JURNAL MENATA DOI: 10. VOL. NO. NOVEMBER 2024 P-ISSN 2829-5999 E-ISSN 2829-6087 PENGARUH PERSEPSI HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN DI TORE JAPANESE EATERY & COFFEE BATAM Venasius Delvito Vano Sembiring Manajemen Tata Hidangan. Politeknik Pariwisata Batam venasiusdelvito@btp. Wahyudi Ilham Manajemen Tata Hidangan. Politeknik Pariwisata Batam ilham@btp. ABSTRACT Currently, many restaurants and cafes are emerging and growing in various locations, including in Batam. A restaurant is a place to eat with a variety of menus, while a cafe is essentially a place for discussion or relaxation that serves coffee and light snacks. Restaurants and cafes are more than just places for eating or drinking, but also serve as spaces for social interaction among visitors from different backgrounds. The purpose of this research is to determine whether price perception affects the purchasing decision at Tore Japanese Eatery Batam. This study uses a quantitative method. Price perception serves as the independent variable, and the purchasing decision serves as the dependent variable in this study. Data was collected through the distribution of questionnaires via Google Forms to 104 respondents, who are customers or buyers at Tore Japanese Eatery 7Coffee Batam. Data analysis was conducted using SPSS Statistics 23. The results show that the t-test indicates that the price perception variable affects the purchasing decision. On the other hand, by comparing the purchasing decision with the table and calculation tests, it was found that price perception influences the purchasing decision. The results of simple regression analysis show that price perception has a 7% influence on the purchasing decision, while other variables not studied in this research have an influence of 35. Keywords: price perception, purchasing decision. PENDAHULUAN Salah satu departemen perhotelan yang berfokus pada layanan makanan dan minuman untuk mencapai kepuasan klien adalah food and beverage, atau yang lebih umum disebut sebagai F&B. Selain di hotel, bagian ini biasanya ditemukan di restauran, cafe, bandara, fasilitas medis, kapal pesiar, dan kereta api. Bekerja di industri makanan dan minuman biasanya membutuhkan penampilan yang rapi, sikap yang ramah dan sopan, serta kemampuan komunikasi yang efektif. Hal ini disebabkan karena mereka yang bekerja di profesi ini setiap hari berhubungan dan bertemu dengan banyak orang saat menawarkan layanan. Tujuan dari departemen layanan makanan dan minuman adalah untuk menyediakan layanan dan menyediakan makanan dan minuman yang dikelola dengan baik dan menguntungkan untuk memuaskan klien dan menghasilkan pendapatan. Divisi ini terutama terlihat di sektor perhotelan, restaurant, cafy, dan lain-lain. Tanggung jawab untuk menyediakan layanan kepada tamu atau pelanggan yang terkait dengan makanan dan minuman berada di tangan industri makanan dan minuman itu sendiri. (Maria, 2. Restoran menurut Atmodjo . adalah sebuah lokasi atau bangunan yang terstruktur secara komersial dan menawarkan layanan yang sangat baik kepada semua pelanggan dalam bentuk makanan atau minuman. Sedangkan menurut Soekresno . restoran adalah perusahaan komersial yang dijalankan secara profesional yang menawarkan akses kepada masyarakat umum untuk mendapatkan layanan makanan dan Menurut Suyono . restoran menawarkan kenyamanan makan dan minum, yang membantu menyegarkan kembali kondisi dalam (Hamonangan, 2021, p. Tujuan operasional utama restoran adalah menghasilkan keuntungan. Hal ini merupakan tambahan dari tujuan bisnis restoran, yang juga menghasilkan keuntungan. 1 Kata "cafy" berasal dari bahasa Perancis dan secara harfiah berarti "kopi", tetapi juga digunakan untuk merujuk pada JURNAL MENATA DOI: 10. VOL. NO. NOVEMBER 2024 tempat di mana orang berkumpul atau pergi untuk bersantai dan melakukan tugas sehari-hari. Sebagian besar kafe hanya menyediakan minuman dan makanan ringan sebagai menu makanan, bukan pilihan makanan utama, sementara beberapa juga menawarkan hiburan bagi para pengunjung, menurut Maulidi . dalam (Ihda & Budi, 2. Pengunjung dapat memesan makanan dan minuman di cafe, yang merupakan tempat untuk bersantai dan Selain sebagai jenis restoran, cafe juga memiliki tempat duduk yang nyaman dan musik, tetapi cafe lebih mengutamakan kenyamanan, hiburan, dan suasana santai. Menurut Kotler & Amstrong . dalam Adi . harga adalah pertimbangan yang