Moderasi : Journal of Islamic Studies | Page :271-286 Vol. 04 No. 02 Desember 2024 | e-ISSN/p-ISSN : 2809-2872/2809-2880 Peran Pondok Pesantren dalam Membentuk Kemandirian dan Kreativitas Santri Eka Lia Paryanti 1. Irhamudin 2. Adi Wijaya 3 1 Universitas MaAoarif Lampung. Indonesia 1 Paryantiekalia@gmail. 2 Universitas MaAoarif Lampung. Indonesia 2 irhamuddin@gmail. 3 Universitas MaAoarif Lampung. Indonesia 3 adiwijayagmail. Submit : 17/10/2024 | Review : 12/12/2024 s. d 19/12/2024 | Publish : 27/12/2024 Abstract This research discusses the role of the Hidayatul QurAoan Islamic Boarding School in shaping the independence and creativity of its students in Sumbersari. East Lampung. The Islamic boarding school plays an important role in forming the independence and creativity of the Hidayatul QurAoan students. The purpose of this research is to understand the role of the Islamic boarding school in shaping the independence and creativity of the students. This research uses a qualitative approach with a field research method, and data collection was carried out through interviews, observations, and documentation. Based on the results of the observation and interviews conducted by the researcher at the Hidayatul QurAoan Islamic Boarding School with the management, several factors hindering the development of independence and creativity among the students were identified. These factors include habits and personalities that have not yet adapted to the conditions at the boarding school, a lack of awareness regarding personal needs in various aspects, and continued dependency on their parents. Keywords : Islamic boarding school. Independence. Creativity of Students PENDAHULUAN Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan islam tradisional yang menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran agama islam dalam sistem asrama. Keberadaan pesantren sebagai Lembaga pendidikan di tanah air mempunyai andil yang sangat besar dalam membentuk serta membangun bangsa. (Eka Lia Paryanti. Irhamudin. Adi Wijay. Peran Pondok Pesantren Dalam Membentuk Kemandirian Dan Kreativitas Santri Pesantren mengajarkan santri bahwa dalam melakukan kegiatan pun harus berawal dari kesadaran sendiri, tanpa pamrih, serta lepas dari tekanan pihak lain sekalipun orang tua, kyai atau bahkan ustadz/ustadzah. Hal ini terlihat jelas dari beberapa peraturan dan sanksi di pondok pesantren yang secara sengaja diadakan untuk menunjang terciptanya kepatuhan dan kemandirian serta kreativitas santri (Latipah, 2. Menurut Caron & Markusen kemandirian merupakan aspek yang berkembang dalam diri setiap individu, yang bentuknya sangat beragam, tergantung pada proses perkembangan dan proses belajar yang dialami masing-masing individu. Dengan demikian, semakin menguatkan asumsi dasar bahwa membentuk kemandirian pada santri merupakan hal yang perlu dilakukan. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan non formal kemandirian santri. (Caron & Markusen, 2. Menurut Fakhriyani. Kreativitas adalah modifikasi sesuatu yang sudah ada menjadi konsep baru. Dengan kata lain, terdapat dua konsep lama yang dikombinasikan menjadi suatu konsep baru kreativitas sangat penting untuk di kembangkan karena kreativitas dapat meningkatkan prestasi Kreativitas santri yang ada dipondok pesantren hidayatul qurAoan ini diantaranya menghafal al-qurAoan,mengkaji kitab kuning dan santri yang mengikuti kajian pelatihan pidato kini dapat berbicara didepan umum, padahal berbicara didepan umum itu bukanlah hal yang mudah bagi bagi orang yang belum terbiasa kecuali dengan keterampilan dan keberanian yang sudah terbiasa dengan hal semacam itu(Fakhriyani, 2. Adapun yang menjadi identifikasi permasalahan di pondok pesantren tentang peran pondok pesantren dalam membentuk kemandirian dan kreativitas