Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 2025, hal 486-495 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Peningkatan Kompetensi Keluarga Sakinah Melalui Pendampingan Terpadu Berbasis Pendidikan Agama Islam. Anak Usia Dini. Hukum Keluarga, dan Literasi Ekonomi Syariah di Desa Sampali Kec. Percut Sei Tuan Kab. Deli Serdang Rabitah Hanum Hasibuan1. Wiene Surya Putra2. Arie Dwi Ningsih3. Agus Salim4. Muhammad Iqbal5. Safaruddin Munthe6 1,2,3,4,5,6 Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai. Indonesia Correspondence Email: wienesuryaputra@insan. Abstrak Keluarga Sakinah merupakan pondasi utama ketahanan sosial bangsa. Namun, realitas di lapangan menunjukkan adanya krisis yang ditandai dengan tingginya kasus perceraian, terutama di Kabupaten Deli Serdang, yang mencatat ribuan kasus per tahun, dengan proyeksi mencapai lebih dari 3. 700 kasus pada tahun 2025 di Pengadilan Agama Lubuk Pakam. Data ini mengindikasikan bahwa instabilitas keluarga adalah isu kronis yang menuntut intervensi komprehensif. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi Keluarga Sakinah di Desa Sampali. Kecamatan Percut Sei Tuan, yang memiliki populasi padat dan menghadapi tekanan sosio-ekonomi yang Metode yang digunakan adalah Pendampingan Terpadu berbasis transfer of knowledge melalui workshop, penyuluhan interaktif, dan studi kasus, dievaluasi menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan keterampilan. Pendekatan ini mengintegrasikan empat pilar inti, yaitu Pendidikan Agama Islam . ondasi moral dan etik. Hukum Keluarga . roteksi legal dan ha. Anak Usia Dini/Parenting . tabilitas psikologi. , dan Literasi Ekonomi Syariah . etahanan finansia. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, khususnya mengenai pentingnya pencatatan perkawinan (Hukum Keluarg. dan strategi manajemen keuangan mikro berbasis syariah. Model pendampingan yang holistik dan preventif ini terbukti efektif dalam mengatasi akar masalah multidimensi yang menghambat terwujudnya keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Kata Kunci: Deli Serdang. Hukum Keluarga. Keluarga Sakinah. Literasi Ekonomi Syariah. Pendampingan Terpadu. Pendidikan Agama Islam. Improving the Competence of Sakinah Families Through Integrated Mentoring Based on Islamic Religious Education. Early Childhood. Family Law, and Sharia Economic Literacy in Sampali Village. Percut Sei Tuan District. Deli Serdang Regency Abstract A harmonious family is the main foundation of the nation's social resilience. However, the reality on the ground shows a crisis characterized by high divorce cases, especially in Deli Serdang Regency, which records thousands of cases per year, with a projection of reaching more than 3,700 cases by 2025 || Rabitah Hanum Hasibuan, et. || Peningkatan Kompetensi Keluarga SakinahA Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 2025, hal 486-495 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety at the Lubuk Pakam Religious Court. This data indicates that family instability is a chronic issue that requires comprehensive intervention. This Community Service Program (PKM) aims to improve the competence of harmonious families in Sampali Village. Percut Sei Tuan District, which has a dense population and faces high socio-economic pressures. The method used is Integrated Assistance based on the transfer of knowledge through workshops, interactive counseling, and case studies, evaluated using pre-test and post-test instruments to measure changes in knowledge and skills. This approach integrates four core pillars, namely Islamic Religious Education . oral and ethical foundation. Family Law . egal protection and right. Early Childhood/Parenting . sychological stabilit. , and Sharia Economic Literacy . inancial resilienc. The program's results demonstrated a significant increase in participants' understanding, particularly regarding the importance of marriage registration (Family La. and Sharia-based microfinance management strategies. This holistic and preventative mentoring model has proven effective in addressing the multidimensional root causes that hinder the realization of a harmonious, loving, and compassionate family. Keywords: Deli Serdang. Family Law. Sakinah Family. Sharia