signifikan ketika mengukur kebahagiaan Harga adalah sejumlah uang yang dibebankan atas suatu barang atau jasa setelah memperhitungkan semua nilai yang ditukarkan pembeli atau keuntungan keuntungan karena menggunakan atau memiliki barang atau jasa tersebut, dalam (Mariansyah & Syarif, 2. Temuan penelitian Sari . menunjukkan bahwa dampak harga memiliki dampak yang besar terhadap pilihan pembelian. Harga adalah komponen penting dari strategi pemasaran dan harus selalu dipertimbangkan dalam konteks strategi tersebut. Harga adalah sejumlah uang atau alat ukur lainnya, seperti komoditas dan jasa lainnya, yang ditukarkan agar memperoleh hak kepemilikan atas penggunaan suatu barang atau jasa, menurut perspektif pemasaran. Menurut Tjiptono, terdapat dua kategori pelanggan. Yang pertama pelanggan internal, diikuti oleh pelanggan eksternal. Pelanggan internal adalah mereka yang terlibat langsung dalam penyediaan barang atau jasa, mulai dari perencanaan hingga produksi, pemasaran hingga penjualan, dan Mereka terdiri dari dewan direksi, manajer, pemimpin bagian, pemimpin seleksi, dan anggota staf bisnis. administrator dan anggota staf organisasi nirlaba . anggota staf organisasi pemerintah. Semua individu yang mendapatkan layanan dari organisasi komersial untuk pengiriman barang atau jasa termasuk dalam kategori pelanggan (Saragih et al. , 2. 2 Menurut Isa dalam studi tentang bagaimana orang, kelompok, dan organisasi memilih, memperoleh, mengonsumsi, dan memanfaatkan produk, layanan, konsep, atau pengalaman untuk memuaskan kebutuhan dan aspirasi mereka, pengambilan keputusan pembelian adalah topik Karena persaingan yang ketat dalam P-ISSN 2829-5999 E-ISSN 2829-6087 pengambilan keputusan konsumen untuk membeli produk yang dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka, maka penelitian mengenai pengambilan keputusan konsumen menjadi sangat penting. (Isa & Istikomah, 2. Di saat pandemi semakin parah, banyak orang takut membangun bisnis . erutama sektor makanan dan minuman, yang sangat terpengaruh oleh pandem. , tetapi Tore Japanese Eatery & Coffee Batam melihat ini sebagai kesempatan yang bagus karena harga sewa lagi rendah-rendah dan belum ada banyak restaurant jepang yang ada di batam. Tore Japanese Eatery & Coffee Batam adalah salah satu restoran jepang yang telah berdiri pada tanggal 6 Maret 2021 di kota Batam dan merupakan salah satu bisnis kuliner yang sedang berkembang dan mendapat tanggapan positif di Batam saat ini. Keunikan dari Tore Japanese Eatery & Coffee Batam yaitu mereka mengubah alur makan pelanggan menjadi lebih santai, memungkinkan pelanggan dapat makan makanan Jepang sambil minum kopi, yang menjadikannya salah satu perbedaan dari restaurant jepang lainnya. Banyak pelanggan juga datang, dan mereka bisa sambil makan sambil bekerja . erutama selama pandemi masih banyak orang yang bekerja dari ruma. Selain itu. Tore Japanese Eatery & Coffee Batam menerapkan harga penjualan yang rendah untuk restoran Jepang, di mana pelanggan dapat menikmati makanan Jepang dengan suasana dan layanan yang baik sambil mempertahankan harga yang lebih terjangkau. Berikut adalah data jumlah pengunjung selama 6 bulan terakhir di Tore Japanese Eatery & Coffee Batam. METODE Desain Penlitian Menurut Malhotra . Desain penelitian adalah sebuah struktur untuk melakukan riset pemasaran. Desain penelitian menawarkan metode untuk mengumpulkan data yang diperlukan untuk menyiapkan atau mengatasi masalah penelitian. Landasan untuk melakukan penelitian adalah desain penelitian. Oleh karena itu, penelitian yang sukses dan efisien akan dihasilkan dari desain penelitian yang baik. (Hadi, 2. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, yang berfokus pada data numerikal . yang diolah secara statistik untuk dianalisis. Pada dasarnya, pendekatan kuantitatif bergantung pada kesimpulan data pada kemungkinan yang keliru untuk menolak hipotesis nol dan digunakan dalam penelitian inferensial . alam konteks pengujian hipotesi. JURNAL MENATA DOI: 10. VOL. NO. NOVEMBER 2024 Dengan bantuan pendekatan kuantitatif, akan memungkinkan untuk menentukan pentingnya perbedaan kelompok atau pentingnya hubungan antara variabel variabel yang diteliti. (S. Ningtyas & Rahmawati, 2. Berdasarkan penjelasan di atas, pendekatan kuantitatif adalah metode yang digunakan dalam penelitian untuk menguji hipotesis dengan menggunakan uji data statistik yang tepat. Penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif untuk menguji pengaruh Persepsi Harga Terhadap Keputusan Pembelian di Tore Japanese Eatery & Coffee Batam berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah yang telah diuraikan. 