santri yaitu: . Kurangnya minat bakat santri dalam mengikuti kegiatan yang di adakan di pesantren sehingga sulit untuk membentuk kemandirian dan kreativitas. Minimnya pendidikan keterampilan praktis, hal ini mengakibatkan santri kurang memiliki bekal keterampilan yang di butuhkan untuk mandiri setelah lulus. Kemalasan santri juga menjadi Vol. 04 No. 02 Desember 2024 | 272 (Eka Lia Paryanti. Irhamudin. Adi Wijay. Peran Pondok Pesantren Dalam Membentuk Kemandirian Dan Kreativitas Santri salah salah satu penghambat dalam membentuk kemandirian dan kreativitas santri. Keterbatasan fasilitas dan sumber data. Fasilitas yang kurang memadai, seperti ruang kreatif atau alat dan bahan untuk berkarya, menghambat santri dalam mengembangkan kreativitas. Pendekatan pembelajaran yang tradisional. Kurikulum yang lebih menekankan hafalan dari pada eksplorasi ide dan inovasi dapat mengurangi semangat Kurang nya dukungan mentoring dan bimbingan, santri membutuhkan bimbingan dari pengasuh pondok pesantren untuk mengeksplorasi ide-ide kreatif. Keterbatasan waktu untuk kegiatan kreatif. Jadwal kegiatan yang padat dan fokus yang tinggi pada studi agama sering kali mengurangi waktu santri untuk terlibat dalam kegiatan kreatif dan pengembangan diri. Dengan mengidentifikasi dan menganalisis masalahmasalah tersebut, diharapkan pondok pesantren dapat lebih efektif dalam membentuk kemandirian dan kreativitas santri, sehingga mereka dapat menjadi individu yang siap menghadapi tantangan di Masyarakat. Kajian relevan pada penelitian ini diantaranya pertama, jurnal yang di tulis oleh neng latipah yang berjudul Peran Pondok Pesantren Dalam Meningkatkan Kemandirian Santri Di Pondok Pesantren Nurrohman Al Burhany Purwakarta. Hasil penelitian menunjukan bahwa pondok pesantren mempunyai peranan yang sangat penting dalam meningkatkan kemandirian santri, dalam hal ini dapat terlihat dari perbedaan antara awal pertama masuk pondok pesantren dan setelah lama tinggal dipondok Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun yang menjadi populasi penelitiannya adalah pondok pesantren Nurrohman Al-Burhany Purwakarta dan sampelnya adalah 3 guru dan 3 pengurus dan 7 santri. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep PLS. Santri. Pondok Pesantren. Tipologi Pondok Pesantren dan Kemandirian. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif (Latipah, 2. Vol. 04 No. 02 Desember 2024 | 273 (Eka Lia Paryanti. Irhamudin. Adi Wijay. Peran Pondok Pesantren Dalam Membentuk Kemandirian Dan Kreativitas Santri Kedua, judul yang di tulis oleh Ria Gumilang yang berjudul peran pondok pesantren dalam pembentukan karakter santri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif untuk lebih menggali inti dari permasalahan penelitian dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara pada pengelola, pengajar dan santri sebagai objek pendidikan. Hasil penelitian adalah . Dari 50 santri, 51% santri memiliki kejujuran yang sangat baik, 52% memiliki tingkat kedisiplinan yang sangat tinggi, 48% santri yang memperhatikan kebersihan dengan sangat baik, 18%kepedulian santri, kemandirian 32%, santri yang memiliki memiliki kemandirian dan kerja keras hanya 38%, kesopanan 40%, tanggung jawab 28%, dan kreativitas 62%. Teori yang di gunakan dalam penelitian ini adalah konsep PLS. Santri. Pondok Pesantren. Tipologi Pondok Pesantren dan Kemandirian. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif (Marliah & Kartika, 2. Ketiga, judul yang di tulis oleh sheila briliana fakhrunnisak yang berjudul Penumbuh kembangan kemandirian santri pesantren nurul hakim kediri Lombok Barat di Era 4. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pendekatan kualitatif dan jenis studi kasus. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan deskripsi data hasil penelitian menunjukan bahwa upaya yang dilakukan Pondok Pesantren Nurul Hakim Kediri Lombok Barat dalam menumbuhkembangkan karakter kemandirian santri di era 4. 0 dimulai dari proses tes kepondokan sebelum menjadi santri. Faktor pendukung upaya penumbuh kembangan karakter kemandirian santri tersebut salah satunya yaitu lingkungan yang kondusif dan nyaman serta dukungan dari walisantri (Fakhrunnisak et al. , 2. Dari penelitian tersebut dapat diketahui bahwa judul penelitian hampir sama, penelitian kedua dan ketiga memiliki jenis penelitian yang sama dan subjek yang akan dibahas adalah peran pondok pesantren dalam pembentukan karakter. Namun, perbedaan penelitian yang akan penulis lakukan adalah membahas tentang peran pondok pesantren Vol. 04 No. 02 Desember 2024 | 274 (Eka Lia Paryanti. Irhamudin. Adi Wijay. Peran Pondok Pesantren Dalam Membentuk Kemandirian Dan Kreativitas Santri dalam membentuk kemandirian dan kreativitas santri hidayatul qurAoan. Cara membentuk kemandirian dan kreativitas santri yang dimana penulis memfokuskan pada peran pondok pesantren dalam membentuk kemandirian dan kreativitas santri. Penelitian pertama ada persamaan antara jenis penelitian dan subjek penelitian, yaitu Peran Pondok Pesantren Dalam Meningkatkan Kemandirian Santri. Namun, penelitian pertama membahas pondok pesantren mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kemandirian santri. Penulis akan membahas tentang peran pondok pesantren dalam membentuk kemandirian dan kreativitas santri. Mereka akan menyelidiki metode dan cara dalam membentuk kemandirian dan kreativitas santri. Keunikan kemandirian dan kreativitas santri yaitu : sistem pendidikan yang integratif . gama, sains, dan teknolog. , lingkungan yang kondusif dan disiplin, pembentukan karakter melalui pendidikan moral dan akhlak, tradisi dan adab yang kuat, pengembangan bakat dan minat santri, kegiatan ekstrakurikuler ( seni, olahraga, dan tehnolog. , kompetisi dan festival Pentingnya penelitian ini dilakukan, penelitian ini memiliki peranan penting dalam membentuk kemandirian dan kreatifitas santri dengan beberapa alasan berikut : pengembangan potensi diri melalui penelitian, santri dapat mengeksplorasi minat dan bakat mereka, yang mendorong pengembangan potensi diri secara optimal kemandirian muncul ketika mereka belajar untuk mengenali dan memanfaatkan keahlian yang dimiliki. Penerapan Ilmu Pengetahuan penelitian mengajarkan santri bagaimana menerapkan teori yang dipelajari dalam praktik. Hal ini tidak hanya meningkatkan pemahaman tetapi juga mendorong mereka untuk berpikir kritis dan kreatif dalam mencari solusi atas masalah yang dihadapi. Inovasi dan Kreativitas kegiatan penelitian mendorong santri untuk berinovasi dan menciptakan sesuatu yang baru. Dengan berani bereksperimen, mereka belajar bahwa kreativitas adalah kunci untuk Vol. 04 No. 02 Desember 2024 | 275 (Eka Lia Paryanti. Irhamudin. Adi Wijay. Peran Pondok Pesantren Dalam Membentuk Kemandirian Dan Kreativitas Santri menghasilkan ide-ide segar yang dapat bermanfaat bagi Masyarakat. Kemandirian dalam Berpikir Penelitian mengajarkan santri untuk menjadi pemikir yang mandiri, mampu menganalisis dan menarik kesimpulan berdasarkan data dan fakta Ini penting dalam pembentukan karakter dan sikap proaktif. Yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu. Bagaimana Peran Pondok Pesantren Dalam Membentuk Kemandirian Dan Kreatifitas Santri Hidayatul QurAoan Sumbersari Lampung Timur. METODE Penelitian kualitatif adalah pendekatan penelitian yang berfokus pada pemahaman fenomena sosial melalui pengumpulan data deskriptif dan analisis mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman, pandangan, dan konteks dari individu atau kelompok, serta memahami makna di balik interaksi sosial. Metode yang umum digunakan dalam penelitian