Jurnal Kesehatan Indonesia (The Indonesian Journal of Healt. Vol. No. November 2019 Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Biaya Penerapan Rujukan Elektronik Aplikasi P-Care di Kota Makassar Factors Related to the Cost of Implementing Electronic Referrals P-Care Application in Makassar City Hadrianti H. Lasari1. Era Pratiwi2. Rini Aryani Yamin3 Prodi Kesehatan Masyarakat. Fakultas Kedokteran. Universitas Lambung Mangkurat Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit. Fatersi. Unimerz Prodi Di Kardiovaskular. Fatersi. Unimerz Email : hadrianti. lasari@ulm. Abstract Health workers in Indonesia's primary health services use electronic references in the P-care Referral is the number of sufferers who come to the unit through referrals from the government, health officials, police and law. This study used electronic reference P-Care at 35 Puskesmas in Makassar City. This study is a cross-sectional analytic study using an online questionnaire instrument distributed to 46 health centers, and filling out 35 Meanwhile, based on age, the characteristics of the most respondents in the age range 26-35 years are 57. 1% and the lowest is at the age> 45 years is 2. For the level of education, the highest respondent characteristics were at the level of undergraduate education, namely 68. 6% and the lowest was high school education level was 2. Meanwhile, most of the working tenure characteristics were in the workplace 6-10 years 9% and the lowest working period was 2. 9% during the work period of less than 1 year. Respondents said they need a high fee 31. 4%, the rest said 45. 7% neutral and 22. 9% not Respondents who said there was a change after using P-Care electronic referral, 9%, 31. 4% doubt, and there was no change as much as 5. Keywords : Electronic Referrals. Primary Health Care. Cost. P-Care India. Arab Saudi. Inggris Tenggara. Italia. San Francisco dan United Kindom . , . Rujukan komunikasi dua arah antara fasilitas kesehatan rujukan dan penerima rujukan. Penyedia rujukan melengkapi templat elektronik, di mana informasi catatan ditambahkan secara otomatis. Penyedia rujukan dan peninjau dapat berkomunikasi memutuskan untuk menjadwalkan janji temu atau mereka berdua sepakat bahwa pasien tidak membutuhkannya . Dengan rujukan elektronik, fasilitas kesehatan diharapkan dapat memberikan layanan yang efektif dan efisien. Tetapi temuan implementasi referensi elektronik di Arab Saudi, masih tidak efisien, lambat dan tidak efektif . Implementasi suatu sistem tidak akan berjalan dengan baik jika implementasinya tidak sesuai dengan ketentuan kebijakan atau pedoman. Salah satu masalah dalam menerapkan sistem Pendahuluan Rujukan adalah jumlah pasien yang datang ke unit melalui rujukan dari dinas kesehatan, petugas kesehatan, polisi dan Penderita rujukan adalah pasien yang diterima dari unit yang kurang bisa mendapatkan layanan yang lebih baik di unit dan setelah perawatan selesai pengobatan dikirim kembali ke unit Dirujuk adalah jumlah pasien yang setelah diperiksa perlu dirujuk ke rumah sakit yang lebih mampu di tahun yang bersangkutan . Sistem rujukan berarti bertujuan menjadi efektif dan efisien pada saat yang sama, yang berarti mengurangi waktu tunggu dalam proses rujukan dan mengurangi rujukan yang tidak perlu karena sebenarnya dapat ditangani di Perawatan Kesehatan Utama . Seiring berkembangnya teknologi dan informasi, sistem rujukan kesehatan juga telah dimodifikasi untuk menjadi rujukan Referensi elektronik dapat ditemukan di berbagai negara seperti Hardianti H D Lasari, dkk rujukan adalah kurangnya sumber daya dan infrastruktur penting di lembaga kesehatan untuk menyediakan layanan kesehatan minimal . Penggunaan sistem informasi di fasilitas kesehatan mengurangi biaya langsung dan efektif biaya . Efektivitas yang diharapkan mampu mengurangi biaya pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan. Misalnya salah satu peneltian yang mengevaluasi efektivitas biaya konsultasi elektronik menunjukkan potensi penghematan biaya. Pemerintah berbagai strategi dan kebijakan guna mewujudkan Sistem Kesehatan Nasional (SKN). Salah pengembangan Sistem Informasi Kesehatan Nasional (SIKNAS) . SIKNAS