Jurnal Manajemen Bisnis Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Tangerang ISSN: 2302-3449 I e-ISSN: 2580-9490 Vol. 9 I No. 2, hal 92-101 PROCESS COSTING DALAM PERHITUNGAN COST OF GOODS MANUFACTURE SEBAGAI PRICING STRATEGY PADA UMKM PRODUK SEPATU Popon Rabia Adawia1. Aprilia Puspasari2 Universitas Bina Sarana Informatika. Indonesia, pra@bsi. id, 2aprilia. alp@bsi. Keyword Abstract Keyword: Cost of Goods Manufacture. Pricing. Process Costing. Mass Production This study aims to determine the cost of good manufacturing (COGM) appropriately so that companies can determine competitive selling prices with the aim of earning the maximum profit. The method used is descriptive comparative with a qualitative approach. Descriptive method is used to describe the production costs incurred in the production process including the cost of raw materials/auxiliary materials, labor costs and factory overhead The calculation results show that to produce shoes, raw material costs Rp. 26,500/pair, auxiliary materials Rp. 8,270. 13/pair, labor wages Rp. 24,415. 58,-/pair and factory overhead costs Rp. 1443,71,-/pair. So that the COGM calculation results for each pair of shoes is Rp. 60,630. Compared with COGM based on traditional . ompany calculatio. amounting to IDR 55,000 with COGM calculation based on accounting rules, a difference of IDR 5,630 is obtained. This difference is due to calculations that companies do not identify BOP in detail. The COGM calculation appropriately can be the company's strategy to determine the selling price. A 2020 JMB. All right reserved Untuk itu berbagai upaya akan terus dilakukan agar tetap dapat bersaing dalam kondisi Salah satu yang menjadi perhatian khusus bagi industri adalah bagaimana mereka dapat menciptakan produk yang berkualitas dengan harga jual yang dapat dijangkau oleh PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Pada khususnya bidang industri bertambah pesat dari waktu ke waktu. Hal ini ditandai dengan semakin banyak didirikannya badan usaha baik dalam skala makro maupun mikro. Semua Banyak strategi yang diupayakan berkembang secara berkesinambungan dan terus menerus menghasilkan keuntungan yang sebesar-besarnya. Walaupun keuntungan sebesar-besarnya bukan merupakan tujuan utama dari suatu usaha namun perusahaan akan tetap mengoptimalkan berbagai cara untuk memakmurkan para stakeholder melalui peningkatan nilai perusahaan. Untuk memproduksi suatu barang dibutuhkan biaya yang dikenal dengan biaya Biaya produksi adalah biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi barang jadi dan siap untuk dijual (Mulyadi. Adapun menurut (Dewi, 2. biaya produksi merupakan sejumlah biaya yang ditentukan untuk memproduksi dengan tujuan Perhitungan terhadap biaya-biaya produksi tersebut harus tepat hal ini disebabkan karena perhitungan yang kurang tepat terhadap biaya produksi akan menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Sangatlah mempertahankan agar bisnis dapat terus berjalan seperti yang diharapkan. Persaingan berupa kualitas produk, pangsa pasar, distribusi dan lain sebagainya terus saja terjadi. Biaya produksi akan membentuk harga pokok produksi atau Cost of Goods Manufacture (COGM). Harga pokok produksi (COGM) merupakan kumpulan biaya produksi yang terdiri dari bahan baku langsung, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik ditambah persediaan produk dalam proses awal dan dikurang persediaan produk dalam proses akhir (Bustami, 2. COGM penting untuk analisis profitabilitas dan keputusan stratgeis yang berkenaan dengan desain produk, penetapan harga dan bauran produk (Hansen. R & Mowen, 2. Harga pokok produksi terikat pada periode waktu tertentu. Kesalahan didalam perhitungan COGM akan berpengaruh terhadap penetapan harga jual. Nilai