Jurnal Teknik Sipil Vol. 12, 2019 No. 1, :Januari KANDIDAT. Vol. No. Unaya, 1. September 1-10 2026 : 22-32 http://jurnal. id/tekniksipilunaya http://jurnal. id/index. php/kandidat Available online at w. id/tekniksipil ISSN 2407-9200 (Onlin. Universitas Abulyatama Jurnal Teknik Sipil Unaya Evaluasi Perbandingan Variasi Tata Letak Dinding Geser pada Gedung 8 Lantai Mirara Khanza*1. Rizkia Indriani Putri 2. Johannes Panjaitan 3 Dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Gedung. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Jakarta. Jakarta Timur, 13210. Indonesia. *Email korespondensi: mirarakhanza@unj. Diterima Desember 2025. Disetujui 31 Januari 2026. Dipublikasi 31 Januari 2026 Abstract: This study examines the role of shear walls in enhancing the seismic performance of buildings through a comparative analysis of three 8-story structural models with variations in the layout and configuration of shear walls placed around the elevator and staircase areas. Shear walls function to increase lateral stiffness, reduce inter-story drift, and distribute seismic forces more effectively within the dual system. The analysis was conducted using ETABS software with response spectrum seismic loading in accordance with SNI 1726:2019. The results show that all three models satisfy the allowable limits for drift, structural period, and Modal Participating Mass Ratio (MPMR). However. Model 3 demonstrates the best performance, with the shortest structural period, balanced base shear (A4900 kN), and the smallest maximum drift . 89 cm in the X-direction and 1. 14 cm in the Y-directio. Furthermore, the distribution of shear wall contribution . 16%) and frame contribution . indicates the most optimal balance of the dual system. Keywords: shear wall, modal participating mass ratios, dual structural system, respon spectrum. Abstrak: Penelitian ini membahas peran dinding geser dalam meningkatkan kinerja seismik bangunan melalui analisis perbandingan tiga model struktur 8 lantai dengan variasi tata letak dan bentuk dinding geser yang ditempatkan di area lift dan tangga. Dinding geser berfungsi menambah kekakuan lateral, mengurangi simpangan antar tingkat, serta mendistribusikan gaya gempa lebih seimbang pada sistem Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak ETABS dengan pembebanan gempa respons spektrum sesuai SNI 1726:2019. Hasil menunjukkan bahwa ketiga model memenuhi batas izin simpangan, periode, dan Modal Participating Mass Ratio (MPMR). Namun. Model 3 memberikan performa terbaik dengan periode paling pendek, base shear seimbang (A4900 kN), serta drift maksimum terkecil . ,89 cm arah X dan 1,14 cm arah Y). Selain itu, distribusi kontribusi dinding geser . ,4372,16%) dan rangka . ,8433,57%) menunjukkan keseimbangan sistem ganda yang paling optimal. Kata kunci : dinding geser, rasio modal partisipasi massa, sistem struktur ganda, respom spektrum. - 22 - Jurnal Teknik Sipil Unaya. Vol. No. Januari 2026 : 22-32 http://jurnal. id/tekniksipilunaya Indonesia terletak pada kawasan Cincin Api utama berupa Modal Participating Mass Ratio Pasifik (Pacific Ring of Fir. yang memiliki tingkat (MPMR), gaya geser dasar, inter-story drift, serta kerawanan tinggi terhadap gempa bumi . Kondisi evaluasi sistem struktur ganda. Analisis ini geologis ini menuntut perencanaan struktur bertujuan menilai efektivitas penambahan dinding bangunan yang mampu menahan gaya lateral akibat geser dalam meningkatkan ketahanan seismik kenyamanan penghuni (Prasetio et al. , 2023. Bush KAJIAN PUSTAKA et al. , 2. Aspek ketahanan gempa menjadi Struktur Dinding Geser sangat penting, terutama pada bangunan vital Dinding geser merupakan elemen struktural seperti rumah sakit yang harus tetap berfungsi vertikal dari beton bertulang yang berfungsi menahan gaya lateral akibat gempa maupun angin. Salah satu solusi struktural yang banyak sekaligus meningkatkan stabilitas bangunan (Cery digunakan untuk meningkatkan ketahanan lateral et al. , 2. Elemen ini dipasang dari fondasi adalah dinding geser. Elemen ini berperan dalam hingga atap dan bekerja menyalurkan beban lateral ke fondasi sehingga menambah kekakuan serta simpangan antar lantai, serta menyalurkan gaya kestabilan struktur (Yadav & Joshi, 2. Pada gempa secara lebih merata ke pondasi (Baehaki, bangunan bertingkat tinggi, dinding geser berperan Mibang & Choudhury, 2. Penempatan penting dalam mengurangi simpangan lateral, shear wall yang tepat juga dapat mengurangi efek meningkatkan kapasitas menahan gaya horizontal, torsi akibat eksentrisitas serta meningkatkan dan membantu distribusi beban vertikal secara stabilitas global bangunan (Kusuma et al. , 2017. merata, terutama jika ditempatkan pada posisi Nursani et al. , 2. Lokasi strategis seperti area strategis dalam struktur (Zad, 2. inti, lift, tangga, maupun sudut bangunan sering dipilih karena efektif sekaligus tidak mengurangi Konfigurasi Dinding Geser fleksibilitas ruang (Budi Bagus Kuncoro & Dahlia. Konfigurasi dinding geser memegang peranan Imannanta et al. , 2023. Jadhav et al. , 2022. penting dalam perencanaan bangunan tahan gempa. Kumar, 2018. Widorini et al. , 2. meliputi penempatan di perimeter, inti bangunan Penelitian ini difokuskan pada RSUD . ore wal. , serta pola simetris maupun asimetris Pesanggrahan Jakarta Selatan, sebuah gedung (Ozkul et al. , 2. Penempatan simetris terhadap rumah sakit 8 lantai. Hasil evaluasi menunjukkan sumbu utama umumnya menghasilkan respons bahwa sistem struktur yang digunakan, yaitu Sistem seismik lebih stabil karena momen torsi rendah (Aji Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK), belum et al. , 2. , sedangkan pola asimetris berpotensi memenuhi persyaratan ketahanan gempa secara meningkatkan momen puntir yang menurunkan Untuk mengkaji peningkatan kinerja kinerja struktur (Vijayan & Daniel, 2. Core wall seismik bangunan, dilakukan analisis komparatif yang dipadukan dengan sistem outrigger dapat terhadap tiga model struktur, dengan parameter Evaluasi Perbandingan Variasi. (Khanza. Putri & Panjaitan, 2. - 23 - ISSN 2407-9200 (Onlin. penempatan di perimeter atau sudut bangunan efektif memperbesar kapasitas torsi sekaligus mendistribusikan beban lateral secara merata (Hasrat et al. , 2. Analisis konfigurasi yang . ketidakseimbangan distribusi gaya yang berisiko Gambar 1. Variasi Tata Letak Dinding Geser (Jadav et al. memicu kerusakan lokal hingga keruntuhan total saat gempa (Nursani et al. , 2. Bentuk geometris turut memengaruhi