ANALISIS PENGARUH FRAUD DIAMOND TERHADAP FRAUDULENT FINANCIAL STATEMENT PADA PERUSAHAAN SEKTOR INDUSTRI BARANG KONSUMSI DI BURSA EFEK INDONESIA Harri Ventola Dinata Email: harriventoladinata@gmail. Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Widya Dharma Pontianak ABSTRAK Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pressure, opportunity, rationalization, dan capability terhadap fraudulent financial statement. Bentuk penelitian ini adalah studi asosiatif. Objek penelitian ini adalah perusahaan sektor barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia, dengan jumlah populasi sebanyak 56 perusahaan. Penentuan sampel penelitian menggunakan metode purposive sampling dan diperoleh sampel sebanyak tiga puluh lima perusahaan sampel. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji korelasi berganda, uji koefisien determinasi, uji F dan uji t. Berdasarkan hasil pengujian, diketahui bahwa opportunity dan capability tidak berpengaruh terhadap fraudulent financial statement. Pressure berpengaruh positif terhadap fraudulent financial statement dan rationalization berpengaruh negatif terhadap fraudulent financial statement. Kata Kunci: pressure, opportunity, rationalization, capability, fraudulent financial statement. PENDAHULUAN Salah satu bentuk pertanggungjawaban manajemen perusahaan adalah laporan Laporan keuangan dapat menggambarkan kemampuan dan kinerja Banyak pihak yang berkepentingan terhadap informasi keuangan yang disajikan perusahaan di antaranya pihak internal dan eksternal perusahaan. Pihak internal mengharapkan bonus atas kinerja yang baik. Pihak eksternal terutama investor mengharapkan return yang besar atas investasi modal yang ditanamkan ke perusahaan. Laporan keuangan yang dibuat dan disajikan oleh perusahaan harus didasarkan pada aturan maupun standar pelaporan keuangan yang berlaku. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) memberikan fleksibilitas bagi pihak perusahaan dalam menentukan metode maupun estimasi akuntansi yang akan digunakan dalam penyusunan laporan Fleksibilitas yang diberikan standar ada kalanya dimanfaatkan oleh manajemen perusahaan untuk melakukan manipulasi data keuangan dengan tujuan memperlihatkan bahwa perusahaan dalam keadaan baik dan berkembang. Manipulasi data keuangan merupakan tindakan kecurangan laporan keuangan. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 Kecurangan laporan keuangan (Fraudulent Financial Statemen. merupakan kelalaian maupun kesengajaan dalam penyajian laporan keuangan yang disajikan tidak sesuai dengan standar pelaporan keuangan. Kelalaian maupun kecurangan tersebut dapat merugikan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan sehingga mereka mengambil keputusan yang salah dan tidak tepat. Tindakan pencegahan dan deteksi dini terhadap fraudulent financial statement salah satunya dapat dilakukan dengan menggunakan teori kecurangan. Fraud diamond theory merupakan fraud teori yang diperkenalkan oleh Wolfe dan Hermannson pada tahun 2004 sebagai penyempurnaan dari fraud triangle theory dengan menambah satu faktor lain yang mendorong terjadinya fraud yaitu capability . Teori fraud diamond menambahkan elemen capability . sebagai elemen yang keempat selain elemen tekanan . , kesempatan . , dan rasionalisasi . Tekanan . merupakan dorongan untuk melakukan kecurangan karena tuntutan gaya hidup, ketidakberdayaan dalam keuangan, maupun tekanan dari lingkungan seperti tekanan dari top management perusahaan untuk memanipulasi data laporan keungan. Peluang . merupakan kesempatan atau adanya celah untuk melakukan kecurangan akibat dari pengendalian internal yang lemah, ketidakdisplinan, mekanisme audit yang lemah, atau penyalahgunaan wewenang. Rasionalisasi . merupakan tindakan mencari pembenaran bahwa fraud adalah suatu hal yang biasa dan wajar dilakukan oleh kebanyakan orang, akibat dari budaya perusahaan yang menganggap bahwa fraud merupakan