Jurnal Qathruna Volume 12 Nomor 2 Ae Desember 2025 ISSN Online : 2776-5563 - ISSN Cetak : 2406-954X EFEKTIVITAS METODE SOROGAN DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA KITAB KUNING DI PONDOK PESANTREN AL-CHIKMATUL MUBALLIGOH SERANG Ae BANTEN Nida Khofiya1 Andy Hadiyanto2 Muhamad Rudi Barnansyah3 Universitas Negeri Jakarta. Indonesia Correspondence Author: nidakhofiya62@gmail. Abstract. This research aims to analyze and describe the effectiveness of the sorogan method in improving yellow book reading skills, as well as analyzing the sorogan method in improving mechanical skills and understanding meaning at the Al-Chikmatul Muballigoh Islamic Boarding School. The approach in this research is a qualitative approach with the method used is qualitative descriptive analysis. The data in this research are the sources in the form of observations, interviews, and information contained in various activities at the Al-Chikmatul Muballigoh Islamic Boarding School which is located at Kp. Sindanghuela District. Pabuaran District. Serang Ae Banten. The theories used in this research are the theory of learning effectiveness, the sorogan method, and reading ability. The results of this research indicate that learning uses the walking method effectively. It is said to be effective because the students showed a good increase in understanding, speed and accuracy in reading the yellow book after applying the sorogan method as the results of interviews conducted by researchers showed that there was an increase in grade promotion this year after using the sorogan method compared to the previous year. Thus, the slogan method has proven to be effective in improving yellow book reading skills because it shows that learning activities are carried out in a scheduled and structured manner, and students also get the opportunity to discuss directly with their ustadz/ustadzah. Keywords: Effectiveness. Sorogan Method. Reading Skills. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan efektivitas metode sorogan dalam meningkatkan keterampilan membaca kitab kuning, serta menganalisis metode sorogan dalam meningkatkan keterampilan mekanik dan pemahaman makna di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah sumbernya berupa hasil pengamatan, hasil wawancara, dan keteranganketerangan yang terdapat dalam berbagai kegiatan di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh yang terletak di Kp. Sindanghuela Kec. Pabuaran Kab. Serang Ae Banten. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori efektivitas pembelajaran, metode sorogan, dan kemampuan membaca. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan metode berjalan secara efektif. Dikatakan efektif karena para santri menunjukkan peningkatan yang baik dalam pemahaman, kecepatan, dan ketelitian membaca kitab kuning setelah menerapkan metode sorogan. Sebagaimana hasil wawancara yang dilakukan peneliti bahwa terdapat peningkatan dalam kenaikan kelas di tahun ini setelah menggunakan metode sorogan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dengan demikian, metode sorogan terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca kitab kuning karena menunjukkan kegiatan pembelajaran dilakukan secara terjadwal dan terstruktur dan Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di. Jurnal Qathruna Volume 12 Nomor 2 Ae Desember 2025 ISSN Online : 2776-5563 - ISSN Cetak : 2406-954X santri juga mendapatkan ustadz/ustadzahnya. Kata Kunci: Efektivitas. Metode Sorogan. Keterampilan Membaca. PENDAHULUAN Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia yang memiliki tradisi keilmuan khas melalui pengkajian kitab kuning. Tradisi ini berperan penting dalam menjaga otentisitas ajaran Islam sekaligus membentuk karakter ulama yang berilmu dan berakhlak. Salah satu metode pembelajaran yang masih bertahan hingga kini adalah sorogan, yaitu sistem belajar individual di mana santri membaca kitab di hadapan kiai untuk dikoreksi dan diarahkan secara Metode ini telah menjadi identitas pesantren salaf yang menekankan kedalaman pemahaman teks keagamaan serta pembentukan kedisiplinan dan adab belajar. Namun, dinamika modernisasi dan kemajuan teknologi pendidikan turut memengaruhi minat serta kemampuan santri dalam mempelajari kitab kuning. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kesulitan santri dalam membaca dan memahami kitab kuning disebabkan oleh rendahnya minat belajar, lemahnya penguasaan bahasa Arab, serta metode pembelajaran yang masih didominasi oleh sistem bandongan yang bersifat pasif. 1 Akibatnya, penguasaan kitab kuning sebagai indikator utama kompetensi keulamaan semakin menurun di kalangan generasi muda pesantren. Dalam konteks tersebut, metode sorogan diyakini mampu menjadi alternatif efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca kitab kuning karena menekankan interaksi langsung antara guru dan santri, serta memberi ruang evaluasi dan bimbingan personal. Priyanto menilai sorogan lebih efektif dibanding metode lain karena santri memperoleh kesempatan mendalam untuk memperbaiki kesalahan baca dan pemahaman. 2 Selain itu, metode ini membentuk kemandirian belajar sekaligus kedekatan spiritual antara guru dan murid yang menjadi inti pendidikan Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh di Serang. Banten, merupakan salah satu pesantren yang secara konsisten mempertahankan metode sorogan dalam pembelajaran kitab kuning, terutama pada bidang nahwu dan shorof. Pesantren ini menjadikan kemampuan membaca dan memahami kitab klasik sebagai syarat kenaikan kelas. Melalui penerapan metode sorogan, santri memperoleh bimbingan intensif, penilaian langsung, serta kesempatan berdiskusi tentang makna teks secara mendalam. Meskipun demikian, kajian ilmiah mengenai efektivitas metode sorogan dalam konteks peningkatan keterampilan membaca kitab kuning di pesantren modern masih terbatas. Sebagian besar penelitian terdahulu hanya berfokus pada aspek historis dan pedagogis, belum menilai dampak nyata terhadap kemampuan membaca santri secara empiris. Oleh karena itu, penelitian ini mencoba mengisi kesenjangan tersebut dengan menelaah secara mendalam bagaimana efektivitas metode sorogan dalam meningkatkan keterampilan membaca kitab kuning, baik dari A Fajar Awaluddin. AuKemampuan Baca Kitab Kuning Di Pesantren (Studi Komparatif Metode Mumtaz Dan Metode Qawaid Wa Tarjamah Pada Pendidikan Diniyah Formal (PDF),Ay Pusaka 9, no. : 199Ae208, https://doi. org/10. 31969/pusaka. Ridho Hidayah and Hasyim AsyAari. AuPeningkatan Kemampuan Membaca Kitab Kuning Dengan Metode Sorogan Pada Santri Pondok Pesantren Walisongo,Ay Ar-Rusyd: Jurnal Pendidikan Agama Islam 1, no. : 59Ae 68, https://doi. org/10. 61094/arrusyd. Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di. Jurnal Qathruna Volume 12 Nomor 2 Ae Desember 2025 ISSN Online : 2776-5563 - ISSN Cetak : 2406-954X segi mekanik . etepatan dan kelancaran membaca teks Ara. maupun pemahaman makna. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Efektivitas Metode Sorogan Dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning Di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh SerangAeBanten, sekaligus memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pembelajaran kitab kuning yang lebih adaptif dan aplikatif dalam pendidikan pesantren masa METODE Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif analisis kualitatif untuk menggambarkan proses kegiatan pendidikan berdasarkan observasi lapangan sebagai dasar untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekurangan dalam pendidikan yang dapat ditemukan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, yang bertujuan untuk memahami fenomena yang dialami oleh partisipan penelitian, seperti tingkah laku, motivasi, dan persepsi mereka secara holistik, yang dijelaskan secara deskriptif melalui kata-kata, kalimat, atau bahasa dalam konteks alamiah yang Penelitian dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh, yang berlokasi di Kp. Sindanghuela. Kecamatan Pabuaran. Kabupaten Serang. Provinsi Banten. Pesantren ini dipilih secara purposif karena memiliki kekhasan dalam mempertahankan metode sorogan sebagai strategi utama dalam pembelajaran kitab kuning. Subjek penelitian meliputi para ustadz/ustadzah yang mengajar kitab kuning serta santri yang aktif mengikuti kegiatan sorogan di berbagai jenjang kelas. Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas data primer dan sekunder yang diperoleh secara langsung dari lapangan maupun dari dokumen pendukung. Data primer berasal dari hasil observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran kitab kuning di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara utama, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan secara langsung selama proses pembelajaran untuk mengetahui bagaimana metode sorogan diterapkan, bagaimana guru membimbing santri, serta bagaimana santri menunjukkan kemampuan membaca kitab kuning. Wawancara mendalam dilakukan kepada para ustadz, pengurus pesantren, dan beberapa santri guna memperoleh pandangan, pengalaman, serta persepsi mereka terhadap efektivitas metode sorogan. Dalam teknik analisis data, terdapat empat langkah yang akan dilaksanakan oleh peneliti. Yang pertama yaitu pengumpulan data melalui proses observasi dan wawancara, yang kedua mereduksi data, yakni memisahkan data yang benar-benar diperlukan dan yang tidak. Yang ketiga yaitu penyajian data, akan dibuat dalam bentuk deskripsi dan tabel, dan akan disusun secara sistematis agar mudah dipahami, lalu yang keempat dilengkapi dengan penarikan kesimpulan disertai dokumentasi. Data dalam penelitian ini adalah informasi tentang keterampilan santri dalam membaca atau informasi yang berasal dari santri dari wawancara tentang kemampuannya dalam membaca kitab kuning. Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di. Jurnal Qathruna Volume 12 Nomor 2 Ae Desember 2025 ISSN Online : 2776-5563 - ISSN Cetak : 2406-954X HASIL DAN PEMBAHASAN Konteks Penelitian Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh. Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh merupakan lembaga pendidikan yang berlokasi di Kp. Sindanghuela Kec. Pabuaran Kab. Serang Ae Banten. Pesantren ini berdiri pada 1 Januari 1997 yang dipimpin oleh KH. Masjuki. Berdirinya Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh ini berawal dari adanya sebuah perintah dari seorang guru Abi KH. Masjuki yang bernama Abah Yai Sholi yang berada di Gripada. Gunung Pinang Ae Cilegon yang sampai saat ini pondoknya masih ada dan dilanjutkan oleh menantunya yaitu Abah H. Syihabudin. Beliau memberikan sebuah perintah kepada Abi KH. Masjuki yang mana perintah tersebut berisikan bahwa gurunya menginginkan Abi untuk mengajar ngaji sekaligus mendirikan pondok di tempatnya. Dengan adanya perintah dari seorang guru, maka Abi pun menjalankan perintahnya yang sedikit demi sedikit berdatangan orang-orang yang ingin belajar mengaji, walaupun pada saat itu Abi sama sekali belum mempunyai asrama, rumah, bahkan masih tinggal bersama orang tuanya. Dalam perjalanannya abi pun mulai mendirikan asrama atau kobong yang terbuat dari bilik asrama ini didirikan menggunakan uang pribadi dengan dana seadanya yang hanya dibuat cukup untuk tidur saja sesuai jumlah santri yang ada. Dengan keadaan yang sederhana, pada awalnya santri yang mengaji pada Abi tidak sama sekali dipungut biaya apapun. Abi hanya meminta setiap santri membawa beras masing-masing untuk makannya sendiri. Pendirian asramanya pun yang pertama kali hanya santri putra yang didirikan dengan sekatan rumah orang Kemudian dibangun kembali asrama putri di belakang rumah orang tua Abi. Ketika santri yang mengaji pada Abi mulai banyak, maka diadakannya peraturan seperti biaya administrasi, infaq, dan lain-lain. Awal berdirinya pondok pesantren ini proses pengurusan dan pengajarannya dilakukan langsung oleh Abi KH. Masjuki, mulai dari mengajar kitab kuning. Al- QurAan, dan Hadist dengan balagan dan sorogan. Dengan berjalannya waktu, santri pun mulai banyak dan alhamdulillah mulai terlihat kader-kader yang bisa membantu Abi untuk mengajar. Dengan adanya peraturan yang dibuat. Abi mulai merasa terbantu untuk melanjutkan pembangunan pondok Berjalannya waktu yang tidak sebentar adanya donator yang memberikan bantuan untuk pondok, sampai pada akhirnya abi mampu membeli tanah untuk membangun asrama putra dan putri, gedung kelas, dan majelis. Pada tahun 2009 diperluasnya asrama bilik bambu atau kobong, tahun 2010 dilanjutkan pembangunan majelis putri, dan mulai pada tahun 2010 sampai sekarang sedang melanjutkan proses pembangunan pondok pesantren. Maka pada tanggal 1 Januari 1997 M dideklarasikan sebagai hari lahir Pondok Pesantren Al- Chikmatul Muballigoh. Melalui program-program pembelajaran yang direncanakan. Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh tentu berlandas pada visi dalam menjalankan misinya untuk mencetak para generasi yang memiliki dan menanamkan nilai-nilai keislaman, berpengetahuan luas, berakhlakul karimah, dan mampu meningkatkan kualitas ibadahnya dalam kehidupan sehari-sehari. Adapun visi yang dimiliki oleh Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh adalah AuTerwujudnya Pimpinan Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh, wawancara oleh Nida Khofiya, di Serang 9 Maret Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di. Jurnal Qathruna Volume 12 Nomor 2 Ae Desember 2025 ISSN Online : 2776-5563 - ISSN Cetak : 2406-954X insan yang berkepribadian mulia, faham agama (Al-Qur'an dan Hadis. Serta menjunjung tinggi ketaatan kepada Allah SWTAy. Dalam upaya mencapai visi yang telah ditanamkan. Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh melakukannya melalui penetapan misi yaitu menciptakan Pesantren Salafiyah melalui pengajaran kitab kuning dengan manhaj Ahli Sunnah Wal Jama'ah, mencetak generasi-generasi yang Rabbani, menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari melalui metode keteladanan, membentuk generasi yang berpengetahuan luas, bertanggung jawab dan berkhidmat pada masyarakat, mendidik santri untuk menjunjung tinggi pendidikan berakhlakul karimah dan berani menyampaikan kebenaran, meningkatkan kualitas ibadah, skill dan dakwah para santri. Pondok pesantren berusaha untuk menyediakan lingkungan yang mendukung bagi para santri dalam menjalankan aktivitas keagamaan, pendidikan, dan pengembangan diri. Dalam melaksanakan kegiatan pendidikan, sarana dan prasarana di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh menempati dua bagian untuk bangunan asrama putra dan putri. Ruang kelas santri berada di dekat asramanya, setiap kelas dilengkapi dengan papan tulis, spidol, dan penghapus untuk digunakan oleh santri. Selain ruang kelas. Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh memiliki masjid khusus untuk santri putra dan mushola untuk santri putri. Selain digunakan sebagai tempat untuk sholat, juga digunakan sebagai tempat berbagai macam kegiatan seperti mengaji, sorogan, dan pertemuan dengan wali santri. Pada bagian depan gedung, terdapat halaman yang cukup luas untuk dijadikan tempat parkir kendaraan dan juga tempat para santri melakukan kegiatan pembelajaran riyadhoh atau olahraga. Santriwan dan santriwati tahun ajaran 2023 - 2024 berjumlah 368 orang. Santri tersebut terbagi ke dalam 3 tingkatan. Pada kelas Sufla jumlah santri yaitu 40 santri putra dan 30 santri putri, pada kelas A jumlah santri yaitu 102 santri putra dan 77 santri putri, dan pada kelas B jumlah santri yaitu 69 santri putra dan 157 santri putri. Efektivitas Metode Sorogan untuk Peningkatan Kemampuan Membaca Mekanistik Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode sorogan di Pondok Pesantren AlChikmatul Muballigoh berjalan efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca mekanistik kitab Keterampilan membaca mekanistik di sini mencakup kemampuan santri dalam mengenali struktur bahasa Arab, pelafalan huruf dan harakat dengan benar, serta ketepatan dalam menerapkan kaidah nahwu dan shorof saat membaca teks kitab gundul. Proses pembelajaran sorogan dilakukan setiap hari setelah shalat berjamaah dengan bimbingan langsung dari para ustadz dan ustadzah. Setiap santri membaca kitabnya secara bergiliran di hadapan guru, kemudian mendapatkan koreksi serta penjelasan terhadap kesalahan yang dilakukan. Pola interaksi ini membentuk pembelajaran yang bersifat personal, terarah, dan