KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2026. Vol. 3 No. 1: 24-30 Implementasi Pendidikan Keagamaan melalui Pelatihan Shalat Jenazah dan Bimbingan Seni Bacaan Al-QurAoan di Madrasah Tahfiz QurAoan ArRasyidin. Malaysia Yenni Yulianti1. Apriani2. Ilham Taufik3. Hamdani4. Akmal5 1,2,3,4,5Institut Syariah Negeri Junjungan Bengkalis. Riau. Indonesia https://doi. org/10. 46367/khidmah. Info Artikel Riwayat: Dikirim: 13 April 2026 Direvisi: 28 April 2026 Diterima: 01 Mei 2026 Kata Kunci: Implementasi, pendidikan keagamaan. Pelatihan, jenazah, seni, al-Quran. Ar-Rasyidin. Malaysia Abstrak Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa Madrasah Tahfiz Ar-Rasyidin di Alor Gajah. Melaka. Malaysia, dalam pelaksanaan shalat jenazah dan seni bacaan Al-QurAoan . Program ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan pemahaman siswa terhadap tata cara shalat jenazah sesuai syariat serta perlunya peningkatan kualitas tilawah melalui pembelajaran yang terstruktur dan berbasis praktik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik observasi partisipatif, dokumentasi, dan praktik langsung. Kegiatan meliputi penyampaian materi, simulasi shalat jenazah, pembinaan tarannum, serta pendampingan dalam memperbaiki makhraj, tajwid, dan irama bacaan. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan keterlibatan, antusiasme, serta perubahan pemahaman dan keterampilan peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman tentang rukun, syarat, dan tata cara shalat jenazah, serta kualitas bacaan Al-QurAoan yang lebih baik dari segi pelafalan, tajwid, dan irama. Selain itu, kegiatan ini juga berdampak positif terhadap pembentukan karakter religius, kepercayaan diri, dan kepedulian sosial siswa, serta berpotensi menjadi model pengabdian masyarakat berbasis pendidikan keagamaan. Korespondensi: Yenni Yulianti yeyenyulianti03@gmail This work is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercialShareAlike 4. International License. E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2026. Vol. 3 No. 1: 24-30 PENDAHULUAN Pendidikan keagamaan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter, moral, dan spiritual generasi muda, khususnya dalam konteks masyarakat Muslim. Lembaga pendidikan Islam, seperti madrasah tahfiz, tidak hanya berfungsi sebagai tempat penghafalan Al-QurAoan, tetapi juga sebagai pusat pembinaan akhlak, penguatan nilai religius, serta pengembangan kompetensi ibadah yang komprehensif. Dalam era modern yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi, tantangan dalam menjaga kualitas pendidikan keagamaan semakin kompleks. Oleh karena itu, diperlukan programprogram edukatif yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan berbasis praktik nyata agar peserta didik mampu menginternalisasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu aspek fundamental dalam praktik keagamaan umat Islam adalah penyelenggaraan shalat Shalat jenazah merupakan ibadah fardu kifayah yang mengandung dimensi spiritual, sosial, dan moral, karena berkaitan dengan penghormatan terakhir kepada sesama Muslim yang telah wafat. Meskipun ibadah ini memiliki kedudukan yang sangat penting, masih ditemukan keterbatasan pemahaman di kalangan masyarakat, termasuk pelajar, mengenai tata cara pelaksanaannya sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Kesalahan dalam niat, bacaan, rukun, maupun posisi pelaksanaan shalat jenazah masih sering terjadi akibat minimnya edukasi yang sistematis dan berkelanjutan. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pemahaman normatif dan praktik di lapangan, sehingga diperlukan intervensi edukatif dalam bentuk pelatihan dan pendampingan langsung. Selain kompetensi dalam praktik ibadah, kualitas bacaan Al-QurAoan juga menjadi aspek yang sangat penting dalam pembinaan siswa madrasah tahfiz. Seni bacaan Al-QurAoan atau tarannum merupakan bagian dari tradisi keilmuan Islam yang bertujuan untuk memperindah lantunan ayat suci tanpa mengabaikan kaidah tajwid dan makhraj. Tarannum tidak hanya berfungsi sebagai aspek estetika dalam tilawah, tetapi juga berperan dalam meningkatkan kekhusyukan, penghayatan makna, serta kecintaan terhadap AlQurAoan. Pembinaan seni baca Al-QurAoan yang dilakukan secara terstruktur dapat membantu peserta didik meningkatkan kualitas tilawah, membangun kepercayaan diri dalam membaca Al-QurAoan di ruang publik, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kemurnian bacaan sesuai dengan kaidah yang Madrasah Tahfiz Ar-Rasyidin di Alor Gajah. Melaka. Malaysia, merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran strategis dalam membentuk generasi QurAoani yang berakhlak dan berkompeten dalam bidang keagamaan. Madrasah ini tidak hanya menekankan aspek hafalan Al-QurAoan, tetapi