2 Populasi dan Sampel 1 Populasi Menurut Sugiyono . dikutip Riduwan . Populasi adalah area generalisasi yang terdiri dari subjek atau obyek yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk Sedangkan 20 menurut Kuncoro . Populasi adalah kelompok elemen yang lengkap, yang biasanya terdiri dari orang, objek, transaksi, atau kejadian yang kita ingin pelajari atau pelajari. (Sinaga, 2. Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa total konsumen di Tore Japanese Eatery & Coffee Batam selama 6 bulan dari April 2023 Ae September 2023 berjumlah 3,108 sehingga total populasi dari penelitian ini adalah 3,108. Sampel Menurut Sugiyono . sampel adalah bagian populasi yang berfungsi sebagai sumber data untuk penelitian, di mana populasi dihitung sebagai bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki populasi. Teknik sampling menurut Sugiyono . adalah teknik pengambilan sampel untuk memilih sampel yang akan (M. Ningtyas, 2014. Rumus berikut untuk perhitungan sampel yang dilakukan menggunakan metode Slovin: P-ISSN 2829-5999 E-ISSN 2829-6087 3 Operasional Variabel 3. 1 Operasionalisasi Variabel Penelitian Menurut Moh Nazir . Operasional variabel adalah ketika suatu variabel diberi arti dengan memberikan arti, atau spesifikasi kegiatan, atau dengan memberikan operasional yang diperlukan untuk mengukur variabel tersebut. Sedangkan menurut Sugiyono . Operasional variable adalah karakteristik, sifat, atau nilai dari objek atau kegiatan yang mengalami variasi tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk diperiksa dan kemudian diambil kesimpulan. (Pranyoto, 2. Variabel Penelitian dapat dibagi menjadi dua yaitu: 3. Variabel Independen Menurut Sugiyono . Variabel independen (X) adalah variabel yang mempengaruhi atau menyebabkan perubahan dan munculnya variabel dependen. Variabel indpenden dalam penelitian ini adalah Persepsi Harga (X). (Rachiminadhisa, 2. 2 Variabel Dependen Menurut Sugiyono . Variabel dependen, juga dikenal sebagai variabel terikat, variabel output, kriteria, atau konsekuen, adalah variabel yang dipengaruhi atau disebabkan oleh variabel bebas. Keputusan Pembelian (Y) adalah variabel dependen penelitian ini. (Rachiminadhisa, 2. 2 Skala Pengukuran Variabel Menurut Sugiyono . Skala pengukuran adalah kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendek interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut saat digunakan untuk pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif. (Rusakamto, 2. Penulis menggunakan skala Likert untuk mengukur. Menurut Sugiyono . Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial. Variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel, dan indikator ini digunakan sebagai titik tolak untuk membuat item-item instrumen, yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan. Jawaban dari setiap item instrumen bervariasi dari sangat positif hingga sangat negatif. (Rusakamto, 2. JURNAL MENATA DOI: 10. VOL. NO. NOVEMBER 2024 3 Jenis Data Untuk penelitian ini, data yang digunakan adalah kuantitatif. Hal ini benar karena data ditampilkan dalam bentuk angka yang menunjukkan ukuran variabel utama. Variasi berikut dimasukkan ke dalam daftar data yang digunakan dalam penelitian ini: 3. Data Primer Menurut Hasan . dalam (Khozin, 2. data primer adalah data yang dikumpulkan atau diperoleh langsung di lapangan oleh peserta penelitian atau pihak-pihak yang terkait dengan penelitian. Data primer berasal dari informan, seperti wawancara. Untuk mengumpulkan data untuk penelitian di Tore Japanese Eatery 23 & Coffee Batam, peneliti melakukan observasi dan pembagian kuesioner kepada responden. 