JURNAL PENDIDIKAN VOKASIONAL TEKNIK ELEKTRONIKA Volume 6. No. 1, 1- 7. e_ISSN: 2622-7029 https://journal. id/unj/index. php/jvote/index MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO ANIMASI UNTUK SIMULASI PRAKTIKUM OPERATIONAL AMPLIFIER (OP-AMP) Febriyanto Pratama* Moch Sukardjo Vina Oktaviana Pendidikan Teknik Elektronika Universitas Negeri Jakarta Indonesia Pendidikan Teknik Elektronika Universitas Negeri Jakarta Indonesia Pendidikan Teknik Elektronika Universitas Negeri Jakarta Indonesia Info Artikel Catatan Artikel: Diterima: 20 Mei 2023 Revisi: 27 Mei 2023 Disetujui: 03 Juni 2023 DOI:10. 21009/jvote. Kata Kunci: Animation Learning Video Animation Learning Media Operational Amplifier Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji tingkat media pembelajaran berbasis video animasi pada simulasi praktikum Operational Amplifier (Op-Am. kompetensi keahlian Elektronika Industri. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang mengacu pada model pengembangan ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation, and Evaluatio. Berdasarkan hasil uji kelayakan yang dilakukan oleh ahli materi memperoleh persentase sebesar 82,53%, ahli bahasa memperoleh persentase sebesar 86,11%, ahli desain instruksional 96,35%, dan ahli media memperoleh persentase sebesar 91,07%, serta hasil uji pengguna memperoleh persentase sebesar 96,24% untuk uji perorangan dan 95% untuk uji kelompok kecil. Hasil penelitian menunjukan bahwa media pembelajaran berbasis video animasi pada materi praktikum Operational Amplifier (Op-Am. , khususnya pada mata pelajaran Penerapan Rangkaian Elektronika termasuk kedalam kategori sangat valid atau sangat layak. Artikel ini : Febriyanto Pratama. Media Pembelajaran Berbasis Video Animasi Untuk Simulasi Praktikum Operational Amplifier (Op-Am. Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika, 6. , 1-7 PENDAHULUAN Akhir tahun 2019 telah terjadi sebuah pandemi Covid-19 (Novel Coronavirus 2019 atau nCoV2. yang melanda hampir seluruh negara di dunia. Negara Indonesia merupakan salah satu dari banyaknya negara yang juga mengalami pandemi Covid-19, kasus Covid-19 di Indonesia pertama kali terjadi pada suatu acara di Jakarta dimana penderita melakukan kontak dengan warga negara asal Jepang(Aditia, 2. (Kurniasih, 2. (Hendriyani et al. , 2. Berdasarkan data yang didapatkan dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia jumlah kasus yang terjadi hingga tanggal 11 April 2021 di Indonesia mencapai angka lebih dari 8 juta penduduk dengan total kematian lebih dari 42 ribu penduduk dengan kasus positif yang terkonfirmasi sebanyak lebih dari 1,5 juta penduduk Indonesia (Dwi Ramayanti, 2. (Putra & Kasmiarno, 2. Pandemi Covid-19 juga memberikan dampak pada tingkatan pendidikan dan dirasakan oleh berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, guru, peserta didik, dan juga orang tua peserta didik. Dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh Kemendikbud berisi mengenai saran untuk melakukan penyelenggaraan pembelajaran secara jarak jauh dan peserta didik diharapkan belajar dari rumah masing-masing (Study For Home/SFH)(Hendriyani et al. , 2. (Dewi & Mudiasih, 2. (NF. Seluruh tingkatan pendidikan PerguruanTinggi. Sekolah Menengah Kejuruan/Atas. Sekolah Menengah Pertama. Sekolah Dasar, bahkan Taman Kanak-kanak dan Pendidikan Anak Usia Dini terpaksa melakukan sistem kegiatan pembelajaran mengajar secara jarak jauh atau daring . (Cerelia et al. , 2. (NF, 2. (Rakhmawati et al. , 2. Coressponding author: Febriyanto Pratama. Universitas Negero Jakarta. Indonesia . ebriyantopratama@unj. Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika Pembelajaran secara daring merupakan proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dengan menggunakan teknologi berupa perangkat elektronik dan juga internet. Berbeda dengan pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka, pada pembelajaran daring membuat peserta didik melaksanakan pembelajaran menggunakan jenis sumber belajar mulai dari dokumen, gambar, audio, dan video dalam pembelajaran. Seperti pada umumnya, kegiatan pembelajaran secara jarak jauh juga memiliki beberapa kekurangan dan dampak yang dirasakan(Kutsiyyah, 2. (Heni & Ajisuksmo, 2. Hasil fakta yang terjadi di lapangan, sistem pembelajaran jarak jauh atau daring . memiliki beberapa permasalahan yang dapat membuat proses belajar mengajar menjadi kurang efektif dan juga kurang maksimal, diantaranya terbatasnya kemampuan penguasaan akan teknologi bagi guru dan peserta didik, sehingga membuat pembelajaran menjadi terhambat dengan penggunaan teknologi(Dian Primasari & Zulela, 2. (Basar, 2. Kurang tersedianya sarana dan prasarana yang memadai, sehingga membuat guru dan peserta didik kurang maksimal dalam melakukan Tidak stabilnya koneksi jaringan internet, sehingga membuat kegiatan belajar mengajar secara jarak jauh menjadi terhambat. Tidak siapnya penyediaan anggaran, sehingga membuat beberapa guru dan peserta didik kesulitan dalam melakukan kegiatan belajar secara daring yang menggunakan teknologi dengan berbantuan internet(Akbar, 2. (Basar, 2. Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran secara jarak jauh . memiliki beberapa kekurangan yang dapat membuat peserta didik kesulitan dalam melakukan pembelajaran secara teori dan juga praktikum. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara jarak jauh membuat target peserta didik terhadap keterampilan tertentu untuk mempersiapkan bekal ilmu teori dan praktikum di tahun yang akan datang telah pupus dan membuat peserta didik tidak memperoleh hasil yang semestinya. Hal tersebut juga dirasakan pada beberapa peserta didik pada jenjang SMK yang seharusnya mendapat banyak bekal keahlian untuk melakukan praktikum secara langsung menjadi terhambat dengan adanya pembelajaran jarak jauh(Rakhmawati et al. , 2. (Putra & Kasmiarno, 2. Hasil observasi yang dilakukan di SMK Negeri 29 Jakarta juga mengalami kendala dalam melakukan kegiatan pembelajaran secara jarak jauh terutama ketika melakukan kegiatan Kegiatan praktikum yang semula dilakukan dengan melakukan praktik langsung disekolah diganti dengan menggunakan teknologi berupa perangkat lunak simulasi. Hal tersebut dapat membuat peserta didik kurang maksimal dalam mempersiapkan bekal untuk tahun selanjutnya dalam mendapatkan kemampuan dan keterampilan dalam bidang elektronika. Dibuktikan dengan hasil sebaran angket yang dilakukan pada peserta didik kelas XI Kompetensi Keahlian Elektronika Industri SMK Negeri 29 Jakarta Tahun Ajaran 2020/2021. Hasil sebaran angket mengenai kesulitan dalam melakukan pembelajaran praktikum secara jarak jauh didapatkan bahwa peserta didik kelas XI masih belum paham mengenai penggunaan software simulasi Elektronika yang digunakan dalam kegiatan praktikum, khususnya pada materi Operational Amplifier (Op- Am. dan Rangkaian Filter sehingga pembelajaran praktikum menjadi kurang maksimal. Materi yang akan dilakukan untuk penelitian pada pengembangan media pembelajaran berbasis video animasi pada simulasi praktikum Penerapan Rangkaian Elektronika adalah Operational Amplifier (Op-Am. dan Rangkaian Filter. Pembelajaran pada materi Penerapan Rangkaian Elektronika akan lebih menarik khususnya pada materi praktikum jika dikemas dalam bentuk video animasi, sehingga dapat meningkatkan ketertarikan peserta didik pada materi yang Penggunaan media pembelajaran video animasi memiliki hasil yang lebih baik ketimbang yang tidak menggunakan media video animasi. Berdasarkan paparan yang telah diuraikan mengenai permasalahan yang ada, maka dibuat penelitian mengenai inovasi dalam mengembangkan media pembelajaran dengan berbasis video animasi dalam simulasi praktikum untuk membuat peserta didik lebih tertarik dalam memahami bahan praktikum serta mengetahui penggunaan aplikasi untuk melakukan simulasi selama pembelajaran jarak jauh pada mata pelajaran Penerapan Rangkaian Elektronika untuk pokok bahasan materi praktikum Operational Amplifier (Op-Am. Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika METODE Pada penelitian ini metode yang dipakai adalah menggunakan metode rekayasa teknik yang meliputi analisis kebutuhan sistem, perancangan subsistem, pengujian subsistem, implementasi Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 1Metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan produk adalah metode Research and Development (R&D) atau Penelitian dan Pengembangan. Metode R&D digunakan karena metode penelitian ini bertujuan dalam mengembangkan produk dan melakukan validasi terkait hasil pendidikan. Model pengembangan yang akan dilakukan dalam penelitian dan pengembangan menggunakan model ADDIE (Analyze. Design. Development. Implementation. Evaluatio. ADDIE adalah singkatan dari Analysis. Design. Development or Production. Implementation or Delivery, and Evaluation(Sugihartini & Yudiana, 2. (Harefa et al. , 2. Model pengembangan ADDIE digunakan diberbagai macam produk, seperti model pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, maupun bahan ajar pembelajaran. Model pengembangan ADDIE memiliki penyajian yang sederhana dan juga sistematik yang membuat model peng(Putri Weldami & Yogica, 2. (Hidayat & Nizar, 2. embangan ADDIE mudah untuk dipelajari. Pengembangan produk yang dikembangkan dengan model ADDIE memiliki hasil produk pembelajaran yang berkualitas. Model ADDIE adalah model penelitian yang digunakan dalam pengembangan pendidikan, hal tersebut karena mode ADDIE memiliki penyajian yang fleksibel, sistematis dan memiliki tahapan secara scientific. Subjek yangdigunakan dalam penelitian adalah peserta didik kelas XI SMKN 29 Jakarta Tahun Ajaran 2020/2021 dengan jumlah sebanyak 3 orang untuk ujicoba perorangan dan 10 orang untuk ujicoba kelompok kecil. Adapun software yang digunakan dalam penelitian adalah Proteus Professional sebagai software simulasi elektronika, dan PowerPoint serta Adobe Premiere sebagai software editing video animasi. Teknik analisis data yang dilakukan dalam penelitian pengembangan media pembelajaran video animasi menggunakan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Pada teknik analisis kualitatif data yang didapat dari hasil pengembangan video animasi akan diuji kelayakannya kemudian akan dipaparkan hasilnya. Sedangkan dalam teknik analisis kuantitatif data yang telah didapat setelah melakukan pengujian kelayakan media pembelajaran secara kualitatif akan diinterpretasikan ke dalam data kuantitatif dalam butir-butir pertanyaan berupa skor yang diukur dengan skala likert. Tabel 1. Penilaian Skor Pada Skala Likert No Pilihan Jawaban Kode Bobot Skor Sangat Setuju Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju STS Setelah diperoleh persentase skor dari perhitungan setiap instrumen, maka akan ditentukan kelayakan dari produk yang akan dikembangkan menggunakan rating scale. Rating scale diperlukan untuk mengubah data kualitatif pada pengukuran skala likert menjadi sebuah pengertian kualitatif. Tabel 2. Interpretasi Skor Rating Scale Skor 76% - 100% 51% - 75% 26% - 50% 0% - 25% Tingkat Kelayakan Sangat Baik / Sangat Valid Baik / Valid Tidak Baik / Tidak Valid Sangat Tidak Baik / Sangat Tidak Valid HASIL DAN DISKUSI Penelitian dengan judul Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Video Animasi Pada Simulasi Praktikum Operational Amplifier (Op-Am. Kompetensi Keahlian Elektronika Industri Kelas XI SMKN 29 Jakarta dilakukan mulai dari bulan Maret 2021AeMaret 2022. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian Research and Development (R&D) dengan mengacu Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika kepada model ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluatio. dengan membatasi hingga tahapan Impelementation. Tahapan-tahapan yang dilakukan adalah Tahapan analisis diawali dengan melakukan observasi terkait permasalahan yang terjadi selama pembelajaran berlangsung pada mata pelajaran Penerapan Rangkaian Elektronika di kelas XI SMKN 29 Jakarta. Selanjutnya dilakukan wawancara kepada guru mata pelajaran Penerapan Rangkaian Elektronika terkait proses pembelajaran yang berlangsung selama pembelajaran jarak Berdasarkan hasil wawancara kepada guru mata pelajaran Penerapan Elektronika diketahui bahwa pembelajaran praktikum yang dilakukan di SMK Negeri 29 Jakarta menggunakan Daring Method dan Blended Learning dengan berbantuan software simulasi elektronika. Kemudian dilakukan penyebaran angket kepada peserta didik untuk mengetahui permasalahan yang terjadi terkait pembelajaran praktikum secara jarak jauh. Perancangan awal yang dilakukan adalah membuat perencanaan terkait kompetensi yang dibutuhkan untuk peserta didik pada mata pelajaran Penerapan Rangkaian Elektronika sesuai dengan Kompetensi Dasar dan Indeks Pencapaian Kompetensi. Setelah perencanaan KD dan IPK telah dibuat, selanjutnya dilakukan pembuatan RPP dan bahan ajar pembelajaran praktikum berupa video animasi dan jobsheet. Setelah pembuatan RPP dan bahan ajar selesai maka dilakukan pembuatan storyboard sebagai gambaran konsep awal dalam pembuatan media pembelajaran video animasi. Pada tahapan pengembangan mulai dilakukan pembuatan video animasi dengan mengacu kepada bahan ajar dan juga storyboard. Setelah dilakukan pembuatan video animasi, selanjutnya melakukan pembuatan instrumen penilaian sebagai penilaian kelayakan media pembelajaran video animasi. Produk yang telah dibuat kemudian dilakukan validasi kepada validator ahli dengan mencakup validator materi, validator bahasa, validator desain instruksional, dan validator Tabel 3. Hasil Uji Validasi Ahli Materi Aspek Penilaian Skor Persentase Kelayakan Kriteria Materi 25/28 89,28% Sangat Valid Teknis Penyajian 10/12 83,33% Sangat Valid Manfaat 9/12 CukupValid 44/52 82,53% Sangat Valid Jumlah Berdasarkan hasil penghitungan persentase yang dilakukan untuk mengetahui kelayakan pada materi yang dikembangkan, didapatkan persentase sebesar 82,53% dan dikategorikan sebagai sangat valid. Tabel 4. Hasil Uji Validasi Ahli Bahasa Aspek Penilaian Skor Persentase Kelayakan Kriteria Bahasa 31/36 86,11% Sangat Valid 31/36 86,11% Sangat Valid Jumlah Berdasarkan hasil penghitungan persentase yang dilakukan untuk mengetahui kelayakan pada bahasa yang dikembangkan, didapatkan persentase sebesar 86,11% dan dikategorikan sebagai sangat valid. Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika Tabel 5. Hasil Uji Validasi Ahli Desain Instruksional Aspek Penilaian Skor Persentase Kelayakan Kriteria Perumusan tujuan pembelajaran 16/16 Sangat Valid Materi pembelajaran 11/12 91,67% Sangat Valid Media pembelajaran 15/16 93,75% Sangat Valid Manfaat Sangat Valid 50/52 96,35% Sangat Valid Jumlah Berdasarkan hasil penghitungan persentase yang dilakukan untuk mengetahui kelayakan pada desain instruksional yang dikembangkan, didapatkan persentase sebesar 96,35% dan dikategorikan sebagai sangat valid. Tabel 6. Hasil Uji Validasi Ahli Media Aspek Penilaian Skor Persentase Kelayakan Kriteria Tampilan 25/28 89,28% Sangat Valid Suara 12/16 Cukup Valid Teknis Penyajian Sangat Valid