tindakan yang tidak akan ditemukan, seperti pembenaran bahwa kecurangan yang jumlahnya sedikit tidak akan berdampak besar dan kecurangannya tidak begitu jelas terlihat. Kemampuan . merupakan kapasitas seseorang melakukan kecurangan untuk mendapatkan suatu hal yang ingin dicapai dalam lingkungan perusahaan. Pada dasarnya fraud cenderung terjadi apabila ada orang tertentu dengan capability khusus dalam lingkungan perusahaan. KAJIAN PUSTAKA Laporan keuangan merupakan ikhtisar dari suatu proses akuntansi selama periode Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 1 menyatakan bahwa Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi tentang posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu entitas yang bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna dalam mengambil keputusan ekonomi terkait perusahaan. Banyak pihak yang berkepentingan terhadap informasi keuangan suatu perusahaan diantaranya pihak internal dan eksternal perusahaan. Pihak internal perusahaan diantaranya pemilik perusahaan, pihak manajemen dan karyawan dari perusahaan tersebut. Sedangkan, pihak-pihak yang tergolong dalam pengguna laporan keuangan eksternal adalah investor, supplier, konsumen, pemerintah dan masyarakat umum. Laporan keuangan yang dibuat dan disajikan oleh perusahaan harus didasarkan pada aturan maupun standar pelaporan keuangan yang berlaku. Standar memberikan fleksibilitas bagi pihak perusahaan dalam menentukan metode maupun estimasi akuntansi yang akan digunakan dalam penyusunan laporan keuangan. Fleksibilitas yang diberikan standar ada kalanya dimanfaatkan oleh manajemen perusahaan untuk melakukan manipulasi data keuangan dengan tujuan memperlihatkan bahwa perusahaan dalam keadaan baik dan berkembang. Menurut PSAK No. 5: . laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap umumnya meliputi neraca, laporan laba atau rugi, laporan posisi keuangan . ang dapat disajikan dalam berbagai cara misalnya sebagai laporan arus kas atau laporan arus dan. , catatan dan serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Menurut Kasmir . 3: . laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu. Laporan keuangan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan saat ini merupakan kondisi Menurut peraturan pemerintah No. 24 tahun 2005 laporan keuangan merupakan laporan yang terstruktur mengenai posisi keuangan dan transaksi-transaksi yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan. Berdasarkan pernyataan-pernyataan tersebut maka dapat disimpulkan laporan keuangan merupakan rangkaian aktivitas ekonomi perusahaan yang diklasifikasikan dalam suatu periode perusahaan, yang dapat digunakan untuk membuat keputusankeputusan ekonomi bagi pihak internal dan eksternal perusahaan. Fraud adalah tindakan yang disengaja, dirancang untuk menguntungkan diri sendiri atau kelompok, dan merugikan pihak lain. Association of Certified Fraud Examiners (ACFE, 2014:. menggolongkan kecurangan kedalam tiga jenis, yaitu Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 kecurangan pelaporan keuangan . raudulent financial statemen. , pencuriaan aset . isappopriation of asset. , dan korupsi . Menurut Karyono . AuKecurangan laporan keuangan . raudulent financial statemen. dilakukan dengan menyajikan laporan keuangan lebih baik dari sebenarnya . ver statemen. dan lebih buruk dari sebenarnya . nder statemen. Ay Menurut Association of Certified Fraud Examiners (ACFE, 2. fraud didefinisikan sebagai kecurangan yang dilakukan oleh manajemen dalam bentuk salah saji material laporan keuangan yang dapat merugikan investor dan kreditor. Salah saji dapat dikatakan material apabila kesalahan penyajian dapat memengaruhi keputusan yang diambil oleh pengguna laporan keuangan. Menurut Statement of Auditing Standard (SAS) No. 99 mendefinisikan fraud adalah tindakan yang disengaja yang menyebabkan kesalahan dalam laporan keuangan. Ada dua tipe fraud yaitu memberikan