Economic Literacy. Integrated Assistance. Islamic Religious Education. PENDAHULUAN Keluarga dalam perspektif Islam memiliki tujuan umum yang jelas, yaitu mewujudkan kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Pencapaian tujuan ini tidak bersifat otomatis melainkan membutuhkan bekal pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan yang memadai mengenai kehidupan berumah tangga. Fondasi utama yang harus diinternalisasi adalah nilai-nilai ketaatan, tidak hanya ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga ketaatan terhadap pasangan, sebagai langkah preventif dalam mengatasi berbagai permasalahan rumah tangga, termasuk pencegahan nusyuz . Meskipun prinsip-prinsip ini telah lama dipahami, krisis ketahanan keluarga terus meningkat di Indonesia, dan Kabupaten Deli Serdang menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak. Deli Serdang dikenal menghadapi isu sosial yang signifikan terkait perselisihan perkawinan dan perceraian. Data kuantitatif dari Pengadilan Agama Lubuk Pakam, yang yurisdiksinya mencakup Deli Serdang, menunjukkan tren kasus perceraian yang mengkhawatirkan. Volume kasus terus meningkat, dari 2. 771 kasus pada tahun 2022 hingga mencapai proyeksi 3. 755 kasus pada tahun 2025. Tingginya volume kasus yang mencapai angka ribuan per tahun ini menunjukkan bahwa instabilitas keluarga bukan lagi masalah insidental, tetapi merupakan isu struktural dan kronis yang memerlukan solusi yang tidak hanya reaktif, tetapi juga preventif dan komprehensif. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa hambatan dalam mewujudkan keluarga sakinah bersifat multidimensi. Faktor-faktor seperti ekonomi keluarga, kurangnya pengetahuan dan pengamalan agama, serta putusnya cinta kasih seringkali bekerja secara Oleh karena itu, pendekatan yang hanya berfokus pada satu aspek . isalnya, hanya aspek agam. tidak akan memadai untuk mengatasi akar permasalahan yang kompleks ini. Desa Sampali, yang terletak di Kecamatan Percut Sei Tuan. Kabupaten Deli Serdang, merupakan lokasi pelaksanaan program ini. Desa Sampali adalah wilayah yang padat penduduk, dengan populasi mencapai kurang lebih 18. 382 jiwa dan terdiri dari 25 dusun. || Rabitah Hanum Hasibuan, et. || Peningkatan Kompetensi Keluarga SakinahA Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 2025, hal 486-495 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Karakteristik pemukiman Desa Sampali yang berbatasan dengan area industri dan pusat perbelanjaan mencerminkan kondisi sosio-ekonomi yang unik. Mayoritas masyarakat lokal Desa Sampali bekerja sebagai karyawan swasta, pedagang, atau pengusaha. Kondisi pekerjaan ini sering menciptakan tekanan sosioekonomi yang tinggi, yang diperburuk oleh tuntutan peran ganda bagi perempuan atau ibu dalam rumah tangga untuk turut mencari nafkah. Tekanan ekonomi ini secara langsung berkoreksi dengan hambatan utama terwujudnya sakinah. Konteks lokal Desa Sampali menuntut adanya peningkatan kompetensi yang spesifik: pertama. Wawasan Hukum: masyarakat di wilayah sekitar Deli Serdang rentan terhadap praktik perkawinan tidak tercatat . ikah sirr. Perkawinan tidak tercatat ini menimbulkan dampak serius, seperti istri tidak dapat menuntut hak, ketiadaan perlindungan, dan kesulitan bagi anak. Literasi hukum yang memadai sangat diperlukan untuk memastikan perlindungan hak dan kepastian hukum dalam rumah tangga. Kedua. Literasi Finansial: Mengingat tekanan ekonomi dan peran ganda yang diemban, kemampuan manajemen keuangan mikro keluarga yang kuat menjadi krusial. Program pemberdayaan yang fokus pada perempuan prasejahtera melalui literasi keuangan syariah sangat relevan sebagai model mitigasi risiko ekonomi. Program pengabdian ini mengusung model Pendampingan Terpadu, yang diilhami dari konsep layanan terpadu . isalnya Pusat Krisis Terpadu/PKT atau Pusat Pelayanan Terpadu/PPT) yang selama ini digunakan untuk merespons kasus kekerasan atau krisis sosial kompleks. Namun, alih-alih bersifat responsif, model ini diimplementasikan secara preventif untuk membangun fondasi keluarga yang kokoh. Pendekatan holistik ini memastikan bahwa empat pilar yang diintegrasikan mencakup perlindungan esensial yang sejalan dengan Maqasid al-Syariah (Tujuan Hukum Isla. , yaitu: . Pendidikan