p-ISSN: 2808-2443 e-ISSN: 2808-2222 Volume. No. 4, 2025 Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PENGGUNAAN QRIS DALAM TRANSAKSI PEMBELIAN: PENDEKATAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) Tuti Zakiyah1. Susridar2. Dewi Noor Susanti3. Kabul Trifiyanto4 Universitas Putra Bangsa. Indonesia Email: tutizakiyah@gmail. Article History Received: 25-11-2025 Revision: 09-12-2025 Accepted: 14-12-2025 Published: 11-01-2025 Abstract. This study aims to analyse the factors that influence the decision to use the Indonesian Standard Quick Response Code (QRIS) in purchase transactions using the Technology Acceptance Model (TAM) approach, which was developed by adding variables of trust and security in the context of digital payments. The study used a quantitative approach with purposive sampling techniques and obtained 107 respondents who had used QRIS for transactions in Kebumen Regency in the last month. Data analysis was performed using multiple linear regression. The results showed that ease of use, perceived benefits, and security had a significant positive effect on the decision to use QRIS . < 0. Conversely, the trust variable did not have a significant effect on the decision to use QRIS . = 0. Simultaneously, all independent variables had a significant effect on the decision to use QRIS with a calculated F-value of 123. 298 and a significance of 0. The Adjusted RA value of 0. 776 indicates that 77. 6% of the variation in the decision to use QRIS can be explained by the variables of ease of use, perceived benefits, trust, and security, while the remaining 22. 4% is influenced by other factors outside the scope of this study. These findings confirm that ease of use, benefits, and security are the main determinants in people's decisions to use QRIS. The research results are expected to serve as a basis for service providers, businesses, and the government in increasing QRIS adoption through optimising service ease, strengthening security systems, and expanding the use of QRIS in various transaction contexts. Keywords: QRIS, usage decision, ease of use, perceived benefits, trust, security. TAM. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam transaksi pembelian dengan menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM) yang dikembangkan melalui penambahan variabel kepercayaan dan keamanan dalam konteks pembayaran digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling dan memperoleh 107 responden yang pernah menggunakan QRIS untuk bertransaksi di Kabupaten Kebumen dalam satu bulan terakhir. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan, persepsi manfaat, dan keamanan berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan penggunaan QRIS . < 0,. Sebaliknya, variabel kepercayaan tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan . = 0,. Secara simultan, seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan QRIS dengan nilai F-hitung sebesar 123,298 dan signifikansi 0,001. Nilai Adjusted RA sebesar 0,776 mengindikasikan bahwa 77,6% variasi keputusan penggunaan QRIS dapat dijelaskan oleh variabel kemudahan penggunaan, persepsi manfaat, kepercayaan, dan keamanan, sementara 22,4% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar Temuan ini menegaskan bahwa kemudahan, manfaat, dan keamanan merupakan determinan utama dalam keputusan masyarakat menggunakan QRIS. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar bagi penyedia layanan, pelaku usaha, dan pemerintah dalam meningkatkan adopsi QRIS melalui optimalisasi kemudahan layanan, penguatan sistem keamanan, serta perluasan pemanfaatan QRIS pada berbagai konteks transaksi. Kata Kunci: QRIS, keputusan penggunaan, kemudahan penggunaan, persepsi manfaat, kepercayaan, keamanan. TAM. How to Cite: Zakiyah. Et al . Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Penggunaan QRIS dalam Transaksi Pembelian: Pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business, 5 . , 7792-7807. 54373/ifijeb. Zakiyah. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Penggunaan A PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pada sektor keuangan dan sistem Masyarakat kini mulai beralih dari transaksi tunai . menuju transaksi non-tunai . ashless societ. yang dinilai lebih praktis dan efisien. Salah satu inovasi penting dalam sistem pembayaran digital yang dikembangkan oleh Bank Indonesia adalah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) (Dwijayanti et al. , 2. QRIS dirancang sebagai solusi untuk memudahkan masyarakat melakukan transaksi pembayaran secara cepat, aman, dan efisien hanya dengan memindai satu kode QR yang terstandarisasi, sehingga berbagai aplikasi pembayaran dapat digunakan pada satu kode yang sama. Sejak diperkenalkan pada tahun 2019, penggunaan QRIS terus mengalami Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa jumlah merchant maupun pengguna QRIS bertambah signifikan setiap tahunnya, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kemudahan dan efisiensi transaksi digital (Permana. Namun, peningkatan tersebut belum diikuti oleh tingkat adopsi yang merata di berbagai daerah dan sektor. Sebagian masyarakat masih enggan menggunakan QRIS karena dipengaruhi oleh kebiasaan menggunakan uang tunai, keraguan terhadap tingkat keamanan sistem pembayaran digital, serta persepsi yang belum sepenuhnya positif terhadap manfaat yang diperoleh dari penggunaan QRIS. Dalam literatur Sistem Informasi Manajemen, perilaku pemanfaatan teknologi banyak dijelaskan melalui Technology Acceptance Model (TAM) yang diperkenalkan oleh Davis pada tahun 1986. Model ini menyatakan bahwa terdapat dua faktor utama yang memengaruhi keputusan penggunaan suatu aplikasi atau teknologi, yaitu persepsi kemudahan . erceived ease of us. dan persepsi manfaat . erceived usefulnes. (Fadhila et al. , 2. Dalam konteks penerimaan teknologi, kedua variabel tersebut menjelaskan sejauh mana suatu teknologi dirasakan mudah digunakan dan memberikan manfaat nyata bagi penggunanya (Sayekti & Putarta, 2. Semakin tinggi tingkat kemudahan dan manfaat yang dirasakan, semakin besar kecenderungan seseorang untuk menerima, mengadopsi, dan menggunakan teknologi tersebut secara sukarela. Keputusan penggunaan sendiri dipahami sebagai suatu proses integrasi yang digunakan individu untuk mengombinasikan pengetahuan, mempertimbangkan berbagai alternatif, serta mengevaluasi konsekuensi sebelum akhirnya memilih satu alternatif tertentu (Gantara & Putra, 2. Dalam konteks penggunaan QRIS, salah satu faktor Zakiyah. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Penggunaan A pendorong utama adalah kemudahan penggunaan. Persepsi kemudahan penggunaan didefinisikan sebagai ukuran sejauh mana seseorang percaya bahwa suatu sistem teknologi dapat dengan mudah dipahami dan digunakan (P. Risiko et al. , 2. Kemudahan ini mencakup keyakinan bahwa penggunaan teknologi tidak memerlukan usaha berlebihan, baik dari sisi waktu maupun tenaga (Oktaviana et al. , 2. Jika suatu sistem dinilai mudah dioperasikan dan prosedurnya sederhana, maka hal tersebut akan mendorong ketertarikan pengguna untuk mempelajari fitur-fiturnya dan meningkatkan niat untuk terus menggunakannya (Leoni Joan, 2019. Sudjiman, 2. Selain kemudahan, manfaat yang dirasakan juga menjadi faktor penting dalam mendorong penggunaan QRIS. Persepsi manfaat didefinisikan sebagai tingkat keyakinan seseorang bahwa penggunaan suatu teknologi mampu meningkatkan kinerjanya (D. Risiko et al. , 2. Ketika pelanggan merasakan bahwa suatu layanan memberikan manfaat nyata bagi aktivitas sehari-hari, maka mereka cenderung menggunakannya secara positif dan berkelanjutan (Kusuma et al. , 2. Dalam konteks ini, persepsi manfaat berkaitan dengan sejauh mana penggunaan QRIS dianggap dapat menghemat waktu, meningkatkan efisiensi transaksi, dan mendukung kelancaran aktivitas ekonomi. Apabila teknologi dipandang memberikan manfaat yang jelas dan relevan, individu akan lebih terdorong untuk mengadopsi dan menggunakannya. sebaliknya, jika manfaat tersebut tidak dirasakan, maka kecenderungan untuk menggunakan teknologi akan rendah (Ardianto et al. , 2. Di samping kemudahan dan manfaat, kepercayaan . juga menjadi salah satu