Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 (June 2. 165 Ae 184 Jurnal Teologi (JUTEOLOG) e-ISSN 2775-4006 https://ejurnal. id/index. php/juteolog p-ISSN 2774-9355 https://doi. org/10. 52489/juteolog. The Concept of Loving One Another Based on John 15:917 and Relevance For The Church Today Fermi M. Kadek . Andreas Sudjono . Ribut Agung Sutrisno . )* Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta. Fermikadek@gmail. Recommended Citation Turabian 8th edition . ull not. Fermi M. Kadek. Andreas Sudjono, and Agung Ribut Santoso. AuThe Concept of Loving One Another Based on John 15:9-17 and Relevance For The Church Today,Ay Jurnal Teologi (JUTEOLOG) 2, no. 2 (June 1, 2. : 1, accessed June 8, 2022, https://ejurnal. id/index. php/juteolog/article/view/91. American Psychological Association 7th edition (Kadek et al. , 2022, p. Received: 19 February 2022 Accepted: 11 May 2022 Published: 01 June 2022 This Article is brought to you for free and open access by Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Yogyakarta. It has been accepted for inclusion in Christian Perspectives in Education by an authorized editor of Jurnal Teologi (JUTEOLOG). For more information, please contact juniorichson1995@gmail. Fermi M. Kadek. Andreas Sudjono. Ribut Agung Sutrisno Abstract Love is a thing that will never go stale to be discussed and discussed because love is a fundamental need for every human being. The use of the word love is very diverse, love can be used in relationships with God, husband and wife, men and women as well as relationships between parents and children. Because basically love is characterized by a relationship between two people who love each other. For this reason, in this article, researchers will explore the Lord Jesus' command regarding the concept of loving one another based on John 15:9-17. The method used is a qualitative method with a literature study approach and biblical studies presented in descriptive form. the conclusions obtained. first, we can only love if we live in the community of God's love. second, loving each other is our form of obeying God's commands, third, loving each other is shown by a self-sacrificing attitude, fourth we can love because God loves us, it is proven that He elevates us from servants to friends, fifth, we can love because we have been chosen and appointed to go bear fruit and if the fruit remains then as a form of God's love. He will give us what we ask for. Keywords: Loving One Another. Gospel of John. Church. Abstrak Kasih menjadi hal yang tidak akan pernah basi untuk diperbincangkan dan dibahas karena kasih merupakan kebutuhan fundamental bagi setiap manusia. Pemakaian kata kasih sangat beragam, kasih dapat dipakai dalam relasi dengan Tuhan, suami-istri, pria-wanita maupun hubungan antara orang tua dan anak. Karena pada dasarnya kasih ditandai dengan adanya hubungan antara dua pribadi yang saling mengasihi. Untuk itulah dalam artikel ini peneliti akan menggali perintah Tuhan Yesus terkait konsep saling mengasihi berdasarkan Yohanes 15:9-17. Metode yang dipakai adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dan kajian biblika yang disajikan dalam bentuk deskriptif. kesimpulan yang diperoleh. pertama, kita hanya bisa mengasihi jika kita tinggal di dalam komunitas kasih Allah. Saling mengasihi merupakan wujud kita menuruti perintah Tuhan, ketiga, saling mengasihi ditunjukan dengan sikap rela berkorban, keempat kita dapat mengasihi karena Allah mengasihi kita terbukti Ia mengangkat derajat kita dari hamba menjadi sahabat, kelima, kita dapat mengasihi karena kita telah dipilih dan ditetapkan untuk pergi menghasilkan buah dan jika buah tersebut tetap maka sebagai wujud kasih Allah. Dia akan memberikan apa yang kita Kata Kunci: Saling Mengasihi. Injil Yohanes. Gereja. PENDAHULUAN Mengasihi merupakan perasaan yang dimiliki oleh setiap manusia yang ditunjukan melalui perkataan, perbuatan, dan tingkah laku sehari-hari. Kasih mempunyai makna yang sangat luas dan berbeda-beda. Pemakaian kata kasih sangat beragam kasih dapat dipakai dalam relasi dengan Tuhan, suami-istri, pria-wanita maupun hubungan antara orang tua dan Kasih dapat ditandai dengan adanya hubungan antara dua pribadi yang saling mengasihi (Marbun, 2. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mengasihi adalah menaruh kasih kepada, mencintai, dan menyayangi (Poerwadarminta, 2. Kasih merupakan hal yang pertama dan terutama dalam kehidupan kekristenan Barclay . 6, p. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Fermi M. Kadek. Andreas Sudjono. Ribut Agung Sutrisno . mengatakan kita dipilih untuk kasih, kita telah diutus kedalam dunia untuk saling Itulah alasan keberadaan manusia diciptakan. Manusia ditakdirkan oleh Allah sebagai mahkluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri, tetapi manusia memerlukan orang lain untuk menopang hidupnya. Yonathan Arifianto . mengemukakan bahwa AuKasih yang dinyatakan Tuhan harus di tunjukan kepada sesama dalam keberagamanAy. Tetapi dewasa ini masih didapati banyak orang yang belum mengerti apa itu kasih yang sebenarnya. Marselina Reni . dalam jurnalnya yang menyatakan bahwa Au masih banyak orang yang belum mengasihi sesamanya dan kurang perduli dengan orang yang ada disekelilingnya untuk itulah penting orang mengerti arti mengasihi berdasarkan Alkitab supaya dapat meningkatkan keperdulian dengan sesamaAy. Hal ini menandakan bahwa banyak manusia lupa akan tujuan awalnya diciptakan sehingga terjadinya degradasi sikap saling mengasihi dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang orang