kualitatif meliputi wawancara mendalam, diskusi kelompok fokus, observasi, dan analisis dokumen. Penelitian kualitatif cenderung menghasilkan data yang bersifat naratif dan tidak terstruktur, memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang konteks dan kompleksitas isu yang di teliti. (Adlini et al. , 2. Penelitian ini dilakukan di desa sumbersari. Kecamatan Mataram Baru. Kabupaten Lampung Timur. Pilihan lokasi ini didasarkan pada bahwa masalah yang diteliti terletak di sana. Penelitian ini dilakukan di pondok pesantren hidayatul qurAoan dengan pengurus pondok pesantren dan santri putri pondok pesantren. Jenis data kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Data yang dikumpulkan dalam bentuk gambar atau kata-kata dari pada angka-angka disebut data kualitatif ( Emzir,2. Sumber data primer adalah sumber data yang di peroleh dengan melakukan studi lapangan, data ini di ambil dari wawancara dengan pengasuh pondok pesantren, pengurus pondok pesantren, serta santri pondok pesantren Hidayatul QurAoan yang ada di Desa Sumbersari. Sumber Data Sekunder adalah data yang di peroleh peneliti atau pengumpulan data secara tidak langsung. Data ini di ambil dari, jurnal-jurnal Vol. 04 No. 02 Desember 2024 | 276 (Eka Lia Paryanti. Irhamudin. Adi Wijay. Peran Pondok Pesantren Dalam Membentuk Kemandirian Dan Kreativitas Santri ilmiah dan perpustakaan yang terakreditasi nasional maupun internasional khususnya terkait dengan kajian penelitian. (Rai & Thapa, 2. Wawancara Penulis melakukan wawancara dengan sumber data antara lain : pengasuh pondok pesantren,pengurus pondok pesantren dan santri putri pondok pesantren, dan semua yang di anggap mendukung data yang di butuhkan dalam penulisan ini. Observasi Dalam menggunakan observasi partisipasi yaitu pengumpulan yang di gunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan penelitian ini benar benar terlibat dalam keseharian responden yaitu terkait dengan peran pondok pesantren dalam membentuk kemandirian dan kreatifitas santri di desa sumbersari. Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data kemudian Dalam penelitian ini penulis mengumpulkan sebagian fakta dan data yang tersimpan dan bahan yang berbentuk dokumen. Sebagian besar data berbentuk data-data, berbentuk buku-buku, brosur dan sebagainnya. Triangulasi adalah teknik yang digunakan dalam penelitian untuk meningkatkan keabsahan dan keandalan data dengan menggabungkan berbagai metode, sumber,atau perspektif (Mekarisce, 2. Reduksi data adalah proses penyederhanaan dan pemangkasan data yang dikumpulkan dalam suatu penelitian untuk memfokuskan pada informasi yang paling relevan dan penting. Display data adalah cara penyajian data yang telah dianalisis dalam bentuk yang mudah dipahami dan dapat diinterpretasikan. Verifikasi data adalah proses untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan dalam suatu penelitian atau sistem adalah akurat, konsisten, dan dapat di percaya. Display data adalah cara penyajian data yang telah dianalisis dalam bentuk yang mudah dipahami dan dapat diinterpretasikan. Penyajian data ini bertujuan untuk menyampaikan informasi dengan jelas, sehingga pembaca atau audiens dapat memahami temuan dan pola yang ada dalam data tersebut. Vol. 04 No. 02 Desember 2024 | 277 (Eka Lia Paryanti. Irhamudin. Adi Wijay. Peran Pondok Pesantren Dalam Membentuk Kemandirian Dan Kreativitas Santri Verifikasi data adalah proses untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan dalam suatu penelitian atau sistem adalah akurat, konsisten, dan dapat dipercaya. Proses ini melibatkan pemeriksaan dan pengujian terhadap data untuk memastikan bahwa data tersebut sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dan memenuhi kriteria yang diperlukan untuk analisis lebih lanjut (V. Wiratna