juga berkomitmen dalam mengembangkan karakter, moral, dan keterampilan religius peserta didik. Namun, sebagaimana lembaga pendidikan lainnya, madrasah ini juga menghadapi tantangan dalam meningkatkan kompetensi praktis siswa, khususnya dalam bidang penyelenggaraan ibadah dan seni baca Al-QurAoan. Oleh karena itu, diperlukan dukungan program eksternal yang bersifat kolaboratif untuk memperkuat pembinaan keagamaan di lingkungan madrasah. Berdasarkan latar belakang tersebut, kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dengan fokus pada pelatihan penyelenggaraan shalat jenazah dan bimbingan seni bacaan Al-QurAoan di Madrasah Tahfiz Ar-Rasyidin. Program ini dirancang menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis praktik langsung, observasi partisipatif, dan pendampingan intensif agar peserta didik tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya secara benar dan mandiri. Selain bertujuan meningkatkan kompetensi keagamaan siswa, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan kerja sama pendidikan lintas negara antara Indonesia dan Malaysia, serta menjadi model pengabdian berbasis pendidikan Islam yang dapat direplikasi di lembaga pendidikan serupa. METODE Metode pelaksanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dalam bentuk program pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Pendekatan ini dipilih untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai proses pelaksanaan, tingkat partisipasi peserta, serta dampak kegiatan terhadap peningkatan pemahaman dan keterampilan keagamaan siswa Madrasah Tahfiz Ar-Rasyidin di Alor Gajah. Melaka. Malaysia. Pendekatan kualitatif dinilai tepat karena memungkinkan peneliti memahami fenomena secara mendalam berdasarkan pengalaman dan interaksi langsung dengan subjek penelitian (Moleong, 2017. Sugiyono, 2. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan melibatkan mahasiswa, dosen pembimbing, pihak madrasah, serta peserta didik sebagai subjek utama Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi partisipatif, di mana tim pelaksana terlibat langsung dalam aktivitas pelatihan untuk mengamati respons, keterlibatan, serta perkembangan peserta E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2026. Vol. 3 No. 1: 24-30 selama kegiatan berlangsung. Observasi partisipatif memungkinkan peneliti memperoleh data yang lebih autentik dan kontekstual mengenai perilaku dan proses pembelajaran peserta (Moleong, 2. Selain itu, teknik dokumentasi digunakan untuk merekam jalannya kegiatan dalam bentuk foto, video, catatan lapangan, serta arsip administratif yang berkaitan dengan program pelatihan shalat jenazah dan bimbingan seni bacaan Al-QurAoan. Dokumentasi ini berfungsi sebagai sumber data pendukung dalam menganalisis efektivitas pelaksanaan program serta sebagai bukti empiris atas capaian kegiatan (Sugiyono, 2. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode pembelajaran berbasis praktik . ractice-based learnin. yang menekankan pada penyampaian materi secara teoritis, kemudian dilanjutkan dengan simulasi dan praktik langsung. Pendekatan ini sejalan dengan teori pembelajaran yang menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta didik (Hamalik, 2. Pada pelatihan shalat jenazah, peserta diberikan pemahaman mengenai rukun, syarat, niat, bacaan, serta tata cara pelaksanaan shalat jenazah sesuai dengan tuntunan syariat Islam, sebagaimana diatur dalam pedoman fikih ibadah (Al-Qaradawi, 2000. Kementerian Agama RI, 2. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi secara berkelompok di bawah bimbingan tim pelaksana. Sementara itu, pada bimbingan seni bacaan Al-QurAoan, peserta dibimbing untuk memperbaiki makhraj, tajwid, serta teknik tarannum melalui latihan berulang dan pendampingan intensif. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan kualitas bacaan Al-QurAoan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap kitab suci (Munir, 2016. Shihab, 2. Evaluasi hasil kegiatan dilakukan dengan mengamati perubahan tingkat pemahaman, keterampilan, dan kepercayaan diri peserta sebelum dan sesudah pelatihan, sehingga diperoleh gambaran mengenai efektivitas program dalam meningkatkan kompetensi keagamaan siswa secara holistik. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Madrasah Tahfiz Ar-Rasyidin. Alor Gajah. Melaka. Malaysia, yang berfokus pada pelatihan shalat jenazah dan bimbingan seni bacaan Al-QurAoan, menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan kompetensi keagamaan peserta. Program ini tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi secara teoritis, tetapi juga dirancang dengan pendekatan pembelajaran berbasis praktik untuk memperkuat pemahaman konseptual sekaligus keterampilan aplikatif siswa dalam konteks ibadah sehari-hari. Melalui kombinasi antara pemaparan materi, simulasi, dan praktik langsung, peserta memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna. Pendekatan ini sejalan dengan pandangan Hamalik . yang menegaskan bahwa proses belajar yang efektif harus mengintegrasikan pengalaman langsung agar peserta didik mampu menginternalisasi materi secara lebih mendalam, meningkatkan daya serap pembelajaran, serta membentuk keterampilan yang dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan Gambar 1 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Madrasah Tahfiz Ar-Rasyidin. Alor Gajah. Melaka. Malaysia Hasil Pelatihan Shalat Jenazah Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap rukun, syarat, niat, serta tata cara pelaksanaan shalat jenazah sesuai tuntunan syariat Islam. Sebelum pelaksanaan kegiatan, sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami urutan pelaksanaan shalat jenazah serta bacaan pada setiap takbir. Setelah diberikan pembekalan materi dan simulasi praktik secara berkelompok, peserta mampu melaksanakan shalat jenazah dengan lebih tertib, benar, dan percaya E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2026. Vol. 3 No. 1: 24-30 Temuan ini menguatkan pentingnya pendidikan ibadah sebagai bagian dari pembinaan karakter religius dan tanggung jawab sosial dalam masyarakat Muslim (Kementerian Agama RI, 2018. Al-Qaradawi. Selain peningkatan kompetensi teknis, kegiatan ini juga memberikan dampak pada aspek afektif peserta, khususnya dalam menumbuhkan kesadaran akan kewajiban fardu kifayah dan peran sosial umat Islam dalam pengurusan jenazah. Hal ini selaras dengan konsep pendidikan karakter berbasis nilai keislaman yang menekankan integrasi antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dalam pembelajaran (Suyadi, 2018. Rohman & Suryana, 2. Hasil Bimbingan Seni Bacaan Al-QurAoan (Tarannu. Program bimbingan seni bacaan Al-QurAoan memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kualitas tilawah peserta, terutama dalam aspek makhraj, tajwid, kelancaran, dan penguasaan irama tarannum. Peserta yang sebelumnya membaca Al-QurAoan secara monoton dan kurang memperhatikan kaidah tajwid mulai menunjukkan perbaikan dalam artikulasi huruf, panjang pendek bacaan, serta keindahan nada. Hal ini sejalan dengan pendapat Munir . yang menegaskan bahwa penguasaan tajwid dan makhraj merupakan fondasi utama dalam menghasilkan bacaan Al-QurAoan yang benar dan indah. Metode demonstrasi, latihan berulang, serta pendampingan individual terbukti efektif dalam membantu peserta memahami teknik dasar tarannum dan meningkatkan kepercayaan diri dalam membaca Al-QurAoan di depan umum. Selain meningkatkan kualitas bacaan, kegiatan ini juga memperkuat kecintaan peserta terhadap Al-QurAoan dan memperdalam penghayatan spiritual, sebagaimana dikemukakan oleh Shihab . bahwa interaksi yang intens dengan Al-QurAoan dapat membentuk karakter religius dan memperhalus kepekaan spiritual individu. Pembahasan Dampak Program terhadap Pendidikan Keagamaan Secara umum, hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran berbasis praktik . ractice-based learnin. memiliki kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kompetensi keagamaan siswa madrasah tahfiz. Pendekatan ini memungkinkan peserta tidak hanya memahami konsep ibadah secara teoritis, tetapi juga menguasai keterampilan praktis melalui pengalaman langsung, simulasi, dan bimbingan intensif. Integrasi antara penyampaian materi, praktik terstruktur, serta refleksi pascakegiatan menciptakan proses pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna, sehingga mempercepat proses internalisasi nilai-nilai keagamaan. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa pembelajaran yang menekankan pengalaman langsung lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual dan keterampilan aplikatif peserta didik (Sugiyono, 2020. Moleong, 2. Dampak program tidak hanya terlihat pada aspek kognitif dan psikomotorik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan sikap religius peserta. Kegiatan pelatihan shalat jenazah dan bimbingan seni bacaan Al-QurAoan berperan dalam menumbuhkan rasa tanggung jawab sosial, empati, kedisiplinan, serta kesadaran akan kewajiban fardu kifayah. Selain itu, peningkatan kualitas bacaan Al-QurAoan turut memperdalam kecintaan peserta terhadap kitab suci dan memperkuat identitas keislaman mereka. Hal ini selaras dengan tujuan utama pendidikan Islam yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu, tetapi juga pada pembentukan akhlak mulia dan kepribadian yang religius (Azra, 2017. Suyadi, 2. Program ini berkontribusi dalam memperkuat peran madrasah sebagai pusat pembinaan spiritual, moral, dan karakter peserta didik di tengah tantangan