harus sadar bahwa dia diciptakan oleh Tuhan dengan memiliki latar belakang yang berbedabeda seperti: perbedaan fisik, sikap,pemikiran, jabatan, status ekonomi, dan pendidikan. Dengan harapan agar tercipta keindahan dalam keberagaman serta interaksi kasih satu dengan yang lain terutama ketika kita hidup di Indonesia sebagai negara yang heterogen baik suku, maupun agama. Tetapi realitanya justru karena perbedaan inilah yang sering menimbulkan rusaknya sebuah hubungan dalam kehidupan mengasih baik antar jemaat, antar gereja bahkan dengan masyarakat majemuk (Denny Firmanto. Antonius. Pius X, 2. Untuk itu Yan Suhendra . dalam jurnalnya menuliskan bahwa Ayorang kristen dipanggil untuk terlibat untuk mengasihi dengan memelihara dunia ini terutama dimana mereka ditempatkan dengan berbagai keragaman dan heterogenitas di dalamnyaAy. Di dari hasil penelitian sebelumnya juga diketahui masih ditemukan beberapa orang percaya yang kurang dalam mempraktekan saling mengasihi dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun sudah banyak orang percaya yang mengerti dan memahami tentang saling mengasihi. Bahkan banyak orang percaya mengatakan bahwa mereka mengasihi sesamanya tetapi faktanya lebih mementingkan diri sendiri dan kurang peduli kepada sesamanya. Untuk itulah menurut Jhon dan Stasi . 3, p. Aukita berada di dunia diutus Tuhan untuk belajar saling mengasihi, itulah misi terbesar dari segalanyaAy. Tuhan Yesus secara khusus memberikan perintah dan ajaran supaya saling mengasihi yaitu termuat dalam Injil Yohanes 15:9-17. Mengasihi dalam ayat ini berbicara mengenai suatu perintah Allah yang diberikan kepada setiap orang percaya untuk dilakukan. Disatu sisi Tuhan Yesus memberikan perintah kepada manusia tetapi juga Ia teladan melalui Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Fermi M. Kadek. Andreas Sudjono. Ribut Agung Sutrisno pengorbanan dirinya sebagai jalan kasih yang memperdamaikan hidup manusia dari jerat maut akan dosaAy (Rex Jackson, 1991, p. Dosa telah membuat manusia menerima hukuman maut (Istinatun et al. , 2021, p. Yohanes menandaskan hal yang penting dalam kitabnya yaitu kasih dan mengasihi dimana terdapat lebih dari tiga puluh kali ditulis dalam kitab Yohanes (Rex Jackson, 1. Karena pada dasarnya perintah utama Tuhan Yesus adalah perintah kasih, yakni mengasihi Allah dan sesama manusia. Berdasarkan beberapa temuan masalah yang telah dipaparkan, maka yang menjadi tujuan dalam penulisan penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada orang percaya tentang konsep saling mengasihi berdasarkan Yohanes 15:9-17 dan relevansinya bagi gereja masa kini supaya setiap orang percaya tahu tanggungjawabnya sebagai respon etis akan perintah Tuhan Yesus METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dan kajian biblika (Zaluchu, 2. , yaitu melalui penelusuran bukuAebuku yang relevan sebagai sumber-sumber yang mendukung pokok bahasan (Lexy J. Moleong, 2012, p. serta pembahasan mendalam terkait teks Alkitab dengan maksud memahami makna eksplisit dan implisit dari sebuah teks Alkitab (OACollins. Gerald, 1998, p. Adapun studi kepustakaan dengan mencari sumber-sumber yang mendukung berkaitan dengan saling mengasihi serta mengemukakan landasan biblika tentang saling mengasihi berdasarkan Yohanes 15:9-17 yang penjelasannya disajikan secara deskriptif. Sehingga ketika disatukan mendapatkan gambaran yang utuh terkait pemahaman dan aplikasi ayat tersebut terutama gereja masa kini. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembahasan penelitian ini terkait perintah dan ajaran Tuhan Yesus tentang saling mengasihi berdasarkan Yohanes 15:9-17. Sebelum lebih dalam membahas terkait ayat tersebut perlu diketahui latar belakang Injil Yohanes yang merupakan salah satu dari keempat Injil yang ada di Alkitab dan menjadi Injil yang dikatakan unik, karena faktor sudut pandang yang digunakan di dalam Injil Yohanes untuk memberikan penjelasan tentang Yesus Kristus mungkin sangat kontras dibanding dari ketiga Injil sinoptik (Drane, 2016, p. Injil Matius melihat Yesus dari sudut pandang sebagai Raja. Markus melihat Yesus dari faktor seorang Hamba. Lukas melihat Yesus dari faktor Anak Manusia, pada saat yang sama seperti Yohanes melihat Yesus dari sudut pandang Anak Allah yang telah menjadi daging sebagai seorang manusia. Untuk itulah dalam Injil ini pemahaman akan kasih dan mengasihi sangat Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Fermi M. Kadek. Andreas Sudjono. Ribut Agung Sutrisno ditekankan karena kemanusiaan Yesus merupakan wujud kasih yang terbesar (Suhendra & Bulan, 2. Injil ini mencatat banyak hal tentang pelayanan Yesus di Yudea dan Yerusalem yang tidak ditulis oleh ketiga Injil lainnya secara spesifik Injil ini menjelaskan kepribadian Yesus yang penuh dengan belas kasih. Yohanes sendiri merupakan salah satu dari dua belas murid serta menjadi murid yang disayangi Kristus selain Petrus, dan Yakobus. Yohanes menulis Injil ini pada waktu yang sama dengan menulis surat kepada berbagai gereja di dalam provinsi Asia yang berada di bawah tanggung jawab apostoliknya, khususnya suratsurat satu dan dua Yohanes. Tenny . 