PENGARUH MENAJEMEN BERBASIS SEKOLAH TERHADAP MUTU PENDIDIKAN DI SDN 1 BAGIK PAYUNG SELATAN Nurul Wahidah Kustia Wati. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdatul Ulama (STITNU) Al- Mahsuni. Lombok Timur e-mail: watinurul701@gmail. Muhamad Fahmi. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdatul Ulama (STITNU) AlMahsuni. Lombok Timur Wawan Kurnia Utama. Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdatul Ulama (STITNU) AlMahsuni. Lombok Timur Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Kepala Madrasah Dalam Membentuk Karakter Disiplin Peserta Didik di Madrasah Aliyah Al-khair Ambung Masbagik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui proses observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisi data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat aspek utama dalam strategi yang diterapkan : perencanaan, pendekatan, dan pelaksanaan, dan evaluasi. Dalam implementasi strategi terdapat faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung berupa peran aktif guru, kepedulian orangtua, dan sarana prasarana yang Sedangkan faktor penghambatnya berupa kesadaran siswa yang rendah, pengaruh pertemanan, dan pengaruh gadget. Kata Kunci: Strategi. Kedisiplinan. Faktor Pendukung dan penghambat PENDAHULUAN Pendidikan instrumen utama dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas, karena melalui pendidikan seseorang keterampilan, serta nilai-nilai yang tantangan kehidupan. Pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga berperan peserta didik secara utuh, baik aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Oleh karena itu, peningkatan mutu pendidikan menjadi kebutuhan yang persaingan global yang semakin ketat. Saat ini, sistem pendidikan di Indonesia dinilai masih belum optimal. Hal ini terlihat dari rendahnya kualitas lulusan yang dihasilkan, yang belum 1 Tilaar. Manajemen Pendidikan Nasional: Kajian Pendidikan Masa Depan. Jakarta: Grasindo. MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Volume 12. Nomor 3. September 2025. p-ISSN: 2442-3661. e-ISSN: 2477-667X, 215-223 Pengaruh Menajemen Berbasis Sekolah Terhadap Mutu Pendidikan di SDN 1 Bagik Payung Selatan sepenuhnya mampu bersaing di dunia Tingginya angka pengangguran menjadi salah satu indikator bahwa pendidikan yang ditempuh belum mampu memberikan keterampilan dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan lapangan kerja. Salah satu aspek yang perlu segera diperbaiki adalah manajemen pendidikan di pembelajaran dapat berjalan lebih efektif dan relevan. Salah meningkatkan mutu pendidikan adalah Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). MBS merupakan model keleluasaan kepada sekolah untuk kebutuhan, serta kondisi lingkungan masing-masing. Dengan demikian. MBS menempatkan sekolah sebagai unit utama yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan pendidikan secara efektif, efisien, dan partisipatif. Model ini muncul sebagai respon terhadap kebijakan desentralisasi pendidikan, yang menuntut agar sekolah memiliki otonomi lebih luas dalam pengelolaan sumber daya dan pengambilan keputusan. Konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) diperkenalkan dan diterapkan di Amerika Serikat. Lahirnya konsep ini masyarakat yang mempertanyakan relevansi antara pendidikan yang diselenggarakan di sekolah dengan kebutuhan nyata di masyarakat. Masyarakat menilai bahwa sekolah belum mampu membekali peserta didik dengan kompetensi yang sesuai untuk menghadapi dunia kerja. peran sentral dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Untuk pendidikan, penerapan MBS menjadi salah satu pendekatan yang banyak digunakan oleh berbagai lembaga Melalui MBS, sekolah diberikan kewenangan lebih besar dalam mengelola sumber daya yang dimiliki, mendorong partisipasi aktif akuntabilitas terhadap pencapaian tujuan pendidikan. Penerapan MBS di Indonesia tidak terlepas dari peran berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, orang tua, hingga masyarakat luas. Partisipasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan MBS, karena melalui sinergi yang baik antara sekolah dan masyarakat dapat tercipta lingkungan pendidikan yang kondusif bagi peningkatan mutu pembelajaran. 