desentralisasi dalam mencapai Indonesia Mengacu pada negara-negara lain yang telah mengadopsi Teknologi Informasi Kesehatan (TIK), praktik dokter pada perawatan primer di Australia. Belanda. Selandia Baru, dan Inggris cenderung menggunakan teknologi informasi dengan meluas dan multifungsi . Dalam beberapa penelitian Sistem Informasi Manajemen (SIM) menghubungkan status perkawinan, tingkat pengalaman kerja, praktik sanitasi pribadi, jumlah pengawasan, dan interaksi antara pengawasan dengan kinerja petugas kesehatan . Mengamati adanya beberapa faktor yag mempengaruhi SIM seperti efektivitas biaya, karakteristik sosial pengguna dan berbagai aspek lainnya yang terkait dengan implementasi P-Care SIM BPJS menyebabkan perlunya penelitian yang mengkaji faktor-faktor yang berhubungan dengan aspek ekonomi rujukan elektronik aplikasi P-Care di Puskesmas Kota Makassar. penelitian ini adalah Puskesmas dan rumah sakit yang menggunakan sistem rujukan elektronik di Kota Makassar Tahun 2019. Populasi penelitian adalah pengguna yang terlibat langsung menggunakan sistem rujukan elektronik BPJS Kesehatan pada bagian pendaftaran maupun tenaga medis. Sampel yang menjadi sasaran dalam penelitian ini adalah semua populasi penelitian yaitu tenaga kesehatan yang menggunakan BPJS Kesehatan. Setelah memenuhi jumlah sampel yang diinginkan dan kuesioner telah disebar, selanjutnya melakukan pengolahan dan analisis data. Analisis deskriptif univariat dilakukan responden dan melihat nilai setiap variabel. Kemudian setelah mengetahui nilai setiap variabel, selanjutnya melakukan analisis dengan menggunakan SPSS . Setelah uji penelitian, maka hubungan antar variabel d alam kuesioner dapat dianalisis . Hasil Analisis Univariat Tabel Analisis Univariat Tabel 1. Distribusi Responden berdasarkan Jenis Kelamin. Tingkat Pendidikan. Masa Kerja, dan Usia Karakteristik Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Total Tingkat Pendidikan SMA Diploma Total Masa Kerja <1 Tahun 1-5 Tahun 6-10 Tahun > 10 Tahun Total Usia (Tahu. >45 Total Sumber: Data Primer, 2019 Metode Penelitian Penelitian pendekatan cross sectional jenis penelitian kuantitatif dengan riset survei. Subjek dalam Hardianti H D Lasari, dkk Sedangkan berdasarkan usia, karakteristik responden terbanyak pada rentang usia 26-35 tahun adalah 57,1% dan terendah pada usia> 45 tahun adalah 2,9%. Untuk pendidikan Strata-1 yaitu 68,6% dan yang terendah tingkat pendidikan SMA adalah 2,9%. Sedangkan karakteristik masa kerja terbanyak di tempat kerja 6-10 tahun 42,9% dan masa kerja terendah adalah 2,9% pada periode kerja kurang dari 1 Pada tabel 2 menunjukkan karakteristik responden berdasarkan aspek ekonomi, biaya menerapkan rujukan elektronik PCare. Responden mengatakan mereka membutuhkan biaya yang tinggi 31,4%, sisanya mengatakan netral 45,7% dan tidak tinggi 22,9%. Responden yang mengatakan ada perubahan setelah menggunakan rujukan elektronik P-Care , berubah 62,9%, ragu 31,4% dan tidak ada perubahan sebanyak 5,7%. Tabel 2. Distribusi Responden berdasarkan aspek ekonomi Karakteristik Ekonomi Biaya penerapan Tidak Tinggi Netral Tinggi Total Perubahan Tidak Setuju Netral Setuju Total Sumber: Data Primer, 2019 Pada tabel 1 menunjukkan bahwa dari Puskesmas kuesioner online tentang penggunaan rujukan elektronik, terdapat 35 Puskesmas yang mengisi kuesioner, sehingga jumlah subjek dalam penelitian ini sebanyak 35 Karakteristik responden dalam penelitian ini berdasarkan jenis kelamin didominasi oleh responden berjenis 94,3% sedangkan jenis kelamin laki-laki 5,7%. Tabel 3. Karakteristik Jenis Kelamin. Pendidikan. Masa Kerja dan Usia terhadap Biaya Penerapan Rujukan Elektronik Aplikasi P-care di Puskesmas Biaya Penerapan Rujukan Elektronik Aplikasi Pcare Tidak Netral Tinggi Tinggi Total Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Total SMA Diploma Total <1 Tahun 2,86 1-5 Tahun 6-10 Tahun Variabel Pendidikan Masa Kerja Hardianti H D Lasari, dkk > 10 Tahun Total >45 Total Usia . alam tahu. Sumber: Data Primer, 2019 Tabel 4. Karakteristik Jenis Kelamin. Pendidikan. Masa Kerja dan Usia terhadap Perubahan/perkembangan menggunakan Rujukan Elektronik Aplikasi P-care di Puskesmas Perubahan Signifikan Penggunaan Rujukan Elektronik Aplikasi Pcare Tidak Netral Tinggi Tinggi Variabel Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Total Pendidikan SMA Diploma Total Masa Kerja <1 Tahun 1-5 Tahun 6-10 Tahun >10 Tahun Total Usia . alam tahu. >45 Total Total Sumber: Data Primer, 2019 Ketenagakerjaan. BPJS JKN merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). BPJS merupakan badan hukum publik milik negara yang bersifat non profit dan bertanggung jawab kepada presiden. BPJS Pembahasan Implementasi BPJS Kesehatan Berdasarkan UU No. 24 tahun 2011. Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akan diselenggarakan oleh Badan penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang mencakup BPJS Kesehatan BPJS Hardianti H D Lasari, dkk sendiri terdiri atas Dewan Pengawas dan SJSN penyelenggaraan jaminan sosial oleh BPJS kesehatan dan BPJS ketenagakerjaan. Sistem ini dimaksudkan untuk memberikan perlindungan sosial untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak. BPJS pelaksanaan JKN akan membayar kepada fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas dengan kapitasi. Sedangkan untuk fasilitas rujukan tingkat lanjutan. BPJS kesehatan membayar fasilitas kesehatan dengan sistem paket Ina Cbgs. Pembayaran BPJS kesehatan kepada fasilitas kesehatan atas semua pelayanan yang telah diberikan kepada peserta paling lambat setelah 15 hari sejak dokumen klaim lengkap diterima. Pelayanan yang diusung oleh BPJS kesehatan dalam melaksanakan JKN terdiri dari dua jenis pelayanan. anfaat medi. dan akomodasi serta ambulan . anfaat non medi. Prosedur pelayanan yang disiapkan oleh BPJS kesehatan adalah peserta yang memerlukan pelayanan kesehatan pertamatama kesehatan pada fasilitas kesehatan tingkat pertama misalnya puskesmas. Bila peserta membutuhkan pelayanan tingkat lanjutan, maka fasilitas kesehatan tingkat pertama harus melakukan rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan. Kecuali dalam kondisi kegawatdaruratan medis. Alur pelayanan kesehatan dalam pelaksanaan JKN digambarkan seperti bagan di bawah ini. tersebut dengan mengacu pada standar tarif yang ditetapkan oleh menteri kesehatan. Pelayanan BPJS Kesehatan Puskesmas Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas kesehatan kabupaten/kota (UPTD) yang bertugas menyelenggarakan sebagian dari tugas teknis operasional dinas kesehatan kabupaten/kota dan merupakan unit pelaksana tingkat pertama serta ujung Indonesia. Pembangunan kesehatan yang penyelenggaraan upaya kesehatan oleh bangsa Indonesia untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal . Visi dan misi Puskesmas pun diatur dengan baik dan sangat jelas. Visi diselenggarakan oleh puskesmas adalah tercapainya kecamatan sehat menuju terwujudnya Indonesia sehat. Dengan indikator lingkungan sehat, perilaku sehat, cakupan pelayanan yang bermutu, dan derajat kesehatan penduduk kecamatan. Sedangkan kesehatan yang diselenggarakan oleh pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya, mendorong kemandirian hidup sehatbagi keluarga dan masyarakat di meningkatkan mutu, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang Sasaran Puskesmas mencakup pelayanan kesehatan perorangan dan pelayanan kesehatan Pelayanan perorangan adalah pelayanan yang bersifat pribadi . rivate good. dengan tujuan utama menyembuhkan penyakit dan pemulihan kesehatan perorangan, tanpa mengabaikan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan Pelayanan kesehatan masyarakat lebih mengarah pada promosi kesehatan, lingkungan, perbaikan gizi, peningkatan Gambar 1. Alur Pelayanan Kesehatan dalam JKN Besaran pembayaran kepada fasilitas kesepakatan antara BPJS kesehatan dan asosiasi fasilitas kesehatan di wilayah Hardianti H D Lasari, dkk pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitative, pelayanan kebidanan, dan pelayanan kesehatan kegawatdaruratan medis, termasuk pelayanan pemeriksaan laboratorium sederhana dan pelayanan Pelayanan yang disediakan oleh Puskesmas kepada masyarakat adalah pelayanan kesehatan non spesialistik yang meliputi administrasi pelayanan, pelayanan medis non baik operatif maupun non medis habis pakai, transfusi darah sesuai dengan kebutuhan