7, p. adapun Injil Yohanes ditulis didaerah Asia Kecil pada kisara tahun 40-100M, kemungkinan besar di Efesus. Gagasan tentang kasih dalam Injil Yohanes menjadi tema teologis yang berharga yang telah menempatkan posisi kritis bagi orang Kristen sepanjang sejarah. Cinta adalah sifat Tuhan pada awalnya dan karena cinta itu Dia cenderung muncul sebagai pribadi dan mati dalam perjalanan untuk melakukan penebusan (Suhendra & Bulan, 2. Dan kemudian di dalam Injil Yohanes terdapat perkataan dimana Tuhan Yesus mengutip perintah Alkitab dalam PL untuk mengasihi Allah dan sesama yaitu pada kitab Ulangan 6:4Ae5 dan Imamat 19:18. Injil Yohanes merupakan Injil yang paling jelas dalam menyajikan perintah Yesus kepada murid-murid-Nya terkait saling mengasihi yaitu dalam Yohanes 15:12. Dalam hal ini, ia menyatakan keyakinannya kepada para pembacanya bahwa Allah di dalam Kristus mengasihi orang-orang yang memegang perintah-Nya . :21, . Allah menegaskan perintah-Nya untuk saling mengasihi (Yohanes 15:. Karena mereka yang dapat mengasihi barulah bisa dikatakan sebagai murid Yesus sebab untuk itulah mereka dipanggil. Pink . 0, p. Aucinta tidak dapat hidup berdampingan dengan keegoisan, itulah alasan utama dosa. Keinginan untuk membedakan antara kasih dan kebaikan Kristus bagi manusia-Nya tidak terbatas. Tapi Dia hidup paling mudah di antara orang-orang yang tinggal di dalam Dia. Substansi kasih yang disajikan dalam Injil Yohanes menunjukkan bahwa orang percaya membutuhkan pemahaman yang lebih dalam tentang apa yang Yesus ajarkan dalam Injil. Ajaran dasar adalah hal esensial tentang cinta yang menyangkut semua orang percaya tentang cinta Tuhan dan sesama (Malcolm Brownle, 2004, p. Jika kita memperhatikan teologi sentral yang dielaborasi oleh Yohanes, maka kita dapat melihat bahwa gagasan tentang cinta dan kehidupan adalah pusat dan inti dari pesan Injil Yohanes. Pengakuan imannya diringkas dalam kata-kata bahwa Allah lebih dulu mengasihi kita (Marselina, 2. Kasih Tuhan merupakan wujud komunikasi-Nya dengan manusia. Dalam pengertian lain. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Fermi M. Kadek. Andreas Sudjono. Ribut Agung Sutrisno kasih manusia juga harus terwujud dalam pengudusan diri di dalam komunitas Allah. Selain itu, kecintaan akan Injil Yohanes memperkenalkan pembaca ke dalam dunia sastra dan teologis Alkitab untuk menunjukkan bagaimana berbagai tema Yohanes memuncak pada kematian Yesus sebagai pembuktian kasih Allah (Jeanrond, 2010, p. Oleh sebab itulah secara spesifik peneliti mendiskripsikan beberapa konsep ajaran tentang saling mengasihi berdasarkan Yohanes 15:9-17 yaitu: Saling Mengasihi dalam Komunitas Kasih (Ay . Dalam Yohanes 15:9 menunjukan bahwa setiap orang percaya hanya dapat mengasihi jika ia tinggal di dalam komunitas Allah. Yohanes 15:9 dalam Alkitab bahasa Yunani versi BYZ tertulis IA AA A AA I A CA AA A A A . athss egapesen me ho pater kags hymas egapesa meinate en te agapy te em. atau dalam Alkitab LAI terjemahan baru berbunyi AuSeperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu. tinggallah di dalam kasih-Ku ituAy (LAI, n. ) Ayat ini dimulai dari kata IA /kathss dalam bentuk adverb . ata keteranga. yang artinya sama seperti yang menegaskan, menegaskan mengenai seperti apa yang telah AA / egapesen dipakai kata kerja aorist yang merupakan kata kerja yang aktif, indikatif menyatakan tindakan yang dilakukan secara aktif oleh subjek, subjeknya adalah orang ketiga tunggal yaitu Ia atau Dia telah mengasihi melakukan secara aktif melalui kata dasar . yang berarti mengasihi karena itu Ia atau Dia dulu telah mengasihi (Hasan Sutanto, 2. Siapa yang pada awalnya mengasihi dijelaskan dengan kata selanjutnya yaitu AA /pater/ Bapa sedangkan siapa yang dikasihi dari frase tersebut yaitu dapat dipahami bahwa yang dikasihi adalah A . merupakan kata ganti orang, akusatif orang pertama tunggal dari kata dasar . yang arti Aku. Orang yang dimaksud dikasihi oleh subjek orang ketiga tunggal adalah Aku atau Yesus. Menurut Charles dan Everett . 8, p. mengatakan Aukasih yang di sini adalah Kasih-Ku atau kasih Kristus. Kasih ini merupakan suatu bentuk kata kerja aktif yang dimana orang-orang percaya terus menerus melakukannya, karena Allah sudah lebih dulu mengasihi (Reni Susanti, 2. Melalui frase ini Tuhan Yesus menegaskan dengan sungguh-sungguh kepada muridmuridnya secara khusus berkaitan dengan tanggung jawab orang percaya yaitu saling mengasihi karena Bapa sudah lebih dahulu mengasihi Yesus. Hal itu selaras dengan hukum kasih yang merupakan salah satu ciri khas dalam pengajaran etis Kristen. Melakukan hukum kasih adalah kewajiban yang harus dilakukan oleh manusia yaitu mengasihi Allah dan Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Fermi M. Kadek. Andreas Sudjono. Ribut Agung Sutrisno mengasihi sesama (Mat 22:37-. (Arifianto, 2. Dan kasih yang sama diberikan kepada murid-muridNya sehingga mereka bisa tinggal atau mengalami kasih yang sama seperti yang dialami oleh Yesus. Dave Hagelberg . 4, p. mengatakan AuPerintah untuk mengikuti kasih Kristus dapat membantu kita memahami perintah untuk taat dalam diri saya. Adalah perlu untuk merenungkan kasih siang dan malam, dan memusatkan pikiran pada Kristus. Dalam frasa ayat ini diketahui bahwa sumber kasih yang terus aktif memancar dari Bapa melalui Yesus dan dipancarkan kepada murid-muridNya sehingga mereka dapat mengalami kasih yang sama seperti yang dialami oleh Yesus. Sehingga dari Yohanes 15: 9 dapat diketahui bahwa karena Bapa mengasihi Yesus dan Yesus mengasihi murid-muridNya serta murid-muridNya mengasihi Yesus dan Bapa sehingga ada hubungan saling mengasihi dalam komunitas kasih. Atau dengan kata lain setiap orang hanya bisa mengasihi jika ia tinggal di dalam komunitas kasih Allah. logis juga dapat di simpulkan di luar kristus orang tidak dapat mengasihi dengan sempurna. Hal ini menandaskan juga bahwa manusia mengasihi bukan karena usaha manusia akan tetapi semuanya dari Allah. Saling Mengasihi dengan Menuruti Perintah Dalam Yohanes 15:10 menunjukan bahwa