2 Data Sekunder Menurut Hasan . data sekunder adalah data yang dikumpulkan atau diperoleh oleh peneliti dari sumber lain yang sudah ada. Data ini digunakan untuk mendukung informasi dasar yang telah diperoleh dari sumber-sumber literatur, penelitian terdahulu, buku, dan pustaka. (Khozin, 2. Metode Pengumpulan Data Proses pengumpulan data merupakan komponen penting dari penelitian itu sendiri. Dalam penelitian ini, dokumentasi digunakan sebagai metode pengumpulan data. 1 Kuesioner (Daftar Pertanyaa. Menurut Sugiyono . dalam (Faridatunniswah, 2. Kuesioner adalah metode pengumpulan data yang memberikan responden untuk dijawab. Ini dapat diberikan secara langsung kepada responden atau melalui pos atau internet. Ada dua jenis angket: tertutup dan terbuka. Jenis tertutup ini menggunakan kuesioner yang sudah memiliki jawabannya, sehingga responden hanya perlu memilih dan menjawab secara langsung. Penyebaran kuesioner untuk penelitian ini dapat dilakukan secara digital maupun tertulis. Hal ini dapat dilakukan dengan mengirimkan survei kepada responden secara langsung menggunakan Google Formulir, bersama dengan pilihan jawaban yang telah disediakan. 2 Wawancara Menurut Usman Akbar (Faridatunniswah, 2. Wawancara adalah tanya jawab lisan antara dua orang atau lebih P-ISSN 2829-5999 E-ISSN 2829-6087 yang berguna untuk mendapatkan data secara langsung . atau untuk melengkapi metode pengumpulan data lainnya dan menguji hasil 24 pengumpulan data lainnya. Pada penelitian ini wawancara yang dilakukan adalah dengan Manager Restauran. Karyawan, dan Pelanggan untuk menjadikan penelitian ini obyektif 3 Observasi Pengumpulan data melalui pengamatan dan pencatatan tentang keadaan atau prilaku objek sasaran dikenal sebagai observasi. Peneliti melakukan observasi langsung di Tore Japanese Eatery & Coffee Batam. Menurut Sugiyono . Jika dibandingkan dengan prosedur lainnya, observasi adalah metode pengumpulan data yang memiliki kualitas unik. Selain itu, observasi tidak hanya terbatas pada individu, tetapi juga mencakup banyak objek alami. (M. Ningtyas, 2014. Dokumen Salah satu metode pengumpulan data dalam metodologi penelitian sosial adalah metode dokumentasi, yang pada dasarnya digunakan untuk menelusuri data historis. Dokumen dapat berupa tulisan, gambar, atau karya besar yang dibuat oleh seseorang. Penggunaan teknik observasi dan wawancara dalam penelitian kulitatif dilengkapi dengan studi Informasi yang diperoleh dari catatan penting dari individu dan lembaga diperkuat dan mendukung informasi yang diperoleh dari observasi dan wawancara. (Kusmiati, 2. Teknis Analisis Data Setelah mendapatkan semua data yang diperlukan untuk memecahkan masalah yang diteliti, proses penelitian yang disebut analisis data dilakukan. Keakuratan pengambilan kesimpulan sangat ditentukan oleh ketepatan dan ketepatan alat analisis. oleh karena itu, analisis data merupakan bagian dari proses penelitian yang tidak boleh diabaikan. (Muhson, 2. Berikut ini adalah jenis analisis data yang dilakukan pada penelitian ini: 3. 1 Analisis Deskriptif Analisis ini adalah analisis diskriptif yang mendeskripsikan data hasil penelitian secara keseluruhan. Deskripsi ini membuat data lebih 25 mudah dibaca dan dipelajari secara Menurut Sugiyono . Analisis deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan menggambarkan atau mendeskripsikan data yang dikumpulkan tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang dapat diterima untuk umum atau generalisasi. 2 Uji Validitas dan Reliabilitas 3. 1 Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk memeriksa validitas instrumen yang digunakan. Ini menunjukkan bahwa alat tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa JURNAL MENATA DOI: 10. VOL. NO. NOVEMBER 2024 yang sebenarnya diukur. Menurut Sugiyono . jika data yang dikumpulkan dari instrumen dikombinasikan dengan data yang sebenarnya tentang objek yang diteliti, hasil instrumen dianggap valid. Jika nilai korelasi R hitung lebih besar daripada nilai R tabel, maka kuesioner itu valid. (Jalil, 2. 2 Uji Reliabilitas Menurut Ghozali . Uji reliabilitas digunakan untuk memastikan bahwa instrumen yang digunakan dapat diandalkan. Reliable jika data yang sama terjadi pada waktu Pengujian menggunakan metode analisis Alpha Cronbach. Jika nilai a pada uji reliabilitas ini lebih besar dari 0,6, maka a dianggap reliabel. Untuk menentukan reliabilitas sebuah instrumen, standar berikut jika nilai reliabilitas Cronbach Alpha melebihi angka 0,6, maka instrumen tersebut reliabel, kuesioner dapat dipercaya, dan dapat sebaliknya, jika nilainya kurang dari angka 0,6, maka instrumen tersebut tidak reliabel, kuesioner tidak dapat dipercaya, dan tidak dapat digunakan. 