globalisasi. Madrasah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga penyampaian ilmu agama, tetapi juga sebagai ruang pembentukan nilai keislaman dan pengembangan keterampilan sosial, sehingga mampu membangun generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia (Azra, 2. Selain berdampak pada penguatan institusi, kegiatan ini juga memperluas kerja sama pendidikan Islam lintas negara antara Indonesia dan Malaysia melalui pertukaran pengalaman, metode pembelajaran, dan praktik terbaik. Kolaborasi ini memperkaya wawasan akademik serta memperkuat jejaring pendidikan, sehingga program ini berpotensi menjadi model pengabdian berbasis pendidikan keagamaan yang dapat direplikasi di lembaga lain sesuai dengan karakteristik lokal. E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2026. Vol. 3 No. 1: 24-30 Keberhasilan program ini menunjukkan pentingnya keberlanjutan dan pengembangan kegiatan serupa melalui peningkatan durasi, variasi materi, serta evaluasi yang lebih terukur. Dengan demikian, program ini tidak hanya berfungsi sebagai intervensi jangka pendek, tetapi juga sebagai strategi berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan Islam dan pembentukan karakter generasi muda. Gambar 2 Peserta Madrasah Tahfiz Ar-Rasyidin. Alor Gajah. Melaka. Malaysia KESIMPULAN Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Madrasah Tahfiz ArRasyidin. Alor Gajah. Melaka. Malaysia, dapat disimpulkan bahwa program pelatihan shalat jenazah dan bimbingan seni bacaan Al-QurAoan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kompetensi keagamaan peserta. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai tata cara pelaksanaan shalat jenazah sesuai dengan tuntunan syariat Islam, serta memperbaiki kualitas bacaan Al-QurAoan dalam aspek makhraj, tajwid, kelancaran, dan penguasaan irama tarannum. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis praktik . ractice-based learnin. mampu membantu peserta menginternalisasi materi secara lebih mendalam dan aplikatif melalui pengalaman langsung, simulasi, dan pendampingan intensif. Selain meningkatkan kemampuan teknis dalam pelaksanaan ibadah, kegiatan ini juga berkontribusi dalam membentuk sikap religius, rasa tanggung jawab sosial, serta kecintaan terhadap Al-QurAoan di kalangan siswa madrasah tahfiz. Peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga menunjukkan peningkatan kepercayaan diri dalam melaksanakan ibadah dan membaca Al-QurAoan di hadapan umum. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan Islam yang menekankan keseimbangan antara penguasaan ilmu, pembentukan akhlak, dan penguatan karakter spiritual peserta didik (Azra, 2017. Suyadi. Interaksi yang lebih intens dengan Al-QurAoan juga berperan dalam memperdalam penghayatan spiritual serta memperkuat identitas keislaman generasi muda. Secara keseluruhan, kegiatan KKM ini dapat dinilai berhasil dalam mencapai tujuan program, baik dari aspek edukatif, religius, maupun sosial. Program ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan dan direplikasi di lembaga pendidikan Islam lainnya sebagai model pembinaan ibadah dan peningkatan kualitas bacaan Al-QurAoan. Ke depan, kesinambungan program serupa dengan durasi yang lebih panjang, cakupan materi yang lebih luas, serta evaluasi berbasis instrumen yang lebih terstruktur diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan dampak jangka panjang dalam mendukung penguatan pendidikan Islam yang berkualitas dan berkelanjutan. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih disampaikan yang sebesar-besarnya kepada Institut Syariah Negeri Junjungan (ISNJ) Bengkalis yang telah memberikan dukungan penuh dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Dukungan kampus, baik berupa arahan akademik, fasilitasi administratif, maupun motivasi, menjadi landasan utama terselenggaranya program penyuluhan dan pendampingan UMKM di Desa Teluk Papal. Ucapan terima kasih juga kami tujukan yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Madrasah Tahfiz Ar-Rasyidin. Alor Gajah. Melaka. Malaysia. Ucapan terima kasih disampaikan kepada pimpinan madrasah, para guru, serta seluruh siswa yang telah memberikan dukungan, kerja sama, dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Semoga kerja E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2026. Vol. 3 No. 1: 24-30 sama antara ISNJ Bengkalis, pemerintah desa, dan masyarakat Desa Teluk Papal dapat terus terjalin di masa mendatang, sehingga program pemberdayaan masyarakat berbasis akademik ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan, khususnya dalam pengembangan potensi UMKM menuju era digital. E-ISSN: 3047-5155 https://ejournal. id/index. php/khidmah KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mei 2026. Vol. 3 No. 1: 24-30 DAFTAR PUSTAKA