informasi yang salah dalam laporan keuangan dan menyalahgunakan aset. Menurut Statement of Auditing Standards (AICPA, 2. mendefinisikan fraud merupakan tindakan yang disengaja yang mengakibatkan salah saji material dalam laporan keuangan yang menjadi subjek audit. Berdasarkan pernyataan-pernyataan tersebut maka dapat disimpulkan fraud merupakan kecurangan yang sengaja dilakukan. Fraud menimbulkan kerugiaan bagi pihak lain dan memberikan keuntungan bagi pelaku kecurangan. The Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) membagi kecurangan . dalam tiga jenis berdasarkan perbuatan yaitu: Asset missappropriation Asset perusahaan oleh pihak lain. Asset missappropriation merupakan bentuk fraud yang paling mudah untuk dideteksi karena sifatnya dapat diukur atau dihitung. Fradulent statement Fraudulent statement merupakan tindakan kecurangan yang dilakukan oleh pejabat eksekutif suatu perusahaan atau instansi pemerintahan untuk menutupi kondisi keuangan yang sebenarnya dengan melakukan rekayasa keuangan dalam penyajian laporan keuangan untuk memperoleh keuntungan. Corruption Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 Corruption meliputi penyalahgunaan wewenang, penyuapan, penerimaan kas yang tidak sah atau ilegal, dan pemerasan secara ekonomi. Corruption merupakan fraud yang paling sulit untuk dideteksi karena menyangkut kerja sama dengan pihak lain untuk mendapatkan keuntungan yang timbal balik . imbiosis mutualism. Fraudulent financial statement dapat berupa penyampaian salah saji informasi akuntansi yang disengaja maupun kelalaian dalam perhitungan jumlah, klasifikasi, cara penyajian dan pengungkapan. Fraudulent financial statement merupakan problematika yang sangat kompleks. Perusahaan dan investor diharapkan dapat melakukan tindakan pencegahan dan deteksi dini terhadap fraudulent financial statement. Untuk dapat melakukan hal tersebut perusahaan maupun investor harus bisa mempertimbangkan kemungkinan terjadinya kecurangan dari berbagai perspektif, salah satunya dengan menggunakan teori kecurangan. Salah satu teori kecurangan yang umumnya dipakai adalah teori fraud diamond. Teori fraud diamond adalah teori penyempurnaan dari teori fraud triangle yang menjelaskan unsur-unsur penyebab kecurangan melalui empat elemen yaitu pressure, opportunity, rationalization dan capability. Fraud Diamond adalah pandangan baru terhadap fenomena fraud yang diusulkan oleh Wolfe dan Hermanson . Teori ini adalah bentuk pembaruan teori Fraud Triangle oleh Cressey . yang menambahkan elemen capability yang diyakini memiliki hubungan signifikan dengan tindakan fraud. Jika dalam teori fraud triangle menjelaskan bahwa terdapat tiga yaitu Pressure . Opportunity . , dan Rationalization . , tiga elemen tersebut dalam teori Fraud Diamond mengalami penambahan elemen yaitu capability. Tekanan adalah dorongan orang yang melakukan kecurangan. Tekanan dapat mencakup hampir semua hal termasuk gaya hidup, tuntutan ekonomi, tekanan dari Dalam Statement on Auditing Standard No. 99, terdapat empat jenis kondisi umum terjadi pada pressure yang dapat mengakibatkan kecurangan yaitu financial stability pressure, external pressure, personal financial need, dan financial Financial stability pressure adalah tekanan dari keadaan stabilitas keuangan suatu perusahaan, salah satu tekanan bagi perusahaan atau manajemen untuk memanipulasi laporan keuangannya adalah ketika adanya penurunan stabilitas keuangan External pressure adalah tekanan yang berlebihan bagi manajemen perusahaan untuk memenuhi tuntutan atau harapan dari pihak ketiga. Personal financial Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 need terjadi ketika manajemen mengharapkan bagian kompensasi signifikan yang bergantung pada hasil operasi maupun posisi keuangan perusahaan sehingga untuk mendapatkan kompensasi tersebut manajemen perusahaan cenderung memanipulasi data laporan keuangan. Financial target adalah