COGM yang tinggi akibat perhitungan yang tidak tepat menyebabkan harga jual menjadi tinggi. Harga yang tinggi menyebabkan konsumen kesulitan didalam daya beli, sehingga mereka akan beralih ke perusahaan pesaing yang menjual dengan harga yang lebih murah namun dengan kualitas produk yang Penjualan semakin lama semakin menurun dan tidak dapat dihindari timbulnya Begitupula dengan harga jual yang terlalu rendah yang disebabkan kurang tepat COGM menyebabkan laba menurun. Walaupun terkadang kualitas lebih unggul dari harga namun tetap dapat dilihat bahwa harga memegang peranan penting didalam keputusan pembelian suatu barang. Pada dasarnya tujuan dari perhitungan COGM yaitu sebagai dasar untuk menetapkan harga jual suatu produk, untuk menetapkan keuntungan atau laba yang diinginkan perusahaan, sebagai alat untuk mengukur atau menilai efisiensi dari proses produksi (I M. , 2. Salah satu usaha industri berskala menengah yang saat ini tengah berkembang adalah industri pembuatan sepatu yang dilakukan oleh UMKM Amira Collection. Dimana perusahaan ini melakukan produksi pembuatan sepatu dan kemudian menjualnya. Berbagai model sepatu diproduksi ada yang sesuai pesanan ada yang memang diproduksi untuk persediaan. Dalam penelitian ini produk yang diteliti adalah jenis produk sepatu sendal. Perusahaan massa/processtujuannya perhitungan harga pokoknya menggunakan Process Costing. Process Costing adalah penentuan biaya dengan cara mengumpulkan biaya berdasarkan proses produksi atau berdasarkan departemen (Siregar, 2. Model sepatu sandal yang dibuat cukup sederhana dan fleksibel, dapat digunakan untuk berbagai kesempatan dan aktivitas. Semakin banyak peminatnya tingkat persaingan pun tidak dapat dihindari. Amira Collection harus berupaya melakukan strategi dengan menyajikan harga jual yang terjangkau namun dengan kualitas terbaik. Terlepas dari hal tersebut diatas yang terpenting adalah bagaimana perusahaan menentukan COGM yang tepat sehingga perusahaan dapat menentukan harga jual yang kompetitif dengan tujuan memperoleh laba sebesar-besarnya. Rumusan Masalah dan Tujuan Berdasarkan uraian tersebut diatas maka dapat dibuat suatu rumusan masalah yaitu bagaimanakah perhitungan COGM dengan menggunakan Metode Process Costing dan bagaimanakah menetapkan harga jual sepatu sebagai salah satu Pricing Strategy?Adapun mengidentifikasi semua biaya produksi yang timbul dalam produksi sepatu sendal, melakukan perhitungan COGM dengan tepat menggunakan metode Process Costing dan pengambilan keputusan untuk penetapan harga jual sepatu. II. KAJIAN TEORI Penentuan harga pokok produksi dengan tepat dan teliti merupakan salah satu tujuan dari akuntansi biaya. Akuntansi biaya adalah bagian dari akuntansi manajemen dimana merupakan salah satu dari bidang khusus akuntansi yang menekankan pada penentuan dan pengendalian biaya. Sedangkan dalam pengelolaan perusahaan, akuntansi biaya merupakan bagian penting dari ilmu akuntansi dan telah berkembang menjadi tools of management, yang berfungsi menyediakan informasi biaya bagi kepentingan manajemen agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik (Ahmad. Firdaus & Abdullah, 2. Di dalam aktifitas produksi, perusahaan membutuhkan dan mengeluarkan biaya. Pengorbanan sumber ekonomis yang diukur dalam satuan uang, yang telah terjadi, atau yang mungkin akan terjadi atau yang kemungkinan akan terjadi untuk tujuan tertentu merupakan biaya . dalam arti luas sedangkan dalam arti sempit, biaya . adalah pengorbanan sumber ekonomi untuk memperoleh aktiva (Mulyadi. Menurut (Garrison. , 2. biaya diklasifikasikan menjadi 2, yaitu : Biaya produksi Banyak perusahaan manufaktur membagi biaya-biaya produksi ke dalam tiga kategori : Bahan langsung Bahan yang akan digunakan dalam menghasilkan suatu