Sujarweni, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Pondok Pesantren Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan islam tradisional yang menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran agama islam dalam sistem Keberadaan pesantren sebagai Lembaga pendidikan di tanah air mempunyai andil yang sangat besar dalam membentuk serta membangun Pesantren mengajarkan santri bahwa dalam melakukan kegiatan pun harus berawal dari kesadaran sendiri, tanpa pamrih, serta lepas dari tekanan pihak lain sekalipun orang tua, kyai atau bahkan ustadz/ustadzah. Hal ini terlihat jelas dari beberapa peraturan dan sanksi di pondok pesantren yang secara sengaja diadakan untuk menunjang terciptanya kepatuhan dan kemandirian serta kreativitas santri (Pendidikan, 2. Keunikan kemandirian dan kreativitas santri yaitu : sistem pendidikan yang integratif . gama, sains, dan teknolog. , lingkungan yang kondusif dan disiplin, pembentukan karakter melalui pendidikan moral dan akhlak, tradisi dan adab yang kuat, pengembangan bakat dan minat santri, kegiatan ekstrakurikuler ( seni, olahraga, dan tehnolog. , kompetisi dan festival Pondok pesantren hidayatul qurAoan secara umum didirikan karena adanya seorang kyai yang di datangi oleh santri untuk belajar agama. Seiring dengan banyaknya santri yang datang,maka didirikanlah pondok atau asrama di samping rumah kyai. Pondok tersebut didirikan pada tahun 2010,yang dinamakan pondok pesantren hidayatul qurAoan sumbersari lampung timur, serta sudah memiliki tempat-tempat belajar yang saling Vol. 04 No. 02 Desember 2024 | 278 (Eka Lia Paryanti. Irhamudin. Adi Wijay. Peran Pondok Pesantren Dalam Membentuk Kemandirian Dan Kreativitas Santri berdekatan sehingga memudahkan para santri untuk melangsungkan proses pembelajaran, asrama sebagai tempat tinggal santri yang mondok, masjid sebagai tempat ibadah para penghuni pesantren dan juga terdapat aula sebagai pusat belajar para santri,serta masyarakat yang masih senang menggali ilmu, dapur umum yang di gunakan sebagai tempat memasak untuk para santri,tempat pemandian para santri, dan pondok tersebut sudah memiliki banyak cabang di berbagai daerah,yakni di punggur, lampung barat,dan lampung utara. Pondok Pesantren Hidayatul Qur'an Sumbersari Lampung Timur menerapkan sistem pendidikan Islam yang berorientasi pada pendekatan Institusi ini memiliki berbagai unit pendidikan, yang meliputi Madrasah Diniyyah Al-Ma'sumiyyah. Majelis Quro' Wal Hufadz . rogram Tahfid. TPQ Zamiru Tuqo, serta lembaga pendidikan formal seperti TK Q Hidayatul Qur'an. SMP Q Hidayatul Qur'an, dan SMK Q Hidayatul Qur'an. Dengan berbagai unit pendidikan ini, pesantren ini berkomitmen untuk memberikan pendidikan Islam yang komprehensif dari tingkat dasar hingga Kemandirian Menurut Antonius Atosakhi Gea, dkk. Aumandiri merupakan suatu suasana di mana seseorang mau dan mampu mewujudkan kehendak dirinya yang terlihat dalam perbuatan nyata guna menghasilkan sesuatu demi pemenuhan kebutuhan hidupnya dan sesamanyaAy. Kemandirian kemampuan diri sendiri untuk menyelesaikan suatumasalah secara bebas, progresif,dan penuh dengan inisiatif (Caron & Markusen, 2. Kreativitas Sedangkan menurut Munandar kreativitas adalah hasil interaksi antara individu dan lingkungannya, kemampuan untuk membuat kombinasi baru, berdasarkan data, informasi, atau unsur-unur yang sudah ada atau dikenal sebelumnya, yaitu semua pengalaman dan pengetahuan yang telah diperoleh seseorang selama hidupnya baik itu Vol. 04 No. 02 Desember 2024 | 279 (Eka Lia Paryanti. Irhamudin. Adi Wijay. Peran Pondok Pesantren Dalam Membentuk Kemandirian Dan Kreativitas Santri Masyarakat. (Wijaya & Fadilah, 2. Peran Pondok Pesantren Dalam Membentuk Kemandirian Dan Kreativitas Santri Hidayatul QurAoan (Analisi. Berdasarkan wawancara dengan pengurus