tekanan yang berlebihan pada manajemen untuk mencapai target keuangan tertentu, manajemen perusahaan mungkin akan memanipulasi laba untuk memenuhi target yang ditetapkan tersebut. Menurut Agusputri dan Sofie . , pressure berpengaruh positif terhadap fraudulent financial Opportunity dapat menciptakan peluang bagi seseorang dalam melakukan Opportunity merupakan kondisi yang terjadi karena kurang dan lemahnya sistem pengawasan dari pihak internal perusahaan sehingga menyebabkan adanya peluang bagi manajemen menyalahsajikan laporan keuangan. Menurut Mantgomery et . kesempatan adalah peluang yang menyebabkan pelaku secara leluasa dapat menjalankan aksinya yang disebabkan oleh pengendalian internal yang lemah, ketidaksiplinan, kemudahan dalam mengakses informasi, tidak adanya sistem audit yang baik dan lain sebagainya. Pengendalian internal merupakan salah satu celah utama munculnya kesempatan. Pengendalian internal yang tidak baik akan memberikan peluang orang untuk melakukan kecurangan. Statement on Auditing Standard No. 99 menyebutkan bahwa peluang terjadinya financial statement fraud dapat terjadi pada beberapa kondisi diantaranya nature of industy, ineffective monitoring dan organizational structure. Nature of industry berkaitan dengan munculnya risiko bagi perusahaan yang berada pada industri yang banyak melibatkan estimasi dan pertimbangan. Ineffective monitoring merupakan keadaan dimana perusahaan tidak memiliki sistem pengawasan yang efektif untuk memantau kinerja perusahaan. Organizational structure adalah struktur organisasi yang kompleks dan tidak stabil. Menurut Adnovaldi dan Wibowo . Opportunity berpengaruh positif terhadap fraudulent financial statement. Menurut Aprilia . rationalization merupakan sikap pembenaran atas kesalahan yang dilakukan, disebabkan keinginan agar perbuatannya tidak diketahui oleh orang lain, sehingga membenarkan tindakan kecurangan yang dilakukan agar terhindar dari sanksi atau hukuman. Karakteristik atau sikap merupakan alasan yang menyebabkan satu individu secara rasional melakukan kecurangan. Integritas Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 merupakan penentu utama dari kualitas laporan keuangan. Ketika integritas manajemen dipertanyakan maka kualitas informasi laporan keuangan yang disajikan akan diragukan. Menurut Sihombing dan Rahardjo . , rationalization berpengaruh positif terhadap fraudulent financial statement. Wolfe dan Hermanson . menambahkan satu faktor atas teori fraud triangle untuk meningkatkan kemampuan mendeteksi dan mencegah fraud yaitu capability. Capability adalah salah satu fraud risk factor yang melatarbelakangi terjadinya fraud. Capability merupakan kapasitas seseorang melakukan kecurangan untuk mendapatkan suatu hal yang ingin dicapai dalam lingkungan perusahaan. Capability salah satunya dapat dilihat ketika manajemen atau karyawan menggeser pengendalian internal. Hal ini dapat dilihat seberapa sering terjadi pergantian direksi perusahaan tiap tahunnya. Perubahan direksi dapat menjadi indikator terjadinya fraud. Perubahan direksi mungkin merupakan upaya perusahaan untuk menyingkirkan direksi yang dianggap mengetahui fraud yang dilakukan perusahaan serta perubahan direksi dianggap akan membutuhkan waktu adaptasi sehingga kinerja awal tidak akan maksimal. Menurut Adnovaldi dan Wibowo . , capability berpengaruh positif terhadap fraudulent financial statement. Berdasarkan kajian empiris, maka penulis merumuskan hipotesis penelitian sebagai berikut: H1: Pressure berpengaruh positif terhadap fraudulent financial statement. H2: Opportunity berpengaruh positif terhadap fraudulent financial statement. H3: Rationalization berpengaruh positif terhadap fraudulent financial statement. H4: Capability berpengaruh positif terhadap fraudulent financial statement. METODE PENELITIAN Bentuk penelitian ini adalah penelitian asosiatif. Objek yang digunakan adalah perusahaan sektor industri barang konsumsi di Bursa Efek Indonesia sebanyak 56 perusahaan dengan periode tahun 2016 sampai dengan tahun 2020. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan tahunan perusahaan yang berasal dari website resmi Bursa Efek Indonesia yaitu w. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode purposive sampling sehingga diperoleh 35 perusahaan sampel. Penulis menggunakan analisis regresi linear berganda dalam menganalisis dan menguji data dengan menggunakan Statistical Product and Service Solution (SPSS) versi 22. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Berikut merupakan tabel analisis statistik deskriptif variabel penelitian dengan periode penelitian selama lima tahun dan jumlah sampel sebanyak 35 perusahaan. Berdasarkan Tabel 1 dapat diketahui nilai minimum, maksimum, rata-rata, dan standar deviasi dari masing-masing variabel yang diteliti. Tabel 1 Descriptive Statistics Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std. Deviation 8560 -. Pressure Opportunity Rationalization Fraudulent Financial Statement Valid N . Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2021. Berdasarkan Tabel 2 dapat diketahui nilai frequency, percent, valid percent, dan cumulative percent dari variabel capability yang diteliti. Tabel 2 Descriptive Statistics Capability (Dumm. Perubahan Direksi Frequency Percent Valid TIDAK ADA PERUBAHAN ADA PERUBAHAN Total Valid Percent Cumulative Percent Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2021. Uji Asumsi Klasik Pengujian asumsi klasik dalam penelitian ini dilakukan dengan bantuan software SPSS versi 22. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai residual telah berdistribusi secara normal. Model regresi yang digunakan juga telah bebas dari masalah multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi sehingga peneliti dapat melakukan pengujian selanjutnya, yaitu uji kelayakan model dan uji t. Analisis Regresi Linear Berganda Hasil analisis regresi linear berganda dapat dilihat pada Tabel 3 sebagai berikut: Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 Tabel 3 Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Model 1 (Constan. LAG_Pressure LAG_Opportunity LAG_Rationalization LAG_Capability ,205 1,980 1,064 ,031 ,292 ,705 -1,052 ,310 -,046 ,053 Collinearity Statistics Sig. Tolerance VIF 6,502 ,000 ,700 6,790 ,000 ,117 1,509 ,134 -,343 ,001 3,399 -,066 -,871 ,386 ,536 1,867 ,944 1,059 ,559 1,790 ,992 1,008 Dependent Variable: LAG_Fraudulent Financial Statement Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2021. Berdasarkan Tabel 3, dapat diketahui bahwa persamaan regresi linear berganda sebagai Y = 0,205 Ae 1,980X1 1,064X2 Oe 1,052X3 Ae 0,046 e Analisis Koefisien Determinasi Hasil pengujian koefisien determinasi dapat dilihat pada Tabel 4 sebagai berikut: Tabel 4 Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate DurbinWatson Predictors: (Constan. LAG_Capability. LAG_Opportunity. LAG_Rationalization. LAG_Pressure Dependent Variable: LAG_FraudulentFinancialStatement Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2021. Berdasarkan hasil pengujian autokorelasi pada tabel 4 dapat diketahui bahwa nilai Durbin-Watson sebesar 2,078. Pengambilan keputusan dalam pengujian ini memerlukan dua nilai bantu yang diperoleh dari tabel Durbin-Watson, yaitu nilai dL dan nilai dU. Jumlah variabel independen dalam model regresi ini sebanyak empat dengan jumlah data sebanyak 133 Berdasarkan hasil pengujian autokorelasi tersebut, diketahui bahwa nilai Durbin- Watson lebih besar dari nilai DL sebesar 1,6554 dan lebih kecil dari . -DU), yaitu sebesar 2,2209 ( 1,7791 < 2,0780 < 2,2. Hasil ini menunjukkan bahwa model regresi tidak terjadi permasalahan autokorelasi. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 Hasil Uji F Hasil pengujian kelayakan model dapat dilihat pada Tabel 5 sebagai berikut: Tabel 5 Uji F ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Sig. 1 Regression Residual Total Dependent Variable: LAG_FraudulentFinancialStatement Predictors: (Constan. LAG_Capability. LAG_Opportunity. LAG_Rationalization. LAG_Pressure Sumber: Data Olahan SPSS 22, 2021. Berdasarkan Tabel 5, signifikansi yang dihasilkan bernilai 0,000 dimana angka tersebut lebih kecil daripada nilai tingkat kesalahan yang ditetapkan oleh Penulis () sebesar 0,05. Hal ini pengujian dengan model yang dibangun menggunakan variabel pressure, opportunity, rationalization dan capability terhadap fraudulent financial statement merupakan model regresi yang layak untuk dianalisis lebih lanjut. Analisis Pengaruh Hasil uji t dapat dilihat pada Tabel 3. Berdasarkan Tabel 3 dapat ditarik kesimpulan untuk masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen sebagai berikut: Pengaruh Pressure terhadap Fraudulent Financial Statement Berdasarkan hasil penelitiaan menunjukkan bahwa nilai signifikansi pressure sebesar 0,000 lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 dengan nilai koefisien regresi sebesar 1,980. Artinya pressure berpengaruh terhadap fraudulent financial statement. Terdapat pengaruh positif karena tekanan yang berlebihan dari direktur kepada manajemen untuk mencapai target sehingga manajemen memanipulasi laba untuk memenuhi target yang ditetapkan, sehingga akan memicu semakin tingginya tingkat kecurangan pada laporan keuangan. Pengaruh Opportunity terhadap Fraudulent Financial Statement Berdasarkan hasil penelitiaan menunjukkan bahwa nilai signifikansi opportunity sebesar 0,134 lebih besar dari taraf signifikansi 0,05 dengan nilai koefisien regresi sebesar 1,064. Artinya opportunity tidak berpengaruh terhadap fraudulent financial Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 Tidak terdapat pengaruh karena semakin rendah opportunity maka, semakin rendah potensi terjadinya kecurangan laporan keuangan dikarenakan semakin rendah nilai rasio perubahan total persedian di suatu perusahaan, maka semakin rendah kecurangan laporan keuangan terjadi. Pengaruh Rationalization terhadap Fraudulent Financial Statement Berdasarkan rationalization sebesar 0,001 lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 dengan nilai koefisien regresi sebesar -1,052. Artinya rationalization berpengaruh terhadap fraudulent financial statement. Terdapat pengaruh negatif karena integritas manajemen tidak menunjukkan prinsip akrual dengan pengambilan keputusan manajemen dan laporan keuangan yang disajikan tidak mencerminkan aktivitas perusahaan secara Pengaruh Capability terhadap Fraudulent Financial Statement Berdasarkan hasil penelitiaan menunjukkan bahwa nilai signifikansi capability sebesar 0,386 lebih besar dari taraf signifikansi 0,05 dengan nilai koefisien regresi sebesar -0,046. Artinya capability tidak berpengaruh terhadap fraudulent financial Tidak terdapat pengaruh karena perubahan direksi bukan karena perusahaan ingin menutupi kecurangan yang dilakukan akan tetapi bisa dikarenakan direksi yang bersangkutan mengundurkan diri atau perusahaan ingin memperbaiki kinerja perusahaanya dengan mengganti direksi lama dengan direksi yang baru. PENUTUP Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diketahui bahwa variabel opportunity dan capability tidak berpengaruh terhadap fraudulent financial Di sisi lain, variabel pressure berpengaruh positif terhadap fraudulent financial statement dan variabel rationalization berpengaruh negatif terhadap fraudulent financial statement. Saran yang dapat diberikan penulis kepada perusahaan yang diteliti adalah lebih memperhatikan pressure dan rationalization karena variabel tersebut mempengaruhi fraudulent financial statement yang ada di perusahaan. Dengan rendahnya tingkat fraudulent financial statement suatu perusahaan, maka perusahaan dapat mengatasi masalah-masalah dalam perusahaan yang ada menjadi optimal. Jurnal FinAcc Vol 8. No. Oktober 2023 ISSN 2988-5574 DAFTAR PUSTAKA