efektivitas dinding geser (Wiryadi & Sudarsana, 2. Dinding berbentuk I memberikan kekakuan lateral yang efisien, bentuk L meningkatkan kekakuan torsional dan momen inersia, sedangkan bentuk T memperbesar kapasitas . lateral sekaligus ketahanan aksial. Coupled shear wall mampu mendistribusikan beban lateral secara merata serta meningkatkan daktilitas. Sementara itu, core wall berbentuk C atau tabung umum . efektivitasnya terhadap torsi dapat berkurang jika Gambar 2. Variasi Bentuk Dinding Geser (Wiryadi et al. tidak dipadukan dengan outrigger atau perimeter frame (Hasrat et al. , 2. Bertikut konfigurasi Gaya Geser Dasar letak dinding geser pada Gambar 1 dan bentuk Gaya geser dasar merupakan total gaya dinding geser pada Gambar 2. horizontal maksimum pada dasar struktur akibat beban gempa, yang menjadi representasi utama beban lateral seismik dalam perencanaan dan analisis gedung bertingkat (Ayuddin, 2. SNI 1726-2019 pasal 7. 1 mengatur bahwa hasil analisis dinamik harus menghasilkan nilai . minimal sama dengan 100% gaya geser dasar dari analisis statik ekivalen. Simpangan Antar Tingkat Simpangan antar tingkat . nter-story drif. Evaluasi Perbandingan Variasi. (Khanza. Putri & Panjaitan, 2. - 24 - Jurnal Teknik Sipil Unaya. Vol. No. Januari 2026 : 22-32 http://jurnal. id/tekniksipilunaya adalah perpindahan horizontal relatif antara dua lantai yang berdekatan akibat gaya lateral seperti beban gempa atau angin. Nilainya dihitung sebagai selisih simpangan total lantai atas dan lantai di bawahnya, sehingga mencerminkan perpindahan antar tingkatan. Berikut ilustrasi pada Gambar 3. Gambar 4. Lokasi Penelitian (Google Earth, 2. Metode Pelaksanaan Penelitian Pengumpulan Data Penelitian ini memanfaatkan data primer dan Data primer berasal dari gambar for construction bangunan yang menjadi objek studi, mencakup aspek arsitektur, konfigurasi sistem struktur, dimensi elemen utama, serta detail struktur. Gambar 3. Simpangan Antar Tingkat (BSN, 2. Data ini juga meliputi hasil penyelidikan tanah di Adapun rumus yang digunakan dalam perhitungan lokasi proyek yang memuat jenis tanah, kapasitas simpangan antar tingkat pada persaman berikut: yuycu = yaycc yuycuyce yayce dukung, dan parameter geoteknik untuk analisis . Data sekunder diperoleh dari peraturan. Keterangan : yuycu = Simpangan elastik pada tingkat x . yaycc = Faktor perbesaran simpangan lateral yayce = Faktor keutamaan gempa buku, dan jurnal terkait, mencakup pembebanan gravitasi, percepatan gempa, dan klasifikasi tanah yang digunakan dalam analisis. Kontrol Sistem Struktur Pemodelan Struktur Bangunan Pemodelan struktur dilakukan dengan ETABS Untuk sistem ganda, rangka pemikul momen pada bangunan beton bertulang 8 lantai. dan dinding geser atau rangka bresing harus tiga model struktur yang dianalisis dengan didistribusikan secara proporsional untuk menahan konfigurasi dimensi balok dan kolom yang sama, gaya gempa. Untuk sistem ini, rangka pemikul namun dilengkapi dinding geser pada area lift dan momen harus mampu menahan 25% dari gaya tangga untuk meningkatkan kekakuan lateral serta gempa desain (Lesmana, 2. kinerja seismik. Analisis ketiga model dilakukan METODE PENELITIAN dengan metode dinamik berbasis respons spektrum. Objek