3 Uji Asumsi Klasik Menurut Ghozali . Sebelum analisis regresi linear berganda dilakukan, dilakukan uji asumsi klasik. Pengujian ini dilakukan untuk memastikan bahwa koefisien regresi konsisten, tidak bias, dan tepat dalam estimasi. Uji asumsi 26 klasik digunakan untuk menunjukkan bahwa pengujian telah menghindari heteroskedastisitas, normalitas, dan multikolonieritas data, sehingga dapat dimasukkan ke dalam analisis regresi Selain itu, model baru dianggap cukup akurat dan dapat digunakan untuk memprediksi apabila telah berhasil melewati beberapa uji asumsi konvensional yang melandanya. (Arisandi, 2. 1 Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk mengetahui distribusi data untuk variabel penelitian dan sebaliknya sebelum data diolah menggunakan model penelitian. Uji Kolmogorov-smirnov adalah uji perbedaan antara data yang diuji dan data normal baku untuk menentukan apakah mereka normal atau tidak. Metode ini dianggap layak dan efektif dalam penelitian ini. Menurut keputusan, jika Sig lebih besar dari 0,05, maka data berdistribusi normal, dan jika Sig kurang dari 0,05, maka data tidak berdistribusi normal. (Muqsit, 2. 2 Uji Multikolinearitas Fokus uji multikolinearitas adalah untuk mengetahui apakah ada korelasi antara variabel bebas . dalam model regresi. Jika ada, uji ini menunjukkan bahwa ada masalah multikolinearitas, atau adanya korelasi antara variabel bebas. Nilai varian inflation factor, atau P-ISSN 2829-5999 E-ISSN 2829-6087 VIF, dari hasil analisis regresi berganda dapat dilihat untuk mengidentifikasi multikolinearitas dalam model regresi berganda. Jumlah ini menunjukkan jumlah variabel independen yang masing-masing dapat dipengaruhi oleh variabel independen lainnya. Multikolinearitas yang signifikan ditemukan ketika VIF lebih dari 10. (Muqsit, 2. 4 Analisis Regresi Linear Sederhana Analisis regresi linear sederhana menganalisis hubungan secara linear antara variabel independen (X) dan variabel dependen (Y). Dalam kasus di mana variabel independen meningkat atau menurun, analisis ini menentukan arah hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. (Kholifah, 2. Rumus yang digunakan adalah: 1 Uji Pengaruh Parsial (Uji-. Uji statistik t menunjukkan seberapa besar pengaruh setiap variabel independen terhadap variasi variabel Untuk melakukan uji ini, nilai t hitung dan nilai t tabel akan dibandingkan dengan cara A Jika t hitung > dari t tabel atau profitabilitas < dari tingkat signifikansi (Sig < 0,. , maka Ha diterima dan Ho ditolak dan variabel independent berpengaruh terhadap variabel dependen. A Jika t hitung < dari t tabel atau profitabilitas > dari tingkat signifikansi (Sig > 0,. , maka Ha ditolak dan Ho diterima dan variabel independen tidak mempengaruhi variabel dependen. Uji Pengaruh Serempak (Uji F) Pada dasarnya, uji F dilakukan untuk mengetahui apakah semua variabel bebas dalam model mempengaruhi variabel dependen secara bersama-sama. Dengan melihat besarnya nilai probabilitas signifikannya, ini digunakan. Menurut Imam Ghozali . Variabel independen atau variabel bebas akan memiliki pengaruh bersama yang signifikan terhadap variabel terikat dalam kasus di mana nilai probabilitas signifikannya < 5%. JURNAL MENATA DOI: 10. VOL. NO. NOVEMBER 2024 Berikut ini adalah dasar pengambilan kesimpulan untuk uji F: A Jika nilai F hitung < dari nilai F tabel dan jika probabilitas . > dari 0,05(), maka H0 diterima. Ini menunjukkan bahwa variabel 28 independen tidak mempengaruhi secara signifikan variabel dependen secara bersamaan atau secara bersamaan. A Jika nilai F hitung > F tabel dan probabilitas . < dari 0,05(), maka H0 ditolak. Ini menunjukkan bahwa variabel independen mempengaruhi variabel dependen secara signifikan pada saat yang sama. 6 Lokasi dan Waktu Penelitian 3. 1 Lokasi Lokasi penelitian ini dilakukan di Tore Japanese Eatery & Coffee Batam, yang terletak di Jl. Mitra Raya. 2 (Mitra . Kiosk A-05&06. B-05&06. Kota Batam. Kepulauan Riau 29444. 2 Waktu Penelitian Waktu penelitian berlangsung selama dua bulan, yang dimulai pada September 2023 dan berakhir pada Oktober 2023. PEMBAHASAN Berikut adalah pernyataan atau alasan yang disampaikan oleh pemilik Tore Japanese Eatery & Coffee Batam. AuDi tengah-tengah kondisi terburuk dari epidemi ini, ketika banyak orang yang ragu untuk memulai sebuah perusahaan . erutama makanan dan minuman, yang terkena dampak buru. , saya melihat peluang yang luar biasa karena tidak ada banyak restoran Jepang dan harga sewanya murah. Menariknya, saya tertarik pada industri makanan Jepang karena saya sangat menikmati masakannya dan karena mengembangkan pasar makanan Jepang di Batam. Selain pasar orang-orang yang nongkrong dan minum kopi di sekitar