produk jadi dapat disebutsebagai bahan baku atau bahan Bahan baku langsung merupakan bahan bakuyang menjadi bagian utama dari produk jadi dimana biayanya dapat ditelusuri denganmudah ke produk jadi. Sedangkan bahan baku tidak langsung bermanfaat untuk menelusuri biaya bahan baku yang tidak berpengaruhsecara signifikan dalam produk jadi. Tenaga kerja langsung Tenaga kerja yang tidak dapat ditelsuri ke produk tertentu karena rumit dan memakanbiaya disebut tenaga kerja Overhead pabrik Overhead produksi yang tidak termasuk dalam bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung. Biaya Nonproduksi Biaya nonproduksi umumnya dibagi menjadi 2 kategori, yaitu : Biaya penjualan Mencakup semua biaya yang diperlukan untuk menangani pesanan pelanggan. Biaya administrasi Meliputi semua biaya yang berhubungan dengan manajemen umum organisasi. Ada 2 . cara produksi yang umumnya dilakukan oleh perusahaan dan hal ini sangat erat kaitannya dengan pengumpulan biaya produksi yaitu produksi yang dilakukan berdasarkan pesanan dan produksi yang dilakukan secara massa/process. Perusahaan yang berproduksi berdasarkan pesanan mengumpulkan harga pokok produksinya dengan menggunakan metode harga pokok pesanan . ob order costin. Sedangkan produksi yang dilakukan secara massa/proses mengumpulkan harga pokok produksinya dengan menggunakan metode harga pokok proses . rocess costin. Untuk produksi sepatu sandal ini termasuk produksi yang dilakukan secara massa/process. Sepatu sendal ini diproduksi dalam jumlah yang cukup besar dengan bentuk yang homogen, standar, dan produksi dilakukan setiap hari. Secara rinci ciri-ciri perusahaan yang melakukan produksi secara proses disajikan dalam tabel 1 dibawah ini. Tabel 1. Ciri Produksi Secara Proses Dasar Kegiatan Produksi Tujuan Produksi Bentuk Produksi Pengumpulan biaya produksi Waktu Perhitungan Biaya Produksi Anggaran Untuk persediaan barang digudang Homogen dan standar Setiap satuan waktu/ periode Pada saat akhir periode waktu Menghitung HP per Unit HP Periode tertentu dibagi Unit Produksi periode tersebut Perusahaan semen, tekstil, bumbu masak dll Contoh Perusahaan Sumber : (Mulyadi, 2. Perhitungan COGM ada dua metode yaitu full costing dan variabel costing. Full costing adalah metode perhitungan harga pokok produksi yang membebankan seluruh biaya produksi, baik yang berperilaku tetap maupun variabel kepada produk. Harga pokok produksi menurut metode full costing terdiri Biaya bahan baku Rp x Biaya tenaga kerja langsung Rp x Biaya overhead pabrik tetap Rp x Biaya overhead pabrik variabel Rp x Harga pokok produksi Rp x Variabel costing adalah metode penetuan harga pokok produksi yang membebankan biaya produksi yang berperilaku variabel keadaan harga pokok produksi, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik variabel. Biaya bahan baku Rp x Biaya tenaga kerja langsung Rp x Biaya overhead pabrik variabel Rp x Harga pokok produksi Rp x Berdasarkan penjelasan metode perhitungan harga pokok produksi di atas, peneliti menggunakan metode perhitungan harga pokok produksi dengan kalkulasi biaya penuh . ull costin. Karakteristik metode harga pokok proses (Mulyadi, 2. Pengumpulan biaya produksi dilakukan per departemen produksi dan per periode Perhitungan harga pokok persatuan dihitung dengan membagi total biaya produksi yang dikeluarkan dengan jumlah satuan produksi yang dihasilkan pada Penggolongan biaya produksi langsung dan tidak langsung sering kali tidak diperlukan . erutama perusahaan yang memproduksi satu macam produ. dan biaya overhead Unsur yang digolongkan dalam biaya overhead pabrik adalah biaya produksi selain biaya bahan baku, biaya bahan penolong dan biaya tenaga kerja . angsung dan tidak langsun. Diakhir periode sebagai pengendalian dan pengambilan keputusan