keluarga hipertensi . ,0%). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Rancangan penelitian adalah Quasi Eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Lansia yang mengalami Hipertensi berkunjung ke Puskesmas Sidomulyo pada bulan Juni Tahun 2023 berjumlah 75 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang responden. Pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan cara simple random sampling. Variabel independen dalam penelitian yaitu intervensi pemberian senam prolanis dan rendaman kaki dengan air hangat. Analisa penelitian terdiri dari analisa univariate dan bivariate dengan uji non parametric yaitu uji wilcoxone dan uji mann whitney. Tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi senam prolanis Distribusi rata-rata tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi intervensi dapat dilihat pada tabel 2. Hasil pretest pada kelompok intervensi menunjukkan 10 responden . ,7%) mengalami hipertensi tahap 2 dan 5 ,3%) hipertensi tahap 1. Namun, pada hasil posttest terjadi perbaikan status tekanan darah, di mana 9 responden . %) menjadi hipertensi Tahap 1 dan 6 responden . %) berada pada kategori prehipertensi. HASIL PENELITIAN Karakteristik Lansia Karakteristik lansia yang terlibat dalam penelitian ini dapat dilihat pada Berdasarkan Tabel 1. Karakteristik Lansia yang Mengalami Hipertensi Pada Kelompok Intervensi dan Kelompok Kontrol Karakteristik Responden Umur 56 Ae 60 Tahun 61 Ae 65 Tahun Kelompok Intervensi Jumlah . (%) Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Riwayat Keluarga Tidak Kelompok Kontrol Jumlah . (%) Tabel 2. Distribusi Rata-Rata Tekanan Darah Lansia Sebelum dan Sesudah Melakukan Senam Prolanis Kategori Normal Prehipertensi Hipertensi Tahap 1 Hipertensi Tahap 2. Total Sebelum diberikan Frekuensi Analisis menggunakan uji wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi pvalue = 0,000 . -value < 0,. , yang berarti ada pengaruh bermakna sebelum dan sesudah intervensi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kombinasi senam prolanis dan rendam kaki air hangat efektif dalam menurunkan tekanan darah pada responden Tekanan darah sebelum dan sesudah rendaman air hangat Distribusi rata-rata tekanan darah rendaman kaki dengan air hangat di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru dapat dilihat pada tabel 3. Pada kelompok kontrol . , hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami hipertensi tahap 2 sebanyak 11 lansia . ,3%) dan hipertensi tahap 1 sebanyak 4 lansia . ,7%). Setelah periode kategori tekanan darah di mana mayoritas responden berada pada kategori prehipertensi sebanyak 12 lansia . ,0%) dan hipertensi tahap 1 sebanyak 3 lansia . ,0%). Berdasarkan hasil uji wilcoxon, diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 . -value < 0,. , sehingga hipotesis alternatif (H. Hal ini Sesudah diberikan Frekuensi p-value 0,00 pengaruh yang signifikan pemberian rendam kaki air hangat terhadap penurunan tekanan darah lansia di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru Efektifitas penuranan tekanan darah sesudah senam prolanis dan sesudah rendaman kaki dengan air hangat Efektivitas penurunan tekanan darah dari kedua intervensi dapat dilihat Hasil mann-whitney menunjukkan nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,028 . -value < 0,. Berdasarkan hasil tersebut, hipotesis alternatif (H. diterima, yang berarti terdapat perbedaan efektivitas yang signifikan antara pemberian senam prolanis dan rendam kaki air hangat terhadap penurunan tekanan darah lansia. Data menunjukkan nilai Sum of Ranks pada kelompok eksperimen lebih rendah dibandingkan kelompok Hal ini mengindikasikan bahwa