3 Oleh Nurkolis. Manajemen Berbasis Sekolah: Teori. Model, dan Aplikasi. Jakarta: Grasindo. 3 Suprihatin. Pengaruh Manajemen Berbasis Sekolah terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan. Jurnal Administrasi Pendidikan, 22. , 55Ae67. 216 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Nurul Wahidah Kustia Wati. Muhamad Fahmi. Wawan Kurnia Utama sebab itu. MBS tidak hanya dipandang sebagai sistem manajemen teknis, tetapi juga sebagai upaya membangun budaya organisasi sekolah yang kolaboratif, transparan, dan akuntabel. Peningkatan mutu pendidikan merupakan isu strategis dalam sistem pendidikan nasional di Indonesia karena mutu yang tinggi akan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Mutu pendidikan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor input seperti kurikulum, sarana prasarana, dan kompetensi guru, tetapi juga oleh sistem pengelolaan manajemen sekolah. Sejak era reformasi, pemerintah mendorong sekolah untuk mengimplementasikan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) sebagai salah satu wujud desentralisasi kewenangan lebih besar kepada sekolah dalam mengatur dan mengelola sumber daya yang dimiliki. Konsep MBS menekankan pada prinsip kemandirian, partisipasi masyarakat, transparansi, dan akuntabilitas untuk menciptakan pengelolaan pendidikan yang lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan lokal (Mulyasa, 2. Dengan penerapan MBS diharapkan sekolah dapat meningkatkan kualitas maupun nonakademik siswa. SDN 1 Bagik Payung Selatan sebagai salah satu sekolah dasar negeri di Kabupaten Lombok Timur berupaya mengimplementasikan MBS dalam pengelolaan kegiatan pendidikan. Sekolah ini berusaha melibatkan komite sekolah dalam perencanaan dan pengambilan keputusan, meningkatkan transparansi dalam pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), serta mendorong partisipasi aktif guru dan tenaga kependidikan dalam Meskipun demikian, efektivitas penerapan MBS terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah ini belum banyak dikaji secara ilmiah dan masih ditemukan pengelolaan sumber daya manusia yang belum maksimal. Oleh karena itu, penelitian ini difokuskan untuk menganalisis pengaruh MBS terhadap mutu pendidikan di SDN 1 Bagik Payung Selatan dengan harapan dapat maupun praktis bagi pengembangan pendidikan dasar. Alasan pemilihan SDN 1 Bagik Payung Selatan penelitian adalah karena letaknya yang strategis dan mudah diakses, sehingga mempermudah proses pelaksanaan Selain itu, sekolah ini memiliki data yang relevan dengan 4 Gunawan. Manajemen Pendidikan: Suatu Pengantar Praktik. Jakarta: Rajawali Pers. MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 217 Pengaruh Menajemen Berbasis Sekolah Terhadap Mutu Pendidikan di SDN 1 Bagik Payung Selatan topik yang diteliti dan menunjukkan kesediaan untuk bekerja sama serta proses penelitian. Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat memberikan mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat keberhasilan penerapan Manajemen Berbasis Sekolah di tingkat sekolah MBS di SDN 1 Bagik Payung selatan , sehingga dapat menjadi acuan pendidikan yang lebih efektif METODE PENELITIAN Penelitian pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto untuk mengetahui Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) terhadap mutu pendidikan di SDN 1 Bagik Payung Selatan. Dalam hal ini, variabel berbasis sekolah (X), sedangkan variabel dependen adalah mutu pendidikan (Y). Lokasi penelitian ditetapkan di SDN 1 Bagik Payung Selatan. Lombok Tengah. Nusa Tenggara Barat. Sekolah ini dipilih menerapkan kebijakan MBS namun masih menghadapi sejumlah tantangan dalam peningkatan mutu pendidikan. Populasi penelitian terdiri dari seluruh guru dan tenaga kependidikan sebanyak 45 orang, dan karena jumlah populasi relatif kecil, penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert lima poin . = sangat tidak setuju, 5 = sangat setuj. yang mencakup indikator MBS . emandirian, akuntabilitas, dan transparans. serta indikator mutu pendidikan . fektivitas, efisiensi, relevansi, dan produktivita. Sebelum digunakan, instrumen diuji validitasnya dengan korelasi Pearson Product Moment dan reliabilitas dengan CronbachAos Alpha. Hasil uji validitas menunjukkan semua item rhitungr_. rhitung lebih besar dari rtabelr_. rtabel, sedangkan uji reliabilitas menghasilkan nilai Alpha sebesar 0,82 yang menunjukkan instrumen reliabel. Analisis Data Analisis menggunakan regresi linier sederhana dengan rumus: Y=a bXY = a bXY=a bX di mana y = mutu pendidikan, x = penerapan MBS, a = konstanta, dan b = koefisien regresi. Uji hipotesis dilakukan dengan uji t thitung>ttabelt_. thitung>ttabel pada taraf signifikansi 0,05, maka terdapat Creswell. Research Design: Qualitative. Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Thousand Oaks: Sage. 218 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Nurul Wahidah Kustia Wati. Muhamad Fahmi. Wawan Kurnia Utama pengaruh signifikan antara MBS dan Koefisien determinasi (R2R^2R. digunakan untuk mengetahui seberapa besar kontribusi MBS dalam menjelaskan variasi mutu pendidikan. Dengan penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh hasil yang valid, reliabel, serta mampu menjawab rumusan masalah mengenai sejauh mana pendidikan di SDN 1 Bagik Payung Selatan. Tabel 1. Hasil Analisis Regresi Linier Sederhana Sumber: Output SPSS 25 . Persamaan regresi yang diperoleh Y=21,35 0,65XY 21,35 0,65XY=21,35 0,65X HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pengaruh Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) terhadap mutu pendidikan di SDN 1 Bagik Payung Selatan dianalisis dengan menggunakan regresi linier Analisis ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana variabel MBS (X) mampu menjelaskan variasi pada mutu pendidikan (Y). Sebelum dilakukan analisis, data terlebih dahulu diuji normalitas dan homogenitasnya, dan hasilnya menunjukkan bahwa data terdistribusi normal (KolmogorovSmirnov, sig = 0,200 > 0,. dan homogen (Levene Test, sig = 0,276 > 0,. Hal ini berarti data layak untuk dianalisis lebih lanjut menggunakan regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan SPSS versi 25, diperoleh tabel koefisien regresi sebagaimana tersaji dalam Tabel 1 berikut: Persamaan peningkatan skor MBS sebesar 1 satuan akan meningkatkan mutu pendidikan sebesar 0,65 poin. Nilai konstanta 21,35 berarti apabila MBS tidak diterapkan diperkirakan tetap berada pada angka 21,35. Hasil uji t pada Tabel 1 thitung=7,23t_. = 7,23thitung =7,23 lebih besar dibandingkan ttabel=2,02t_. = 2,02ttabel=2,02 pada taraf signifikansi 5%, dengan nilai = 0,000 < 0,05. Hal ini berarti signifikan antara penerapan MBS terhadap mutu pendidikan di SDN 1 Bagik Payung Selatan. Dengan kata lain, semakin tinggi implementasi MBS, semakin baik pula mutu pendidikan yang dihasilkan sekolah. Temuan ini Std Standar Unstanda . Model rdized B Err Beta Sig. (Const 21,35 5, 0,0 MBS (X) 0,791 7, 0,0 0,65 MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 219 Pengaruh Menajemen Berbasis Sekolah Terhadap Mutu Pendidikan di SDN 1 Bagik Payung Selatan mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Mulyasa yang menyatakan bahwa penerapan MBS pembelajaran di sekolah dasar . Selain itu, hasil analisis koefisien determinasi (RA) yang diperoleh melalui SPSS ditunjukkan pada Tabel 2 Tabel 2. Hasil Uji Koefisien Determinasi Mode Std. Adjuste Error of Squar d R the Square Estimat 0,79 0,625 0,615 3,14 Sumber: Output SPSS 25 . Nilai R2=0,625R^2 0,625R2=0,625 menunjukkan bahwa sebesar 62,5% variasi mutu pendidikan dapat dijelaskan oleh variabel MBS, sedangkan sisanya sebesar 37,5% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini, seperti kualitas guru, fasilitas sekolah, dukungan masyarakat, serta kebijakan pemerintah. Temuan ini sejalan dengan pernyataan Fattah bahwa MBS bukan satu-satunya faktor penentu mutu pendidikan, melainkan Mulyasa. Manajemen Berbasis Sekolah: Konsep. Strategi, dan Implementasi. Bandung: Remaja Rosdakarya. 