Manfaat Sangat Valid 44/52 82,53% Sangat Valid Jumlah Berdasarkan hasil penghitungan persentase yang dilakukan untuk mengetahui kelayakan pada media yang dikembangkan, didapatkan persentase sebesar 91,07% dan dikategorikan sebagai sangat valid. Tahapan implementasi dilakukan dengan pengujicobaan produk secara langsung di SMKN 29 Jakarta kepada peserta didik kelas XI Kompetensi Keahlia Elektronika Industri di SMK Negeri 29 Jakarta tahun ajaran 2020-2021. Pengujicobaan produk yang dilakukan mencakup 2 tahapan, yaitu uji coba perorangan dan uji coba kelompok kecil. Uji coba perorangan meliputi 3 orang responden peserta didik dan uji coba kelompok kecil meliputi 10 orang responden peserta Tabel 7. Hasil Ujicoba Perorangan Aspek Penilaian Skor Persentase Kelayakan Kriteria Tampilan 47/48 97,91% Sangat Baik Suara 24/24 Sangat Baik Bahasa 12/12 Sangat Baik Teknis Penyajian 10/12 83,33% Sangat Baik Manfaat 24/24 Sangat Baik Jumlah 117/120 96,24% Sangat Baik Berdasarkan hasil penghitungan persentase yang dilakukan pada ujicoba perorangan, didapatkan persentase sebesar 96,24% dan dikategorikan sebagai sangat baik Jurnal Pendidikan Vokasional Teknik Elektronika Tabel 8. Hasil Ujicoba Kelompok Kecil Aspek Penilaian Skor Persentase Kelayakan Kriteria Tampilan 150/160 98,75% Sangat Baik Suara 74/80 92,50% Sangat Baik Bahasa 39/40 97,50% Sangat Baik Teknis Penyajian 37/40 92,50% Sangat Baik Manfaat 75/80 93,75% Sangat Baik Jumlah 383/400 95% Sangat Baik Berdasarkan hasil penghitungan persentase yang dilakukan pada ujicoba kelompok kecil, didapatkan persentase sebesar 95% dan dikategorikan sebagai sangat baik. Hasil penelitian yang dilakukan di SMKN 29 Jakarta terkait permasalahan yang terjadi selama pembelajaran jarak jauh khususnya pada kompetensi keahlian Elektronika Industri untuk mata pelajaran Penerapan Rangkaian Elektronika diketahui bahwa peserta didik kesulitan dalam memahami materi pembelajaran praktikum. Salah satu faktor yang yang menjadi permasalahan adalah media pembelajaran yang digunakan, untuk itu peneliti melakukan inovasi terkait pengembangan media pembelajaran berbasis video animasi pada simulasi praktikum Penerapan Rangkaian Elektronika khususnya untuk materi Operational Amplifier (Op-Am. Pengembangan media pembelajaran berbasis video animasi dilakukan dengan menggunakan metode penelitian pengembangan dengan mengacu kepada model pengembangan ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation. Evaluatio. dan membatasi tahapan hanya sampai Impelementation. Dengan tahapan Analysis yaitu menganalisis permasalahan yang terjadi selama pembelajaran jarak jauh, tahapan Design yaitu melakukan perancangan konsep baru terkait permasalahan yang terjadi selama pembelajaran jarak jauh. Development yaitu melakukan pembuatan dan pengembangan konsep secara nyata berupa produk. Implementation yaitu melakukan pengujicobaan produk secara nyata dilapangan. KESIMPULAN Hasil penelitian ini diperoleh Media Pembelajaran Berbasis Video Animasi Pada Simulasi Praktikum Operational Amplifier (Op-Am. Kompetensi Keahlian Elektronika Industri Hasil pengujian kelayakan produk yang dilakukan oleh validator dalam pengembangan media pembelajaran berbasis video animasi mendapatkan persentase sebesar 82,53% oleh Ahli Materi yang berarti sangat valid, 86,11% oleh Ahli Bahasa yang berarti sangat valid, 96,35% oleh Ahli Desain Instruksional yang berarti sangat valid, dan 91,07% oleh Ahli Media yang berarti sangat valid. Selanjutnya hasil pengujicobaan produk yang dilakukan kepada peserta didik melalui ujicoba perorangan dan ujicoba kelompok kecil mendapatkan persentase sebesar 96,24% untuk ujicoba perorangan yang berarti sangat baik, serta 95% untuk ujicoba kelompok kecil yang berarti sangat baik. REFERENSI