Mitra 2, ada rasa penasaran pada kopi pada saat itu untuk bisa Jadi saya berpikir, mengapa tidak menggabungkan keduanya? di mana anda dapat Jepang Satu hal yang membedakan kami dengan restoran Jepang lainnya adalah kami mendorong pelanggan untuk bersantap dengan cara yang lebih santai dan menikmati kopi serta makanan Jepang pada saat yang bersamaan. Banyak pelanggan yang datang, dan sambil bersantap, mereka dapat bekerja . erutama selama wabah, ketika masih banyak WFH). Untuk sebuah restoran Jepang, di mana pelanggan dapat menikmati hidangan, suasana. P-ISSN 2829-5999 E-ISSN 2829-6087 dan layanan yang luar biasa dengan biaya yang lebih masuk akal, harga jual kami juga sangat sederhanaAy. Identifikasi responden diperoleh dari data kuisioner yang disebarkan oleh penulis, yang mencakup jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, dan pekerjaan responden. Populasi dari penelitian ini adalah pengunjung restoran Tore Japanese Eatery & Coffee Batam dengan berjumlah 104 responden. 1 Jenis Kelamin Identifikasi responden berdasarkan jenis kelamin ditampilkan dalam tabel berikut: Minat suatu kalangan untuk pergi ke restoran dipengaruhi oleh usia. Di dalam tabel diatas, dapat dilihat bahwa responden yang berusia antara 15 dan 24 tahun merupakan kelompok usia terbesar . , atau 82,9%). Sementara 1 responden, atau 0,9% dari total responden, berusia antara 35 dan 44 tahun. Pendidikan Terakhir Responden dalam survei ini JURNAL MENATA DOI: 10. VOL. NO. NOVEMBER 2024 pendidikan terakhir pengunjung Tore Japanese Eatery & Coffee Batam. Berdasarkan tabel di atas, mereka yang telah menyelesaikan pendidikan terakhirnya di sekolah menengah atas atau sekolah menengah kejuruan mencapai 69 atau 66,3% dari responden. Mereka yang telah menyelesaikan pendidikan setara diploma berada di urutan kedua dengan jumlah 21 atau 20,2%, diikuti oleh mereka yang telah menyelesaikan pendidikan sarjana 13 atau 12,5%, pendidikan magister 1 atau 0,9%, dan mereka yang telah menyelesaikan pendidikan setara SMP dan SD tidak ada yang memberikan Pekerjaan Berikut ini adalah tabel menunjukkan pekerjaan responden. Pada Tabel 4. 4, responden yang memberikan kontribusi terbesar dalam hal pekerjaan adalah mahasiswa, yaitu sebanyak 61 orang atau 58,7%. Diikuti oleh karyawan swasta sebanyak 30 orang atau 28,8%, tidak bekerja sebanyak 6 orang atau 5,8%, pelajar sebanyak 3 orang atau 2,9%, wirausaha sebanyak 1 orang atau 0,9%, ibu rumah tangga, guru homeschooling, dan chef sebanyak 1 orang atau 0,9%, serta pegawai negeri sipil . yang tidak memiliki responden. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Uji Validitas Data Tujuan dari uji validitas data adalah untuk mengetahui keabsahan item-item kuesioner yang telah diberikan responden. Penilaian validitas terhadap instrumen penelitian merupakan prasyarat untuk melakukan pengujian hipotesis. Nilai krusial dari korelasi product moment atau r tabel pada penelitian ini adalah 0,202, dan nilai korelasi atau r tabel pada uji validitas harus lebih P-ISSN 2829-5999 E-ISSN 2829-6087 dari 0,202 dengan tingkat signifikansi sebesar 5% dengan jumlah sampel 104 responden. Hasil dari uji validitas kuesioner penelitian ini ditampilkan dalam tabel berikut: 2 Uji Reliabilitas Kinerja pengukuran pada setiap variabel dievaluasi dengan menggunakan uji reliabilitas. Nilai 0,6 untuk Cronbach Alpha digunakan untuk menilai ketergantungan. Nilai yang lebih besar dari 0,6 menunjukkan bahwa variabel tersebut dapat diandalkan dan cocok untuk digunakan dalam penelitian. Temuan uji reliabilitas ditampilkan dalam tabel di bawah ini: Persepsi Harga Nilai yang terkait dengan harga yang dihubungkan dengan keuntungan dari memiliki atau menggunakan suatu barang atau jasa dikenal sebagai persepsi harga. Karena itulah persepsi harga menjadi alasan mengapa seseorang membuat keputusan untuk membeli (Kusuma, 2. Didalam variabel persepsi harga terdapat 4 indikator yaitu: Daya saing harga. Kesesuaian harga dengan manfaat harga. Keterjangkauan Harga. Harga sesuai dengan kualitas produk. Pada setiap indikator tersebut peneliti menyediakan setiap pernyataan kepada pelanggan atau pembeli atau konsumen Tore Japanese Eatery Coffee Batam. Jumlah responden yang memberikan tanggapan dengan sangat setuju adalah 23 atau 22,1%, yang memberikan tanggapan setuju adalah 43 atau 41,3%, yang memberikan tanggapan netral JURNAL MENATA DOI: 10. VOL. NO. NOVEMBER 2024 adalah 34 atau 