manajemen dibuatlah laporan biaya produksi untuk menunjukkan berapa besar total biaya yang dikeluarkan dan untuk menentukan harga pokok produksi per unit yang terdiri dari biaya bahan baku per unit, biaya bahan penolong per unit, biaya tenaga kerja per unit dan biaya overhead pabrik per unit. Kerangka Penelitian Gambar 1. Skema Kerangka Penelitian Berdasarkan kerangka penelitian diatas maka dapat diuraikan sebagai berikut: Memulai Penelitian Pada tahap ini dilakukan wawancara, observasi, perumusan masalah, tujuan dan urgensi penelitian, mempelajari kajian literature, laporan - laporan serta teoriteori yang mendukung penelitian. Identifikasi Biaya Produksi Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, peneliti mulai melakukan identifikasi mengani biaya-biaya apa saja yang timbul didalam produksi. Kemudian mengumpulkan biaya-biaya produksi tersebut berdasarkan jenisnya . iaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabri. Melakukan perhitungan COGM Setelah masing-masing biaya dikumpulkan maka pada tahap ini mulai dilakukan Perhitungan COGM terbagi menjadi dua yaitu berdasarkan sistem yang selama ini perusahaan terapkan dan perhitungan dengan menggunakan metode process costing. Analisis hasil perhitungan Dari hasil perhitungan akan diperoleh selisih . erhitungan perusahaan dengan metode process costin. Kemudian dilakukan analisa terhadap faktor-faktor penyebab selisih perhitungan. Menyusun Hasil Penelitian dan Kesimpulan Informasi berupa hasil perhitungan COGM yang tepat dan benar menjadi keputusan yang sangat berguna bagi perusahaan didalam penetapan harga jual sebagai salah persaingan dan memperoleh laba sebesarbesarnya. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Dalam penelitian ini, jenis metode yang komparatif dengan pendekatan kuantitatif dan Metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan biaya-biaya produksi yang timbul pada proses produksi meliputi biaya bahan baku/bahan penolong, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik. Metode penelitian komparatif merupakan suatu penelitian yang bersifat membandingkan (Sugiyono, 2. Pendekatan kuantitatif untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara perhitungan COGM yang selama ini perusahaan terapkan dengan perhitungan COGM berdasarkan metode process costing. Sedangkan pendekatan kualitatif untuk menganalisis selisih yang timbul dari perbedaan perhitungan COGM. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian diambil di salah satu home industri pembuatan sepatu didaerah Karawang tepatnya di perumahan Kondang Griya Asri. Kondang Jaya. Karawang Timur. Pemilihan tempat penelitian ini sengaja kami lakukan Amira Collection merupakan salah satu usaha mikro yang cukup berkembang di Karawang dengan memasarkan produknya ke berbagai daerah khususnya di Jawa Barat. Perusahaan bersedia menyediakan informasi dan data yang diperlukan didalam penelitian ini. Metode Pengumpulan Data Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan pemilik perusahaan serta beberapa orang Observasi kelapangan guna melihat proses produksi dan mengidentifikasi biaya produksi apa saja yang timbul dari proses produksi tersebut. Sedangkan untuk data sekunder meliputi studi dokumentasi dan studi pustaka beserta kajian literature lainnya yang relevan dan mendukung penelitian ini. Meliputi laporan, data perusahaan, jurnal, buku serta hasil penelitian Metode Pengolahan dan Analisis Data Pengolahan data yang dilakukan secara Data yang telah diperoleh . iaya produks. diidentifikasi dan dikumpulkan berdasarkan fungsinya. Kemudian data tersebut diolah dalam proses perhitungan harga pokok (COGM). Hasil dari perhitungan akan timbul selisih. Selisih perhitungan tersebut akan dianalisa. Hasil analisa diharapkan dapat dijadikan informasi yang berguna bagi perusahaan didalam menetapkan harga jual. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian ini diambil satu jenis/model dari produk yang dihasilkan oleh Amira Collection yaitu Sepatu Sendal Laki-laki Dewasa. Sebanyak 400pasang/20 kodi sepatu sendal dihasilkan setiap bulannya dan dikerjakan dalam satu departemen. Produksi dilakukan secara process dengan tujuan untuk persediaan di gudang kemudian dijual kepada Untuk memproduksi jenis sepatu sendal ini kapasitas produksi yang digunakan 20%, sisanya digunakan untuk memproduksi sendal/sepatu jenis lainnya. Adapun identifikasi masing-masing biaya produksi yang di gunakan untuk memproduksi sepatu sendal sebagai berikut: Biaya Bahan Baku Langsung Biaya bahan baku langsung merupakan salah satu biaya yang dapat di telusuri langsung ke produk jadinya. Adapaun untuk pembuatan sepatu sendal diidentifikasi bahan baku yang digunakan berikut biayanya sebagaimana disajikan dalam tabel 2. Tabel 2. Biaya Bahan Baku Jenis Bahan Baku Denmark Material/Atasan Spanyol Material/Alas Sol Karet Total Biaya Bahan Baku Biaya Bahan Baku Tidak Langsung/Biaya Bahan Penolong Biaya bahan penolong bukan merupakan bahan baku utama. Sifatnya secara tidak langsung agak sulit untuk di telusuri kedalam produk jadinya. Biaya (R. Bahan baku penolong untuk pembuatan sepatu sendal di tabel 3 sebagai berikut: Tabel 3. Biaya Bahan Baku Tidak Langsung/Bahan Penolong Biaya Bahan Jmh/ Harga/kod Total (R. Penolong Benang Nilon no. Embos Merk Benang Rajut Accessories Lem Tarik Lem PC Lem Pencuci Lem SOS Kardus 10 Benang Nilon no. 11 Bahan penolong lain Total Biaya Bahan Penolong Biaya Tenaga Kerja Langsung Dalam process costing, biaya tenaga kerja langsung dibebankan berdasarkan biaya yang sesungguhnya terjadi didalam pengerjaan Tenaga kerja dibayarkan upahnya berdasarkan jumlah per pasang sepatu yang Khusus untuk produksi sepatu sendal tenaga kerja hanya berjumlah 2 orang dalam satu departemen. Perincian biaya tenaga kerja disajikan dalam tabel 4 berikut ini. Tabel 4. Biaya Tenaga Kerja Langsung Jenis Pekerjaan Jmlh/ psng Upah/psng Tukang Bagian Mukaan Tukang Bagian Cetak/Tarik Biaya makan Total Biaya Tenaga kerja langsung Biaya Overhead Pabrik Biaya Overhead Pabrik adalah biaya selain biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung (Mulyadi, 2. Amira Collection memiliki beberapa peralatan. Dimana peralatan akan mengurangi nilai peralatan dan perlengkapan tersebut sehingga menimbulkan biaya yang disebut dengan biaya penyusutan dan biaya pemakaian. Selain itu timbul juga biaya pemeliharaan mesin, gedung dan biaya listrik akibat pemakaian mesin-mesin tersebut. Kapasitas produksi untuk sepatu sendal adalah 20% dari keseluruhan produksi. Adapun Total/bln (R. perincian alokasi biaya-biaya sebagai berikut: Biaya Listrik. Alokasi biaya listrik untuk sepatu sendal : Rp 000,- x 20% = Rp 100. 000,-/bln. Biaya Pulsa Alokasi biaya internet/telpon untuk sepatu sendal : Rp 650. 000,- x 20% = Rp 130. 000,-/bln. Biaya Pemeliharaan Mesin Alokasi biaya pemeliharan mesin untuk sepatu sendal : Rp 400. 000,- x 20% = Rp 80. 000,-/bln. Tabel 5. Biaya Pemeliharaan Mesin Jenis Peralatan Mesin Jahit Mesin Press Total Biaya/bln (R. Biaya Penyusutan Mesin Biaya Penyusutan berdasarkan nilai ekonomis atau lebih dikenal dengan metode garis lurus dengan menggunakan rumus berikut ini. Biaya Penyusutan = (Harga Perolehan Ae Nilai Sis. Taksiran Umur (Kieso. , 2. C Biaya Penyusutan Mesin Jahit : Rp 000,- - Rp 500. 000 / 5 = Rp 900. 000,/tahunsehingga penyusutan mesin jahit per bulan Rp 900. 000,-/12 = Rp 75. 000,-. Alokasi 10% untuk sepatu sendal adalah Rp 000 x 20% = Rp 15. 000,C Biaya Penyusutan Mesin Press : Rp 000 ,- - Rp 1. 000,-/5 = Rp 1. 000,/thn sehingga penyusutan mesin press per bulan Rp 1. 