saling mengasihi ditunjukan dengan menuruti perintah Tuhan. Ayat Yohanes 15:10 dalam Alkitab bahasa Yunani versi BYZ tertulis AuA A AA C AA a A A C IA AI A AA C a C AA AI CC A AAy . an tas entolas mou teresete meneite en te agape mou kathss egs tou patros mou tas entolas tetereka kai mens autou en te agape ) atau dalam Alkitab LAI terjemahan baru tertulis AuJikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-NyaAy (LAI, n. Frasa ayat ini dimulai dari kata A sebagai kata penghubung dalam sebuah kalimat yang menandakan Struktur teks yang hampir sama dan berhubungan dengan ayat 9 yang diberi penekanan kata A yang merupakan kata kepastian suatu benda, mengacu kepada objek, feminim, tunggal berarti secara literal memberikan batas akhir suatu tindakan objek (Hasan Sutanto, 2. Sehingga menyatakan setelah hidup dalam komunitas kasih yang harus dilakukan adalah AA C AA / entos mou teresete mengikuti perintah dijelaskan dengan mengunakan kata ganti C . mengacu kepada kepemilikan tunggal yang berarti Aku (Bible Work 7, n. Sehingga dalam frase ini Yesus akan menjelaskan kepada murid-murid-Nya bahwa apa yang akan terjadi jika mereka melakukan perintah Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Fermi M. Kadek. Andreas Sudjono. Ribut Agung Sutrisno Tuhan. Yaitu melakukan semua yang Tuhan inginkan dalam kehidupan mereka dan mampu mempraktekan dalam kehidupan mereka (Guthrie, 1992, p. Menurut Arthur W. Pink . mengatakan Autetap tinggal di dalam kasih KristusAy ketika tinggal di dalam Tuhan maka semua perintah yang Tuhan inginkan pasti dapat terlaksana dan dapat dilakukan degan sangat mudah. Sedangkan dalam frase selanjutnya Yesus menjelaskan ketika murid-muridnya mampu melakukan perintah-Nya yaitu saling mengasihi maka meraka akan tinggal di dalamNya. Manusia tidak dapat hidup didalam Yesus jika belum mampu melakukan perintah-Nya. Sama seperti apa yang telah dilakukan Yesus sebagai bukti kasihNya kepada BapaNya yaitu melakukan perintahNya (Antonius. Pius X, 2. Sehingga dalam ayat ini diketahui bahwa sebagai bukti murid-muridnya mengasihi mereka harus melakukan perintah Yesus. Sama seperti Yesus telah melakukan kehendak BapaNya. Dengan demikian muridAemuridNya. Yesus dan Bapa dapat berada dalam satu komunitas kasih dengan istilah tinggal di dalam kasihNya. Dalam ayat ini menjelaskan bagaimana cara orang dapat tinggal didalam kasih-Nya. Dave Hagelberg . mengatakan cara tinggal didalam kasihnya yaitu Auturuti perintahNya, ketaatan, ketaatan disini adalah ketaatan yang bulat, yaitu suatu penyerahan yang total, seperti persekutuan dan ketaatan Yesus kepada Allah Bapa. Jadi, untuk bisa mengasihi setiap murid perlu taat dan menuruti perintah-Nya karena Tuhan sendiri sudah lebih taat dan menuruti perintah Bapa. Kasih Bapa telah menjadi pola bagi kasih Yesus dan bagi manusia (Harun, 2015, p. Yesus berbicara mengenai mengasihi karena Dia sudah lebih dahulu menuruti perintah Tuhan yaitu mengasihi, dengan cara menuruti perintah Bapa. Jika seseorang berkata Ia mengasihi maka di tunjukan dengan taat kepada perintah Bapa. Mengasihi bukan merupakan sebuah beban karena harus melakukan perintahAeperintah Tuhan tetapi di balik mengasihi dengan melakukan perintahAeperintahNya ada rahasia besar yaitu supaya sukacita muridAemurid menjadi penuh. Diawali dengan kata C A C . auta lelaleka hymi. Ausemuanya ini Ku katakan kepadamuAy yang merujuk kepada ayatAeayat sebelumnya yang telah Tuhan Yesus katakan. Yesus hendak menjelaskan bahwa jika hidup dengan taat dan menuruti perintah Tuhan maka Tuhan akan memberikan sukacitaNya atas manusia. Atau dengan sendirinya Tuhan akan menyatakan sukacita-Nya. Sehingga pada akhirnya murid-muridNya penuh dengan sukacita sebagai implikasi kasih Allah. Pink . mengatakan AuDengan tinggal didalam kasih Bapa. Kristus mempunyai sukacita. Sukacita-Nya menyenangkan Bapa. Di dalam melakukan kehendak-nya Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Fermi M. Kadek. Andreas Sudjono. Ribut Agung Sutrisno dan memuliakan Bapa. Dasar sukacita seorang Kristen bukan didalam dirinya sendiri melainkan didalam KristusAy. Oleh sebab itu dari Yohanes 15:10 ini dapat diketahui bahwa saling mengasihi merupakan perintah Tuhan Yesus. Untuk dapat melakukan perintah itu setiap orang percaya harus tinggal di dalam Kristus. Karena tanpa tinggal di dalam Kristus setiap orang percaya tidak dapat melakukan perintah Tuhan. Dan ketika mereka dapat melakukan perintah Tuhan ini maka sukacita akan ditambahkan dalam kehidupan orang percaya. Saling Mengasihi dengan Pengorbanan Kasih identik dengan pengobanan, karena kasih yang sejati adalah kasih yang mau Oleh sebab itu dalam Yohanes 15:13 mengisyaratkan bahwa saling mengasihi ditandai dengan sebuah pengorbanan. Yohanes 15:13 dalam Alkitab bahasa Yunani versi BYZ tertulis A CA A CAA AEA A ECE CC Ca I I CC . eizona tautes agapen oudeis echei hina tis ten psychen auto the hyper tsn philsn aut. atau dalam Alkitab LAI terjemahan baru dituliskan AuTidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya Ay(LAI, n. Penekanan ayat ini dimulai dari kata A bentuk kata sifat berstruktur normal akusatif, feminim, tunggal komperatif dari kata dasar . sebagai kata sifat, mengacu kepada objek, feminine, tunggal, yang secara literal yang lebih besar, sangat, agung penting (Bible Work 7, n. Dengan kata lain tidak ada kasih yang lebih penting dan besar (Hasan Sutanto. Di dunia ini tidak ada kasih yang lebih besar karena kasih yang besar hanya didapat di dalam Yesus. Kenapa Yesus. Hal ini dijelaskan dalam frasa selanjutnya bahwa kasih yang paling besar ditunjukan dengan sebuah pengorbanan. Wesley Brill . 