dan Lokasi Penelitian Analisis Struktur Bangunan Objek penelitian ini merupakan proyek Analisis struktur dilakukan untuk menilai Rumah Sakit Umum Daerah Pesanggrahan 8 lantai kinerja seismik 3 model menggunakan metode pada Kec. Pesanggrahan. Kota Jakarta Selatan. respons spektrum sesuai SNI 1726:2019. Parameter Berikut Lokasi penelitian terdapat pada Gambar 4. yang dianalisis meliputi Modal Participating Mass Ratio (MPMR) untuk mengetahui keterlibatan Evaluasi Perbandingan Variasi. (Khanza. Putri & Panjaitan, 2. - 25 - ISSN 2407-9200 (Onlin. massa dalam mode getar utama, gaya geser dasar . ase shea. sebagai indikator total beban lateral, pengecekan sistem kontrol dual system, serta simpangan antar tingkat untuk menilai deformasi Analisis menentukan performa optimal dari berbagai skenario variasi tata letak dinding geser pada bangunan dengan sistem struktur ganda yang Gambar 6. Model 2 mengombinasikan rangka pemikul momen dan dinding geser. HASIL DAN PEMBAHASAN Model Struktur Bangunan Pemodelan struktur dalam penelitian ini terdiri dari tiga model bangunan 8 lantai yang dibuat menggunakan perangkat lunak ETABS. Ketiga model memiliki konfigurasi serupa dengan Gambar 7. Model 3 perbedaan pada penempatan dinding geser yang Pengecekkan MPMR ditempatkan di area lift dan tangga. Mutu beton Berikut perbandingan hasil output Modal yang digunakan adalah fAoc = 30 MPa dengan baja Participating Mass Ratios dari Model 1. Model 2, tulangan fy = 420 MPa, serta pembebanan yang dan Model 3 pada Tabel 1. - Tabel 3. diterapkan secara seragam untuk menghasilkan Tabel 1 . Modal Participating Mass Ratio Model 1 perbandingan kinerja yang objektif. Berikut gambar pemodelan pada Gambar 5 Ae Gambar 7. Case Mode Modal Modal 0,938 70,2418 0,2823 6,8246 0,757 1,6517 67,7815 5,8262 Modal 0,713 5,4317 6,5593 62,5884 Modal 0,277 10,7578 0,0442 0,749 Modal 0,215 0,2553 10,758 2,1896 Modal 0,194 0,4383 3,0555 10,3237 Modal 0,157 0,0221 0,0033 0,0129 Modal 0,141 4,5352 0,012 0,281 Modal 0,129 0,1095 0,0062 Modal 0,105 0,1325 3,8386 1,3654 Gambar 5. Model 1 Evaluasi Perbandingan Variasi. (Khanza. Putri & Panjaitan, 2. - 26 - Period . Jurnal Teknik Sipil Unaya. Vol. No. Januari 2026 : 22-32 http://jurnal. id/tekniksipilunaya Modal 0,102 0,1061 0,0133 0,0661 Total 0,9368 0,9234 0,9023 Case Mode Period Modal 0,078 0,050 0,005 0,022 Total 0,9403 0,9139 0,9263 Tabel 2 . Modal Participating Mass Ratio Model 2 Case Mode Modal Modal Period Dari ketiga model, respon translasi sudah 1,121 75,500 1,153 2,071 0,912 2,938 47,090 25,401 Modal 0,766 0,267 27,493 48,203 Modal 0,342 10,684 0,089 0,226 atas 90% pada semua arah (UX 93,68%. Modal 0,259 0,305 9,074 3,348 92,35%, dan RZ 90,23%). Model 2 memiliki Modal 0,216 0,057 3,815 9,181 periode lebih panjang, yaitu 1,121 detik, dengan Modal 0,180 4,284 0,026 0,105 Modal 0,157 0,002 0,004 0,010 Modal 0,130 0,001 0,018 0,103 Modal 0,124 0,108 4,092 1,097 0,893 detik dengan distribusi partisipasi massa yang Modal 0,112 2,439 0,049 0,005 lebih merata dan nilai kumulatif lebih tinggi, yakni Total 0,9658 0,9290 0,8975 UX 94,03%. UY 91,39%, dan RZ 92,63%. dominan pada mode awal sehingga memenuhi ketentuan SNI 1726:2019 terkait partisipasi massa. Model 1 dengan periode fundamental 