berulang sehingga memungkinkan peningkatan kemampuan teknis membaca yang signifikan. Berdasarkan hasil observasi, sebagian besar santri mengalami peningkatan kemampuan dalam mengenali struktur kalimat dan memahami tanda baca setelah mengikuti pembelajaran sorogan secara rutin selama satu semester. Guru menilai bahwa santri yang sebelumnya kesulitan dalam membaca teks Arab tanpa harakat kini lebih lancar dan tidak banyak melakukan kesalahan dalam Khoirul Anam. Operator Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh, wawancara oleh Nida Khofiya, di Serang 9 Maret 2024 Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di. Jurnal Qathruna Volume 12 Nomor 2 Ae Desember 2025 ISSN Online : 2776-5563 - ISSN Cetak : 2406-954X iAorab . enentuan posisi kat. Peningkatan ini juga diperkuat oleh hasil wawancara dengan para ustadz, yang menyatakan bahwa santri menjadi lebih teliti dan percaya diri ketika membaca kitab di hadapan Hal tersebut terjadi karena kegiatan sorogan menuntut santri untuk memperhatikan detail bacaan, baik dari segi kaidah gramatikal maupun makna kata. Temuan ini sejalan dengan pendapat Priyanto yang menyebutkan bahwa metode sorogan lebih efektif dibandingkan metode lain karena dilakukan secara langsung dan individual antara santri dan kiai. 5 Interaksi tatap muka ini mendorong konsentrasi dan tanggung jawab belajar yang Senada dengan itu. Harun Nasution menjelaskan bahwa sorogan mendorong santri untuk fokus mendengarkan, mengulangi, serta memahami teks dengan perhatian penuh, karena setiap kesalahan akan dikoreksi langsung oleh guru. 6 Pendekatan ini memberikan pengalaman belajar yang intensif dan berorientasi pada perbaikan keterampilan teknis membaca. Selain itu, hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa pembelajaran dengan metode sorogan di pesantren ini telah memenuhi indikator efektivitas sebagaimana dijelaskan oleh Hamzah B. Uno, yakni adanya kesiapan guru dalam mengajar, keterlibatan aktif peserta didik, serta tercapainya tujuan pembelajaran yang terukur. Guru di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh telah menyiapkan jadwal rutin, membimbing secara konsisten, dan memberikan umpan balik langsung terhadap kemampuan membaca santri. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi sistematis dan berkesinambungan. Dari sisi teoritis, efektivitas ini juga sesuai dengan teori keterampilan membaca yang dikemukakan oleh Martin Broughton, bahwa keterampilan membaca terdiri dari dua aspek utama: keterampilan mekanik dan keterampilan pemahaman. Aspek mekanik merupakan dasar dari proses membaca, meliputi pengenalan huruf, struktur kalimat, serta kecepatan dan ketepatan Dalam konteks ini, sorogan secara nyata melatih santri untuk menguasai aspek mekanik tersebut melalui latihan berulang dan pengawasan langsung dari guru. Keberhasilan peningkatan kemampuan mekanistik juga didukung oleh lingkungan belajar pesantren yang kondusif dan penuh Pengaturan waktu yang terjadwal, kebiasaan membaca kitab secara berulang, dan kedekatan emosional antara guru dan santri menciptakan suasana belajar yang produktif. Santri dituntut untuk mempersiapkan bacaan sebelum maju ke hadapan guru, sehingga terbentuk tanggung jawab dan kemandirian belajar. Dengan demikian, metode sorogan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis membaca kitab kuning, tetapi juga mengembangkan karakter ilmiah dan kedisiplinan belajar santri. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Krisman yang menyebutkan bahwa rendahnya kemampuan membaca kitab kuning di kalangan santri modern disebabkan oleh menurunnya minat dan kurangnya penggunaan metode pembelajaran yang efektif. 7 Oleh karena itu, penerapan sorogan menjadi solusi penting karena menekankan keterlibatan aktif dan interaksi langsung dalam proses Hidayah and AsyAari. AuPeningkatan Kemampuan Membaca Kitab Kuning Dengan Metode Sorogan Pada Santri Pondok Pesantren Walisongo. Ay Nor Khakim. AuASoroganA Menjadi Model Pembelajaran Di Pesantren Darul Muttaqin Bantargebang,Ay Journal of Chemical Information and Modeling 53, no. : 1689Ae99, http://jurnal. id/index. php/jip/article/view/16/15. Nandang Krisman. AuProblem Dan Tantangan Pembelajaran Kitab Kuning Di Indonesia,Ay Tsamratul Fikri 16, no. : 77Ae88. Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di. Jurnal Qathruna Volume 12 Nomor 2 Ae Desember 2025 ISSN Online : 2776-5563 - ISSN Cetak : 2406-954X Hal ini juga mendukung pandangan Djamarah bahwa faktor metode dan motivasi belajar menjadi komponen kunci dalam efektivitas pembelajaran. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa metode sorogan terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca mekanistik santri di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh. Efektivitas tersebut tampak dari peningkatan ketepatan membaca teks Arab, kemampuan mengenali struktur bahasa, serta kedisiplinan santri dalam memahami kaidah tata Proses pembelajaran yang bersifat personal, terarah, dan berulang menjadikan sorogan sebagai metode yang relevan dan aplikatif untuk mempertahankan tradisi keilmuan pesantren sekaligus menjawab tantangan pembelajaran kitab kuning di era modern. Gambar 1. Kegiatan Sorogan setelah sholat berjama'ah Efektivitas Metode Sorogan untuk Peningkatan Kemampuan Memahami Makna Selain meningkatkan kemampuan membaca mekanistik, metode sorogan juga terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan memahami makna teks kitab kuning di Pondok Pesantren AlChikmatul Muballigoh. Kemampuan memahami makna dalam konteks ini mencakup kemampuan santri dalam menafsirkan isi teks, memahami maksud penulis, serta menghubungkan makna bahasa dengan konteks keagamaan dan sosial yang terkandung di dalam kitab. Berdasarkan hasil observasi, santri yang mengikuti pembelajaran sorogan secara rutin menunjukkan peningkatan signifikan dalam memahami struktur kalimat dan makna teks Arab Proses pembelajaran dilakukan dengan membaca teks di hadapan guru, kemudian guru menjelaskan makna kata per kata, struktur kalimat, dan konteks pembahasan. Pendekatan ini tidak hanya melatih kemampuan linguistik, tetapi juga mendorong pemahaman konseptual terhadap isi Sebagian besar santri yang diwawancarai menyatakan bahwa mereka lebih memahami isi kitab setelah dibimbing secara langsung oleh ustadz dibandingkan dengan belajar mandiri atau hanya mengikuti metode bandongan. Peningkatan kemampuan memahami makna ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Anderson yang menjelaskan bahwa pemahaman bacaan melibatkan kemampuan mengenali hubungan antar kata, struktur kalimat, serta kemampuan menginterpretasikan pesan secara 8 Dalam hal ini, metode sorogan memungkinkan santri berinteraksi langsung dengan teks dan guru, sehingga mereka dapat memperoleh makna secara bertahap dan kontekstual. Guru berperan sebagai fasilitator yang membantu santri mengaitkan antara struktur bahasa dan makna Hidayah and AsyAari. AuPeningkatan Kemampuan Membaca Kitab Kuning Dengan Metode Sorogan Pada Santri Pondok Pesantren Walisongo. Ay Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di. Jurnal Qathruna Volume 12 Nomor 2 Ae Desember 2025 ISSN Online : 2776-5563 - ISSN Cetak : 2406-954X yang terkandung di dalamnya. Temuan ini juga didukung oleh pendapat Qomar . yang menegaskan bahwa keberhasilan pembelajaran kitab kuning sangat ditentukan oleh peran guru sebagai pembimbing pemahaman teks. Dalam sistem sorogan, guru tidak hanya menilai kemampuan membaca, tetapi juga memeriksa sejauh mana santri memahami makna dari teks yang Guru sering kali mengajukan pertanyaan atau meminta santri menjelaskan kembali isi teks sebagai bentuk evaluasi pemahaman. Dengan demikian, kegiatan sorogan menjadi sarana pembentukan kemampuan berpikir kritis dan reflektif terhadap isi kitab. Dari hasil dokumentasi, terlihat bahwa santri yang mengikuti sorogan secara aktif mampu mengaitkan isi teks dengan konteks kehidupan sehari-hari, seperti memahami nilai-nilai akhlak, hukum Islam, dan prinsip keilmuan dalam kitab yang dipelajari. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran sorogan tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis membaca, tetapi juga pada internalisasi nilai-nilai keislaman yang terkandung di dalam kitab. Sejalan dengan temuan Krisman, pemahaman terhadap kitab kuning tidak dapat dicapai hanya melalui hafalan, tetapi harus melalui interaksi langsung dan dialogis antara santri dan guru sebagaimana yang terjadi dalam 9 Selain itu, dari sisi psikologis, metode sorogan mendorong rasa percaya diri santri karena setiap kesalahan atau kekeliruan dalam memahami makna langsung dikoreksi dan dijelaskan oleh guru. Hal ini sejalan dengan pandangan Uno, bahwa efektivitas pembelajaran sangat ditentukan oleh umpan balik . yang diberikan guru secara langsung kepada peserta didik. Dalam konteks pesantren, feedback tersebut menjadi sarana refleksi belajar yang memperkuat pemahaman santri terhadap isi kitab. Faktor lingkungan belajar juga turut mendukung keberhasilan pemahaman makna melalui metode sorogan. Suasana pesantren yang religius, interaksi guruAesantri yang akrab, dan budaya taAodzim terhadap ilmu menjadikan proses pembelajaran bermakna dan berorientasi spiritual. Hal ini sejalan dengan konsep pendidikan Islam klasik yang menekankan bahwa transfer ilmu harus disertai dengan nilai dan adab. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode sorogan memiliki efektivitas tinggi dalam meningkatkan kemampuan memahami makna teks kitab kuning. Pembelajaran ini tidak hanya menekankan aspek linguistik, tetapi juga aspek pemaknaan dan internalisasi nilai. Proses pembelajaran yang interaktif, dialogis, dan reflektif menjadikan santri mampu memahami teks secara mendalam dan kontekstual. Metode sorogan karenanya dapat dipandang sebagai pendekatan integral yang menggabungkan kemampuan kognitif, afektif, dan spiritual dalam tradisi pendidikan pesantren, serta relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran kitab kuning di era KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kitab kuning dengan metode sorogan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan membaca kitab kuning. Metode ini membantu santri untuk memahami teks bacaan secara mendalam melalui diskusi secara langsung antara santri dan gurunya. Santriwan- santriwati Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh menggunakan metode Sorogan untuk meningkatkan keterampilan membaca kitab kuning dengan beberapa indikator yang ada seperti santri mampu membaca cepat. Krisman. AuProblem Dan Tantangan Pembelajaran Kitab Kuning Di Indonesia. Ay Efektivitas Metode Sorogan dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Kitab Kuning di. Jurnal Qathruna Volume 12 Nomor 2 Ae Desember 2025 ISSN Online : 2776-5563 - ISSN Cetak : 2406-954X menerjemahkan, dan mampu memahami makna teks dalam kitab kuning. Penggunaan metode sorogan mampu memberikan keefektivitasan terhadap peningkatan kemampuan membaca mekanis santri. metode sorogan terbukti mampu meningkatkan pemahaman konten bacaan mulai dari pengenalan huruf dan unsur- unsur kebahasaannya. Melalui pendekatan ini, santri lebih terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran, memungkinkan mereka untuk memahami materi bacaan dengan lebih baik. Metode sorogan juga efektif dalam meningkatkan kecepatan membaca siswa. Dan penggunaan metode sorogan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan interaktif bagi siswa. Hal ini dapat meningkatkan motivasi dan minat siswa terhadap pembelajaran membaca. Selain efektif dalam kemampuan mekanis, metode sorogan juga memberikan kontribusi yang baik dalam peningkatan kemampuan memahami makna pada santri. Metode sorogan membantu santri untuk mengembangkan kemampuan analisis dan pemahaman teks secara lebih Melalui kegiatan sorogan, santri termotivasi untuk mengidentifikasi informasi penting, memahami hubungan tiap kalimat, dan mendalami makna tersirat dalam teks. Metode sorogan juga meningkatkan kemampuan santri melalui evaluasi seeperti ujian yang diadakan di setiap tiga bulan sekali di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh. Dengan demikin, penerapan metode sorogan terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca kitab kuning di Pondok Pesantren Al-Chikmatul Muballigoh Serang Ae Banten. DAFTAR PUSTAKA