Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol . No. September 2011 Pengaruh Ideologi Peran Jender terhadap Pemberian Dukungan kepada Calon Pemimpin Perempuan pada Organisasi Kemahasiswaan Rochimah Imawati1* dan Radhiya Bustan1,2 Program Studi Psikologi. Fakultas Psikologi dan Pendidikan. Universitas Al Azhar Indonesia. Jl. Sisingamangaraja. Jakarta 12110 Program Studi Healing dan Konseling. Fakultas Psikologi dan Pendidikan. Universitas Al Azhar Indonesia. Jl. Sisingamangaraja. Jakarta 12110 *Penulis untuk Korespondensi: rochimah@uai. Abstrak - Jender sering dipahami sebagai karakter yang melekat dalam diri perempuan maupun lak-laki yang dikonstruksi secara sosial maupun kultural. Konstruksi tersebut secara langsung atau tidak menimbulkan harapan yang berbeda terhadap ideal selves laki-laki dan Penelitian ini berusaha untuk melihat bagaimana ideologi peran jender dalam organisasi kemahasiswaan . ntra kampu. di UAI tahun 2009. Abstrack - Gender was often understood as a character inherent inboth women and men, who socially and culturally constructed. This construction was directly or indirectly leads to different expectations of the ideal selves of male and female. This study attempted to discuss how ideology of gender roles in the election of women leaders in student organizations . ntra-campu. at UAI, 2009. Keywords Ae ideology of gender, leadership, college student organizational PENDAHULUAN terlibat dalam jenis kegiatan tertentu sedangkan anak perempuan didorong untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang berbeda dengn anak laki-laki. Keterlibatan dalam kegiatan-kegiatan itu dan asosiasi terhadap reward memberikan alasan lain bagi perempuan untuk mempersepsikan dirinya berbeda dengan laki-laki dan hal ini menimbulkan harapan yang berbeda terhadap ideal selves lakilaki dan perempuan. Kenyataan ini mengakibatkan pemahaman konsep jender menjadi bias dan terdistorsi, sehingga menimbulkan kesimpangsiuran dan kerancauan dalam perlakuan antara perempuan dan laki-laki. Jender sering dipahami sebagai karakter yang melekat pada perempuan maupun lak-laki yang terkonstruksi secara sosial maupun kultural. Konstruksi menguntungkan laki-laki daripada perempuan. Misalnya laki-laki dianggap kuat, rasional, jantan perkasa dan lain-lain. sementara perempuan dikenal lemah lembut, cantik, keibuan, emosional, penakut, dan sebagainya. Sebetulnya karakteristik yang dimiliki, baik lakilaki maupun perempuan dapat dipertukarkan . Artinya sifat-sifat yang dimiliki oleh laki-laki pasti dimiliki juga oleh perempuan demikian juga sebaliknya. 1 Latar Belakang ewasa ini masyarakat Indonesia masih Yakni penghargaan yang berbeda. Anak laki-laki diperlakukan secara berbeda dan didorong untuk Karena itu diperlukan rekonstruksi pemahaman yang lebih integral dan komprehensif, sehingga tidak bias, tetapi lebih menguntungkan kedua belah pihak, baik laki-laki maupun perempuan. Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA. Vol . No. September 2011 Selanjutnya, pengertian organisasi secara sederhana adalah kesatuan dari beberapa orang yang membentuk komunitas dengan usaha sadar bersama-sama mencapai suatu tujuan tertentu. Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan jasa orang lain, saling membutuhkan dalam proses pemberdayaan dan perjuangan ditengah-tengah kehidupan masyarakat. Kecenderungan berinteraksi selalu timbul hingga mewujudkan suatu komunitas impian/keinginan Dilingkungan kampus, organisasi merupakan wadah dari berbagai macam aktivitas mahasiswa, dimana . organisasi menawarkan pengalaman berharga yang hal tersebut tidak akan diperoleh hanya diperkuliahan, . organisasi memberikan kerangka praktis dari teori-teori yang telah didapatkan dikuliah, dan . organisasi mampu sesamanya dan dilingkungan sekitarnya baik dari aspek sosial, ekonomi, budaya, hukum dan lainlain. Selain dinyatakan sebagai wadah yang mampu merespon apa kepentingan suatu kelompok tertentu, organisasi juga sebagai proses yang ideal mengaktualisasikan dirinya sebagai agen perubahan Saat Pemilu Mahasiswa untuk memilih Pemimpin Organisasi Mahasiswa, pertarungan terjadi diantara para kandidat baik aktivis intra kampus itu sendiri maupun antar aktivis yang berasal dari organisasi ekstra kampus ataupun aktivis-aktivis independen lain yang berasal dari berbagai kelompok studi atau kelompok kegiatan lainnya. Partisipasi kandidat perempuan dalam pemilihan kepemimpinan organisasi kampus memang bukan hal baru. Terpilihnya seorang kandidat perempuan dalam pemilihan kepemimpinan organisasi kampus dipengaruhi oleh beberapa hal yang berkisar antara lain pada kompetensi, orientasi program dan kemampuan meyakinkan calon pemilihnya. Akan tetapi faktor penting yang turut mempengaruhi terpilih tidaknya seorang kandidat perempuan dalam pemilihan pemimpin organisasi mahasiswa dalam hal ini organisasi intra kampus adalah ideologi dari para pemilih itu sendiri terutama pemilih perempuan, apakah ia akan lebih percayakan pilihannya kepada kandidat perempuan untuk menjadi pemimpin berdasarkan pemahaman konsep jender yang dimilikinya. 2 Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan: Bagaimana ideologi peran jender mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia. Melihat apakah ideologi peran jender memberikan pengaruh terhadap pemberian dukungan kepada calon pemimpin perempuan pada organisasi kemahasiswaan. Melihat apakah terdapat perbedaan ideologi peran jender antara pemilih yang memilih calon pemimpin perempuan dengan yang memilih calon pemimpin laki-laki. 3 Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, secara akademis dan secara praktis. Secara akademis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan memperkaya literatur bidang kajian sosial . studi psikologi, studi ilmu sosial, studi politik, studi budaya maupun studi keagamaa. dan keterkaitannya dengan isu . Secara praktis. Penelitian ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan strategi dalam meningkatkan partisipasi mahasiswa sebagai generasi muda bangsa dalam kegiatan politik -pemilihan pemimpin- pada umumnya. II. KERANGKA TEORI / TINJAUAN PUSTAKA