intervensi kombinasi senam Prolanis dan rendam kaki air hangat memiliki efektivitas yang lebih besar dalam menurunkan tekanan darah pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru rendam kaki saja. Tabel 3. Distribusi rata-rata tekanan darah lansia sebelum dan sesudah rendaman kaki dengan air hangat Kategori Normal Prehipertensi Hipertensi tahap 1 Hipertensi tahap 2. Total Sebelum diberikan Frekuensi Sesudah diberikan Frekuensi p-value 0,00 Tabel 4. Efektivitas penurunan tekanan darah dari kedua intervensi Kelompok Hasil Intervensi Kontrol Total Sum Of Ranks 277,50 Asymp. Sig -taile. 0,028 yu 0,05 187,50 PEMBAHASAN Hasil penelitian didapatkan bahwa ada pengaruh rendaman air hangat terhadap penurunan tekanan darah. Hal ini sejalan dengan studi yang intervensi rendam kaki air hangat, sebanyak 28 responden mengalami sementara 3 responden lainnya tidak menunjukkan perubahan signifikan . Selain itu, terapi rendam kaki air hangat memberikan efek termoterapi yang memicu vasodilatasi pembuluh Kondisi ini meningkatkan kelancaran sirkulasi darah serta memberikan efek relaksasi pada jaringan otot dan ligamen, yang perifer dan tekanan darah pada lansia . Pemerintah telah melakukan berbagai upaya penanganan melalui penguatan Pos Binaan Terpadu (Posbind. Penyakit Tidak Menular (PTM). Melalui transformasi layanan primer, tenaga kesehatan didorong untuk lebih proaktif dalam upaya hipertensi secara dini . Mengingat manajemen hipertensi memerlukan waktu yang panjang dan sering kali bersifat seumur hidup, penggunaan pendukung penting bagi pengobatan Salah satu alternatif non-farmakologi yang efektif adalah terapi rendam kaki air hangat atau hidroterapi . Intervensi rendaman kaki air hangat merupakan intervensi nonfarmakologis yang sangat terjangkau dan efisien bagi masyarakat. Secara fisiologis, paparan suhu hangat pada baroreseptor, yaitu reseptor regang yang berfungsi sebagai refleks utama dalam kontrol regulasi denyut Baroreseptor perubahan tekanan pada arkus aorta dan sinus karotikus. Ketika tekanan darah arteri meningkat dan dinding pembuluh darah meregang, reseptor ini akan mengirimkan impuls ke pusat vasomotor di otak, yang kemudian memicu vasodilatasi pada arteriol serta vena, sehingga tekanan darah dapat menurun . Penerapan terapi rendam kaki air disarankan, yakni sekitar 39ACAe40AC selama 15Ae20 menit, terbukti efektif ketegangan otot, serta mengurangi nyeri sendi pada lansia. Peneliti berasumsi bahwa intervensi rendam kaki air hangat secara rutin mampu memberikan efek relaksasi sistemik pada lansia. Mekanisme vasodilatasi memperlancar sirkulasi darah, tetapi juga membantu tubuh mencapai kelelahan fisik, dan menurunkan resistensi vaskular yang menjadi penyebab utama hipertensi pada kelompok usia lanjut. Hasil uji statistik menunjukkan nilai Sum of Ranks pada kelompok dibandingkan kelompok kontrol, yang mengindikasikan penurunan tekanan darah yang lebih signifikan pada kelompok intervensi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberian senam Prolanis yang dikombinasikan dengan rendam kaki air hangat lebih efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru tahun 2023 dibandingkan intervensi tunggal. KESIMPULAN Terdapat Efektivitas Senam prolanis dan rendaman kaki dengan air hangat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Pekanbaru Tahun 2023 dengan nilai p value < yaitu . < . Dan dibandingkan rendaman kaki dengan air hangat dengan nilai sum of ranks kelompok kontrol tertinggi dari pada kelompok eksperiment yaitu 277,50. SARAN Lansia dapat menerapkan senam prolanis dan rendaman kaki dengan air hangat sebagai alternatif untuk menurunkan tekanan darah. UCAPAN TERIMA KASIH