Pondok Pesantren Hidayatul QurAoan, terdapat beberapa peran penting yang dijalankan oleh pondok pesantren dalam membentuk kemandirian dan kreativitas Pertama, dalam hal pendidikan agama, pondok pesantren berfungsi sebagai lembaga pendidikan yang fokus pada pengajaran ilmu agama Islam, seperti Al-Qur'an, hadis, fiqh, dan tasawuf, sehingga santri dapat memahami dan mengamalkan ajaran Islam dengan baik. Kedua, pondok pesantren turut berperan dalam pembentukan karakter santri dengan mengajarkan nilai-nilai moral dan etika, seperti tanggung jawab, kejujuran, dan disiplin. Selanjutnya, dalam pemberdayaan ekonomi, pondok pesantren mengembangkan usaha ekonomi produktif seperti pertanian, peternakan, dan kerajinan, yang tidak hanya mendukung kemandirian pesantren, tetapi juga menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar. Pondok pesantren juga aktif dalam kemanusiaan, dan pendidikan masyarakat yang berkontribusi pada peningkatan solidaritas sosial. Selain itu, pondok pesantren berperan dalam pelestarian budaya dengan menjaga tradisi lokal dan Islam, seperti seni, sastra, dan ritual keagamaan, yang memperkuat identitas Terakhir, beberapa pondok pesantren juga menjadi jembatan dalam dialog antaragama, mempromosikan toleransi dan kerukunan antara umat beragama. Selanjutnya peneliti melakukan wawancara dengan pengurus pondok pesantren terkait peran pondok pesantren dalam membentuk kemandirian dan kreativitas santri. Terdapat beberapa metode dalam membentuk kemandirian dan kreativitas santri. Vol. 04 No. 02 Desember 2024 | 280 (Eka Lia Paryanti. Irhamudin. Adi Wijay. Peran Pondok Pesantren Dalam Membentuk Kemandirian Dan Kreativitas Santri Pertama pembelajaran berbasis proyek, ajak santri untuk terlibat dalam proyek yang memerlukan perencanaan,pelaksanaan dan Proyek ini bisa berupa pembuatan produk,penelitian, atau kegiatan sosial. Manfaatnya mendorong santri untuk berfikir kritis dan mandiri dalam menyelesaikan masalah (Richardo, 2. Kedua kegiatan ekstrakurikuler, sediakan beragam ekstrakurikuler seperti seni, olahraga, dan kewirausahaan. Biarkan santri memilih yang sesuai dengan minat mereka. Manfaatnya meningkatkan rasa percaya diri dan kreativitas melalui eksplorasi minat (J. , 2. Ketiga pelatihan keterampilan praktis, ajarkan keterampilan praktis seperti kerajinan tangan memasak atau pertanian. Libatkan santri dalam proses belajar dengan cara yang langsung. Manfaatnya memberikan pengalaman langsung yang mengembangkan kemandirian dan kreativitas (Jayadih et , 2. Keempat Diskusi dan debat, selenggarakan sesi diskusi atau debat tentang isu-isu terkini atau tema yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Manfaatnya mengembangkan kemampuan berfikir kritis dan argumentasi, serta membangun rasa percaya diri (Lisnawati, 2. Kelima Mentoring dan bimbingan, tunjuk mentor yang berpengalaman untuk membimbing santri dalam pengembangan diri dan kreativitas. Manfaatnya memberikan inspirasi dan dukungan yang diperlukan untuk tumbuh secara mandiri (Edmawati et al. , 2. Keenam kegiatan kolaboratif, ciptakan kegiatan yang memerlukan kerja sama antar santri, seperti lomba tim, atau proyek kelompok. Manfaatnya mendorong komunikasi, kolaborasi, dan inovasi dalam menyelesaikan tugas bersama (Nababan et al. , 2. Ketujuh refleksi diri, ajak santri untuk melakukan refleksi diri setelah menyelesaikan kegiatan atau proyek. Manfaatnya membantu mereka memahami kekuatan dan kelemahan, serta meningkatkan kesadaran diri. Kedelapan inovasi dan tehnologi, perkenalan tehnologi dan alat digitala yang dapat digunakan untuk menciptakan produk baru atau menyelesaikan masalah. Manfaatnya mendorong kreativitas dalam penggunaan tehnologi untuk berbagai Vol. 04 No. 02 Desember 2024 | 281 (Eka Lia Paryanti. Irhamudin. Adi Wijay. Peran Pondok Pesantren Dalam