0,938 detik mampu mencapai kumulatif partisipasi massa di partisipasi massa kumulatif UX dan UY melebihi 90%, namun arah rotasi (RZ) hanya 89,75% sehingga tidak sepenuhnya memenuhi syarat. Adapun Model 3 memiliki periode fundamental Berdasarkan kombinasi periode dan capaian partisipasi massa. Model 3 dapat dinyatakan Tabel 3 . Modal Participating Mass Ratio Model 3 Case Period Mode Modal 0,893 44,976 10,820 20,685 Modal 0,672 29,357 15,545 29,876 Modal 0,568 0,017 48,119 25,776 Modal 0,231 8,983 1,436 4,050 Modal 0,160 4,147 6,294 1,727 Modal 0,156 2,423 1,729 0,895 Modal 0,131 0,035 0,056 0,343 Modal 0,126 1,023 7,290 7,667 Modal 0,106 2,894 0,066 1,548 Modal 0,101 0,131 0,033 0,045 Evaluasi Perbandingan Variasi. (Khanza. Putri & Panjaitan, 2. sebagai model yang paling baik karena memenuhi seluruh kriteria sekaligus memberikan gambaran perilaku struktur yang lebih representatif. Gaya Geser Dasar (Base Shea. Berikut hasil gaya geser dasar Model 1 Model 3 pada Tabel 4. Tabel 4 . Base Shear Statik dan Dinamik Model - 27 - V Dinamik Vx . N) Vy. N) V Statik Vx . N) Vy. N) Model 1 3567,73 3549,02 3943,10 4608,62 Model 2 3432,36 2931,42 4016,22 4694,00 Model 3 3153,47 3024,71 4238,59 4953,99 ISSN 2407-9200 (Onlin. Berdasarkan Tabel 4, nilai base shear dinamik pada ketiga model dibandingkan dengan base shear elevasi . statik menunjukkan bahwa seluruh model masih berada di bawah nilai statik sehingga diperlukan penskalaan agar sesuai ketentuan SNI 1726:2019, yaitu V dinamik harus minimum 100% dari V Model 1 memiliki faktor skala terkecil, yakni Gempa Arah X Lmit 1,105 (V. dan 1,299 (V. , sehingga perbedaan Gempa arah Y Drift . /hs. Gambar 8. Grafik Simpangan Antar Tingkat Model 1 antara respon dinamik dan statik relatif kecil. Model 2 dan Model 3 membutuhkan faktor skala lebih besar, terutama pada arah Vy yang mencapai 1,601 elevasi . dan 1,638. Hal ini menunjukkan bahwa hasil analisis dinamik Model 1 lebih mendekati statik sehingga lebih efisien dari segi penskalaan. Jika ditinjau dari nilai base shear statik. Model 3 Gempa Arah X Lmit memiliki nilai terbesar yaitu 4238,59 kN (V. dan 4953,99 kN (V. , diikuti oleh Model 2, kemudian Gempa arah Y Drift . /hs. Gambar 9. Grafik Simpangan Antar Tingkat Model 2 Model 1. Nilai base shear statik yang lebih besar mengindikasikan kekakuan struktur yang lebih tinggi, sehingga Model 3 dapat dikatakan lebih kaku elevasi . dibandingkan Model 1 dan Model 2. Dengan demikian, apabila dilihat dari aspek efisiensi penskalaan. Model 1 lebih unggul, sedangkan dari segi kekakuan struktur. Model 3 memiliki respons Gempa Arah X Lmit yang lebih besar terhadap beban gempa. Gempa arah Y Drift . /hs. Gambar 10. Grafik Simpangan Antar Tingkat Model Simpangan Antar Tingkat Berikut simpangan antar tingkat Model 1 - Berdasarkan grafik di atas, seluruh model Model 3 pada Gambar 8. - Gambar 10. menunjukkan nilai simpangan antar tingkat yang masih berada di bawah batas izin . imit drift = 3,96 c. sesuai ketentuan perhitungan SNI 1726:2019, sehingga ketiganya dapat dikategorikan aman terhadap kriteria simpangan. Model 1 memiliki drift maksimum sekitar 2,48 cm pada arah X dan 1,65 cm pada arah Y, sedangkan Model 2 menunjukkan Evaluasi Perbandingan Variasi. (Khanza. Putri & Panjaitan, 2. - 28 - Jurnal Teknik Sipil Unaya. Vol. No. Januari 2026 : 22-32 http://jurnal. id/tekniksipilunaya simpangan lebih besar dengan nilai mendekati 3,10 Berdasarkan Tabel 5, 6, dan 7 mengenai cm pada arah X dan 1,67 cm pada arah Y. Adapun kontrol sistem ganda, terlihat bahwa kontribusi Model 3 memperlihatkan simpangan yang lebih gaya geser dinding geser dan rangka berbeda kecil dan stabil, yaitu sekitar 1,89 cm baik pada arah pada setiap model. Pada Model 1, dinding geser X dan 1,14 cm pada arah Y. Hal ini mendominasi dengan kontribusi sekitar 74% terhadap base shear di kedua arah, sedangkan simpangan antar tingkat. Model 3 merupakan yang rangka hanya sekitar 26%. Hal ini menunjukkan paling baik karena menghasilkan drift paling rendah struktur terlalu bergantung pada dinding geser dan jauh dari batas izin, sehingga lebih efektif dalam sehingga kinerja rangka menjadi kurang menjaga kinerja seismik bangunan. Pada Model 2, kontribusi lebih seimbang, yakni pada arah X rangka 36,35% Kontrol Sistem Struktur dan dinding geser 63,65%, sedangkan arah Y Berikut kontrol sistem struktur ganda pada rangka 67,08% dan dinding geser 32,92%. Model 1 Ae Model 3 dalam Tabel 5 Ae Tabel 7. Namun, dominasi rangka yang tinggi pada arah Tabel 5. Kontrol Sistem Struktur Ganda Model 1 Arah X Arah Y Frame 1362,61 26,22 1311,22 25,61 Shearwall 3834,22 73,78 3808,67 74,39 Total 5196,83 5119,89 Y menunjukkan distribusi kekakuan yang kurang ideal karena sistem ganda seharusnya menuntut kontribusi signifikan dari keduanya. Sementara Model kombinasi yang paling baik, dengan kontribusi dinding geser sekitar 66,43% di arah X dan 72,16% di arah Y, sedangkan rangka tetap Tabel 6. Kontrol Sistem Struktur Ganda Model 2 memberikan kontribusi lebih dari 25% di kedua Arah X Arah Y arah . ,57% dan 27,84%). Distribusi ini sesuai Frame 2233,27 36,35 67,08 dengan konsep sistem ganda menurut SNI Shearwall 1275,58 63,65 32,92 2847:2019 yang mensyaratkan rangka menahan Total 3508,85 minimal 25% gaya geser. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Model 3 merupakan yang paling sesuai secara konsep sistem ganda karena distribusi beban lateral antara rangka Tabel 7. Kontrol Sistem Struktur Ganda Model 3 Arah X Arah Y Frame 1913,23 33,57 2304,14 27,84 Shearwall 3742,45 66,43 5972,79 72,16 Total 5633,68 8276,93 dan dinding geser lebih seimbang serta memenuhi persyaratan standar. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis, ketiga model menunjukkan perbedaan signifikan pada aspek Evaluasi Perbandingan Variasi. (Khanza. Putri & Panjaitan, 2. - 29 - ISSN 2407-9200 (Onlin. periode dan Modal Participating Mass Ratio simpangan antar tingkat masih terkendali, dan (MPMR). Model 1 memiliki periode terkecil kedua kontrol sistem ganda terpenuhi. dengan partisipasi massa didominasi translasi dan Saran kontribusi rotasi kecil, menunjukkan struktur relatif Penelitian selanjutnya disarankan untuk lebih kaku. Model 2 memperlihatkan periode lebih membahas variasi letak dinding geser untuk panjang dan partisipasi massa translasi yang lebih mencari posisi optimal terhadap merespon seismk. rendah, sehingga indikasi kekakuan struktur Selain itu, penggunaan metode analisis nonlinear Model 3 memilihi periode