Agama Islam (PAI): Pilar ini berfokus pada Hifzh al-Din . emeliharaan agam. dengan menanamkan etika dan fiqh rumah tangga yang benar, mengubah perilaku sehari-hari menjadi bernilai ibadah. Hukum Keluarga (HK): Pilar ini mengupayakan Hifzh al-Nasl . emeliharaan keturuna. dan Hifzh al-Mal . emeliharaan hart. melalui kepastian hukum, menjamin hak anak dan istri. Anak Usia Dini (PAUD/Parentin. : Pilar ini berorientasi pada Hifzh al-Nafs . emeliharaan jiw. dengan mendorong pola asuh positif dan manajemen emosi orang tua, menciptakan suasana rumah yang harmonis dan aman bagi perkembangan anak. Literasi Ekonomi Syariah (LES): Pilar ini secara spesifik menangani hambatan Hifzh al-Mal dengan memberikan keterampilan perencanaan keuangan yang etis, sehingga mengatasi faktor ekonomi yang merupakan penyebab utama ketidakstabilan keluarga. METODE Kegiatan PKM ini menggunakan desain deskriptif yang berfokus pada transfer of knowledge dan peningkatan kompetensi praktis. Metode yang diterapkan melibatkan ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi, dan studi kasus yang disesuaikan dengan konteks Desa Sampali. Tim pelaksana PKM merupakan tim multidisiplin dari Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai, yang terdiri dari: Dr. Rabitah Hanum Hsb. Pd. Aud. Pd. Wiene Surya Putra. Si. ,S. Pd. ,M. Pd. Dr. Arie Dwi Ningsih. Pd. Dr. Agus Salim. Pd. Pd. || Rabitah Hanum Hasibuan, et. || Peningkatan Kompetensi Keluarga SakinahA Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 2025, hal 486-495 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Muhammad Iqbal. I, dan Safaruddin Munthe. Tim ini merefleksikan program studi yang relevan di institusi tersebut, seperti Hukum Keluarga Islam. Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PAUD), dan Ekonomi Syariah. Kemitraan terjalin erat dengan perangkat Desa Sampali untuk memastikan mobilisasi peserta yang efektif dan relevansi materi dengan kebutuhan lokal. Peserta utama program ini adalah pasangan menikah dan/atau calon pengantin di Desa Sampali, dengan penekanan pada peran ibu/istri mengingat peran ganda mereka dalam mengelola rumah tangga dan Untuk mengukur dampak dan perubahan kompetensi, digunakan instrumen evaluasi berupa pre-test dan post-test guna menilai peningkatan pengetahuan, serta kuesioner monitoring dan evaluasi (Mone. untuk menilai respons dan niat perubahan perilaku peserta setelah mengikuti modul (Assingkily, 2. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi tiga tahap utama: Tahap I: Persiapan dan Asesmen Kebutuhan (Diagnosi. Tahap ini melibatkan verifikasi data terkait isu-isu spesifik di lokasi pengabdian, seperti data perceraian di Deli Serdang dan kondisi sosio-ekonomi Desa Sampali. Hasil diagnosis ini digunakan untuk mempersonalisasi materi agar responsif terhadap tantangan riil yang dihadapi keluarga sasaran. Tahap II: Implementasi Modul Terpadu Pelatihan dilaksanakan dalam sesi terstruktur yang mengintegrasikan keempat pilar Sinergi antar pilar dirancang untuk memastikan bahwa setiap aspek saling Misalnya, stabilitas emosi yang diajarkan dalam modul PAUD membantu pasangan mengelola tekanan yang muncul akibat masalah finansial yang dibahas dalam modul LES. Matriks di bawah merangkum sinergi dan tujuan intervensi dari empat pilar Tabel 1: Matriks Sinergi dan Tujuan Intervensi Empat Pilar Pilar Kompetensi Fokus Utama Materi Kontribusi Kompetensi Keluarga Sakinah Sinergi Lintas Pilar Pendidikan Agama Islam (PAI) Fiqh Munakahat Etika Hubungan SuamiIstri. Konsep Ketaatan Rumah Tangga Mewujudkan . piritual dan interpersona. pencegahan nusyuz. Memperkuat untuk implementasi Hukum Keluarga Ekonomi Syariah. Hukum (HK) Hak/Kewajiban Perkawinan Memberikan . Kunci hak-hak (Nas. Keluarga || Rabitah Hanum Hasibuan, et. || Peningkatan Kompetensi Keluarga SakinahA Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 2025, hal 486-495 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety KHI. Urgensi Pencatatan Perkawinan. Dampak Nikah Sirri perlindungan hak bagi istri dan anak. PAUD/Parenting. Anak Usia Dini (PAUD/Parentin. Pola Asuh Positif. Pengelolaan Emosi Orang Tua. Menciptakan Lingkungan Aman bagi Anak Berfungsi sebagai yang dipicu oleh . Stabilitas . ari PAUD) keputusan finansial yang rasional (LES) dan resolusi konflik (HK). Literasi Ekonomi Syariah (LES) Perencanaan Keuangan Keluarga (Anggaran Mikr. Prinsip AntiRiba/Gharar. Strategi Pengelolaan Usaha Keluarga Mengatasi hambatan ekonomi finansial, terutama bagi perempuan. Mengurangi perselisihan rumah Tahap i: Monitoring dan Evaluasi (Mone. Pada tahap akhir, dilakukan evaluasi dampak melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test serta pengumpulan umpan balik dari kuesioner. Evaluasi ini memastikan bahwa transfer pengetahuan tidak hanya terjadi di tingkat kognitif, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dan komitmen peserta untuk menerapkan kompetensi baru dalam kehidupan sehari-hari. HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Pelaksanaan dan Validasi Visual Kegiatan Program Pendampingan Terpadu di Desa Sampali berhasil dilaksanakan dengan tingkat partisipasi yang tinggi, menunjukkan respons positif dan kebutuhan nyata masyarakat terhadap materi yang disajikan. Keberhasilan mobilisasi peserta dan legitimasi program di mata komunitas diperkuat oleh kehadiran tim pelaksana dari berbagai disiplin ilmu, sebagaimana didokumentasikan dalam kegiatan. || Rabitah Hanum Hasibuan, et. || Peningkatan Kompetensi Keluarga SakinahA Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 2025, hal 486-495 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Gambar 1. Foto Bersama Tim Pelaksana dan Peserta Pendampingan Keluarga Sakinah di Desa Sampali || Rabitah Hanum Hasibuan, et. || Peningkatan Kompetensi Keluarga SakinahA Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 2025, hal 486-495 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety Dokumentasi visual ini menunjukkan suasana pelaksanaan yang interaktif dan Kehadiran tim yang lengkap . ermasuk pakar seperti Dr. Rabitah Hanum Hsb. Dr. Arie Dwi Ningsih. Dr. Agus Salim. Wiene Surya Putra. Safaruddin Munthe, dan Muhammad Iqba. , didukung oleh spanduk yang mencantumkan empat pilar dan nama-nama tim pakar, memvalidasi klaim bahwa program ini merupakan Pendampingan Terpadu yang didukung oleh sumber daya multidisiplin. Ekspresi positif dari peserta, seperti gestur jempol ke atas, mengindikasikan penerimaan dan antusiasme yang tinggi terhadap materi yang disampaikan, menegaskan relevansi program terhadap permasalahan yang mereka hadapi. Hasil Penguatan Fondasi Keagamaan dan Hukum Keluarga Modul Pendidikan Agama Islam (PAI) berfungsi sebagai landasan spiritual dan Peningkatan skor post-test . pada materi PAI menunjukkan bahwa peserta kini memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai etika rumah tangga Islami. Materi PAI tidak hanya terbatas pada konteks ritual ibadah, tetapi mencakup seluruh aspek penunjang keluarga, termasuk etika hubungan suami-istri yang bernilai ibadah. Pemahaman agama yang mendalam ini penting karena memberikan rasa tanggung jawab moral yang kuat bagi suami dan istri untuk memenuhi hak dan kewajiban mereka. Tanggung jawab ini berfungsi sebagai penyeimbang terhadap godaan materialistik dan kurangnya komitmen yang menjadi hambatan utama Sakinah. Sementara itu, modul Hukum Keluarga (HK) memberikan proteksi legal yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Deli Serdang. Penekanan pada pentingnya pencatatan perkawinan terbukti krusial. Dalam konteks Deli Serdang, di mana praktik nikah sirri masih ditemukan, penyuluhan HK membuka kesadaran peserta tentang dampak serius dari perkawinan tidak tercatat, seperti kesulitan bagi istri untuk menuntut hak nafkah dan ketiadaan perlindungan legal bagi anak. Program ini secara langsung bertindak sebagai mekanisme preventif. Dengan meningkatkan kesadaran hukum, program ini bertujuan mengurangi potensi sengketa hukum di masa depan yang dapat berakhir di Pengadilan Agama Lubuk Pakam. Literasi hukum menjamin bahwa kestabilan rumah tangga dibangun di atas kepastian formal yang menjamin perlindungan hak semua anggota keluarga. Pembahasan Peningkatan Kompetensi Pola Asuh dan Stabilitas Emosional Integrasi modul Anak Usia Dini (PAUD/Parentin. sangat relevan mengingat kondisi sosio-ekonomi Desa Sampali. Sebagai wilayah yang didominasi oleh pekerja dan pedagang, orang tua di Sampali sering kali menghadapi tingkat stres yang tinggi, yang dapat memicu konflik dan