8, p. mengatakan AuTuhan menghendaki kita saling mengasihi sesama kita sehingga kita rela mati demi saudarasaudara kita sama seperti Yesus telah mati karena kita. Pada frase ini Yesus sesungguhnya sedang mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa kasih yang sebenarnya adalah kasih yang mau berkorban. Jika mengasihi seseorang dengan tulus maka dilandasi pengorbanan. Ken Wilson . 2, p. mengatakan Aupada dasarnya, kasih kristiani itu siap mengorbankan kepentingan sendiri bahkan pengorbanan seperti yang dilakukan Yesus, yaitu dengan mengorbankan nyawanyaAy atau dengan kata lain bukti kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk manusia, jadi manusiapun wajib menyerahkan nyawanya untuk saudara-saudara nya. Kasih tanpa pengorbanan tidak ada artinya. Karena kasih yang Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Fermi M. Kadek. Andreas Sudjono. Ribut Agung Sutrisno sesungguhnya adalah kasih yang mau berkorban bagi orang kepunyaanNya (Riyadi, 2011, p. Sehingga dari frasa Yohanes 15:13 dapat diketahui bahwa orang dapat membuktikan dirinya mengasihi Tuhan dan mengasihi sesama jika ada pengorbanan yang dilakukan. Karena kasih menuntut pengorbanan. Baik waktu, tenaga, pikiran dan apapun yang kita Segalanya dipersembahkan sebagai persembahan yang hidup. Adapun dasar kita berkorban karena Tuhan Yesus terlebih dahulu berkorban untuk kita. Saling Mengasihi karena Sahabat Lebih lanjut Tuhan Yesus menjelaskan pengorbanan tersebut ditujukan kepada sahabat Ae sahabatNya. Siapakah sahabatAesabahat yag dimaksud Tuhan Yesus? Pada ayat 14 dijelaskan siapa sahabat tersebut. Bahwa AuKamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamuAy (LAI, n. Kata kamu dalam ayat tersebut dipakai kata CAA . berstruktur pronoun, personal, nominative, 2rd person, plural adalah bentuk kata ganti orang, nominatif, orang kedua jamak. Merupakan kata ganti, perseorangan, mengacu kepada objek yaitu orangAeorang yang mendengar perkataan Yesus, menuruti perintah- perintahNya, dan telah tinggal di dalam kasihlah yang bisa dikategorikan sebagai sahabat AesahabatNya atau sahabat dalam komunitas kasih (Hasan Sutanto, 2. Adapun kata sahabat dalam ayat tersebut dipakai kata I . berstruktur adjective normal genitive masculine plural no degree adalah bentuk kata sifat, genetif, maskulin, jamak, no Merupakan kata sifat, milik atau dari, maskulin plural, yang objek yaitu sahabatsahabat. Dari kata dasar CA . yang artinya sahabat. Brown . 5, p. menggarisbawahi istilah filos atau sahabat, bahwa istilah ini merupakan istilah khas Yohanes yang muncul sangat sering dalam injilnya. Kata kerja CA atau mengasihi banyak muncul yang menunjukkan bahwa kata sahabat sebenarnya berakar pada kata kerja mengasihi. Maka pengertian sahabat di sini adalah Auyang dikasihiAy. Ini berarti keberadaan sebagai sahabat Yesus memiliki makna mendasar yaitu dikasihi oleh Yesus. Sedangkan Kata auvtou/ . berstruktur pronoun personal, genitive, masculine, 3rd person, singular adalah kata ganti orang, genetif, orang ketiga, maskulin, tunggal merupakan kata ganti perseorangan, milik. Dalam ayat ini A. Pink . mengatakan bahwa AuTuhan memberikan hak istimewa kepada mereka untuk menjadi sahabat-Nya. Dan mereka akan terus menjadi sahabat-Nya selama mereka melakukan apa yang diperintahkan Tuhan kepada mereka, karena Tuhan tidak dapat bergaul intim dengan orang yang tidak menaati perintahNyaAy. Pemberian anugerah Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Fermi M. Kadek. Andreas Sudjono. Ribut Agung Sutrisno selaku sahabat kepada para murid menjadi sebuah ungkapan kasih Yesus. Konsekuensinya kemuridan sejati terungkap dalam penghayatan kasih Yesus. Jadi, melalui ayat ini dapat diketahui untuk menjadi orang dekat dengan Tuhan, ingin dianggap sebagai orang yang dekat dengan Tuhan dan menjadi orang kesayangannya Tuhan perlu untuk melakukan perintah Tuhan yaitu saling mengasihi. Karena tidak semua orang bisa dekat dengan Tuhan dan menjadi sahabatnya Tuhan selain mereka yang mau untuk saling mengasihi dibuktikan dengan mau untuk berkorban kepada sesamanya (Senda, 2. Tuhan Yesus dalam tindakannya mengubah para murid ke eksistensi baru selaku sahabatsahabatNya, tidak hanya berperan tanpa alibi. Dalam bagian berikutnya Ia menerangkan keadaan esensial yang menimbulkan terbentuknya pergantian status. Karena Yesus tahu bahwa diriNya yang hendak lekas meninggalkan dunia ini, pasti memiliki harapan jika para muridNya, seraya menyatu serta tinggal dalam Dia, dapat menjadi sahabat yang menghayati perintahNya pada saat ini serta seterusnya. Saling Mengasihi Karena Bukan Lagi Hamba Biasanya pada zaman perjanjian lama hamba atau budak, pengikutnya tidak akan pernah tau apa yang dilakukan oleh tuannya. Bahkan budak tidak berarti apa-apa di harapan tuan-Nya. Hagelberg . mengatakan AuMenurut budaya dan hukum zaman itu, seorang hamba atau budak adalah sebuah alat yang dipakai untuk memperoleh suatu hasil. Ia tidak memilik hak asasi manusia. Ay. Tetapi dalam ayat 17 Yesus menganggap murid-muridNya bukan lagi hamba melainkan sahabat-Nya. Yohanes 15:17 dalam bahasa Yunani tertulis CA CA AI CCA CA C A AA CC CAA CA A AA CA A C AA C a C AIA C . uketi legs hymas doulous hoti ho doulos ouk oiden ti poiei auto ho kyrios hymas de eireka philous hoti panta ha ekousa para tou patros mou egnsrisa hymi. atau dalam Alkitab terjemahan baru tertulis AuAku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-KuAy (LAI, n. Yesus telah memberitahukan semua yang didengarNya dari BapaNya. Maka mereka memiliki pengetahuan. Penekanan