medis, pemeriksaan penunjang diagnostik laboratorium tingkat pratama, dan rawat Inap Tingkat Pertama sesuai dengan indikasi medis. Sedangkan pelayanan Rawat Inap Tingkat Pertama dijabarkan sesuai dengan indikasi medis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf h mencakup. inap pada pengobatan/perawatan kasus yang dapat diselesaikan secara tuntas di Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama. Pertolongan persalinan pervaginam bukan risiko tinggi. Pertolongan persalinan dengan komplikasi dan/atau penyulit pervaginam bagi Puskesmas PONED. Pertolongan neonatal dengan komplikasi. dan pelayanan transfusi darah sesuai kompetensi fasilitas kesehatan dan/atau kebutuhan medis. Dalam pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas juga mencakup mengenai obat dan Alat Kesehatan yaitu alat kontrasepsi dasar, vaksin untuk imunisasi dasar, obat program pemerintah . kesehatan keluarga, keluarga berencana, kesehatan jiwa masyarakat, serta berbagai program kesehatan masyarakat lainnya. Pelayanan khususnya Puskesmas terkait pelaksanaan JKN tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI No 71 Tahun 2013 Tentang Pelayanan Kesehatan Pada Jaminan Kesehatan Nasional. Dalam aturan tersebut. Definisi Puskesmas dalam program JKN yang diselenggarakan oleh BPJS kesehatan adalah unit pelaksana teknis Dinas kabupaten/kota pembangunan kesehatan di suatu wilayah. Sedangkan Puskesmas perawatan adalah puskesmas yang diberi tambahan ruangan dan fasilitas untuk menolong penderita gawat darurat baik berupa tindakan operatif terbatas maupun rawat inap sementara . Tersedianya kesehatan di masyarakat mendorong pemerintah menunjuk pemberi pelayanan kesehatan yang terbagi menjadi pelayanan kesehatan tingkat pertama yang meliputi rawat jalan tingkat pertama dan rawat inap tingkat pertama, pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan, dan pelayanan kesehatan darurat medis. Lebih lanjut, dalam aturan tersebut menyebutkan bahwa pelayanan kesehatan tingkat pertama adalah pelayanan kesehatan perorangan yang bersifat non spesialistik . meliputi pelayanan rawat jalan dan rawat inap. Fasilitas kesehatan tersebut meliputi puskesmas atau yang setara, praktik dokter, praktik dokter gigi, klinik pratama atau yang setara, dan rumah sakit kelas D pratama atau yang setara. Rawat Inap Tingkat Pertama adalah pelayanan kesehatan perorangan yang bersifat non spesialistik dan dilaksanakan pada fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk keperluan observasi, perawatan, diagnosis, pengobatan, dan/atau pelayanan medis lainnya, dimana peserta dan/atau anggota keluarganya dirawat inap paling singkat 1 . Puskesmas sebagai salah satu pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bekerjasama dengan BPJS kesehatan Komprehensif yang dimaksud dalam pasal 3 Layanan Primary care (Pcar. Dalam melaksanakan JKN. BPJS kesehatan didukung oleh Sistem Informasi dan Manajemen yang dikenal dengan SIM BPJS kesehatan. SIM tersebut memuat empat komponen yaitu sistem aplikasi. Hardianti H D Lasari, dkk infrastruktur dan jaringan, komunikasi data, manajemen database, dan operasional. Untuk pelayanan kesehatan di Faskes BPJS memfasilitas kesehatan semisal puskesmas dengan Aplikasi Pcare. Pcare pelayanan pasien yang ditujukan untuk pasien yang berstatus sebagai peserta BPJS kesehatan berbasis komputer dan online via Pcare merupakan aplikasi yang ditujukan untuk melayani pasien di Faskes tingkat pertama atau pelayanan primer (Puskesma. Aplikasi memungkinkan pengolahan data mulai dari pemberian terapi hingga pemeriksaan laboratorium . Juga merupakan Aplikasi berbasis web . eb bas. untuk mendukung bisnis proses pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan . dan atau memulihkan status kesehatan Rujukan pelayanan kesehatan dimulai dari pelayanan kesehatan primer dan diteruskan ke jenjang pelayanan sekunder dan tersier yang hanya dapat diberikan jika ada rujukan dari pelayanan primer atau sekunder . Sistem rujukan pelayanan kesehatan dilaksanakan secara berjenjang sesuai kebutuhan medis, yaitu: Dimulai dari pelayanan kesehatan tingkat pertama oleh fasilitas kesehatan tingkat pertama Jika diperlukan pelayanan lanjutan oleh