Membentuk Kemandirian Dan Kreativitas Santri tujuan (Maulidin, 2. Kesembilan penghargaan dan pengakuan, berikan penghargaan untuk pencapaian kreatif dan mandiri santri, baik individu maupun kelompok. Manfaatnya meningkatkan motivasi dan rasa memiliki terhadap proses belajar (Tarumasely, 2. Kesepuluh lingkungan yang mendukung,ciptakan lingkungan yang nyaman dan terbuka untuk bereksperimen, gagal, dan belajar dari pengalaman. Manfaatnya mendorong santri untuk mencoba hal-hal baru tanpa rasa takut (Andika et al. , 2. Dengan menerapkan metode-metode ini secara konsisten, diharapkan santri dapat mengembangkan kemandirian dan kreativitas yang kuat. Faktor Pendukung dan Penghambat dalam membentuk kemandirian dan kreativitas santri Dari hasil observasi awal yang dilakukan di desa Sumbersari, faktor pendukung dan penghambat dalam membentuk kemandirian dan kreativitas santri di karenakan Kebiasaan dan kepribadian yang belum dapat atau bisa beradaptasi dengan keadaan lingkungan dan kebiasaan yang ada di Pondok Pesantren. Banyaknya kebiasaan kebiasaan di rumah dibawa ke Pondok Pesantren. Tidak mengenali kebutuhan diri dalam hal segala sesuatu. Masih merasa bahwa perkataan seniornya tidak sesuai dengan perbuatannya dan Masih tergantung kepada orangtua (Rohmah et , 2. Sedangkan membimbing, membina dan memberikan contoh dalam aktivitas kehidupan, kegiatan-kegiatan kepondokan yang membangun karakter kemandirian dan kreativitas santri, seperti kegiatan kepramukaan, muhadoroh, dan kegiatan pembersihan. Peran pondok pesantren yang memberikan fasilitas. Peran teman yang saling mendukung satu sama lain. Lingkungan masyarakat yang reliqius, dan dukungan dari wali santri. Dari hasil wawancara dengan responden dapat diketahui faktor pendukung dan penghambat dalam membentuk kemandirian dan kreativitas santri. Vol. 04 No. 02 Desember 2024 | 282 (Eka Lia Paryanti. Irhamudin. Adi Wijay. Peran Pondok Pesantren Dalam Membentuk Kemandirian Dan Kreativitas Santri Kemandirian dalam belajar penting bagi santri karena dapat mewujudkan kehendak dan keinginan nya tanpa bergantung dengan orang lain. Santri yang mandiri mampu melakukan belajar sendiri,menentukan belajar yang efektif,serta mampu melakukan aktivitas belajar sacara mandiri. Kesimpulan Berdasaarkan hasil analisis penelitian dan rumusan masalah pondok pesantren berperan penting dalam membentuk kemandirian dan kreativitas santri melalui pendidikan disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian finansial. Pesantren juga mengembangkan kreativitas santri melalui kegiatan ekstrakurikuler, penelitian, dan pengembangan Lingkungan pesantren yang kondusif dan mentor yang inspiratif Pendidikan agama dan moral menjadi fondasi kuat bagi kemandirian dan kreativitas santri. Penelitian pertama ada persamaan antara jenis penelitian dan subjek penelitian, yaitu Peran Pondok Pesantren Dalam Meningkatkan Kemandirian Santri. Namun, penelitian pertama membahas pondok kemandirian santri. Sedangkan penulis akan membahas tentang peran pondok pesantren dalam membentuk kemandirian dan kreativitas Penulis akan menyelidiki metode dan cara dalam membentuk kemandirian dan kreativitas santri. Penelitian kedua dan ketiga memiliki jenis penelitian yang sama dan subjek yang akan dibahas adalah peran pondok pesantren dalam pembentukan karakter. Namun, perbedaan penelitian yang akan penulis lakukan adalah membahas tentang peran pondok pesantren dalam membentuk kemandirian dan kreativitas santri hidayatul qurAoan Cara membentuk kemandirian dan kreativitas santri yang dimana penulis memfokuskan pada peran pondok pesantren dalam membentuk kemandirian dan kreativitas santri. Vol. 04 No. 02 Desember 2024 | 283 (Eka Lia Paryanti. Irhamudin. Adi Wijay. Peran Pondok Pesantren Dalam Membentuk Kemandirian Dan Kreativitas Santri Referensi