mempengaruhi kualitas pengasuhan. Pelatihan parenting berfokus pada manajemen emosi orang tua. Kunci keberhasilan dalam pola asuh yang baik adalah kendali emosi, karena ketenangan akan hilang saat panik atau tekanan emosi cukup tinggi. Modul ini mendorong pelibatan keluarga dalam pendidikan anak, sejalan dengan prinsip bahwa kedisiplinan di sekolah tidak akan tercapai tanpa keterlibatan aktif keluarga. Peserta didorong untuk berkomitmen menjaga hubungan harmonis dengan suami/istri. Suasana rumah yang harmonis dianggap sebagai hal paling berharga yang dapat diberikan kepada anak. Keberhasilan modul PAUD/Parenting ini memiliki dampak penting: ia memastikan bahwa konflik orang tua yang berpotensi dipicu oleh masalah ekonomi atau hukum tidak merusak perkembangan psikologis anak (Hifzh al-Naf. Kesejahteraan || Rabitah Hanum Hasibuan, et. || Peningkatan Kompetensi Keluarga SakinahA Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 2025, hal 486-495 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety emosional anak menjadi indikator kritis dari keberhasilan implementasi Keluarga Sakinah yang stabil. Analisis Literasi Ekonomi Syariah dan Ketahanan Finansial Faktor ekonomi adalah hambatan paling signifikan dalam mewujudkan sakinah. Oleh karena itu, modul Literasi Ekonomi Syariah (LES) dirancang sebagai strategi mitigasi risiko Hasil pelaksanaan modul ini menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, khususnya terkait perencanaan keuangan keluarga (Micro-Financ. dan prinsipprinsip syariah dalam pengelolaan usaha, yang sangat relevan dengan mata pencaharian mayoritas warga Sampali. Modul LES juga berfungsi sebagai program pemberdayaan yang berfokus pada peran perempuan prasejahtera. Program-program pemberdayaan berbasis syariah seringkali melibatkan perempuan sebagai aktor utama dalam keluarga, meningkatkan peran mereka dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan rumah tangga. Dengan meniru model inklusi keuangan seperti yang diterapkan oleh lembaga keuangan mikro syariah, para ibu di Desa Sampali dibekali wawasan untuk mengelola usaha maupun keuangan keluarga dengan prinsip etis anti-riba dan anti-gharar. Signifikansi kritis dari modul LES adalah kemampuannya untuk mengurangi stres finansial yang sering menjadi pemicu perselisihan dan pada akhirnya, perceraian. Ketika keluarga mampu mengelola sumber daya keuangan dengan baik dan etis, tekanan finansial yang menjadi pemicu konflik dapat dikendalikan. Oleh karena itu, peningkatan literasi ekonomi syariah tidak hanya bertujuan pada pertumbuhan usaha, tetapi yang lebih penting, sebagai upaya preventif langsung terhadap instabilitas keluarga dan tingginya angka perceraian di Deli Serdang. SIMPULAN Program Pendampingan Terpadu Berbasis Pendidikan Agama Islam. Anak Usia Dini. Hukum Keluarga, dan Literasi Ekonomi Syariah di Desa Sampali. Kecamatan Percut Sei Tuan. Kabupaten Deli Serdang, telah berhasil dilaksanakan dan mencapai tujuannya untuk meningkatkan kompetensi Keluarga Sakinah. Keberhasilan program ini terletak pada pendekatan holistik dan multidisiplin yang diterapkan. Secara spesifik, program ini berhasil mengatasi akar masalah kompleks yang dihadapi keluarga prasejahtera di wilayah tersebut: . Aspek Moral/Spiritual (PAI): Memberikan fondasi ketaatan dan etika rumah tangga. Aspek Struktural/Legal (HK): Meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencatatan perkawinan sebagai proteksi hak, yang menjadi isu penting di Deli Serdang. Aspek Psikologis/Relasional (PAUD): Membekali orang tua dengan keterampilan manajemen emosi dan pola asuh positif, menciptakan buffer terhadap stres sosial-ekonomi. Aspek Material/Finansial (LES): Menghadirkan solusi praktis dan etis untuk mengatasi hambatan ekonomi, yang merupakan faktor risiko utama ketidakstabilan keluarga. Dengan demikian. Pendampingan Terpadu menjadi model yang efektif untuk membangun ketahanan keluarga secara preventif di tengah tingginya ancaman perceraian di tingkat lokal. || Rabitah Hanum Hasibuan, et. || Peningkatan Kompetensi Keluarga SakinahA Edu Society: Jurnal Pendidikan. Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 3 2025, hal 486-495 Avaliable online at: https://jurnal. permapendis-sumut. org/index. php/edusociety DAFTAR PUSTAKA