paling seperti pushover analysis atau time history analysis pendek dengan distribusi MPMR translasi yang memadai dan rotasi tetap terkendali, sehingga lebih gambaran perilaku struktur yang lebih akurat. Dari sisi base shear. Model 1 terutama dalam merespons gempa besar yang menghasilkan nilai paling besar (A4600 kN), bersifat nonlinier dan dinamis. menandakan kekakuan struktur tinggi, begitu juga Model 2 (A4600 kN) yang tidak jauh berbeda DAFTAR PUSTAKA dengan model 1, sementara Model 3 memberikan Aji. Rosyidah. , & Saputra. nilai sedang hingga besar (A4900 kN) dengan The effect of variation of shear walls Untuk placement on the response of building simpangan antar tingkat. Untuk simpangan antar structure using the Direct Displacement- tingkat, ketiga model masih memenuhi syarat SNI Based Design method. SINERGI, 26. karena tidak ada yang melebihi batas izin. Namun. Ayuddin. Analisis Gaya Geser Dasar performa Model 3 lebih baik karena menghasilkan pada Gedung Bertingkat dengan Konsep drift maksimum paling kecil yaitu 1,89 cm pada Perpindahan Langsung. Jurnal Teknika arah X dan 1,14 cm pada arah Y. Terakhir pada Sains, 8. kontrol sistem ganda. Model 1 terlalu didominasi Baehaki, dan. Evaluasi Simpangan dinding geser sebesar A74% dengan kontribusi Struktur Akibat Penambahan Lantai rangka hanya A26%. Pada Model 2, arah Y justru Dengan Metode Analisis Statik Dan lebih banyak ditahan rangka sebesar 67,08% Dinamik Response Spectrum (Studi dibanding dinding geser 32,92%, sehingga peran Kasus : Pembangunan Gedung Dekanat dinding geser kurang optimal. Sementara itu. Model Fakultas Teknik UNTIRTA). In Jurnal 3 memiliki distribusi paling seimbang, dengan Spektran, 5. kontribusi dinding geser 66,4372,16% dan Berile. , & Bezebeh. rangka 27,8433,57%. Oleh karena itu, secara Performance-based wind design of tall keseluruhan Model 3 dapat disimpulkan sebagai mass timber buildings with coupled post- model terbaik, karena memenuhi keseimbangan tensioned cross-laminated timber shear pada MPMR, memiliki base shear yang wajar. Journal of Wind Engineering & Evaluasi Perbandingan Variasi. (Khanza. Putri & Panjaitan, 2. - 30 - Jurnal Teknik Sipil Unaya. Vol. No. Januari 2026 : 22-32 http://jurnal. id/tekniksipilunaya Industrial Aerodynamic. Vertical Budi Bagus Kuncoro. , & Dahlia. Beraturan Terhadap Building. Civil Engineering Proceeding, 1. Pengaruh Letak Shear Wall Pada Gedung Tidak Irregular Kumar. Seismic Behavior of Nilai Buildings with Shear Wall. International Simpangan Dengan Analisa Respons Journal of Engineering Research & Spektrum (Studi Kasus : Apartemen di Technology, 6. Cimanggis. Depo. Jurnal Fondasi, 8. Kusuma. Purwanto, & Mahendra. Bush. Shirkol. Sruthi. , & Studi Bentuk Dan Layout Kumar. Study of seismic Dinding Geser (Shear Wal. Terhadap analysis of asymmetric building with Perilaku Struktur Gedung Bertingkat. different shapes of staggered openings Jurnal Keilmuan Dan Aplikasi Teknik and without openings in Shear Wall. Sipil, 1. Materials Today: Proceedings, 64, 964Ae Lesmana. Handbook Analisa Dan Desain Shear Wall Beton Bertulang Dual Cery. Rezgui. Zhao. , & Petri. System Berdasarkan SNI 2847-2019 & . Shear walls optimization in a reinforced concrete framed building for Pustaka.