ayat ini pada kata CA . bentuk kata adverb merupakan kata keterangan berarti secara literal menyatakan tidak lagi untuk menyebut umatNya sebagai hamba. Yesus menggarisbawahi bahwa status hamba tidak cocok disematkan bagi para muridNya (Harun, 2. Hal ini mengindikasikan bahwa sebelumnya Allah menganggap hubunganNya dengan manusia Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Fermi M. Kadek. Andreas Sudjono. Ribut Agung Sutrisno sebagai hamba dan tuan. Pada frase ini Yesus mengatakan bahwa ketika mereka melakukan perintah Tuhan maka Tuhan tidak akan menyebut mereka hamba, hamba dalam biasanya identik dengan budak, tetapi Tuhan memberikan kepada mereka pilihan yang istimewa yaitu menjadi sahabat bukan hamba (Ridderbos, 2012, p. Wesly Brill . mengatakan AuYesus tidak menganggap kita sebagai hamba-Nya, walaupun kita menganggap diri kita sebagai hamba-Nya. Ia memanggil kita sahabat sebab Ia memberitakan kepada kita semua yang dikatakan BapaAy. Tuhan akan memanggil orang yang hidup dalam komunitas kasih dengan sebutan sahabat. Dengan syarat ketika mereka taat dan melakukan perintah Tuhan untuk saling mengasihi. Bahkan Ia menyatakan kepada mereka pikiran-pikiran Bapa yang telah Bapa beritahukan kepada-Nya. Jadi kunci ketika menjadi sahabat Yesus dan dekat dengan Yesus maka mereka akan mengetahui apa-apa saja rahasianya Bapa. Oleh sebab itu melalui ayat ini dapat diketahui bahwa melakukan apa yang Yesus perintahkan tidak dapat dipisahkan status murid sebagai sahabat. Para murid mengikuti perintah untuk mengasihi seperti Yesus mengasihi mereka. Mereka diminta melakukan apa yang perlu dilakukan untuk mengungkapkan eksistensi mereka sebagai sahabat. Saling mengasihi merupakan keputusan etis yang dilakukan oleh orang yang diangkat derajatnya dari hamba menjadi sahabat. Saling Mengasihi Karena Telah Dipilih Dan Ditetapkan Untuk Pergi Menghasilkan Buah Manusia dipilih Tuhan atas dasar kasih, manusia telah diutus kedalam dunia untuk saling mengasihi itulah alasan keberadaan manusia diciptakan. Manusia diciptakan karena telah dipilih oleh Tuhan, jika seseorang dipilih oleh Tuhan maka ia mempunyai tanggung jawab yang besar dihadapan Tuhan. Manusia harus menyadari bahwa dirinya dilayakan oleh Tuhan bukan karena perbuatannya dan kasih Tuhan ini harus selalu disadari dalam setiap perjalanan hidup (Sahertian et al. , 2021, p. Dalam ayat 16 dikatakan bahwa AuBukan kamu yang memilih Aku, melainkan Akulah yang telah memilih dan telah menetapkan kamu supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu tetapAy (LAI, n. Dengan jelas Tuhan Yesus menyatakan bahwa AuAkulah yang telah memilihAy AI a CA . l egs exelexamen hyma. Dari frase ini jelas mengatakan bahwa Yesuslah yang memilih mereka, bukan orang lain tetapi Yesus. Ungkapan ini merupakan sebuah kebanggaan bagi murid-murid-Nya pada waktu itu. Memilih dalam arti menentukan atau mengambil sesuatu yang dianggap sesuai dengan kesukaan (Hasan Sutanto, 2. Ketika mereka menjadi Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Fermi M. Kadek. Andreas Sudjono. Ribut Agung Sutrisno pilihan Allah sama dengan mereka akan menjadi orang-orang kesukaan-Nya Tuhan. Wesley Brill . mengatakan AuYesus dengan kasih-Nya telah memilih dan menetapkan mereka sebagai rasul-rasul-Nya. Yesus telah berdoa semalam-malaman sebelum Ia memilih mereka (Luk 12-. Ay. Setelah dipilih kemudian Allah menetapkan mereka untuk suatu misi Allah/ misio dei. Misi dapat terjadi ketika seseorang berpartisipasi dalam missio Dei (Mangentang & Salurante, 2. Tuhan memberikan sebuah perintah dengan harapan mereka pergi yaitu ketika mereka sudah dipilih menjadi orang pilihan Tuhan mereka tidak hanya diam tetapi hendaknya mereka maju atau berangkat untuk memberitakan apa yang telah menjadi rahasia Tuhan bagi mereka yaitu saling mengasihi. Yesus memilih murid-murid-Nya untuk dijadikan duta-duta, untuk mengutus mereka keluar. Dia tidak memilih untuk menjauhkan diri dari dunia, melainkan untuk mewakili Dia didalam dunia (Wiliam Barclay, 1. Tuhan mengharapkan akan terjadi sesuatu yang besar ketika mereka bergejak maju atau pergi yaitu mengasilkan buah, yang dimaksud dengan menghasilkan buah adalah mendapatkan hasil, hasilnya itu adalah untuk kemuliaan Tuhan (Santoso, 2014, p. Dan tidak hanya sembarang buah atau hasil tetapi ada ukuran hasil yang diminta oleh Tuhan yaitu dengan kata kai karpos humon dengan maksud hasil dari misi Allah tersebut dapat bertahan dan senantiasa dirasakan baik oleh manusia maupun oleh Allah. Wesley Brill . mengatakan Yesus memilih dan menetapkan kita agar berbuah, dan buah itu tetap yakni menyatakan kehidupan rohani yang kita miliki kepada orang-orang lain dan memohon kepada Bapa dengan nama Yesus. Hagelberg . berpendapat bahwa Auistilah buah yang dimaksud dalam ayat ini adalah hasil penginjilan sedunia, buah yang akan menetapkan adalah orangorang diseluruh dunia yang akan mereka muridkanAy. Sehingga dapat disimpulkan bahwa karena Allah telah mengasihi kita maka kita harus mengasihi dunia ini dengan cara pergi menjadi duta Allah sebagai saksi Ae saksi Kristus yang hidup sehingga banyak orang mendengar Injil inilah tanda kita saling mengasihi. Dengan demikian kita dapat menghasilkan buah Ae buah yang menyenangkan hati Tuhan sipemilik Saling Mengasihi karena Permintaannya Diberikan Ketika orang percaya atau yang disebut dengan orang-orang pilihan Allah dapat menunjukan kasihnya dengan saling mengasihi kepada orang lain dengan cara memberitakan Injil sehingga menjadi berkat bahkan mampu menetapkan orang lain dalam Tuhan maka. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Fermi M. Kadek. Andreas Sudjono. Ribut Agung Sutrisno mereka akan menerima upah dari Bapa yaitu apapun yang mereka minta dari Bapa. Bapa akan berikan kepada mereka. Kunci untuk mendapatkan apa yang diinginkan dari Tuhan adalah saling mengasihi (Santoso, 2. Frasa ayat 16d Ausupaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Ay Sebagai frasa penutup pada ayat 16 dan sekaligus sebagai kelanjutan dari frasa sebelumnya. Penekanan frasa ini ada pada kata . merupakan konjungsi dari kata sebelumnya yaitu terkait pergi menghasilkan buah dan buahnya harus tetap. Dijelaskan lebih lanjut oleh William Barclay . Aucara untuk meluaskan kekristenan ialah menjadi orang Kristen. Cara untuk membawa orang lain masuk kedalam iman Kristen ialah menunjukan kepada mereka buah kehidupan KristenAy. Dan ketika buah yang dihasilkan tetap maka kalimat selanjutnya barulah berlaku yaitu apa yang kita minta kepada Bapa diberikan. Ini merupakan wujud dari ekspresi saling mengasihi (Malcolm Brownle, 2. Ketika Bapa dipuaskan dengan hasil pekerjaan kita di dunia maka sebagai wujud kasih Bapa maka Bapa akan memberikan apa yang kita minta tetapi melalui Tuhan. Sekali lagi ekspresi saling mengasihi ditunjukan dalam komunitas kasih antara umat. Yesus dan Bapa. Sehingga sama seperti Yesus meminta kepada Bapa maka demikian kita meminta kepada Yesus. Dengan demikian diketahui bahwa mengapa permintaan kita diberikan oleh Tuhan Yesus karena kita melakukan perintahNya yaitu saling mengasihi. Yang di dalamnya mengindikasikan ekspresi saling mengasihi: karena manusia mengasihi Allah maka manusia melakukan perintahNya dan karena Allah mengasihi manusia maka permintaannya diberikan. Relevansi Saling Mengasihi Berdasarkan Yohanes 15:9-17 bagi Gereja Masa Kini Eksistensi gereja sebagai persekutuan orang Ae orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Merek dipanggil dari kegelapan masuk ke dalam komunitas persekutuan kasih Allah melalui Yesus Kristus untuk memancarkan terang kasih Tuhan kepada semua orang. Dalam rangka melaksanakan Missio Dei/ Misi Allah yaitu pewartaan kabar baik kepada semua orang dengan menghadirkan kerajaan Allah di bumi. Gereja perlu senantiasa hidup dalam komunitas Allah agar tetap dapat bertumbuh dan berbuah secara dinamis ditengah distrubsi Ae distrubsi yang terjadi karena perkembangan teknologi. Gereja harus mampu menampilkan jati diri sebagai suratan terbuka Kristus di tengah masyarakat (Malcolm Brownle, 2. Untuk itulah gereja harus berpegang pada perintah Tuhan Yesus dalam Yohanes 15:17 Auinilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lainAy (LAI, n. Dimana dalam aktualitasinya orang percaya dituntut untuk saling mengasihi bukan hanya sekedar Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Fermi M. Kadek. Andreas Sudjono. Ribut Agung Sutrisno mengatakan melainkan praktek dalam saling mengasihi ditunjukan dengan adanya kasih kepada sesama. Yang dimaksud dengan mengikuti perintah-Nya adalah melakukan semua yang Tuhan inginkan yaitu mendengar, melakukan, dan mempraktekan Firman Tuhan itu dalam kehidupan sehari-hari (Santoso, 2. Contoh orang yang mengikuti perintah Tuhan adalah mampu melakukan apapun yang Tuhan inginkan dalam kehidupannya. Misalnya pertama, membaca Alkitab satu pasal setiap hari dan merenungkannya selama 10 menit. Kedua, orang percaya yang mengikuti perintah-Nya yaitu: merenungkan dan melakukan firman Tuhan. kasih merupakan perasaan yang dimiliki oleh setiap manusia yang ditunjukan melalui perkataan, perbuatan dan tingkah laku setiap hari. Sebab ajaran kasih Tuhan dapat menyentuh orang percaya dalam kehidupannya menjadi berkenan kepada Tuhan (Triposa et , 2. Tuhan menginginkan gereja atau orang percaya untuk tinggal didalam kasih-Nya, karena dengan tinggal didalam kasih Tuhan orang percaya dapat mencerminkan kasih Tuhan itu dalam kehidupan mereka sehari-hari (Suhendra & Bulan, 2. Orang yang tinggal dalam kasih Tuhan pasti akan mencerminkan karakter Tuhan itu dalam kehidupannya. Misalnya : mengasihi musuh, mengampuni kesalahan orang, membalas kejahatan dengan Dengan berbuat demikian sesungguhnya Allah sedang melimpahkan sukacita ke dalam diri orang percaya. Yaitu sukacita orang yang hidup dalam komunitas kasih. Sehingga dengan penuh kerelaan hati orang percaya mengorbankan kepentingan dirinya sendiri untuk kepentingan Kristus. Orang percaya menunjukan kasih pengorbanan kepada sesamanya dengan cara mengorbankan waktu, tenaga, harta dan sebagainya. Misalnya berkorban untuk sesama yaitu ketika tetangga dan saudara-saudara sedang mengalami musibah, membantu dengan memberikan bantuan berupa uang, pakian, makanan kepada mereka yang sangat Tuhan ingin agar orang percaya mampu saling mengasihi seperti seorang Cara orang Kristen saling mengasihi adalah sama seperti seorang sahabat, karena seorang sahabat yang baik akan mengorbankan apapun untuk sahabatnya. Sama sepert Tuhan Yesus menganggap umatNya bukan lagi hamba melainkan sahabat-Nya (Siprianus,2. Dalam kehidupan kekristenan dibutuhkan agar orang percaya meneladani apa yang telah Yesus lakukan yaitu mengasihi semua orang tanpa kecuali. Sehingga orang percaya perlu saling mengasihi seorang akan yang lain dengan tidak membanding-bandingkan satu sama lain sama seperti Yesus. Tidak membandingbandingakan artinya Tuhan menganggap semua manusia sama atau setara sehingga sesama manusia perlu saling mengasihi tanpa membeda-bedakan Contohnya tidak saling Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Fermi M. Kadek. Andreas Sudjono. Ribut Agung Sutrisno membedakan karena adanya perbedaan agama, perbedaan