7 Fattah. Konsep Manajemen Berbasis Sekolah dan Dewan Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya. perlu didukung oleh input pendidikan Secara deskriptif, responden memberikan skor rata-rata 4,12 untuk indikator MBS yang menunjukkan kategori baik, sedangkan skor rata-rata mutu pendidikan sebesar 4,05 juga berada dalam kategori baik. Hal ini menggambarkan bahwa penerapan prinsip-prinsip MBS akuntabilitas telah berjalan cukup baik di SDN 1 Bagik Payung Selatan. Namun demikian, beberapa kendala masih ditemukan, misalnya keterbatasan sarana-prasarana yang memadai dan variasi kompetensi guru yang tidak Kondisi ini sesuai dengan pandangan Tilaar bahwa keberhasilan MBS tidak bisa dilepaskan dari ketersediaan sumber daya pendidikan yang memadai8. Hasil menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memainkan peranan implementasi MBS. Kepala sekolah yang visioner, partisipatif, dan mampu menggerakkan seluruh stakeholder keterlibatan guru, komite sekolah, dan Hal ini konsisten dengan 8 Tilaar. Manajemen Pendidikan Nasional: Kajian Pendidikan Masa Depan. Jakarta: PT Grasindo. 220 | MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 Nurul Wahidah Kustia Wati. Muhamad Fahmi. Wawan Kurnia Utama Suryosubroto menekankan bahwa kepemimpinan kepala sekolah adalah kunci utama suksesnya pelaksanaan MBS dalam meningkatkan mutu pendidikan9. Selain itu, kepemimpinan kepala sekolah juga menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan penerapan MBS. Kepala sekolah yang partisipatif dan visioner mampu menggerakkan guru serta orang tua untuk bersamasama meningkatkan mutu pendidikan. Hal ini mendukung pandangan Tilaar pendidikan berbasis sekolah tidak hanya ditentukan oleh sistem, tetapi juga oleh peran kepemimpinan yang Temuan adanya peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah karena adanya transparansi pengelolaan dana BOS serta pelibatan orang tua dalam Hal menumbuhkan rasa memiliki terhadap terdorong untuk berpartisipasi lebih Kondisi ini sesuai dengan penelitian Suprihatin yang menemukan bahwa penerapan MBS yang akuntabel dapat meningkatkan kepercayaan publik dan berdampak positif terhadap mutu layanan pendidikan10. Secara empiris, mutu pendidikan diukur melalui indikator hasil belajar kepuasan orang tua terhadap layanan Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai hasil belajar sebesar 12% setelah penerapan MBS yang konsisten selama tiga tahun terakhir. Selain itu, tingkat kehadiran guru meningkat hingga 96%, dan kepuasan orang tua mencapai skor rata-rata 4,10 dalam skala Likert. Data ini memperlihatkan bahwa penerapan MBS tidak hanya berpengaruh pada aspek administratif, tetapi juga berdampak nyata terhadap kualitas layanan pendidikan. Dengan disimpulkan bahwa penerapan MBS memberikan kontribusi yang besar terhadap peningkatan mutu pendidikan di SDN 1 Bagik Payung Selatan, meskipun terdapat faktor eksternal yang juga mempengaruhi. Implikasi praktis dari hasil penelitian ini adalah perlunya penguatan peran kepala masyarakat, serta penyediaan fasilitas yang memadai agar mutu pendidikan Suryosubroto. Manajemen Pendidikan di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta. 10 Suprihatin. Pengaruh Manajemen Berbasis Sekolah terhadap Peningkatan Mutu Pendidikan. Jurnal Administrasi Pendidikan, 22. , 55Ae67. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) terhadap mutu pendidikan di SDN 1 Bagik Payung MODELING. Volume 12. Nomor 3. September 2025 | 221 Pengaruh Menajemen Berbasis Sekolah Terhadap Mutu Pendidikan di SDN 1 Bagik Payung Selatan Selatan, dapat disimpulkan bahwa penerapan MBS berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan. Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa MBS mampu menjelaskan 62,5% variasi mutu pendidikan, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain seperti kompetensi guru, fasilitas belajar, serta dukungan pemerintah dan masyarakat. Penerapan MBS yang partisipasi masyarakat melalui komite sekolah, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana, serta kepemimpinan kepala sekolah yang visioner, terbukti berdampak langsung pada peningkatan hasil belajar siswa, kedisiplinan guru, dan kepuasan orang tua terhadap layanan pendidikan. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa MBS manajemen yang efektif dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolah dasar, khususnya di SDN 1 Bagik Payung Selatan. Namun demikian, optimalisasi penerapan MBS perlu terus ditingkatkan dengan stakeholders, baik internal sekolah pendidikan dapat berkembang secara DAFTAR PUSTAKA