spesialis, maka pasien dapat dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat kedua Pelayanan kesehatan tingkat kedua di faskes sekunder hanya dapat diberikan atas rujukan dari faskes primer. Pelayanan kesehatan tingkat ketiga di faskes tersier hanya dapat diberikan atas rujukan dari faskes sekunder dan faskes primer. Pelayanan kesehatan di faskes primer yang dapat dirujuk langsung ke faskes tersier hanya untuk kasus yang sudah ditegakkan diagnosis dan rencana terapinya, merupakan pelayanan berulang dan hanya tersedia di faskes tersier. Ketentuan berjenjang dapat dikecualikan dalam kondisi: terjadi keadaan gawat darurat. Kondisi kegawatdaruratan mengikuti ketentuan yang Bencana. Kriteria ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dan atau Pemerintah Daerah. Kekhususan permasalahan kesehatan pasien. kasus yang sudah ditegakkan rencana terapinya dan terapi tersebut hanya dapat dilakukan di fasilitas kesehatan lanjutan. Pertimbangan geografs. dan pertimbangan ketersediaan fasilitas . Gambar 2. Alur pelayanan Faskes Tingkat I . Pcare merupakan aplikasi yang ditujukan untuk melakukan entry data oleh bagian pendaftaran, dan bagian pengobatan di puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama. SIM BPJS kesehatan terkhusus pada aplikasi Pcare terdiri dari unsur-unsur pokok penunjang yaitu input, proses dan output. Input aplikasi Pcare mengenai data pasien, diagnose penyakit oleh ahli medis, data mengenai terapi yang Output nya adalah informasi berupa laporan pelayanan pasien peserta jaminan kesehatan nasional sebagai salah satu syarat klaim kepada BPJS kesehatan. Sistem Rujukan Aplikasi P-Care Sistem Rujukan pelayanan kesehatan kesehatan yang mengatur pelimpahan tugas dan tanggung jawab pelayanan kesehatan secara timbal balik baik vertikal maupun horizontal yang wajib dilaksanakan oleh peserta jaminan kesehatan atau asuransi kesehatan sosial, dan seluruh fasilitas Rujukan pelimpahan wewenang dan tanggung jawab untuk masalah kedokteran sebagai respon kesehatan untuk memenuhi kebutuhan para pasien dengan tujuan untuk menyembuhkan Analisis Aspek Ekonomi Rujukan Elektronik P-Care Pemanfaatan aplikasi P-Care berdasarkan aspek sosial dan aspek biaya memiliki nilai yang baik. Responden menjawab bahwa rujukan elektronik dari aplikasi P-Care memerlukan biaya aplikasi yang tinggi sebesar 31,4%, sisanya mengatakan mereka ragu-ragu 45,7% dan tidak tinggi sebanyak 22,9%. Biaya mengimplementasikan rujukan elektronik Hardianti H D Lasari, dkk dari aplikasi P-Care di Primary Health Care termasuk biaya pengadaan laptop, jaringan internet dan gaji tambahan untuk petugas yang memiliki dua tugas sekaligus yaitu memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat dan memasukkan data pada Rujukan elektronik P-care. Beberapa biaya yang diperlukan untuk P-care termasuk biaya satu kali, seperti biaya pelatihan, biaya rutin seperti biaya sumber daya manusia, perangkat keras seperti laptop, perangkat lunak, dan pembiayaan Namun berdasarkan penelitian penghematan biaya karena menggunakan teknologi informasi kesehatan, diperkirakan 36,5% hingga 78,5%. Secara keseluruhan ditemukan bahwa penerapan sistem Fast Cost Fast dapat diimplementasikan dengan kesehatan, dan sistem komputer secara umum, yang akan memiliki insiden kesalahan yang disebabkan oleh teknologi yang lebih rendah . Meskipun membutuhkan biaya tinggi dalam implementasinya, rujukan elektronik ini memberikan dampak perubahan yang lebih baik pada sistem rujukan di Primary Health Care di mana responden mengatakan ada perubahan 62,9%, sisanya menjawab ragu sebanyak 31,4% dan tidak ada perubahan sebanyak 5,7%. Umumnya Sistem kesehatan memiliki ciri waktu tunggu yang sudah lama, kekurangan jumlah staf dan sumber daya keuangan yang terbatas. Walau demikian meskipun investasi TI akan membutuhkan biaya dimuka yang signifikan, ini akan lebih dari seimbang dengan efisiensi proses dan penghematan biaya dalam jangka panjang . pemeliharaan, biaya dukungan seperti gaji petugas kesehatan. Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi yang telah memberikan kesempatan penelitian melalui hibah penelitian dosen pemula pelaksanaan tahun 2019. Daftar Pustaka