sinode gereja, tidak membedakan karena beda ras, fisik. Tuhan ingin dalam kehidupan sehari-hari orang percaya saling mengasihi dengan tidak memandang muka tetapi setara harus mengasihi semua orang sama seperti Yesus yaitu mengasihi tanpa membeda-bedakan. Salah satu indikator kedewasaan rohani seseorang adalah ketika orang tersebut menyadari panggilan pelayanannya (Prajnamitra et al. , 2. Setiap orang percaya akan selalu dituntun oleh Roh Kudus kepada kebenaran Allah sehingga dapat melakukan pelayanan yang berpusat pada Kristus (Sunarko, 2021, pp. 98Ae. Orang percaya yang sudah dipilih dari semula dan ditetapkan Tuhan masuk ke dalam komunitas kasih Allah, dididik, didewasakan dalam komunitas selanjutnya diutus untuk pergi serta menghasilkan buah bagi Tuhan. Buah yang berkenan adalah hasil penginjilan sedunia, yaitu orang-orang diseluruh dunia yang perlu dimuridkan (Sondopen, 2. Karena dewasa ini gereja sudah mulai kendor dalam pemberitaan Injil. Gereja membatasi diri karena takut diklaim sebagai penistaan agama. padahal Tuhan Yesus memberikan hikmat dan kreatifitas bagi umatNya melalui Roh KudusNya untuk terus mengkreasikan pemberitaan Injil kedalam bentuk Ae bentuk kontekstual. Karena Allah telah mengasihi kita maka kita harus mengasihi dunia ini dengan cara pergi menjadi duta Allah sebagai saksiAesaksi Kristus yang hidup sehingga banyak orang mendengar Injil inilah tanda kita saling mengasihi. REKOMENDASI PENGEMBANGAN PENELITIAN Penelitian ini dapat dikembangkan dengan membahas topik Ae topik mengasihi yang termuat dalam Injil Yohanes atau kitab Ae kitab tulisan Rasul Yohanes supaya mendapat gambaran yang komprehensif terkait pola kasih yang dikembangkan Tuhan Yesus berdasarkan prespektif Yohanes. Peneliti berharap bahwa artikel yang telah ditulis dapat menjadi sumber rujukan dan khasanah keilmuan bagi gereja Tuhan untuk menggerakan kembali semangat saling mengasihi karena kasih merupakan inti dari berita Injil. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dipaparkan, peneliti menemukan bahwa untuk memahami dan mengenal Allah secara utuh maka kita perlu menggali tentang substansi kasih. Karena Allah adalah kasih. Karena kasih merupakan salah satu topik utama kitab Ae kitab Rasul Yohanes. Dan kita sebagai murid-muridNya diberikan perintah oleh Tuhan untuk saling mengasihi seperti yang tertulis dalam Yohanes 15:9-17. Adapun konsep saling mengasihi yang dibangun dalam Yohanes 15:9-17 pertama, bahwa orang percaya dapat Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Fermi M. Kadek. Andreas Sudjono. Ribut Agung Sutrisno saling mengasihi bukan dengan kekuatannya sendiri tetapi karena mereka hidup di dalam komunitas kasih Allah. Untuk dapat melakukan perintah saling mengasihi setiap orang percaya harus tinggal di dalam komunitas kasih Kristus. Ketiga, saling mengasihi membuat sukacita penuh artinya jika orang percaya saling mengasihi maka mereka akan mengalami sukacita yang berasal dari Tuhan. Keempat, kita dapat mengasihi karena Allah mengasihi kita dengan mengangkat derajat kita dari hamba menjadi sahabat sehingga kita dapat mengerti rahasia Ae rahasia Allah, kelima, saling mengasihi merupakan wujud konkrit kita menghasilkan buah yang berkenan bagi Tuhan. Artinya orang percaya dapat menjadi berkat, dan menghasilkan banyak orang-orang diselamatkan. Keenam, ketika kita dapat mengasihi maka permintaan kita akan diberikan oleh Bapa. Ini merupakan wujud dari ekspresi saling Ketika Bapa dipuaskan dengan hasil pekerjaan kita di dunia maka sebagai wujud kasih Bapa maka Bapa akan memberikan apa yang kita minta. Jadi secara garis besar saling mengasihi merupakan suatu perintah dalam Alkitab yang memperlihatkan sifat Allah yang menunjukan kasih-Nya bagi setiap orang percaya. Orang percaya hanya dapat melakukan kasih ketika mereka tinggal didalam kasih-Nya dan orang percaya dapat tinggal di dalam kasihNya jika mereka menuruti perintahNya. Dunia bisa berubah, teknologi bisa berkembang dengan luar biasa, zaman bisa berganti tetapi kasih akan tetap ada. Karena Allah yang kekal adalah kasih. Tugas orang percaya adalah saling mengasihi. Inilah panggilan utama sebagai sahabat Ae sahabat Kristus. BIODATA Dr. Andreas Sudjono. Th adalah dosen dan Kaprodi Magister Teologi di Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta. Pada tahun 1999 Dia mendapatkan gelar Sarjana Teologi di Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta. Mendapatkan gelar Magister Theologi pada tahun 2005 di Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta dan Doktor pada tahun 2012 Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia. Dia penelitiannya pada Biblikal Perjanjian Lama. Melalui penelitiannya kiranya dapat berkontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Andreas Sudjono Surel: andreassudjono@Gmail. Jurnal Teologi (JUTEOLOG) Vol. 2 No. 2 June 2022 Fermi M. Kadek. Andreas Sudjono. Ribut Agung Sutrisno Dr. Ribut Agung Sutrisno. Th adalah Dosen tetap di Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta. Dia mendapatkan gelar Sarjana Theologi di Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta pada tahun 2005. Pada tahun 2008 dia mendapat gelar Magister Theologi di Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta dan gelar Doktor di Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup pada tahun 2019. Pada bidang penelitian dia menfokuskan pada bidang pendidikan agama Kristen dan teologi praktika. Melalui penelitiannya kiranya dapat berkontribusi bagi perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Ribut Agung Sutrisno Surel: ribut@gmail. REFERENSI