faktor penting yang dapat mendorong orang untuk menggunakan QRIS. Kepercayaan menurut Kurniawan et al. merupakan salah satu faktor yang memengaruhi pengambilan keputusan dalam pembelanjaan secara online. Apabila kualitas dan reputasi suatu perusahaan atau penyedia layanan dinilai kurang baik, konsumen akan merasa ragu untuk bertransaksi secara digital. Kepercayaan didefinisikan sebagai keyakinan bahwa suatu teknologi aman dan dapat dipercaya, termasuk dalam hal perlindungan data dan keamanan transaksi (Kinasih & Albari, 2. Minat pelanggan untuk membeli produk atau menggunakan layanan secara online sangat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan mereka terhadap vendor atau penyedia layanan (Japarianto & Adelia, 2. Oleh karena itu, kepercayaan menjadi faktor strategis dalam membangun kenyamanan, mengurangi persepsi risiko, dan mendorong konsumen untuk terus menggunakan layanan digital seperti QRIS (Agustina et al. , 2. Fenomena tersebut menjadikan studi mengenai faktor-faktor yang memengaruhi Zakiyah. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Penggunaan A keputusan penggunaan QRIS sebagai sesuatu yang penting untuk diteliti lebih dalam. Keberhasilan implementasi QRIS sangat bergantung pada sejauh mana masyarakat menerima dan bersedia menggunakannya sebagai alat pembayaran sehari-hari. Dengan memahami pengaruh kemudahan penggunaan, persepsi manfaat, dan kepercayaan terhadap keputusan penggunaan QRIS, dapat diperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai faktor-faktor penentu adopsi teknologi pembayaran digital ini. Informasi tersebut dapat menjadi dasar dalam merumuskan strategi yang tepat untuk meningkatkan literasi keuangan digital, memperluas penggunaan QRIS di berbagai lapisan masyarakat dan sektor usaha, serta mendukung visi pemerintah menuju masyarakat tanpa uang tunai . ashless societ. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode explanatory Pendekatan ini dipilih untuk menjelaskan pengaruh variabel-variabel dalam Technology Acceptance Model (TAM) terhadap keputusan penggunaan QRIS. Populasi penelitian adalah seluruh masyarakat Kabupaten Kebumen yang pernah menggunakan QRIS dalam kegiatan Teknik pengambilan sampel nonprobability sampling dengan metode purposive sampling, dengan kriteria: . berdomisili di Kabupaten Kebumen, . berusia minimal 17 tahun, dan . pernah melakukan transaksi menggunakan QRIS dalam satu bulan terakhir. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert lima poin . = sangat tidak setuju sampai 5 = sangat setuj. Jumlah penduduk Kabupaten Kebumen tahun 2024 mencapai 1. 754 jiwa berdasarkan data BPS. Untuk menentukan ukuran sampel, digunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan . Perhitungannya adalah sebagai berikut: Keterangan: n : jumlah sampel N : populasi e : error . atas maksimal error=10%) ycu= 1 1. , 102 ) Zakiyah. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Penggunaan A ycu= 1 1. ycu= OO 93. ycu= Hasil Akhir Jumlah sampel = 94 responden Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, ukuran sampel minimum yang diperlukan adalah sekitar 100 responden. Dalam penelitian ini, peneliti menetapkan jumlah sampel sebanyak 107 responden agar melebihi batas minimal dan lebih mewakili populasi. Variabel independen dalam penelitian ini meliputi kemudahan penggunaan (XCA), persepsi manfaat (XCC), kepercayaan (XCE), dan keamanan (XCE). Variabel dependen adalah keputusan penggunaan (Y). Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap keputusan penggunaan QRIS. HASIL Karakteristik Responden Karakteristik responden diperlukan untuk memberikan gambaran mengenai profil pengguna QRIS yang menjadi sampel penelitian. Responden berasal dari berbagai kelompok jenis kelamin, usia, pekerjaan, pendapatan, dan domisili di Kabupaten Kebumen. Rangkuman karakteristik responden ditampilkan pada Tabel 1. Tabel 1. Karakteristik Responden Penelitian Karakteristik Kategori Jumlah Persentase Jenis Kelamin Laki-laki 39,25% Perempuan 60,70% Total Usia 17Ae22 tahun 51,40% 23Ae28 tahun 46,73% 29Ae34 tahun 0,93% > 35 tahun 0,93% Total Pekerjaan Pelajar/Mahasiswa 39,25% Karyawan Swasta 53,27% Pegawai Negeri 0,93% Wirausaha 0,00% Lain-lain 6,54% Total Pendapatan < Rp1. 