32,7%, yang tidak setuju adalah 3 atau 3,9%, dan yang memberikan tanggapan dengan sangat tidak setuju adalah 1 atau 1%. Hasil menunjukkan bahwa tanggapan responden sangat baik. Ini dapat dilihat dari fakta bahwa harga makanan dan minunan yang ditawarkan Tore Japanese Eatery & Coffee Batam cukup Jumlah responden yang memberikan tanggapan dengan sangat setuju adalah 28 atau 26,9%, yang memberikan tanggapan setuju adalah 49 atau 47,1%, yang memberikan tanggapan netral adalah 25 atau 24%, dan yang memberikan tanggapan tidak setuju dan sangat tidak setuju adalah 1 atau 1%. Hasil menunjukkan bahwa tanggapan responden sangat baik. Ini dapat dilihat dari fakta bahwa harga makanan dan minuman yang ditawarkan Tore Japanese Eatery & Coffee Batam sesuai dengan manfaat yang Jumlah responden yang memberikan tanggapan dengan sangat setuju adalah 30 atau 28,8%, yang memberikan tanggapan setuju adalah 37 atau 35,6%, yang memberikan tanggapan netral adalah 31 atau 29,8%, dan yang memberikan tanggapan tidak setuju dan sangat tidak setuju adalah 3 atau 2,9%. Hasil menunjukkan bahwa tanggapan responden sangat baik. Ini dapat dilihat dari faktabahwa pembeli merasa bahwa berbagai metode pembayaran yang ditawarkan di Tore Japanese Eatery & Coffee Batam memadai. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Dalam model regresi variabel penelitian, uji normalitas digunakan untuk P-ISSN 2829-5999 E-ISSN 2829-6087 mengidentifikasi faktor pengganggu dan nilai residual yang memiliki distribusi data yang tidak Hasil uji normalitas penelitian ini ditampilkan pada tabel di bawah ini: Histogram dari kurva normal di atas memiliki bentuk lonceng yang sempurna. Dengan demikian, data atau model regresi yang digunakan dalam penelitian ini dianggap berdistribusi normal. Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual digunakan untuk melakukan uji normalitas, seperti yang terlihat pada grafik di bawah ini: Seperti yang terlihat pada grafik histogram di atas, titik-titik pada grafik mengikuti garis Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa data dalam penelitian ini terdistribusi secara normal karena data yang dianalisis memenuhi kriteria uji asumsi klasik. JURNAL MENATA DOI: 10. VOL. NO. NOVEMBER 2024 Uji Regresi Linear Sederhana Analisis regresi linier sederhana digunakan untuk mempelajari hubungan linier antara satu variabel independen (X) dan variabel dependen (Y). Menentukan arah hubungan antara variabel-variabel tersebut adalah tujuan dari penyelidikan ini. persamaan regresi Y adalah 3. 256X, dan koefisien variabel bebas (X) adalah 1. sehingga nilai koefisien konstanta adalah 3. Nilai konstanta diketahui berdasarkan persamaan di atas. Secara matematis, konstanta ini menunjukkan bahwa minat kunjung dengan Persepsi Harga 0 memiliki nilai 3. Sekarang kita tahu bahwa nilai sig 0,000 kurang dari 0,05, jadi kita bisa mengatakan bahwa variable X Nilai kolerasi 0,804 adalah nilai koefisien, seperti yang ditunjukkan dalam tabel di atas. Nilai ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang cukup kuat antara kedua variabel penelitian. Selain itu, tabel di atas menunjukkan nilai R Square atau koefisien determinasi (KD), yang menunjukkan seberapa baik model regresi dibentuk oleh interaksi variabel bebas dan variabel terikat. Nilai KD yang diperoleh adalah 64,7%, jadi variabel bebas X memiliki kontribusi sebesar 64,7% terhadap variabel Y. Output di atas menunjukkan bahwa Persepsi Harga (X) terhadap Keputusan Pembelian (Y) di Tore Japanese Eatery & Coffee Batam adalah 64,43%. Nilai Adjusted R Square adalah 0,643. Dengan banyaknya restoran Jepang di Kota Batam, para pengusaha harus berpikir lebih P-ISSN 2829-5999 E-ISSN 2829-6087 kreatif untuk membuat sesuatu yang berbeda dari yang lain yang tetap terjaga, terutama headline Ini membuat tamu merasa terjangkau dan mempengaruhi keputusan pembelian mereka sehingga mereka dapat menikmati 42 suasana Jepang dan bersantai sambil menghabiskan waktu luang. Calon tamu dapat sering datang ke restoran Jepang ini bahkan membawa keluarga atau teman mereka. Tore Japanese Eatery & Coffee berada di Jl. Mitra Raya. 2 (Mitra . Kiosk A 05&06. B-05&06. Kota Batam. Kepulauan Riau 29444. Penulis tertarik melakukan penelitian tentang restoran Jepang tersebut. Studi ini mengkaji bagaimana persepsi harga memengaruhi keputusan pembelian sebelum uji Uji coba instrumen dan asumsi klasik telah dilakukan sebelumnya. Salah satu tujuan dari uji coba alat ini adalah untuk menentukan apakah kuesioner tersebut layak didistribusikan atau tidak. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif antara persepsi harga dan keputusan pembelian di Tore Japanese Eatery & Coffee Batam. Uji validitas penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 104 orang yang berpartisipasi sebagai pelanggan atau pembeli di Tore Japanese Eatery & Coffee Batam, seperti yang digambarkan dalam Tabel 4. Dalam penelitian ini, penulis menyebarkan kuesioner dan memperoleh 104 orang yang menjawabnya. Responden terbanyak adalah perempuan, dengan 61 orang atau 58. Responden dengan usia antara 15 dan 24 tahun adalah 86 orang, atau 82,7%, dan responden dengan pekerjaan mahasiswa adalah 61 orang, atau 58,7%. Penulis telah melakukan uji instrumen dan asumsi klasik sebelum membuat Uji validitas dan reliabilitas instrumen adalah dua kategori uji instrumen. Alat ini pernyataan dalam kuesioner layak atau tidak untuk didistribusikan. Setelah memperoleh data yang valid dengan kriteria r hitung lebih besar dari r tabel dan taraf signifikasi = 5% . penulis menggunakan rumus Cronbach Alpha untuk menguji reliabilitas. Berdasarkan Tabel 6, terlihat bahwa nilai Cronbach Alpha dari semua variabel yang diujikan di atas 0. dengan variabel persepsi harga 0,766 dan variabel keputusan pembelian 0,830. Tabel 4. menunjukkan bahwa uji validitas pada variabel efektivitas kerja dan variabel manajemen waktu dinyatakan valid. Selain itu, dapat dilihat bahwa uji reliabilitas yang dilakukan menggunakan teknik formula Cronbach Alpha menghasilkan nilai Cronbach Alpha untuk kedua variabel, yaitu JURNAL MENATA DOI: 10. VOL. NO. NOVEMBER 2024 43 0,766 untuk variabel persepsi harga dan 0,830 untuk variabel keputusan pembelian. Nilai Cronbach Alpha untuk masing-masing variabel tersebut berada di atas 0,6. untuk memastikan bahwa semua instrumen yang digunakan untuk masing-masing ditunjukkan sebagai reliabel. Uji t dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh sendirisendiri antara variabel X dan Y. Hasil uji t, yang disajikan pada tabel 4. 17, menunjukkan bahwa variabel persepsi harga (X) dan variabel keputusan pembelian (Y) berhubungan satu sama lain secara parsial, yaitu berdasarkan nilai Jika nilai sig 0,000 lebih besar dari 0,05, maka variabel persepsi harga (X) mempengaruhi variabel keputusan pembelian (Y). Uji r dilakukan setelah uji t untuk mengetahui seberapa besar pengaruh yang diberikan oleh variabel X dan Y. Nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,804, menunjukkan bahwa hubungan antara variabel X dan Y relatif kuat, karena nilai koefisien korelasi (R) lebih besar dari 0,5. Tabel 4. 18 juga menunjukkan nilai koefisien determinasi (R. sebesar 0,647. Hasil ini menunjukkan bahwa persepsi harga yang diteliti dalam penelitian ini memiliki pengaruh sebesar 64,7% terhadap keputusan pembelian. SIMPULAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian mengenai Pengaruh Persepsi Harga Terhadap Keputusan Pembelian di Tore Japanese Eatery & Coffee Batam, dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh positif dari persepsi harga terhadap keputusan pembelian di Tore Japanese Eatery & Coffee Batam. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai thitung 13. 658 lebih besar daripada nilai ttabel 1. Ini menunjukkan bahwa pembelian di Tore Japanese Eatery & Coffee Batam. 2 Saran Setelah melakukan penelitian ini, penulis membuat beberapa rekomendasi yang dapat digunakan sebagai sumber informasi untuk Berikut rekomendasi yang diberikan oleh penulis: A Bagi Tore Japanese Eatery & Coffee Batam Untuk masyarakat dan meningkatkan keputusan pembelian. Tore Japanese Eatery & Coffee Batam harus meningkatkan kualitas pilihan menu yang baru dan unik serta beberapa peningkatan kriteria pelayanan yang baik. A Bagi Peneliti Disarankan bagi calon peneliti yang melakukan penelitian tentang persepsi harga dan keputusan pembelian untuk P-ISSN 2829-5999 E-ISSN 2829-6087 memasukkan metode dan variabel tambahan yang mempengaruhi keputusan pembelian selain variabel persepsi harga. Salah satu cara untuk melakukan ini adalah dengan melakukan wawancara mendalam dengan karyawan Tore Japanese Eatery & Coffee Batam. Ini akan mengubah data yang dikumpulkan dari kuesioner yang sudah tersedia dan memberikan informasi lebih lanjut tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan. DAFTAR PUSTAKA