000,-/12 = Rp 100. 000,-. Alokasi 20% untuk sepatu sendal adalah Rp 000 x 20% = Rp 20. 000,Tabel 6. Biaya Penyusutan Mesin Jenis Jumlah (R. Mesin Jahit 000,Mesin Press 000,Total Biaya Penyusutan 000,Mesin Biaya Pemeliharaan Gedung Rp 350. 000,/bln Alokasi 20% untuk sepatu sendal adalah Rp 000,- x 20% = Rp 70. 000,6. Biaya Penyusutan Gedung Rp 150. 000,- - Rp 45. 000,- : 25 = Rp 4. 00,-/tahun Rp 4. 000,-/tahun : 12 bulan = Rp 000,-/bulan Alokasi 20% untuk sepatu sendal adalah Rp 000,- x 20% = Rp 70. 000,Disamping itu banyak perlengkapan yang digunakan seperti Palu. Gunting. Pulpen putih. Pembolong Rajut. Jarum Rajut dan Culas . etakan Diperkirakan pemakaian perlengkapan tersebut sebesar Rp 000,-. Sehingga total keseluruhan biaya overhead pabrik,sebagai berikut: Tabel 7. Perhitungan Biaya Overhead Pabrik Biaya Listrik Pulsa Pemeliharaan Mesin Jahit dan Mesin Press Penyusutan Mesin Jahit dan Mesin Press Pemeliharaan Gedung Penyusutan Gedung Pemakaian perlengkapan Overhead lain-lain Total Biaya Overhead Pabrik Jumlah (R. Amira Collection memproduksi sepatu sendal hanya dalam satu departemen. departemen tersebut terdiri dari proses pembuatan mukaan sendal dan cetak/tarik sampai dengan finishing. Karena produksi dilakukan secara manual . idak dengan proses pabrikas. maka tingkat kerusakan produk sangat sedikit bahkan terkadang hampir tidak adasama Karena produk yang dalam pengerjan kurang sempurna langsung dapat diperbaiki. Sehingga dalam penelitian ini produk yang rusak dianggap tidak ada. Produksi dilakukan setiap bulan sebanyak 400 pasang sepatu sandal. Dari data produksi di peroleh informasi bahwa dari 400 pasang sepatu sendal yang diproduksi, 325 pasang merupakan produk jadi/selesai sisanya sebanyak 75 pasang sepatu sendal merupakan produk masih dalam proses. Dengan tingkat penggunaan biaya bahan baku 100%, biaya bahan penolong 80%, biaya tenaga kerja 80% dan biaya overhead pabrik 70%. Berikut Data Produksi dan Biaya Produksi Sepatu Sendal setiap bulannya : Bahan Baku Baku . Biaya Bahan Penolong (BBP) Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya Overhead Pabrik (BOP) Total Biaya Produksi Rp 10. 000,Rp 3. 000,Rp 9. 000,Rp 545. 000,Rp 23. Jumlah produk yang dihasilkan rata-rata per bulan adalah : Produk jadi: 325 pasang Produk dalam proses akhir: 75 pasang dengan tingkat penyelesaian : Biaya Bahan Baku 100%. Biaya Bahan Penolong Biaya Tenga Kerja 80% dan Biaya Overhead Pabrik 70%. Untuk menghitung COGM/unit maka perlu dihitung unit equivalen terlebih dahulu dengan rumus (Mulyadi, 2. Produk jadi produk rusak . roduk dalam proses x % penyelesaia. b : 325 . x 100%) = 400 BBP : 325 (. x 80% ) = 385 BTK : 325 . x 80% ) = 385 BOP : 325 . x 70% ) = 377,5 Tabel 8. Perhitungan Biaya Produksi per pasang sepatu sendal Jenis Biaya Bahan Baku Bahan Penolong Tenaga Kerja Overhead Total Total Biaya . lm 000 R. Unit Equivalen . Dari perhitungan biaya produksi diatas dapat disimpulkan bahwa untuk memproduksi sepatu sendal perusahaan menggunakan biaya bahan baku Rp 26. 500/ pasang, penggunaan bahan penolong atau bahan baku tidak langsung sebesar Rp 8. 270,13,--/pasang, total upah tenaga kerja yang harus dibayarkan kepada pekerja sebesar Rp 24. 415,58,-/pasang dan pemakaian biaya overhead pabrik total sebesar Rp 443,71,-/pasang. Sehingga diperoleh hasil perhitungan harga pokok produksi atau cost of good manufacture (COGM) untuk per pasang sepatu sendal adalah sebesar Rp 60. 629,42,atau Rp 60. 630,- . Setelah menghitung harga pokok per unit untuk masing-masing biaya, selanjutnya adalah Harga Pokok Produksi/Unit (R. : . 500,8. 270,13,24. 415,58 443,71 Rp 60. 629,42 Rp 60. menghitung harga pokok untuk produk yang masih dalam proses dengan menggunakan rumus Barang dalam proses akhir x % Penyelesaian x Harga pokok/unit jenis biaya (Mulyadi, 2. BBP BTK BOP : 75 x 100% x Rp 26. 