23,36% Rp1. 000Ae2. 40,19% Rp2. 000Ae3. 14,95% Zakiyah. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Penggunaan A > Rp3. Total Domisili Kec. Adimulyo Kec. Alian Kec. Ambal Kec. Ayah Kec. Bonorowo Kec. Buayan Kec. Buluspesantren Kec. Gombong Kec. Karanganyar Kec. Karanggayam Kec. Karangsambung Kec. Kebumen Kec. Klirong Kec. Kutowinangun Kec. Kuwarasan Kec. Mirit Kec. Padureso Kec. Pejagoan Kec. Petanahan Kec. Poncowarno Kec. Prembun Kec. Puring Kec. Rowokele Kec. Sadang Kec. Sempor Kec. Sruweng Total Sumber: data primer yang diolah, 2025. 21,50% 1,87% 28,04% 0,93% 0,00% 0,93% 0,00% 9,35% 1,87% 0,00% 2,80% 1,87% 33,64% 4,67% 0,93% 1,87% 1,87% 0,93% 2,80% 1,87% 0,00% 1,87% 1,87% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% Tabel 1 menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan, didominasi oleh kelompok usia 17Ae28 tahun, serta sebagian besar bekerja sebagai karyawan swasta dan pelajar/mahasiswa. Dari sisi pendapatan, responden terbesar berada pada rentang Rp1. 000Ae2. Sementara itu, domisili responden tersebar di beberapa kecamatan, dengan konsentrasi terbesar di Kecamatan Kebumen dan Alian. Komposisi ini menunjukkan bahwa pengguna QRIS dalam penelitian ini mayoritas berasal dari kelompok usia produktif dan wilayah pusat aktivitas ekonomi di Kabupaten Kebumen. Hasil Analisis Statistik Uji Validitas dan Reliabilitas Uji Validitas Variabel Keputusan Penggunaan (Y) Hasil analisis uji validitas keputusan penggunaan dapat dijelaskan sebagai berikut: Zakiyah. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Penggunaan A Tabel 2. Hasil Uji Validitas Variabel Keputusan Pengunaan (Y) Butir Rhitung Rtabel Signifikansi Ket 0,784 0,1900 0,001 Valid 0,847 0,1900 0,001 Valid 0,843 0,1900 0,001 Valid 0,795 0,1900 0,001 Valid Sumber: data primer yang di olah, 2025 Variabel Kemudahan Penggunaan (X. Hasil analisis uji validitas kemudahan penggunaan dapat dijelaskan sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Uji Validitas Variabel Kemudahaan Penggunaan (X. Butir Rhitung Rtabel Signifikansi Ket 0,862 0,1900 0,001 Valid 0,698 0,1900 0,001 Valid 0,778 0,1900 0,001 Valid 0,823 0,1900 0,001 Valid 0,808 0,1900 0,001 Valid Sumber: data primer yang di olah, 2025 Variabel Persepsi Manfaat (X. Hasil analisis uji validitas persepsi manfaat dapat dijelaskan sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Uji Validitaas Variabel Persepsi Manfaat (X. Butir Rhitung Rtabel Signifikansi Ket 0,819 0,1900 0,001 Valid 0,821 0,1900 0,001 Valid 0,860 0,1900 0,001 Valid Sumber: data primer yang di olah, 2025 Kepercayaan (X. Hasil analisis uji validitas kepercayaam dapat dijelaskan sebagai berikut: Tabel 5. Hasil Uji Validitas Variabel Kepercayaan (X. Butir Rhitung Rtabel Signifikansi Ket 0,890 0,1900 0,001 Valid 0,793 0,1900 0,001 Valid 0,864 0,1900 0,001 Valid Sumber: data primer yang di olah, 2025 Kemudahan Keamanan (X. Hasil analisis uji validitas kemudahan penggunaan dapat dijelaskan sebagai berikut: Butir Tabel 6. Hasil Uji Validitas Variabel keamanan (X. Rhitung Rtabel Signifikansi Ket 0,860 0,1900 0,001 Valid 0,755 0,1900 0,001 Valid 0,778 0,1900 0,001 Valid 0,824 0,1900 0,001 Valid Zakiyah. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Penggunaan A Sumber: data primer yang di olah, 2025 Uji Reliabilitas Tabel 7. Hasil Uji Reliabilitas No. Variabel Alpha Keputusan Penggunaan 0,833 Kemudahan Penggunaan 0,853 Persepsi Manfaat 0,778 Kepercayaan 0,806 Keamanan 0,789 Syarat Reliabel > 0,60 > 0,60 > 0,60 > 0,60 > 0,60 Ket Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Sumber: data primer yang di olah, 2025 Gambar 1. Uji Normalitas Berdasarkan gambar di atas, terlihat bahwa data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti garis diagonal, maka model regresi pada substruktural I memenuhi uji asumsi normalitas Uji Mutlikolinearitas Tabel 8. Uji Multikolineritas Variabel Collineari Statistcs Tolerance VIF Kemudahan Penggunaan 0,263 3,808 Zakiyah. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Penggunaan A Persepsi Manfaat 0,286 Kepercayaan 0,355 Keamanan 0,297 Sumber: data primer yang di olah, 2025 3,497 2,821 3,654 Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai tolerance tiap variabel > 0,10 dan nilai VIF < 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala multikolinearitas antar variabel bebas, sehingga model ini dapat dipakai. Uji Heteroskedastisitas Tabel 9. Uji Heteroskedastisitas Correlation Sig - Ket Coefficient Kemudahan Penggunaan 0,001 0,995 Bebas Persepsi Manfaat 0,009 0,931 Bebas Kepercayaan -0,006 0,948 Bebas Keamanan 0,943 Bebas Sumber: data primer yang di olah, 2025 Berdasarkan tabel diatas dapat diliat bahwa nilai signifikansi pada variabel fear of Variabel missing out, influencer marketing dan hedonic shopping motivation > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat gejala heteroskedastisitas. Uji Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 10. Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Std. Error 0,827 0,656 0,348 0,074 Standardized t Coefficients Beta 1 (Constan. Kemudahan 0,424 Persepsi 0,373 0,111 0,289 Manfaat Kepercayaan 0,678 0,402 0,137 Keamanan 0,355 0,097 0,544 Dependent Variable: Keputusan Penggunaan Sumber: data primer yang di olah, 2025 Sig. 1,262 4,730 0,210 0,001 3,355 0,001 1,073 3,965 0,083 0,001 Berdasarkan data yang diolah, maka persamaan regresi variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Y = 0,827 0,348 X1 0,373 X2 0,314 X3 e Uji Hipotesis Uji Parsial (Uji . Zakiyah. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Penggunaan A Berdasarkan hasil analisis regresi, diketahui bahwa variabel kemudahan penggunaan (H. memiliki nilai t sebesar 4,730 dengan signifikansi 0,001 (< 0,. Hal ini menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan berpengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan QRIS, sehingga hipotesis pertama (H. dinyatakan diterima. Selanjutnya, variabel persepsi manfaat (H. juga menunjukkan pengaruh signifikan dengan nilai t sebesar 3,355 dan nilai signifikansi 0,001 (< 0,. , sehingga hipotesis kedua (H. Berbeda dengan kedua variabel tersebut, variabel kepercayaan (H. memiliki nilai t sebesar 1,073 dengan signifikansi 0,083 (> 0,. , yang berarti tidak terdapat pengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan. Dengan demikian, hipotesis ketiga (H. Adapun variabel keamanan (H. menunjukkan nilai t sebesar 3,965 dengan signifikansi 0,001 (< 0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa keamanan berpengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan QRIS, dan hipotesis keempat (H. Uji Simultan (Uji F) Tabel 11. Hasil Uji Simultan (Uji F) ANOVAa Model Sum of Square 465,938 Mean Square Sig. 1 Regressio 155,31 123,29 0,001b Residual 129,745 103 1,260 Total 595,682 106 Dependent Variable: Keputusan Penggunaan Predictors: (Constan. Keamanan. Kepercayaan. Persepsi Manfaat. Kemudahan penggunaan Sumber: data primer 2025 Berdasarkan data tabel IV-15 diatas, menunjukan nilai Fhitung > Ftabel yaitu sebesar 123,298 dan nilai signifikan < 0,05 yaitu sebesar 0,001. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel kemudahan penggunaan, persepsi manfaat, kepercayaan dan keamanan secara model penelitian sudah tepat. Uji Koefisien Determinasi (R. Tabel 12. Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Std. Error of the Square Estimate 0,884 0,782 0,776 1,12234 Predictors: (Constan. , keamanan. Kepercayaan. Persepsi Manfaat. Kemudahan Penggunaan Dependent Variable: Keputusan Penggunaan Zakiyah. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Penggunaan A Sumber: data primer yang di olah, 2025 Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi (RA) pada tabel IV-16 di atas, menunjukkan nilai Adjusted RA sebesar 0,884 sehingga variabel dependen yaitu keputusan penggunaan dapat dijelaskan oleh variabel kemudahan penggunaan, persepsi manfaat dan kepercayaan dalam penelitian ini yaitu sebesar 77,6%, sedangkan sisanya yaitu 22,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dijelaskan oleh penelitian ini. DISKUSI