500,- = Rp 1. 500,: 75 x 80% x Rp 8. 270,13 = Rp 496. 200,: 75 x 80% x 24. 415,58 = Rp 1. 960,: 75 x 70% x Rp 1443,71 = Rp 75. 794,775 Semua hasil perhitungan dapat dituangkan didalam laporan biaya produksi dalam tabel 9 berikut ini. Tabel 9. Laporan Biaya Produksi Sepatu Sendal per bulan Laporan biaya produksi ini menjadi informasi yang sangat bermanfaat bagi manajemen untuk pengendalian biaya dan pengambilan keputusan untuk penetapan harga Informasi laporan biaya produksi ini akan dibandingkan dengan informasi perhitungan biaya produksi yang secara trandisional dilakukan perusahaan selama ini. Berdasarkan dokumen laporan biaya produksi bulanan yang dibuat oleh perusahaan terdapat selisih angka perhitungan COGM. Perusahaan memperoleh perhitungan cost of goods manufacture sebesar Rp 55. 000,-. Sehingga jika dibandingkan dengan cost of good manufaktur berdasarkan traditional . elama ini perusahaan gunaka. dengan perhitungan cost of good manufaktur berdasarkan kaidah akuntansi maka akan diperoleh selisih sebesar Rp 5. 630,- (Rp 60. Ae Rp 55. Perbedaan ini disebabkan karena dalam perhitungan dengan menggunakan kaidah akuntansi biaya, secara detail dan rinci untuk pengalokasian setiap biaya khususnya untuk pemakaian biaya bahan baku sampai dengan biaya overhead pabrik. Didalam perhitungan pembebanan biaya penyusutan, biaya pemakaian perlengkapan dan penggunaan biaya overhead lainnya yang seharusnya tetap diperhitungkan walaupun nilainya tidak besar. Karena hal tersebut melekat pada produk yang dihasilkan. Sebagai strategi menentukan harga jual sepatu sendal perusahaan dapat menggunakan salah satu cara yaitu dengan persentasi laba yang COGM per unit menjadi dasar Misalkan perusahaan ingin memperoleh keuntungan sebesar 75% dari harga pokok nya maka harga jual sepatu sendal tersebut adalah sebesar : Harga Pokok Produksi . er uni. 630,Persentase laba yg diinginkan . %) :Rp 472,5,Harga Jual : Rp 106. Harga jual ini masih harus ditambahkan dengan biaya non produksi seperti biaya pemasaran dan Sehingga dihasilkan harga jual produk dengan memperoleh keuntungan yang PENUTUP Berdasarkan penelitian diatas maka dapat disimpulkan sebagai Perusahaan memproduksi model sepatu sendal laki-laki dewasa setiap bulannya sebanyak 400 pasang. Total biaya produksi 000,dengan perincianharga pokok biaya bahan baku Rp 500/pasang, penolong atau bahan baku tidak langsung sebesar Rp 8. 270,13,-/pasang, upah tenaga kerja yang harus dibayarkan kepada pekerja 415,58,-/pasang pemakaian biaya overhead pabrik total sebesar Rp 1443,71,-/pasang. Sehingga diperoleh hasil perhitungan cost of goods manufacture untuk per pasang sepatu sendal adalah sebesar Rp 60. 630,-. Terdapat selisih perhitungan cost of good manufacture yang biasa perusahaan lakukan dengan perhitungan berdasarkan kaidah Hasil perusahaan sebesar Rp 55. 000,-. Sehingga jika dibandingkan dengan cost of good manufaktur berdasarkan berdasarkan kaidah akuntansi maka akan diperoleh selisih sebesar Rp 5. 650,- (Rp 60. 630,-Ae Rp 000,-). Perbedaan ini disebabkan pembebanan biaya overhead pabrik seperti biaya penyusutan, biaya pemakaian dan BOP lainnya yang seharusnya tetap Karena hal tersebut melekat pada produk yang dihasilkan. Produksi sepatu sendal laki-laki dewasa sebanyak 400 pasang per bulannya didapat harga pokok produksi sebesar Rp 60. 630,/pasang. Sedangkan harga jual perpasang sepatu adalah sebesar Rp 106. 102,5,termasuk didalam harga jual tersebut keuntungan perusahaan sebesar 75%. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih kami kepada RISTEKDIKTI atas bantuan dana penelitian dan publikasi yang telah diberikan dalam bentuk PDP (Penelitian Dosen Pemul. DAFTAR PUSTAKA